Tuesday, 24 January 2017

Wagamama Onna ni Tensei Shita yo Chapter 6 Bahasa Indonesia


Tranlator: KIV

Chapter 6: Memesan Peralatan Memasak

Kepala Perusahaan Becker, Dennis Becker kini tengah duduk di hadapanku.

Perusahaan Becker adalah perusahaan yang memiliki banyak cabang di seluruh penjuru kerajaan Morgenrot, bahkan mereka juga terjun ke industri pengiriman untuk mendapat perputaran uang yang lebih baik.

Pria di hadapanku berumur sekitar 40 tahun, dengan rambut cokelat tua yang disisir ke belakang dan senyuman ramah yang melekat di wajahnya. Tapi, aku dapat melihat sinar licik pebisnis yang terpancar dari sorot matanya.

“Nyonya, pertama-tama, terima kasih telah berbaik hati untuk meluangkan waktu anda. Saya dengar anda hari ini ingin memesan produk khusus, apa saya boleh tahu apa yang anda maksud?”
“Ya, aku ingin kalian membuatkan sebuah oven.”
“Oven?”

Becker yang sepertinya berpikir aku akan memesan hiasan membelalakkan mata karena terkejut.
“Tolong lihat ini.”
Saat aku menyerahkan sketsa oven kepada Becker, pandangannya langsung tertuju pada sketsa tersebut.

“ini… tentu saja kami bisa segera membuatnya, tapi kalau anda bisa menjelaskan lebih detail, saya rasa kami bisa membuat produk dengan lebih baik.”
Becker bertanya dengan nada merendah.

Un, sepertinya dia memang tidak bisa mengatakan ‘pasti’ pada gadis histeris ini ya?
Maaf.
Tapi, karena dia sudah bersikap baik pada Amalie, akan kuanggap tidak ada masalah.

“Ya, seperti yang tergambar di sini, aku ingin ada semacam tongkat yang berjejer di sepanjang oven, lalu aku bisa meletakkan sesuatu di sana.”
“Hmm.. jadi masukkan adonan ke dalam nampan lalu dipanggang di dalam oven beberapa kali supaya matang merata…”
Becker mengguman sendiri sambil melihat sketsa yang ada di hadapannya.

“Nyonya, apa saya boleh melihat rancangannya begitu sudah selesai? Dengan begitu, kami mungkin bisa melakukan sedikit penyesuaian apabila memang diperlukan.”

Un, tentu saja aku tidak mau ovennya gagal berfungsi setelah dibuat.
“Baiklah, nanti kuserahkan padamu. Aku masih punya beberapa hal lain yang perlu dibuatkan.”

Kali ini, aku memberkan sketsa peralatan memasak kepadanya.
Yang pertama adalah sendok takar.

“Oh, tadi anda bilang ini untuk mengukur bahan…?”

Ya! Mengukur bahan untuk Mille Crepe itu merepotkan.
Tadi kami memasukkan bahan sedikit demi sedikit sampai adonannya bersinar.
Merepotkan, tahu!
Kalau saja kami punya takaran pasti bahan yang digunakan, selanjutnya ‘kan tinggal menggunakan takaran yang sama.

“Ya, lalu selanjutnya ini, ini, ini, dan ini.”
Aku lalu menunjukkan beberapa sketsa peralatan seperti whisker (pengocok), mangkuk, dan cetakan kue.

“Ha…”
Becker menghela nafas karena limbung.

“Dengan alat pengukur ini, kita tidak perlu mengukur bahan dengan mata saat memasak yang butuh presisi. Alat ini juga bisa digunakan untuk membuat kue.”
“Ooh, ini… NYONYA! Ini hebat! Dengan alat-alat ini, dunia memasak akan berubah total! Kalau kita menyebarkan resep dasar dari tiap masakan, para koki... tidak, alat takar ini bahkan akan dibutuhkan oleh setiap rumah tangga. Ini bisa menjual! Ini pasti menjual!!”

Becker menaikkan nada suaranya dengan mata berbinar.

Uuh, aku nggak mau menjual ini, lho?
Walaupun tidak jadi masalah selama Wirbel bisa makan kue yang enak, tapi ya… kalau bisa membantu agenda memasak rumah tangga lain, bagus deh.

“Nyonya, bagaimana cara kami membalas anda bila benda-benda ini terjual?”

Entah kenapa, walaupun aku hanya ingin memesan peralatan masak, pertemuan ini malah jadi pembicaraan bisnis.

“Hmm, aku tidak butuh bayaran sepeser pun. Jadi bisa kah kau menjualnya di sekitaran harga produksi?”
“Hoo, laba kecil selama bisa balik modal, ya? Dengan harga murah, produknya tentu akan bisa menyebar cepat ke seluruh Morgenrot, tidak, ini bahkan bisa menyebar ke seluruh negeri. Pemikiran Nyonya benar-benar hebat!”

Bisakah kau berhenti melihat orang dengan tatapan pebisnismu itu?

Becker memang awalnya memiliki senyum yang ramah, tapi senyumannya sekarang benar-benar berubah menjadi senyuman pebisnis yang licik.
Kepalanya sekarang pasti dipenuhi peluang keuntungan.

“Karena produk tiruan bisa muncul dalam waktu dekat, bukankah lebih baik menambahkan ukiran logo becker atau semacamnya?”
“OOOH! Menciptakan nilai dengan merek dagang… NYONYA!!”
Becker kembali membelalakkan matanya.

Setelah itu, aku jadi dibuat malu oleh pujian bertubi-tubi yang dilontarkan oleh Becker.
Untuk sekarang, setidaknya aku telah meminta Becker membuatkan peralatan masak dan oven secepat mungkin.
Saat dia beranjak pergi, Becker kembali menanyakan soal bayaran bagi hasilku, yang tentu saja kembali kutolak. Tapi karena dia tetap bersikukuh, aku akhirnya terpaksa menerima tawaran tersebut.

Aah… akhirnya dia pergi.
Dia yang awalnya terlihat begitu tenang dan tertata layaknya seorang direktur perusahaan, kini karakternya hancur berantakan dalam benakku.

“Berta, aku akan kembali ke dapur. Mille Crepe harusnya sudah dingin. Karena itu aku ingin kalian mencicipinya sebelum kuberikan ke Wirbel.”

Aku melihat Berta yang tadi menunggu di belakang.

Lho? Berta pergi ke mana?

“Nyonya, apa yang anda tunggu?”

Sejak kapan!?
Warp? Itu tadi teleport kan!?
Berta dalam sekejap sudah menungguku di depan pintu yang terbuka.

“Y-Ya.”

Sepertinya makanan enak memang memiliki kemampuan untuk menembus ruang dan waktu…

Previous ChapterDaftar Isi – Next Chapter
loading...