Monday, 2 January 2017

Wagamama Onna ni Tensei Shita yo Chapter 4 Bahasa Indonesia


Translator: KIV

Chapter 4: Ada Skill

“Mama.”
“Ada apa?”
“Aku senang mama udah sehat.”

Ucap Wirbel yang tersenyum manis sembari menyantap sarapan.

Putraku benar-benar imut seperti biasanya!!
Lihatlah pipi yang terlihat ceria itu! Aku sudah tidak tahan memeluk dan menciumi wajahnya yang tersenyum malu.

“Mama juga senang bisa sarapan dengan Wirbel. Apa rencana Wirbel untuk hari ini?”
“Ah, itu… hari ini…”
“Apa ada sesuatu?”
Wirbel tiba-tiba tertunduk dan terbata-bata.

“Anu, di kediaman utama… dengan kak Arthur … belajar…”
“Ara, begitukah? Apakah Arthur baik kepadamu?”
“Ya! Dia baik dan keren!”
Wirbel, seketika mengangkat wajhnya dan menjawab dengan riang.
Begitu ya, sepertinya Arthur itu anak yang baik.
Aku tadinya sedangm emikirkan apa yang harus kulakukan kalau Wirbel diusli.
Sepertinya Christhard dan Bianca memperlakukan Wirbel dengan lembut walaupun ibunya separah ini.

“Kalau begitu, mama juga akan belajar supaya bisa membuat kue yang enak untuk acara minum teh kita.”
“Ya!! Aku juga tidak sabar!! Ah, tapi…bukankah mama akan pergi? Mama biasanya terlihat sibuk…”

Ya, aku memang sering berpergian.
Acara minum teh, pesta di malam hari, konser, apresiasi karya seni, dll. Aku disibukkan dengan banyak sosialisasi.
Ngomong-ngomong, harta Amalie cukup banyak, bahkan walau tanpa bergantung pada keluarga Flaksburb pun dia bisa bebas berbelanja.
Di Negara ini suami tidak mengelola harta istri mereka, Amalie bisa bebas menggunakan uangya.

Meski Amalie yang dulu bukanlah wanita yang baik, tapi dia punya bakat mengelola hartanya.
Dia pintar menanam investasi yang bisa menambah kekayaanya.
Bahkan dia akan tahu ketika ada yang berencana untuk menipunya.

Ini mungkin salah satu sisi wanita histeris yang mengejutkan, tapi selain Amalie ulet dengan angka, dia juga punya satu lagi kemampuan sihir yang andal.

Dengan kekuatan itu, setahun lalu dia membeli sebuah tambang yang hingga sekarang masih dipenuhi batu berharga.

Kemampuannya begitu hebat, contohnya ketika Amalie melihat peta, dia dapat melihat titik bercahaya yang akan memberitahkanya sumber daya yang bernilai.
Anak in benar-benar terlalu diberkahi.

“Hmm, mama rasa diam mendengarkan cerita Wirbel lebih menyenangkan sambil minum teh.”
“Aku juga mau ngomong sama mama lebih banyak!”
Senyum terpancar dari seluruh wajah Wirbel.

“Baiklah, begitu Wirbel pulang, mama akan cerita banyak hal, ok?”
“Ya!”

Setelah makan, aku mencium pipi WIrbel dan mengantar kepergiannya.

Baiklah, baiklah, apa sebaiknya aku membuat kue?

Aku ingin makan baumkuchen.
tapi kalau Amalie selama ini belum pernah memakannya, berarti Baumkuchen tidak ada di dunia ini.

Kalau begitu, cari bahannya dulu, kan?
Apa bahan yang dibutuhkan untuk Baumkuchen?
Mungkin… bahan-bahan untuk sponge cake?
Hmm, ayo tulis dulu bahannya di kertas.

“Berta, bawakan kertas dan pena.”
“Baik, nyonya.”

Berta dengan segera meletakkan keduanya di hadapanku.
Kedudukanku benar-benar hebat, ya.
Baiklah, mulai dengan,
“Tepung gandum, telur, gula.”

Oh? Tulisannya bersinar?
Mungkinkah…

“Garam.”
Tulisanya tidak bersinar.

Hee? Apa mungkin bahan-bahan yang dibutuhkan akan bersinar?
Apa ini juga bentuk kekuatan Amalie?
Hebat sekali…
Super, duper, kelewat berguna!!

Wirbel!! Mama akan membuatkanmu kue yang enak!!

Baiklah, sebaiknya aku menulis semua bahan dan perisa untuk kue yang kuketahui.

…Hm, bahan-bahannya sudah terkonfirmasi.
Yang tersisa hanya memastikan bahannya ada di dunia ini atau tidak.
Seharusnya sama saja sih…

“Berta, apa bahan-bahan ini ada di dapur?”
Aku menyerahkan daftar bahan Baumkuchen ke Berta.

“Ya… tapi saya tidak tahu hal yang disebut maizena ini.”
“Begitukah…”

Ah, sudah kuduga…
Aku dulu pernah menggunakan maizena untuk Custard di pelajaran tataboga…
Karena tadi bersinar berarti bahannya diperlukan, kan?
Tapi untuk apa?

Lalu kalau tidak salah, guru tata boga pernah bicara soal pati jagung.
Apa itu bisa dibuat?

Baiklah, tulis saja dulu di kertas.
“Jagung.”

Hmm, kalau tidak bersinar berarti tidak bisa, kan?
Baiklah, aku bisa membedakan mana yang bisa dipakai mana yang tidak.
Sepertinya maizena tidak bisa dibuat di dapur.

Apa baumkuchen bisa dibuat tanpa maizena?
Tapi kalau ada itu, rasanya bisa jadi lebih enak, kan?
…penggantinya… pati…
pati kentang?
eh, pati kentang bukan bahan untuk kue, kan?

Tulis saja deh dulu.
“Pati kentang.”

Oh, bersinar.
Sepertinya pati kentang bisa dipakai.

“Berta, apa kita punya pati kentang?”
“Pati kentang? Saya tidak tahu, apa perlu saya tanyakan kepada kepala juru masak?”
“Kalau begitu, tidak perlu.”

Sepertinya tidak ada di rumah ini.
Berarti ankake dan sejenisnya tidak akan muncul, hah…
(TLN: ankake = saus yang dibuat dengan pati)

Apa pati kentang bisa dibuat sendiri?
“Kentang”

Oh, bersinar.
Sepertinya memang bisa.

“Berta, aku akan pergi ke dapur.”
“…Apa nyonya benar-benar akan membuat kue?”
“Ya… soalnya aku sudah janji pada Wirbel.”
“Saya mengerti.”

Berta membuka pintu kamar dengan wajah takluk.

Baiklah, ayo maju!

loading...