Sunday, 8 January 2017

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 49 Bahasa Indonesia


(Author Note: Lagi, akan ada deskripsi kejadian keji di chapter ini.)

Chapter 49: Pemburu Pemula ⑥

"Bol, gadis itu mangsaku!" (Zero)

"Bukan salahku. Hanya saja 【Barrier】-nya yang merubah arah pisaunya. Aku tidak menargetkan untuk membunuhnya secara langsung." (Bol)

Lena yang lehernya tertusuk sebuah pisau tidak bergerak sedikitpun dan perlahan jatuh ke belakang.

"Ho? Mau kemana kau?" (Bol)

Aku tidak punya waktu untuk menghibur si dwarf, jadi aku akan langsung menyingkirkannya menggunakan sihir. Aku menembakkan sebuah sihir cairan merah padanya.

"Bodoh! Apa kau pikir sihir semacam itu dapat menembus pertahanan dari armor mithril dan perisai sihirku?" (Bol)

Orang yang biasa menyebut orang lain bodoh adalah orang bodoh yang sesungguhnya. Aku mengabaikannya dan pergi menuju tubuhnya Lena.

Dwarf itu melindungi dirinya menggunakan perisainya tapi gagal. Sihir yang aku tembakkan adalah campuran antara <<Earth Spear>> dan <<Water Bullets>> dari 【Black Magic】 rangking satu dan juga sihir <<Soaring Flame>> yang merupakan rangking 3. Hasilnya ya cairan berwarna merah yang seperti lava itu.

"Guaaaa."

Perisainya memblok sekitar 70% lavanya dan sisanya berhasil mendarat di armor lengan kirinya dan menyebabkan kebakaran yang intens. Jika dia tidak melepas armornya, lava yang terbakar itu akan tetap melekat di lengan kirinya.

Aku tiba di tempat Lena berada dan memeriksanya. Dia masih bernapas. Meskipun napasnya lemah, dia masih hidup.

"Tidak apa. Aku akan menyelamatkanmu." (Yu)

"Yu... Ma*uhuk*aafkan aku." (Lena)

"Jangan bicara dulu, itu akan memperparah kondisimu." (Yu)

Aku mengeluarkan pisau yang ada di lehernya secara perlahan dan mengaktifkan <<Heal>>.

"Sialan, bocah ini!" (Bol)

Sudut Pandang Orang Ke Tiga

Bol menyingkirkan armor lengan kirinya. Di bawah tangannya ada luka bakar parah dan dia dipaksa untuk melepas armornya. Saat ini dia ingin menghentikan Yu yang sedang menyembuhkan Lena, tapi sudah terlalu terlambat...

"Aku tidak peduli jika ntuh cewek pulih. Akan kubunuh siapapun yang menghalangiku." (Bol)

Bol mengeluarkan sebuah potion dan menuangkannya di lengan kirinya.

"Akan kucabik-cabik bocah itu!" (Bol)

Di saat berikutnya, lengan Bol tumbuh dua kali lipat dari ukuran normalnya. Armornya menggelembung karena pertumbuhannya yang tiba-tiba. Dia mengerahkan sebagian besar Mana-nya ke 【Body Enhance】-nya dan memanfaatkan skill perisai <<Taunt>>-nya,

"Makan ini! <<Gravity Slash>>!” (Bol)

Itu adalah serangan terkuatnya. Serangan tersebut merupakan gabungan dari 【Brute Arm】, 【Herculean Strength】 dan <<Gravity Control>> dari Earth Battle Axe. Bahkan seekor naga-pun tidak akan sanggup memblok serangan ini.

Tangan kiri Yu sedang menyembuhkan Lena dan tangan kanannya mencoba untuk mendapatkan kembali Black Steel Sword-nya.

*Clang*

Dengan suara melengking, Yu berhasil memblok serangannya tapi pedangnya kini terpotong-potong. Karena dia mencoba untuk menghentikan serangan sekuat itu, tulang pergelangan tangannya juga menjadi patah.

"Yu... Hentikan.. Jangan terus buat dirimu terluka.." (Nina)

"Hahaha. Sekarang mari kita lihat bagaimana kau akan bertahan tanpa pedangmu." (Bol)

Sudut Pandang Yu

Selagi dia kesenangan, aku mencoba yang terbaik untuk berkonsentrasi dalam rangka mengaktifkan 【Depriver】.

"Terus, kenapa lenganmu berhenti bergerak?" (Yu)

Aku memprovokasinya untuk menyerangku.
Dia kemudian menyerangku sambil tersenyum dan meneteskan air liur.

"Guarana! Kita lihat apakah kau masih bica bicara seperti itu setelah aku memisahkan lengan dan kakimu dari tubuhmu." (Bol)

Dengan rasa senang seperti itu, Bol mengayunkan ke bawah kampaknya. Aku melempar pegangan Black Steel Sword dan menggunakan Black Steel Gauntlet untuk menangkap kampaknya. Akan tetapi si Bol ini bodoh. Dia tidak sadar kalau kampaknya tidak memberikan serangan yang berarti padaku. Dia tetap mengayunkan kampaknya beberapa kali. Tentu saja kali ini, skill 【Brute Strength】, 【Axe Mastery】, 【Axe Skill】, dan 【Throwing】-nya sudah dirampas olehku.

Ketika aku melihat Nina, dia hanya tetap berdiri disana terdiam. Tubuhnya tersayat parah oleh 【Water Blade】.

"Nona, apa kau akhirnya menyerah?" (Seya)

Nina tidak mempedulikannya dan matanya tertuju ke tempatku berada.

"Hahaha. Ini sungguh lucu. Melihat temanmu mati, yang satunya berusaha keras untuk membangkitkannya dan melindunginya, dan yang satunya lagi terdiam dan terpaku seperti orang mati." (Bol)

"Kau!" (Nina)

"Apa? Apa kau memohon pengampunan pada kami?" (Bol)

Di saat berikutnya, Nina menghilang.

Dia nge-blink di hadapan Bol dan belatinya mengarah ke lehernya.

"Apa?" (Bol)

Bol juga terkejut dengan kecepatannya.

"Apa itu skill?" (?)

(Jika bukan karena plat armor ini yang menutupi leherku, saat ini leherku... Mustahil..) [Bol]

"Aku berjanji pada nenek Stella kalau aku akan melindungi Yu." (Nina)

Dengan air mata dan hidung yang basah, dia berkata. "Aku tidak akan membiarkanmu."

Ketika Bol mundur, aku mencoba untuk mengusap wajahnya. Aku juga melihat ke arah si elf untuk berjaga-jaga. Akan tetapi itu tidak diperlukan. Karena ada seorang pria yang berdiri di hadapannya.

"Kau, siapa kau?" Seya bertanya kepada orang itu dan mencoba untuk menganilisnya sembari bicara.

__ _

Analisis: gagal untuk mendapatkan informasi

__ _

(Apa dia punya skill penyembunyian?) [Seya]

"Tolong jangan campuri urusan kami." (Seya)

"Diam!"

Dia hanya mengatakan itu dan tekanan keluar darinya. Seya dapat merasakan dia kehilangan kekuatan mentalnya.

"Bagaimana ini bisa jadi merepotkan. Quest untuk mengamati pertumbuhan bocah, bagaimana bisa jadi seperti ini? Ketika questnya selesai, aku akan meminta hadiah yang lebih besar."

Seya mengamati orang itu lagi. Orang itu memiliki sebuah pedang di tangan kanan dan kirinya. Di tangan kanannya, pedang merah terbakar bercahaya. Di tangan kirinya, pedang yang memancarkan kemilau biru yang redup.

"Tidak mungkin.. Pedang kembar, api suci dan es iblis. Apa kau 'Seven Sword Joseph'? (Seya)

"Bukankah aku sudah bilang untuk diam?" (Joseph)

Previous ChapterDaftar Isi – Next Chapter
loading...