Friday, 27 January 2017

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Chapter 9 Bahasa Indonesia


Translator: Alice
Editor: Ise-kun

Regular chapter adalah tiap 2 minggu di hari jumat
Kuota chapter bonus: 0 ($0/$3)
*Note: Chapter bonus adalah chapter yang rilis di luar jadwal
Untuk meningkatkan kuota: klik dan tunggu 5 detik kemudian klik "skip ad" http://viid.me/qsKzQ4
Kuota chapter akan diupdate tiap rilis chapter baru

Chapter 9 : Taman yang Berada Di Dalam Kabut

Aku mengerti 2 hal

Semenjak aku datang ke dunia ini, hal-hal yang aku 'mengerti' itu sangat sedikit, jadi hal ini sangat berharga.

Yang pertama adalah kekuatanku. Ini adalah kekuatan untuk menciptakan sebuah 'area'

Dengan aku sebagai pusatnya, aku menciptakan sebuah area berbentuk bulat dan di sana aku memutuskan atribut dan efek yang dalamnya akan miliki.

Jangkauannya bergantung pada keinginanku, aku bahkan bisa menutupi segala yang bisa kulihat di dalamnya. Namun, semakin besar area itu semakin sedikit pula efek yang bisaku berikan padanya.

Segala sesuatu di dalamnya dipengaruhi oleh efek.

Artinya bahwa bahkan jika aku dipengaruhi olehnya, kalau entah bagaimana aku tidak berhasil mengecualikan diriku ke dalam efeknya, aku tidak akan bisa mengunakannya untuk menyerang. Tidak, aku tidak bisa menggunakannya.

Bahkan aku tidak ingin mencobanya. Aku tidak ingin mati karena kekuatanku sendiri.

Dalam pertempuran dengan Shen, efek yang kuaktifkan adalah 'menemukan', sejenis keinginan seperti itu. Sebuah area pencarian.

Tapi aku merasa kalau ini adalah skill yang terlalu serbaguna. Aku benar-benar berterimakasih padamu, Tsukuyomi-sama. Untuk menggunakannya, aku harus merencanakannya sebelumnya atau itu bisa menjadi bermasalah tapi skill itu benar-benar berguna.

Bagian yang tidak kupahami dengan baik karena menyangkut topik dimana aku tidak bagus dalam hal tersebut.
Geografi.

Dan hal lainnya adalah batas dari pengaruh di medan lokasiku sekarang.

secara harfiah, ini adalah ujung dunia dan terlebih lagi aku berada didalamnya. Lebih tepatnya di pinggiran barat laut.

Tempat di mana Shen berada cukup dengan dengan ujung barat laut tersebut.

Di perjalanan menuju pemukiman manusia menggunakan rute terpendek, aku bersama dengan Ema untuk mengawalnya kembali ke desa dari Higland Orcs. Di sana aku memastikan lokasiku.

Dengan ini, akhirnya aku akan bisa menuju ke pemukiman manusia. Aku senang bahwa itu bukanlah tempat yang berada di tenggara atau barat daya dari dunia ini. tampaknya pemukiman manusia berada di timur laut.

Karena mereka memberitahuku sesuatu yang menakutkan seperti 'aku tidak tahu berapa panjang jarak dari tempat ini ke selatan'

Sekeliling gurun di kelilingi oleh tebing, begitulah mereka memberitahuku. Hal tersebut juga adalah isu mengenai selatan, jadi informasi mereka tidak seakurat itu. Saat aku menanyakan kalau itu adalah cekungan diantara gunung-gunung, mereka memberitahuku dengan 'tidak, itu lebih rendah dari laut'. untuk sesaat aku tidak mengerti apa yang mereka katakan.

Saat aku mendengar penjelasannya lebih rinci, aku bisa mengerti kalau itu adalah 100 meter di bawah permukaan air.
(TLnote: kedalaman tebing yang mengelilingi gurun)

Saat aku bertanya kalau itu sejenis air asin nanti, kupikir mereka akan mengeluarkan dokumen laut mati atau sesuatu seperti itu.
(TLnote: intinya pemukiman manusia lebih dekat dari yang ia bayangkan dan tebing itu dalam)

Karena itu berada di arah yang kutuju, jadi aku kembali ke goa dan Ema ada di sana. Dan saat dia melihat wujud Shen yang benar-benar telah berubah, dia terlihat seperti mau pingsan. Yah, dia tidak tahu wujud aslinya jadi itu hanya berakhir sebagai kejutan.

Kalau itu adalah orang yang mengetahui kalau dia adalah naga, aku tidak tahu berapa banyak dari mereka yang akan pingsan setelah melihat ini.

Karena setelah pakta itu selesai dibentuk, wujud Shen telah berubah menjadi wujud manusia. Awalnya aku seperti 'Siapa dia?' Meskipun aku sudah melihatnya di depan mataku sendiri.

Aku yang berencana untuk naik dipunggungnya untuk bepergian, merasa benar-benar terkejut dalam perubahan rencana.

Tampaknya pakta berbeda tergantung pada ras dan itu mengandung keuntungan atau kerugian.

Pakta 50-50 'sumpah', kedua wujud mereka tidak akan berubah tapi kalau perbedaan kekuatan lebih besar secara sepihak maka orang yang lebih lemah, wujudnya akan berubah.

Orang itu, dia bicara kalau dia adalah yang terkuat, itu pasti bohong karena pakta itu berakhir menjadi pakta 'penguasa' 80-20 dengan diriku yang menjadi pihak yang diuntungkan. Bahkan meskipun jika itu menjadi pakta penguasa, dia masih memiliki sikap angkuh seperti itu.

Jika hubungan sampai ke titik ini, tampaknya perubahan wujud benar-benar luar biasa. Lagipula, beberapa hal seperti mata dan taringnya masih tersisa, tapi wujud Shen sekarang pada dasarnya adalah manusia.

Wanita cantik berambut biru yang keren. Fitur yang berada di wajahnya yang seperti orang jepang itulah penyebab dia membuat kontrak dengan diriku yang orang jepang ini, mungkin?

Tapi jujur saja, penampilannya melampaui orang Jepang! Secara teknis, dia seperti model. Sedihnya, Kimono mungkin tidak cocok untuknya. Kupikir, itu karena baju-baju itu dibuat khusus agar cocok dengan orang-orang Jepang tua. Agar bisa cocok dengannya, bagian untuk tubuh harus diperpanjang dan bagian kaki diperpendek, kupikir, mungkin itu rumit untuk dilakukan.

Omong-omong, Aku tidak memiliki masalah untuk memakainya. Meskipun aku sendiri yang mengatakannya, itu sedikit.... tapi aku sudah tahu kalau itu akan cocok sekali denganku.

Rambutnya biru dan dia setengah-naga jadi... yep, itu tidak akan cocok dengannya.

Dengan proporsi tubuh yang luar biasa itu, tubuhnya sangat fit dan jelas tidak ada lemak yang tidak perlu. Meskpun dia belum olahraga, tidak adil kan?

Memikirkan tentang khasiat dari kekuatannya, aku bisa mengerti kenapa dia dianggap tak terkalahkan. Tak ragu lagi kalau itu adalah ilusi yang bagus, dengan cara dia bertarung, dia pasti tidak akan kalah.

Setelah melakukan pakta penguasa, aku masih memiliki hampir 60% kekuatan tambahan yang tersisa. Meskipun dia bilang itu akan menjadi hal yang sekali terjadi, Tiba-tiba itu menjadi cerita lain.

Sederhananya, itu berarti bahwa aku bisa membuat satu kontrak lagi dengan mamono yang setara dengan Shen. Itu adalah hal bagus yang berbeda, jadi aku bisa memaafkannya.

Tidak ada seorangpun yang mengajarkanku untuk menghitung jumlahnya, jadi aku terlalu takut untuk membentuk pakta lain, jadi untuk saat ini memiliki cadangan pun tidak apa.

Aku juga dengar mengenai kemampuan spesial yang dia sebut 'Asora' tapi kelihatannya, karena efek dari pakta Asora sudah benar-benar berubah.

Asora menjadi tanah yang kaya dan dipenuhi dengan kehijauan. Bagiku yang tadi berada di tanah yang seperti gurun itu, dengan satu tarikan napas diantara kehijauan tersebut, aku merasa seluruh tubuhku terasa segar.

Itu adalah padang rumput yang telah tumbuh panjang dimana ketinggian rumputnya sampai hingga ke lututku. Di tempat yang sedikit jauh dimana aku berada, itu langka tapi aku bisa melihat pepohonan dan semak-semak. Mungkin karena tidak sebanyak itu di area tersebut tapi saat aku memeriksanya lebih jauh, tidak ada satupun bangunan buatan dimanapun.

Di area yang kulihat, aku tidak bisa melihat satupun bentuk air seperti sungai ataupun kolam. tapi sesekali gelombang angin di rerumputan akan membawa aroma hijau dan di dalamnya aku bisa merasakan keberadaan air. Di tempat yang memiliki kehijauan di seluruh tempat yang bisa aku lihat. Seharusnya ada sumber air di suatu tempat.

Dengan gerakan yang tak biasa di kegelapan hutan dan rumput di padang rumput, aku bisa merasakan keberadaan mahluk hidup. pasti ada hewan di sini. Aku belum melihatnya sih. Melihat kalau ada tanaman, aku tahu bahwa hewan mungkin juga memiliki bentuk yang sama seperti yang aku tahu.

Kelihatannya ukuran Asora cukup besar. Ada satu sifat yang menonjol. itu adalah 'batas'. Aku tidak tahu kalau menyebutnya seperti itu adalah benar, tidak masalah dimanapun aku melihatnya, di kejauhan ada dinding kabut. Aku belum memeriksa apa yang berada di luar sana. Bahkan jika aku bisa mencoba memeriksa dengan kekuatan yang telah kudapatkan, aku memutuskan untuk menghentikan penjelajahanku di sana.

Meskipun aku bilang itu ditutupi oleh dinding, itu hanya karena aku bisa melihatnya dari jauh, aku tidak merasa tertutup karenanya.

Itu mungkin bukanlah contoh yang bagus, tapi, dulu sekali aku menaiki gunung yang sedikit lebih tinggi dan melihat kota dimana aku hidup. Aku merasa kalau ukurannya mirip dengan bagaimana aku merasakannya pada waktu itu.

Kalau kau memperhitungkan kalau aku satu-satunya orang disini bahkan tanpa aku mengatakannya, itu terlalu luas.

Sebenarnya Asora itu apa?

Sebelum aku bisa bertanya ini tempat apa, dia bertanya padaku "Dimana ini?" Emangnya aku tahu!

Ruang yang seharusnya dibuat sementara sekarang sudah menjadi sebuah dunia, begitulah kelihatannya. Dan tempat itu stabil ke tingkat yang abnormal.

Jelas ada tumbuh-tumbuhan yang sudah kuketahui dan saat aku mencoba untuk memakannya, itu terasa sama seperti yang kutahu. Aku merindukan ini. Sebuah pohon pinus dan cemara. Pohon-pohon yang pernah kucium sebelumnya membuatku teringat akan tempat lahirku.

Shen yang telah berubah menjadi wanita cantik, di matanya kelihatannya tempat ini sudah menjadi misteri baginya juga. Meskipun tempat ini yang hanya bisa dimasuki menggunakan kabutnya sebagai perantara... sungguh tidak bisa dipercaya.

Dia juga mengatakan sesuatu yang terasa buruk, kalau dia merasa luasnya perlahan-lahan bertambah. Dinding itu  perlahan-lahan mundur.

Menurut Shen, udara disekitar memiliki maryoku yang tipis dan sebagai gantinya, tumbuh-tumbuhan di sini mengandung maryoku secara langsung dan melepaskannya ke udara. Adalah apa yang dia jelaskan padaku tapi karena aku tidak mengerti apapun tentang dunia, aku tidak mengerti apapun yang dia katakan.

Kelihatannya, untuk seluruh udara memiliki maryoku tipis itu mustahil di dunia lain ini dan dengan mata yang dipenuhi dengan rasa penasaran, dia mengambil rumput di tangannya dan melihatnya.

Untuk sekarang, aku tidak mengerti informasi dari lokasinya, jadi pada dasarnya itu akan menjadi tempat yang menggunakan kabut sebagai perantara untuk masuk. Aku tidak yakin tentang hal itu, tapi itu mungkin tempat yang cukup aman. Lagipula tidak ada dewi disana.

Jadi kalau aku membuat kota di sini, itu akan benar-benar menjadi kota fatamorgana adalah apa yang kuberitahukan pada Shen sebagai lelucon, tapi entah kenapa dia berakhir memikirkannya dengan serius.

Jangan-jangan sekali lagi aku sudah meletakkan ranjau darat dan menginjaknya?

Omong-omong, ayo beristirahat untuk malam ini. Aku yang telah kembali ke desa orc telah memutuskan untuk seharian ini tidak memikirkan hal lain.

Untuk pertamakalinya sejak aku datang kemari, aku tidur di tempat yang didirikan. Besok aku akan meninggalkan desa ini dan kemudian berkemah di luar, aku akan menuju ke tempat dimana Hyuman seharusnya berada.

Dalam perjalananku, aku akan melewati beberapa pemukiman mamono tapi Shen ada di sini. Entah bagaimana itu akan terselesaikan.

"Ayo kita tidur" (makoto)

——-

"Kalau begitu. Shen, Apa-apaan ini?" (Makoto)

"Houhou~, Apa kau tidak mengerti, master?" (Shen)

"Apa seluruh Orc di desa mengantar kepergian kita?" (Makoto)

"Salah! Mereka pindah!" (Shen)

Aku semakin tidak mengerti lagi dan lagi.

Untuk apa Shen yang seorang wanita cantik setinggi 180 cm membusungkan dadanya?

Kupikir itu pelecehan terhadapku yang setinggi 160 cm ini.

Terlebih lagi, mengganti tempat tinggal di gurun ini?

Apa yang dia pikirkan?

Tempat dimana mereka bisa hidup itu terbatas. Terlebih lagi, Jumlah mereka banyak jadi tidak akan mudah untuk memindahkan desa.

Tapi, sekarang setelah dia mengatakan itu, aku bisa melihat kalau mereka sudah membawa barang-barang rumah tangga mereka jadi kalau dia memberitahuku kalau mereka pindah, aku akan mengangguk.

Apakah mereka berencana melakukan itu dari awal?

"Kami mohon atas tuntunannya"

Kepala desa menurunkan kepalanya kepadaku.

Apa? Apa Shen mengatakan sesuatu?

Yah, mereka menyediakan tempat tinggal dan makanan untukku jadi untuk membalas budi mereka aku bisa mengawal mereka sampai ke tempat baru mereka, aku tidak memiliki masalah dengan itu.

Dan aku sudah ingin menguji efek dari kekuatanku sendiri. Terutama efeknya pada orang lain.

Kalau pada tingkat itu, aku tidak keberatan melepasnya di tengah-tengah.

"Kemana kalian akan pindah? Kalau itu hanya untuk mengawal, dengan senang hati aku akan melakukannya" (Makoto)

Tapi kepala desa melihatku dengan wajah yang sedikit bingung.

Cukup sulit untuk mengerti mengenai ekspresinya tapi dia terlihat sedang bingung. Shen menatap kepala desa seolah-oleh memberitahunya sesuatu, dan menganggukkan kepalanya dari atas ke bawah.

"Master" (Shen)

"Ya?" (Makoto)

"Ujung dunia ini keras kan?" (Shen)

"Iya" (Makoto)

"Orc ini tidak memiliki lokasi tertentu dimana mereka bisa memindahkan desa mereka dan juga dipertengahan jalan mereka bisa diserang, bahaya yang mereka akan hadapi tidak terhitung banyaknya" (Shen)

"Benar. Memang, tampaknya ini adalah tempat yang sangat keras" (Makoto)

Apa yang dia coba katakan, gadis ini? Karena aku tidak bisa memikirkan sebuah nama untukmu, kau memainkan permainan teka-teki?

"Itulah sebabnya, aku berpikir untuk mengundang mereka ke dunia kita!" (Shen)

“Wa?” (Makoto)

Dunia kita?

"Ga peka banget sih! itu Asora, Asora! Tempat yang menjadi tempat yang berlimpah setelah pakta dengan master. Tempat itu pas untuk disebut sebagai dunia!" (Shen)

Shen terus menjelaskannya padaku.

Asora telah menjadi stabil dan sekarang orang-orang bisa hidup di dalamnya. Kemudian, para orc bisa hidup disana. Itulah sebabnya mereka akan hidup di sana.

Tunggu sebentar, Shen. Dari mana kau mendapatkan ulasan tentang orang-orang pertama yang tinggal di dalamnya?

Dia tidak terlihat memiliki masalah dengan orang-orang tinggal di dalamnya. Jadi saat dia mengusulkan gagasan tersebut pada orc, mereka menerimanya.

Itulah yang dia katakan tapi.

"Ini adalah rencana kota fatamorgana! Na no ja!” (Shen)

Jadi kau benar-benar menganggapku serius tadi! Pada akhirnya, tujuanmu yang sebenarnya keluar.

Untuk menciptakan kota di dalam Asora. Untuk berpikir kalau dia akan serius melakukannya.

"Apakah benar-benar tidak apa-apa untuk membiarkan mahkluk hidup tinggal di Asora? Kau tahu tidak?" (Makoto)

Ini adalah tempat dimana kau tidak akan mengetahui apa yang akan terjadi. Setidaknya bisa saja ada terjadi insiden secara tiba-tiba. Tidak ada jaminan kalau itu tidak akan menghilang.

"Tentu saja, tanaman tumbuh dengan bebas dan air dan udara tidak masalah. Malam kemarin, aku memeriksanya dengan benar! Sambil melakukannya, aku juga melepaskan beberapa hewan di sana! Mempertimbangkan hewan-hewan yang sudah di sana, tidak ada masalah dengan alam bebas! Itu bisa saja disebut sebagai tempat kelas satu! (Shen)

D-dia bersemangat tak ada hentinya.

Terlebih lagi, ada spesies dari luar dan spesis dari dalam seolah-olah itu bukanlah apa-apa, hal konyok apa yang telah kau lakukan! Kalau ada serigala atau babi hutan yang awalnya berada di sana dan kau melepaskan monster yang berasal dari gurun, bukankah mereka akan benar-benar dimusnahkan? Aku merasa kalau ekosistem sudah dihancurkan.

A, mungkin kalau ada serigala di sana, bisa juga ada serigala Honshu juga. Kalau memang begitu, Aku juga ingin melihatnya setidaknya sekali. Kalau mungkin, sebelum mereka dijadikan makanan.

"Untuk hidup di tempat sucinya Shen-sama adalah sebuah kesempatan yang patut untuk disyukuri, aku berpikir bahwa dengan hormat aku akan menerima tawaran tersebut."

Kepala desa-sama mengatakan itu padaku dengan sikap yang tegas dan serius.

Oh begitu, bergantung pada sudut pandangnya, itu bisa disebut sebagai tempat suci. (TLnote: aslinya tertulis shiniki : sekeliling kuil shinto). Untuk desa yang telah mengirimkan pengorbanan setiap waktu, mereka pasti percaya kalau itu sudah menjadi lebih baik.

Pada awalnya, bukan hanya pengorbanan, dia bahkan tidak tahu bahwa ada sebuah Agama mengenainya!

Selain itu, Shen adalah naga dan tidak seharusnya menjadi dewa. Apa tidak apa memanggil itu tempat suci? Yah, aku tidak peduli sih. Kalau membicarakan tentang tempat suci dan dewi itu akan muncul maka ceritanya bakal berbeda. Tapi kalau itu hanyalah denominasi yang mereka telah berikan padanya maka itu seharusnya tidak jadi masalah.

"Semuanya, apa tidak apa memutuskan keputusan sepenting ini hanya dalam satu malam?" (Makoto)

Jadi hanya aku satu-satunya orang yang mendengkur dalam tidurku.

Betapa bodohnya aku.

Seluruh orc-san yang berbakti tampaknya tidak memiliki keluhan apapun.

Yah, kalau mereka memiliki sentimen untuk ingin pindah ke tempat yang lebih melimpah, keputusan ini bisa diprediksi.

"Begitulah. Tidak ada kerugian untuk master. Tidak apa kan?" (Shen)

Shen memperlihatkan senyuman yang luar biasa.

"Yah, kau benar? tapi Apa yang akan kalian lakukan mengenai tempat tinggal? tempat itu tidak punya rumah" (Makoto)

Apa mereka berencana untuk berkemah? Seluruh anggota jumlahnya sekitar 100. jadi aku merasa kalau itu sedikit memaksa.

"Rumah? Tak masalah. Karena aku akan 'menelan' seluruh desa ini" (Shen)

“Haiii?!” (Makoto)

Jadi, apakah itu artinya seluruh desa ini akan menghilang!? Sejenis cerita hantu macam apa itu? Rumor mengenai sebuah desa yang menghilang dalam semalam? Nah, itu tidak akan terjadi. Tidak ada desa tetangga apapun di sekitar sini.

"Aku hanya harus menggunakan kabutku sebagai perantara dan memindahkannya. Tak masalah! Lagipula ada banyak tempat. Dan juga, untuk jaga-jaga, aku memberitahu mereka jadi mereka akan membawa benda-benda penting dengan mereka. Seluruh perabotan juga sudah dikeluarkan" (Shen)

Aku memiliki perasaan yang benar-benar~ buruk mengenai ini? masih ada banyak ruang yang tersisa?

"Jangan-jangan kau berencana mengundang lebih banyak orang dalam waktu dekat?" (Makoto)

"Apa yang kau katakan? Bukankah itu sudah jelas? Tentu saja, Jika mereka tidak memiliki kekuatan atau karakteristik yang spesial maka aku tidak akan menerima mereka. Aku akan menilai orang-orang yang kita temui diperjalanan kita" (Shen)

Gadis ini seharusnya berada dalam hubungan penguasa-an denganku yang bisa juga disebut keberadaan yang seperti familiar. Namun...

Di dunia ini, ada begitu banyak kebebasan!? Sebenarnya, master dunia ini adalah Hama itu, Apakah hal itu cuma sebutannya doang!?
(TLnote: Makoto mengira pakta penguasa hanyalah sebutan/nama doang tanpa arti yang sebenarnya dari namanya karena makoto ga bisa mengontrol gerakan shen yang seenaknya sendiri)

Untuk berpikir kalau pakta penguasa itu seperti ini, dipakta 'setara' aku tidak akan diperlakukan sebagai budak, kan?

"Keberadaan dan kemakmuran yang sama. Bagus sekali bagus sekali. Ayo kita ciptakan kota kita sendiri, master" (Shen)

Untuk menciptakan kota di ujung dunia, apakah ini awal dimulainya Game simulasi!?

Lelucon macam apa ini?

"Aku tidak tahu harus bagaimana lagi" (Makoto)

"Sekarang kita membutuhkan ras yang bisa menjahit, dan menempa juga" (Shen)

"Menjahit dan menempa sepenting itu?" (Makoto)

Shen adalah seseorang yang bisa kusebut sebagai partner tapi.

Perasaan yang kudapat benar-benar berbeda. Dua hal tersebut, aku merasa seperti itu tidak benar-benar diperlukan. Pada awalnya, kalau jahitan normal, orc pun seharusnya bisa melakukannya. Lagipula mereka pakai baju.

"Apa kau bilang!? Kalau tidak ada seorang pun yang unggul dalam menjahit, aku tidak bisa memakai kimono, dan kalau tidak ada seorang pun yang unggul dalam menempa, aku tidak bisa membuat katana!" (Shen)

Super mega serious.

Dan dengan perasaannya.

Jadi dia adalah tipe yang bisa hidup dengan memakan kerak roti demi membeli Game yang menarik perhatiannya.

"Sekarang master. Sekarang kita memiliki ras pertama, Highland Orc, yang tinggal di Asora kita, jadi..." (Shen)

Sudah!?

Uo, dia benar-benar melakukannya!

Kapan dia memindahkan semuanya!?

"Di sisi lain, aku sudah meninggalkan duplikat untuk menunjukkan daerah di sekitar jadi santai saja. Di pagi hari kita berangkat, di sore hari kita beristirahat di Asora dan pada malam hari, kita pergi lebih jauh lagi!" (Shen)

Semangatnya terlalu tinggi. Apa dia memiliki skill seperti kloning? Kau seharusnya memberitahu mastermu tentang kemampuanmu.

A, itu benar. Gadis ini tertarik padaku. Jadi pada saat aku menghancurkan barier kabut, dia menyapaku dengan mata bulatnya dan memperlihatkanku perutnya, itu membuatku ingin muntah.

Kimono dan katana.

Itu benar, gadis ini adalah...

"Master, ini mungkin tiba-tiba tapi! Kehidupan sehari-hari dari seorang Samurai?" (Shen)

Gadis ini memiliki hobi yang parah...

"Ah,.. sudah kuduga. Megumi memiliki keberadaan ksatriawi, kan?" (Shen)

Di tangan yang ia bentangkan ada kabut kecil. Ada sebuah gambar yang ditampilkan. Potongan dari program TV tertentu. Oleh:Ingatanku.

Kabut yang benar-benar serbaguna huh. Aku memiliki pendapat yang lebih baik mengenai itu. Kupikir itu hanya berguna untuk memperburuk sesuatu. Juga, betapa buruk seleranya dalam ilusinya.

“ufufufufu ♫” (Shen)

Dia memiliki cinta yang berat untuk drama jaman dulu.

Kupikir, dia sudah menemukan pikiran impian lelakiku(TLnote:porno). Tidak, dia mungkin mengetahui itu juga. Lagipula, dia sudah melihat ingatanku.

Tapi drama jaman dulu. Tentu saja aku menyukainya tapi...

Aku membuat keputusan terlalu cepat.

"Master, di waktunya istirahat, tolong perlihatkan padaku ingatanmu lagi ♫” (Shen)

"Kau kan sudah melihatnya!" (Makoto)

"Melihat rekaman dan ditampilkan secara langsung itu sama sekali berbeda. Aku mohon padamu~ master~” (Shen)

Emangnya ada bedanya? Aku sama sekali tidak mengerti! Dan hentikan suara bernada lambat seperti itu, itu tidak cocok denganmu!

"Seperti yang kupikirkan, aku ingin melihatnya secara langsung dari TV, drama jaman dahulu" (Shen)

"Lakukan seperti yang kau inginkan dengan pembangkanganmu tapi tolong lakukan di Asora. Juga, jangan melihat ingatanku" (Makoto)

Bagaimana bisa aku membiarkanmu melihat ingatanku sebanyak itu. Dan terlebih lagi hanya untuk menonton drama kuno!

"T-tidak mungkin, kejam sekali! Itu sudah menjadi alasanku untuk hidup!" (Shen)

"Baru beberapa hari sejak kita bertemu! Terlebih lagi, kau sudah merekamnya!" (Makoto)

"Uwu~ cuma ingatan saja tidak cukup~" (Shen)

"Bagaimanapun itu tidak cukup, cobalah menjelaskan dengan cara yang bisa kupahami. Kalau kau mampu meyakinkanku, maka aku akan sedikitnya membiarkanmu menonton drama kuno" (Makoto)

Ini telah menjadi hubungan penguasa yang membuatnya bisa mengintip ingatanku tanpa izin. Itu adalah salah satu keuntungannya.

"Perbedaannya seperti menonton CG dan menonton adegan aslinya! (Shen)
(TLnote: mungkin mengacu pada game ero?.. aku nggak tahu sih)

Guhaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!

G-gadis ini!

Aku benar-benar mengerti itu tapi!

Aku merasa seperti dia juga mengancam di sana?

-Aku akan memberitahu mereka mengenai itu, master?-

Adalah apa yang kupikir dia beritahukan padaku!!!

"Gu,wu. Aku mengerti. Aku memberimu izin" (Makoto)

"Oh~ seperti yang diharapkan dari master! benar-benar murah hati! *Aku harap matahari cepat naik dan menjadi panas" (Shen)
(TLnote: idiom : *semoga kebaikan hatimu dibalas..mungkin? :p)

Aku merasa bahwa aku telah membuat kesalahan besar mengenai partner paktaku.

Previous ChapterDaftar Isi – Next Chapter
loading...