Sunday, 22 January 2017

Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Arc 4 Chapter 8 Part 1 Bahasa Indonesia


Translator: Kirz
Proofreader: Ise-kun

Gabung ke grup FB kami untuk mengetahui perkembangan novel-novel garapan kami dan juga chat-chat ga jelas bersama kami https://www.facebook.com/groups/IsekaiNovelTranslation

Volume  4 Chapter 8 Part 1/2: Machikaneta Saikai (Reuni yang Telah Dinanti-nantikan)

Bahkan disaat melintasi jalan yang tidak rata, gerobak naga itu hampir tidak berguncang sama sekali. Berapakalipun Ia mengalami hal ini, Ia selalu menganggap efek dari 'Divine Protection' ini begitu luar biasa.

Kalau ternyata semua ini hanyalah efek dari Divine Protection 'Perlindungan Angin', Ia pun penasaran apakah Ia bisa menikmati efek dari Divine Protection yang lainnya juga, dan apakah Ia akan menggunakan kata 'luar biasa' lagi untuk mendeskripsikan mereka.

"Bagaimana bisa..., tapi sekarang bukan waktunya untuk lari dari kenyataan" (Subaru)

Subaru pun menuju ke depan, ke tempat kusir berada, di sampingnya Otto, menatap ke depan――  ke arah dimana 'Sanctuary' terlihat, Ia pun memfokuskan penglihatannya pada tempat itu.

Akhirnya melintasi jalan yang tidak lagi ditutupi oleh rumput, hanya sekitar seratus meter lagi, mereka akan melewati ujung dari hutan ini. Atap-atap yang terbuat dari kayu pun mulai terlihat, menurut mereka itu pasti atap-atap dari tempat tinggalnya para penghuni 'Sanctuary'. Dari kejauhan, tempat itu terlihat seperti desa yang menyedihkan, dan nampaknya tempat itu sama sekali tidak terurus.

Dan jika ada seseorang membuat komentar mengenai tempat itu, maka komentarnya akan berbunyi,

"Begitu suramnya tempat itu....." (Subaru)

Berada di pintu masuk dari 'Sanctuary', pintu masuk yang terbuat dari batu itu terlihat teramat sangat tua, membuat tempat itu semakin terlihat tidak terurus, dan pagar kayu yang mengelilingi desa itu membuat tempat itu terlihat seperti sebuah sel penjara.

Dengan tidak sengaja, Subaru menyuarakan hal yang ada dipikirannya, dan Garfiel yang mendengarnya, langsung memukul lututnya sendiri,

"Pas banget! tempat yang suram, eh? Gua bilangin yah, bagian dalam dari tempat itu lebih suram lagi 'tau? Nggak peduli siapapun itu, nggak ada satupun orang yang melakukan kegiatan di dalam sana, mereka semua hidup tapi terlihat seperti orang yang dah mati" (Garfiel)

"Terdengar sangat mengerikan ketika kau mengatakannya. Tapi ketika aku mendengarkanmu, tempat itu semakin lama semakin nggak kaya 'Sanctuary' yang diceritakan padaku. Yah begitulah yang kurasakan...." (Subaru)

Melihat Garfiel yang secara semangat membenarkan komentar-nya Subaru yang ironis, Subaru pun heran, dan teringat oleh ucapannya Garfiel sebelumnya. Kepada Subaru dan yang lainnya, yang menyebut tempat ini 'Sanctuary', Garfiel secara terang-terangan membantah omongan mereka ketika mereka mengucapkannya. Sehingga――

"'Makam Penjara Sang Penyihir Keserakahan', Apa maksudnya itu?" (Emilia)

Pertanyaan yang sama, yang ada di pikiran-nya Subaru nampaknya juga ada pada pikirannya Emilia.

Ketika Ia secara tiba-tiba menanyakan pertanyaan ini, kedua mata Emilia terlihat serius, tapi di bawah, jari-nya sedang menarik ujung baju-nya Subaru dengan pelan. Kenyataan kalau Emilia ternyata menggantungkan dirinya pada Subaru, memberikan sedikit rasa bahagia pada Subaru, tapi seketika perasaan Subaru menjadi tidak tenang, ketika merasakan kegelisahan dari dirinya Emilia.

"Penyihir―― pada awalnya, ketika makhluk yang disebut 'Penyihir' itu muncul, hanya 'Penyihir Kecemburuan' lah yang dikenal oleh semua orang. Tapi penyihir yang memiliki dosa lainnya, hampir sama sekali nggak diketahui sama semua orang, kan?" (Subaru)

"Eh, benarkah? Tapi, bukannya semua jenis penyihir itu sudah terkenal banget waktu 400 tahun yang lalu?" (Emilia)

"Apa yang dikatakan Emilia-sama itu nggak sepenuhnya salah. Dan yap, tepat sekali Subaru. 'Penyihir Kecemburuan' memang sangat terkenal, kenyataan itu nggak bisa dipungkiri lagi. Tapi catatan dari jumlah penyihir yang telah termakan oleh 'Penyihir Kecemburuan', juga ikut terkenal. Meskipun nggak semua orang tau." (Garfiel)

"Termasuk di tempat ini juga... kan?" (Emilia)

Setelah menjawab pertanyaan Subaru, Garfiel menggerakkan dagu-nya dan menyeringai, setelah mendengar pertanyaan Emilia. Seakan-akan terkejut melihat hal ini, kedua mata Emilia pun melotot, namun Subaru, yang tidak tahu banyak mengenai masalah yang mengelilingi para Penyihir, hanya mengucapkan 'Begitu ya...' seolah-olah dirinya paham.

Namun secara tiba-tiba dirinya terpikirkan oleh sesuatu. Kalau ternyata jumlah penyihir itu ada banyak, maka....

"T-Tapi bukan berarti gara-gara itu, akan ada pemuja penyihir untuk masing-masing setiap penyihir, nggak kan? Ngalahin satu Uskup Agung Pemuja Dosa aja udah cukup sulit bagiku, duhh kasih aku istirahat napa.." (Subaru)

Itu adalah pemikiran yang mengerikan, yang satu-satunya tidak dapat Ia abaikan begitu saja.

Mengingat kembali kata-katanya Betelgeuse, Ia berfikir kalau mereka semua pasti pemuja dari Penyihir Kecemburuan. Begitu juga dengan 'Kerakusan' dan 'Keserakahan', yang suatu saat harus Subaru kalahkan, dan para pengikutnya mereka juga, mereka semua pasti termasuk pemuja-nya (Kecemburuan) juga.

Namun, kalau ternyata masih ada sekte yang memuja penyihir lain――

"Yang kau bilang itu memang mengerikan, tapi jangan khawatir soal itu, Natsuki-san" (Otto)

Tapi satu-satunya orang yang menenangkan kekhawatiran Subaru, adalah seseorang yang sedang memegang tali kemudi di depan, Otto. Pada akhirnya, dibandingkan dengan Emilia, yang hampir tidak tahu segala tentang Pemuja Penyihir, dan tidak seperti Garfiel, yang benar-benar tidak dapat dipercaya, Otto sesungguhnya dapat dipercaya, dan dapat mengartikan hal-hal yang tidak dapat dimengerti. Karena tingkat pengetahuannya Otto... kemungkinan setingkat dengan para penduduk umum lainnya.

"Para pemuja penyihir.... meskipun Aku nggak suka ngomongin ini, sesungguhnya mereka hanya memuja Penyihir Kecemburuan. Memuja penyihir lainnya, menyekutukan Penyihir Kecemburuan, cuma orang gila yang bakal ngelakuin itu" (Otto)

"Menyekutukan Penyihir Kecemburuan....? Apa maksudmu? Apa mereka Penyihir lainnya nggak sesempurna Penyihir Kecemburuan?" (Subaru)

"Ketika nama dari penyihir selain penyihir yang mereka sembah terdengar di telinga mereka, Para Pemuja Penyihir akan melakukan hal yang sangat mengerikan. Kau dah pernah dengar kan tentang kota yang telah dihancurkan di kerajaan Volakia, di selatan sana kan?" (Otto)

Ketika Otto secara tiba-tiba membicarakan topik baru, Subaru teringat kalau pernah mendengar tentang hal ini sebelumnya. Setelah pertarungannya dengan Betelgeuse, Wilhelm pernah menyinggung tentang ini ketika Ia menceritakan kengerian dari para Pemuja Penyihir. Memang itu adalah ulah,

"Itu adalah ulah dari Uskup Agung Pemuja Dosa 'Keserakahan', yang menghancurkan kota di kerajaan apalah namanya itu, sendirian, ya kan? Aku juga dengar kalau bahkan orang kuat di negeri ini nggak bisa melakukan apa-apa untuk menghentikannya" (Subaru)

"Aku nggak ingat kalau sehebat itu, tapi alasan sesungguhnya mengapa para Pemuja Penyihir melakukan itu semua lebih mengerikan. Di kerajaan yang mengasingkan negeri-nya dari dunia itu, terdapat kota yang menjadi satu-satunya kota dimana perdagangan begitu makmur... pada waktu itu terdapat isu kalau artifak yang berhubungan dengan Penyihir telah ditemukan di sana" (Otto)

"Berhubungan dengan penyihir, yah.." (Subaru)

"Apa itu sebenarnya masih tidak jelas sampai sekarang. Akan tetapi, banyak kolektor disana yang menginginkan benda itu. Tidak masalah kalau benda itu cuma buat memuaskan keinginan mereka, ingin mengoleksi sesuatu yang berhubungan dengan Penyihir Kecemburuan.... Tapi pada akhirnya, seluruh isi kota hancur hanya karena benda itu" (Otto)

Mungkin karena mereka menginginkan artifak itu, atau ingin menghancurkannya, sehingga sang 'Kerakusan' melakukan serangannya. Kerajaan Volakian telah berbuat salah membangunkan Para Pemuja Penyihir dan menerima bencana sebagai akibatnya.

"Setelah kejadian itu, segala hal-hal yang tidak berhubungan dengan Penyihir Kecemburuan, segala yang kemungkinan dapat memancing kemarahan Para Pemuja Penyihir telah dilarang.... tapi meskipun gitu, tetap saja barang-barang ini nggak berhenti diperjual-belikan secara sembunyi-sembunyi" (Otto)

"Jarang lho aku denger hal yang mengerikan seperti itu darimu. Dan sepertinya kau terlibat ya disana?" (Subaru)

"....Sebenarnya nggak mau aku nyeritain ini. Pada saat itu, beberapa temanku sedang berada di kota itu ketika insiden itu terjadi. Sudah lebih dari 15 tahun berlalu, Aku masih anak-anak pada saat itu, sehingga aku nggak terlibat dengan masalah itu" (Otto)

Setelah itu, Otto menutup mulutnya dan menolak untuk menceritakan mengenai topik ini lebih jauh lagi. Melihat sikapnya, Subaru berhenti bertanya, dan mengalihkan pandangannya serta perhatiannya kembali ke dalam gerobak.

Bagaimanapun juga, Garfiel sedang menunggu Subaru mengisi segala ketidaktahuan-nya, lalu berkata 'Dah kenyang sekarang?' sambil memegang dagunya dengan tangannya.

"Gua sebenarnya nggak tahu banyak tentang hal itu jugaan. Tapi kakek dan nenek tiap hari membicarakan tentang 'Makam Penjara Sang Penyihir Keserakahan' itu, seperti bagaimana 'Peromeo membusuk cuma karena mendengar ocehan mereka', Merasa benar, sehingga mengulang berkali-kali menceritakannya" (Garfiel)

"Yang kau tahu cuma apa yang dikatakan orang itu kepadamu? Sehingga kau nggak tahu banyak tentang hal itu, kan" (Subaru)

"Satu-satunya yang gua peduli cuma menjadi yang terkuat. Kalau lu pingin tahu lebih detil lagi, sana cengkram kerahnya Roswaal dan tanyakan sendiri padanya. Meskipun, Nggak yakin sih gua lu bisa ngelakuin itu" (Garfiel)

"――? Apa maksudm-" (Subaru)

"Um permisi. Kita sudah sampai, gimana kalo kita langsung saja masuk ke dalam sana?" (Otto)

Sebelum Ia dapat membalas omongannya Garfiel, suara Otto terdengar dari kursi kusir di depan. Mendengar panggilan Otto, Garfiel pun mengucapkan 'Yah', dan dengan cepat melompat keluar gerobak.

"Kalau lu langsung main masuk gitu aja, mereka akan menganggap lu penyusup dan menyerang lu semua, dan kejadian itu akan nampak seperti saat 'Menertawakan Magmarin yang penuh dengan peluru' (Note: Maksudnya mereka menembak, lalu tertawa hahaha..). Kasih gua ngomong dulu sama mereka, lu semua tunggu sini" (Garfiel)

"Ah, kami serahkan masalah itu padamu kalau gitu. Oi, aku punya firasat kalau kau itu penjaga dari Sanctuary ini atau semacamnya. Mengingat bagaimana kita bertemu sebelumnya..." (Subaru)

Sebaliknya malahan, melihat bagaimana Ia meninggalkan posnya, rasanya itu tidak sesuai dengan pemikiran itu. Dan melihat bagaimana Ia berpatroli sendirian juga. Namun, dengan kekuatan seperti itu, mungkin dengan bergerak sendiri akan lebih efisien.

Tapi ketika mendengar pertanyaan terakhir Subaru, Garfiel hanya melambaikan tangannya dengan pelan tanpa menjawab. Tidak tahu apa yang sedang dilihatnya, dahi Subaru pun berkerut, dan, hampir disaat yang sama, Emilia mengucapkan 'Ah' dengan suara yang sedikit lebih tinggi.

Menengok ke arah Emilia, yang tiba-tiba berteriak, Ia melihat Emilia sedang menunjuk ke depan. Dan, mengikuti arah dimana Ia menunjuk, Subaru langsung mengerti mengapa Ia terkejut ketika Ia melihat apa yang Emilia lihat. Karena yang sedang berdiri disana, adalah,

"――Kau telah kembali, Garfiel. Nggak kecepetan, ya?"

"Karena Gua sudah nggak perlu lagi berkeliling disekitaran hutan. Jarang lho gue liat lu ninggalin Roswaal sendirian kaya gini. Apa dia dah mati?" (Garfiel)

"Kalau memang benar begitu, tempat ini, pasti sudah aku bakar dengan tangannya sendiri sebagai bentuk dari depresinya. Kau harusnya berterima kasih pada Roswaal-sama karena hal itu nggak terjadi"

"Gilaa membingungkan banget logika yang lu bilang itu, gua nggak ngerti semuanya yang lu bilang" (Garfiel)

Berpakaian seragam maid yang nampak tidak asing, Rambut-merah gadis itu bergoyang ketika dirinya menatap Garfiel. Tidak seperti Garfiel, yang sedang tersenyum bahagia, wajah-nya tidak menunjukkan ekspresi apapun dan terlihat dingin. Menghabiskan waktu yang lama untuk memastikan kalau orang itu adalah Ram, Subaru pun menurunkan pundaknya seolah-olah merasa lega.

"Haaaa, jadi dia itu si kakak yang sering kudengar yah. Oh, begitu rupanya.. memang murni dirinya terlihat mirip dengan Nona Putri yang sedang tertidur itu" (Otto)

Dan untuk pertama kali melihatnya, Otto mengucapkan itu. Di depan kedua matanya, Ia terlihat seperti jiplakannya Rem yang pernah Otto lihat, tapi hanya, sifatnya, yang terlihat beda.

Dan inilah, reuni yang telah dinanti-nantikan dengan Maid yang tak bisa berbuat apa-apa, Ram.

※※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※

"――Ram!" (Subaru)

Mendorong tubuhnya keluar dari Gerobak Naga, Subaru melambaikan tangannya ke arah Ram. Ram pun sedikit menyipitkan kedua matanya ketika melihat dirinya, dan, mulai mengerti sesuatu, Ia pun mengangkat bahunya dan menggelengkan kepalanya.

"Diriku dengan rendah hati meminta maaf karena tidak tahu darimana Barusu muncul, tapi keterlambatanmu benar-benar membuatku kecewa. Kau harusnya lebih cepat sadar terhadap situasi yang mulai kacau dan..... Ah, kurasa Subaru tak akan mampu melakukannya, bagaimanapun juga" (Ram)

"Kalau kau mulai bersikap seperti mengatakan 'Diriku dengan rendah hati meminta maaf', pertahankanlah sikapmu itu dan jangan tiba-tiba merubah sikapmu begitu saja! Dan Roswaal juga, Aku nggak ngerti apa sebenarnya yang ada dipikiran kalian, tapi ada yang ingin kubicarakan dengan-nya ketika Aku bertemu dengannya!" (Subaru)

Merasa keberatan, Subaru mengarahkan jarinya ke arah gadis yang sikapnya belum berbuah juga. Melihat reaksi Subaru, Ram merendahkan bahunya, sebelum akhirnya menoleh ke arah Emilia, yang sedang berdiri di samping Subaru.

Lega karena telah melihat Emilia, sama dengan Subaru, telah aman, wajah Ram terlihat tenang. Dan dengan sekilas, di kedua mata-nya Ram, Subaru melihat sekilas kesedihan dari kedua matanya. Namun, dengan cepat, kesedihan itu terhapuskan.

"Emilia-sama juga, selamat datang. Roswaal-sama sudah menunggumu, jadi mari ikut denganku ke dalam bangunan ini. Garfiel, cepat cari tempat yang cocok untuk Gerobak naga dan kusirnya itu" (Ram)

"Apa-apaan perlakuanmu itu, oy! Nggak bisa apa lu nyuruh gua ngerjain hal yang bisa buat gua lebih semangat untuk ngerjainnya gitu?" (Garfiel)

"Kalau kau masih pingin menikmati masakannya Ram, maka berusahalah melakukan yang terbaik. Tapi kalau mau menyia-nyiakan saja hadiah yang sangat berharga ini karena ucapanmu yang ngelantur itu, Ram nggak akan ngomong apa-apa lagi" (Ram)

"Oke! Oke dah kalau gitu! Gua nggak bisa ngebantahnya jugaan, dan pekerjaan ini nggak buruk bagaimanapun juga. Oi, kusir bajingan. Cepat parkirin ntuh gerobak naga dan naga-nya di ujung sana, terus sini ikut gua" (Garfiel)

"Aku sudah pernah memperkenalkan diriku kan!? Bisakah kau nggak memanggilku dengan nama itu!? Dan juga, bahaya kalau aku sendirian saja bersama orang ini!" (Otto)

Disaat Otto menyuarakan keberatannya pada Garfiel, yang telah ditundukkan oleh Ram, Subaru, melihat kejadian ini, mengacungkan jempolnya dengan gigi-nya yang berkilau,

"Aku akan melindungimu!" (Subaru)

"Dari ucapanmu itu berkesan niatmu itu baik tapi sesungguhnya niatmu itu sebaliknya ya kan!? Sungguh, kalau terjadi apa-apa denganku, aku akan meminta ganti rugi!" (Otto)

Mengucapkan ucapan ini, Otto, telah menurunkan Subaru dan Emilia dari gerobak naga, setelah Garfiel. Melihat mereka mulai masuk ke dalam desa itu, Subaru mengelus-elus hidung Patrasche seakan-akan merasa berat untuk meninggalkannya. Kemudian, menoleh ke depan dengan bunyi gemeretak di lehernya, mengatakan 'Baiklah kalau gitu sekarang',

"Banyak sebenarnya yang ingin kutanyakan dan kubicarakan denganmu, sekarang bisakah kita membicarakannya?" (Subaru)

".....Ram tidak diberi izin untuk menyampaikan apapun kepadamu. Kau bisa menanyakannya langsung kepada Roswaal-sama ketika kau bertemu dengannya. Meskipun Aku tidak tahu sudah seberapa banyak Gāfu keceplosan mengatakan hal yang nggak boleh dikatakan padamu" (Ram)

"Gāfu..? Ah, maksudmu Garfiel. Orang itu tadi jadi beda lho dari pertama kali aku mengenalnya. Ngomong-ngomong, ada sesuatu yang menggangguku" (Subaru)

"Apa itu?" (Ram)

Dengan serius, jidat Ram berkerut. Membayangkan kalau ternyata itu adalah informasi yang Roswaal haruskan untuk disembunyikan, tatapan nya menjadi serius, namun, melihat ini, Subaru pun mengucapkan 'Nggak.. cuma', sambil melipat kedua tangannya,

"Orang itu, apa dia memiliki perasaan denganmu? Aku memiliki pikiran gitu setelah melihat cara Ia berbicara tadi" (Subaru)

".......Kau ngomong apa sebenarnya?" (Ram)

Tak bisa menyembunyikan perasaan herannya, Ram pun mendengus keheranan. Cuma saja, melihat dirinya tidak menyangkal fakta itu, Subaru tak dapat berbuat apa-apa selain menunjukkan senyum mengganggu-nya,

"Yahh bukan berarti aku bilang kalau selera-nya dia itu aneh ya. Kau itu imut.... tapi fakta-nya kalau Ia tetap selalu menyukaimu setelah bersama-sama denganmu dalam waktu yang lama, kurasa Ia memang serius menyukaimu" (Subaru)

"Diberkahi kepintaran dan kecantikan, sudah pasti para pria akan jatuh hati pada Ram, aku nggak bisa berbuat apa-apa terhadap hal itu. Tapi, Ram sudah setia pada seseorang yang ia inginkan, jadi Aku nggak ngarepin hal kaya gitu" (Ram)
(TLN: Maaf kalau Ram ngomong-nya terkesan ngomongin orang lain, tapi memang begitu dia ngomongnya :v, bisa dilihat kembali di anime :v)

Dengan mengayunkan bahunya, Ram membalas omongan tajam-nya Subaru, dan, dengan sekali serangan, Ia telah memotong segala harapan Garfiel dengan jawaban-nya itu. Lalu, menoleh ke belakang ke arah Subaru dan Emilia, Ia pun mengucapkan 'Mari ikut denganku', sambil melangkah maju ke depan.

(TLN: Oke segini dulu yak untuk part 1 nya, ane masih banyak tugas skolah nih, nggak bisa lanjut kwkw, ngomng2 nanti di part 2 bakal ada Roswaal loh! pantengin terus isekai novel yah!)  

loading...