Tuesday, 24 January 2017

Nidome no Yuusha Chapter 12 Bahasa Indonesia


Translator: Alice
Proofreader: Ise-kun

Chapter 12 : Hero Membuat Kontak Mata.

Setelah meninggalkan pangkalan Dulphein, Pertama-tama aku berjalan ke tepi perkampungan kumuh sekali lagi.

Meskipun aku akan berhati-hati menilai semua barang yang kubutuhkan untuk mendapatkan pembayaran lanjutan yang kuterima kemarin, karena aku telah mengacaukan jadwalku dan sudah menerima uang dengan jumlah banyak sebelum persiapan, aku memutuskan untuk membuat pembelian terbesarku terlebih dahulu.

membawa ransel yang dipenuhi dengan karung penuh dengan koin (Di dunia ini, seluruh perjalanan dengan berjalan kaki, orang-orang biasanya menyiapkan tas-tas seperti ini), aku menuju ke bagian perkampungan kumuh dimana ada lebih sedikit orang.

Adventurer dan pegawai yang mengenakan pakaian kotor berkeliaran di jalan ini, benar-benar area bisnis yang unik dimana itu membayar orang-orang miskin tanpa mengacuhkannya.

ini adalah pasar gelap dimana artikel terlarang dikumpulkan.
Dokumen ilegal, narkoba, barang curian, katalis terkutuk dan tentu saja, budak.

Budak hutang yang kehilangan kedudukan mereka, budak kejahatan yang melakukan pidana berat, budak tebusan yang dijual demi uang, dan budak perang yang adalah ksatria dari negara lain yang diubah menjadi budak.

Budak kejahatan dan budak perang biasanya dipaksa untuk bekerja di tambang yang dikelola oleh kerajaan. Sedangkan sisanya diperlakukan sebagai barang di toko-toko budak.

Aku tidak tahu bagaimana mereka memperlakukan budak. Perlakuan budak semuanya terserah pada pemiliknya, namun mereka biasanya tidak menampilkan budak yang dianiaya atau terlalu banyak bekerja sampai mereka hampir pingsan. Pada dasarnya, itu karena budak adalah barang dagangan yang mahal.

Dengan demikan, toko-toko yang didirikan dengan bangga di jalan utama di ibukota adalah penyedia budak untuk bangsawan, yang mana memiliki banyak budak yang berkualitas, tapi mereka harus dibeli oleh bangsawan, jutawan, atau orang-orang dengan surat pengantar dari tokoh tersebut.

Jadi orang-orang yang tanpa koneksi atau pengaruh untuk membeli budak mahal datang untuk membeli budak disini, di perkampungan kumuh.

Aku berjalan di sekitar wilayah tersebut tanpa arah dengan bantuan dari ingatanku di kehidupan masa laluku. Seperti biasa, orang-orang yang terlihat kasar menjadi pucat segera setelah mereka melihatku dan meninggalkan tempat itu.

"Aku yakin, aku melakukan itu untuk memberikan peringatan... tapi apa aku berlebihan?" (Ukei Kaito)

Berpikir kalau mungkin itu adalah dorongan yang kuat, Aku merenungkan tentang seberapa banyak informasi yang tersebar sejak kemarin.

Jujur saja, staf penukar uang(Daruma) adalah seorang mantan-adventurer, ia adalah seorang tokoh kunci di jajaran atas yang terkenal karena keahlian dan kompentensinya dalam menggunakan sihir untuk meningkatkan kekuatan fisik dan menciptakan ilusi. Dan aku yang membuatnya kewalahan secara sepihak, dianggap sebagai ancaman di mata warga di perkampungan kumuh yang kesehariannya adalah menganiaya.

"Yah, Aku tidak peduli, Itu lebih baik jika orang-orang menyebalkan tidak mendekatiku" (Ukei Kaito)

Saat aku sedang merenungkan hal tersebut, Aku mencapai tempat tujuan yang kuinginkan. Lalu, Aku menemukan dan memasuki toko budak secara acak. Untuk mencapai tujuanku, jauh lebih mudah untuk melakukannya dengan mencegah diriku untuk terlihat di tempat umum sebanyak mungkin.

Di dalam toko, tidak ada seorang pun di sana selain aku yang berada di meja. Setelah manajer toko yang kelihatannya bebas, menilaiku dengan melihatku dari kepala ke kaki sambil mengejek. Dia bicara dengan kasar karena dia tidak menganggapku sebagai tamu kehormatan.

"Apa kau mencari budak? Maaf untuk ketidaksopananku, tapi berapa banyak anggaranmu?"

"Aku memiliki sekitar 10 koin emas dan aku butuh satu orang. Kalau kau memperlihatkanku budak yang bisa kau jual padaku, Aku akan memilihnya sendiri."(Ukei Kaito)

Mengingat anggaranku digunakan untuk barang perjalanan yang dibutuhkan, dan berpikir tentang berapa banyak uang yang kubutuhkan di masa depan, Aku menjawab dengan jawaban yang cocok.

Omong-omong, kelihatannya jika kau membeli budak yang dipasarkan untuk bangsawan dari toko di jalanan utama, kau akan menghabiskan beberapa koin emas. Di perkampungan kumuh ini, kau bisa menemukan segalanya dari yang mahal sampai yang murah, namun harga budak sedikitnya 3 koin emas. Karena harga budak biasanya sekitar 7-8 koin emas, kalau aku mengatakan kalau anggaranku sekitar 10 koin, Aku seharusnya bisa melihat sebagian besar dari budak tersebut.

"Maaf untuk kelancanganku, tapi apa kau benar-benar memiliki anggaran sebanyak itu?"

Pedagang budak melihatku dengan curiga ke arahku, berpikir kalau aku tidak akan memiliki uang sebanyak itu. Kalau aku adalah anak bangsawan, Aku akan membeli budak di jalan utama, dengan kata lain, aku terlalu kurus untuk menjadi adventurer. Bisa memisahkan orang dengan mudah ke dalam tipe-tipe tersebut dari usia yang sangat muda, dia tidak bisa mempercayai kalau anak bawang ini akan memiliki uang sebanyak itu.

Meskipun aku tahu alasan untuk kecurigaannya, Aku masih merasa jengkel karena dia meremehkanku.

".....Apa ini cukup buatmu?" (Ukei Kaito)

Aku tidak perlu menahan diri, jadi aku mengeluarkan sekantung koin dari ranselku dan dengan sengaja membuatnya mengeluarkan bunyi saat aku meletakkan kantung tersebut di atas meja sambil mengatakan itu.

"T-tidak ada masalah sama sekali!! Sekarang Saya akan membawa anda ke kandang."

Dalam sekejap setelah aku membuktikan kalau aku memiliki emas, dia mengubah sikapnya dengan baik sekali sampai membuatku mengingat orang yang menjijikan itu dan membuat wajahku sedikit kaku. Namun, itu tidak akan mengubah apapun meskipun aku meneriaki pria yang berada di depanku ini, jadi aku memutuskan untuk mengikutinya dengan diam.

Di bagian dalam toko, ada kandang dengan jeruji besi yang di dalamnya ada manusia yang mungkin adalah budak dengan kaki dan tangan mereka diikat dengan borgol dan memiliki tatapan yang gelap.

Di dunia ini, Bahkan, gagasan penting seperti ilmu gizi dan kehigenisan tidak ada. Meskipun demikian itu adalah lingkungan yang keras.

Aku ingin budak untuk digunakan sebagai penyamaran pada saat aku meninggalkan Ibu kota kerajaan. Pada akhirnya saat mereka mengumpulkan personil untuk mencariku, mereka hanya memiliki karakteristik yang terbatas untuk mengenaliku hanya dengan rambut hitam dan baju yang aneh. Juga jika ada dua, itu akan jauh lebih mudah untuk keluar kota.

Ada juga satu alasan lain.

Karena aku membutuhkan partner latihan untuk skillku. Ada beberapa skill yang tidak bisa dilatih sendiri. Dan karena aku memiliki Holy Sword of Vengeance, aku tidak akan memiliki masalah apapun karena aku seharusnya bisa mendeteksi niat jahat. Namun, aku tidak ingin memiliki teman ataupun rekan, itulah sebabnya aku menginginkan budak.

Setelah aku menggunakan budak untuk menaikkan skillku dengan baik, Aku akan memberinya beberapa uang sebagai kompensasi dan membebaskannya. Dan dalam kasus terburuk dimana dia menjadi duri untuk pembalasan dendamku, maka aku bisa saja membunuhnya dan aku tidak akan bermasalah dengannya juga.

Yah, tindakan menjijikkan dan jahat seperti mencampakkan seseorang setelah memperalatnya seperti mereka membuatku ingin muntah, bahkan jika ia adalah budak sekalipun. Jika budak tidak menjadi musuhku, aku tidak berencana melakukan hal itu.

Karena budak mungkin akan mempelajari skill dasar untuk bertahan hidup saat dia membantuku menaikkan level skillku, itu tidak akan berakhir seperti membuangnya tanpa pertahanan.  itu akan menjadi yang terbaik, Jika kami membangun hubungan bisnis diantara kami. Aku ingin mengembangkan hubungan kelas atas yang membayar jasa satu sama lain dengan keuntungan yang adil.

Sejenis pemikiran seperti itulah yang aku miliki.

... Jadi, Aku akan memperhatikannya satu persatu sampai aku menemukan budak tertentu.

"Saya akan merekomendasikan di dalam kandang ini karena semuanya adalah pekerja keras. Jika anda menginginkan salah satu dari budak tersebut, maka itu akan sedikit lebih mahal, tapi di dalam sel ini, saya......"

"Hey, Bagaimana dengan yang ada di sel terakhir itu?" (Ukei Kaito)

"Ya? Ah ya, gadis itu. Dia dijadwalkan untuk dibuang dalam waktu dekat. Karena aku sudah mendengar bahwa beberapa bangsawan terhormat yang tinggal di ibukota menyukai sejenis hal tersebut, Aku menjalani seluruh kesulitan untuk membawanya kesini. Namun, dia tidak akan berhenti menunjukkan rasa permusuhan. Meskipun dia diberi hukuman melalui segel budak, dia masih akan menunjukkan perlawanan sampai dibatas pintu kematiannya, jadi meskipun sosoknya bagus, karena dia akan mengenggam leher pemiliknya dan mencoba membunuh klien dengan mempertaruhkan hidupnya, tidak ada satupun yang menginginkannya lagi."

Di dalam ibukota, kepercayaan supremasi manusia telah mengakar dengan dalam. Diantara mereka, spesies seperti beastmen dan spesies lain yang berbeda dari manusia telah mengalami pelecehan. Namun, di dalam kerajaan, biasanya kau tidak akan melihat beast-kin, dan kerajaan tidak bisa akrab dengan kerajaan beast-kin yang terletak di perbatasan yang berlawanan dengan kekaisaran, mengapit kekaisaran bersama dengan kerajaan. Secara kebetulan, kerajaan beast-kin memiliki dogma supremasi beast-kin, jadi tidak ada bedanya mengenai perlakuan manusia di kerajaan beast-kin dan perlakuan beast-kin di kerajaan, Keduanya sama saja.

"Oi, aku sudah memutuskan. Aku memilihnya." (Ukei Kaito)

"Apa? Tapi... Itu beast-kin, jadi meskipun itu bertentangan dengan penampilannya, dia masih bisa membuat anda sesak napas dengan kekuatan fisiknya yang besar..."

"Aku tidak keberatan. Aku akan membayarmu dengan 10 koin emas untuknya jadi buat saja kontraknya, dan aku tidak akan mengeluh tentang hal itu nanti." (Ukei Kaito)

"Haaaa~, Kalau begitu, tidak ada masalah bagi kami... Apakah ini pertama kalinya anda membeli budak?"

"Yah, Begitulah." (Ukei Kaito)

"Kalau begitu, anda harus mentato diri anda dengan master crest"

"Master crest?" (Ukei Kaito)

"Ya, jika anda memberikan mana pada master crest, slave crest yang terukir akan bereaksi dan menyebabkan nyeri yang tajam yang bisa membatasi gerakan budak untuk batas tertentu."

Tapi, pertama-tama, Aku kembali ke meja libi dan menandatangani kontrak pembelian.

Kemudian, untuk mendaftar master crest, Aku menandatangani dokumen lain.

Kontrak itu sendiri adalah alat sihir dengan lingkaran sihir yang terintegrasi, jadi saat seseorang menandatanganinya, benda itu terbakar dan sebuah lingkaran sihir muncul pada punggung orang yang akan menjadi master, membuatnya menjadi alat yang mudah.

【System Message: Anda sudah membuka Slave Trainer’s Whip Sword.】

Kelihatannya, Aku mendapatkan soul sword yang baru, tapi aku akan memeriksanya nanti.

"Yang terakhir, anda harus menuangkan mana pada master crest anda, menumpuknya secara langsung pada slave crest yang ada di pundaknya dan membuatnya berada di dalam kendali anda, kemudian kontrak akan selesai."

"Dengan itu, bukankah kemungkinan kalau kontraknya tertimpa dengan master crest lain itu ada?" (Ukei Kaito)

"Tidak apa-apa. slave crest akan mengubah bentuknya menyesuaikan dengan master crest yang menimpanya terlebih dahulu dan bentuknya tidak bisa diubah atau dimodifikasi sampai kontrak dibatalkan."

Kembali ke ruang belakang sekali lagi, aku menuju ke dalam sel.

Aku membuka pintu jeruji bersi yang berkarat yang membuat suara berderit dan memasuki sel penjara.

"......"

Di dalam penjara, ada seorang budak. Seorang wanita dari rabbit-kin dengan sumpalan di mulutnya, borgol yang mengikatnya di kedua tangannya, dan sebuah bola besi yang melekat di kakinya yang merupakan tindakan pencegahan untuk melarikan diri, semuanya terikat.

Memiliki luka di seluruh tubuhnya, dia memakai baju seadanya yang mungkin menghitam dengan darahnya dibeberapa tempat. Rambutnya memiliki warna yang terlalu gelap untuk disebut oranye, mungkin itu warna rami gelap, dan rambut panjangnya, setelah kehilangan perawatan yang tepat, itu kehilangan kelembapannya, rusak dan kering.

Telinga kelincinya yang adalah bukti kalau dia adalah beast-kin, terkulai ke bawah dan karena dia tidak diberi makan untuk waktu yang lama. Tubuhnya yang kau bisa pikir memiliki bentuk badan yang bagus dari fisiknya, sedang kekurangan makanan. Lengan, kaki dan wajah yang diluar normal dan matanya menunjukkan kelelahan.


Aku tidak tahu berapa lama dia dalam keadaan ini. Staminanya telah mencapai titik paling bawah dan dia dalam keadaan dimana dia bahkan tidak bisa mengerang. Sudah jelas kalau dia tidak diperbolehkan untuk mandi, jadi seluruh tubuhnya kotor dan dia dalam kondisi yang buruk tidak peduli siapa yang melihatnya, namun...

"Yeah, seperti yang kupikirkan, kau memiliki mata yang indah." (Ukei Kaito)

Ya, bahkan saat dia dalam keadaan seperti ini, hanya matanya lah yang tidak mati.

Tergelap diantara yang paling gelap, jauh dalam bayang-bayang, ada api yang gelap yang menyelimuti segalanya seperti magma.

Luka tubuh menipu jiwa.
Biasanya, tidak akan aneh jika dia melepaskan segalanya, bahkan kesadarannya dan jatuh ke dalam keputus-asaan.

Bahkan setelah semua itu, matanya penuh dengan hawa panas pantang menyerah seakan itu adalah nalurinya dan juga niatnya.

Itu benar-benar, benar-benar tatapan indah untuk balas dendam.

Menyentuh wajah kurusnya, Aku melihat ke tatapannya seolah-olah aku mengintip ke dalam dirinya.

Selain mendeteksi niat jahat dan permusuhan, 【Holy Sword of Vengeance】 bisa melakukan satu hal lagi : itu bisa melihat jiwa pendendam yang lain, membuatku mengetahui tentang jiwa pembalasan dendamnya.

Namun, bahkan tanpa hal seperti itu, aku akan bisa menyadarinya.

Karena matanya yang penuh dengan dendam terlihat sangat jelas tanpa kemuraman apapun.

"Ja..ngan sentuh... Manu..sia."

Menatap tajam, dia menunjukkan giginya dengan niat yang jelas untuk mengintimidasi.

Tidak salah lagi, gadis ini sama denganku.

Seekor mahluk hidup yang tidak bisa lepas dari dendamnya selama mereka masih hidup.

Mahluk yang tidak bisa bertindak tanpa menuntut untuk balas dendam.

Sepertiku, seseorang yang memiliki keinginan panas membara yang ditekan jauh di dalam diriku yang mungkin bisa melelehkan segalanya.

"........."

Pertama-tama, Aku harus menyelesaikan kontrak budaknya.

Dengan sihir yang disimpan pada punggung tanganku, aku menyentuh slave crestnya yang terletak di tengkuk lehernya.

"Gh-AAAAAAHHHAAAAAH!!"

Slave crest itu pun bersinar saat itu bereaksi dengan sihir dan seger yang terukir itu berubah bentuk.

Saat cahaya meredup, teriakan karena menahan rasa sakit itu pun mereda.

Aku mengeluarkan ramuan HP dan MP yang kusiapkan untuk keadaan darurat dari tasku dan mendorong isinya secara langsung ke mulutnya.

"NnGhuhh-Gh-uuuu!!"

"Dengan ini, kau seharusnya bisa bicara lebih baik." (Ukei Kaito)

Karena appraisal soul sword masih tersegel, aku tak bisa mengetahui kondisinya. Namun, itu jelas kalau dia di bawah masalah status yang menurunkan seluruh statusnya.

"Kenapa..." (Nona Rabbit-kin)

"Siapa yang ingin kau bunuh?" (Ukei Kaito)

Suara itu pun menggema dengan lembut di dalam sel.

Aku hanya menatap semangat gelapnya yang terpendam didalam matanya yang memiliki warna yang sama seperti rambutnya.

Aku hanya bertanya padanya mengenai keinginan membaranya.

"Kau, Kau ingin membalas dendam pada siapa? " (Ukei Kaito)

Previous ChapterDaftar Isi – Next Chapter
loading...