Friday, 6 January 2017

Nidome no Yuusha Chapter 11 Bahasa Indonesia


Translator: Alice
Editor: Ise-kun

Chapter 11 : Hero Bernyanyi, Ketiduran dan Negosiasi

"Lala~lan♪ lalan♪ la~lanlalalala ♪"

Di pagi hari, Ketika langit yang berwarna hitam seperti bayangan perlahan-lahan memutih, dengan suasana hati yang rumit nan ringan, Aku menyenandungkan sebuah melodi dengan cara yang antusias namun menakutkan yang menggema didalam kamar disebuah penginapan disuatu tempat didalam ibu kota.

"lalaa~, lalanlan♪ lalala~, lala♪"

Pada akhirnya, karena beberapa proses manufaktur yang sulit, Dengan enggan aku harus menyerah untuk tidur yang telah kurindukan selama 3 bulan terakhir. Menggunakan kemarahanku sebagai bahan bakar untuk jiwa dendamku, aku meneguk ramuan sihir satu demi satu dan mempercepat proyek.

Bahkan setelah semua hal yang telah terjadi, jiwa dan ragaku kelelahan, tapi rasanya seperti mereka mengatakan 『Bukankah kau menikmatinya?』 saat aku menghabiskan malam membenamkan diriku dalam manufaktur. Pada saat aku menyelesaikan bagian yang sulit dari proses tersebut, aku jatuh dalam keadaan tak sadarkan diri yang aneh. Meskipun, aku tidak perlu meminum ramuan Mana tingkat rendah lagi, aku meminum semuanya yang tersisa, karena pikiranku tidak bekerja dengan benar.

Meskipun aku menyadari bahwa keadaan sadarku dalam situasi yang berbahaya, aku mengandalkan adrenalin yang memancar keluar saat aku memikirkan kalung yang dimodifikasi. Lalu, sambil bersenandung musik lat*han rad*o, aku meregangkan tubuhku. Jika aku bermandikan cahaya matahari, seharusnya aku bisa relaks dari ketegangan tinggi dari kerja semalaman.

『Berisik banget sih!! Ngerti nggak ini jam berapa!!』

"Uooh、ma-maaf…"

Tiba-tiba, ada suara keras dari ruangan lain dan dalam sekejap, aku kembali menjadi diriku yang biasa lagi. Bukan hanya itu sudah lama sejak aku tinggal di penginapan, tapi aku juga sendirian selama hari-hari aku menjadi buronan, jadi aku benar-benar lupa tentang mengganggu orang lain.

Ini buruk, penginapan semacam ini memiliki dinding yang benar-benar tipis, sehingga, itu mungkin banget kalau mereka sudah mendengar nyanyian muram-ku. ini menggerikan, aku benar-benar ingin mati, itu sangat memalukan!!!

『Aku sudah mengatakannya berulang-ulang, Tutup mulutmu!!』

Setelah aku terjun ke tempat tidurku dan berguling di atasnya, tetanggaku memukul dinding sekali lagi.
Kelihatannya aku belum kembali ke keadaan yang sepenuhnya waras. Kemampuan kreatifku sudah sampai pada batasnya. Aku benar-benar menyesal soal itu. Karena aku sudah jatuh dalam penderitaan, aku akan tidur.

Meskipun sudah lama sejak aku tidur di tempat tidur, aku tak bisa membiarkan diriku untuk benar-benar jatuh tertidur dan kesiangan. Aku ingin menyiapkan beberapa hal sebelum meninggalkan kota.

Meskipun putri telah memperintahkan mereka untuk menjauh dari area pemanggilan sampai hari berikutnya, seharusnya mereka sudah sadar dan seharusnya dia sudah menerima pengobatan sekarang. Aku percaya bahwa itu akan membutuhkan beberapa waktu untuk mengobati luka-luka itu dan sudah beberapa waktu berlalu sejak itu, tapi aku ingin menginggalkan Ibu kota di pengujung hari.

Melihat tempat tidur dengan penyesalan seperti itu, aku duduk dan bersandar di samping jendela dimana cahaya matahari bisa membangunkanku saat aku menutup mataku.



Dengan hebatnya, aku ketiduran pada akhirnya.

.... Yah, itu karena aku tidak pernah akan berpikir kalau cuacanya akan tiba-tiba menjadi mendung. Bagaimana dengan waktu dikehidupan pertamamu? Mustahil aku ingat mengenai cuaca pada hari setelah pemanggilan.

Itulah sebabnya matahari sudah naik dan seharusnya sudah mendekati tengah hari. Sesegera mungkin, aku check out dari villa dan memutuskan untuk menunda persiapan untuk melarikan diri. Lalu, aku memakan sesuatu dari kios makanan yang layak dan terus ke dalam perkampungan kumuh.

Tampaknya peringatan kemarin sudah memenuhi tujuannya, sejak aku bisa mencapai tujuanku tanpa gangguan penjahat.

Aku melewati toko pertukaran mata uang selama aku disana, tapi ada staf lain yang menghadiri tempat itu. Setelah mereka melihat wajahku, mereka membungkuk ketakutan, jadi aku memutuskan untuk tersenyum pada mereka, tapi aku ingin tahu kenapa mereka terlihat lebih pucat dari sebelumnya.
Tidak seperti aku kesini untuk memulai perkelahian. itu sih kecuali kalau aku punya alasan.

Saat aku mencapai tempat dimana gargoyle ditempatkan, seakan-akan kejadian kemarin tidak pernah terjadi (Sebaliknya, mereka sudah sedikit ditingkatkan), aku sadar bahwa aku masih tidak tahu password rahasianya.

Tanpa waktu untuk berpikir, gargoyle memberitahuku 「「Masuk」」. Hebatnya mereka sudah membuat beberapa pengaturan.

Dan kemudian, setelah aku sampai ke markasnya Duphein, bodyguard dari kejadian kemarin memberiku pandangan yang menusuk.

"Tidak seperti aku akan menyerangmu tanpa alasan. Jangan gugup, bukankah kalian bodyguard?"

Sambil mengerutkan kening alisku, aku bicara pada mereka sambil menghela napas, tapi aku tidak bisa membuat mereka lepas dari kegugupan mereka. Meskipun itu adalah sikap yang tepat, karena menurunkan penjagaanmu di perkumpungan seperti ini bisa mematikan, itu bukan berarti menjadi tegang akan membuat perbedaan, jadi aku percaya itu akan merugikanmu jika kau membuat dirimu lelah dengan menjadi terlalu tegang.

Saat aku naik ke atas tangga seperti kemarin, aku menemukan Dulphein menunggu dengan senyuman terpampang di wajahnya, dan di atas mejanya, ada 4 tas dimana koin emas hampir dibagi rata. dan di dalam satu tas yang kecil, seharusnya ada 40 koin emas yang tersisa.

"Dengan ini, seharusnya ada mata uang yang setara dengan 340 koin emas. Apa kau ingin memastikannya?" (Dulphein)

"Tidak perlu. Seseorang yang duduk dikursi itu bukanlah seseorang yang picik dan akan mengambil beberapa uang" (Ukei kaito)

Alasan sebenarnya adalah karena aku menganggap itu merepotkan, tapi aku memutuskan untuk menyanjungnya dengan setengah hati.

"Tanpa basa basi lagi, ini kalungnya" (Ukei kaito)

"Aku ucapkan terimakasih dari lubuk hatiku, aku mendapatkan sesuatu yang benar-benar berharga. Nh? Kh, ini..." (Dulphein)

Dulphein yang menerima kalung itu terlihat menyadari sesuatu. Aku memastikan untuk menerapkan suatu penyamaran yang bisa membodohi alchemist dan penyihir biasa, itu sebabnya orang-orang dengan tingkat persepsi dan intelek yang tinggi sulit untuk ditangani.

"Haah, dengan ini, negosiasi langsung dengan keluarga kerajaan akan mustahil." (Dulphein)

"Tidakkah kau pikir itu akan lucu jika kau memberikannya pada beberapa bangsawan yang menjadi penghalang bagimu? Di samping itu, dari awal, kau bahkan tidak berpikir sejauh itu untuk menggunakan strategi beresiko tinggi seperti membuat negosiasi langsung dengan keluarga kerajaan, jadi jangan mencoba membodohiku." (Ukei kaito)

Itu adalah sesuatu dari waktu dikehidupanku yang dulu. Singkatnya keluarga kerajaan, Raja, ratu dan putri yang sekarang mentolelir perkampungan kumuh sebagai kejahatan yang dibutuhkan. Namun, mereka tidak ingin mengakui keberadaan perkampungan kumuh. Itu karena rumor keberadaan Demon Lord yang telah menyebar dengan cepat, produk-produk akan terus dibeli dan harga sudah meningkat secara bertahap, yang mengarah pada perkembangan infrastruktur perkampungan kumuh.

Jika negosiasi dilakukan secara langsung, sudah jelas bahwa mereka akan menyalahkan perkampungan kumuh dan mencoba mengikat mereka. Mereka akan menuduh perkampungan kumuh bekerja sama dengan pencuri dan banyak budak kejahatan akan terlahir, yang akan dipaksa oleh kerajaan untuk bekerja, meraut seluruh hidup mereka demi produktivitas.

Jika mereka melakukan itu, sudah jelas itu akan menghasilkan pemberontakan, tapi kita membicarakan tentang keluarga kerajaan yang berpikir kalau tak terbantahkan lagi, status mereka adalah milik mereka. Mereka sudah tak pernah memikirkan kemungkinan kalau itu akan memacu adanya pemberontakan.

Omong-omong, pertama kali, saat mereka melakukan sesuatu yang mirip di belakangku dan menyebabkan pemberontakan, mereka memfitnahku yang baru saja mengalahkan Demon Lord, dengan membuat warga percaya kalau aku adalah orang yang berada dibalik itu semua. Aku percaya kalau mereka akan mencoba untuk mengalihkan kesalahan mereka sekali lagi, hanya saja kali ini dengan kambing hitam yang berbeda.

"Namun, aku menghancurkan kemungkinanmu mendapatkan bantuan dari beberapa bangsawan yang berpengaruh. Itulah sebabnya aku akan membayarmu dengan 20 koin emas untuk biaya kesulitan, dan jika kau mencapai sesuatu yang aku minta, maka aku akan menambahkan 20 lagi, apa kau tertarik?" (Ukei Kaito)

"Aku tidak keberatan memberimu diskon pada biaya kesulitan atau biaya tambahan jika kau mengajariku bagaimana kau bisa menambahkan seluruh modifikasi ini hanya dalam satu malam" (Dulphein)

"Aku menyesal untuk memberitahumu bahwa itu adalah rahasia dagang. Nah lalu, bisakah kau melakukannya? " (Ukei Kaito)

"Aku tak bisa menjawabnya tanpa mendengar rinciannya terlebih dahulu" (Dulphein)

Dulphein mengangkat bahunya sedikit.

"Tentu saja, permintaanku bukan sesuatu yang sulit untuk dicapai. aku ingin kau menyiapkan sebuah mahluk alkimia seperti satu yang kau gunakan untuk berubah menjadi koin emas untuk digunakan sebagai mataku. Aku ingin itu bisa dibuang dan bisa merekam video dengan sihir mengenai apa yang terjadi di kastil, lalu menyamarkan dirinya menjadi sesuatu seperti burung dan kembali ke sisiku" (Ukei kaito)

"Kalau mereka bisa menemukan asal benda itu, dampak yang kuterima akan besar. Biaya tambahannya adalah 80 koin emas" (Dulphein)

"Itulah saat untuk menunjukkan keterampilanmu, 30 koin emas" (Ukei Kaito)

"Tidak, tidak, itu bukan mengenai mungkin atau tidaknya, tapi tentang seberapa besar kerugiannya jika aku gagal. 70 koin emas" (Dulphein)

"Che-, Bagaimanapun, kau akan menggunakan metode yang sama dengan bagaimana kau mengumpulkan informasi dari bangsawan, bukan? Hanya saja, dalam kasus ini, targetnya adalah keluarga kerajaan. 50 koin emas." (Ukei kaito)

"Aku menganggap kalau resiko diantara melakukannya pada bangsawan dan pada keluarga kerajaan itu jauh berbeda. 60 koin emas, juga, tampaknya langit mulai terang." (Dulphein)

Kemudian di tengah-tengah negosiasi, Dulphein yang mengawasiku sepanjang waktu tersenyum dan melihat ke jendela. Kelihatannya seperti dia mengungkapkan niatnya bahwa dia tidak mau menurunkannya lebih dari ini.

".... Aku mengerti, itu cukup. Kau benar-benar bajingan berkacamata yang serakah" (Ukei Kaito)

"Tidakkah kau tahu kalau memujiku tidak akan mengubah apapun? Dengan ini, negosiasi selesai. Baiklah kalau begitu." (Dulphein)

Dulphein tertawa seolah-olah dia mengejekku, dan setelah mengatakan itu dia mengeluarkan tepatnya 40 koin emas, menghitungnya dan meletakkannya pada tas kosong yang dia ambil dari mejanya.

Jika ditambahkan ke tas yang sebagian penuh itu. Tepatnya itu 80 koin emas. 20 dari biaya gangguan, dan 60 dari hasil negosiasi yang dikumpulkan sebagai hasilnya.

"Jadi, ini adalah radio penerima dari 'prying eye'. kalau itu berhasil diaktifkan, itu seharusnya terhubung dan menampilkan video yang direkam dari ujung transmisi 'prying eye'." (Dulphein)

Dulphein menunjukkanku sebuah botol kecil yang memiliki zat berwarna emas di dalamnya yang terasa seperti logam.

Aku mengambil botol kecil yang tertutup itu dan menyimpannya ke dalam tasku.

"Ya ampun, aku penasaran kenapa benda yang kuminta beberapa saat yang lalu sudah selesai dibuat?" (Ukei Kaito)

"Aku menyesal untuk memberitahumu kalau itu adalah rahasia dagang." (Dulphein)

Tampaknya Dulphein membalas karena percakapan beberapa saat yang lalu, saat dia tersenyum sinis dan tertawa.

"Haaah~... Baiklah, aku berdoa kalau kita tidak akan bertemu lagi." (Ukei kaito)

Entah bagaimana, meskipun aku berpikir kalau itu akan mustahil, tapi aku masih menggunakan bahasa kasar.

"Itu menyedihkan. Sejauh yang kurisaukan, aku tidak keberatan kalau kau mengunjungiku." (Dulphein)

Aku tidak tahu seberapa seriusnya jawaban Dulphein itu.

Karena aku hanya bisa membayangkan bahwa Dulphein akan selalu tesenyum dengan respon apapun yang bisa kuberikan, aku memutuskan untuk pergi tanpa mengatakan apapun yang spesial. aku merasa bahwa aku sedikit kalah, tapi aku tidak memikirkannya lagi.

Namun demikian, aku percaya kalau Dulphein akan melakukannya.
Keberhasilan rencana ini semata-mata bergantung jika ada seseorang di dalam istana kerjaan yang bisa menyadari sedikit perbedaan pada kalungnya seperti Dulphein. Namun, dia selalu memakai kalung itu kemanapun dia pergi di kehidupanku yang dulu. Aku tidak tahu kalau dia memiliki ikatan emosional atau memiliki alasan spesial untuk memakainya, tapi mengingat kepribadian putri itu, dia akan memakai kalung itu sendiri tanpa memeriksanya terlebih dahulu.

Jika dia melakukan itu....

"Ku ku ku, Pasti hebat kalau dia jatuh kedalam jebakan dengan sempurna." (Ukei Kaito)

Berpikir ketika hari itu akan terjadi, moodku menjadi bagus. aku mengingat hari-hari itu dimana aku berada dalam kehidupan sebagai buronan, sepanjang waktu aku berlari dan berlari, dan semua yang bisa kupikirkan adalah keselamatanku. Setiap hari, 24/7, selama setahun penuh, aku tidak bisa hidup dalam kehidupan yang memuaskan, karena aku harus menyadari sekelilingku dan tidak bisa mendapatkan waktu untuk memikirkan hal-hal yang tidak dibutuhkan.

Aku bersyukur untuk kesempatan kedua yang diberikan padaku. Membayangkan wajah Raja, Ratu, dan Ksatria akan miliki saat mereka melihat wajah putri yang tertekan oleh penderitaan tepat di samping mereka, aku, dalam suasana hati yang gembira, sedang berjalan di jalanan perkampungan kumuh ini.

"Ah, Untuk berpikir kalau itu akan terasa sepuas ini hanya dengan memikirkan semua orang yang aku rencanakan untuk balas dendam"

Previous ChapterDaftar Isi – Next Chapter
loading...