Monday, 23 January 2017

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 5 Bahasa Indonesia


Translator: Beo Novel
Proofreader: Ise-kun

Chapter 5: Pelatihan Pemula

Hari ini, aku berjalan sambil membawa beban 20kg di pundakku. Lebih tepatnya aku dipaksa untuk berlari. Aku tidak diperbolehkan untuk berhenti. Itu karena instruktur pelatihan mengejarku dari belakang sambil memegang tongkat.

Kau, muntahan kelinci liar! Jangan berlari seperti siput! Itulah mengapa kau bisa masuk ke kemaluan kelinci liar! Kau !@#$%^&!!!

■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■

Aku sudah berniat untuk melewatkan pelatihan pemula. Aku bahkan berpikir untuk mengurung diri di dalam penginapan sampai uangku habis. Aku tidak punya keberanian untuk menjalani hidup setelah dihina seperti itu. Pagi hari di hari pelatihan, aku belum sarapan dan masih tidur tenang, dan kemudian tiba-tiba saja Drevin mendobrak pintu dan menyeretku ke tempat pelatihan.

“Bukankah kubilang itu wajib untukmu? Gahaha.”

“Bagaimana kau bisa tahu penginapanku?”

“Kau tidak menampakkan dirimu di guild selama 2 hari kan? Aku punya koneksi dengan pelatihan pemula, dan aku memastikan kau tidak disana. Ah jangan khawatir soal penginapan, aku akan menjelaskan kepada mereka dan akan memperbaiki pintunya.”

Dan begitulah, aku diseret ke tempat pelatihan. Sudah ada 5 kadet yang menunggu. 4 laki-laki dan 1 perempuan. Mereka lah yang menjadi teman seperjuanganku melewati neraka ini. Namun hanya aku yang nampak depresi, sedangkan mereka terlihat mengobrol dengan ceria. Pada awalnya aku senang dengan instruktur yang terlihat sopan.

“Hadirin sekalian, terima kasih telah menghadiri pelatihan pemula ini. Aku yang akan memantau kalian selama seminggu penuh ini. Aku adalah instruktur pelatihan kalian, Vogt, mantan adventurer rank A. Kalian masih seperti anak ayam burung, tapi aku harap dengan pelatihan selama seminggu ini, kalian bisa menjadi adventurer dan keluar dari sangkar dengan gagahnya. Baiklah, pertama-tama pasang benda ini di leher kalian.”

Selain mendengar mereka bergumam “mantan rank A, luar biasa!” Atau “rank A, benarkah?”, mereka juga menunjukkan wajah penuh harapan. Kecuali aku. Instruktur memasang kalung satu-persatu.

“Benda ini akan membantu latihan kalian.”

Semua menunjukkan wajah ragu, tapi tetap patuh. Setelah semua kalung terpasang, instruktur menyeringai dan tertawa, dan itulah awal dari minggu neraka kami.

“Perhatian semuanya!”

Instruktur berteriak dengan suara yang sangat keras.

“Sampah seperti kalian akan tinggal disini selama seminggu! Kalung yang kalian pakai adalah kalung budak dan akan dilepas setelah satu minggu! Tidak ada pilihan lagi bagi kalian selain berusaha keras di pelatihan ini!”

Para kadet mulai ribut.

“Memasang kalung budak dengan semena-mena, kau tidak akan bisa menghentikan kami melepaskan kalung ini!”

Kalung budak? Dari namanya, apakah itu item yang digunakan untuk mengubah seseorang menjadi budak? Aku coba melepaskannya, tapi tidak bergeser sedikit pun. Bukankah ini berbahaya?

“Diam kau cacing! Mulai sekarang kalian hanya bisa berbicara kalau aku suruh bicara, dan kata pertama dan akhir dari mulut comberan kalian adalah ‘Sir’. Kau cacing yang disana, kalau ada yang mau kau muntahkan, muntahkan saja.”

“Sir, ini tindakan kriminal, sir”

“Kriminal biji matamu, cacing! Ini surat persetujuan yang ditandatangani oleh Yang Mulia Raja dan Pimpinan Guild. Kami sudah mendapatkan izin untuk menggunakan kalung budak di tempat pelatihan. Sekarang berhenti berbicara! Kalian angkat beban itu!”

Ini kah efek dari kalung budak? Tubuhku bergerak dengan sendirinya dan mengangkat beban. Berat banget.

“Jawab yes, sir! @#$%^&!!”

“Sir, yes, sir!”

“Tidak kedengaran!!!”

“SIR! YES! SIR!”

“Baiklah, kalian angkat itu. Di lintasan, sekuat tenaga, dua kali! Lari!”

“SIR! YES! SIR!”

Inilah awal dari neraka. Dia memerintahkan kami sampai kami hampir mati. Jika kami sudah sampai batas, mereka akan mengunakan sihir penyembuh dan memerintahkan kami lagi. Selama 3 hari, tidak ada yang kami lakukan selain hanya berlari membawa beban. Kami mulai latih tarung di hari ke 4.

“Bullshit! Kalian tidak akan bisa membunuhku! Tunjukkan semangat bertarung kalian!”

“SIR, YES SIR!”

“Karena sikapku yang keras seperti ini, kalian tidak akan menyukaiku. Tapi semakin kalian membenciku, semakin banyak yang bisa kalian pelajari. Aku keras tapi aku adil. Tidak ada rasis disini. Aku tidak memandang rendah laki-laki, perempuan, manusia, elf, beastman atau dwarf. Di sini kalian semua sama! Tugasku adalah menyingkirkan mereka yang tidak pantas menjadi adventurer. Mengerti kalian?!”

“SIR, YES SIR!!!”

Dari terbit hingga terbenam matahari, kami tidak diperbolehkan untuk istirahat. Petugas medis selalu siaga, sihir penyembuh digunakan untuk siapa saja yang pingsan, kembali bergerak lagi. Setelah matahari terbenam, kami tidur seperti kayu gelondongan.

Dan kemudian dewa memanggil.

“Semuanya kumpul!!!”

Kami segera berkumpul dan berbaris. Kami harus mematuhi semua perkataan dewa.

“Pada kesempatan ini, kalian bisa bertahan hingga akhir pelatihan. Hari ini kalian adalah adventurer. Mulai hari ini hingga ajal menjemput, dimanapun kalian berada, kalian adalah adventurer. Kebanyakan dari kalian mungkin akan berkelana setelah ini. Beberapa mungkin tidak akan kembali lagi. Tapi selalu ingatlah hal ini. Sekarang pelatihan sudah selesai, kalian tidak akan takut dengan apapun. Dengan bangga aku ucapkan, kita adalah adventurer!”

Instruktur melepas kalung budak dan memeluk kami satu-persatu. Kami terguncang dan masih tetap berdiri. Apakah ini sudah benar-benar berakhir? Aku melihat ke sekeliling dan terlihat banyak adventurer senior yang datang menonton kami. Mereka bertepuk tangan untuk kami, ada beberapa ada yang menangis dan ada juga yang bersorak-sorai. Akhirnya tiba giliranku, kalungku dilepas dan instruktur memelukku.”

“Selesai sudah. Aku bangga padamu. Kau bukan kelinci liar lagi. Kau adalah adventurer sekarang. Kenapa kau masih tercengang? Kalian semua sudah bisa keluar dan membuktikannya kepadaku.”

“Ya instruktur!”

Aku menjawab sambil meneteskan air mata. Benar, aku harus membalaskan dendamku. Sampai hari selanjutnya kami masih tetap berada tempat pelatihan untuk menerima perawatan. Petugas kesehatan ingin memastikan kondisi kami. Aku dan teman-teman seperjuanganku membahas banyak hal selama dua hari ini. Kadang-kadang instruktur juga mampir. Pada adventurer juga datang untuk melihat kami. Pelatihan ini dibuat karena dulunya banyak sekali adventurer pemula yang mati, sehingga dibuatlah pelatihan dengan sistem ekstrim seperti ini, untuk memastikan lulusannya benar-benar berkualitas. Pelatihan ini memang seperti bully, tapi tentu saja dikontrol dengan hati-hati. Kami berenam dibebaskan dari tempat pelatihan keesokan harinya.

Karena pelatihan, selain mendapatkan ketrampilan bertarung, aku juga mendapatkan 2 skill baru. Mendapatkan skill tanpa menggunakan skill point benar-benar seperti tangkapan besar.

【Stamina Recovery Enhancement】
Mempercepat pemulihan HP dan stamina. Meningkatkan efek obat dan potion.

【Guts】
Ketika HP turun hingga 0, HP akan tersisa 1. Bisa digunakan sekali dalam sehari.



Status dari versi WN
**************************************************************
Yamano Masaru, Human, Magic Swordsman
【Titel】Laki-laki yang bertarung mati-matian melawan kelinci liar

Level 2
HP 84/42+42
MP 62/62
Strength 18+18
Stamina 20+20
Agility 11
Skill 16
Magic Power 25

Skill Point 11P
Fencing Level 4, Physical Enhancement Level 2, Skill Reset, Razgrad World Standard Language
Life Magic, Clock, Fire Magic Level 3 
Shield Level 2, Evasion Level 1, Spearmanship Level 1, Hand-to-Hand Combat Level 1, Stamina Recovery Enhancement, Guts
**************************************************************

loading...