Thursday, 5 January 2017

Isekai ni Tensei Shitandakedo Ore, Tensai tte Kanchigai Saretenai? Chapter 11 Bahasa Indonesia


Translator: Ernesta Yuki
Editor: Ise-kun

Chapter 11 : Penelitian Alice-chan

---- Sudut pandang Arakawa Kouki ----

"Apa yang harus ku lakukan untuk subjek penelitian..." [ Alice ]

Beberapa waktu yang lalu setelah hampir mendapatkan serangan dari sebuah rudal balistik, kami bertiga, seperti biasa, makan di kantin sekolah saat Alice-chan mengatakan itu sambil menghela napas.

"Aku sudah memutuskan" [ Saitou ]

Saitou-kun yang rakus berusaha untuk membalas Alice-chan sambil melahap semangkuk Donburinya, tapi itu sia-sia.
(Note: Kayaknya si Alice nggak denger omongannya Saitou :v )

Sekarang kau mengatakannya, di hari lain Sensei mengatakan sesuatu tentang setiap murid akan membuat studi dan melaporkannya secara regular.

Meskipun ini tidak ada hubungannya dengan ku...

Aku ingin mencoba meneliti logam baru yang ku lihat tadi di fasilitas penelitian, tapi aku tidak memiliki akses pendanaan atau fasilitas seperti yang mereka lakukan.

Lagipula, ketika aku berkonsultasi dengan kepala sekolah tentang studi, dia bilang "Itu tidak perlu!" dengan ekspresi panik.

Tapi, penelitian Alice-chan ya...?

"Kau bagus di farmasi kan? Jadi kenapa tidak melakukan itu?" [ Kouki ]

Ketika aku mengatakan itu, untuk beberapa alasan dia mulai menatapku dengan

*Jiii----*

Tunggu, tidak, kalau kau menatapku seperti itu, aku akan mulai merasa aneh. Untuk saat ini, aku hanya akan memalingkan mataku karena aku tidak yakin apa yang harus kulakukan.

"Maukah kau menolongku?" [ Alice ]

Bagaimana aku bisa mengatakan tidak ketika kau melihatku dengan mata memelas!? Baiklah, aku akan membantumu, dan Saitou-kun juga akan membantu dengan segala kekuatannya juga.

Mendengarku mengatakan itu, Alice-chan dengan gembira mengisi bidang subjek penelitian pada hasil cetak ku.

Yah, untuk beberapa alasan Saitou-kun gemetaran dengan mata berkaca-kaca sambil bergumam "Waktu penelitianku...". Dia gemetaran tapi aku yakin dia senang bisa membantu Alice-chan.

Meskipun ruang bawah hidungmu memanjang, dengan senang hati.
( TLN : ohh maksudnya ruang bawah hidung memanjang itu kayak waktu di anime mikirin hal" Ecchi itu lho *menurut TLR Eng nya )

"Untuk sekarang, ku pikir aku ingin meningkatkan hal-hal seperti antibiotik" [ Alice ]

Hmm, meningkatkan apa yang sudah kita miliki kah... Jika itu yang harus aku lakukan sepertinya itu cukup mudah.

Tapi bagaimana kita akan menguji efektivitasnya?

Bahkan jika ibu entah mengapa selalu ngedrop dengan musim panas yang dingin, tidaklah mungkin agar aku bisa menyuntikkan obat baru tersebut pada tubuhnya! Jika Saitou-kun ada diposisiku dan kau bertanya begitu, aku akan bersedia menjadi subjek tes, tapi...

Tidakkah kau bisa memikirkan pengujian terhadap dirimu sendiri!? Jika begitu, maka aku akan sangat tidak setuju.

Aku bertanya padanya tentang keprihatinanku.

"Bagaimana dengan subjek tes? Apakah Saitou-kun tidak bisa?" (Kouki)

"Fuhi! Ke-kenapa itu berakhir dengan aku yang melakukannya?... Tapi jika itu demi Alice-chan aku akan melakukan yang terbaik!" (Saitou)

Alice-chan bilang "Ah..." dengan kaku.

Saitou-kun, aku tidak berpikir itu bagus bagimu mempertaruhkan hidupmu untuk mendapatkan impresi baik, kau tau!

"Bisakah kita mendapatkan seseorang seperti Ibu Arakawa-kun untuk mengujinya pada beberapa sampel virus di salah satu laboratorium khusus?" (Alice)

Hmm, Ibu ya. Aku seharusnya bisa mendapatkannya jika aku menanyakannya... Maksudku, aku tidak bisa membiarkan Saitou-kun menguji itu, aku tidak ingin kehilangan teman.

Ketika aku mengatakan pada mereka kalau aku tidak keberatan berbicara dengan ibuku tentang hal itu, aku senang melihat Alice-chan sangat senang. Lagipula, siapapun akan senang untuk bisa menyenangkan seorang gadis yang cantik.

Atau begitulah yang kupikir, tapi apa yang menunggu kami adalah mimpi buruk...

Dari hari itu sepulang sekolah kami melakukan penelitian baru di laboratorium Alice-chan, dan itu hebat, tapi ada satu kejutan yang tak terduga.

"Saitou-kun, apa yang seharusnya dilakukan selanjutnya?" (Kouki)

"Jika ingatanku benar, kau harus mengukur konsentrasi menggunakan kertas itu. Fuhi!? Apa yang harus kita lakukan, itu benar-benar terbakar" (Saitou)

Alice-chan memperlakukan pekerja dengan kasar, pada kenyataannya, pelanggarannya benar-benar konyol.

Aku ingin menyatakan keluhan padanya, tapi jika dia(Alice) mengatakan "Aku minta maaf" dengan mata berair, tidak mungkin aku bisa memarahinya. Hari ini juga, mengambil orang yang bersangkutan, aku melanjutkan dengan apa yang diberitahu padaku. Sebenarnya, dia(Alice) mencoba yang terbaik juga, dan meskipun kita semua ingin memamerkan point kuat kami, kami bekerja dengan diam.

"Arakawa-kun" (Saitou)

Saitou-kun bergerak menuju lokasiku dengan tampang yang serius pada wajahnya. Ada firasat kehancuran yang mengerikan berkeliaran tetapi untuk sekarang aku akan mendengarkan apa yang salah.

"Aku mengacaukan jumlahnya, aku tidak sengaja membuat kuantitasnya dua kali lipat." (Saitou)

Apa yang harus kita lakukan... Jika kita akhirnya mengulang kembali, kita akan melakukan itu dengan beban kerja yang sangat komplek lagi dari awal.

Jika itu hanya tentang kekacauan jumlah maka ntah bagaimana tetap masih bisa.

"Saitou-kun, tidak ada yang terjadi, paham? Kau hanya lelah." (Kouki)

Ketika aku mengatakannya dengan ekspresi serius, Saitou-kun mengulangi kata-kata itu kembali padaku seperti yang kuperintahkan, dan berbalik kembali ke pekerjaannya.

Sekarang, mari kita kembali bekerja di bagianku. Aku sudah sejauh ini, hanya perlu sedikit lagi dan pekerjaan ini akan selesai...

"Arakawa-kun, Arakawa-kun!!" (Saitou)

Merasa seorang memanggil namaku, aku bangun terkejut. Rupanya aku ketiduran...

Aku melihat jam dan melihat kalau itu sudah lebih dari 20 menit.

Ini Buruk. Sangat Buruk.

Bangun terburu-buru, aku mengintip ke mesin pemisah dan jadi terdiam, ada sesuatu disana yang tidak ku mengerti. Saat aku putus asa terhadap bagaimana usahaku sudah terbuang percuma, seseorang menepuk pundakku. Aku menoleh dan Saitou-kun, dengan ekspresi serius berbicara.
(TL Note : Aku gak tau alat macam apa itu... di TL Eng dibilang "Centrifuge" dan di RAW nya katanya "分離機" dan karena aku gak bisa bacanya jadi ngikutin Engnya )

"Tidak ada yang terjadi, kan? Tidak ada yang terjadi."

Ia mengatakan itu... seolah semacam nyanyian mantra, menarik.

Itu benar... Pada khususnya tidak ada yang benar-benar terjadi.

Aku lalu melanjutkan pekerjaanku sambil mengulangi kata-kata itu.

Satu demi satu, lebih dari 3 ini (Tak ada) terjadi setelah itu, tapi entah bagaimana aku berhasil menyelesaikan kalimat yang Alice-chan tugaskan.

Saat kami berdua duduk kelelahan, Alice-chan datang dari laboratorium lain.

"Maaf tentang itu! Aku haru pergi mencampur obat disana karena tidak bisa dilakukan disini. Ngomong-ngomong, apakah kau sudah selesai dengan apa yang kuminta? (Alice)

Saat aku menyerahkan bagian yang pada awalnya aku yang bertanggung jawab (Yang di beberapa titik berubah menjadi sesuatu yang lain), Alice-chan memelukku erat.
(TL note : Oh boy... youre get it... not like me ; w ;)

"Terima kasih banyak! Dengan ini, kami akhirnya dapat membuat prototipe!" (Alice)

Dia mengatakan itu, dengan senang. Dengan peningkatan tensi yang berbeda dari Alice-chan, kami hanya bisa menyembunyikan rasa bersalah kami seperti saat kami mengamati pencampuran yang dilakukan.

"Saitou-kun, apa kau pikir obat itu akan menjadi efektif?" (Kouki)

"Aku sangat meragukan itu" (Saitou)

Meski begitu, ini adalah sesuatu yang tidak bisa lagi dikatakan. Sebagai janji antar laki-laki, kami memutuskan untuk menjadikan hal ini rahasia. Saat obatnya selesai, Alice-chan dengan senang hati berbicara.

"Tolong beri ini pada ibumu, dan mintalah dia untuk mencobanya pada sampel virus, apapun tidak apa-apa."

Dan, saat aku membawa ampul itu pulang, tiba-tiba saja aku merasa sangat lelah.
( TL note : Ampul itu sejenis tabung buat nyimpan sampel" yang ada di lab" itu lho *Kayaknya* )


---- Sudut Pandang Arakawa Miki----

Mengusung ampul yang disampaikan padaku oleh Kouki kemarin malam, aku tiba di Laboratorium Penelitian Virus.

Aku mendapat penjelasan dari Kouki kalau itu adalah virus pengobatan yang dibuat dari kerja sama dengan teman-temannya di akademi. Untuk saat ini, aku diberitahu untuk mencobanya pada beberapa sampel virus. Tapi aku tidak tau apa jenis sampel yang harus ku uji.

"Kalau ini dari anakku, pastinya ini bukanlah sampel biasa." (Miki)

Untuk memulainya, aku memutuskan untuk menggunakan pada virus dengan keamanan tingkat 3, tapi aku tidak bisa mendapatkan efek apapun. Setelah merenungkan hal itu sebentar, aku beralih ke tingkat keamanan 4.

"Bukan Cacar ataupun Ebola ya..." (Miki)

Jenis sampel apa yang harus digunakan pada itu?

Jika aku bisa, aku ingin mengujinya pada sampel mulai dari tingkat kelas satu tapi sayangnya tidak ada cukup ampul.

Mungkinkah ini adalah produk gagal? Kadang-kadang peralatan yang digunakan di akademi bisa salah, tapi teman-teman Kouki dari sebelumnya adalah anak-anak yang sangat luar biasa.

Kemudian, ide tiba-tiba mencul dalam pikiranku.

Aku jadi sangat bersemangat, karena jika jalur yang kupikir benar, maka mereka harus menulis ulang buku teks!

"Nyonya Arakawa, itu berbahaya! Itu adalah sesuatu yang manusia tidak siap untuk menangani yang belum anda tau!?" (Peneliti)

Para peneliti institusi mencoba menghentikanku, tapi aku tidak merasa seperti mendengarkan hal itu.

Aku berada di tingkat bawah tanah kedelapan yang dilindungi oleh sebuah pintu tebal khusus setinggi 2 meter. Jika diperlukan, semua manusia di ruang bilik isolasi ini akan dibakar.

Aku dengan hati-hati mengambil sampel virus dan menggunakan isi ampul di atasnya.

"Tidak mungkin... sampelnya benar-benar bekerja." (Miki)

Aku tidak percaya apa yang terjadi di depan mataku. Aku menggunakan semua isi yang tersisa dan memeriksa hasilnya berkali-kali dan setiap kali aku melakukannya hasilnya tetap sama.

Kita perlu menghubungi Organisasi Kesehatan Dunia segera... kita juga perlu menghubungi sekolah dan meminta catatan penelitian mereka.

Virus yang dipengaruhi oleh ampul yang ku uji, adalah virus dunia yang dikategorikan di bawah level 5 yang disebut "Tragedi Eropa"
( TL note : Kayaknya ada hubungannya dengan Black Death?)


---- Sudut Pandang Alice Alford----

Sebuah insiden besar terjadi!

Ternyata obat yang kami kembangkan efektif pada Virus "Tragedi Eropa". Karena itu, laboratoriumku telah ditutup sejak kemarin.

Meskipun ada beberapa hal baik yang datang, ayah yang biasanya diam dan ketat padaku dan yang sangat aku hormati, dan yang membuatku menjadi belajar tetang farmasi sangat memujiku. Sambil memelukku dia berbicara.

"Kamu melakukannya dengan baik. Kamu kebanggan ayah" (Ayah Alice)

Dia bilang.

Jika ingatanku benar, aku ingat mendengar kalau kakek ayahku telah meninggal karena "Tragedi Eropa"

Dia telah mengatakan padaku kalau itu adalah alasan dia menjadi seorang peneliti, jadi aku mungkin telah merampok penelitian ayahku, tapi ketika aku bertanya kepadanya

"Apa yang kamu bicarakan. Kamu berhasil melakukan apa yang gagal ayah lakukan, kamu harusnya melapangkan dada dan bangga pada dirimu." (Ayah Alice)

Aku sangat sangat senang, dan entah bagaimana akhirnya menangis di dada ayahku.

Aku telah mengatakan terima kasih kepada Arakawa-kun dan Saitou-kun tapi,

"Kami serius, tidak ada yang terjadi!" (Kouki dan Saitou)
[TL note : Sebenarnya sih ada?]

Keduanya berusaha untuk memberikan semua penghargaan padaku.

Meskipun aku mengatakan pada mereka kalau ini adalah sesuatu yang tidak bisa kulakukan, mengapa mereka berdua tersenyum pahit tanpa melihat mataku?

Pada akhirnya, aku setidaknya berhasil untuk menghargai mereka dengan menerbitkan nama mereka sebagai Asisten Peneliti...

Aku penasaran, kapan hari ketika aku akhirnya bisa membayar hutangku pada mereka akan datang? Pada saat itu, apa pun yang terjadi, aku memutuskan kalau aku akan menjadi kekuatan mereka.

Pada tahun 2102, Organisasi Kesehatan Dunia secara resmi mengumumkan obat untuk "Tragedi Eropa". Pencipta, Akademi Internasional Sains dan Teknologi [Alice Alford], [Saitou Shingo], dan [Arakawa Kouki].

Previous ChapterDaftar Isi – Next Chapter
loading...