Sunday, 8 January 2017

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 1 Bahasa Indonesia


Translator: Beo Novel
Proofreader: Ise-kun

Chapter 1: Mulai Besok, Mari Kita Berusaha Keras 

Pertama-tama, mari kita periksa item-itemnya.
Item 2000 Gold
Daging Kelinci Liar x5, Bulu Kelinci Liar x5
Camping Set
Normal Clothes, Boots, Knife, Beginner’s Potion x10



Pakaianku saat ini adalah kaos bertudung abu-abu dan celana jeans, serta sandal sebagai alas kaki. Aku mengeluarkan normal clothes dan boots dari item bag dan mengganti pakaianku. Pakaian yang agak sedikit ketat tapi bahannya kuat. Boots terlihat cukup biasa, ukurannya pas. Pakaianku dideskripsikan sebagai normal clothes, jadi tidak mencolok saat di kota. Camping Set memiliki penyimpanan air yang bisa diisi dengan sihir air dan menghilangkan dahagaku. Aku akhirnya bisa tenang.



“Itu kotanya. Bahkan kelinci pun tidak akan bisa masuk dan menyerang kesana.”



Berjalan sekitar 30 menit, tembok mulai terlihat dari kejauhan. Kota itu tampak dikelilingi oleh tembok yang tinggi. Aku mendekat kebagian kirinya dan melihat sesuatu seperti pintu gerbang, jadi aku berjalan kesana. Ada sebuah jalan besar saat aku mendekat ke kota dan 2 prajurit yang memegang tombak berdiri di pintu gerbang. Mereka bertubuh besar dan untuk penampilan, mereka terlihat seperti orang asing.


“Tanda pengenal”



Efek dari skill Razgrad World Standar Language, aku bisa mengerti apa yang mereka katakan.



“Apa? Kau tidak punya tanda pengenal? Kalau begitu kemarilah.”



Aku dibawa oleh salah satu prajurit ke bangunan yang ada di sebelah pintu gerbang.



“Bisa menulis? Tulis nama dan asal mu disini.”



Sembari berkata seperti itu, dia mengeluarkan sebuah buku catatan. Aku bisa membaca tulisan dan aku merasa seperti aku bisa menulis, aku mengambil pena dan mencoba menulis namaku. Aku bisa menulis seperti biasa. Aku bisa mengerti apa yang kutulis. Aku tidak bisa berbahasa Inggris, tapi kalau seseorang mahir dalam menguasai bahasa asing, seperti inikah rasanya? Karena efek dari Skill, aku bisa menulis dan membaca pada level yang sama dengan kemampuan bahasa Jepangku. Apa yang harus kutulis mengenai asalku? Akan kutulis alamat tempat tinggal orang tuaku.



“Yamano Masaru? Umm? Aku tidak pernah mendengar nama seperti ini.”

“Ya, itu nama dari daerah perdesaan, hehehe.”



Entah bagaimana mereka tampak puas dengan jawabanku. Mudah sekali.



“Apa yang membawamu kesini?”

“errr, Saya ingin ke Adventurer Guild, jadi….”

“Kau datang dari perdesaan untuk menjadi adventurer?”



Prajurit itu menatap tajam ke arahku.



“Biaya  masuk ke kota adalah 10 Gold. Kalau kau menunjukkan tanda pengenal dari Guild, biaya masuknya gratis. Pertanyaan selanjutnya, kau tidak punya catatan kriminal kan?”

“Tidak, tidak ada.”



Aku membuka Menu membayangkan [10 Gold] dan uangnya muncul di tanganku. Tampak seperti copper coin. Ada 10 copper coin, berarti 1 koin sama dengan 1 gold? Aku menyerahkannya kepada prajurit untuk dihitung.



“Baiklah, selamat datang di kota Siory. Kau akan tau lokasi Guild setelah melewati pintu gerbang ini, cukup jalan lurus ke depan. Jangan keluarkan pedangmu di dalam kota. Dilarang bertarung mengunakan senjata atau sihir di kota.”



Cukup ramai di dalam kota. Di dekat pintu gerbang, warung kaki lima berjejer berdampingan, makanan dan benda-benda yang asing bagiku ada dijual disitu.



“Hei anak muda, mau beli sesuatu? Daging kelinci panggang ini sangat lezat. 1 gold untuk setiap potongnya.”



Aku jadi ingat, aku belum makan apapun hari ini sejak aku keluar dari rumah. Aku mengambil 1 gold dan mendapatkan 1 tusuk. Baunya enak. Rasa asin dan kelembutan dagingnya melebur di mulut. Karena aku suka, aku membeli 5 tusuk lagi untuk dimakan sambil berjalan. Aku bisa berkomunikasi dengan bahasa dunia ini dan makanannya juga tidak buruk. 1 tusuk seharga 1 gold, berarti setara dengan 100 yen, kalau 2000 gold berarti setara dengan 200000 yen. Untuk saat ini, hidupku akan baik-baik saja.



Saat aku menghabiskan makananku, aku bisa melihat bangunan besar yang menonjol. Siory Trade Guild tertulis di papan pengenalnya. Di sampingnya ada bangunan lain dengan tulisan Adventurer Guild. Orang-orang sangar bersenjata keluar-masuk dari bangunan itu. Saat di pintu masuk, banyak yang menatap ke arahku dan tanpa banyak berpikir, aku langsung berbalik. Tinggalkan urusan Adventurer Guild untuk besok, uhum. Pertama cari penginapan. Oke, karena aku akan berusaha keras mulai besok!



Aku kembali ke jalan dan bertanya kepada orang tua yang berjualan sate apakah dia tahu tempat penginapan yang bagus. Aku diberitahu mengenai penginapan yang biasa digunakan oleh adventurer, namanya Dragon Breath Pavilion. Untuk menginap semalam, termasuk sarapan, harganya 20 gold. Ada ruang makannya, jadi kalau punya uang, juga bisa makan siang dan malam disitu. Sepertinya pelayanan di situ tidak mahal dan makanannya juga enak.



Setelah kuperhatikan, kota ini, apakah dibangun dengan perencanaan tata kota yang baik? Jalan-jalan dibuat dengan teratur dan berkat rancangan ini, bahkan kalau kau mengunjungi kota ini untuk pertama kalinya, mustahil kau akan tersesat.
Penginapannya berlantai 2 dan luas di bagian dalamnya. Apakah ada sekitar 50 orang yang duduk di sini? Ada juga 5 orang yang duduk terpisah. Aku disambut oleh seorang wanita tua saat aku masuk.



“Selamat datang. Silakan pilih meja yang kosong.”

“Tapi saya mencari penginapan.”

“Sayang, ada pelanggan yang mencari penginapan.”



Dari dalam, seorang laki-laki tua yang kurus dan botak keluar.



“Untuk semalam harganya 20 gold, termasuk sarapan. Ada ruang makan untuk siang dan malam, kau bisa pesan disana.”



Sama seperti info yang kudengar, aku pun membayar 20 gold dan mereka memanduku ke ruangan yang ada di lantai dua. Ruangan kecil dengan satu tempat tidur, tapi aku senang melihat ruangannya bersih. Selimut terlihat seperti baru dicuci. Tidak ada kunci, tapi ada grendel di bagian dalam, jadi aku bisa tenang. Aku melepas boots ku, berbaring di tempat tidur dan membuka Menu.




Status dari versi WN
**************************************
Yamano Masaru, Human, NEET



Level 1
HP 34/17+17
MP 25/35
Strength 5+5
Stamina 5+5
Agility 4
Skill 11
Magic Power 17

Skill Points 9P



Fencing Level 2, Physical Enhancement Level 2, Skill Reset, Razgrad World Standard Language
Life Magic
**************************************



HP & MP sudah pulih, tampaknya pulih secara perlahan seiring waktu berlalu. Aku harus memeriksa bagian ini juga. Prioritas utama adalah skill.



【Fencing Level 2】
Kemampuan menggunakan pedang. Setara tingkat prajurit biasa.
【Physical Enhancement Level 2】
+100% bonus untuk Strength, Stamina dan HP.



Sebagai layanan khusus yang kudapat, keduanya merupakan skill yang sangat berguna. Ada 9 poin yang tersisa, aku memikirkan 2 opsi. Meningkatkan Fencing dan Physical Enhancement atau meningkatkan kekuatkan sihir dan mempelajari sihir. Untuk sihir, butuh 5 point untuk mengambil Fire Magic dan totalnya 7 poin untuk menaikkan ke level 2. Kalau aku mempelajari sihir, masalahnya adalah pemakaian MP. Aku harus memeriksanya terlebih dahulu.



Di antara 3 bagian Life Magic, api dan air tidak bisa digunakan di dalam ruangan, jadi aku mencoba Cleanup Magic. Sekarang aku punya 25 MP. Pertama aku akan membersihkan tubuhku. Uhum, entah bagaimana aku merasa segar. Bau keringat juga sudah hilang. 22 MP tersisa. Aku ingat kalau aku belum mengosok gigi dan mencoba Cleanup Magic di dalam mulutku. Dalam sekejap mulutku terasa segar. Sangat praktis. MP turun jadi 21. Apakah MP berkurang tergantung pada luas area yang dibersihkan?



Aku ingin tahu, apakah seluruh ruangan ini bisa dibersihkan? Meskipun ruang ini cukup bersih, tapi aku baru saja meninggalkan jejak kaki berlumpur di lantai. Anggap areanya sama dengan 5 kali tubuh, apakah cukup dengan 15 MP? Aku menggunakan Cleanup Magic dan lantai menjadi bersih berkilauan. Tepat 15 MP yang digunakan, menyisakan 6 MP. Kelihatan mudah untuk mengontrol penggunaan MP.



Aku menggunakan 6 MP yang tersisa untuk membersihkan pakaianku. Saat aku menggunakannya, lututku kehilangan kekuatan dan jatuh, aku kehilangan kesadaran dan pingsan ke lantai.



Saat terbangun di lantai, hari sudah senja. Kepalaku terasa berat. Apakah aku pingsan karena menggunakan semua MP ku? Untung saja sebelumnya aku membersihkan lantai. 3 MP sudah pulih. Bahaya sekali kalau MP sampai habis. Belajar sihir akan di lanjutkan setelah aku bisa meningkatkan jumlah MP ku sedikit lagi.



2 poin masih tersisa setelah 7 poin kugunakan untuk Fencing. Sambil memilih skil-skill lain, aku menggunakan 1 poin untuk Clock Skill dan kemudian tanggal dan waktu di tampilkan di Menu. Berdasarkan itu, hari ini tanggal 22, bulan 9, tahun 613, dan jam 17.08
Kalau di Jepang,  sedang akhir musim panas kan? Tapi kalau dipikir-pikir, sekarang ini terasa seperti cuaca musim gugur dengan suhu yang cukup sejuk.



Clock
Waktu dan tanggal ditampilkan di Menu. Termasuk fungsi alarm.
Fencing Level 4
Kemampuan menggunakan pedang. Setara dengan kemampuan Knight papan atas.



Aku mengeluarkan copper coin dari item bag. Aku melemparnya ke langit-langit. Aku mencabut pedangku, membelah copper koin dan menyarungkan pedangku kembali. Yang baru saja kulakukan disebut laido.
Copper koin yang jatuh kelantai terbelah 2 dengan sempurna. Tak diragukan lagi, sudah layak disebut keahlian papan atas.



“Luar biasa. Aku tidak pernah melakukan kendo sebelumnya, tapi aku bisa melakukan ini padahal masih level 1.”



10 poin untuk meningkatkan Fencing ke level 5? Sepertinya level selanjutnya adalah batasannya.
Tiba-tiba semangatku merosot. 


loading...