Thursday, 29 December 2016

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 46 Bahasa Indonesia


Chapter 46: Pemburu Pemula ③

Hari ini, kami melanjutkan menuju lantai 11 Labyrinth of Golgo. Itu karena kami mendengar kalau ada sesosok Kobold rangking tinggi yang muncul di lantai 11. Apa yang membuatku tertarik adalah High Kobold Priest. Tidak hanya dapat menggunakan 【White Magic】, tapi juga bisa menggunakan 【Enchant Magic】 sampai ke level 4. Kalau aku bisa mendapatkan skill itu, aku akan bisa menggunakan buff «Energy Absorption» dan «Magic Absorption»

Sedari kemarin, kami menemukan batu sihir sempurna rangking 4, hal tersebut memungkinkan untuk melakukan penguatan terhadap belatinya Nina.

"Party yang kemarin masih belum kembali?"

"Aaah... Sangat disayangkan, tapi kecerobohan kecil memang dapat membuat hidupmu berakhir."

"Kejadian tersebut tidaklah jarang. Dan monster memakan mayat mereka sehingga mengeluarkan mayatnya dari dungeon adalah mustahil."

Ada beberapa informasi di guild yang dimana akhir-akhir ini banyak para pemula tidak yang kembali dari dalam dungeon.

Awalnya mereka berkata kalau para pemula itu kurang persiapan sebelum masuk ke dalam dungeon. Akan tetapi mereka tidak sebodoh itu untuk tetap terus masuk ke dungeon hanya untuk menguji kekuatan mereka dengan nyawa sebagai taruhannya. Minggu ini, tidak ada pemula baru yang kembali pulang, satu pun tidak ada. Jadi, rumor mengenai seseorang yang memburu para pemula mulai menyebar. Tentu saja, aku yakin kejadian ini adalah ulahnya trio yang kemarin. Itulah kenapa aku berjalan dengan hati-hati.
(TL Note: Sekedar mengingatkan, posisi Yu dkk ada di dalam dungeon dan sedang menuju lantai 11)

Aku menggunakan 【Specter Magic】 untuk membangkitkan dua mayat hidup. Aku memberikan perintah ke salah satunya untuk pergi ke ruangan boss di lantai 11 dan seperti yang aku pikirkan, yang berikutnya langsung dikirim ke lantai 11. Setelah memastikan situasinya aman, aku memasuki lantai 11.

"Prioritas utama kita adalah untuk mencari kobolds rangking tinggi. Tolong berhati-hatilah, dan kalau kalian menemukan sesosok High Kobold Priest, tolong serahkan itu padaku." (Yu)

"Baiklah!" (Nina)

"Akhirnya, aku bisa mencoba sihir baruku." (Lena)

Tidak berlangsung lami bagi kami untuk menemukan monster-monster itu. Mereka adalah party empat orang, High Kobold, High Kobold Fighter, High Kobold Wizzard, dan High Kobold Priest.

"Go me ~n ne" Itu adalah kata-kata yang biasa Nina gunakan sebelum membunuh musuhnya. Dalam sekejap, dia sudah memotong leher High Kobold Wizzard. Kecepatan ngeblink-nya benar-benar luar biasa. Aku harus cepat mengatasi priest-nya.
(TL Note: "Priest" enaknya di TL apa ya? "Pendeta" rasanya ga cocok dah)

"Hya!" Lena menggunakan sihir elemen petir rangking satu «Thunder Strike». Sihirnya mengenai Kobold dan Kobold Fighter. Mereka tidak terlihat mati, tapi terlumpuhkan karena kejutan listriknya.

Sementara itu aku menggunakan 【Depriver】 kepada Kobold Priest. Aku berhasil mendapatkan 【Enchant Magic】 dan juga beberapa ingatan sihir penguatan ke dalam otakku. Aku langsung mencoba salah satunya, «Casting Speed Up» kepada Lena.

"Sepertinya sama sekali tidak ada masalah dengan lantai 11." (Yu)

"Ehehe~ Ekornya High Kobolt itu bisa dijual lho~" (Nina)

Daging High Kobolt itu sangatlah buruk dan tidak ada permintaan juga untuk kulitnya, tapi hanya ada untuk ekornya.

"...Sihir petir sangat keren" (Lena)

Ketika aku sedang melakukan 【Skinning】 ke koboldnya, Lena nampak senang dengan sihir barunya. Ngomong-ngomong, karena aku melihat Lena menggunakan sihir elemen petir, sekarang aku juga bisa menggunakannya.
(TL Note: Sekarang Yu punya rasengan kayak Kakashi? Tak kira matanya hanya bisa menganalisa, tapi sekarang juga bisa meng-copy sihir?)

Setelah itu kami melanjutkan dengan mulus, dari lantai 11 ke lantai 19, hanya ada High Kobold yang muncul. Kami menemukan satu kotak harta yang dimana terkunci. Nina dapat membukanya tapi kotaknya hanya berisi satu cermin silver. Mungkin itu bisa dijual ke beberapa bangsawan dengan harga tinggi. Tentu saja, 【Enchant Magic】 sudah mencapai level 4 dari merampas banyak High Kobold Priest.

Aku membangkitkan mayat hidup untuk memeriksa ruangan bosnya.

"Boss di ruangan berikutnya adalah sesosok golem besi dengan empat golem sebagai bawahannya." (Yu)

Aku memperbaharui buff ku dan kemudian melanjutkan kembali. Setelah beberapa saat, boss dan bawahan-bawahannya muncul.

"Sesosok golem itu susah buat diserang. Aku nggak bisa bertarung dengan baik." (Nina)

Nina takut untuk merusak belatinya lagi karena kerasnya golem besi itu luar biasa.

"Tidak masalah" Kata Lena yang sembari merapal «Earth Wall». Biasanya sihir itu digunakan untuk memblok serangan, tapi sekarang dia menggunakannya untuk menjebak kakinya golem. Seperti yang diduga, dia melihat ke bagaimana aku mengimplementasikan sihirku dan menyalinnya juga. Setelah itu, satu demi satu golem-golem itu terjebak dan dia tanpa ampun mengaktifkan «Thunder Strike».

Sihir Lena dapat menyebabkan beberapa retakan di tubuh golem-golem itu. Serangannya nampak sangat efektif. Akan tetapi, golem besi itu dapat berhasil keluat dari jebakan dan sedang menuju ke arah Nina. Dia mengayunkan pukulannya untuk mencoba menghancurkan Nina, tapi meleset.

"Hentikan.."

Lena saat ini sudah merapal «Fireball». Meskipun begitu keringat yang menetes darinya menjelaskan kondisinya. Beberapa udara berkumpul dan terkompresi menjadi api. Itu adalah sihir milik Megumin rangking 4, «EXPLOSION».

Tubuh golem besi menerima serangan dan retakan tubuhnya meledak menjadi berkeping-keping karena sihirnya.

Pecahannya terbang ke berbagai arah. Nina dapat menghindarinya menggunakan kelincahannya, Lena melindungi dirinya sendiri menggunakan 【Barrier】, sementara aku, aku tidak punya waktu untuk merapal «Earth Wall». Bukan karena aku tidak cukup cepat, tapi karena aku terkejut melihat ada seseorang yang cukup bodoh dengan menggunakan sihir «Explosion» di dalam dungeon. Bagaimana jika dungeonnya runtuh? Jadi ya hasilnya adalah beberapa pecahannya mengenaiku.

"Kau seharunya ngasih peringatan dulu kek kalau mau ngelakuin itu!!" (Yu)

"Nggak.. Itu spontan... Ugya.." (Lena)

Aku memukul kepalanya Lena. Tentu saja itu adalah keputusan bodoh untuk menggunakan sihir semacam itu di dalam dungeon.
Untungnya kerusakan terhadap ruangannya tidaklah besar. Dari kotak harta, kami menemukan dua item.

__ _

Large Steel Sword (rank 6): Kemungkinan memberikan kelumpuhan pada serangan

__ _

Steel Bracelet (rank 6): Meningkatkan pertahanan.

__ _

"Ah, nggak terlalu bagus."(Yu)

"Sayang sekali~" (Lena)

"Nina, apa yang kau lakukan dari tadi?" (Yu)

Nina mengelus-elus tubuhku dari tadi. Bukan, lebih tepatnya bokong daripada tubuh.

"Apa tubuhmu nggak apa-apa dari pecahan-pecahan tadi?" (Nina)

"Kau bertanya mengenai tubuhku tapi kenapa kau malah nyentuh bokongku?" (Yu)

"Itu cuman... reflek? Ugya"

Aku mengirimkan chop ke kepala Nina. Aku dan Lena mengamatinya dengan wajah yang tidak bisa aku mengerti dan itu membuatku frustasi.

loading...