Tuesday, 20 December 2016

Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Arc 4 Chapter 5 Bahasa Indonesia


Translator: Kirz
Editor: Ise-kun

Gabung ke grup FB kami untuk mengetahui perkembangan novel-novel garapan kami dan juga chat-chat ga jelas bersama kami https://www.facebook.com/groups/IsekaiNovelTranslation

Jangan lupa untuk menvoting calon maskot kami dalam kontes menggambar maskot di  http://www.isekainovel.com/p/kontes-menggambar-maskot.html

Volume 4 Chapter 5: Emilia-ha (Fraksi Emilia)

Seperti yang Frederica katakan, dua hari telah dihabiskan untuk persiapan keberangkatan mereka ke Sanctuary.

Disela-sela tugasnya di Mansion, Frederica telah menyempatkan diri melatih Patrasche didalam kandangnya terkait lokasi dari Sanctuary. Dikarenakan dirinya memiliki tanggung jawab penuh terhadap sebagian besar tugas yang ada di Mansion, Subaru pun menyarankan kalau Ia bisa meringankan bebannya dengan cukup memberitahu lokasi dari 'Sanctuary' itu secara langsung, akan tetapi...

"Maafkan aku, tapi lokasi dari Sanctuary begitu penting bagi Tuan kami. Sebagai pelayannya, aku tidak boleh bertindak gegabah terhadap masalah ini. Aku bahkan memilih untuk tidak pula mengajarkan mengenai hal ini kepada seekor naga darat kalau aku bisa menghindarinya" (Frederica)

Dengan begitu sopannya ia menolak untuk memberitahunya.

Meskipun Subaru tidak dapat menerimanya, memproteskan sikap kehati-hatiannya Roswaal yang terlalu berlebihan ini tidak akan pula membuat dirinya dapat mendekati Sanctuary. Dan mengingat bagaimana semua kekacauan yang telah terjadi, Subaru tak ada pilihan lain selain menerima keputusannya Frederica.

Sehingga, Subaru menghabiskan dua hari kosongnya dengan berinteraksi bersama para penduduk desa, dan, kembali kepada perannya sebagai pelayan, dengan melaksanakan beberapa tugas pelayan yang ada di Mansion.

Sementara itu, mengerutkan bibirnya dalam kekesalannya terhadap Puck yang tetap saja tak kunjung muncul, Emilia, yang juga tidak memiliki sesuatu untuk dilakukan, secara malu-malu mau mengikuti Subaru mendatangi para penduduk desa dan berusaha untuk menjaga jarak antara dirinya dengan para penduduk desa. Dan juga, membaca segala macam buku dan beberapa tulisan yang tidak dapat dimengerti oleh Subaru, dia menghabiskan waktunya dengan menambah ilmu pengetahuannya.

Ketika mereka berdua menghabiskan dua harinya dengan cara mereka masing-masing, beberapa perubahan telah terjadi.

Yang pertama adalah,

"Aaaah! Kenapa semuanya numpuk gini! Beberapa dokumen yang harus segera diurus, beberapa dokumen yang bisa langsung dibuang setelah selesai dibaca, dan beberapa dokumen yang nggak ada gunanya juga untuk dibaca, sejak kapan dokumen-dokumen ini tidak tersusun rapi sehingga berhamburan kaya gini......!" (Otto)

Menggaruk kepalanya dengan keras sambil menggerutu, Otto menyusun dokumen-dokumen disekelilingnya dengan kecepatan yang tidak biasa. Secara cepat memperhatikan dokumen dan isinya, lalu dia melemparkannya pada satu tumpukan besar yang tersusun di meja, lalu selanjutnya, dan selanjutnya lagi, Ia memisahkan dan mengatur tiap dokumennya.

Memperhatikan kedua mata Otto dan tangannya kesana dan kemari, menolehkan kepalanya dari satu sisi ke sisi lainnya secara cepat, hampir setiap orang pun pasti akan menyangka kalau api akan keluar dari sana, di seberang meja, Subaru, memegang dagunya, menghembuskan nafasnya dalam kekagumannya,

"Wah, luar biasa! Kalau itu aku, meskipun semua dokumen itu tercetak dengan rapi, tetap saja tidak ada artinya bagiku..." (Subaru)

"Ini bukan berarti aku sedang mencoba mengerti isi dokumennya. Aku cuma memisahkan dokumen-dokumennya kedalam kategori yang berhubungan dengan keuangan, berhubungan dengan surat permohonan, dan beberapa kategori lainnya terlebih dahulu. Andaikan saja semua dokumen ini sudah tersusun rapi dari awal....... Tapi, melihat susunan ini, susunan ini sepertinya disusun berdasarkan cara yang hanya dimengerti oleh orang itu, aku takut" (Otto)

Ini tak dapat disangka, bahwa Subaru seharusnya merasa kagum kepada Otto yang sedang menatap tajam kearah tumpukan besar dokumen, malah terlihat sedikit terkejut. Mendengar ia membicarakan tentang pemilik dari dokumen itu —— wajahnya Roswaal pun muncul dipikiran Subaru, dan dirinya tidak dapat menghilangkan pikiran itu, meskipun ia sekedar asal ceplos saja, teori yang dikatakan Otto itu kemungkinan saja tepat.

Ini adalah pikiran yang mengerikan, untuk berpikir kalau nantinya Roswaal akan mampu memahami urutan susunan dari tumpukan besar dokumen ini. Cuma yang menjadi masalah saat ini adalah, karena tidak ada seorangpun yang tahu mengenai tumpukan ini, karena orang itu tidak ada disini, maka tidak ada pilihan lain selain memilah-milahnya sendiri dari awal.

"Oke, semuanya sudah tertata berdasarkan kategorinya sekarang. Selanjutnya adalah, menyusunnya berdasarkan urutan kronologisnya... tapi sebelumnya, mungkin aku harus memisahkannya terlebih dahulu antara yang sudah di proses sama yang belum diproses..." (Otto)

"Aku nggak tahu entah aku harus menyebutmu sangat teliti atau terlalu takutan, tapi Otto, kau itu pasti termasuk Type-A kan?" (Subaru)

"Apa itu /taɪp eɪ/? Kedengarannya kok terkesan nggak bagus ya" (Otto)

Melihat otto menatapnya, Subaru melambaikan tangannya kekanan dan kekiri tanpa berkeinginan untuk menjelaskan. Sepertinya Ia tidak benar-benar menganggap tipe golongan darah itu sangat berhubungan dengan kepribadian seseorang, di samping hanya menjadi topik pembicaraan dalam suatu pembicaraan yang konyol.

Secara kebetulan, Subaru termasuk tipe B ——atau lebih tepatnya, seluruh anggota keluarga Natsuki termasuk tipe B. Kapanpun hal ini diberitahukan pada orang lain, balasannya selalu 'Aku sudah tahu', sehingga mereka tidak nyaman dengan hal ini.

"Tunggu, aku sekarang kepikiran ini.." (Otto)

"kepikiran apaan, kenapa kau berhenti? Gerakanmu udah kenceng banget itu, udah lanjut aja!" (Subaru)

"Sebagai seseorang yang peduli terhadap keteraturan, aku nggak masalah melakukan ini, tapi bukannya situasi ini agak aneh? Kenapa diriku, seorang pedagang yang sedang berkelana, diam di ruangannya Tuan Margrave bercucuran keringat bekerja begitu keras memilah-milah dokumennya? Bukankah yang kulakukan itu agak aneh?" (Otto)

"Butuh waktu lama untukmu menyadarinya, ya?" (Subaru)

Melihat Otto baru sekarang menyadari semua ini, Subaru menundukkan kepalanya dan tertawa dengan liciknya. Alasan Otto melakukan pekerjaan rendahan ini—— menyusun ulang dokumen-dokumen yang berkaitan dengan urusannya si Margrave, ini semua sesuai dengan segala rencananya Subaru....

Yaitu, memperoleh info mengenai talenta-talenta yang berguna bagi fraksi-Emilia dalam tempat tinggalnya Roswaal.

Dalam situasi saat ini, seperti yang Subaru telah lihat, keadaan Emilia dalam pemilihan kerajaan sama sekali tidak baik. Sebagai kstarianya, atau setidaknya sebagai seseorang yang begitu diakui, Ia telah menolongnya dengan memukul mundur para Pemuja Penyihir dan membunuh Paus Putih, namun, melihat situasi Emilia yang masih dikelilingi oleh hal-hal negatif, kira-kira seberapa besar pengaruh terhadap dirinya masih menjadi sebuah pertanyaan.

Dibandingkan dengan masing-masing kandidat lainnya, Emilia telah tertinggal dibelakang sebelum perebutan kerajaannya dimulai. Merupakan kenyataan kalau keadaannya semakin dipersulit oleh orang yang mendukungnya, Roswaal, yang tujuan sebenarnya masih sama sekali belum jelas. Meskipun secara terang-terangan Ia mendukungnya, sejauh ini, hasil yang diperoleh Roswaal sebagai pelindungnya hanya bisa digambarkan dengan kata 'gagal'.

Ia gagal melancarkan satupun serangan balasan kepada para Pemuja Penyihir meskipun seharusnya ia sudah menduganya dari awal, dan sekarang, setelah berhasil mengatasi ancaman itu, mereka(Subaru dan Emilia) pun tidak tahu bagaimana cara menghubunginya. Seandainya saja Ia mau keluar dan memberitahukan apakah dia itu sekutu ataukah musuh... bagaimanapun juga, keberadaannya memang sangat menyusahkan.

Selain itu, orang-orang disekeliling Roswaal semuanya cenderung memilih untuk menutup mulutnya saat ditanyakan terkait masalah tujuan yang sebenarnya dari tuan mereka. Begitu memuja Roswaal diatas segalanya bersama dengan kesetiaan yang tak dapat dipertanyakan, kelakuannya Ram tidak diragukan lagi seperti itu, dan Frederica, bersama dengan dedikasi terhadap tuannya yang begitu kuat sebagaimana perannya sebagai pelayan, tidak mau mengatakan apapun juga. Bahkan pula Puck dan Beatrice tidak mau berbicara sama sekali terkait masalah ini kepada Subaru dan Emilia.

Dengan kata lain, tidak ada seorangpun yang dapat dengan aman Emilia curahkan isi hatinya.

Tentu saja, Subaru ingin menjadi orang 'itu' untuknya, dan tidak diragukan lagi selalu bertingkah laku sesuai dengan hal itu, akan tetapi pencapaian yang diraih Subaru begitu pendek, bahkan jika dibandingkan dengan orang-orang pada umumnya. Ia dengan sedih sadar terhadap kenyataan bahwa Ia bukanlah seseorang yang dapat meraih setiap keinginannya(Emilia), dan dirinya sendiri, tidak dapat menghapus setiap kegelisahan hatinya(Emilia), dan tidak henti-hentinya kenyataan ini terus mengganggunya.

Sehingga pada akhirnya, satu-satunya orang yang menarik perhatian Subaru saat ini adalah satu-satunya orang yang sedang pergi bolak balik mengunjungi Desa Arlam dan Mansion, satu-satunya orang yang akan melukai bibirnya sehabis makan malam dan minum teh, lalu mengucapkan sesuatu seperti "Aaaa, nggak punya ambisi dan berdiam diri seperti ini tentu saja akan membuat siapa saja menjadi menyedihkan" sambil tersenyum dengan santai... Otto.

"Dengan kata lain, ini adalah rencana perang 'Jika disana tidak ada satupun sekutu, mengapa tidak membentuknya dari sekarang'" (Subaru)

"Kurasa yang kau katakan itu terdengar mengkhawatirkan, tapi apa hubungannya dengan diriku!?" (Otto)

"Hmm, Aku nggak tau... Mungkin... Ah, Otto-san. Belum semua tuh kau susun dokumen-dokumennya" (Subaru)

"Oh, maaf. Mari kita lihat, beberapa lokasi penambangan logam misterius dan jumlah simpanan mereka lalu yang ini........ BUKANNYA ORANG LUAR SAMA SEKALI TIDAK DIPERBOLEHKAN MELIHAT DOKUMEN INI!?" (Otto)

"Aah, kau melihat... jadi gitu, kau melihatnya... Aaah, oke oke. Yaah, Aku akan melakukan yang terbaik untuk menjelaskan semua ini kepada Roswaal nanti, jadi nggak usah khawatir, oke?" (Subaru)

"Menakjubkan sekali, ucapanmu itu sama sekali nggak bikin aku merasa nyaman!" (Otto)

Disaat Otto protes dan mencoba untuk menjauhkan dokumen yang telah diberikan padanya sebisa mungkin jauh dari jangkauan kedua mata Subaru, Subaru hanya menyengir, bersikap seperti orang yang tak bersalah. Melihat tingkah laku Subaru, wajah Otto terlihat seperti melihat hal yang horror, kemudian ia berkata, sambil bibirnya bergetar,

"Aku tidak ingin percaya ini, tapi apa kau benar-benar berusaha agar aku dilenyapkan dengan menunjukkan dokumen-dokumen yang nggak boleh dilihat oleh orang luar, dan nggak datang melindungiku ketika terjadi masalah? Mengabaikan persetujuan awal kita?" (Otto)

"Tentu saja bukan begitu! Bayaran atas jasa transportasi mu dan perlindungan yang kau minta, aku berniat untuk memenuhi semuanya. Dan selain itu, aku ingin membawa mu lebih jauh kedalam hal ini, hingga kau benar-benar jauh sampai kau tak mampu untuk lari dari semuanya" (Subaru)

"Apa kau sinting!? Aku ini cuma pedagang yang berkelana, aku nggak tahu kenapa kau membuat bebanku semakin berat, tapi tolonglah hentikan ini!" (Otto)

Dengan ekspresi yang benar-benar terlihat kewalahan, Otto berusaha untuk menolak. Mendengar ini, Subaru merasa tindakannya sedikit terlalu jauh, sehingga Ia dengan ikhlas menganggukkan kepalanya dan merubah ekspresinya, Ia menggumamkan 'Maaf ya' secara lembut,

"Aku sudah bertindak agak keterlaluan. Begitu banyak masalah yang telah menimpaku, dan aku terlalu terburu-buru dalam meluruskan kejanggalan di semua masalahku ini, maka dari itu aku nggak kepikiran untuk menanyakan dulu pendapatmu terhadap rencanaku ini, maaf ya" (Subaru)

"Ah, tidak, kalau tiba-tiba kau menjadi beralasan gini, aku jadi bingung. ........Uh, Aku ingin tahu apa aku boleh nanya, cuma... Apa yang membuatmu begitu berharap dengan diriku?" (Otto)

Melihat Subaru secara tiba-tiba berbicara secara normal dengannya, Otto pun menjadi sedikit kebingungan, tapi sesungguhnya Ia menerima ini, dan menanyakannya pertanyaan ini.

Bagaimanapun juga, dari sudut pandangnya, Ia baru saja mengenal Subaru, dan tidak ada hal apapun yang dapat memperkuat rasa kepercayaan diantara mereka berdua. Tentu saja, bahkan untuk Subaru, hubungan mereka berdua tidak begitu kuat.

Mereka berdua sudah beberapa kali bertemu di pengulangan waktu sebelumnya, sehingga Subaru merasakan adanya kesan baik dari dirinya Otto, yah cuma itu saja.

Namun jika demikian, mengapa Ia menyeret Otto seperti sekarang ini?

"Terus terang, Aku nggak ada alasan tertentu yang membuat diriku ini tertarik dengan dirimu atau apapun itu. Aku pun nggak menghargaimu sebagai sesama manusia... yang menjadi alasannya adalah kau sangat cocok dengan kriteria yang kucari" (Subaru)

"Jujur amat! ――Kurasa aku bisa mengerti... tapi seperti apa kriterianya?" (Otto)

"Kenyataan dimana dirimu benar-benar tidak memiliki hubungan dengan satupun fraksi di pemilihan kerjaaan. Dan mampu dalam mengukur keuntungan dan kerugian, dan keahlianmu dalam bernegosiasi serta mengumpulkan dukungan orang lain itu sudah jelas sangat berharga. Dan, yang paling penting, keliatannya kau tidak berniat melakukan diskriminasi terhadap Emilia karena dirinya yang termasuk makhluk setengah-elf, atau memandangnya berbeda karena hal itu" (Subaru)

"— —" (Otto)

Mendengar tiga alasan ini, Otto pun terdiam menatapinya tanpa mengucapkan apapun.

Mengingat situasi yang tengah ditimpa Subaru serta yang lainnya, semua persyaratan itu tidak bisa diabaikan. Dan hingga saat ini, seperti yang Subaru pikirkan, pria ini: Otto Suwen, adalah satu-satunya orang yang sesuai dengan semua persyaratan itu.

Otto, masih tidak mampu mengucapkan apapun, terdiam menunggu Subaru.

Tidak sama seperti saat mereka saling menghina beberapa saat sebelumnya, kedua matanya terlihat tenang, begitu cerah, berkilauan seakan-akan sedang melihat masuk kedalam pikirannya Subaru.

Subaru sadar kalau dia sedang diamati. Dia juga tidak mencoba untuk menyembunyikannya. Dari awal dia memang sudah mengamati Otto, jadi hal ini bisa disebut impas, akan tetapi...

"Juga, yang satu ini cuma alasan pribadiku..." (Subaru)

"——Mari kita dengar" (Otto)

"Aku merasa aku bisa akrab denganmu. Sebetulnya, meskipun tujuan utama kita tidak lebih dari hanya mendapatkan lebih banyak aliansi bagi Emilia-tan, bisa akrab denganmu itu cuma bonus. Ah, dan juga karena kau tidak memiliki perasaan terhadap Emilia-tan. Karena kalau itu beneran terjadi, meskipun kita sudah berteman sejak lama aku tetap akan membunuhmu......!" (Subaru)

"Kau berniat membunuh saingan asmara mu sendiri!?" (Otto)

"Kalau aku punya saingan, aku merasa tidak akan bisa menang! Jangan kau remehkan rasa kebencianku ini! Dalam kehidupanku sampai saat ini, jumlah orang-orang yang telah menyukaiku bisa dihitung dengan satu tangan, 'tau!" (Subaru)

Yaitu, orang tuanya, Rem, Wilhelm, Emilia, dan dengan beberapa pertimbangan, Julis serta Reinhart juga termasuk... yah itu saja. Sesungguhnya, coba pikir lagi, semua itu jumlahnya sudah melebihi jumlah jari dalam satu tangan sekarang.

Mendapatkan penghargaan yang seperti itu setelah datang ke dunia lain ini... mungkin ia memang sudah menjadi orang yang lebih dihargai bagaimanapun juga. Walaupun ia tidak melihat kenyataan ini.

Meskipun demikian,

"Ya ampun, kau memang orang yang jujur. Tapi, tanpa adanya keraguan ketika berhadapan dengan seorang pedagang dalam suatu negosiasi, kau mungkin akan menjadi sasaran empuk baginya, 'tau?" (Otto)

"Kalau ini memang suatu negosiasi mungkin aku akan sedikit memaksamu, tapi bukan seorang pedagang dan sasaran empuknya yang sedang berada disini, disini cuma ada aku dan kau, ya kan? Tapi, kalau seperti itu kau melihatnya, aku akan mengganti perlengkapanku serta merubah sikapku..." (Subaru)

"Setelah memujiku atas kecerdasanku sebagai seorang pedagang, kau malah berkata seperti itu? Lidahmu yang ternodai itu nggak bisa ya berucap dengan baik disini!? ......Ada apa dengan dirimu sebenarnya?" (Otto)

Dengan ekpresi tidak terimanya, Otto mengeluh, dan seluruh sikap tegang serta amarahnya yang tertahan beberapa saat yang lalu tak nampak lagi dari dirinya. Ia melirik Subaru sebentar, yang mencoba untuk bersikap masa bodoh, dan berkata,

"Aku nggak tau kenapa aku ngomong gini disini tapi, Natsuki-san, aku punya sesuatu yang ingin dicapai juga... keinginanku itu tidak begitu hebat sehingga untuk kuumbar-umbar kepada orang lain, tetapi meski begitu, itu tetap adalah mimpiku" (Otto)

"Menurutku mimpi seorang lelaki itu terkadang bisa menjadi sangat gila sehingga mereka harus melebih-lebihkannya, atau menjadi sangat gila sehingga mereka harus menyembunyikannya dan tidak pernah membicarakannya pada siapapun, cuma ada dua jenis, kurasa, tapi apa kau mau memberitahuku tentang mimpimu itu?" (Subaru)

"Kenyataan kalau aku setuju denganmu sekarang ini sangat tidak menyenangkan... bagaimanapun juga, kau tau, aku ini dilahirkan menjadi anak kedua dari keluarga pedagang yang terbilang sangat sukses. Sejak aku kecil, aku dibesarkan di lingkungan yang makmur, meski begitu, disaat telah tiba waktu dimana aku harus hidup mandiri, aku tidak mendapatkan banyak bantuan" (Otto)

Subaru tidak tahu betapa banyak kemiripan antara situasi orang-orang di dunia ini dengan di dunia dimana ia berasal, setidaknya dasar-dasar yang sama seperti penyerahan gelar serta harta warisan nampaknya berlaku disini juga ——Intinya, hal yang seperti itu akan di serahkan kepada anak tertua disini.

Dalam hal ini, seperti yang Subaru duga dari dunia-fantasi yang bersetting abad pertengahan, Otto yang lahir sebagai anak kedua, hanya memiliki pilihan antara menjadi asisten kakaknya, atau memilih untuk mandiri demi kebebasan dirinya sendiri.

"Ketika membantu kakakku mengelola bisnisnya, aku mempelajari dasar-dasar untuk berdagang, dan berhasil mengumpulkan uang yang cukup untuk aku gunakan sendiri. Dengan uang itu, aku beli Furufu, naga daratku, serta gerobak untuk pergi bersamanya, dan... yah, aku juga memiliki Divine Protection sejak lahir, jadi semuanya, cukup berjalan dengan lancar, kurasa" (Otto)

"Divine Protection itu, maksudnya 'Bisikan Binatang', kan? Dapat berbicara dengan berbagai macam binatang, dilihat dari bagaimana kau menggunakannya, kurasa kau bisa mendapatkan banyak keuntungan dari kemampuanmu ini" (Subaru)

"Tapi karuniaku ini nggak terlalu berguna seperti yang kau bilang... Ada beberapa masalah berat yang ditimbulkan oleh karuniaku ini, yang nggak terpikirkan oleh Natsuki-san. Bagaimanapun juga, ini sudah terjadi padaku dalam beberapa tahun, berusaha keras dan hampir mengalami keadaan yang buruk, tapi pada saat itu, sebuah mimpi tiba-tiba muncul dalam pikiranku..." (Otto) 

Melanjutkan ceritanya sampai pada bagaimana ia menjadi mandiri, Otto sekali lagi menyebut kalimat 'mimpi'. Mendengar itu, tidak ada alasan khusus, Subaru duduk dengan manis, seolah-olah mendengarnya dengan penuh perhatian. Menerima perhatian yang seperti ini, Otto tersenyum hangat, dan mulai mengucapkan 'Mimpi yang seperti ini sudah cukup umum, tau',

"Semua pedagang yang telah berkelana akan memiliki mimpi yang seperti ini. ――Keinginan untuk memiliki tempat tinggal sendiri, memiliki kastil sendiri, memiliki kedai sendiri... menjadi tentram disana dan berbisnis disana. Kalau aku memiliki semua ini di suatu kota yang besar, mungkin ini akan menjadi kebahagiaan terbesar yang bisa diharapkan oleh setiap pedagang" (Otto)

"Itukah mimpimu, Otto?" (Subaru)

"Harapan yang seperti ini memang membosankan... Tapi setelah berkelana dan berkelana, pada akhirnya, semua yang aku inginkan ketika dewasa nanti tetaplah sama. Tapi, yah kurasa kau bisa bilang, lingkungan yang seperti itu merupakan simbol kebahagiaan bagiku" (Otto)

Menggaruk pipi nya dalam perasaan malu, Otto berbicara semakin cepat dan cepat berusaha untuk menyembunyikan ini. Subaru menyimak jawaban dari Otto, dan, penasaran apakah Ia akan mendapat jawaban yang menyenangkan, Ia bersender kebelakang, menjatuhkan seluruh beban tubuhnya pada kursinya.

Tetapi, tidak mempedulikan sikap Subaru, dengan ucapan 'itulah kenapa', Otto melanjutkan penjelasannya,

"Berkesempatan untuk membuat kemajuan besar seperti membuat tuan Margrave berterimakasih kepadaku... sebagai anak kedua dari keluarga pedagang, sebagai pedagang yang berkelana, dan sebagai pedagang yang akan sukses dikemudian hari, aku tidak mungkin membiarkan kesempatan seperti ini berlalu begitu saja. Terutama mengingat diriku akan memberi bantuan kepada seseorang yang mungkin saja akan menjadi seorang Raja selanjutnya di negara ini, ini adalah kesempatan bisnis yang begitu besar, yang meskipun aku mengulangi hidupku, aku tidak akan bisa menemukan kesempatan yang seperti ini lagi, ya kan?" (Otto)

"Oke, jadi kalau gitu kau ikut bergabung dengan kita. Makasih, aku bersyukur. Aku tau kau akan memilih pilihan yang benar, Otto. Sekarang teruskan menyusun dokumen-dokumennya" (Subaru)

"Apa!? Ucapanmu itu sekarang terdengarnya enak ya? Bukankah reaksimu itu terlalu lemah!?" (Otto)

"Kurasa dengan ngomong seperti itu entah kenapa memberikan kesan kepadaku kalau aku itu kalah... yah jugaan, ketika kau menyentuh dokumen-dokumen yang nggak boleh dilihat oleh siapapun itu, sudah tidak ada lagi jalan kabur bagimu. Kekkekeke!" (Subaru)

"Nggak peduli bagaimana aku melihatmu, tetap saja kau ini orang yang jahat!" (Otto)

Diakhir dari percakapan yang begitu panjang ini, tampaknya tidak ada hal yang benar-benar berubah, dan Otto tidak menerima bayaran yang pantas atas tekad barunya yang muncul.

Tapi meskipun dirinya mengganggu Otto seperti ini, dihatinya yang terdalam, Subaru sangat berterimakasih padanya........... Meskipun kenyataan ini tidak akan pernah terdengar dari mulutnya.

"Tapi aku harus mengatakan ini dulu, tidak seperti Natsuki-san yang mendukung Emilia-sama tanpa pamrih, aku ikut kerjasama cuma karena kondisiku sekarang. Kalau tuan Margrave dan Emilia-sama sampai berkelahi satu sama lain didalam fraksi, aku harus mengukur keuntungan dan kerugiannya dulu sebelum memilih pihak mana yang akan kubela. Jadi jangan kira kalau aku akan menjadi sekutumu yang sempurna" (Otto)
(TLN: Maksudnya, bisa saja nantinya Otto tidak memihak Emilia)

"Kalau kau mengukur Emilia-tan dan Roswaal dalam skala yang sama, kau akan sepenuhnya berada dalam genggamanku. Aku secara perlahan dan pasti akan mencekokimu seluruh sisi baiknya Emilia-tan, jadi kau jangan khawatir. —Sekarang bagimu semuanya sudah jelas, kan?" (Subaru)

Menyapu bersih alasan bertele-telenya Otto, pada ucapan terakhirnya, Subaru berbicara dengan posisi wajahnya menoleh kearah lain. Melihat Subaru melakukan ini, Otto, terdiam dengan wajahnya yang tercengang, menolehkan tatapannya kearah dimana Subaru menolehkan wajahnya. Dan disana,

"Hu-um... Maksudku, Iya. Aku mengerti, Subaru-sama"

Dengan senyuman manisnya, seorang gadis berpakaian maid mengayunkan rambut coklat-karamelnya, berdiam diri disana tepat dipintu masuk.

Terkait perubahan yang telah terjadi di Mansion dalam dua hari ini, inilah perubahannya yang kedua.



Dengan hanya Frederica, (Subaru juga ikut membantu, tapi kemampuannya sebagai pelayan belum begitu matang, dan kondisi kesehatannya belum begitu pulih juga) Ia sadar kalau secara fisik dirinya tidak mungkin bisa mengurus Mansion sendirian. Maka dari itu Frederica, mengerti akan hal ini, pergi ke pedesaan secara sendirian mencari beberapa bantuan, dan disaat itulah gadis ini menawarkan dirinya dengan tangan terbuka — Petra Leyté.

Menjadi bagian dari Penduduk Desa Arlam sekaligus sebagai salah satu dari orang yang telah dievakuasi ke Ibu Kota, Ia bersama dengan yang lainnya telah berhasil kembali dengan selamat. Akan tetapi karena kebanyakan dari penduduk desa masih belum kembali, Ia tentunya akan merasa gelisah terhadap kenyataan ini.

Meskipun demikian, disaat Frederica datang untuk merekrut pelayan baru untuk bekerja di Mansion, dia tiba-tiba langsung saja menawarkan dirinya. Dan sebagaimana tidak ada kandidat lain lagi yang tertarik, Ia pun direkrut, dan sekarang tengah bekerja di Mansion sebagai karyawan sementara.

"Kamu masih terlalu kecil, tapi kamu ninggalin orang tuamu buat kerja disini sebagai pelayan, kamu hebat, Petra" (Subaru)

"Umurku udah dua belas tahun, jadi aku sekarang udah dewasa dan bisa kerja... sebenarnya sih, aku cuma baru menjadi orang dewasa aja. Subaru-sama maukah kamu memperlakukanku seperti orang dewasa?" (Petra)

"Aku akan mempertimbangkannya, karena kamu mengatakannya dengan sopan begitu, setelah status 'Sementara' mu itu dihilangkan dan setelah kamu mendapat sertifikat resmi dari Frederica. Sampai saat itu, aku akan memperlakukanmu seperti gadis yang imut~" (Subaru)

Ketika Subaru menggosok-gosok kepalanya(Petra) dengan canggung disaat dirinya(Petra) sedang gemetaran, gadis itu, dengan rambutnya yang telah tertata rapi diacak-acak, mengeluarkan suara 'Kya―', lalu memeluk erat Subaru. Reaksi ini benar-benar tidak diduga Subaru sebelumnya, tapi setidaknya reaksi ini lebih baik dari kena damprat dan diludahi.

Bagaimanapun juga, Petra telah mencapai umur dimana Ia akan menginginkan sesuatu yang lebih tua dari umurnya dan ego-nya yang meninggi. Petra, dengan karakter kuatnya yang secara tiba-tiba muncul, dan dengan cara tersendirinya dalam menjadi dewasa, bakatnya dalam menjadi seorang pelayan memang cukup tinggi. Meskipun belum begitu mahir, dalam membersihkan Mansion dan menyiapkan makanan dengan bantuannya Frederica, Ia sudah bisa melampaui kemampuan Subaru.

....Yah, Subaru memang tidak berguna.



Jadi rupanya, dari luar pintu ruangannya tuan Besar, Ia telah menguping pembicaraan didalam ruangan. Tentu saja, Ia bertindak sesuai instruksinya Subaru, dan sesungguhnya, semua ini adalah bagian dari rencananya untuk meyakinkan Otto dan membuatnya tidak bisa kabur.

Menyadari semua ini, Wajah Otto memerah, lalu memplototi Subaru,

"Semua ini t-te-telah direncanakan—— !?" (Otto)

"Nggak ada yang perlu dikhawatirkan. Dengan tiga orang yang telah terlibat, pernyataanmu yang sebelumnya sekarang menjadi sah. Ini adalah perbuatan curang yang begitu mengharukan, bertujuan memperoleh keterangan saksi yang diberikan kepada juri nantinya...... anggap saja seperti itu" (Subaru)
(TLN: Perbuatan curang yg dimksud adalah rencananya subaru, dan petra mnjdi saksi atas smua rahasia ini)

"Apa yang mengharukan dari 'perbuatan curang' memangnya!?" (Otto)

Memegangi kepalanya sendiri, Otto, akhirnya mengerti kalau tidak ada jalan untuk kabur lagi, dan berteriak kepada mereka dalam keadaan setengah menangis, namun semuanya sudah terlambat. Menyengir kepada Otto, Subaru mengacungkan jempolnya kepada Petra, yang berdiam diri di pintu masuk.

"Mantap, Petra! Tapi kamu nggak kena marah nanti sama Frederica, menggunakan waktumu untuk melakukan sesuatu kaya gini?" (Subaru)

"Sekarang, aku lagi ngabisin waktuku dengan menyapu lorong ruangan. Menggunakan waktuku lebih banyak dalam menyapu lorong didepan ruangannya Tuan Magrave, nggak bakalan membuatku kena marah" (Petra)

"Kamu cerdas juga ya~. Seorang gadis kecil bisa bertingkah seperti seorang wanita dewasa juga, rupanya..." (Subaru)

Mendengar ucapan Subaru yang sedikit mengesankan itu, Petra dengan riangnya tersenyum. Melihat reaksi dan sikapnya yang tidak berubah, hal ini memang benar kalau ada sesuatu dari dirinya yang menghangatkan hati Subaru.

Petra, sama dengan halnya Otto, merupakan orang yang tidak terkena pengaruhnya Roswaal.

Dibandingkan dengan Otto, tidak banyak yang bisa Petra lakukan untuk Emilia, dan kesungguhan serta keinginannya kemungkinan tidak setinggi Subaru. Namun, Ia tidak menganggap Emilia itu mengerikan. Dalam perjalanan menuju Ibu Kota selama waktu evakuasinya, Petra dengan sepenuh hati tetap memihak Emilia. Subaru tidak mungkin melupakan itu, dan, mungkin, Emilia juga tidak mungkin melupakannya.

Dengan adanya Petra disini, mungkin suatu saat nanti Emilia akan terselamatkan oleh kehadirannya ini.

"Nggak ada salahnya untuk memiliki banyak sekutu. Apa yang bisa kamu lakukan tidaklah penting... Tapi yang terpenting adalah apa yang dengan rela akan kamu lakukan, serta apa yang akan kamu perjuangkan demi orang itu. Bagaimanapun juga, kalau aku menghitung berapa banyak hal yang bisa aku lakukan, akan kelihatan betapa menyedihkannya diriku ini..." (Subaru)

Melihat jasanya dan kekurangan dirinya, Subaru mungkin bisa menghitungnya dengan jarinya sendiri dan tahu betapa dirinya memiliki banyak kekurangan. Namun meskipun demikian, Ia ingin menjadi sekutunya(Emilia), maka dari itu Ia akan melakukan segala hal yang ia bisa dengan seluruh jiwa raganya, dan terus melangkah maju dengan segala cara.

Dengan sikap tidak pedulinya, dengan anggapan tidak ada yang dapat menghentikannya, Ia mengucapkan kalimat yang begitu optimis ini,

"Kita memang kecil, tapi mari kita lakukan yang terbaik mulai dari sekarang. Inilah kita, anggota yang paling pertama dari fraksi-nya Emilia!" (Subaru)

Mengepalkan tangannya lalu mengangkatnya ke udara, Subaru menegaskan ini.

Melihat itu, Petra dan Otto, yang telah diabaikan, saling menatap satu sama lain, dan

"Aku belum pernah bilang aku bagian dari fraksi itu, kan? Tolong jangan salah sangka dulu, oke?" (Otto)

"Aku ingin menjadi sekutunya Onee-chan juga, tapi aku nggak mau kalah juga darinya soal siapa yang paling dipentingkan..." (Petra)

Otto dalam keheranannya, memegangi kepalanya. Petra, menyatukan tangannya dibalik punggungnya, menggerutu dengan terputus-putus sambil menundukkan kepalanya.

Tapi, yah pada akhirnya, mereka akhirnya berhasil bersatu, sehingga tidak mungkin ada keraguan yang tersisa disetiap pikiran mereka, karena mereka benar-benar sudah tahu apa yang sebenarnya mereka inginkan.

——Demikianlah, dua hari sebelum keberangkatan menuju Sanctuary, meskipun ada kemajuan sedikit saja, semua itu begitu berarti, dan, sepertinya, penantian ini sudah berakhir. 

loading...