Tuesday, 27 December 2016

Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 11 Part 1 Bahasa Indonesia


Volume 2 Chapter 1

Part 1

-Musium [No Name], Ruangan Lantai Dasar level 3.-

Melihat kembali ke belakang. Izayoi dan Jin sedang membaca buku dari tengah malam hingga tengah malam lagi, menyebabkan terciptanya gunungan kecil buku, dan sekarang mereka berdua sedang tertidur. Izayoi, yang menggantungkan headphone-nya di lehernya kemudian mengangkat kepalanya dan bergumam,

"....Oi...Chibi-chan, apa kau bangun?" (Izayoi)

"...Fuuuu..."

"Masih tidur ya... Hmmmm, karena dia sudah berusaha menemaniku membaca buku, tentu saja ini akan terjadi." (Izayoi)

"Fuahh~" Suara yang keras namun jelas yang dia keluarkan menggema di seluruh ruangan tumpukan yang terisolasi dan sunyi ini.

Setiap hari dipagi hari dia akan meninggalkan basis operasinya, begitu dia kembali, dia akan langsung mencari buku-buku yang belum dia baca, itu adalah metode yang digunakan Izayoi untuk hidup. Jin memiliki tugas di ruang tumpukan, oleh karena itu dia juga mengikuti tindakannya Izayoi--- Semenjak hari pertama kedatangan Izayoi di Little Garden, dia terus mengulang gaya hidup seperti itu setiap harinya. Meskipun Izayoi memiliki kekuatan fisik yang luar biasa, keinginan untuk tidur telah mencapai batasnya.

Sembari mereka berdua mengeluarkan suara tidur yang seperti orang mabuk, Asuka yang sedang kebingungan berlari menuruni tangga ke tempat Izayoi dan Jin berada.

"Izayoi-kun! Di mana kau?" (Asuka)

"...Un? Ohh, Ojou-sama ternyata..." (Izayoi)

Izayoi yang kehilangan kesadaran, menggelengkan kepalanya, berusaha untuk kembali masuk ke alam mimpi. Asuka meletakan beberapa buku yang tersebar sebagai pijakan, kemudian dia melompat ke arah Izayoi sambil melancarkan tendangan menggunakan lututnya--Alias [Flash Magic], mencoba mengenai samping kepalanya Izayoi.

"Bangun sekaraaaaaang!" (Asuka)

"Jangan pikir bakalan berhasil!" (Izayoi)

"Whoaaaaaa!" (Jin)

Tendangannya Asuka mendarat dengan cantik di samping kepala perisai manusia, Jin Russel.

Jin, yang terkena serangan langsung terbangun, berputar tiga setengah putaran ke arah ntah kemana.

Ruangan tumpukan kembali bersuara dengan suara teriakan paniknya Lily, sementara Kasukabe mengeluarkan kata-kata dengan reaksi terkejut.

"Jin... Jin menggelinding keluar beberapa putaran tadi! Apa dia baik-baik saja?" (Yo)

"...Aku yakin sisi kepalanya yang kena serang tidak mungkin baik-baik saja." (Asuka)

Melihat situasi kacau yang terjadi secara tiba-tiba, Lily berlari ke arah sisi Jin. Kasukabe, dengan ekspresi yang seperti tidak terpengaruh, menepuk kedua tangannya, mengambil posisi berdoa.

Asuka nampak seperti tidak begitu peduli atas ketidaksengajaannya menendang Jin. Menaruh tangannya di pinggangnya, dia berteriak:

"Izayoi-kun! Jin-chan! Ini adalah situasi yang penting! Bagaimana bisa kalian malah mau tidur lagi?!" (Asuka)

"Benarkah? Memang bagus untuk memiliki situasi penting itu, tapi Ojou-sama, aku tidak menyarankanmu untuk menggunakan Flash Magic kepada kepala seseorang, aku punya kekuatan fisik yang kuat jadi bukan masalah, tapi hidup Chibi-sama mungkin akan dalam masalah kalau itu mengenainya." (Izayoi)

"Bukankah orang yang menggunakanku sebagai perisai adalah kau, Izayoi-kun?!" (Jin)

Jin yang tiba-tiba bangkit dari tumpukan buku, terlihat seperti dia berhasil mempertahankan hidupnya.

"Sama sekali tidak ada masalah. Ntuh lihat, dia masih hidup dan sehat-sehat saja kan?" (Asuka)

"Mati atau hidup? Kau seharusnya berkata meskipun aku hidup, itu akan menjadi fatal! Bukankah Kuro Usagi sudah mengingatkan mu untuk lebih bijak lagi..." (Jin)

"Oi Chibi-chan, kau berisik." (Izayoi)

Taaa! Buku yang Izayoi lempar mengenai kepalanya Jin, memberikannya serangan fatal lainnya.

Jin yang kehilangan kesadaran, terbang jauh lebih cepat dari yang sebelumnya. Lily yang sangat kebingungan hanya berdiri terdiam disana, tidak bisa mencerna apa yang sedang terjadi.

Izayoi kemudian memberikan ekspresi ketidaksenangan terhadap kepada Asuka.

"...Jadi? Karena kau berani mengganggu mimpi indah seseorang, itu pastilah sesuatu yang sangat penting kan?" (Izayoi)

Izayoi merespon kepada Asuka dengan niat membunuh yang cukup untuk bisa serius. Akan tetapi, melihat melalui perspektif Izayoi, bisa-bisanya diganggu ketika sedang tidur dengan damai, itu pasti sudah memicu amarahnya. Meskipun begitu, Asuka sama sekali tidak mempedulikannya, Asuka mengerti perasaan Izayoi karena dia juga mengalami hal yang sama pagi ini.

Asuka kemudian melanjutkan dengan menyerahkan surat undangan kepada Izayoi yang mengantuk.

"Ehh?" (?)

Masih memasang ekspresi tidak senang, Izayoi mulai membaca surat itu.

"Segel dewi kembar... Apa pengirimnya Shiroyasha? Ahhh~Apa? Festival ini diselenggarakan oleh [Tuan Lantai] wilayah Utara dan Selatan -- Undangan festival [Kebangkitan naga api]?" (Izayoi)

"Benar. Meskipun aku tidak yakin rinciannya, tapi pastinya itu adalah festival yang fantastis! Kau pasti menantikannya, kan?" (Asuka)

Melihat sikap bangga dirinya, kedua tangannya Izayoi gemetar sembari berteriak,

"Oi! Ojou-sama, gurauan macam apa ini! Untuk hal membosankan dan rendahan seperti ini, kau mengganggu tidur ku, kau bahkan mencoba menggunakan Flash Magic untuk menendang sisi kepalaku! Dan bagaimana dengan konten festival ini? [Selain pameran seni indah yang tujukan oleh roh dan hantu dari wilayah Utara, disana juga ada banyak jenis-jenis Gift Game yang berbeda yang diselenggarakan. Acara utama akan diselenggarakan oleh [Tuan Lantai]! Sialan! Ini nampaknya akan menjadi sangat menarik, kita harus pergi kesana dan melihat-lihat~" (Izayoi)

"Kelihatannya kau cukup antusias mengenai ini ya?" (Asuka)

Izayoi menggeliat dan melompat-lompat disekitar seperti binatang buas, mengenakan seragamnya secara alamiah namun terlihat bebas.

Setelah mendengar apa yang mereka katakan, ekspresi Lily secara tiba-tiba berubah, dengan gugup, dia mencoba untuk menghentikan apa yang mereka semua akan lakukan.

"To... Tolong tunggu sebentar! Meskipun kalian ingin pergi ke wilayah Utara, setidaknya diskusikan ini dulu dengan Kuro Usagi-nee... ka... Kan! Jin!"

Kau harus cepat! Semuanya akan segera pergi pe wilayah Utara!" (Lily)

"Wi... Wilayah Utara?" (Jin)

Setelah mendengar [Pergi ke wilayah Utara], Jin yang tidak sadarkan diri tiba-tiba saja melompat, dia mulai mempertanyakan mereka semua mengenai hal absurd yang dia dengar,

"To... Tolong tunggu sebentar! Semuanya! Kalian bilang kalian akan pergi ke wilayah Utara... apa itu benar?" (Jin)

"kapa kita memiliki pengeluaran sebayak itu? Apa kau tahu berapa jauh dari sini ke wilayah perbatasan? Lily! Bukankah kita sudah pernah bilang untuk merahasiakan festival besar---" (Jin)

"Rahasia???"

Tanda tanya yang muncul di atas kepala tiga orang itu menjadi  satu bersamaan dengan ucapan itu. Akan tetapi, begitu Jin menyadari jikalau dia salah bicara, hal tersebut sudahlah sangat terlambat, seluruh tubuhnya pun mulai menegang. Jin kemudian menengok ke arah mereka, hanya melihat anak-anak bermasalah sedang menyeringai jahat, mengobarkan api amarah.

"...Benarkah? Untuk bisa menyembunyikan festival semenarik itu dari kami? *Hiks*Hiks**" (Yo)

"Padahal kami sudah bekerja keras untuk meningkatkan kekuatan Komunitas, jahat banget. *Hiks*Hiks*" (Asuka)

"Karena sudah seperti ini, kami harus memberi pelajaran pada Kuro Usagi dan yang lainnya ya kan? *Hiks*Hiks*" (Izayoi)

Meskipun anak-anak bermasalah itu semuanya memalsukan air matanya, senyum licik sebenarnya nampak di wajah mereka.

Menghadapi sikap mereka yang begitu, Jin dan Lily pun mulai berkeringat dingin.

Jin Russell yang malang dipaksa terculik oleh anak-anak bermasalah, dan secara bersamaan mereka pergi menuju perbatasan wilayah Utara dan Selatan.

Part 2

Setelah meninggalkan sebuah surat kepada Lily, kelompok empat orang yang terdiri dari Izayoi, Asuka, Kasukabe, dan Jin pergi meninggalkan area kependudukan [No Name] dan sedang menuju air mancur alun-alun yang berlokasi di gerbang terluar nomor 2105380. Sekelompok pejalan kaki sudah berada di kafe dengan bendera [Six Scars] meskipun masih sangat pagi, berlokasi di Peribed Avenue.

"Ketika aku berada di alun-alun ini, aku selalu ingin bertanya... Desain lanskap di gerbang terluar No.2105380 ini hambar banget ya, siapa sih orang yang bertanggung jawab dengan tempat ini?" (Asuka)
(TL Note: Lanskap =  https://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_lanskap)

Asuka tidak senang dengan pemandangan pada gerbang terluar No.2105380.

Pillar-pillar yang terhubung antara dinding bagian dalam dengan gerbang terluar dan Little garden, adalah sebuah patung singa raksasa dan apa yang terukir disana adalah bendera dari Komunitas yang baru saja telah lenyap...[Fores Garo]

Sembari menghela napas, Jin menjelaskannya kepada Asuka,

"Selama wilayah hierarki dapat memecahkan Gift Game yang diselenggarakan oleh tuan lantai, dia akan mendapatkan hak untuk memerintah gerbang terluar. Itu juga dapat digunakan untuk mengiklankan Komunitas." (Jin)

"Begitukah... Jadi itu ya kenapa sisa-sia iblis itu masih ada." (Asuka)

Asuka mendengus, mengatur rambutnya dengan ketidaksenangan.

Setelah suasana hatinya kembali membaik, dia membelokan tubuhnya untuk menghadap meja kopi.

"Baiklah, jadi bagaimana cara kita pergi ke wilayah Utara?" (Asuka)

Sembari mengganti posisi kakinya yang ditutupi oleh bilai panjang roknya, Asuka bertanya pada Jin.

Hari ini, dia juga mengenakan gaun merah formal panjang yang dia terima dari Kuro Usagi.

Meskipun mengenakan sebuah pakaian formal sesering itu tidaklah logis, begitu kau terbiasa dengan itu, tidaklah begitu masalah. Terlebih lagi, ada banyak orang di Little Garden yang mengenakan pakaian yang bahkan lebih aneh lagi, setelah melihat orang-orang yang seperti itu, bahkan Asuka akan berpikir bahwa mengenakan pakaian formal seperti itu tiap hari tidak akan membuatnya terlihat aneh.

Kasukabe Yo, yang sedang duduk disebelahnya Asuka, membalas sembari memiringkan kepalanya.

"Ermmmmm~... Karena kita mengetahui festivalnya akan dihelat di wilayah Utara, akankah kita sampai kesana kalau kita terus bergerak ke Utara?" (Yo)

Setelah mendengar sebuah pendapat dari Kasukabe yang sepertinya tanpa dipikir dulu, semuanya mulai tertawa pahit.

Karena momennya tepat, mari kita bicarakan pakaiannya Kasukabe. Tidak ada apapun yang berbeda dari pakaiannya semenjak dia dipanggil ke Little Garden. Dia masih mengenakan  baju tanpa lengan, celana pendek, sepatu bot dan kaus kaki sepaha, benar-benar tidak ada kesan feminimnya. Satu-satunya yang fashionable mengenai sepatu botnya adalah kalau itu merupakan Gift yang diberikan padanya oleh Kuro Usagi.

Izayoi, yang duduk disebelahnya Kasukabe, bertanya pada Jin:

"Jadi, apa pemimpin kita punya ide yang bagus?" (Izayoi)

Diantara 3 orang itu, Izayoi yang tersenyum sungkan mengenakan pakaian yang paling simpel, hanya pakaian SMA berwarna biru tua dan headphone-nya yang menggantung disekitar lehernya.

Jin, yang mengenakan jubah longgarnya, menghela napas berat.

"Meskipun aku sudah memperkirakan hal ini... Kalian semua benar-benar tidak tahu ya seberapa jauh dari sini ke perbatasan wilayah Utara?" (Jin)

"Aku beneran nggak tau, apa emang sejauh itu?" (Izayoi)

Izayoi merespon dengan ekspresi terkejut. Jin yang menderita sakit kepala serius, secara putus asa menutupi kepalanya dengan kedua tangannya.

"...Kalian beneran keluar tanpa tau keadaannya... Kalau begitu ijinkan aku bertanya pada kalian dulu, apa kalian tau kalau permukaan Little Garden itu sama luasnya dengan sebuah bintang?" (Jin)

"...? Eh? Bintang?" (Asuka)

Asuka terkejut sehingga nada suaranya pun berubah. Meskipun ekspresi Kasukabe tidak berubah, dia masih dengan cepat mengedipkan matanya tiga kali.

Izayoi menganggukan kepalanya dalam mengakuinya, dia kemudian  melanjutkan dengan menanyai Jin dengan alis berkerut.

"Kuro Usagi pernah berkata itu padaku sebelumnya, aku juga mendengar bahwa hampir semua wilayah di dunia ini adalah gurun. Meskipun skala gurunya bervariasi ukurannya, tapi selain kota Little Garden, terdapat tempat lain juga kan?" (Izayoi)

"Iya ada kota lain. Tapi Little Garden akan selalu menjadi kota terbesar di dunia ini meskipun kau menyingkirkan beberapa bagian kotanya. Berbicara mengenai rasio luas permukaan Little Garden, kota lainnya tidak akan bisa dibandingkan dengan tempat ini." (Jin)

"Rasio?"

Ketika Jin menjelaskan dengan nada serius seperti itu, Asuka dan yang lainnya merasa seperti sedang mengalami suasana yang idiot seperti itu.

Pada dasarnya, mereka tidak akan menggunakan metode aneh dengan menggunakan [Rasio luas permukaan planet] untuk membandingkan ukuran kota.

Meskipun dia menggunakan [Luas permukaan bintang] untuk mencoba menjelaskan ukurannya, masih ada berbagai jenis pengukuran untuk itu. Tapi jika memang permukaan area dunia Little Garden itu sama dengan matahari, maka itu berarti besarnya adalah 13rb kali planet Bumi.

Perhitungannya akan menjadi sangat besar sehingga hal tersebut terlihat aneh. Izayoi, hatinya menjadi waspada, kemudian bertanya dengan ekspresi terkejut.

"Apa kau berkesimpulan... [kota ini mencakup sekitar satu persen dari total luas permukaan bintang], pernyataan absurd semacam ini?" (Izayoi)

"It... Itu sudah terlalu berlebihan, meskipun memang benar mengenai rasionya, tapi perhitungannya masih cukup kecil." (Jin)

"Jadi... Jadi seperti itu ya? Kalau begitu, dari sini ke perbatasan wilayah Utara, seberapa jauh itu?" (Asuka)

Asuka mendesak Jin untuk menjawab pertanyaannya. Jin mengangkat kepalanya untuk berpikir beberapa saat, kemudian menjawab,

"Karena kita sudah cukup dekat dengan utara, kalau aku mendeskripsikannya dengan angka... sepertinya sekitar 98000 kilometer." (Jin)

"WOW!"

Mereka bertiga membalas di saat yang bersemaan dengan nada yang berbeda-beda: kegirangan, bungkam, dan ketenangan.

Part 3

Tindakan yang diambil oleh Kuro Usagi dan Letica sangatlah cepat.

Setelah membaca isi suratnya, mereka pergi meninggalkan lokasi perkebunan tua dan pergi untuk memeriksa apakah Izayoi dan yang lainnya masih ada di sekitaran Komunitas atau tidak. Terakhir, Kuro Usagi mengambil kunci harta karun menuju ruang lantai dasar, membuka kunci pintu megah dan sebuah enchantment dilepaskan diatasnya.

Pintu yang menuju ruang harta pun terbuka, bersamaan dengan suara logam berat yang menggores lantai. Ruangan di dalam adalah berongga, seluruh ruangan hampir kosong kecuali di tengah-tengah ruangannya, dimana sebuah kantung tas berada.

Setelah mengakhiri pencariannya, tim yang dipimpin oleh Leticia dan Lily kembali, melaporkan apa yang mereka temukan.

"Tidak ada di kafetaria!"

"Aula, kamar-kamar, dan tempat VIP semuanya sudah diperiksa!"

"Aku lapar..."

"Tolong tunggu sedikit lebih lama lagi... Terus, bagaimana dengan situasi di ruang harta nya?" (Leticia)

"Tidak ada tanda-tanda keuangan Komunitas terambil. Dan tidak seperti mereka juga memiliki cukup uang untuk menggunakan gerbang Astral. Jika kita bergerak cepat, kita dapat mengejar mereka di dekat gerbang Terluar." (Usagi)

"Kuro Usagi, kau harus cepat bergegas ke gerbang Terluar, jika kau tidak menemukan mereka, gunakan status mu sebagai [Bangsawan Little Garden], kau dapat menggunakan gerbang Astral dengan gratis. Aku akan pergi ke toko cabang [Thousand Eyes]. Karena Shiroyasha yang mengirimkan surat undangannya, dia mungkin yang membawa mereka ke perbatasan Utara dengan cuma-cuma." (Leticia)

Setelah memastikan tindakan apa yang harus diambil, Kuro Usagi dan Leticia dengan tegas menganggukan kepala mereka.

Percikan berbahaya dari mata Kuro Usagi dapat digambarkan sebagai perwujudan atas amarahnya.

"Anak-anak bermasalah itu...! Kali ini, kali ini! Kuro Usagi... KURO USAGI TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKAN MEREKA!" (Usagi)

Rambut Kuro Usagi berubah menjadi merah mudah karena semua amarahnya, setelah memposisikan dirinya, dia menyerakan pasir sembari berlari keluar dari tempatnya.

Part 4

"Itu kejauhan!" (Asuka)

Asuka tidak bisa menahan keinginan untuk membanting meja kopi untuk protes, setelah mendengar angka yang tidak masuk akal itu.

Jin, tanpa menunjukan adanya kelemahan, mengatakan:

"BENAR! Memang sangat jauh! Karena di kota Little Garden, mereka akan membuat orang-orang percaya bahwa apa yang terlihat kecil malah semakin kecil yang padahal sebenarnya adalah besar, jadi jarak yang kau rasa dekat itu sebenarnya adalah sangat jauh. Jika kita melihat sebuah kota dimanapun itu, kotanya akan terlihat dekat, tapi jaraknya akan menjadi beberapa kali lebih jauh dari apa yang kau percayai. Itulah kenapa aku sudah memperingati kalian semua mengenai ini!" Jin berteriak.

Duduk disebelahnya adalah Izayoi, yang dimana sedang duduk tenang menyelidiki tentang Little Garden.

"...Benarkah? Jadi ketika kami tiba di dunia ini, kami dapat melihat kaki langit Little Garden karena seseorang dengan sengaja mencoba untuk menipu kami untuk mempercayai bahwa dunia ini adalah kecil?" (Izayoi)

Itu benar. Ketika mereka tiba di dunia ini, setelah melihat skala Little Gardennya, mereka, untuk beberapa alasan, berpikir bahwa kota ini sangatlah besar.

Meskipun semuanya berpikir bahwa kota Little Garden memiliki bagian luar yang besar, tapi melalui inspeksi lebih dekat, mereka akan mendapat kalau kotanya ternyata lebih besar lagi.

Asuka dengan malu-malu menutup mulutnya, tapi setelah mengganti dengan pendekatan yang berbeda, dia bertanya lagi.

"Benar, apa boleh buat. Aku hanya berharap kalau itu akan sama seperti saat kita terakhir kali berpergian dari gerbang terluar menuju gerbang terluar lainnya untuk menantang Komunitas [Perseus]." (Asuka)

"...Dengan itu yang kau maksud, kau berharap untuk menggunakan [Gerbang Astral]?" (Jin)

Jin membalas dengan ekspresi pahit.

--[Gerbang Astral], karena begitu sulitnya untuk berpergian di kota Little Garden, gerbang itu didirakan dengan mengaitkan sebuah gerbang terluar dengan gerbang terluar lainnya.

Alasan mereka yang berkuasa di sebuah wilayah menginginkan hak untuk mempertahankan gerbang terluar adalah karena terlepas dari pedagang keliling, penampilan, mereka yang berpartisipasi ataupun penyelenggara Gift Game, gerbang terluar selalu menjadi titik transportasi.

Jika mereka ingin mengiklankan nama Komunitas mereka, tidak ada yang lebih efektif dari itu.

Jin menunjukan wajah kelam bersamaan dengan sugesti itu.

"Jika Asuka-san ingin menggunakan [Gerbang Astral], aku akan sangat menentangnya! Untuk menggunakan [Gerbang Astral], Jumlah uang yang tidak sedikit akan dibutuhkan! Semuanya harus menyerahkan satu koin emas yang diedarkan oleh [Thousand Eyes]! Empat orang berarti empat koin emas! Itu sama seja dengan seluruh aset Komunitas kita" (Jin)

'Apa kalian semua berpikir untuk membuat anak-anak kelaparan sampai mati~!'

---Kuro Usagi akan benar-benar sangat marah.

Dibawah penolakan tegasnya Jin, Asuka menjadi terdiam, menunjukan ekspresi pahit.

"....98000 Kilometer? Memang jarak yang cukup jauh ya?" (Izayoi)

Izayoi menunjukan senyum nakal, terlihat dia seperti dia bahkan tidak tahu.

Dia ingin mencegah pemborosan yang tidak perlu di satu sisi, di sisi lainnya, bahkan untuk mereka sendiri, mereka tidak akan mungkin untuk berjalan dengan jarak 25x seluruh planet Bumi.

Jin kekurangan oksigen karena terus menerus berteriak, setelah mengambil napas panjang, dia menggunakan nada damai untuk meyakinkan mereka semua,

"Jadi sekarang, kita dapat menganggap masalah ini sebagai suatu gurauan... Kita harus segera kembali ya kan?" (Jin)

"Sangat ditolak." (Izayoi)

"Setuju dengan kanan ku." (Yo)

"Setuju dengan keduanya." (Asuka)

Jin membungkukan bahunya dengan kekecewaan. Setelah meninggalkan mereka(Kuro Usagi dkk) surat provokasi, mereka tidak bisa menemukan kesempatan untuk keluar dari situasi memalukan ini lagi. Mereka bertiga pun secara tiba-tiba berdiri, memegang jubahnya Jin dan mulai berlari.

"Kami sudah meninggalkan surat ke Kuro Usagi, bagaimana bisa kita mundur! Kalian berdua, ayo pergi!" (Izayoi)

"Iya! Karena sudah seperti ini, kita harus terus berusaha sampai akhir! Mendiskusikan ini dengan [Thousand Eyes]! Ayo bergerak!" (Asuka)

"Bergerak!" (Yo)

Izayoi dan Asuka mulai tertawa lepas, bersemangat sendiri. Kasukabe, dalam rangka untuk mengikuti suasana yang ada, ikutan berteriak.

Sementara orang yang mengenakan jubah longgar yang dipanggil Jin, satu-satunya yang bisa dia lakukan adalah mengikuti saja.

Previous ChapterDaftar Isi – Next Chapter –
loading...