Saturday, 3 December 2016

Isekai ni Tensei Shitandakedo Ore, Tensai tte Kanchigai Saretenai? Chapter 10 Bahasa Indonesia


Translator: Ernesta Yuki
Editor: Ise-kun

Chapter 10 : Kunjungan Tempat kerja

- Sudut Pandang : Arakawa Shuichi -

Tatan! Tatatan! Papapapapa......

Aku mendengar suara tembakan dari dalam kendaraan komandan, diterangi oleh lampu merah redup dari tembakan.

Tampaknya fasilitas itu akan benar-benar segera berada di bawah kontrol.

Aku mengeluarkan sebatang rokok dari saku seragam tempurku dan menyalakannya.

"Fuuu..."

Mengamati asap yang mengapung ke atas, aku berpikir tentang alasanku datang ke sini hari ini.

Penyebab utama dan asalnya adalah "Perjanjian Arakawa" yang mulai berlaku Januari tahun ini.

Perjanjian ini menyatakan kalau semua negara di dunia harus meninggalkan "Arakawa Kouki" sendiri dan memungkinkan dia untuk secara bebas menjalani hidupnya, dan memberikan waktu bagi masing-masing negara untuk merancang metode memasukan dia ke negara mereka.

Apakah niat mereka hanya sebatas itu ataukah...

Miki dengan senang menerima hasil ini, tapi aku tidak benar-benar senang dengan itu. Seperti yang diharapkan, ada berbagai pihak insureksioner yang menentang perjanjian dan ingin memaksakan kekuatan terhadap Kouki.

"Mereka tidak akan meletakan satu jaripun pada Kouki!"

Aku mengatakannya dengan keras, menghancurkan filter rokok.

Sekarang kelompok yang kita tekan adalah kelompok terbesar di antara para pemberontak, sebuah organisasi sekte agama yang menyatakan Kouki sebagai "Anak Iblis" dan ingin mengambil hak asuh dia dan mereka tampaknya mendapatkan dana dari suatu tempat.

Seseorang dari mereka tampaknya memiliki mata-mata di pemerintah yang membocorkan informasi tentang Kouki.

Aku harus meghancurkan sesuatu seperti ini dengan cepat tanpa banyak khawatir...

Mungkin aku dapat meningkatkan waktu yang kuhabiskan dirumah?

Sambil memikirkan itu, salah satu bawahan ku memasuki kendaraan komandan.

"Melaporkan! Saat ini, kelompok A sudah merebut keseluruhan bangunan. C dan D keduanya bergerak untuk mengevakuasi pejalan kaki."

Eris membuat laporannya.

Fumu...

Seperti yang diharapkan tampaknya akan berjalan dengan baik. Tapi, bagaimana dengan kelompok B?

"Eris, bagaimana situasi kelompok B?"

Ketika aku menyanyakan itu, Eris mulai menggunakan terminal informasi di lengannya. Lalu dia membalikan matanya padaku dengan suara heran.

"Nama saya Claire, saya saudara kembar Eris."

Katanya. Suasana rumit menyelimuti sekitar kendaraan komando di mana tidak ada yang bisa mengatakan apapun.

Jadi begitu, dia Claire ya.

Ku rasa aku akan mengingat bagaimana Claire adalah orang yang memegang Kouki sewaktu bayi, dan Eris tidak.

"Jadi Claire, apa posisi kelompok B saat ini?"

"Kelompok B saat ini sedang memeriksa bagian bawah tanah yang ditemukan di dalam gedung. Mereka berjalan perlahan sembari melucuti setiap perangkap dan tambang yang mereka temukan."

Komandan kelompok B harusnya Louise...

Kalau itu dia, mereka harusnya baik-baik saja, tapi aku punya firasat buruk. Haruskah aku mengirim bantuan?

"Kirim sebagian dari kelompok C, dan beberapa personil dari pihak F yang saat ini melindungi kendaraan komando dan perintahkah mereka mengejar kelompok B."

"Saya akan mempersiapkannya segera."

Untuk sekarang aku hanya akan mengamati situasi...

Tapi aku tidak bisa menyingkirkan perasaan jengkel dan gelisah ini.

Setelah menghisap rokok empat batang lagi, kami menerima komunikasi dari kelompok B.

"Ini kelompok B! Kami telah melakukan kontak dengan sejumlah musuh di lorong bawah tanah, dan sedang saling baku tembak. Kami telah mendapatkan banyak korban! Meminta bala bantuan!"

Sial! Firasatku benar...

Apa yang harus ku lakukan?

Haruskah aku segera memanggil mundur, atau mengirim lebih banyak bala bantuan?

Tidak ada waktu lagi, jadi aku akan melakukan keduanya.

"Kelompok B segera mundur. Juga informasikan semua pihak untuk mempertahankan personil seminimal mungkin, dan mengirim semua unit yang tersedia untuk memperkuat kelompok B."

Di sebelah ku, Claire mengkomunikasikan informasi dengan ekspresi tenang.

Jika aku tidak tenang...

Komandan tidak bisa pergi untuk lokasi kejadian, bahkan jika bawahan mereka mengalami krisis, aku hanya bisa membuat perintah dan kemudian duduk dan mengamati. Meskipun ingin melampiaskan emosiku dan memukul layar, aku menahannya. Sekarang kita harus menunggu. Menyilangkan lenganku dan diam-diam berdoa untuk kabar baik, panggilan lain datang.

"Ini adalah kelompok A, dalam penarikan Kelompok B. Setelah kami berkumpul kembali dengan kekuatan lain, kami akan mencoba untuk mengugurkan target lagi."

Yosh, kami berhasil menghindari kerugian tidak berarti. Sekarang yang harus kami lakukan adalah menghabisi musuh...

Tapi kenapa mereka menentang pada saat ini?

Dalam situasi saat ini, kami memegang keuntungan besar jadi mengapa mereka tidak menyerah? Apakah ada sesuatu yang aku lewatkan?

Pada saat itu, panggilan datang yang dimana menyelesaikan keraguan ku.

"Ini adalah kelompok A! Kami telah menemukan sebuah rudal silo di pedalaman jalur lintasan, mereka sedang bersiap untuk meluncurkannya!"

Sebuah rudal!? Jadi begitu! Apakah kalian menentang demi rudal? Aku tidak tau dimana kalian berniat untuk menembakkan rudal itu, tapi aku pasti akan menghentikannya!

"Gunakan semua kekuatan kalian untuk menghentikan peluncuran itu. Jika memungkinkan, ambil kendali dari pusat kendali mereka dan dapatkan intel mereka."

Selagi suaraku meneriakan komando keluar, aku duduk di kursi ku dan menutup mata...

Tolong, buat mereka sukses. Aku berdoa kepada dewa-dewa yang biasanya tidak ku percaya.

"Ruang kendali berhasil dikuasai, Intel sedang dikirim ke terminal saya, Saat ini, saya sedang menganalisis tujuan mereka."

Claire melaporkan secara resmi. Sekarang semua yang tersisa adalah mendapatkan kontrol dari rudal itu sendiri ya... Sepertinya semua akan berubah menjadi baik. Aku merasa agak lega sambil menunggu laporan....

"Pencegahan peluncuran gagal! Saya ulangi, pencegahan peluncuran telah gagal! Pendorong Rudal sekarang menyala."

"Analisis intel selesai. Rudal dikonfirmasi menjadi rudal balistik. Target adalah Jepang, laboratorium penelitiaa Generasi Berikutnya."

Situasi terburuk dilaporkan. "Laboratorium Generasi Berikutnya"? Miki dan Kouki seharusnya sedang berkunjung ke sana hari ini.

Dengan tergesa-gesa dan panik aku bergegas keluar dari kendaraan komando.

Tercermin di mataku, aku melihat potongan rudal melalui langit dan terbang jauh....

- Sudut Pandang Arakawa Kouki -

"Baiklah semuanya, apakah kalian siap? Setelah kita tiba di dalam, harap berhati-hati dan dengarkan orang yang bertanggung jawab."

Aku mendengar suara bergema "Baik!~" dan "Fuhii!" dalam menanggapi suara ibuku.

Akhir pekan ini, bersama dengan ibuku aku mengunjungi "Laboratorium penelitian Generasi Berikutnya."

Alasanya adalah karena apa yang dikatakan Saitou-kun.

"Neh Arakawa, aku benar-benar ingin melihat tahap perkembangannya Power Suit."

... Adalah apa yang dia katakan.

Karena bermasalah dengan ujian, pada saat itu aku tidak benar-benar mempertimbangkan kata-katanya dengan benar dan berjanji untuk menunjukkan kepadanya tanpa berpikir. Kemudian aku khawatir apa yang harus dilakukan.

Pada akhirnya, aku berkonsultasi pada ibuku mengenai situasinya, dan diluar dugaan aku diberikan ijin dengan mudahnya. Ibuku menjelaskan :

"Kamu membuat janji kepada temanmu kan? Kalau begitu apa boleh buat."

Itulah yang dia katakan tapi, kalimat "Mau bagaimana lagi" itu apakah benar-benar cukup menyakinkan? Yah, ternyata semuanya baik-baik saja, jadi ku kira tidak apa-apa tapi...

Ketika aku mengatakan pada Saitou-kun kalau kami punya izin, dia senang. Dan meskipun aku tidak menyebutkan itu sebelumnya, tapi aku mengundang Alice-chan juga, jadi itu berakhir menjadi perjalanan lapangan tempat kerja.

"Silahkan tinggalkan perangkat pribadi anda disini."

Seorang penjaga keamanan meminta sambil tersenyum. Oh, itu soal menjaga kerahasiaan dan menyimpan rahasia? Memahami itu, aku yakin, tapi penjaga keamanan tetap menjelaskan.

"Kami meminta untuk alasan keamanan."

Dia bilang. Karena tidak ada alasan khusus untuk menolak, aku mengikuti instruksinya dengan patuh...

Ibu ku tidak meninggalkan perangkatnya karena dia adalah seorang karyawan.

"Apakah anda Kouki-kun?"

Penjaga keamanan bertanya ketika aku menyerahkan terminal ku.

"Iya, benar."

Ketika aku menjawabnya, aku tiba-tiba mulai menerima banyak pujian.

Rupanya ibuku telah membicarakan dengan berbagai orang tentang betapa bangganya dia pada anaknya. Sementara merasa malu, aku mendengar suara seorang pria mengenakan jas lab putih di belakang.

"Selamat datang semuanya. Saya akan menjadi pemandu kalian untuk hari ini, nama saya Ozaki."

Ozaki-san ya? Dia sepertinya orang yang baik bagi ku.

Mohon bantuannya untuk hari ini.

Semua orang mengatakan itu dan kami memasuki laboratorium.

Ketika masuk, hal pertama yang ku perhatikan adalah keadaan mesin seni...

Tentu saja, seperti yang diharapkan dari "Laboratorium Penelitian Generasi Berikutnya". Tidak hanya Saitou-kun, tapi juga Alice-chan merasa tegang.

Ketika kami diperkenalkan pada departemen, seseorang peneliti yang muncul dari belakang datang ke arah kami.

"Ini bukan tempat untuk didatangi anak-anak. Apa yang kalian lakukan disini?"

A, hhaaaah!? Dia berbicara bahasa Rusia! Ini adalah kesempatanku untuk memamerkan salah satu poin baik ku pada Alice-chan! Memikirkan itu, aku menjawab sambil mencoba berbicara dengan menghindari tekanan.

"Saya minta maaf, kami adalah siswa dari Institusi Teknologi yang datang untuk berkunjung. Hal itu diperbolehkan karena ibuku Arakawa bekerja disini."

Setelah aku menjawab, dia menunjukkan ekspresi terkejut, dan kemudian mengalihkan pandangannya.

"Itu berarti, anda Kouki-kun, benar? Saya heran anda mengerti bahasa Rusia. Saya Nikolai ( TL : keinget COD karena namanya xD ), senang bertemu anda."

Yes! Aku bisa berkomunikasi dengan benar. Aku melirik ke arah Alice-chan, dan melihat dia menatapku dengan kagum.

Adapun Saitou-kun...

Dia menatap jalur produksi.

Oi! Tunjukkanlah sedikit minat pada diriku, sedikit saja!

Nikolai-san menjawab dengan waspada pertanyaan kami sambil memperkenalkan penelitiannya kepada kami.

Fumu, tampaknya penelitian mengenai obat baru untuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Alice-chan mendengarkan dengan seksama saat Ozaki-san menerjemahkan.

Tapi Saitou-kun, apa yang sebenarnya kau lihat itu sampai serius gitu? Karena aku khawatir, aku menuju ke arahnya untuk memeriksanya.

Ah, bukankah itu bagian dari Power Suit? Itu adalah sesuatu yang pernah ibu bawa pulang sebelum ini.

Sambil mengamati dan mengingat itu, Nikolai-san berbicara,

"Tapi sungguh, Kouki-kun bisa mengerti kata-kata dari ibu kota negara saya. Meskipun saya tahu Profesor bangga pada anda, saya pikir itu hanya karena anda adalah anaknya. Keterampilan belajar bahasa Anda benar-benar menakjubkan."
(Editor Note: Padahal bahasa inggris aja ga bisa :v )

Tidak mungkin, aku hanya mengingat itu dari kehidupanku yang sebelumnya.

Tidak mampu membalas lagi, aku hanya tersenyum pahit...

Pada saat itu ibuku dipanggil oleh beberapa peneliti lain, tampaknya mereka ingin mengkonfirmasi beberapa hasil penelitian atau sesuatu.

Ibuku berbalik ke arah kami.

"Aku akan pergi sebentar, oke? Pastikan untuk mengikuti arahan Ozaki-san dan Nikolai-san."

Sambil mengatakan itu, ibu berjalan ke tempat lain.

Dan jadi kami pergi dan mengunjungi departemen lain juga...

Penelitian Organ Manusia, Pengembangan Aeronautika, ada juga departemen menarik yang berhubungan dengan pengembangan logam baru dan campuran.

Meskipun kami dibatasi untuk melihat terlalu banyak di Departemen Pengembangan Senjata, kami diizinkan untuk melihat beberapa senjata baru yang dikerahkan.
Orang yang bertanggung jawab dari Prototipe Power Suit terkesan dengan antusiasme Saitou-kun, dan mengizinkan dia untuk mencoba Power Suit, setelah itu Saitou-kun mulai berlarian dengan riang di pusat pengujian.

"Fuhi......, Fuhihihihihihi!" ( TL : Entah kenapa aku kesal bayanginnya -_- )

Mengatakan kalau dia berada di tingkat semangat Maksimal adalah pernyataan yang mengerikan.

Bukan hanya Alice-chan, tapi semua orang yang ada dalam situasi itu terpaku di situ...

Ketika aku mulai memikirkan tentang apa yang harus ku lakukan, gerakan Saitou-kun berhenti. Oh aku mengerti, baterainya habis.

Seorang peneliti pergi untuk menghampiri Saitou-kun dengan ekspresi sedikit lelah. Sebelum pergi ke departemen berikutnya, kami pergi ke ruang makan untuk makan siang.

"Apa pendapat kalian tentang laboratorium ini?"

Ozaki-san bertanya sementara kami sedang makan siang.

"Itu sangat menarik. Saya sangat tertarik di departemen penelitian Obat. Saya juga ingin bekerja di daerah itu di masa depan." [Alice-chan]

Mendengar itu, Nikolai-san dengan gembira dan sambil tertawa mengatakan kalau dia akan menyambut bekerja dengan seorang seorang wanita muda yang cantik.

"Saya berpikir departemen senjata itu menyenangkan! Saya sangat terharu ketika saya bisa memakai Suits Militer untuk pertama kalinya."

Saitou-kun berkata dengan gembira sambil makan semangkuk daging babi. Sekarang dia menyebutkan itu, ini adalah pertama kalinya aku melihat Saitou-kun ini bahagia, aku senang kami datang ke sini hari ini.

"Jadi bagaimana denganmu Kouki-kun? Di bagian mana yang kamu pikir paling menarik?"

"Saya pikir departemen yang mengembangkan logam baru yang menarik. Logam baru, terutama yang dengan kekerasan Moh tinggi ini, itu sangat menarik."

Saat aku menjawab Ozaki-san, untuk beberapa alasan semua orang punya ekspresi yang rumit.

Tidak perlu untuk mengatakannya, aku mengerti. "Uwah, itu agak.... Aku tidak yakin apa yang harus dikatakan, dia memilih sebuah departemen aneh."

Adalah apa yang kalian semua pikir, benar kan?

Tidak, tapi benar-benar menakjubkan!

Mereka adalah departemen yang menciptakan logam yang tidak ada di bumi 'tau!

Apa yang salah dengan itu... Ya ampun, orang-orang ini hanya tidak mengerti tentang cinta.

Nnn? Orang-orang di kursi lain menatapku dengan mata gemerlapan.

Ah! Mereka adalah orang-orang yang ku temui sebelumnya dari departemen Pengembangan Logam.

Tidak apa, kawan!

Aku mengerti besarnya penelitian kalian, jadi silahkan terus melakukan yang terbaik di masa depan.

"Baiklah, bisa kita pergi sekarang?"

Ozaki-san mengatakan setelah memastikan semua orang selesai makan, dan melanjutkan tur kami.

"Disini adalah Departemen yang mempelajari lingkungan global."

Sebagai gantinya Ozaki-san, orang yang bertanggung jawab mulai menjelaskan kepada kami.

Aku mengerti... Mereka melakukan hal-hal seperti mengukur polusi udara dengan mesin tak berawak, dan mempelajari lingkungan bumi purba oleh pengeboran ke antartika, itu bagus.

Apakah mereka mencoba untuk mengungkap misteri tentang bagaimana makhluk hidup telah berevolusi? Saat aku hendak mengajukan pertanyaan itu, seseorang menerobos pintu masuk ruangan.

"Ada keadaan darurat."

Itulah yang dikatakan si gundul ketika dia memasuki ruangan.

Apa yang kau lakukan disini? Aku ingin bertanya, tapi dia mulai berbicara.

"Sebuah Rudal balistik telah ditembakan dari salah satu negara di Eropa Timur. Targetnya di sini, Laboratorium Penelitian Generasi Berikutnya."

Ha? eh, Apa? Kenapa Rudal mengarah kesini?

Kedua Alice-chan, dan wajah orang lain jadi membiru. Aku juga panik, tapi aku menanyai si gundul itu,

"Apa yang harus kita lakukan?"

"Sayangnya, kami gagal mencegah rudal ditengah pengorbitan. Jika kita mengevakuasi keluar sekarang, kita tidak akan bisa menyelamatkan diri dari radius ledakan. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan diri adalah bersembunyi di semacam ruang bawah tanah dan menunggu saja."

Dia mengungkapkan situasi keputusasaan. Bahkan jika kita pergi ke bawah tanah, laboratorium masih akan hancur. Apa yang harus kami lakukan, serius apa yang harus kami lakukan?

Baiklah, tenanglah diriku. Pada saat-saat seperti ini aku harus berkonsultasi pada ibuku. Jika itu jenius maka dia seharusnya bisa mengatasinya entah bagaimana! Ketika aku mencoba untuk memanggil ibuku, aku teringat.

Aku tidak memiliki terminal ku saat ini!!!

Aku lupa kalau aku memberikannya pada penjaga keamanan ketika kami masuk. Ini buruk, ini beneran game over. Saat aku berpikir kalau tidak ada jalan keluar, aku melihat stasiun terminal ditempatkan di ujung ruangan.

'Mari kita mengirimi ibu pesan dengan itu' ku pikir, dan berlari ke depan terminal. Untungnya terminalnya menyala. Sesuatu sudah ditampilkan di terminal, tapi sekarang keadaan darurat. Bahkan jika beberapa dokumen penelitian menghilang, tidak ada yang akan mengeluh.

Aku mengoperasikan terminal sehingga aku bisa memulai komunikasi.

Tapi tak peduli seberapa keras aku mencoba, aku tidak bisa kembali ke desktop!

Apakah ada Ctrl-F yang dapat kugunakan?

Kenapa terminal ini bukan terminal yang biasanya sih?

Dengan aku yang terburu-buru, layar tiba-tiba menampilkan sekelompok angka yang aku tidak mengerti, dan kemudian kata "Error" muncul dan berhenti berfungsi.

Ini sudah berakhir...

'Kami semua akan mati disini' Ku pikir, tapi kemudian si gundul berbicara.

"Penghancuran rudal balistik dikonfirmasi"

Haaaaaaaaaaah!?

Eh? Apakah terjadi sesuatu?

Keceriaan muncul disekitarku, dan Alice datang dan memeluk ku.

Oppainya lembut... Tunggu, tidak! Bukan itu yang ingin ku katakan!

Kenapa Nikolai mengatakan,

"Menakjubkan, bagimu untuk dapat melakukan itu dengan waktu yang sangat singkat." kepada ku?

Ada apa ini?

Saitou-kun dan Ozaki-san juga berkata,

"Arakawa-kun adalah seorang yang benar-benar jenius... Menakjubkan"

"Seperti yang diharapkan dari satu-satunya orang yang Arakawa-san banggakan tentang mu. Aku salut pada pikiranmu yang luar biasa."

Tidak, tunggu, sepertinya mereka memiliki kesalahpahaman pada sesuatu?

Aku hanya menggunakan terminal untuk menghubungi ibuku.

Eh? Tidak, aku tidak berusaha untuk menjadi rendah diri atau apa, aku serius!

Seriuslah tema-teman, bisa seseorang katakan padaku apa yang terjadi?!!!

Mengapa aku begitu disalahpahami?

- Sudut Pandang Ozaki -

Ketika sudah jelas kalau serangan langsung dari rudal balistik tidak dapat dihindari, Kouki-kun berlari ke terminal kontrol drone di sudut ruangan. Aku mencoba untuk mencegah Kouki-kun demi keselamatan karena aku tau itu tak berguna untuk mencoba sesuatu, tapi aku dihentikan oleh si gundul.

"Dia tampaknya memiliki ide"

Dia bersikeras kalau aku harus mengamatinya dengan seksama. Aku mengerti saat aku melihat layar besar yang terhubung ke terminal di dinding yang dia guakan.

"Dia mengubah arah drone ini?"

Tidak mungkin, maksudku, kenapa dia akan melakukan sesuatu seperti itu? Rudal itu jatuh dari atmosfir diluar bumi, apa kau berencana mencoba untuk menabrakan drone itu dengan rudal, ketika dronenya berada di 5 meter di seberang jalur lintasan?

Itu mustahil... sesuatu seperti itu benar-benar mustahil.

Namun, orang di depanku adalah anak dari "Arakawa Miki"

Ketika aku memikirkan itu, dengan kata-kata "Sebuah rudal balistik telah ditembakkan dari salah satu Negara di Eropa Timur.", adalah mungkin untuk memprediksi lintasan dan kecepatan rudal secara tepat.

Tapi sesuatu seperti itu benar-benar mustahil tanpa teknologi pertahanan rudal canggih.

Ada sedikit kemungkinan untuk melakukan sesuatu seperti itu dengan pikiran seseorang itu sendiri dan berhasil.

Mataku berkedip mengikuti lampu pada layar yang menunjukkan posisi drone dengan penuh harapan...

Dan tiba-tiba lampu padam.

"Penghancuran Rudal balistik dikonfirmasi"

Bahkan setelah mendengar kata-kata itu aku tidak bisa mengerti apa yang baru saja terjadi.

Kau bercanda kan?

Kemungkinan dia berhasil berada di dekat nol.

Dia berhasil membuat drone itu bertabrakan dengan rudal yang jatuh lebih dari 20 kali kecepatan suara...

Dia berhasil mencapai suatu pencapaian yang biasanya akan memerlukan bantuan mekanik, hanya menggunakan kekuatannya sendiri.

"Jenius" adalah satu-satunya kata yang cocok untuknya.

'Ini kebetulan', ya ampun, kerendaan hatinya juga merupakan salah satu kebajikannya kah.
(Editor note: padahal orangnya beneran ga ngerti apa2 :v )

"Arakawa Kouki", yang diakui oleh "Arakawa Miki", aku bertanya-tanya pencapaian seperti apa yang akan dia capai di masa depan?...

Aku tidak berpikir aku akan kehilangan minatku.

-Sudut Pandang Arakawa Shuichi-

"Penghancuran rudal balistik dikonfirmasi. Tampaknya anak anda secara manual mengemudikan drone itu ke arah tabrakan."

Claire melaporkan dengan lega.

Serius, aku selalu memikirkan ini tentang Kouki, tapi seperti biasa dia melakukan hal-hal mencolok. Bagaimana bisa seseorang menembak jatuh sebuah rudal balistik dengan drone!

Sial!

Anakku mungkin telah mengatasi kesalahan ku, tapi aku masih memiliki sesuatu untuk dilakukan.

"Apakah semua penekanan selesai?"

"Ya, kami sedang mempersiapkan untuk mengangkut tawanan perang."

Aku akan membuat kau menyesal meletakkan tanganmu pada anakku...

Aku akan benar-benar menemukan dalangnya, aku siap untuk mengejarnya sampai ke lubang neraka.

"Apakah saya dapat membantu Anda dengan itu."

Claire mengatakannya disela gumamku.

"Setelah semuanya, aku juga anggota dari keluarga Arakawa."

Kata Claire sambil tertawa.

"Bahkan jika aku mengatakan itu, kau lebih baik tidak membuat anakku menjadi suamimu!"

Ketika aku mengatakan itu, Claire meninggalkan mobil komando dengan wajah merah cerah.

Sambil menatap langit yang indah, Claire mendengar suara pelatuk pistol dari belakang.

loading...