Sunday, 20 November 2016

Yuusha Party no Kawaii Ko ga Ita no de, Kokuhaku Shite Chapter 4 part 4 Bahasa Indonesia


Translator: Belang
Editor: Ise-kun

Chapter 4 Part 4: Aku Berusaha Menjadi Kompeten.

Karena suatu alasan, aku sekarang duduk formal dengan gaya seiza. (netNOTE__ http://bit.ly/2ePsdtB )
Sungguh, apa yang bisa kukatakan kepada diriku ini?

"Um... Cecilia? Kaki ku mulai mati rasa... bolehkah aku duduk di kasur mu seperti waktu itu?" [Youki]

Dengan takut aku bertanya kepada Cecilia.
Bagiku Cecilia itu seperti seorang dewi.
Aku yakin dia akan memberiku belas kasihan...

"Tidak boleh. kau harus merenungkan tindakanmu tadi." [Cecilia]

Hari ini belas kasihan tak diberikan kepadaku.
Bibirnya tersenyum lembut, tapi senyumannya tak terlihat di matanya. Perasaan yang dia berikan adalah...sial, bisa jadi inilah akhirnya.

Aku bisa mendengar tawa kecil keluar dari sisi lain.
Di tengah kekacauan ini, satu-satunya orang yang tampaknya menikmati ini adalah Celia-san. Dia terus tertawa di situasi ini.

... Celia-san adalah dalang di balik ini, kau pikir dia bisa memberikan bantuan di sini. Selama aku memikirkan itu, kaki ku ini telah mencapai batasnya.

"Cecilia, Bukankah ini saatnya kamu memaafkannya? Itu tak seperti ia melihatmu telanjang. Itukan cuman gaun tidur." [Celia-san]

Ooh! Bantuan datang setidaknya!
Bahkan sikap Cecilia mulai normal kembali.

"Lagipula, kalian akan segera berada dalam sebuah hubungan yang mana kalian akan melihat satu sama lain telanjang, jadi tak perlu ada kecanggungan dengan semua ini, benar kan?" [Celia]

Anjirr! Si tante malah menjatuhkan bom pada obrolan ini!?
Orang ini bukanlah sekutuku!
Wajah Cecilia berubah merah.

Aku tak bisa bergerak karena kaki ku mati rasa.
Setelah duduk dalam posisi Seiza begitu lamanya, bahkan kekuatan Cheat ku pun tak bisa menolongku sekarang.

"Oh Cecilia sayang, wajahmu merah banget' tau? Apa jangan-jangan kamu...?" [Celia]

Aku segera mengganti topik pembicaraan untuk menghentikan dia dari menjatuhkan lebih banyak bom.

"Ngomong-omong, kenapa hari ini tante membawaku kemari? Tidak mungkin hanya untuk ini, kan?" [Youki]

Bahkan jika itu memang benar, bukankah agak kelewatan?

"Eh? Tentu saja tidak. Tapi kita tidak bisa ngobrol sebelum semua yang terjadi." [Celia]

Aku mendengarkan Celia-san sambil ia duduk ke kasur.
Cecilia tampaknya sudah tenang dan duduk di sampingku.

"Beberapa hari yang lalu, Youki-kun, kau datang ke mansion, 'kan? Sebenarnya, sangat jarang bagi Cecilia mengundang seorang pria ke tempat tinggalnya." [Celia]

Satu-satunya alasan Cecilia 'mengundang' ku waktu itu karena ia ingin meneruskan obrolan kami.

"Cecilia tidak punya banyak kenalan laki-laki. Seingatku hanya si pahlawan dan temannya swordsman... dan sekarang ini datang laki-laki yang tidak seorangpun tahu tentangnya! Itulah sebabnya aku bersembunyi bersama semua orang untuk melihat apa yang terjadi." [Celia]

Oh iya juga, aku tidak melihat orang lain di mansion selain dua penjaga.

Mengingat ini adalah sebuah mansion besar, aku menemukan keanehan bahwa tidak ada para pelayan...

"Dan kemudian, aku melihat kalian sedang asik mengobrol dan tertawa." [Celia]

Owh begitu, dia mungkin membicarakan tentang saat aku masuk ke mode Chuuni. ... Yang berarti bahwa...

"Apa mungkin tante mendengar semua yang kukatakan...?" [Youki]

"Tentu saja aku dengar. Kau begitu keren, Youki-kun! Seperti 'Kau adalah satu-satunya bagiku'. Aku jadi mau suamiku bilang seperti itu kepadaku~u." [Celia]

Gaaaaah!?
Ini sangat mengerikan! Aku sudah ingin melepaskan diri dari noda hitam di kehidupanku.
Warna di wajahku terserap habis  seolah-olah jiwa ini meninggalkan tubuhku, lalu Celia-san memberikan pukulan terakhirnya.

"Kau bahkan mengeluarkan pose bagus, ya kan? Setelah itu semua orang di rumah pada menirumu~ " [Celia]

Ahaha... ini bahkan semakin buruk.
(Celotehan Belang__ Nah sekarang kalian tau kan kenapa waktu itu cecilia berbisik ke youki pas bilang mulai percaya kalau youki itu dulunya manusia.)

Aku menutup wajahku dengan satu tangan dan tangan lainnya ku angkat jari ku mirip seperti pose 'tunggu sebentar tunggu sebentar'. Bagaimana bisa mode Chuuni semacam itu secara kebetulan mendadak populer di kalangan para staf mansion? Dengan seluruh pekerjanya yang meniruku, pantas saja dia selalu kelihatan tertawa kecil ke arahku.

"Sudahlah, tolong cepat bunuh aku..." [Youki]

"Ohoho, kemarilah... Mari kita ke pokok bahasannya, bisa kan?" [Celia]

Secara tiba-tiba wajah Celia-san menjadi sangat serius. Rupanya, ini akan menjadi obrolan yang sangat penting.
Cecilia dan aku pun mengambil tatapan serius serta mendengarkan dengan bersungguh-sungguh.

"Kami telah mendapati banyak pelamar demi Cecilia mengenai pernikahan." [Celia]

Dia mendapatkan perhatian penuhku.
Ini pasti menyangkut terhadap obrolanku dengan Cecilia tentang negara-negara yang merekrut para individu berbakat.
Terutama, perekrutannya diselenggarakan melalui perjodohan.
Aku penasaran apa yang terjadi setelah Cecilia menolak semua lamaran itu ya?

"Di antara mereka, ada juga sebuah lamaran dari si pahlawan." [Celia]

... Apa?

"Tampaknya si Pahlawan itu punya rasa untuk Cecilia." [Celia]

Sesuatu di dalam diriku hancur.
Di satu sisi, ada seorang pahlawan tampan yang berhasil mengalahkan Demon Lord dan menyelamatkan dunia.
Di sisi lainnya, petualang Ranking D yang berwajah membosankan menyembunyikan fakta bahwa ia adalah seorang Demon.
... Aku benar-benar tidak mempunyai kesempatan, ya?

"Celia-san, apa pertunangannya sudah..." [Youki]

"Ohoho, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Cecilia sudah menolaknya... tapi si Pahlawan tidak menyerah dengan mudahnya, tau." [Celia]

Setelah sesaat menjadi lega, aku segera jatuh kembali ke dalam neraka. Cecilia menghela napasnya.

"Tidak mungkin, apa sih yang dipikirkan Pahlawan itu? Bukankah di party ada seorang Mage? Dia kan bisa jatuh cinta dengannya. Apa dia harus di pukul dulu pake buku oleh gadis bangsawan baru mau pergi? Dia tidak perlu keluar dari jalannya untuk merusak kehidupan cintaku!" [Youki]

Dalam pergolakan ku, aku menggerutu ke Pahlawan-kun.
Ini buruk, aku menjelek-jelekannya.

Cecilia juga melihatku yang keluar dari pokok pembicaraan, wajahku sangat membentuk ekspresi kekesalan.

"Ara, menyinggung seperti itu ke seorang Pahlawan, kau pastinya sangatlah mencintai Cecilia." [Celia]

Entah bagaimana, salah pahamnya ke arah yang cukup baik.
Bahkan Cecilia terlihat lega.

"Jadi aku ingin bertanya kepadamu, Youki-kun... mau kah kau menikahi Cecilia? Segera jawab, iya atau tidak." [Celia]

Cecilia sebagai istriku!? Aku terkejut, aku hampir jatuh ke dalam kepanikan, tapi aku berhasil menahan diri.
Hmm...
Kurelakan kesempatan emas terakhirku pergi, dan mungkin saja aku takkan mendapatkan kesempatan lain yang seperti ini. Dengan Celia-san yang merestui, sekalipun kami menghadapi masalah di masa yang akan datang, dia akan membantu ku mengatasinya.

Jawabanku adalah...

"Aku minta maaf, tapi tidak bisa." [Youki]

Aku menundukkan kepalaku. Jawabannya adalah 'tidak'.

"... Boleh aku tau alasannya kenapa?" [Celia]

"Yah, aku tau itu memanglah tawaran yang sangat menarik. Tapi Cecilia sudah menolakku saat aku menyatakannya. Itulah sebabnya aku memutuskan untuk menjalani kehidupan yang jujur dan kemudian mengungkapkannya sekali lagi." [Youki]

Celia-san menatap langsung ke arahku sembari mendengarkan perkataan ku.
Aku jadi penasaran apa yang Cecilia pikirkan dari jawabanku tadi, tapi kutunggu dengan sabar aja.

"Dan sejujurnya, membicarakan soal pernikahan ini terlalu dini,... tepatnya... ya begitulah..." [Celia]

Sial! Aku mengacaukan bagian terpentingnya!
Tanpa kesempatan untuk memberikan alasan lainnya, topeng keseriusan Celia-san pecah sambil ia menatapku.

"Ohoho, Youki-kun, kau lulus! Sepertinya putri ku ini punya mata yang bagus, tidakkah kau setuju?" [Celia]

?
Aku sama sekali tidak mengerti, Cecilia dan aku memiringkan kepala.

"Lagipula, bagaimana mungkin aku bisa memberikan putri berhargaku kepada seseorang yang baru saja kutemui hari ini?" [Celia]

"Eeehh?! Tante mengaturku lagi?" [Youki]

"Sama sekali tidak! Akan jadi buruk jika hama kecil mencurigakan sudah menempel kepada putriku. Itu sebabnya kuputuskan untuk mengetest mu. " [Celia]

Cecilia sama sekali tidak mengetahuinya, jadi dia sedikit marah.
Jika itu masalahnya, berarti saat pengetesan itu...

"Seandainya aku setuju terhadap pernikahan...?" [Youki]

"Aku akan memanggil Sophia untuk menemanimu keluar dari mansion." [Celia]

Rupanya aku sudah dihadapkan dengan pilihan yang cukup berbahaya.
Rintangan yang tidak bisa kuatasi, bahkan dengan Cheat ku.
Aku juga jadi mengerti kalau Sophia-san adalah salah satu rintangan itu.

"Aku bilang kepadamu kau lulus, iya kan? Kau tidak usah gemetaran gitu dong... Tolong jadilah teman yang baik untuk Cecilia. Kau diterima di sini kapan saja, Youki-kun." [Celia]

Sepertinya Celia-san sudah mengakui ku.

... Tapi tunggu?

Hari ini sepertinya aku sama sekali belum ada perkembangan dengan Cecilia. Setelah itu, Celia-san terus berbicara mengenai Cecilia saat masih kecil, malu-maluin putrinya. Aku mendengar Sophia sang legenda dan hampir pingsan. Dan begitulah datangnya hari yang menyenangkan itu.

loading...