Thursday, 24 November 2016

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 41 Bahasa Indonesia


Chapter 41: Tersusul

Ketika kami tiba di guild adventurer kota Comer, Lena dan Muga berjalan menuju ke konternya Collet-san.

"Anoo, aku mau melaporkan questnya." (Muga)

"Ya, e~to, quest yang diterima oleh partynya Muga adalah pemburuan Goblin General.
Sepertinya questnya berjalan dengan baik♪ Jadi Lena, gimana rasanya menjalani quest dengan party barunya? Apa menyenangkan?" (Collet)

"Ya menyenangkan.. Dalam artian yang berbeda." (Lena)

Collet-san nampaknya kebingungan terbukti dari sebuah tanda tanya yang muncul di atas kepalanya, tapi dia tidak begitu memikirkannya. Akan tetapi, ketika Muga menunjukan telinga goblin padanya, dia terkejut.

"Ini... Goblin King! Apa rangkingnya naik?" (Collet)

"Bukankah mustahil untuk rangkingnya tiba-tiba naik?" (Muga)

Berarti laporannya salah.

"Aku akan melaporkannya pada Guild Master... Tolong tunggu sebentar." (Collet)

Ketika Collet-san menyebutkan kata Goblin King, para adventurer yang ada disekitar terkejut. Itu adalah monster yang tidak sewajarnya untuk adventurer rangking E bisa kalahkan. Meskipun rangkingnya hanyalah rangking 4, tapi hadiahnya setara dengan monster ranging 6 seperti Earth Dragon.

Collet-san kembali setelah beberapa saat.

"Silahkan ikuti aku." (Collet)

"Yu, kamu nggak mau ikut dengan ku?" (Lena)

Meskipun Lalit, Nina, dan aku ikut telibat, tapi kami tidak bertujuan untuk mengerjakan questnya. Kami datang kesana untuk menolong Lena.

"Silahkan tunggu Guild Masternya disini." (Collet)

Setelah membawa Lena dan Muga, Collet-san kembali lima menit kemudian.

"Karena aku hanya diminta untuk membawa mereka, tugas ku sudah selesai, tidak ada masalah... Mungkin..." (Collet)

Aku jadi khawatir mendengar kalimat Collet-san yang makin mengecil gitu, kira-kira kenapa ya?

"Collet-san, aku dengar beberapa adventurer dapat menyewa rumah. Apa itu benar?" (Yu)

"Iya, kau bahkan dapat membelinya. Beberapa adventurer rangking tinggi bahkan membeli rumah besar. Tapi bukankah Yu-san masih rangking E?" (Collet)

Bagi adventurer rangking E yang ingin menyewa atau bahkan membeli rumah hanya akan dianggap sebagai gurauan semata. Tapi tidak seperti adventurer kebanyakan, aku tidak menggunakan uang ku untuk membeli barang-barang habis pakai seperti potion, melainkan aku membuatnya. Daripada terus tinggal di penginapan, mungkin pengeluaran kami dapat dikurangi dengan menyewa atau membeli rumah. Berkat apa yang diajarkan oleh nenek Stella, makanan dan kebutuhan sehari-hari dapat aku lakukan dengan baik tanpa ada masalah.

"Tidak apa. Selama harganya tidak sampai 50 gold. Aku tidak peduli lokasinya dimana, tapi akan lebih baik kalau aku bisa dapat rumah yang besar." (Yu)

Apa yang aku katakan telah menghilangkan senyum dari wajahnya Collet-san untuk beberapa saat sebelum dia kembali ka wajah dia yang biasannya.

"Baiklah, aku akan mencari rumah-rumah yang sesuai dengan kebutuhan mu nanti." (Collet)

"Kita akan membeli rumah? Senangnya♪" (Nina)

"Apa? Siapa yang bilang kita akan tinggal bersama?" (Yu)

"Eh? Emangnya kamu punya alasan buat menolak ku?" (Nina)
(TL Note: ( ͡° ͜ʖ ͡°) )

__ __

Sementara itu, Lena bertemu dengan Guild Master.

"Kau bilang Goblin General-nya sebenarnya adalah Goblin King?" (Mofisu)

"...Aku sudah bilang itu daritadi." (Lena)

"Terus, kemana dua orang lainnya? Bukankah ada 4 orang yang pergi menjalani quest itu?" (Mofisu)

"Kami tidak tahu. Mereka meninggalkan kami dibelakang ketika kami sedang bertarung!" (Muga)

Juga, sesosok Goblin King seharusnya memiliki skill bersenjata setidaknya level 5. Yang jadi masalah utama adalah skill 【Pack Leader】-nya. Meskipun ada 10 party adventurer rangking E yang memburunya, itu tetaplah mustahil. Yu pasti memiliki keterlibatan didalamnya, tapi bagaimana cara membuat mereka bicara?

"Goblin King itu tidak menggunakan skill unik-nya 【Pack Leader】?" (Mofisu)

"Seperti yang aku bilang tadi, dia tidak menggunakannya. Tidak ada goblin lain disana." (Muga)

Tentu saja jawaban ini sudah disiapkan sebelumnya.

"Apa kau mengatakan yang sejujurnya?" (Mofisu)

Mofisu mengirimkan tatapan pada mereka yang menyebabkan tubuh Muga menjadi kaku. Wajah tanpa ekspresinya Lena tidak berubah seperti biasanya.

Melihat Muga yang terus ditekan, Lena menjawab

"...Laporan kami sudah selesai.. Cepat berikan kami hadiahnya.. Aku mau pulang.. Ini merepotkan, Jiji.." (Lena)
(TL Note: Jiji=Kakek)

"Gohu... Kalimat terakhir itu tolong hentikan...!" (Mofisu)

Disebut Jiji, hati Mofisu menjadi terluka dan tidak sanggup menahan mereka lebih lama lagi.

__ __ __

"Oh, kalian sudah kembali. Lumayan lama juga." (Yu)

".. Ntuh Jiji nyolot banget.." (Lena)

"Kami diinterograsi beberapa kali." (Muga)

"Sepertinya dia tidak bisa menerima kebohongan itu dengan mudahnya.." (Nina)

"Jadi, hadiahnya 100 gold coin. Apa beneran tidak apa bagi kami untuk mendapatkan setengahnya?" (Yu)

"Iya.. lagipula ini semua karena kalian sehingga quest ini bisa berhasil." (Muga)

Dari sejak Lena kembali, dia terus menyeringai bodoh.

"Lena, apa perutmu kesakitan?" (Yu)

"..Aku baru saja naik rangking jadi rangking D.." (Lena)

"Jangan bercanda, bukankah kau baru saja naik ke rangking E?" (Yu)

Seperti anak kecil yang membual, dia menunjukan kartunya padaku.

"Aku juga naik jadi rangking D! Goblin King adalah monster khusus, jadi hadiahnya lebih tinggi dibanding monster-monster ranging 4 lainnya, Guild Point yang didapat pun sangat banyak." (Muga)

"Hahaha.. Sepertinya pemimpin partynya disusul oleh anggotanya sendiri... Hahaha." (Lalit)

Tentu saja Lalit akan mencapai rangking C sebentar lagi dan dia lah yang rangkingnya tertinggi diantara kami.

"Yu akan tertinggal dibelakang." (Lena)

"Haha... Aku bisa melihat rasa frustasi diwajah mu." (Nina)

"Berisiknya!" (Yu)


_

Ketika Lena keluar dari ruangan setelah bicara dengan Mofisu, Joseph kemudian masuk.

"Tentu saja aku tahu semua detailnya." (Joseph)

Hal itu ntah mengapa mendingingkan amarahnya Mofisu. Tapi Joseph kemudian menaruh mantel, gelang, cincin, dan anting-antingnya di atas meja. Semuanya memiliki karakteristik untuk bersembunyi didalamnya.

"Apa ini?" (Mofisu)

"Hanya untuk mendapatkan informasinya, aku harus membeli barang-barang ini." (Joseph)

"Jadi, apa?" (Mofisu)

"Harga totalnya adalah 300 gold coin. Kalau kau mau tahu, kau harus menebusnya dulu." (Joseph)

Di wajahnya Mofisu, urat biru dapat terlihat.

"Beraninya kau main-main dengan ku!" (Mofisu)

Suara marahnya Mofisu yang ada di lantai tiga dapat terdengar sampai konter resepsionis lantai satu.

Mofisu terus berteriak, tapi Joseph tidak mempedulikannya dan kemudian duduk dan meminum sake milik Mofisu. Saat ini, yang ada didalam pikirannya Joseph penuh akan metode-metode untuk melatih Yu. Dia ingin membuat Yu lebih kuat.

(TL Note: Apakah Joseph mata-matanya Stella? Btw, ini adalah akhir dari volume 1... BANZAI >.< )

loading...