Wednesday, 16 November 2016

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 38 Bahasa Indonesia


Chapter 38: Goblin King ②

Note: Chapter ini mengandung banyak pergantian sudut pandang, harap maklumi

Klik Untuk Mensupport Kami Agar Bisa Terus Rilis Tepat Waktu: Support Link

Sudut Pandang Muga

Delapan bola energi melayang-layang disekitar. Itu adalah bola api dengan versi yang telah diperkuat, 'Explosion'. Sebuah mantra 【Black Magic Lvl 4】. Delapan mungkin batasan dari mantra yang bisa dirapalkan secara bersamaan, itu mungkin karena batasan pada MPnya. Delapan bola 'Explosion' berputar-putar disekitar seorang anak dan dilemparkan ke sekitar kami dan membunuh goblin-goblin disekitar.

Karena delapan bola api melayang-layang disekitar anak itu, dia pasti seorang Caster. Itu adalah hal yang hebat karena 'Explosion' dapat dianggap sebagai sihir rangking tinggi dan bahkan dikeluarkan oleh seorang anak delapan kali secara bersama-sama.

Disampingnya, seorang pria yang tidak asing dapat terlihat. Dia adalah Lalit, seorang adventurer yang dirumorkan akan segera mencapai rangking C.

Mungkin saja aku bisa selamat..

__ __ __ _

Sudut Pandang Orang Ketiga

Muga menatap Gratz dan Mimimu sembari memegang lengannya yang terpotong. Gratz masih menggenggam Lena dan tercengang melihat kedatangan tiga orang.

Gratz sudah pernah melihat salah satu dari tiga orang itu. Dia adalah Nina. Nina ingin menolong Lena, dia menerobos masuk kerumunan goblin. Melawan beberapa ratus goblin dan Goblin King, mereka pastilah gila.

.......

Akan tetapi, sesuatu yang aneh terjadi terhadap para goblin.

Pergerakan mereka terhenti dan mata Goblin Kingnya teralihkan ke anak itu.

Yu dengan tenang mendekati Lena, tapi goblin disekitar tidak ada yang bergerak. Goblin King juga mengambil jarak darinya dan waspada terhadapnya.

"Yu, tadi itu dia menggunakan sihir hebat... Apa dia sebenarnya seseorang yang seharusnya memberikan dukungan di belakang dan bukan seorang vanguard? Dan lawannya.. adalah Goblin King?" Lalit terkejut tapi Yu bersyukur padanya karena tidak melarikan diri ketika menyadari kondisi yang ada.

"Orang itu mencengkram Lena!" Nina yang tidak biasanya marah mempersiapkan belatinya, dia dapat menyerang kapan pun.

Sudut Pandang Yu

Aku pergi ke depan dan mendekati pria yang sedang mencengkram Lena.

"Selamat.. kita mungkin bisa selamat dan kembali hidup-hidup dengan ini.." (Gratz)

"Yu.. Kenapa kau datang? Percuma saja..." (Lena)

Aku tidak tahu kenapa, tapi suasana hatiku sedang buruk. Aku mematahkan tangan yang memegang Lena itu. Aku benar-benar kesal akan sesuatu beberapa saat yang lalu.

"Gyaa... Apa yang kau lakukan?!" (Gratz)

"Mau berapa lama kau mencengkram Lena?" (Yu)

Lena sedang berada dalam posisi yang menyakitkan. Dia menangis dan air matanya terus mengalir, menangis dan terus menangis.

Aku kemudian memutuskan untuk melihat status sampah kalian.

__ __

__

Senjata yang digunakan:

- Steel Sword (Grade 6): Tidak memiliki efek

Armor:

- Iron Armor (Grade 6): Tidak memiliki efek
- Iron Gauntlet (Grade 6): Tidak memiliki efek
- Leather Boots (Grade 6): Tidak memiliki efek

Aksesoris:

- Poison Pendant (Grade 6): Meningkatkan ketahanan racun
__ __


_

Senjata yang digunakan:

- Iron Spear (Grade 6): Tidak memiliki efek

Armor:

- Iron Helmet (Grade 6): Tidak memiliki efek
- Steel Armor (Grade 6): Tidak memiliki efek
- Steel Gauntlet (Grade 6): Tidak memiliki efek
- Tower Shield (Grade 6): Tidak memiliki efek
- Steel Greaves (Grade 6): Tidak memiliki efek

Aksesoris:

- Ring of Strength (Grade 6): Meningkatkan kekuatan
__ __

_

Senjata yang digunakan:

- Magician Staff (Grade 5): Meningkatkan sihir

Armor:

- Magician Robe (Grade 5): Meningkatkan ketahanan sihir
- Leather Shoes (Grade 6): Tidak memiliki efek

Aksesoris:

- Healing Ring (Grade 5): Meningkatkan pemulihan HP
- Elf Ring (Grade 5): Meningkatkan efek sihir
__ __

"Jika kita menggabungkan kekuatan, kita dapat keluar dari krisis ini! Nina, tolong kasih tau anak ini." (Gratz)

Gratz mengatakan itu sembari memegang lengannya yang putus dan melihat ke arah ku dengan kebencian.

"Apa kau bercanda? Kau bahkan gagal melindungi party mu. Kau sepertinya seorang pengguna perisai. Untuk seorang pengguna perisai gagal dalam melindungi Lena.. Bukankah kau ini sudah gagal?" (Yu)

"Aku sudah berusaha sebaik mungkin, tapi lihat jumlah monster-monster itu." (Gratz)

"Jika kau tidak bisa melindungi anggota party mu, sebaiknya kau keluar saja dari job perisai mu itu. Berikutnya, half-elf yang disebelah sana, aku tau Lena dapat menggunakan 【White Magic】, jadi kenapa dia bisa dalam keadaan seperti ini? Kau juga bisa menggunakan sihir, kalian harusnya bisa bertahan." (Yu)

"Aku juga sudah melakukan yang terbaik.." (Mimimu)

Kemudian mereka jadi hening.

"Aku tidak peduli apa yang akan terjadi pada kalian. Cukup pergi dari sini ke arah kami datang tadi jika kalian mau." (Yu)

Tanpa menunggu lagi, Gratz dan Mimimu berlari secepat mungkin bagaikan angin, mengabaikan segala yang ada disekelilingnya.

"Mimimu.. ditempat mereka muncul tadi, tembok goblinnya sudah runtuh, kita bisa keluar dari sini ntah bagaimana. Akan ada beberapa goblin, tapi kita pasti bisa mengatasinya." (Gratz)

"Ya.. aku mengerti, hanya tinggal sedikit lagi.." (Mimimu)

"Ini penghinaan.. Kalian! Begitu kami sampai di kota, akan kulaporkan kalian ke pemimpin klan kami atas apa yang telah kalian lakukan. Kalian tidak akan selamat setelah itu!" (Gratz)

Sudut Pandang Orang Ketiga

Gratz mengirimkan intimidasi, tapi Yu tidak terpengaruh. Itu hanya membuatnya tersenyum saja.

Kemudian Gratz menyadari. Goblin-goblin yang sedari tadi terdiam di sana mulai bergerak. Mengerubungi dirinya dan Mimimu.

"Kau.. Guaaa...." (Gratz)

........

"Karena kau memiliki suatu keberanian, aku akan sedikit membantu mu." (Yu)

Muga terlihat seperti tidak mengerti apa yang dikatakan olehnya.
Yu memberikan potion dan potion mana ke Lena.

"Lena.. kenapa kau menangis giti? Apa kau anak kecil?" (Yu)

"Lena.. sudah tidak apa sekarang." (Nina)

"Aku seorang jenius.. aku tidak mungkin menangis.." (Lena)

"Baiklah.. Kalau begitu tolong beristirahatlah sedikit disini." (Yu)

Yu mengambil lengan Muga yang terpotong dan menggunakan 【White Magic】. Dia menyambungkan lengannya.

"Kau bisa menggunakan 【White Magic】?! (Muga)

Muga terkejut dan lengannya yang terputus pun tersambung kembali. itu adalah sihir penyembuhan yang lebih kuat dari Lena. Bahkan banyak Healer rangking B tidak bisa melakukannya. Lalit menjatuhkan dagunya dibelakang.

"Meskipun sudah tidak apa-apa, tapi tolong tetap jangan bergerak banyak dulu dan fokus memulihkan diri dulu." (Yu)

Muga ingin berdiri setelah mencengkram pedangnya, tapi dia tidak sedang dalam kondisi yang baik.

Nina disaat yang bersamaan sedang memeluk Lena. Dia mengusap darah di hidungnya Lena yang disebabkan oleh Gratz. Tidak masalah karena aku tidak berpikir mereka(Gratz dan Mimimu) bisa keluar dari sini setelah itu.

"Aku akan bertarung melawan Goblin King. Aku akan membuat beberapa kesempatan dengan mencampur sihir. Lalit-san, tolong serang kapanpun kau melihat ada kesempatan. Lena, tolong jaga jarak dan support kamu dengan recovery. Nina, kamu lindungi Lena agar dia bisa fokus dengan sihirnya." (Yu)

"Ai yo" (Lalit)
(TL Note: Ai yo=Baiklah, kentel banget sama logat ossan)

"Ho~" (Lena)

"Aku mengerti..." (Nina)

Kali ini, Goblin King sedang menggeram dalam suara yang kecil. Dia juga mendekati kami. Di saat itu, aku melihat statusnya.

__ __

__ _

Sudut Pandang Gratz

"Mereka akan kupastikan menyesal nanti...!" (Gratz)

"Kita pikirkan cara untuk keluar dari sini dulu." (Mimimu)

Tangan yang dipatahkan oleh bocah itu masih belum hilang rasa sakitnya, bahkan setelah minum potion sekalipun. Mimimu tidak dapat menggunakan sihir penyembuhan... Karena dia half-elf sialan huh, dia tidak ingat cara menggunakan sihir penyembuhan!

"Ya... Mimimu, kau masih bisa menggunakan sihir 'kan? AKu akan menggunakan 'Taunt' dan kau bisa melindungiku." (Gratz)

"Baiklah. Wahai roh api.. Tolong dengarkan perintah ku.." (Mimimu)

Disaat Mimimu mulai merapal mantra, aku menggunakan 'Taunt', tapi aneh... Goblinnya tidak tertarik ke arah ku, tapi malah ke arah Mimimu.

"Apa yang terjadi? 'Taunt' ku tidak bekerja. 【Body Enhancement】 ku juga sama. Mimimu, mana sihirnya?" (Gratz)

"Sihir ku... sama sekali tidak mau aktif.. Aku merapal seperti biasanya.. tapi tidak mau keluar!" (Mimimu)
(TL Note: Skill mereka dirampas Yu semua wkwkwkwkwkwk)

Pedang Goblin Leader memotong kaki ku dan Mimimu juga posisinya tidak lebih baik dari ku. Dengan segera, para goblin datang dan kami terkepung.

Sesosok Goblin Knight mengigit tangan kiri ku. Kaki Mimimu juga tergigit dan dia terjatuh ke tanah. Dia sudah kehilangan kesadaran..

"Sial... Apa ini akhir dariku?" (Gratz)

Para goblin memakan tubuh ku hidup-hidup. Hal terakhir yang aku lihat adalah sesosok goblin membuka mulutnya lebar-lebar dan mengarahkannya ke kepala ku.

loading...