Sunday, 6 November 2016

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 33 Bahasa Indonesia


Translator: Google Translate
Editor: Bing Translate
Proofreader: Yahoo Translate

Chapter 33: Dungeon Pertama ④

Great War Ape itu membangkitkan pasukan mayat hidup dengan menggunakan mayat-mayat adventurer itu. Ini adalah status mereka
__ __

__ __ _


__ __ __ __ _

Bagaimana bisa monyet dapat menciptakan mayat hidup? Itu adalah kesalahan perhitungan ku.

Sepertinya mereka mendapatkan kembali skill mereka. Meskipun begitu, kecerdasan mereka sangat rendah. Mereka tidak dapat menggunakan skill mereka ketika menyerang ku. Cukup mudah untuk menghabisi mereka.

Aku menundukan tubuh ksatria tengkorak sama dia tidak dapat bangkit lagi dan aku memotong leher mayat hidup itu.

Sisanya dapat diselesaikan dengan mudah juga. Hal itu menyebabkan Great War Ape datang langsung menyerangku.

"Ugya..."

Dia melancarkan tinjunya dan disambut dengan tangan kiri ku. Sarung tangan di lengan kiri ku kemudian berkobar merah dengan memanfaatkan 【Magic Gauntlet】. Dengan suara kusam, tinju kami bertemu dan aku dapat merasakan kekuatannya tidak berada dibawah ku. kalau ini bukan karena sarung tangan besi hitam, lengan ku pasti sudah hancur.

Perlahan sarung tangannya menjadi semakin terang dan panasnya menjadi tidak tertahankan bagi Great War Ape.

Dia melompat kebelakang tapi pergerakannya tidaklah secepat yang sebelumnya. Jelas saja, itu karena aku sudah selesai merampas skill-skillnya, tapi dia sepertinya masih belum menyadarinya.

Aku menembakan bola api tapi dia menggunakan tangannya untuk memukul jauh bola apinya dan menangkisnya.

Aku mengirimkan bola api lagi dan Great War Ape melihatnya dengan tatapan mengejek.

Akan tetapi, kali ini aku menambahkan beberapa perputaran dan menembakannya secara melengkung. Tentu saja itu mengejutkannya, tapi kerusakannya kecil.

Sekarang Great War Ape itu datang menyerangku dan aku mengirimkan pedang angin yang tak terlihat.

Hanya suara halus yang dapat terdengar. Lusinan pedang angin dan salah satunya akhirnya memotong satu matanya.

Dia sekarang ada tepat didepan ku, tapi sepertinya dia tidak peduli dengan ku. Ketika dia masih memegang matanya, aku menggunakan kesempatan itu untuk melancarkan skill berpedang level 3, "Lightning Sword Strike".

Great War Ape itu terpotong menjadi dua kemudian mati seketika.

Ditengah-tengah ruangan kemudian muncul peti harta dan dua pedestal merah dan biru. Yang biru untuk kembali ke permukaan dan yang merah untuk lanjut lebih dalam.

Pertama-tama, aku merekondisi material-materialnya. Aku berhasil mendapatkan batu sihir sempurna rangking 3 dan 4. Kulit, taring, dan cakar monyet mungkin dapat dijual. Mayat-mayat adventurer itu sudah tidak bisa terselamatkan namun aku masih bisa menyelamatkan item-item mereka.
__ __

Item Bag (Grade 6)
2 Steel Dagger (Grade 6)
Ring of Force (Grade 6)
Leather Boots (Grade 6)
1 Health Potion (Grade 6)
21 Mana Potion (Grade 6)
5 Antidote (Grade 6)
7 gold 7 silver 34 half silver 23 copper dan 31 moon coins.
__ _

"Kalian sudah tidak membutuhkan ini lagi kan?" (Yu)

Kemudian aku mengumpulkan tubuh-tubuh mereka dan mengkremasinya menggunakan bola api.

Dari peti harta aku hanya menemukan satu item.
__ __

Ring of Life (Grade 5): HP +50
__ __

"Ini lumayan juga buat Lena" (Yu)

Aku menyentuh pedestal biru dan dikirim kembali ke pintu masuk dungeon.

"Jadi, gimana boss nya?" Itu adalah Joseph-san yang sedang bertanya padaku.

"Lumayan." (Yu)

"Hm.. Tetapi kau terlihat berdarah-darah gitu." (Joseph)

"Darah ini berasal dari adventurer-adventurer yang mati, bukan punya ku." (Yu)

"Awh, begitu ya.." (Joseph)

Tentu saja aku menerima beberapa luka, tapi aku menggunakan heal untuk memulihkan diriku sendiri. Joseph-san sudah cukup baik mau menemaniku kembali ke penginapan.

Hari ini aku mendapatkan dua level dari berburu.

Ketika aku kembali, Nina masih terjaga dan berkata 'Selamat datang kembali' dengan mata mengantuk kemudian jatuh tertidur. Aku membawanya ke ranjang kemudian membersihkan darah-darah yang ada ditubuhku di dalam bak mandi.


Previous ChapterDaftar Isi – Next Chapter –
loading...