Sunday, 13 November 2016

Tilea no Nayamigoto Chapter 11 Bahasa Indonesia


Translator: Liber Koibito Shareturee Dreamorire Syalala Helgeum Doo'ranbolt Xersteriium  Grodserius Schnaider Bailer Stagrium Xreearin Dreafo'or Vrendelis Crekion Bachigone pepepepepe pepepepepe Vrokiore Safiuty Qweolope Sreast Dretrol Rembelton Sadero-o-whisp rururururu
Editor: Ise-kun

Chapter 11: Dinding Besi Nielsen Telah Datang Dengan Kerendahan Hatinya

"Huhu, aku mendapatkan kepercayaannya Tilea-sama"

Tidak baik, tidak baik. Sebagai pemimpin penjaga rumah, aku tidak boleh bersantai-santai. Aku tidak sengaja malah tersenyum, tapi sudah menahan diriku.

Tapi tetap saja! Kerendahan hati Tilea-sama benar-benar luar biasa!

Hari itu aku telah salah paham bahwa dia menghina Camilla-sama dan mengarahkan tinjuku kepada Tilea-sama. Itu sungguh tindakan yang memalukan.

Tilea-sama bukan hanya tak menghukum orang bodoh sepertiku, dia bahkan membiarkanku untuk melayaninya. Dan mungkin karena dia memiliki sedikit ketertarikan padaku, dia sangat baik sampai-sampai menanyakan beberapa hal tentangku, dari kapan kelahiranku hingga sejarah militer ku. Aku akhirnya dengan bangga menceritakan pengalaman militerku. Sungguh hal yang memalukan.

Tilea-sama adalah kakak terhormat dari Camilla-sama, dan dia adalah tuan rumah yang memiliki kekuatan luar biasa. Dan aku diizinkan untuk melayani orang seperti  itu. Sebagai seorang kesatria, tak ada kebahagian yang lebih dari ini. Memang; aku adalah pedang Tilea-sama, dan pelindung, pengikut yang setia, seekor anjing.

Aku teringat kata-kata Tilea-sama sebelumnya. Dia memerintahkanku untuk mengabaikan dirinya dan Camilla-sama, dan malah melakukan pekerjaanku; dengan kata lain, Tilea-sama memerintahkanku  "Kita tidak butuh penjaga, jadi kalian semua, laksanakan tugas kalian". Kami adalah penjaga rumah yang pekerjaannya lebih dari sekedar melindungi tuan kami. Tugas kami juga termasuk menghancurkan musuh juga.

Huhu, seperti yang diharapkan dari Tilea-sama. Dari pada bertahan, dia lebih memilih untuk melakukan penyerangan.

Tilea-sama, serahkan saja padaku. Akan kutunjukkan padamu penghancuran tanpa pandang bulu pada siapapun yang mengancam jalanmu untuk menguasai dunia!

Sambil gemetar memikirkan perintah Tilea-sama, aku menuju ke dataran dimana anggota pasukan kami sedang menunggu.

Setelah beberapa jam, aku tiba di dataran dimana mereka ditugaskan, sebelah utara Kota Beruga. Lima ratus anggota penjaga menunggu dengan siaga.

"Semuanya, kalian sudah menunggu"

"Oh, Itu Kapten Nielsen. Kami telah menunggu anda dengan sabar."

"Semuanya, Kapten Nielsen telah kembali."

Saat para prajurit menyadari kepulanganku mereka semua mulai berisik. Setiap orang tengah bersemangat dan tidak sabar mendapat perintah mereka.

Dan itu dapat dimengerti. Kami dari pasukan penjaga adalah seorang kesatria; dan setelah bangkit setelah ribuan tahun; akhirnya kami bisa bertarung.

Untuk menyampaikan perintah Tilea-sama, aku melihat ke arah para tentara.

Hari itu, ketika aku mengatakan pada mereka bahwa kita akan mengkhianati Pasukan Raja Iblis, seperti yang diharapkan, kegelisahan menyelimuti pasukan kami. Raja iblis Zorg adalah keberadaan yang memang spesial untuk kami para iblis.

Tapi, ketika aku mengatakan pada mereka bahwa itu adalah perintah dari Camilla-sama, kerusuhan itu tiba-tiba berhenti. Kami dari pasukan penjaga elit yang bersumpah setia pada Camilla-sama secara mutlak. Jika Camilla-sama memerintahkan sesuatu, tidak peduli mereka dewa atau raja iblis, kami harus mengalahkan mereka. Itulah mengapa itu mustahil bagi mereka untuk merasa keberatan.

Seperti yang diharapkan dari pasukan penjaga yang kubanggakan!

Dan kemudian, aku mengatakan pada mereka mengenai kakak Camilla-sama, Tilea-sama. Tilea-sama adalah reinkarnasi dari Evil God Dark Matter, dan merupakan pemilik dari kekuatan yang tak terbayangkan. Dan aku dengan penuh semangat mengatakan pada mereka bahwa ia adalah master dari tuan kami Camilia-sama yang telah menyerahkan jiwa dan raganya untuk melayaninya.

Memang; Tilea-sama adalah tuan dari tuan kami. Orang yang terhormat. Kami diizinkan untuk melayani orang yang luar biasa seperti itu. Tentu, semua anggota pasukan kami bergertar, tergerak.

Dengan sangat singkat aku akan memberitahu mereka apa yang diucapkan Tilea-sama, dan tidak salah lagi mereka tergerak pada hari itu. Aku melangkah maju didepan para pasukan yang siaga untuk mendengarkan perintah Tilea-sama.

"Sekarang aku akan menyampaikan perintah Tilea-sama!"

"Mengerti!"

Semua pasukan menurunkan lutunya, dan menundukan kepala mereka. Mereka semua bergerak tanpa sedikitpun keraguan.

"Perintah tilea sama adalah [Laksanakanlah tugasmu]. Untuk selanjutnya, kami, yang sebelumnya dikenal sebagia pasukan raja iblis, sekarang akan mulai menjadi pasukan penjaga rumah dari Evil God.

"Mengerti-!"

Mulai saat ini, bekerja untuk memperoleh informasi tentang pasukan raja iblis adalah prioritas utama kita. Sebagai tentara dari Evil God, pasukan raja iblis adalah musuh terbesar kita. Kita harus memperhatikan pergerakan mereka sepenuhnya.

Masalahnya....

"Ortissio, pilihlah tiga puluh tentara dan bersembunyilah di ibukota kerajaan Arkudas, dan kumpulkan informasi. Secara khusus, aku ingin tahu potensi perang manusia dari era ini."

"Mengerti-! Setelah memilih beberapa orang, aku akan menuju ke ibukota kerajaan."

Ortissio menjawab dengan antusias. Ortissio Bo Bac. Di unit Camilla, dia adalah orang yang paling berbakat setelah Muhen. Dia memiliki kepribadian yang cepat marah, tapi dia memiliki kekuatan yang cukup untuk menutupinya. Selain Belnandes, tidak ada perbedaan besar dalam pengumpulan informasi dari yang lainnya. Saat ini kita tidak tahu seberapa besar kekuatan militer manusia, akan baik-baik saja jika menyerahkannya pada Ortissio, seseorang yang cocok untuk pertempuran, bahkan diantara orang-orang kami.

Untuk saat ini, aku akan mempercayakan pengumpulan informasi mengenai Pasukan Raja iblis dan kekuatan militer manusia pada mereka. Berikutnya, aku harus memikirkan mengenai Magic beast gargan. Membahas masalah Magic Beast, mungkin hanya dia saja makhluknya.

"Muram, aku akan menyerahkan urusan pengendalian Magic Beast Gargan padamu. Selain itu, sampai informasi dari Ortissio tiba, aku tidak ingin manusia menyadari keberadaan Gargan. Hapus semua saksi mata"

"Mengerti-! Seperti yang anda perintahkan"

Muran menjawab, di zonanya sendiri. Muram Bo Fischer. Summoner terpenting dari pasukan Camila. Dalam perang sebelumnya; dia menggunakan ratusan Magic Beast, tentara musuh yang dimakan akan mati. Jika itu adalah dia yang mengerti bahasa Magic Beast, maka kita akan mampu untuk menutupi dan memanagemen Gargan dengan lancar.

Akhirnya, apa yang tersisa untuk dikhawatirkan adalah tentang balas dendam dari pasukan raja iblis.  Pasukan terdepan musuh kemungkinan adalah salah satu dari enam jendral iblis, Kira. Jika itu kira yang membenci Camilla-sama layaknya racun, dia pasti akan menyerang kami dengan senang hati. Kami meninggalkan mata-mata untuk Belnandes, sehingga itu akan bekerja entah bagaimana. Kami dengan segera pasti bisa mengetahui timing penyerangan mereka. Juga, untuk menyergap pasukan Kira...

"Muhen, pimpinlah pasukan dan serang pasukan raja iblis yang dipimpin oleh Kira, dan sembari menyerap kekuatan mereka, mereka akan terlibat dalam perang grilya"

"Dimengerti"

Muhen membalasnya dengan suara yang tenang. Muhen Bo Eret. Ahli pedang terbaik di pasukan Camilla, dan seorang tangan kananku. Muhen telah menjadi landasan dukungan untuk pasukan kami dalam berbagai pertempuran. Tak ada seorangpun yang bisa sepertinya menahan serangan dari salah satu dari enam jendral iblis. Bahkan jika kami meninggalkan Kira sendirian kepada Tila-sama atau Camilla-sama, kami membutuhkan seorang komandan untuk memukul mundur pasukan Kira jika mereka menyerang. Aku akan mengkoordinasi ini secara keseluruhan, jadi aku akan meninggalkan rinciannya pada Muhen.

"Muhen, tentara kita dalam jumlah yang kecil. Aku rasa ini akan memaksamu ke pertempuran yang sulit"

"Kapten, apakah melarikan diri dari Velaad tidak berbeda dengan ini? kumohon serahkan ini padaku"

Pelarian di Velaad...

Pasukan kami berada dibawah kejaran pasukan yang berjumlah sepuluh kali lipat dari kami. Melawan begitu banyak pasukan yang terus bermunculan tak peduli seberapa banyak kami membunuh, sudah berapa kali kami bersiap untuk kematian? Bahkan dalam situasi itu, Muhen tetap tenang dan mendukung pasukan, dan berhasil melarikan diri kepada Ibu Kota Demon, Benz tanpa terluka, dan menyelesaikan hasil yang ajaib. Dia selalu sama seperti biasanya, bukankah begitu. Muhen memberikan senyum yang sama seperti waktu itu. Bahkan dalam pertempuran yang tidak menguntungkan, dia tidak kehilangan semangat bertempur; dialah kesatria sejati.

"Fiuh, kekhawatiran yang tidak diperlukan, bukan. Jika itu kau, aku yakin kau akan baik-baik saja. Aku mengandalkanmu"

"Aku mengerti. Aku akan membiarkan orang-orang Kira menikmati air mendidih. Lihat saja."

Semua orang begitu bersemangat. Semua pasukan terlihat benar-benar dipenuhi oleh semangat bertempur.

Aku menarik nafas.

"Selanjutnya, Tentara dari Evil God akan menginjak-injak musuh!"

"Aku mengerti-! Demi Tilea-sama yang agung, dan Camilla-sama yang tercinta dan terhormat, Tuanku!"


Belnandes Bo Macdo
Ortissio Bo Bach
Muram Bo Fischer
Mühen Bo Eret

loading...