Friday, 4 November 2016

Shinka no Mi Chapter 5 Bahasa Indonesia


Translator: Belang
Editor: Ise-kun

Chapter 5: Pertarungan Pertama

"Ukyi~i~i~i!"

"Maafkan aku."

Aku melakukan dogeza dengan segenap jiwaku. Meski ada beberapa jarak dengan Clever Monkey, ini adalah Pre-Emptive Strike (penyerangan duluan)!

Kesampingkan itu dulu……. Aku yang sekarang ini nggak bisa merasakan kehadirannya…… tentu saja, aku bukanlah seorang master. Tunggu, serius nih situasinya begini, beneran nih? Menakutkan. Karena aku terlalu banyak membuat suara tadi, satu dari dua monyet meloncat keluar. Sebaliknya, situasi ku saat ini termasuk berkat atau kesialan sih? Persetan. Yang manapun, bahaya tetaplah bahaya.

Di depan si Monyet, aku menunggu dalam dogeza ku.

….

A……are?

Entah kenapa, aku mengharapkan adanya serangan. Dalam situasi ini, aku melihat dan ragu dengan apa yang akan terjadi. Diluar dugaan nggak terjadi apa-apa?

Karena aku takut sebuah serangan bisa terjadi kapan saja, tanpa menggerakkan tubuhku, aku mengangkat wajah dengan takut.

"Uh……"

"Eh?" [Hiiragi]

Ketika aku mengangkat kepalaku, si Monyet itu sudah mengancang-ancang menyentakan tanah dengan seluruh kekuatannya dan melompat ke depan mataku. Kelihatannya itu hampir seperti seorang pemain sepak bola sebelum melakukan tendangan.
(netNOTE__ Pas habis si monyet lompat, bayangin aja dia langsung ngegaya mau nendang ala Tsubasa)

"Apa yang kau——" [Hiiragi]

Ucapanku terhenti oleh gerakkan dari si Monyet.

"Ukyyyyyy!"

"Ueeei!?"

Si Monyet melepaskan kakinya yang sudah ditarik kebelakang dengan seluruh kekuatannya. Dengan kata lain, itu sebuah tendangan. Lalu kaki itu dijadikan sebuah serangan.

"Choichoichoichoi! Yang benar saja!?"

Serangan datang ke arah ku dengan kecepatan yang sangat cepat—-

"Guha~tsu!"

Zusha~~aaa!

Aku terpotong akibat serangan itu!

"Ini saki~i~i~i~iiiit!"

Aku berguling-guling di tanah.

"Dia melukaiku! Ini gawat! Darahnya…… darahnya mengalir!"

Kenapa aku merasa sangat sehat meskipun aku terpotong!? Tapi berkat sedikit memutar tubuhku sebelum itu memotongku, aku nggak terpotong jadi setengah. Hanya perut ku yang terpotong……!
(netNOTE__ maksudnya, luka dia dalem pas di bacok pake kaki si monyet tapi nggak ngebelah dia jadi dua.)

Are? Bukankah ini serius? Melihat dengan seksama, perutku berada dalam keadaan dimana mosaik telah muncul!!!

"Ukyakyakya!"

Si Monyet, sambil melihatku yang berguling kesakitan, bertepuk tangan dan tersenyum.

Kepribadiannya benar-benar buruk!! Dia sangatlah sadis!

"Ini sa~kit…… Sakit……!"

Aku mengeluarkan 【First-Class Medicine】 dari Item Box ku dan langsung meminumnya.

"N…… n…… puha~a!"

Sementara aku minum semuanya, si monyet malah ketawa ngakak tanpa menyerang. Menyebal~kan…… Ngomong-ngomong, aku baru meminum obat dengan warna tajam ini untuk pertama kalinya, tapi tanpa di duga ternyata enak juga rasanya. Gimana ya ngomongnya…… rasanya seperti soda yang menyegarkan. Karbonasinya cukup banyak. Warbyaa~zahh. Sambil merasakan perasaan itu, di beberapa titik luka pada perut ku menghilang. 【First-Class Medicine】 yang menakutkan! Sekarang aku sudah pulih sepenuhnya -aku akan bicara dengan si monyet di depan mataku!

"Heh! B*ngsat lu! Kau yakin punya nyali untuk mengabaikan dogeza ku hah! Aku akan menghabisimu sampai jadi bubur. Kesini ka――――" [Hiiragi]

"Ukyi~iii!!"

"Gufu~oa!?" [Hiiragi]

Sebelum aku selesai mengatakan semuanya, si monyet melompat ke depan dada ku dan menyerangku!

Krakkratakkratakk!!

Suara tak menyenangkan keluar dari tulang-tulangku.

Gucha.…

Aku mendengar suatu suara yang sedang hancur.

"Gofa~tsu!"

Aku terpental jauh, menabrak ke sebuah pohon terdekat. Aku dikalahkan. Setidaknya pohon yang ada dibelakang ku menghentikan gerakanku.

"Sia……lan……"

Punggungku terjebak di pohon, jadinya aku hanya terdiam seperti ini.

"Ukyakyakyakyakya!"

Melihat ke arahku dalam keadaan begini, Clever Monkey membuat cengiran yang lebih sumringah.

Pastinya, serangannya tadi telah mematahkan beberapa tulang dan juga organ-organ dalamku. Rasa sakit itu tak bisa dijadikan pengalaman dalam kehidupan nyata yang menyerang tubuhku. Njirr…… Aku nggak bisa melihat pergerakan si monyet. Kapan dia menyerang dadaku?

Saat aku berada di bumi, orang-orang yang memperlakukanku sebagai samsak tinju, mempunyai kekuatan yang sepertinya tidak ada apa-apanya dibandingkan serangan yang barusan…… meskipun grup itu punya anggota dari klub Tinju.

Tubuhku tertarik oleh sensasi yang menerbangkan.

"Go ho~tsu! Ga ha~tsu!" (Batuk, Muntah)

Dari mulutku mengalir cairan merah kehitaman yang membuat tubuh dan seragamku yang kotor menjadi lebih kotor.

Tunggu, kenapa dia menyerangku? Apa aku melakukan sesuatu? Nggak mungkin, ia mau membunuh ku untuk memakan ku?……..

Terus, apa alasan baginya membuat wajah bahagia itu! Aku akan membunuh mu dengan satu serangan. Pikirku dari dalam lubuk hatiku. Itu sulit. Tapi, untuk menghajarku sebanyak ini, apa dia seriusan mikir untuk membuatku jadi makanannya?

Bagaimana kalau ia mau membunuh ku hanya untuk menghabiskan waktunya…… u wa~a, Aku nggak mau…… Aku nggak mau dijadikan makanannya. Apa kau baru melihat makanan? Aku nggak bisa ngebayangin monyet makan manusia.

"Penyem……buhan……"

Aku mulai gemetaran untuk beberapa alasan dan memaksakan tubuhku yang tidak mau bergerak ini untuk bergerak. Dari dalam Item Box, aku mengambil satu【First-Class Medicine】.

Aku, untuk kedua kalinya, mau meminum ini tapi――――

"Ukkyā!"

“!?”

Si Monyet tak mengizinkan itu. Lagi-lagi, dengan kecepatan yang melebihi pengetahuanku, kepalaku dipegang dan diangkat dengan tangannya yang memiliki kekuatan mengerikan.

"A Ga……!?"

"Ukikyi~i!"

Nita~a.

Itu seperti munculnya kata-kata onomatope. Seekor Clever Monkey dengan senyuman yang menjijikkan. Uwaa, pengen ku tampol itu!
(netNOTE__ onomatope= https://id.wikipedia.org/wiki/Onomatope )

Ini pertama kalinya aku melihat sosoknya dari dekat. Dia lebih tinggi daripada aku, sekitar 2 meteran kurasa. Tinggi ku nggak sampe 170cm tapi berat badanku 100kg, tau. Si Monyet pastinya lebih tinggi dan ditutupi dengan bulu merahnya. Tubuhnya nggak terlalu ngebentuk (ramping). Aku melihat tubuhnya seperti orang biasa. Si Monyet mengangkatku dengan tangannya yang seperti kayu. Mouu itu mengagetkanku.

"Ukkyā!"
"~Tsu!"

Clever Monkey yang menggengam kepalaku mengayunkan ku ke sekitar, yang akhirnya membantingku ke tanah.

"Gufu~tsu!?"
"Ukyakyakyakya!"

Kepalaku sakit, sepertinya ini pecah. Dia menghancurkan kepalaku dengan baik. aku berpikir bahwa itu dihancurkan layaknya sebuah tomat pastinya.

Ditambah lagi saat membantingku ke tanah, aku pikir itu telah mematahkan leher ku. Badan ku, lakukanlah yang terbaik!!! Setelah ini, aku akan memujimu. Ketika seluruh tubuhku berdarah dan kesadaranku memudar, monyet mengetahui itu dan mengangguk sekali.

"Ukyi"

………….

Kenapa tadi dia malah mengangguk? Melihat kondisi dari tubuhku seperti ini? …… Untuk mengalahkannya, itu mustahil. Setelah aku berpikir seperti itu, si monyet membuka lebar mulutnya. Eeeh, tunggu sebentar, beneran nih? Eeh, aku akan di makan?

"Ukkikikkikyi~!"

Apa apaan sikap 「Itadakkima~su!」 -nya itu!? Beneran ingin memakanku?

Meskipun aku hampir tak sadarkan diri, melihat tindakan tak terduga si monyet, aku benar-benar melek.

Hiyaaa, aku nggak serius berpikir itu menatapku seperti diriku ini adalah makan siangnya! Tapi tak peduli sesadar apa diriku ini, itu nggak bagus. Kepalaku digenggam dengan seluruh kekuatannya. Dalam situasi ini di mana aku nggak bisa bergerak bebas, itu sia-sia.

Clever Monkey mulai memakan dari kepalaku dan aku semakin lebih dekat dengan mulutnya, tapi ia mengerutkan dahinya karena suatu alasan.

"Kiki~tsu!? Ki, kyi……"


Rasanya seperti dia bilang <<uwa!? Ini, busu~uk……>>.
Oooh, ayolah!!

Dan begitulah bagaimana dia menjadi mual saat mencoba untuk memakan kepala ku, jadi kali ini, ia berusaha memakan perutku. Un, memang, itu adalah bagian tubuh ku yang lebih berisi. Aku menyarankan itu. Bukankah lemak itu enak? Saat ini aku sudah menerima kenyataan kalau Clever Monkey akan memakanku dan aku pasrah. Itulah bagaimana wajah si monyet semakin dekat dengan badanku――――

"Ki~tsu!? Ki, kyi…………"

'Dosaa'. (ngelempar si gendut)

"Buhe~tsu!"

Aku jatuh ke tanah.
Ke… ke… kenapa!?

Lagi-lagi aku tak mengerti apa yang terjadi kepadaku. Kenapa, padahal tadi, aku mempersilahkan untuk dimakan dan tiba-tiba aku berada di tanah. Aku sama sekali tidak mengerti.

Wajahku menghadap ke tanah, membuka kelopak mataku, berusaha keras untuk memahami situasi.

Kemudian, muncul Clever Monkey yang tercermin di mataku tapi……

"Eh…?"

Di dalam mata ku yang tercermin adalah kaki si monyet. Terlebih lagi, bukan terlihat seperti kaki yang dipakai untuk berdiri. Sama sepertiku, dengan kakinya yang terbaring di tanah.

"Ap… apa-apaan itu……?"

Dalam kepalaku, aku nggak bisa mencerna situasi saat ini. Aku mencoba untuk menggapai First Class Medicine yang jatuh saat si monyet membanting ku ketanah.

“……”

Entah bagaimana…… jika dalam situasi ini aku minum First Class Medicine, aku akan baik-baik saja……-membuat keputusan itu, kubuat badanku bergerak. Aku menjangkau jatuhnya 【First-Class Medicine】 dengan tanganku dan meminumnya.

"N…… n…… n…… puha!"

Rasa menyegarkan dari karbonasi soda menyebar ke seluruh tubuh ku~!

"Ge-pu"

Tanpa sengaja aku bersendawa. Maa aku meminum minuman karbonasi ini dalam satu tegukan sih. 【First-Class Medicine】 ini cukup berkarbonasi, tapi seriusan obat ini mengagumkan. Luka yang sebelumnya tampak jadi seperti sebuah kebohongan. Namun, tak dapat mengembalikan darah yang hilang dan stamina, jadi aku merasa sedikit pusing.

"Ite tete……n a?"

Sekarang itu tubuh ku entah bagaimana sudah pulih, aku melihat ke Clever Monkey.

“…. kenapa ia berbusa?"

Matanya Clever Monkey memutih dan ia sudah tumbang, mengeluarkan busa.

“……”

Aku bisa memikirkan alasan penyebab Clever Monkey terjatuh. Sebuah hipotesis sudah terbuat di dalam kepalaku.

"Ehh, Tidak…… Tapi gimana kalau itu benar……"

Tapi, jika pemikiranku berubah menjadi benar, maka diriku berada dalam situasi yang sangat luar biasa. Pada akhirnya, aku katakan apa yang menyebabkan ini adalah――――

"……… Bau badanku?" Itulah apa yang dimaksud.

Seriusan?! Tepatnya seberapa bau diriku sekarang!? Ku rasa aku tidak bisa menyadari bau ku sendiri. Nggak mungkin, bau ku setara dengan seekor babi!?

"Ooh…… ini perasaan yang rumit……"

Memang sih, Clever Monkey mengerutkan dahinya saat ia sudah dekat dengan kepalaku. Itu karena kepalaku emang bau. Namun, bagian tubuhku yang baunya menyengat bukanlah kepala maupun kakiku, tapi perut ku karena dari baunya sangat berat…… sepertinya.

Aku berpikir bahwa aku mengerti sekalipun nggak mengatakan itu, tapi bau tubuh bagian terbawah akan menjadi yang terburuk.

Mungkin, karena bau darahku sendiri, aku nggak menyadari itu, tapi saat kudekatkan hidungku ke ketiak ku, aku terserang oleh bau yang cukup untuk membunuh.

"Yang bener aja……"

Penglihatanku mengabur.

"Mmnh……"

Tapi bauku beneran mampu melumpuhkan sesuatu?

“……”

Aku mendekat ke Clever Monkey yang tak sadarkan diri dengan matanya yang berubah menjadi putih.

“…… Bikubiku"
(netNOTE__ suara onomatopoeia saat kehilangan kesadaran)

"…… EI" Aku merunduk, dan menaruh ketiakku ke dekat hidungnya.

Bikun~tsu! Bata. [netNOTE__ suara kejang_kejang]

“……”

Hidupnya Clever Monkey sudah berakhir

Aku berjongkok sambil mengendap ke pojokan dan sedikit duduk.

……………………. Mungkinkah aku menangis?



◆ ◇ ◆ 



Setelah beberapa saat, aku mendekati mayat Clever Monkey.

“……”

Terlalu menyedihkan……! Untuk mati…… karena bau badanku, aku tak bisa menahannya! Perasaan bersalah ini!

"Aku minta maaf! Kumohon maafkan aku!"
“….…”
"Hentikan keheniiingannn iniii!"

Yah dia sudah mati jadi ya jelas hening, tapi…… hanya kali ini, aku harus menjelaskannya. Aku, sejak datang ke dunia ini, membunuh makhluk hidup untuk pertama kalinya. Meski aku nggak begitu kepikiran saat aku dengan mudahnya membunuh serangga tanpa ampun sambil bermain selama seharian di bumi, tetapi monyet pintar di depan mata ku adalah seekor binatang. aku nggak punya pengalaman membunuh binatang. Aku seharusnya sedikit lebih berperasaan kurasa, tapi metode membunuhnya itu……

"Aku jadi nggak bisa tenang……!"

Lebih seperti, kau tau, biasanya bukankah perasaan bersalah mengancurkan mu? Kenapa aku baik-baik saja!? Seperti yang kuduga, itu karena metode membunuhnya yang salah!?

Itu sebabnya aku seriusan akan meminta maaf dengan segenap kekuatanku!

"Ahhh…… Aku nggak percaya setelah datang ke dunia ini, kehidupan pertama ku akhirnya berubah menjadi seperti ini…… tapi aku senang bahwa aku nggak memiliki perasaan apa pun yang nggak berguna. Jika setelah membunuh seekor makhluk di Dunia Lain ini, aku menjadi trauma dan aku nggak bisa berburu atau memakan binatang, maka aku akan kelaparan. Protein hewan itu penting, tau……?"

……Saat ini, apa yang harus kulakukan dengan ini……?

Aku menyentuh mayat si monyet. Tiba-tiba Clever Monkey menjadi partikel cahaya dan menghilang.

"Uohh? ap… apa?"

Terkejut dengan kejadian yang tiba-tiba, alhasil itu sepenuhnya menghilang menjadi partikel cahaya dan di tempat mayat Clever Monkey itu tadi berada, macem-macem benda berjatuhan.

"Ini ……"

Ini nggak mungkin, Drop Item!!? Dunia ini beneran seperti game!!

Aku mengambil Drop Item dan menggunakan 【Intermediate Level Analyze】. Aku mulai menganalisa dari sesuatu yang seperti tulang sepanjang 1m.

"【Ken Monkey Sword】: Pedang yang terbuat dari tulang besar"

Ini sebuah tulang besar yang menyokong tubuh Clever Monkey. Ohh. seperti Game…… melihat pada hasil analisis, level itu yang kurasakan……

Tapi, ada 3 tulang yang sama, semuanya dengan nama yang sama.

Walah, Clever Monkey memiliki nama Jepang, 'Ken'. 【Ken Monkey Sword】 eh. Un. Ini nampaknya seperti bisa digunakan sebagai senjata. Masukin ke dalam Item Box ahh.

"Selanjutnya adalah…… bulu binatang?"

Aku mengambil apa yang muncul menjadi beberapa bulu cokelat kemerahan dan menganalisis lagi.

【Ken Monkey Fur】.
Bulu yang telah menutupi tubuh Clever Monkey. Pertahanannya bagus, tapi lemah terhadap api.


Owh begitu…… Gimana ya kesannya?
Hanya teksturnya yang lebih baik menurutku, jadi aku bisa menggunakannya untuk membersihkan diriku setelah mandi.

"Mari lanjut menganalisa…… Terus, apa ini?"

Salah satu yang berikutnya ku ambil ke dalam tangan ku, diikat dengan tali yang rapi dan objek yang terbungkus di dalam daun.

"Maa, setelah menganalisa ini, aku akan tau"

Baiklah kita analisa ini.

【Ken Monkey Meat】…… Daging Clever Monkey. Ini memiliki bentuk yang kuat dan bergizi tinggi.

Ohhh. Makanan pertamaku yang dapat terjamin setelah Benih Evolusi. Dan ditambah lagi, ini daging!!!

"Lucky, sampai sekarang, susah banget dapetin makanan……"

Maa sudah beberapa waktu sejak aku makan daging. Perut ku bisa kaget dan mulai tersakiti.

"Tapi aku akan memakannya!!!!!!"

Kenapa? Karena tentunya ini adalah daging! …. Nggak masalah.

"…… Apa…… ini?"

Benda yang aku ambil dari tanah adalah benda seperti sebuah kartu.

"Maa, mari analisis ini"

Mata ku terbuka lebar karena
terkejut setelah melihat hasilnya. Hasilnya adalah kartu………

Setelah makan benih evolusi, aku mengambil langkah baru menuju kehidupan baru.

loading...