Thursday, 24 November 2016

Nidome no Yuusha Chapter 9 Bahasa Indonesia


Translator: Alice
Editor: Ise-kun

Chapter 9: Hero Menjual Hasil Rampasan dan Melelehkan Tembaga.

------------------------------
Chapter ini berisi kekerasan, gore atau bahasa yang tidak sesuai dengan anak-anak dibawah umur. Tidak disarankan untuk anak dibawah umur 18 untuk membaca ini. Anda telah diperingatkan.
------------------------------

"Tahu tidak, pintu itu seharusnya dilengkapi dengan barier spesialku yang tahan terhadap kedua serangan sihir dan juga fisik, belum lagi ditambah kedap suara juga. Kau membuatku kehilangan rasa percaya diriku mengenai kemampuanku." (Boss)

"Sayang sekali, Tanganku sibuk dengan anjing-anjingmu yang kurang terlatih ini. Jadi aku tak memiliki pilihan lain selain mendobraknya" (Ukei Kaito)

"Aku meminta maaf mengenai hal tersebut. Aku mengelola perkampungan kumuh yang berada disekitar sini, Namaku adalah Dulphein Gull. Sekarang, bisakah kau mengatakan apa urusanmu?" (Boss)

Si Kacamata Sialan yang menyebut dirinya sendiri sebagai Dulphein Gull, mengatakan itu dengan tersenyum. Seolah-olah dia tidak terkesima sama sekali oleh kekacauan yang baru saja terjadi diluar.

Meskipun aku sudah menduga kalau dia sama sekali tidak akan terganggu, Sikap tidak pedulinya masih membuatku kesal. Kelihatannya mengancamnya pun tidak akan ada gunanya, jadi aku melepaskan peganganku terhadap kepala gargoyle dan pria yang kuseret tadi.

"Apa, aku hanya ingin berdagang. Ah, sebelum kita memulainya, aku akan membayar biaya sebesar 50 Gold untuk hal yang disebut privasi" (Ukei Kaito)

Aku melepaskan kalung yang berada dileherku saat aku mengatakan itu, dan melihat kalau ada suatu perubahan di tatapan mata Dulphein.

"...Jack, Lupakan segalanya yang kau lihat dan tinggalkan ruangan ini sekarang" (Dulphein)

"Ya- EH?" (Jack)

Raut wajah dari pria yang bernama jack itu menjadi pucat saat dia menjawabnya. Sudah jelas dia bingung dengan situasi sekarang dan tak bisa memahami makna dibelakang kata-kata tersebut.

"Kau seharusnya sudah mengerti Bahaya dari mengetahui sesuatu terlalu banyak kan. Silahkan, pergilah mumpung kau masih belum mengetahui apapun" (Dulphein)

Dengan buru-buru, Jack pun meninggalkan ruangan, Tindakan cepatnya membuatnya terlihat seperti dia baru saja diusir. Aku mengalihkan perhatianku dari kejadian barusan, dan sesegera mungkin pergi dan berdiri di depan meja Dulphein.

"Baiklah, haruskah kita mulai negosiasinya? berapa banyak kau bersedia membayar untuk kalung ini?" (Ukei Kaito)

"Boleh aku memeriksanya terlebih dahulu?" (Dulphein)

"Tentu, lihatlah sebanyak apapun yang kau suka" (Ukei Kaito)

Setelah mengatakan itu, aku meletakkan kalung itu diatas meja Dulphein.

Dulphein mengangkatnya dengan hati-hati, dengan cara yang halus. Dia melihatnya dari berbagai sudut dan memeriksa setiap detail kecil yang ada pada kalung itu.

Dia melihat pada batu sihir yang tertanam dalam kalung itu satu demi satu, secara hati-hati memeriksa penyetelan yang ada didalamnya.

"Sungguh sebuah perhiasan yang menakjubkan yang kau miliki disini, Seluruh batu-batu sihirnya telah melalui pengolahan yang mutakhir. Kalung itu menggunakan sihir Silver(Mithril) pada rantai untuk berhubungan dengan pengaturannya, bukan? Selain itu, mantra sihir yang dimasukkan kedalam permata-permatanya benar-benar luar biasa. pemulihan HP otomatis, peningkatan kecil dalam efisiensi pemulihan, rekaman gambar visual, perbaikan otomatis(kecil), Aku bisa membayarmu sebanyak 30 koin emas untuk benda sebagus ini. " (Dulphein)

"........30 koin emas, ya?"

Aku akan menjelaskan mata uang yang ada didunia ini. Koin yang kerajaan ini gunakan terbagi menjadi 7 jenis yaitu tembaga, tembaga besar, perak, perak besar, emas, emas besar dan yang terakhir adalah silver putih(silver murni). Dimana 10 koin dari jenis koin tertentu setara dengan satu koin yang tingkatannya lebih tinggi satu tingkat diatasnya.
[TLnote: 10 koin tembaga= 1 koin tembaga besar]

Meskipun aku tak bisa menyebutkan dengan pasti perbedaan nilainya, 1 koin perak seharusnya bernilai sekitar Rp 100.000 jika ditukar dengan mata uang Indonesia. Koin emas besar dan koin perak putih bukanlah sesuatu yang bisa dilihat dikehidupan sehari-hari, kecuali untuk transaksi skala besar yang biasanya akan terjadi diantara kerajaan ataupun bisnis yang besar.

Sudah merupakan pengetahuan umum kalau transaksi pribadi paling banyak dilakukan dengan koin emas, sesuatu yang melebihi itu akan berada diluar jangkauan biaya untuk hidup sehari-hari.

Kembali ke topik utama, harga yang diberikan pada kalung ini adalah 30 gold yang bisa juga dikatakan sekitar Rp 300.000.000.

Meskipun dilengkapi dengan beberapa tipe sihir, kalung itu hanyalah sebuah perhiasan belaka, dan 30 koin emas sudah menjadi harga yang layak untuknya. Namun, harga itu hanyalah untuk kualitas kalung itu saja.

"Hey, Jangan coba bermain-main denganku" (Ukei Kaito)

"Tch!!!"

Aku melotot padanya sambil melepaskan sejumlah aura yang penuh dengan niat membunuh yang besar, tapi tidak seperti yang tadi, Aku mengarahkannya padanya.

"Kau tahu persis bagaimana untuk menggunakannya, kan? Jadi tinggalkan saja hal yang menjengkelkan itu tadi, jika tidak, mungkin aku akan bisa bersenang-senang untuk membunuhmu?" (Ukei Kaito)

Itu benar, tak ada siapapun diruangan ini yang tidak mengetahuinya. Mengenai fakta kalau kalung itu bukanlah kalung biasa. Apa yang terukir dibawah batu sihir dari kalung itu adalah sebuah ukiran segel yang menunjukkan kalau itu adalah suatu barang yang berkaitan dengan keluarga kerajaan. Ukiran segel itulah yang membuat benda itu tak bisa digunakan oleh siapapun kecuali oleh anggota keluaga kerajaan karena adanya sebuah perjanjian kuno dengan roh agung. Alasannya adalah karena ukuran segel itu dibuat oleh raja yang menawarkan darahnya sendiri agar roh mengukirkannya kedalam liontin tersebut.

Kalung ini adalah alasan kenapa dia membuat bawahannya keluar dari ruangan ini, untuk mencegah timbulnya penanganan situasi yang tidak terampil. Itu juga alasan kenapa dia menyatakan harga yang rendah itu untuk mendapatkan informasi dengan mengamati reaksiku, yang kemudian ia bisa gunakan untuk mencoba dan memperoleh keunggulan dalam transaksi.

Tapi, orang ini tidak tahu apa arti dari negoisiasi ini bagiku.

Semua ini adalah bagian dari rencanaku untuk balas dendam.
Mendapatkan dana hanyalah masalah sepele. Jujur saja, aku masih bisa mengumpulkan dana sekarang meskipun aku harus menghancurkannya berkeping-keping dan menjualnya. Tapi aku membawa kalung ini kesini karena aku percaya bahwa dia akan bisa melaksanakannya sewajar mungkin, kalau itu dia, dengan terampil dia bisa mengirim kalung ini kembali ke bawahan dari keluarga kerajaan sambil mendapatkan keuntungan besar darinya, dengan kata lain, dia akan menjadi seperti sebuah merpati pos.

Aku mengisyaratkannya untuk mempersiapkan dirinya jika dia coba-coba menjadi penghalang bagiku dengan melepaskan rasa haus darah dan tekanan yang berat untuk sesaat, sebelum sesegera mungkin meniadakannya.

Dulphein tercenggang untuk sesaat tapi dia kembali ke dirinya yang seperti biasa sesegera mungkin setelahnya.

"Aku minta maaf untuk ketidaksopananku. Apa yang perlu kuketahui adalah apakah ini asli atau tidak. Dan hanya aku yang mampu untuk menanganinya. Kelihatannya seperti menggali informasi terlalu dalam darimu, harganya akan terlalu mahal." (Dulphein)

Kukuku, sambil tertawa kecil, ia melepas kacamata berlensa satunya dan menyekanya dengan rapi menggunakan kain.

"Mari kita tetapkan harganya ke 350 koin emas. Aku akan memberikan 10 koin emas sebagai deposit untuk sekarang. Seperti apa yang mungkin kau duga, aku tak bisa menyiapkan uang dengan jumlah besar sesegera mungkin jadi tolong datang lagi besok untuk sisanya. Untuk saat ini, aku akan mengembalikan ini padamu." (Dulphein)

"Apakah itu tidak apa? Mungkin saja aku akan kabur dengan uang itu, kan?" (Ukei Kaito)

"Jika kau benar-benar tipe orang yang seperti itu, itu berarti mataku tidak cukup pandai untuk membedakan. Ini, ambilah" (Dulphein)

Setelah mengatakan itu, Dulphein memberikanku sekarung emas yang ia keluarkan dari mejanya.

"Kalau begitu, aku akan menerimanya dengan senang hati." (Ukei Kaito)

Saat aku mengambil karung itu dari meja, aku membuka karung itu dan dengan ringan melemparkan salah satu koin dari dalam karung ke arah Dulphein.

"ini, apa artinya ini?" (Dulphein)

"Nggak ada, itu cuman ganti rugi dariku karena aku sudah menghancurkan beberapa benda. Juga, ya~ah" (Ukei Kaito)

Aku menaikkan ujung bibirku seolah aku mencibir.

"Dengan ini anggap saja kau tidak pernah melihatku, ok?" (Ukei Kaito)

".........tadi kau bilang bilang informasi soal namamu dihargai 50 emas, kan?" (Dulphein)

"Maaf, Tidak akan ada penawaran lagi. Kau sudah terlambat, tidak akan ada kesempatan kedua untukmu."

Setelah mengatakan itu, aku memenuhi tas dengan 9 koin emas yang berada didalam kantongku dan meninggalkan tempat itu.

"....Ku..KUKUKUKU. Sejak sesuatu seperti ini terjadi sesekali, aku tak pernah lelah terhadap perkampungan kumuh ini" (Dulphein)

Dulphein yang ditinggalkan sendiri, mengeluarkan senyuman gembira seolah-olah dia menikmatinya.

Ditangannya ada makhluk hidup seperti slime yang mengeliat dan menirukan sebuah koin emas yang dibuat dengan Alkimia oleh Dulphein.




Segalanya berjalan sesuai dengan rencanaku, jadi aku berjalan ke arah jalan utama dengan suasana hati yang gembira. Meskipun kupikir akan ada orang yang mengejarku, namun hal tersebut tidak terjadi. Aku maju dari bagian terdalam dari perkampungan kumuh menuju ke jalan utama.

Matahari juga sedang berada di barat, jadi sebentar lagi mataharinya akan tenggelam dan mengakhiri hari. Aku ingin sampai ke jalan utama secepat mungkin dan mulai mencari penginapan. Saat aku mempertimbangkan kalau ini akan menjadi pertama kalinya dalam 3 bulan ini dimana aku akhirnya bisa tidur di kamar tidur biasa yang udaranya tidak lembab, dan bukan pula di tanah tandus yang mencuri panas tubuh. Kupikir tak bisa dihindari kalau semangatku naik.

"Oops, aku ingat, kalau aku terus begini, aku tak kan bisa menggunakannya juga."

Untuk menginap di penginapan normal, kau hanya perlu satu koin perak dan bahkan akan bisa mendapat kembaliannya. Tidak seperti dijepang, mereka tidak menyediakan sarapan dan ruangannya kecil. Pada awalnya, ini adalah penginapan murah, jadi meskipun aku membayar dengan satu koin emas pun tidak akan ada bedanya. dan di penginapan high class, masalah-masalah seperti itu tidak ada, tapi aku perlu memperlihatkan identitas pribadiku, jadi itu mustahil dari awal.

Jika mungkin, aku ingin menukar beberapa koin emas dan mendapatkan beberapa koin tembaga besar dan perak, jadi aku mulai mencari bisnis penukaran uang disekitar.

Meskipun komisi dari bisnis penukaran uang dijalan utama berkali-kali lebih murah, seseorang akan harus memperlihatkan identitas pribadi mereka untuk menukar koin emas atau koin yang diatasnya. Itulah sebabnya, aku akan menukar uangnya disini di perkampungan kumuh,dimana aku bisa menukar uang dengan jumlah besar dan dilupakan tanpa pemeriksaan, meskipun biayanya sedikit mahal.

"Aku seharusnya pergi ke tempat itu"

Aku pergi ke bisnis penukaran uang yang kupilih secara acak.

"Yo, nak. Apa kau ingin menukar uangmu?"

Pria itu, yang benar-benar cocok dengan julukan "daruma berotot" memanggilku dengan nada yang rendah. Untuk berfikir kalau penukarnya memiliki bentuk badan yang berotot, atau mungkin dia memamerkan kalau dia adalah tameng dari beberapa organisasi acak.

"A~h, aku ingin menukar koin emas"

"Koin emas? Berapa?"

"Satu saja cukup. Tolong tukarkan ke koin tembaga besar dan koin perak"

Pria itu mengeluarkan neraca dan meletakkan satu koin emas yang kuberikan padanya disisi kanan neraca dan kemudian menempatkan pemberat disisi lain.

"Benar, ini asli. Setelah dikurangi dengan komisi, semuanya jadi 5 koin perak besar, 23 perak dan 20 tembaga besar"
[Tlnote: komisi 25%]

Bagiannya adalah 25 koin silver.

"Mahalnya"

"Jika kau tidak suka, kau bisa menukarnya ditempat yang resmi, aku tidak keberatan"

Meskipun komisi penukaran ditempat ini berkali-kali lipat lebih tinggi dibanding yang biasa di perkampungan kumuh, itu tidak terlalu keterlaluan juga. Sejak aku ingin secepatnya mulai mencari penginapan, aku cuma diam. Pria itu mengeluarkan koin tembaga besar, perak, dan perak besar didepanku saat dia menghitungnya satu demi satu.

Dan kemudian, aku bisa merasakan hawa permusuhan dari pria itu, bukan cuma itu, hal tersebut juga bercampur dengan kebencian.

Ada sesuatu. Hari ini, intuisiku bekerja jauh lebih baik dari pada biasanya, tapi aku masih terus waspada dan mengawasi.

"Selesai, aku seharusnya tidak membuat kesalahan saat menghitungnya. Ini, ambil"

Namun, aku tak bisa mendeteksi kelakuan yang mencurigakan dari pria itu. Seperti yang kuduga, mungkin itu hanyalah perasaanku saja, namun meskipun terasa tidak logis, aku masih merasakan niat jahat dari pria itu dan aku mengerti alasannya setelah menerima uangnya.

"Ha~h, Jadi begitu. HEI"

"Apa? Ada masala-...ll!?"

Aku menggenggam leher pria itu yang tertangkap basah melakukan ini dan menghantam tubuhnya ke dinding belakang.

"S-Sialan...., Apa? Aku memberimu koin perak, kan?.."

"Koin perak? Maksudmu koin tembaga ini?"

"Apa....!?"

Saat aku mengalirkan mana dengan jumlah kecil ke arah koin perak yang dia berikan padaku, ada suara clink, suara derik terdengar dan menghancurkan ilusi, mengubahnya kembali menjadi koin tembaga yang menghitam.

Seluruh kemampuanku yang terhubung ke magic perception telah hilang dan pedang yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan skill yang pasif tersegel. jadi aku tak bisa mengerti kalau sebuah ilusi diberikan pada koin pada awalnya tanpa menyentuhnya. Meskipun barusan moodku sedang bagus, aku membuat kesalahan seperti itu.

"Tch, kau yang salah karena tertipu. Kau tahu kan? ini adalah perkampungan kumuh! 『Force Up』"

Untuk berpikir dia bahkan tidak mencoba berhenti dan meluruskan hal ini.. Dia membuang kesempatan untuk memperbaikinya dengan ekspresi vulgar dan menggunakan sihir untuk meningkatkan kemampuan fisik pada dirinya. Kupikir dia hanyalah daruma yang isi kepalanya cuma otot. tapi mengejutkannya dia cukup cerdas.

"Geez, Ha~h, kerjaan ini benar-benar yang terburuk. Setiap orang dari kalian..."

Aku benar-benar merasa jijik. Bukan hanya mengganggu moodku yang bagus, orang itu bahkan menyeringai saat dia menatapku dan selain itu..

....Dilihat seperti seseorang yang bisa tertipu dengan mudah adalah sesuatu yang paling tak tertahankan.

Seolah-olah aku masih sama dengan diriku yang dulu yang membuat pilihan yang salah. Seolah-olah sama sekali tak ada perubahan dengan diriku yang dulu.

Berpikir kalau dia adalah seseorang yang jenisnya sama dengan target balas dendamku yang berpikir untuk membodohiku, membuat darahku mendidih dalam kemarahan dan aku benar-benar ingin merobek anggota tubuhnya sekarang.

"Ha~h, aku benar-benar ingin muntah."

Secara naluriah aku memenuhi tangan yang digenggam olehnya dengan kekuatan.

"GAAAAAAAAAAAAAAAAA!!! Bajingan kau, kenapa aku tak bisa melepasnya!!"

Meskipun dia menyambar lenganku yang sedang menggenggam lehernya dan mencoba melepaskannya, namun mustahil untuk pria ini untuk lepas dari ku meskipun dia memperkuat dirinya dengan Force Up yang tak terkalahkan bahkan oleh ksatria kerajaan sekalipun, sejak aku sudah memperkuat lenganku dengan mana beberapa saat yang lalu.

"Gah~. Kuhhk, B-Bagaimana bisa..?"

Omong-omong, metode untuk memusatkan kekuatan sihir tidak begitu diketahui di khalayak umum. Sejak tak ada tanda aku mengaktifkan sihir, dia tak bisa mengerti kenapa dia tak bisa membebaskan dirinya dari tangan seorang pria yang lebih kurus darinya.

"Ah, itu benar, sejak sesuatu yang bagus terjadi padaku hari ini, aku bisa membiarkanmu lolos"

"Guh, Geho, GEHO!!"

Aku menemukan suatu ide yang hebat, jadi aku mengatakan itu, tersenyum dan melepaskannya.
Mungkin dia meraih ke sebuah titik dimana dia mengerti kalau dia berurusan dengan seseorang yang harus dia hindari, tapi wajahnya memucat saat dia bertanya padaku.

"Aku hanya harus minta maaf, kan? Aku salah, itu kesalahkanku, aku akan meminta maaf, meminta maaf padamu jadi tolong maafkanlah aku..."

"Yah, kau tidak harus minta maaf, kau hanya perlu bertanggung jawab dengan sungguh-sungguh."

Sembari mengatakan itu, aku meletakkan seluruh koin tembaga yang kupegang ditanganku sebentar. Dan tanpa suara, kukeluarkan 【Fire Spider Leg Sword】. Spirit Sword ini benar-benar memaikankan peran aktif hari ini.

"Tu-Tunggu!! Tolong tunggu!!"

Biasanya, hukuman pemalsuan uang adalah dengan memotong kedua lengan dari pelakunya bersama dengan sejumlah hutang yang besar. Meskipun, mengenai perkara terhadap hukuman untuk pemalsuan uang, tentu saja, dengan dukungan dari kerajaan ini, pelakunya tidak akan bisa mengembalikan hutang mereka karena lengannya yang hilang dan mungkin mencoba untuk menjual dirinya sebagai budak atau bunuh diri.

Daruma berotot itu berteriak dan panik karena dia teringat tentang hal tersebut dan berpikir kalau aku akan memotong lengannya dengan pisau belati.

"Ada apa, apa kau pikir aku akan memotong lenganmu? Jangan khawatir, aku tak kan melakukan itu. Pada awalnya, mustahil aku bisa melakukannya dengan pedang seukuran ini, kan?"

Meskipun sudah pasti kalau aku memiliki kekuatan yang lebih dari cukup untuk memotongnya, aku mengatakan kalimat itu sambil mencibir ke arahnya.

"Lihat, si kecil ini memiliki kemampuan yang cukup menarik. Biasanya, ini hanya bisa digunakan sebagai api unggun ataupun memanggang, namun, mungkin karena pengaruh dari hidupnya yang dulu sebagai monster, ini akan memperlihatkan sejumlah kekuatan yang besar saat digunakan pada bahan tertentu."

"Hah? Eh?"

Prominence Spider adalah syarat untuk memperoleh 【Fire Spider Leg Sword】. Ia adalah laba-laba besar menyala yang hidup di gua lava.

Mereka tak pernah perlu untuk berburu untuk mendapatkan makanan mereka meskipun mereka adalah Demon. Makanan pokok dari Prominence Spider adalah beberapa mineral yang ada didalam gua lava, ia menurunkan titik leleh mineral dengan api uniknya yang mana disebut sebagai Poison flame, yang kemudian memakan mineral yang meleleh seperti sirup. Singkatnya seperi itu..

"Seperti yang kupikirkan, Untuk menebusnya, kau harus menerima hukuman yang jauh lebih buruk dibandingkan dengan apa yang kau lakukan. Itu sebabnya, aku akan membuatmu memakan semuanya dengan mulut pembohongmu itu, bagaimana menurutmu?"

Tepat setelah mengatakan itu, aku mematahkan kedua kaki dan lengannya jadi dia tak kan bisa melarikan diri.

"G-GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!"

Jeritan seraknya menggema melewati jalanan perkampungan kumuh. Namun, mimpi buruknya belum berakhir.

"Baiklah, mari kita mulai dengan koin pertama."

Secara paksa, aku membuka mulutnya menggunakan sesuatu yang dibuat dengan material yang mirip dengan besi yang kutemukan didekatku begitu saja.
Dan saat aku menuangkan kekuatan sihir dengan jumlah yang cukup besar ke dalam 【Fire Spider Leg Sword】 yang kupegang ditanganku, aku meletakkan sebuah koin tembaga diatasnya. Tembaga itu langsung mencair dan perlahan-lahan mengalir ke bawah mata pisau.

"GyAAAAAAGAHGAAAAAAHGAAAAAAaa!!!!!!"

Cairan panas yang membara itu menetes sambil memancarkan cahaya temaram dan memanggang jeroan pria itu.
Dia tak akan mati semudah itu lagian.
【Fire Spider Leg Sword】 bisa dengan mudah melelehkan logam, sejak itu bisa menurunkan titik leleh dari logam.

Meskipun itu panas, Paling tinggi itu hanyalah sekitar 300* C. Kalau cuma seperti ini, kemungkinan dirinya selamat itu tinggi.

"Lihat! Waktunya untuk koin kedua. Masih ada 46 koin yang tersisa. Kau masih bisa bertahan karena kau mengaktifkan Force Up kan? Oy, Yang ketiga mau datang."

Dengan setiap gumpalan cairan panas yang menetes kebawah. Aku mencibir sambil menikmati jeritan tanpa suara dari Daruma berotot.

loading...