Thursday, 10 November 2016

Nidome no Yuusha Chapter 8 Bahasa Indonesia


Translator: Alice

Chapter 8 : Hero Adalah Seorang Stalker dan Juga Shinigami Part 2

------------------------------
Chapter ini berisi kekerasan, gore atau bahasa yang tidak sesuai dengan anak-anak dibawah umur. Tidak disarankan untuk anak dibawah umur 18 untuk membaca ini. Anda telah diperingatkan.

Kita kembali lagi ke sudut pandang Ukei Kaito.
------------------------------

Aku mengejar pria yang berlari didepanku.

Aku sadar kalau pria itu telah membuat suatu kesepakatan dengan preman-preman yang telah menyerangku. Tentu saja, aku juga tahu mengenai isi dari perjanjian tersebut. Kalau kau ingin tahu kenapa aku bisa mengetahuinya, itu karena mereka melakukan hal yang sama di kehidupan pertamaku. Aku secara paksa membuatnya mengeluarkan segala yang ia coba tutupi pada waktu itu, seperti manajemen (Perdagangan dalam) kota. Melalui ini, aku juga menemukan seseorang yang berada dibalik segalanya.

Itu sebabnya, Aku sadar bahwa pria ini secara rahasia mengawasi situasi sekarang disuatu tempat. Aku sudah menyimpulkan kalau dia akan melaporkan situasi ini pada seorang pria yang ada dibelakang layar, si kacamata sialan itu. Jadi aku mengambil kesempatan ini untuk memperalatnya dan mengikutinya ke tempat dimana si kacamata sialan itu berada.

Meskipun aku ingat tempat dimana aku pertama kali bertemu dengan boss dari perkampungan kumuh ini, tapi karena posisinya sering menjadi sasaran, dia menggunakan alat sihir untuk mengubah lokasi bangunan ke beberapa titik di dalam perkampungan kumuh. Itulah sebabnya, meskipun jika aku pergi ke lokasi pertemuan pertama kami, Itu tak pasti akan membawaku ke tempat persembunyiannya.

Sambil mengejarnya tanpa membiarkannya merasakan keberadaanku, aku mengecek statusku dan sadar kalau aku mendapatkan 2 skill baru yaitu 『Stalking Lv2』 dan 『Hide Presence Lv1』. Sudah kuduga, jauh lebih mudah untuk mempelajari skill yang kuketahui dari kehidupanku yang dulu. Meskipun semua level skillnya direset, aku sudah tahu bagaimana untuk mengaktifkan seluruh skillnya. Karena ini, kupikir bahwa aku mungkin bisa menaikkan seluruh level skillku jauuuuuh lebih cepat dari apa yang kuduga.

Selama aku mengejarnya dan merenungkan hal-hal tersebut, aku sadar kalau dia tampaknya agak cemas, saat dia memanduku ke persembunyian rahasia mereka menggunakan rute yang sependek mungkin.

Di kehidupan pertamaku, aku terkejut pada tingkat kewaspadaan mata-mata ini. Lagipula, dulu dia pernah sekali menjadi Agen intelijen dari beberapa negara. Aku juga harus mengakui kegunaannya sebagai broker informasi. Namun, dia pengecut, terutamanya, dia adalah seorang pria yang memprioritaskan keselamatannya sendiri, lari menghadapi bahaya. Dia bahkan ketakutan setelah merasakan rasa haus darahku saat aku membunuh preman-preman itu, meskipun itu tidak diarahkan kepadanya.

Membunuh satu sama lain adalah kejadian sehari-hari yang ada di perkampungan kumuh. Seseorang bahkan akan memenggal seorang anak hanya untuk mendapatkan sepotong roti, bahkan bertarung sampai mati hanya untuk sebuah buah busuk. Para Pembunuh psikopat yang sering muncul di perkampungan kumuh pun sering dibunuh oleh orang yang menguasai perkampungan kumuh.

Itu akan menjadi kasus yang benar-benar langka jika dalam sehari perkampungan kumuh berakhir tanpa ada satupun yang mati. Bahkan sekarang, saat aku mengejar mata-mata, ada orang-orang disini yang bertarung memperebutkan beberapa makanan.

Sama seperti di kehidupan pertamaku, mata-mata ini terlihat tidak terpengaruh oleh kematian yang lain. Mungkin dia merasakan bahaya mendekatinya kali ini saat dia melihatku membantai preman-preman itu. Mungkin itu sebabnya kenapa dia pikir dia akan kehilangan hidupnya jika dia ketahuan.

Setelah pria itu memasuki persimpangan, Aku menunggu sebentar sebelum masuk sendiri kesana.
...
Ada gerbang yang terbuat dari besi yang terlihat familiar, yang dijaga oleh kawalan 2 gargoyle dikedua sisinya.

「「Kata sandinya?」」

"A~h, Aku hampir saja lupa dengan orang-orang ini...."

Aku menggaruk kepalaku, berpikir sejenak bahwa sekarang aku sudah mengacaukannya. Terakhir kali passwordnya bukanlah masalah karena aku memaksa mata-mata itu untuk memanduku. Aku tak ingin membuat pintu masuk berantakan kali ini, jadi aku memutuskan untuk mengikutinya secara rahasia, yang mana artinya aku kehilangan kata sandi.

Orang yang akan kutemui sekarang bukanlah salah satu dari target balas dendamku. Faktanya, dia bukanlah musuhku maupun rekanku. Aku ulangi, dia benar-benar bukan rekanku. Dia adalah tipe orang yang akan tanpa ragu melakukan apapun selama ada untungnya. Orang yang bekerjasama dengan seseorang hanya demi keuntungannya dan akan bekerja sama dengan siapapun selama uang terlibat.

Aku hanya tahu kalau dia tak kan pernah memberitahu kebohongan. Selain dari pada itu, aku tak mengerti metode apa yang dia akan gunakan. Sejak pada awalnya, dia adalah seseorang yang menyatakan secara terbuka bahwa selama ada keuntungannya, kesetiaannya tidak pasti.

Sebuah hubungan yang hanya untuk memperalat dan diperalat.

Meskipun begitu, dia adalah orang yang paling pantas diantara semua orang yang berhubungan denganku. Ditambah lagi,kepadanyalah aku ingin menjual kalung ini. Tak ada untungnya bagiku jika aku terlihat sebagai suatu pihak yang bermusuhan dengannya pada awal negosiasi penjualan. Jika aku mengacaukan kesan pertamaku, kemudian dia akan memanfaatkannya selama negosiasi.

Aku harus bertindak sangat berhati-hati saat menghubunginya. Jika tidak, dia akan menguras informasi dariku tanpa aku menyadarinya. Informasi ini akan berakhir dibeli oleh orang lain, utamanya pada broker informasi seperti mata-mata itu. Aku bisa saja selalu membayar uang agar ia merahasiakannya, dan dia tak akan membicarakannya lagi.

Dengan tubuh yang sehat, kebijaksanaan pertarungan, bagus dalam alkimia dan pemahaman analisisnya yang diatas rata-rata, Si Kacamata sialan itu bukanlah seseorang yang bisa dianggap remeh.

"Meskipun ini mungkin tiba-tiba, bisakah kau membiarkanmu bertemu dengan bossmu?"

「「Tolong, Kata sandinya?」」

Tampaknya gargoyle itu tak memiliki keinginan untuk bercakap-cakap. Meskipun aku tak berfikir si kacamata sialan itu akan terus menggunakan kata sandi yang sama, aku hanya tahu satu. Jadi tanpa ada pilihan lain, Aku mencoba menggunakan kata sandi dari 3-5 tahun dimasa depan.

"………『Kebalikan dari bulu Kelinci Nezulla』"
「「Salah, Pergi sekarang. Kau adalah tamu yang tak diundang.」」

"Sigh-, Jika saja aku tahu pada awalnya kalau akan berakhir seperti ini kemudian aku tak kan pernah mencobanya."

Gargoyle yang terlihat tak bisa bergerak itu terbang dari pedestal mereka menggunakan sayap batu mereka. Mereka bergerak kearahku, seolah-olah aku telah ditandai sebagai target untuk dihapuskan. Gargoyle membuka mulut mereka dan mulai mengeluarkan sihir, tapi diwaktu yang sama, aku pergi untuk menghadapi mereka secara langsung.

Tak seperti nafas dari dragon-kin yang unggul dalam menghasilkan kerusakan besar dalam area yang luas, nafas gargoyle hanyalah berjalan lurus seperti sinar laser. dan memiliki jangkauan yang terbatas juga. Bahkan dengan skillku yang tersegel, gargoyle yang mana adalah buatan manusia, tidak sebanding untukku saat mereka hanya bisa melakukan gerakan yang sederhana.

Menyelinap melewati laser-laser, Aku memukul salah satu gargoyle. Kulitnya keras, seperti yang kuduga dari seekor gargoyle, kelihatannya mustahil untuk menghancurkannya dengan statusku yang sekarang. Memanipulasi manaku, aku membiarkan kaki dan mataku yang telah diperkuat, dan memusatkan perhatianku pada mana yang tersisa ke arah lenganku, memperkuatnya juga meskipun hanya untuk sementara. Meskipun bagian-bagian tubuh dimana sihir dikumpulkan kekuatannya meningkat, bagian lain melemah secara drastis. ini terlihat seperti suatu langkah yang nekat, tapi dengan status yang menyedihkan ini, kesempatan keduaku dikehidupan ini akan menghilang kalau aku terkena serangan.

Meskipun aku bisa saja sudah menghindarinya menggunakan strategi ini, itu akan membutuhkan penggunaan spirit sword, sebuah kartu truf yang tak ingin kubeberkan. Meskipun tak bisa dihindari kalau aku menggunakan 【Fire Spider Leg Sword】 pada preman itu, aku harus mempertimbangkan bahwa dia, si kacamata sialan itu bisa memantauku melalui gargoyle. Aku tak merasa ingin memberinya informasi sekarang.

Terlebih lagi, Gargoyle ini adalah elemen api, dengan kata lain, mereka sanggup bertahan dalam suhu yang tinggi. Sebuah lawan yang menakutkan untuk penyihir api yang unggul dalam sihir serangan. ini membuat panjang pisau yang pendek dan kemampuan panas ini sama sekali tidak efektif melawan gargoyle. Menjadikan 【Fire Spider Leg Sword】 sebagai pilihan yang terburuk dalam kecocokan melawannya.

Sebagai gantinya, Penguatan dengan manipulasi mana bekerja dengan memanipulasi mana secara internal dengan menggunakan MP yang disimpan. Sementara cara ini juga memiliki kelemahan, tingkat serangan dari gargoyle tak akan mungkin mengenaiku.

「Guruuuu!?」

「Gugaa!?」

Pertama aku menyerang sayap mereka, menghancurkannya dan dengan melakukannya, aku bisa mencegah mereka terbang kelangit. Selama mereka masih bingung dengan tindakanku. Gargoyle tidak berdaya saat aku merenggut kaki mereka kedalam tanganku dan mengayunkannya ke tanah, menyebabkan kepala mereka terbelah seperti semangka. Tapi pertarungan belum berakhir, Gargoyle akan terus bertarung tak masalah bagaimana keadaan tubuh mereka, selama masih ada sumber kekuatan yang mendukung mereka. Aku mencungkil kedua mata mereka yang juga merupakan sumber dari kekuatan mereka dari kepala mereka yang hancur, membuat gargoyle tersebut terdiam.

"Siapa!? Siapa Kau!?"

Ada seorang pria dengan ukuran tubuh sedang yang terlihat sudah datang untuk menyelidiki suara pertempuran. Dengan tergesa-gesa ia menghunuskan pedangnya dan datang kesini. Sejak ini tak kan lagi berjalan dengan damai, aku menaruh jariku ke dalam lubang dalam rongga mata gargoyle dan melempar tubuhnya ke arah pria itu yang menyebabkan leher gargoyle tersebut patah.

"Guuhaaah!?"

Terkena serangan kejutan, pria itu tak bisa menghindari tubuh gargoyle dan terlempar ke dinding.

Kelihatannya tulang patahnya mungkin sudah menusuk ke organ dalamnya. Bersandarkan pada dinding, perlahan-lahan dia mulai tergelincir kelantai saat ia batuk darah.

"Sialan kau.. Berani sekali kau mengalahkan Hammnz!!"

Meninggalkan pria itu seperti itu, aku masuk lewat pintu dan melihat pria kurus lain dengan wajah yang halus, dia menghunus pedangnya dan mulai menyerangku. Kali ini, aku menangkisnya menggunakan 【Fire Spider Leg Sword】dan sementara kami sedang bertarung, menggunakan kepala gargoyle yang kupegang, aku menghantam lututnya dengan itu dan membuatnya bergeming, dan aku menggenggam lengannya saat aku menendang punggung pria itu untuk memelintir tangannya. Pada akhirnya, aku memelintir seluruh anggota tubuhnya dan membuat semuanya hyperextension.
(TLnote: Hyperextension adalah ketika otot seseorang berlawanan dengan cara yang seharusnya untuk menekuk.)

"Guhh.. GUAAAAAAA!!??"

"Kau!! Sialan kau! Berani sekali kau!?"

itu akan merepotkan kalau lebih banyak orang ingin menyerangku, jadi aku mengeluarkan rasa haus darah yang tebal dan kuat ke dalam beberapa sihirku dan melepaskannya kedalam aura.

Meskipun personilnya berbeda, bagaimanapun mereka adalah pengawal yang dipekerjakan oleh si Kacamata sialan itu. Paling-paling mereka adalah adventures kelas menengah atau Ksatria bangkrut, dengan kata lain, orang yang nggak punya otak yang tak memiliki ketahanan sihir, jadi mana yang dicampur dengan haus darah ampuh dalam menghadapi mereka.

Aku melihat kesekitarku, tapi aku tak bisa menemukan pria yang mengawasiku tadi. Ada kemungkinan tinggi bahwa dia sedang melaporkanku didalam kantornya si kacamata sialan yan berada di ujung lorong lantai 2.

Saat aku tiba-tiba melihat ke bawah, aku menemukan pria kurus dengan anggota badan yang mengalami hyperextension. Yah, mungkin aku akan menggunakannya saja daripada haus darah. Mungkin akan mustahil untuk melakukan tindakan yang ramah sejak aku menghancurkan gargoylenya dan melukai anak buahnya.

Aku menggenggam tengkuk leher pria kurus itu dan menaiki tangga tanpa peduli tentang pria itu yang terus mengerang kesakitan saat dia terus menerus terkena tangga.

Saat aku langsung pergi ke ruangan diujung lorong, Ada "Barier fisik dan sihir" dan "Barier penghalang suara" yang menghalangiku. Karena kedua tangannku penuh, Aku tak ada pilihan lain kecuali dengan menendang pintu dengan jumlah maksimum dari sihirku menggunakan teknik manipulasi mana dalam sekejap.

"Hello~, Apa kau mungkin boss dari perkampungan kumuh ini?"

Karena ini seharusnya menjadi pertemuan pertamaku dengan si kacamata sialan itu, aku pun mengucapkan kata-kata itu kepadanya.

Di dalam ruangan, ada si kacamata sialan yang melihatku dengan wajah yang tenang yang mana mustahil untuk membaca pikirannya, dan target yang kukuntit, pemanduku yang melihatku dengan wajah yang pucat.

"Ah, Makasih ya sudah memanduku. Hanya untuk itu saja, Aku akan melupakan masalah yang sebelumnya."

Setelah aku mengatakan itu, Aku menoleh ke arah sikacamata sialan itu dan memasang senyuman bisnisku.

Inilah awal dari Negosiasi kami.

loading...