Sunday, 13 November 2016

Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 7 Bahasa Indonesia


Chapter 7

Part 1

—Mari kita kembali ke dua hari yang lalu. Dibawah perintah Jin, Kuro Usagi dikirim dan dikunci didalam ruangannya untuk merenungi tindakannya. Berdiri di samping jendela kamar tidurnya saat menggunakan jarinya untuk menggambar di tetesan air yang mengalir di kaca jendela, Kuro Usagi menatap keluar Little Garden dikala hujan.

(Oh, kelihatannya sedang periode hujan berkala? Hm, tidak seperti di Bagian Selatan, di Timur tudungnya tidak dibuka.)

Hujan buatan adalah persitiwa yang diadakan setiap waktu tertentu. Hanya pada waktu hujan buatan itulah Tudung dari Little Garden akan mengalami perubahan penampilan karena manipulasi cahaya untuk membuat ilusi optik yang akan dianggap sebagai awan hujan.

Dengan kata lain, meskipun awan hujan tidak ada, mereka dapat membuat ilusi 'ada awan di langit' sebelum menjatuhkan hujan.

...Jujur saja, ini adalah teknik yang cukup tinggi yang bisa dibilang juga tidak berguna. Jika ada keperluan akan air, maka mereka hanya perlu membuka Tudung itu saat diluar hujan atau mereka juga bisa membuat hujan buatan tanpa perlu membuat ilusi awan itu. Untuk benar-benar melakukan teknik semenakjubkan itu hanya demi kepentingan seseorang.

(Lupakan. Fungsi Little Garden itu sendiri adalah untuk hiburan dan rekreasi. Kalau dipikirin terus hanya akan membuang-buang waktu, kan?)

Badai adalah salah satu faktor penting dalam menambahkan sentuhan seni terhadap karakteristik unik musim penghujan. Dari jaman dahulu kala, para dewa dan setengah dewa selalu bersembunyi dibalik awas sembari mengirimkan bencana-bencana alam ini, keberadaan awan hujan akan menjadi suatu artian yang signifikan bagi mereka.

Jika itu disertai oleh badai dashyat yang disertai oleh  gemuruh petir, Manusia akan mengartikannya sebagai hasil dari kekuatan Dewa Naga. Karena awalnya sebagai penghormatan terhadap ras Naga

Akan tetapi, jika itu adalah hujan ditengah siang yang terik, maka akan dipercaya sebagai ulah dari beberapa penyihir yang sedang berlatih ritualnya di wilayah terpencil disuatu tempat.

Untuk kota Little Garden, hanya beranggapan ada Delapan juta Dewa masih jauh dibawah jumlah sebenarnya. Untuk para Dewa yang menciptakan dunia Little Garden ini masing-masing memiliki legenda dan mitologinya yang akan mengisi dunia sampai penuh dan banyak lagi dengan semua cerita masing-masing yang disusun bersama-sama.

(Kalau dipikir-pikir, Leticia-sama sepertinya tidak menyukai hujan...? Bau yang katanya tidak mengenakan seperti kelembaban dan bau seperti darah yang menyengat benar-benar tidak bisa disingkirkan...)

Benar-benar kata-kata yang lucu mengingat dia adalah seorang Vampir, kan? Kuro Usagi tertawa pahit ketika mengingat-ngingat percakapan itu.

Tepat ketika dia melanjutkan tatapan murungnya terhadap apa yang ada diluar jendela, koridornya bergema dengan suara seseorang memberikan ketukan tertahan pada pintu.

"Yah~Pintunya terkunci dan saat ini tidak ada siapapun didalam~" (Usagi)

"...Itu berarti kami bisa masuk?" (Asuka)

"Sepertinya?" (Yo)

Suara tersebut berasal dari Kudou Asuka dan Kasukabe Yo. Meskipun Kuro Usagi sudah dengan jelas mengatakan 'tidak ada orang didalam', tapi mereka masih menantikan jawaban 'kalian boleh masuk'. Apa yang sedang mereka rencanakan?

"Ara, beneran terkunci." (Asuka)

"Hm... iya benar, mau maksa masuk?" (Yo)

*Kacha Kacha* Suara knob pintu yang diputar dan kunci mekanis yang mencegahnya terbuka terdengar oleh telinganya Kuro Usagi dan dia kemudian berdiri yang sepertinya menyerah terhadap perlawanan sia-sianya.

"Baiklah, baiklah, Kuro Usagi akan membukanya sekarang! Kalian berdua harusnya belajar untuk lebih lembut lagi atau lebih tepatnya lebih bijaksana lagi..." (Usagi)

"Kau benar" (Asuka)

"Pak!"

"Lembut dan bijaksana!" (Yo)

Kuro Usagi yang diledekin oleh mereka berdua hanya bisa menutup mulutnya dengan patuh.

Sepertinya ketika menghadapi anak bermasalah dari dunia lain, pintu kayanya tidak sanggup menahan mereka.

Kuro Usagi menjatuhkan telinga kelincinya sembari menggenggam pegangan pintunya dan meratapinya.

Tidak mempedulikan air matanya yang mengalir, Kuro Usagi pergi mengambil termosnya untuk mempersiapkan teh. Dan disaat seperti ini, Asuka dan Yo juga
menuangkan isi tas kecil yang mereka bawa bersama mereka ke atas piring kecil. Sepertinya isi tas itu adalah makanan ringan buatan tangan.

"...Jangan-jangan kalian berdua...?" (Usagi)

"Bukan, ini dibuat oleh anak-anak dari Komunitas." (Yo)

"Gadis bertelinga rubah dan anak-anak tertua lainnya membawakan ini untuk kami dan berkata 'Tolong baikanlah sama Kuro Usagi onee-san!" (Asuka)

Mereka bertiga memiliki ekspresi yang rumit terlihat diwajah mereka.

Tiga hari yang lalu, setelah menceritakan kejadian yang telah terjadi di [Thousand Eyes], Jin dan Yo bersikap seolah berharap mereka juga menentang kepergian Kuro Usagi. Jin mengambil sudut pandang sebagai seorang pemimpin Komunitas sementara Yo berdasarkan posisi sebagai teman baru.

Tidak ada niat buruk, tapi cukup sulit bagi mereka semua yang sudah terlanjur tidak bisa berpikir jernih untuk saling mengungkapkan pendapat.

Tapi setelah Asuka bergabung dalam diskusi, situasi berubah menjadi tidak terkendali, sehinnga Jin memintanya untuk merenungi perbuatannya di dalam kamarnya.

Sedangkan Izayoi yang daritadi hanya mengamati jalannya diskusi tiba-tiba berkata 'aku mau jalan-jalan bentar disekitar Little Garden' dan dia kemudian pergi, tidak terlihat lagi setelah itu. Dan semua orang kemudian berprasangka jika dia mungkin sudah menjadi lelah dengan [No Name].

Para anak-anak juga terpengaruh terhadap suasana yang tengah terjadi ini, dan setelah berpikir apa yang bisa mereka lakukan untuk membantunya, jawabannya sekarang adalah makanan-makanan ringan yang ada diatas piring itu.

"Anak-anak itu bener-bener sesuatu ya. Melihat bagaimana mereka datang kemari dengan air mata di matanya kemudian memohon kepada kami, ku rasa hanya roh jahat ataupun iblis yang akan menolak mereka?" (Asuka)

"Bukan gitu, Asuka, mereka semua sudah berusaha membantu menciptakan kesempatan seperti ini untuk kita. Kita harus bisa membuat hal ini berjalan dengan baik." (Yo)

Asuka menanggapinya dengan 'Humph' sembari memalingkan wajahnya sementara Yo mencoba untuk membujuknya.

Melihat pemandangan itu, Kuro Usagi hanya memasang senyum pahit.

"Kalian benar... Semua yang ada di Komunitas akan jadi sangat khawatir kalau kita tidak bertindak bersama-sama." (Usagi)

"Ya, itu maksud ku. Jadi, meskipun itu mungkin terdengar tidak adil bagimu, tapi kami tidak akan mengijinkanmu pergi ke tempat lain. Inti Komunitas ini bukanlah Jin-chan ataupun kami. Tapi kau yang udah mengundang kamu untuk bergabung dan mensupport Komunitas ini seorang diri sampai sekarang, Kuro Usagi." (Asuka)

"...ya itu benar." (Yo)

Kata-kata itu juga pernah diucapkan oleh Jin kepada Kuro Usagi. Dia pernah berkata jikalau Kuro Usagi pergi meninggalkan Komunitas sekarang, maka Komunitas tidak akan sanggup bertahan lagi.

Ntah itu anak-anak yang telah dipercayakan kepada dirinya ataupun Izayoi dan yang lainnya yang sudah dia undang untuk bergabung dengan Komunitas.

Orang yang membawa semua beban itu tidak lain dan tidak bukan adalah Kuro Usagi itu sendiri.

"...Aku dengar dari Asuka kalau [Kelinci Bulan] yang kau bilang itu adalah legenda itu." (Yo)

"YES. Semua ras kelinci di Little Garden memiliki leluhur yang sama, yaitu [Kelinci Bulan]" (Usagi)

— [Kelinci Bulan], dalam rangka untuk menyelamatkan seorang pria tua yang terluka, seeokor kelinci bersedia melompat kedalam api untuk menawarkan tubuh dan darahnya. Itu adalah salah satu cerita dalam koleksi ajaran Buddha. Dalam ajaran Buddha, bunuh diri dianggap sebagai dosa besar. Tapi tindakan kelinci itu dilihat sebagai pengorbanan diri untuk kebaikan, membuat Indra terpanggil untuk menciptakan Kelinci Bulan yang pertama.

Dan kelinci di Little Garden merupakan keturunan dari [Kelinci Bulan] itu.

"Karena kemampuan kami untuk menarik keluar kekuatan dari inti Little Garden, seekor [Kelinci Bulan] akan mengalami perubahan warna pada rambutnya sampai ke telinganya ketika mereka menggunakan kekuatannya. Tapi ada juga beberapa perbedaan diantara individu." (Usagi)

"Oh, aku mengerti sekarang. Jadi gulungan petir yang mengejutkan tiga hari yang lalu itu juga merupakan ulahnya Kuro Usagi?" (Asuka)

"Yes, sebagian kecil kelinci dapat memanggil kekuatan dari leluhur pertama kami, Herald of Indra memberikan otoritas untuk menggunakan senjata indra. Jika menghadapi musuh biasa, Kuro Usagi tidak akan pernah kalah!" (Usagi)

*He He* Kuro Usagi dengan bangga membusungkan dadanya dan juga membuat telinganya berdiri.

"Tapi ketika kau ingin ikut dalam Gift Game, mereka akan membatasi kualifikasi yang ikutnya 'kan?" (Asuka)

"Yah... begitulah." (Usagi)

Telinga kelincinya layu kebawah sekali lagi. Melihat telinga kelincinya yang mudah sekali menunjukan perasaan sebenarnya, Yo dan Asuka cukup terkesan dengan itu.

"Tapi cukup mengejutkan juga ya. Karena ketika kita lagi membicarakan tentang [Kelinci Bulan], itu adalah sesuatu yang sudah cukup diketahui yang dimana dapat ditemukan juga didalam catatan Man‘yōshū. Dan itu adalah sesuatu yang cukup terkenal juga di dunia ku." (Asuka)

(TL Note: Manyōshū (万葉集 Man-yōshū atau Man'yōshū?) adalah antologi puisi tertua di Jepang dari paruh kedua abad ke-7 hingga paruh kedua abad ke-8. Buku ini terdiri dari 20 volume, dan hingga kini salinannya masih dapat dibaca.

Isinya adalah waka yang ditulis oleh berbagai kalangan, mulai dari kaisar Jepang, bangsawan istana, hingga pegawai pemerintah, dan prajurit di garis depan Kyushu. Keseluruhan syair yang dikumpulkan berjumlah lebih dari 4.500 syair. Penyusunan diperkirakan selesai pada tahun 759.

Manyōshū ditulis dalam aksara kanji untuk melambangkan bunyi dan arti bahasa Jepang. Sepintas lalu, naskah Manyōshū terlihat seperti ditulis dalam bahasa Tionghoa Klasik. Sistem penulisan yang dipakai dalam Manyōshū disebut manyōgana. Ketika buku ini disusun, aksara kana belum diciptakan di Jepang. Aksara kanji diambil dari bahasa Tionghoa untuk melambangkan bunyi bahasa Jepang.)

"Be... Begitukah?" (Usagi)

"Nn—Tapi, kami tidak berniat untuk membiarkan mu melompat kedalam api. Karena kami, kami bertiga... lagipula sudah disummon kemari oleh surat undangan mu." (Yo)

Memegang surat undangan ditangannya, Yo mengulurkan tangannya untuk memegang tangannya Kuro Usagi.

‘Buanglah keluarga, teman, barang-barang, dan semua hal lain di dunia kalian.


Dan datanglah ke [Little Garden].’

Bagi mereka beriga yang telah disummon oleh surat itu, kata-kata itu terus melekat dipikiran mereka.

Dan alasan bagi mereka bertiga yang sudah bosan hidup di dunia sebelumnya dan kemudian mendapatkan gairah hidupnya kembali adalah karena Kuro Usagi yang sudah membawa mereka kemari. Tidak ada alasan lainnya lagi.

Kalau Kuro Usagi pergi ke Komunitas lain, maka untuk alasan apa mereka bertiga datang ke Little Garden?

Memberikan senyuman yang sepertinya dia sudah mendapatkan kesimpulan, tapi juga bisa diartikan sebagai dia yang mengalah, Kuro Usagi membuka mulutnya untuk memberikan jawabannya:

"....Yah, Kuro Usagi meminta maaf karena telah mengucapkan kata-kata tidak bertanggung jawab tersebut. Tidak apa sekarang." (Usagi)

"Begitukah? Kalau begitu sekarang waktunya kita mulai mendiskusikan strategi pertarungannya." (Asuka)

"Yap, kalau ada konteks kontruktif yang bisa digunakan, maka baguslah." (Yo)

—EEH? Meskipun Kuro Usagi mengeluarkan suara yang telah kalah ditengah diskusi, mereka berdua terus melanjutkan mensidkusikan masalah mereka sembari mengabaikan Kuro Usagi.

"Menurut ku satu-satunya jalan adalah berpartisipasi dalam berbagai Gift Game dan mendapatkan macam-macam Gift yang bisa kita dapat dan terus melanjutkan pola ini." (Yo)

"Tidak. Waktunya terlalu sempit. Kalau kita mau mempersiapkan sesuatu yang dimana mereka mau mendapatkannya tidak peduli apapun itu... maka pertama-tama kita memerlukan beberapa informasi dan konteks. Kuro Usagi, apa kau punya petunjuk?" (Asuka)

"Eh? Eh?" (Usagi)

Meskipun Kuro Usagi terlihat seperti pikirannya terlempar dalam kekacauan, tapi dia mengerti apa yang sedang mereka diskusikan.

Dengan kata lain, Asuka dan Yo masih belum menyerah.

Tidak menyerahkan Kuro Usagi sembari tidak mengabaikan Leticia.

Asuka dan Yo sudah datang untuk mencari Kuro Usagi untuk mendiskusikan strategi pertempuran meskipun mereka belum pertemu bertemu dengan Leticia sebelumnya.  Perasaan itu menyentuh Kuro Usagi dan ujung matanya mulai memerah.

"Asuka-san, Yo-san... Kuro Usagi sangat berterima kasih kepada kalian." (Usagi)

"Kalau kau ingin berterima kasih kepada kami, lakukanlah setelah kami membawa pulang dia. Apa yang lebih penting dari itu sekarang adalah strategi pertempuran. Apa ada sesuatu yang bisa digunakan untuk membujuk mereka agar mau menerima negosiasi kami selain Kuro Usagi... atau apa ada cara untuk membuat lawan bermain Game melawan kami dengan wanita Vampir sebagai taruhannya?" (Asuka)

"Item... item yang benar-benar berguna..." (Yo)

Mengatakan itu, mereka hanya bisa mencari solusi dengan cara seperti itu. Kuro Usagi menggunakan tangannya untuk menopang dagunya sembari memikirkan opsi-opsi yang ada.

Ada banyak Gift berharga yang ada didalam harta Komunitas dan bentuknya bervariasi. Dari pedang berharga, tombak suci, busur yang telah diperkuat dan banyak senjata dan perlengkapan terkenal lainnya, tapi tiap-tiapnya memerlukan banyak persyaratan agar bisa digunakan, bisa disebut juga kalau item-item itu memilih pemiliknya. Meskipun disana ada juga artifak Yunani, Kuro Usagi tidak bisa membayangkan Laius adalah seseorang yang mau mengoleksi item-item yang berhubungan dengan sejarah budayanya.

Melihat seperti apa mereka itu, [Perseus] telah menginvasi wilayah mereka disaat mereka berincang-bincang didalam toko Shiroyasha dengan Laius.

Hanya dengan melihat karakter yang dia tunjukan dari kejadian sebelumnya saja, Kuro Usagi tidak berpikir item-item itu akan cukup menarik perhatiannya Laius untuk membuat kasus ini dinegosiasikan.

"....Tidak, ini benar-benar sulit. [Perseus] adalah organisasi yang otoritasnya sebagian besar bersandar pada keputusan pemimpin Komunitasnya. Jika kita ingin mendorong [Perseus[ untuk bertindak, kita hanya bisa berpikir ke arah bagaimana cara untuk menghasut Laius. Shiroyasha-sama pernah bilang kalau dia adalah orang yang kecanduan minum, kenikmatan, dan napsu. Jika kita tidak mengetahui kesukaannya, maka tidak ada..." (Usagi)

"Kalau begitu, bagaimana kalau kita lihat dari arah yang berbeda? Apakah ada semacam situasi di mana bahkan jika Laius menahan kata akhirnya, [Perseus] masih tetap akan membuat pergerakan?" (Asuka)

*Uu* Kuro Usagi mulai memikirkan garis pemikiran tersebut. Bukan berarti barang seperti itu tidak ada, hanya saja jika mereka ingin mendapatkannya, waktu yang tersisa bagi mereka benar-benar tidak memadai. Kalau saja masih ada beberapa hari lagi, mereka mungkin punya rencana untuk memecahkannya...

"Apa kalian mengetahui kisah dimana [Perseus] bertarung melawan Gorgon untuk mencari keadilan?" (Usagi)

"Eh?"

Pertanyaan yang tiba-tiba dari Kuro Usagi mereka terkejut.

"Ketika menyebutkan [Perseus]. aku hanya tau itu adalah nama dari rasi bintang. Dan Gorgon itu monster berambut ular 'kan?" (Asuka)

"Ya. Orang yang telah membunuh Medusa adalah seorang ksatria yang disebut Perseus(Perseus)" (Usagi)

—Legenda Perseus melawan Medusa.

Dia menerima empat Gift dari dewa Yunani dan berkelana untuk melawan Gorgon.

Dengan sepasang sayap yang bercahaya mencuat dari—sepatu Hermes.

Senjata yang mampu memenggal kepala Dewa—Harpe.

Perlindungan armor Pluto—Topi Baja Hades.

Meskipun ada Gift lainnya, yaitu tameng Dewa perang Athena, tapi tampaknya perisai itu sudah hilang di dunia Little Garden.

Mendapatkan kekuatan dari semua Gift-Gift kuat itu, Perseus masih mengerti jikalau kekuatannya masih tidak bisa mengimbangi Medusa. Karenanya, dia menggunakan Topi Baja Hades untuk menjadi tak terlihat dan berhasil memenggal kepalanya ketika dia tidur.

Dan kepala Gorgon menjadi Gift terhebat yang menjamin kesuksesannya dalam usaha masa depan dan tujuannya.

"Begitukah? Kalau begitu, apa ada masalah dengan legenda itu?" (Asuka)

Komunitas yang memiliki tingkat kekuatan tertentu mungkin ingin meningkatkan legenda mereka sendiri dan terkadang mempersiapkan Gift Game yang akan me-reka ulang legendanya. Mereka hanya akan memperbolehkan Partisipan yang dimana memenuhi kriterie tertentu untuk menantang Gift Game itu. Dan taruhannya adalah legenda mereka—dan Benderanya." (Usagi)

Asuka dan Yo tampaknya mengerti apa yang dimaksudkan oleh Kuro Usagi dan mereka manrik napas dalam.

"Bendera...! Kalau kita bisa dapat itu, mungkin kita bisa menggunakannya untuk negosiasi!" (Yo)

"Yes. Tapi karena menantang legenda, maka diperlukan beberapa kondisi khusus yang harus dipenuhi yang dimana harus menyelesaikan dua Gift Game yang diajukan oleh pihak lawan dan memberikan buktinya. Dan keduanya adalah hal yang sangat sulit yang akan membutuhkan beberapa bulan atau tahun untuk menyelesaikannya... tapi sayangnya, kita tidak mempunyai waktu sebanyak itu." (Usagi)

"Aku masuk!" (??)

Tiba-tiba, Izayoi menendang pintu ruangan dengan suara *Bam!*. Kuro Usagi berteriak terkejut:

"Iza...Izayoi-san! Kemana saja kau selama ini... Tidak! Sebelum itu, bisakah kau tidak menghancurkan pintunya kalau mau masuk?!" (Usagi)

Meskipun dia sudah terbiasa dengan itu, tapi tindakan menghancurkan pintu ruangan yang bahkan tidak terkunci jelas suatu tindakan yang disengajanya. Akan tetapi, dia hanya mengangkat bahunya terkesan tidak peduli.

"Yah, itu karena pintunya terkunci." (Izayoi)

"Ah, begitu ya! Terus apa yang dilakukan gagang pintu yang ada ditangan Kuro Usagi ini?! Kono BAKA!" (Usagi)

Kuro Usagi melemparnya dengan sekuat tenaga. Izayoi hanya tertawa sembari menggunakan bungkusan besar yang ada dibawah ketiaknya untuk menerima gagang pintu yang dilempar itu.

"Apa isi bungkusan itu?" Yo menatap bungkusan besar itu dengan tatapan penasaran.

"Game Trophies, mau lihat?" Izayoi sedikit melonggarkan mulut bungkusannya agar Kasukabe Yo dapat melihatnya.

Dan ekspresi wajahnya Yo berubah secara tiba-tiba. Dari yang tenang dan kalem sebelumnya, Kasukabe Yo yang sedikit memiliki variasi ekspresi wajah dapat terlihat sedang menatap isinya dengan mata yang terbuka lebar dalam keterkejutan.

"————.... Ini... Bagaimana kau bisa mendapatkannya?" (Yo)

"Bukankah sudah aku bilang kalau ini barang rampasan (trophy) ku?"

"...? Kalian berdua kenapa?" (Asuka)

Kali ini Asuka yang pergi untuk mengintip bungkusan itu. Meskipun Asuka awalnya menampilkan wajah kebingungan dalam menanggapi isi yang dia lihat di depan matanya, tapi begitu dia mengerti maksudnya, tawa kecil keluar dari bibirnya.

*Puhu!* Asuka berusaha menahan dorongan untuk tertawanya sambil membuat ekspresi tersenyum ketika mendekati Izayoi:

"Apa jangan-jangan... selama ini kau pergi kesana kemari untuk mengumpulkan ini semua sendirian?" (Asuka)

"Iya..." (Izayoi)

"Fufu, begitu ya. Tapi, Izayoi-san..." (Asuka)

Asuka menatap tajam sembari meraih telinganya Izayoi dan berbisik:

"Karena kau punya rencana yang menarik... pastikan untuk memberitahu ku dulu nantinya, mengerti?" (Asuka)

"Yah, aku minta maaf kalau begitu, aku pasti akan memberitahumu kedepannya nanti, Ojou-sama." (Izayoi)

Mereka bertukar senyuman. Itu adalah sebuah senyuman dari anak bermasalah yang bisa disamakan seperti anak-anak yang baru saja mendapatkan mainan baru.

Terakhir, Izayoi membawa bungkusan itu ke hadapan Kuro Usagi.

"Kuro Usagi, aku sudah membawa tiket yang akan membalikan keadaan. Kau tidak perlu pergi ke [Thousand Eyes] lagi dan untuk sisanya, aku akan menyerahkannya kepadamu untuk membuat keputusannya." (Izayoi)

Dia menyerahkan bungkusan itu ke atas pahanya Kuro Usagi, tapi Kuro Usagi bahkan tidak memastikan isi bungkusan itu dan hanya menatap Izayoi yang terlihat cukup terhibur dengan dirinya sendiri dengan ekspresi tidak percaya.

"Jangan-jangan...hanya sesingkat itu... yang benar saja...?" (Usagi)

"Ya. Tapi dibandingkan dengan Gamenya itu sendiri, masalah utamanya adalah balapan dengan waktunya. Untung saja aku bisa menyelesaikan tepat waktu." (Izayoi)

Izayoi mengangkat bahunya sembari menjawabnya dengan sikap meremehkan. Meskipun begitu, pertarungannya seharusnya tidaklah sesimpel dan sesantai yang dia utarakan.

"Terima kasih.. dengan bantuan... dengan ini, Kuro Usagi bisa mengangkat kepala tinggi-tinggi ketika menantang [Perseus]." (Usagi)

"Tidak perlu berterima kasih padaku, lagipula kesenangannya baru akan dimulai nanti." (Izayoi)

Dia tidak melakukannya untuk siapapun. Dengan itu, Izayoi memberikan sebuah senyuman. Akan tetapi, tidak dengan apa yang dipikirkan yang lainnya. Tanpa diragukan oleh mereka, Izayoi sudah jelas berusaha demi Komunitas. Hanya tindakannya itu sendiri sudah cukup untuk membuat Kuro Usagi merasa tersentuh.
(TL Note: Buat yang bingung, Izayoi hanya melakukannya demi kesenangannya saja. Tapi apa yang orang lain pikirkan itu lain)

(Kuro Usagi benar-benar... merasa kalau semua yang bergabung dengan Komunitas benar-benar suatu berkat.)

Kuro Usagi memeluk bungkusan itu erat-erat. Tidak diperlukan lagi baginya untuk meastikan isinya. Kuro Usagi sudah tahu apa yang ada didalam isinya dan dibandingkan dengan itu, apa yang dilakukan mereka bertiga sudah menyentuh dalam-dalam hatinya.

Menyeka air matanya sekilas yang mulai mengalir diwajahnya, Kuro Usagi berdiri dengan semangat dan semua keraguannya menghilang dari matanya.

Dia melihat wajah mereka bertiga sembari dengan keras menyatakan:

"Kita akan mendeklarasikan perang terhadap [Perseus]. Mari kita bertarung untuk mendapatkan rekan kita kembali, Leticia-sama!" (Usagi)

Part 2

—Gerbang Terluar Nomor 26745, Markas [Perseus].

Setelah [Perseus] menyambut kelompok [No Name], yang mana menerobos masuk, kedua pihak duduk saling berhadapan di balairung.

Laius memasang senyum angkuh dalam negosiasi ini sembari tetap melemparkan tatapan panas dan penuh gairah kepada Kuro Usagi. Akan tetapi, Kuro Usagi mengabaikannya dan langsung menuju intinya:

"Kami, [No Name] meminta untuk mengajukan duel terhadap [Perseus]." (Usagi)

"Apa?" (Laius)

Ekspresi Laius langsung berubah dalam seketika dan kata-kata yang diluar dugaannya itu membuatnya mengangkat alisnya. Tapi Kuro Usagi tetap melanjutkan:

"Mengenai seperti apa pertarungannya, meskipun kau menggunakan Gameplay yang dimiliki oleh [Perseus dengan tingkat kesulitan yang paling sulit sekalipun, kami akan menerimanya tanpa keluhan." (Usagi)

"Eh? APA? Apa kau datang kemari untuk membicarakan hal bodoh itu? Aku sudah pernah bilang aku tidak menginginkan duel 'kan?" (Laius)

Laius sepertinya kecewa dengan arah diskusi itu. Meskipun dia yakin jika bahkan duel terjadi, dirinya tidak akan mungkin kalah. karena lawan adalah [Bangsawan Little Garden] dan kelinci yang memiliki perlengkapan Indra, itu menjadi alasan dia tidak menerima Game-nya dengan mudah, karena cukup beresiko.

Terlebih lagi, duel dengan Komunitas [No Name]? Itu saja sudah akan menjadi penghinaan.

Laius melambaikan tangannya pergi, jelas menolak permintaan duel mereka.

"Kalau hanya itu saja yang ingin kau katakan, maka enyahlah. Ah~merepotkan banget. Meskipun dia bukan seleraku, aku tinggal menggunakan Vampir itu untuk melampiaskan semua hal ini. Lagipula dia sudah akan dijual ke babi gemuk menjijikan itu, babi itu tidak akan komplain mengenai itu—" (Laius)

—*Bam!* Kuro Usagi memotong kata-katanya sembari membanting meja dan mulai mengeluarkan bungkusan besar tepat dihadapan Laius.

Yang menggelinding keluar dari bungkusan itu adalah dua batu berharga yang mencerminkan simbol [Kepala Gorgon], sebuah baru berharga merah dan biru.

Begitu melihat dua batu berharga itu, semua Pria [Perseus[, yang telah berdiri tegak di samping, berteriak terkejut.

"Itu... Itu...!"

"Gift yang memiliki Hak untuk menantang [Perseus]...? Apa Komunitas yang sebatas tak bernama itu mengalahkan monster Laut, Kraken dan ketiga Graeae bersaudara?" (Laius)

Anggota-anggota [Perseus] menjadi kebingungan. Disituasi yang normal, jika ada Komunitas yang muncul yang memiliki Hak untung menantang, Markas akan mendapatkan pemberitahuan melalu pesan. Tapi sepertinya mereka tidak mengetahuinya.

Tapi memang sudah sewajarnya karena dokumen-dokumen yang menumpuk di mejanya Laius sudah membentuk gunung kecil.

"Oh, gurita besar dan wanita tua itu? Mereka cukup menarik, tapi sepertinya Dewa Ular tetaplah yang lebih menarik." (Izayoi)

Izayoi meregangkan lehernya yang mana menimbulkan bunyi retakan. Batu-batu berharga ini adalah Gift yang hanya dapat dimiliki setelah mengalahkan monster-monster yang hanya muncul dalam legenda.

Game ini adalah trial yang selalu terbuka untuk Komunitas level terendah dan terlemah. Ketika ditantang, Gamenya juga akan menawarkan perlengkapan replika Perseus. Itu adalah Gift Game yang cukup lengkap dalam struktur dan pertimbangannya.

Untuk alasan dibalik tawaran Hak untuk menantang [Perseus] sebagai hadiahnya, adalah untuk memberlakukan legenda Perseus sambil membantu mempertahankan keinginan untuk kemajuan di level rendah.

Tapi Laius tidak menduga Komunitas [No Name] itu bisa mendapatkan batu berharga itu dengan mendecapkan lidahnya dengan keras.

(Tch! Ku kira akan mudah mengatasi Komunitas level rendah itu dan mengabaikan hal itu...)

Baru-baru ini saja Laius berpikir untuk menolak sistem yang diprakarsai oleh Niidaime, dan situasinya baru saja muncul sekarang.
(TL Note: Niidaime=Generasi kedua)

Ketidak senangannya Laius mencapai puncaknya.

"Hmph... baiklah, kalau begitu aku hanya akan bermain dengan kalian. Awalnya tujuan Game ini adalah agar Komunitas yang terlalu memandang tinggi kemampuan mereka jadi tau diri. Untuk memastikan agar kalian tidak pernah lagi menentangku, aku bersumpah bahwa aku akan sepenuhnya... menghabisi kalian!" (Laius)

Laius melempar mantel yang ada dipunggungnya sembari menatapnya marah.

Kuro Usagi secara datar membalas tatapannya sambil mendeklarasikan perang:

"Setelah menginjak-nginjak Komunitas kami dengan perilaku-perilakunya, tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, bukan? Kami [No Name] akan menyelesaikan ini dengan [Perseus] dalam Gift Game!" (Usagi)

loading...