Thursday, 10 November 2016

Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 6 part 2 Bahasa Indonesia


Translator: Exicore
Editor: Ise-kun

Chapter 6

Part 3

Telah melewati Fountain Plaza, Kuro Usagi sampai ke Peribed Way. Kemudian, Asuka berlari untuk mengikutinya, berteriak:

“Kuro Usagi, apa yang kau rencanakan! Nggak mungkin ‘kan kau beneran mau jadi milik orang itu?” (Asuka)

“-…… Uu!” (Usagi)

Asuka meninggikan suaranya sembari mendekati Kuro Usagi, yang mana menatap kebawah sambil berjalan.

Dengan semangat tinggi, dia menahan Kuro Usagi dari belakang dan menatap Kuro Usagi dengan mata yang terlihat berkobar-kobar seperti lava cair sembari menaruh surat undangan yang membuat mereka bertiga disummon kemari, ke dada Kuro Usagi. Asuka sudah tidak bisa lagi menahan emosi di pikiran dan hatinya, ia kemudian mulai membacakan isi dari surat itu:

“ ‘Buanglah keluarga, teman, barang-barang, dan semua hal lain di dunia kalian.

Dan datanglah ke [Little Garden].’-

Kau yang telah memanggil kami dengan tulisan seperti itu dan sekarang kau malah memilih untuk pergi dari Komunitas kita? Hal seperti itu sama saja mengabaikan tanggung jawabmu!” (Asuka)

“…… Kuro Usagi tidak ingin…… Melakukan hal itu……” (Usagi)

“Bohong! Kau bohong! Hal itu terlihat jelas di wajahmu! Kau percaya bahwa tidak masalah untuk menjual dirimu sendiri untuk menyelamatkan rekanmu! Tapi jangan khawatir, karena kami tidak akan membiarkanmu melakukan hal bodoh dan sia-sia itu!” (Asuka)

“Sia… Sia-sia… Hal itu tidaklah sia-sia!” (Usagi)

Kuro Usagi tidak tahan lagi dan membalas dengan teriakan keras. Entah itu dari Laius ataupun dari Asuka, Kuro Usagi tidak bisa mengerti mengapa dia harus dikritik begitu keras dengan orang-orang di sekitarnya.

“Rekan sangatlah penting bagi Komunitas dan tidak ada hal yang lebih penting dari pada rekan yang berada disampingmu. Terlebih lagi, Leticia-sama yang mana bersedia mengorbankan jiwanya dan melukai tubuhnya karena mendengar bahwa Komunitas lamanya dalam masalah, bukankah kita setidaknya harus melakukan sesuatu yang benar?!” (Usagi)

“Tapi bukankah itu berarti kau hanya akan menggantikannya?! Hal itu tidaklah masuk akal!” (Asuka)

“Berkorban demi rekanmu. Bagaimana hal itu bisa tidak masuk akal bagimu?!” (Usagi)

“Berhentilah teriak-teriak tengah malem gini, berisik tau!!” (Izayoi)

Didorong oleh Izayoi, kepala mereka berdua saling bertabrakan dengan suara *Bam!*

Hal itu membuat mereka berdua melihat bintang-bintang.

“”~~~~~!””

“Aku mengerti apa yang sedang kalian perdebatkan. Tapi sebelum itu, jika aku diperbolehkan memberi pendapat…… Kuro Usagi, kau salah.” (Izayoi)

“Ap… Mengapa begitu?!” (Usagi)

Kuro Uasgi mengeluarkan air mata sembari memegang keningnya saat ia protes. Izayoi menatapnya dengan dingin sembari berucap:

“Surat undangan itu adalah alasan pertama. Selanjutnya…… Saat Leticia datang ke wilayah [No Name]. dia seharusnya sudah siap mental akan hal yang akan datang dan apakah tatapan terakhir yang ia perlihatkan terlihat seperti orang yang meminta pertolongan?” (Izayoi)

“Ini…… Ini tidak benar! Mengatakan bahwa tidak perlu menolong orang lain karena orang itu tidak meminta pertolongan hanya bisa disebut sebagai sofistri!” (Usagi)
[XTLN: Sofistri berarti ucapan palsu yang digunakan untuk menipu atau memperdaya orang lain.]

“Memang benar, tapi kita juga harus melihat situasinya. Bukankah alasan Leticia merahasiakan bahwa dia kehilangan Gift-nya adalah karena dia tidak ingin kau menggantikannya?” (Izayoi)

*Uu!* Kuro Usagi sepertinya mengingat kembali hal itu dan sekarang kehabisan kata-kata.

Memang benar, Leticia tidak ingin siapapun tahu bahwa dia telah kehilangan Gift miliknya.

Dengan kata lain, Leticia tidak ingin hal itu menjadi beban orang lain.

“Dan Ojou-sama, pilihan kata-katamu itu tidaklah bagus, kau seharusnya lebih halus dalam menyatakan isi dari pikiranmu.

Seperti –‘Aku sangat khawatir denganmu, Kuro Usagi! Tolong! Tetap disisiku!’ atau sesuatu yang seperti itu.” (Izayoi)

“Bukan berarti aku menghentikannya karena itu.” (Asuka)

Namun, hal itu setidaknya seperempat benar.

Melihat Asuka memerah hingga ujung telingannya, Kuro Usagi juga menundukkan kepalanya karena merasa aneh.

“Aku…. Aku minta maaf. Meskipun perasaanmu membuat Kuro Usagi senang…… Tapi…… Kuro Usagi bukanlah orang yang seperti itu……” (Usagi)
[XTLN: Mengerti? Tidak, kalau begitu saya akan tertawa sendiri.]

“Mengapa kau harus memlih tempat dan waktu seperti ini untuk mengubah artinya? Hm, baiklah. Kalau begitu sudahlah. Kau memang seharusnya selalu terlihat optimis seperti ini, dasar Baka Usagi!” (Asuka)

Asuka berteriak kemudian menarik telinga kelinci Kuro Usagi dengan paksa, membuat Kuro Usagi mengeluarkan teriakan yang tidak pantas bagi seorang wanita.

Mungkin karena mereka berdua telah tenang setelah hal itu, mereka menghembuskan nafas panjang dan kemudian berkata dalam suara lembut:

“…… Aku minta maaf, aku khawatir padamu karena kau terlihat hampir hancur.” (Asuka)

“Kuro… Kuro Usagi lah yang seharusnya meminta maaf… Kuro Usagi sudah bertindak bodoh tadi.” (Usagi)

Dan apapun masa depan yang menunggu mereka, mereka pasti akan mendiskusikannya dengan Jin dan Yo. Pada akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk kembali ke markas [No Name] terlebih dahulu.

Part 4

-Lima hari setelah kejadian itu.

Berada di daerah Lima Digit dari Little Garden, Gerbang Terluar nomor 26745, wilayah nomor 88 dari [Thousand Eyes].

Gerbang Terluar nomor 26745 adalah salah satu Gerbang Terluar yang diurus oleh [Floor Master] Shiroyasha yang tinggal di daerah yang lebih tinggi.

Dan terletak dalam daerah kekuasannya adalah wilayah [Perseus] yang berada di bawah bendera [Thousand Eyes]. Namun, bendera yang berkibar di dalam istana putih [Perseus] adalah bendera dengan latar putih dan gambar ‘Kepala Medusa’. Bendera berlatar merah dengan gambar Dewi Kembar tidak dikibarkan.

Ini karena Shiroyasha telah mengetahui perselisihan antara [Perseus] dan Kuro Usagi serta yang lainnya sembari menganggapnya sebagai hal yang memalukan. Karena itu, [Perseus] telah diperintahkan untuk tidak menggunakan seluruh bendera [Thousand Eyes] dalam batas waktu yang tidak menentu.

Berdiri di balkon paling atas dari istana putih itu sembari melihat ke bawah, Laius bergumam kepada bawahannya yang setia yang mana berdiri disampingnya menunggu perintah:

“Sudah lima hari sejak saat itu dan aku pikir Kuro Usagi pasti akan datang untuk bernegosiasi. Tapi pada akhirnya tidak- ada tanda-tanda sesuatu akan terjadi. Hal itu sangat disayangkan, padahal aku berpikir aku akan benar-benar mendapatkan [Kelinci Bulan] kali ini.” (Laius)

“Tapi apakah tidak apa seperti ini? Kita [Perseus] bisa bertahan di lokasi ini semua karena [Thousand Eyes]. Dan karena ada perintah yang menyuruh kita untuk tidak menggunakan semua bendera mereka……”

“Ah~Hm, hal paling buruk adalah kita akan diperintahkan untuk memindahkan markas kita satu level ke bawah. Lupakanlah, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Atau haruskah kukatakan lebih baik seperti ini? Lagipula ayah sudah mati dan inti dari masalahnya adalah, bukankah kita bertahan di Gerbang terluar dari digit lima adalah hal yang menyusahkan? Atau mungkin kau ingin menangani masalah itu?” (Laius)

Bawahan lelaki yang setia itu memperlihatkan ekspresi murung. Meskpiun Laius mengatakan semua itu, tapi bukanlah hal mustahil jika mereka memang ingin tetap tinggal di Gerbang Terluar daerah lima digit karena Laius memliki Gift yang kuat yang mana membuat Demon Lord pun berhati-hati.

Selama Laius menggunakan kemampuan memimpinnya untuk menyatukan semua anggota Komunitas, maka bawahannya pun akan mampu mendapatkan dua puluh persen dari total hadiah jika mereka bergabung sebagai [Host] ataupun peserta.

Namun, Laius tidak pernah memperlihatkan motivasi untuk melakukan hal itu.

“Tapi serius, kelinci itu benar-benar cantik! Meskipun dia memiliki wajah yang terlihat seperti anak kecil, tapi dadanya yang besar dan juga kaki yang indah itu benar-benar seksi! Bersedia untuk berkorban demi orang lain, bertekad kuat, cantik dan juga seksi, kelinci itu adalah kesukaanku! Sebenarnya aku ingin mengambil kesempatan ini untuk meninggalkan [Thousand Eyes] dan mengambil kelinci itu sebagai anak buahku tapi itu akan menjadi hal yang sia-sia untuk memperlihatkannya kepada orang lain! Jika saja aku bisa membuatnya berada di tempat tidurku dan membuatnya mengerang beberapa kali untuk menyegarkan telingaku, aku pasti tidak akan pernah lelah!” (Laius)

“…… Oh…….”

Bawahan lelaki yang setia itu merespon sembari menghembuskan nafas dalam. Tiga topik yang akan membuat Laius berbicara dengan semangat adalah wanita, uang dan kenikmatan dalam makanan serta minuman. Dia adalah bentuk hidup dari Hedonisme.
[XTLN: Hedonisme adalah pandangan hidup yang mementingkan kesenangan dan kenikmatan.]

Dan yang paling parah adalah selama lima hari terakhir. Apakah si Kuro Usagi itu benar-benar menarik perhatiannya? Dia telah menghabiskan baik siang maupun malam membicarakan hal itu sembari melihat dokumen-dokumen Komunitas yang sudah menumpuk dan membentuk tumpukan yang mirip gunung kecil di dalam kantor dan Laius bahkan tidak mau melihat hal itu.

Meskipun itu adalah hal yang darurat di dalam Komunitas yang mana disebabkan olehnya, dia tetap menyerahkan hal itu kepada orang lain untuk diselesaikan.

(Meski ini terus berjalan, kita tidak boleh memanjakannya dengan cara mengurus dokumen-dokumen itu untuknya… Sepertinya tidak ada cara lain, apakah kita hanya bisa menunggunya untuk mau mengurus dokumen-dokumen itu?)

Bawahan lelaki yang setia itu hanya menggeleng-gelengkan kepalaya. Setelah itu, suara seorang wanita terdengar di balkon itu yang mana seharusnya hanya ada mereka berdua.

“Maaf telah mengganggu Anda di malam hari ini, Laius-sama.” (??)

“SIAPA ITU?!”

Karena terkejut, bawahan lelaki yang setia itu menarik senjatanya sembari berteriak. Dan orang yang mendarat dengna pelan di balkon itu tidak lain adalah Kuro Usagi dari [No Name].

Laius dengan cepat mendorong bawahan kepercayaannya dan menyapa Kuro Usagi dengan bahagia:

“Woah! Apa yang membuatmu kemari malam ini?! Apakah kau akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan kami?” (Laius)

“…… Kedatangan Kuro Usagi ada hubungannya dengan fakta bahwa besok kita akan mengadakan diskusi antara perwakilan masing-masing Komunitas, apakah kami boleh meminta waktu Anda untuk hadir?” (Usagi)

Kuro Usagi memperlihatkan ekspresi khawatir saat mengatakan hal itu. Berlawanan dengan hal itu, Laius dengan bahagia melebarkan kedua lengannya.

“OK!OK! Jika Vampir itu tidak cukup, aku mungkin bisa menambahkan beberapa hal lain!” (Laius)

“Laius-sama! [Kesatria dari Little Garden] sudah berada pada tahap final untuk……”

Bawahan lelaki yang setia itu segera melangkah maju untuk protes tapi Laius hanya menendangnya di dada untuk memotongnya.

Tetap menggunakan eksrepsi khawati, Kuro Usagi mengangguk sekali lagi sebelum melompat dari balkon untuk pergi dari sana.

Di sisi lain, Laius mulai tertawa dan melompat sembari membuka lengannya dengan senangnya berputar-putar.

“Hahaha, ini hebat! Dengan ini, tidak perlu lagi untuk bersikap dewasa dan memuji-muji perantara periklanan kita [Thousand Eyes]! Keberuntungan sudah ada di sisi kita!” (Laius)

Dia memperlihatkan sikap yang tidak bermoral sembari berteriak dan tersenyum saat melihat kelangit, seakan dia sudah menjadi gila.

Orang kepercayaannya hanya bisa menghembuskan nafas yang lebih berat saat ia melihat tuannya berputar terus menerus dan tertawa seperti orang gila.

(Tapi sulit untuk dipercaya Kuro Usagi akan mau menerima negosiasi itu. Apakah memang mustahil bagi mereka untuk menghentikan kebiasaan mereka dalam berkorban?)

Meskipun berpisah dari [Thousand Eyes] adalah kerugian besar bagi mereka, tapi jika mereka memang bisa mendapatkan [Bangsawan dari Little Garden] sebagai gantinya, itu tetaplah sesuatu yang bagus. Selama mereka bisa membentuk Komunitas dengan ‘Papan nama emas’ itu, maka mereka akan bisa bermain Game seimbang dengan Spirit Jahat Rakshasa dari Utara atau bahkan Eudemon dari Selatan.

Jika mereka bisa menjadi Komunitas yang independen, maka hal itu mungkin menguntungkan.

Meskipun Laius kasar dan penuh dengan nafsu, tapi setelah ia mendapatkan Kuro Usagi sebagai mainan, paling lama ia akan bertahan selama satu bulan sebelum bosan.

Wanita normal mungkin tidak bisa bertahan sampai akhir, tapi bila itu adalah kelinci dengan tekad kuat maka seharusnya tidak ada masalah, iya kan? Selama masih ada kehidupan di dalam tubuhnya, ia masih bisa digunakan sebagai maskot tidak peduli apa situasinya.

Mungkin mereka bisa melatih tubuhnya agar benar-benar patuh terhadap perintah mereka.

Bawahan lelaki yang setia itu kemudian menuangkan satu gelas anggur lagi ke dalam gelas kosong tuannya sembari memberlihatkan tatapan tidak puas saat melihat gundukan dokumen di meja.

loading...