Monday, 21 November 2016

Lazy Dungeon Master Chapter 10 Bahasa Indonesia


Chapter 10: Si Bandit Membeli Budak

Dua hari setelah para bandit kehilangan lima pendatang barunya, boss bandit sedang membawa beberapa pendatang baru bersamanya.

Tambahan 18 orang... Karena 7 pendatang barunya telah berkurang 5, dengan tambahan 8 orang lagi, jadi 10 pendatang baru. Jadi dengan pendatang-pendatang baru ini, total menjadi 28, peningkatan 2,8x.  Darimana ntuh orang dapetnya... Sambil memikirkannya, aku menyadari dua dari mereka adalah petualang yang diserang oleh mereka dan diikat untuk digunakan sebagai persembahan. Yah, meskipun dua itu tidak dihitung, masih ada total 26. Bukankah itu sudah skala desa kecil?

"Oh, selain dua persembahan ini, mereka semua adalah budak." (Rokuko)

"Darimana kau tau?... Ah, ikat leher ya? Yah, dua persembahan... Baiklah, sepertinya aku akan menambah dua ruangan lagi dibelakang. Seperti yang sudah kau duga, ruangan itu untuk memastikan agar mereka dapat cukup ruang, jadi kita bisa dapet DPnya..." (Keima)

Melihat dari atas, aku menambahkan sebuah ruangan berbentuk seperti kotak di sisi kanan atas.

Dan lagi, apa tidak apa untuk menjual budak ke para bandit di dunia ini?

"Aku denger, manusia yang melakukan tindak kriminal dan tertangkap kemudian menjadi budak, tapi..." (Rokuko)

"Jadi para bandit itu membeli kriminal yang tertangkap ya? Pemborosan kali..." (Keima)

Yah, mereka tentu saja bukan tipe petarung... disana ada wanita, atau lebih tepatnya gadis kecil.

Di dunia ini, tidak ada alasan untuk terlihat kotor karena ada sihir kehidupan.

...Yup, mata mereka penuh dengan kedengkian dan mereka hampir telanjang. Apa-apaan itu? Bukankah selera boss budak itu ke gadis dengan rentan umur satu digit? Jadi mereka membeli seorang anak perempuan dengan mata seperti ikan mati. Apa dia akan merawatnya seperti putrinya sendiri? Oi, dia bahkan punya telinga anjing... Tunggu, oi.

Dia  adalah  seorang  budak  sex.

Dasar lolicon! Mulai dari sini adalah rating R-18! Yah, itu hanya laki-laki sampai sekarang...

Melucuti kain yang sedikit menutupi tubuhnya, dia menggunakan sihir Cleanup sambil mengelus-elus tubuhnya dengan tangannya. Dia menempel-nempel wajahnya pada tubuh gadis itu dengan suara kotor, mendorongnya ke kasur... ah, oke. Cut.

Dia memiliki mata seperti ikan mati. Bener-bener seperti Boneka-san.

"Wooow... woooooow, hebat... Aku nggak tau manusia masih bisa melakukan reproduksi dengan tubuh sekecil itu, wo-... A-apa Kehma mengincar ku!?" (Rokuko)

"Nggak, aku tidak suka memaksa orang. Apa lagi, seseorang sekecil dirimu bukanlah selera ku! Aku bukan seorang lolicon!" (Keima)

"Ta-tapi seleramu pada kaki kan? Aku, sama baiknya dengan budak manusia itu." (Rokuko)

"Kakinya sudah lusuh, meskipun bentuknya sangat baik, sangat disayangkan sekali, aku ingin setidaknya memasangkan dia beberapa kaos kaki." (Keima)

...Kalau memungkinkan, kaos kaki selutut akan lebih bagus. Warna putih, warna hitam. Mungkin jangan kaos kaki selutut, tapi tali kekang dan stocking untuk menyamai bagian penting dari anjing. Telinganya? ...Oi, singkirkan bandit kotor yang ada dilayar itu.

"Aku merasa mereka sanggup paling lama 10 menit..." (Rokuko)

"Tak usah pedulikan mereka. Well, aku mau tiduran dulu... DP yang kita dapet dari persembahan kali ini cukup lumayan." (Keima)


*


Apa bagusnya menjadi seorang bandit...

Aku tidak bisa masuk ke kota dengan normal, dan membeli barang jadi lebih mahal karena harus beli kepada perantara. Meskipun aku berkata pada pedagang keliling untuk tidak menyebarkan tempat persembunyian kami, mereka memanfaatkan itu dengan menaikkan harganya.

Kami harus melakukan perbaikan amatir terhadap senjata kami sendiri karena kami bahkan tidak dapat pergi ke pandai besi, jadi kami hanya bisa digunakan hingga senjatanya hancir. Memikirkan tentang senjataku yang hancur ketika sedang menggunakannya membuatku menggigil.

Emas. Kami menghabiskan seluruh hidup kami mengumpulkannya. Tapi meski begitu, ini lebih baik daripada mempertaruhkan nyawa sebagai tentara bayaran.

Meskipun begitu, kekuatan dapat mencuri apapun.

Meskipun pemasukannya tidak stabil, tapi apa yang didapat adalah besar.

Ditambah lagi, ketika aku menjadi tentara bayaran, aku dengar itu mungkin untuk bergabung dengan apa yang disebut Guild Tersembunyi.

Jangan serang gerobak yang memiliki tanda Guild Tersembunyi, itulah aturannya. Tapi ada banyak keuntungannya.

Kau bisa mendapatkan apapun selama kau memiliki uang... Yah, meskipun harganya juga mahal.

Satu lagi, tempat pelacurannya... meskipun hanyalah sebuah tenda kumuh, tapi ada wanitanya.

Karena bandit tidak dapat memasuki kota, tentu saja kami tidak dapat pergi ke pelacuran normal.

Tapi kebutuhan seksual pun menumpuk. Para petualang hanya ada para pria, dan para petualang wanita semuanya sudah berkecukupan karena mereka hanya cukup mencari perhatian saja dan sulit untuk diserang.

Itulah kenapa, kami hanya bisa meminta bantuan pelacuran pada Guild Tersembunyi.

Bahkan seorang bos bandit harus datang ke tempat pelacuran Guild Tersembunyi. Meskipun mereka tidak memiliki wanita yang memuaskan, kami  hanya bisa menunduk malu saat ingin memasuki pelacuran kualitas tinggi yang memiliki harga mahal. Tetap saja, kau tidak bisa membeli wanita yang bagus tanpa uang yang cukup.

...Dengan pikiran seperti itu, bos bandit membeli wanita yang harganya paling murah.

Seorang anak setengah manusia yang bahkan masih belum menginjak umur sepuluh tahun muncul. Bahkan bukan manusia. Pelacur termurah Guild Tersembunyi ini bahkan tidak memiliki pakaian dan hanya memakai ikat leher budak.

Tidak hanya belum terlatih, dia bahkan tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

Meskipun jika telinga dan ekornya dipotong, dia akan terlihat lebih seperti manusia. Kemungkinan besar akan merepotkan untuk memperlakukan budak setengah manusia dengan sihir pemulihan, atau mungkin hanya untuk orang aneh. Jika kau tidak menggunakan sihir pemulihan, dia akan dalam kondisi bahaya atau sekarat... atau malah menjadi mayat?

Tapi dia terlalu kecil. Aneh sekali rasanya untuk menyebut dirinya sebagai pelacur dengan tubuh yang seperti itu.

Meskipun belum matang, wanita tetaplah wanita. Menggenggam tangannya yang rapuh, yang nampak akan patah hanya dari sentuhan, aku membawanya.

Rasanya tidaklah terlalu buruk. Lebih kepada, kulitnya yang muda dan mulus mengingatkan ku kepada tempat pelacuran mewah yang pernah aku kunjungi bersama seorang senior ketika aku menjadi tentara bayaran. Rasanya nikmat.

Setelah itu, bos bandit memutuskan untuk membeli budak kriminal.

Guild Tersembunyi menyediakan segala jenis budak. Budak yang sekarat harganya murah, budak sehat cukup mahal.

Membunuh petualang yang sebelumnya telah mengurangi pendatang baru yang aku miliki, jadi akan lebih baik untuk mendapatkan budak kriminal yang memiliki pengalaman dalam membunuh. Itulah yang bos bandit itu pikirkan.

Cepat atau lambat, anak buah ku juga akan memerlukan budak sex... meskipun budak sex lebih mahal dari budak kriminal, ya mau bagaimana lagi karena mereka adalah barang berharga.

Mari beli beberapa jika ada sedikit kelebihan pemasukan.

Bos bandit sedang mengatur barisan budak-budak yang dia beli. Anak setengah manusia yang dia beli di tempat pelacuran juga ikut berbaris. Meskipun dia merasa jika uang yang sebelumnya dia gunakan di tempat pelacuran sebelum membelinya akan terbuang percuma, karena mereka murah, dia memutuskan untuk membelinya. Harga mereka juga kelewat murah. Atau malah, harga mereka hampir setara dengan gratis, sebuah bonus atas membeli budak yang lainnya. Dia bertanya-tanya apakah mereka akan dibuang? Harga mereka lebih murah dari 10 biji roti hitam keras.

Dia dengan nyaman mengelus-elus budak anak itu yang harganya hampir mendekati gratis... teringat akan nuansa pelacur kelas atas, bos bandit itu merasa kalau dia untung besar.

Selama dia sudah menjadi miliknya, dia tidak perlu khawatir akan ganti rugi karena merusaknya. Semuanya menjadi terserah dia untuk melonggarkan lubang yang tidak digunakan dan memotong ekor dan telinganya.
(TL Note: Lubang yang dimaksud itu ya... you know lah)

"...Haruskah aku menunggu dia sampai tumbuh sedikit lagi sebelum memotong telinga dan kupingnya? Akan jadi terbuang percuma kalau dia mati setelah susah payah mendapatkannya."

Mengangkat anak setengah manusia yang melempen itu, bos bandit berjalan menuju [Ordinary Cave].

Diperjalanan, kami diserang oleh dua petualang yang kami sadari dari belakang dan menangkap mereka hidup-hidup.

Bagus, dengan ini kami mungkin akan mendapatkan ruangan baru untuk menaruh para budak.

"Aku sangat beruntung hari ini!"

Kuku, bos bandit itu tertawa.

Previous ChapterDaftar Isi – Next Chapter –
loading...