Wednesday, 30 November 2016

Kumo desu ga, Nani ka? Chapter 9 Bahasa Indonesia


Translator: KIV

009 – Memeriksa Skill

Ummu.

Sementara kesampingkan dulu skill point. Karena aku belum tahu bisa ditambah atau tidak, sebaiknya tidak usah dipusingkan.

Kemudian, caraku memperoleh skill [Acid Resistance] berbeda dari [Appraisal]. Kalau memang kemampuan [Acid Resistance] itu seperti namanya, berarti tubuhku jadi lebih tahan terhadap asam. Sepertinya aku mendapatkan skill ini setelah menerima serangan liur kodok sebelum ini.

Serangan liur itu mungkin mengandung asam dan racun. Saat mengenai tubuhku, aku menerima damage sehingga mendapat skill. Tapi apa mungkin skill itu muncul karena damage apapun, bukan tergantung serangannya? Aku juga belum tahu apakah skill bisa muncul karena akumulasi damage, akumulasi damage dari asam, atau karena jeda waktu setelah diserang.

Tapi yang penting di sini tubuhku terkena damage dari jenis serangan tertentu, dan aku memperoleh ketahanan. Memang agak perih, tapi kalau bisa kutahan, aku bisa mendapat skill baru. Kalau kena serangan api, aku bisa mendapat ketahanan api, kan? Saat memikirkan strategi pertahanan, sebaiknya aku juga memikirkan bagaimana memperoleh ketahanan baru. Kalau ada serangan yang sepertinya tidak akan langsung membunuhku, apa sebaiknya kuterima saja? Sakit sih, dan tidak ada jaminan aku bisa langsung mendapat skill baru. Sepertinya tidak perlu kulakukan, aku takut mengambil risiko.

Selain ketahanan asam dari serangan kodok itu, tapi ketahanan racunku juga bertambah. Hmm… kalau apa yang dikatakan ”suara surgawi” itu memang benar, berarti aku memiliki ketahanan racun sejak awal. Masuk akal sih, karena aku laba-laba yang menggunakan racun. Apa mungkin aku juga punya skill alami yang lain? Sepertinya harus kuperiksa. Soalnya kalau tidak disebutkan oleh “suara surgawi”, aku mungin tidak akan menyadarinya.

Apa mungkin aku masih punya skill yang lain?

Ahh… penasaran. Kira-kira ada apa lagi ya? Mungkin skill “serangan racun” atau semacamnya? Muu… Andai saja aku bisa memeriksanya…

Aku sudah mencoba memikirkan “status karakter”, tapi tidak terjadi apapun. Mungkin aku perlu level skill Appraisal yang lebih tinggi… level itu... berarti kecakapan? Apa mungkin level appraisal bisa ditingkatkan?

Kecakapan berarti tingkat penguasaan skill kan? Kalau memang sistem skill appraisal sejenis dengan skill ketahananku yang lain, mungkin levelnya akan bertambah semakin sering kugunakan? Haha, sepertinya aku salah karena berpikir harusmenghabiskan poin untuk meningkatkan skill yang kubeli.

Aku langsung spam appraisal ke apapun yang kulihat, berbagai informasi tidak berguna membanjiri pikiranku. Uee, pusing. Terlalu banyak informasi masuk...

“Syarat kecakapan terpenuhi. Skill [Appraisal LV1] menjadi [Appraisal LV2]”

Oooh! Berhasil! Walau hanya naik satu level, tapi setidaknya ini kemajuan besar! Sedikit berdebar, aku menggunakan appraisal pada diriku sendiri.

| Small Lesser Taratekt – no name

Ooh, sekarang nama spesiesku muncul! Tidak ada banyak informasi, tapi setidakya lebih baik daripada hanya ada Tulisan “spider” seperti sebelumnya.

Tapi… hmm. Bukan hanya “small/kecil” tapi juga “lesser/rendahan” ya… rasanya aku lemah sekali, jadi sedih… Aku yang awalnya senang appraisal bisa naik level langsung terpuruk… aku memang tidak berharap banyak, tapi masa aku ini spesies rendahan. Ugh, tidak sifat pecundang dari kehidupanku dulu bisa terbawa sampai ke sini...


…Sudahlah, saatnya menggunakan appraisal lebih banyak dan naikkan levelnya lagi!





..Tidak mau naik.

Aku sudah menggunakan appraisal di setiap dinding, celah, dan batu yang kutemui, tapi levelnya tidak naik satupun. Selain itu, appraisal sekarang menyebut “dinding” sebagai “dinding labirin” dan itu jujur saja… tidak begitu berguna. Tapi yang penting: kenapa levelnya tidak mau naik!?

Hmm. Yang pertama kupikirkan, mungkin menggunakan appraisal untuk satu barang berulang kali tidak akan meningkatkan tingkat kecakapan. Kalau tidak begitu, pasti mudah untuk grinding selagi pulang ke rumah. Untuk memastikan, aku melakukan appraisal area sekitarku lagi, tapi tentu saja level appraisal tidak meningkat. Rasanya tidak ada peningkatan kecakapan sama sekali.

Kalau memang benar, berarti untuk meningkatkan level appraisal, aku harus menggunakan skill itu untuk benda-benda di luar sarang.. Oh iya, aku menggunakan appraisal ke banyak monster sejak level satu. Mungkin tingkat kecakapannya bertambah banyak saat itu.

Tapi pergi keluar ya… merepotkan. Rumahku seynaman ini, tapi kenapa aku memaksakan diri untuk keluar? Jauh lebih enak di dalam sarangku yang aman, walaupun aku tidak bisa menambah skil bila diam seperti ini. Ada pro dan kontra, tapi bahaya di luar sana cukup serius bagiku.

Yup. Baiklah. Aku akan diam sementara di sini dan menikmati hidup santai lebih lama.

Dewa tidak akan marah ‘kan, kalau aku bermalas-malasan?

loading...