Wednesday, 30 November 2016

Kumo desu ga, Nani ka? Chapter 10 Bahasa Indonesia


Translator: KIV

010 – LEVEL UP

Saat aku bermalas-malasan di rumah, ada reaksi dari benangku. Sepertinya aku mendapat mangsa kedua. Pas sekali, perutku sudah mulai lapar. Aku mendekati mangsaku sambil melompat-lompat kegirangan… ya, aku tahu itu hal aneh.

Terakhir kali, aku sedikit ceroboh dan memasuki jarang serangan musuh. Tapi kali ini, aku mendekat dengan lebih hati-hati. Nah, sekarang makan apa?

| Elro Frog

Eh… kodok lagi? Bagaimana mungkin!? Bukannya ada monster lain di dungeon ini!? Tapi kenapa aku harus menemui mahluk menyebalkan ini lagi!?

AAAAAH, aku jadi marah-marah sendiri. Ampun deh… Ke-

Ciprat

NYOOAAAAA!

Selagi aku sibuk stand-up sendirian, kodok yang terjerat itu menyemprotkan asam kepadaku. Tidak kusangka bisa terjebak hal yang sama sampai 2 kali, memalukan sekali!

Hah… rasa sakit membuat sedikit lebih tenang. Kali ini, level ketahanan asamku tidak meningkat, sepertinya tadi saja belum cukup. Yah, untuk sekarang tidak masalah sih.

Aku membungkus kodok yang tadi menyerangku dengan benang sampai dia tak bisa bergerak, lalu menggigitnya. Grauk. Seperti kodok sebelumnya, kodok ini tidak langsung mati, mungkin punya kekebalan? Walau begitu, rontaannya mulai melemah setelah digigit.

Aku menyeretnya dengan cepat ke rumah, lalu memperbaik jaring yang tadi rusak.

Ok, sudah selesai.

Aku berbalik dan melihat kodok yang terikat tadi menggelinding kesana-kemari.

Sepertinya satu gigitan saja tidak cukup.

Grauk!

Aku mengigit lagi. Di kodok sebelumnya, aku menggigit berulang-uang kali, tapi sepertinya itu bukan hal yang efisien. Sebenarnya aku hanya perlu mengalirkan racung dengan taringku sampai mati.

“Syarat kecakapan terpenuhi, skill [Poison Fang LV1] menjadi [Poison Fang LV2]”

Oh! Skill-nya naik level! Dan aku belum melihat skill ini. Secara mengejutkan, tubuh kodok yang kugigit lemas seketika saat level skill-ku meningkat. Sepertinya kalau level skill [Poison Fang] meningkat, racunnya juga jadi lebih kuat.

Sip!

[Jumlah EXP terpenuhi, Small Lesser Taratekt naik level menjadi level 2.]

Hmm? Ooh!?

Ah, ada yang terasa aneh. Oh,apa ini!? Tubuhku mengelupas! Apa aku ganti kulit!?

“Semua kemampuan meningkat. Tingkat kecakapan skill bertambah: [Poison Resistance LV 2] menjadi [Poison Resistance LV3]. [Spider Thread LV3] menjadi [Spider Thread LV4]. Skill point bertambah.”

Hmm? Eh, tu-tunggu dulu! Tadi kedengarannya penting! Kenapa kau mengatakan semua itu saat aku sedang sibuk!? Tolong ulangi sekali lagi!.

Hening….

Eeh. Serius…?

Ayo ingat-ingat lagi. Tadi dia bilang “naik level” kan? Aku tidak salah dengar kan? Aaah, aku benar-benar tidak memperhatikan, karena aku sedang gant kulit. Eh tunggu. Berarti aku akan ganti kulit setiap naik level?

Aku mencoba melihat kulit mati yang ada di bawah. Uwah, coba lihat luka besar itu di bagian punggung itu. Sepertinya itu luka dari serangan kodok barusan. Tadi aku tidak bisa melihatnya, tapi sepertinya itu luka serius. Oh iya, ngomong-ngomong soal melihat, sepertinya pengelihatanku juga kembali! Hahaha! Sepertinya tubuhku sembuh total saat naik level.

Yep, pasti karena naik level. Rasanya semua jadi lebih segar, baik jiwa maupun raga. Ini pasti gara-gara exp yang kudapat dari membunuh kodok, kan? Sekarang, makan kodok dulu deh.

Baiklah, ayo mengingat semuanya secara berurutan. Yang pertama pastinya soal kenaikan levelku. AKu langsung ganti kulit begitu naik level, jaid aku tidak memperhatikan apa yang dikatakan “suara surgawi” (temp.) tadi. Oh, katanya level skillku meningkat, kan? Bukan hanya satu, tapi ada dua, kan? Kok bisa?

Sebelum itu sepertinya ada sesuatu Tambahan kecakapan? Oh iya, berarti setiap naik level, aku akan mendapat poin. Sepertinya itu yang menyebabkan dua skillkiu naik bersamaan.

Skill yang naik.. [Poison Resitance] dan… [Spider Thread]? Jadi benangku itu hasil dari skill, ya? Aku baru tahu saat naik level tadi. Hmm, berart kalau aku terus mengeluarkan benang, levelnya bisa bertambah dengan cepat. Ini informasi berguna!

Lalu, saat au naik level, tubuhku pulih total. Sepertinya kemapuanku juga meningkat. Tapi yang paling penting aku mendapat bonus kecakapan skill! Aku tidak tahu seberaa banyak, tapi karena aku meningkatkan dua skill secara bersamaan, berarti jumlahnya, lumayan, kan? Sepertinya meningkatkan level skill yang efisien bisa dengan meningkatkan level diriku.

Walaupun aku tahu soal level dari skill, tapi tidak kusangka sistem level benar-benar ada. Dunia ini benar-benar seperti game, walaupun tidak bisa kuanggap sama. Menganggap hidupku seperti game itu seram, tahu? Ya, walaupun itu sepertinya sudah terlambat. Mau bagaimana lagi, aku ini gamer akut.

Previous ChapterDaftar Isi – Next Chapter –
loading...