Wednesday, 9 November 2016

Arifureta Shokugyou de Sekai Saikyou Chapter 32 Bahasa Indonesia


Translator: Belang
Editor: Ise-kun

Gabung ke grup FB kami untuk mengetahui perkembangan novel-novel garapan kami dan juga chat-chat ga jelas bersama kami https://www.facebook.com/groups/IsekaiNovelTranslation

Chapter 32: Perasaan Shia and Haltina Sea of Trees

Satu dari 7 Great Dungeon, "Haltina Sea of Trees" tempat dimana negara demihuman Faea Belgaen bermukim di dalamnya. Berkat kendaraan sepeda motor sihirnya yang menarik dua kereta besar dan belasan kuda, Hajime dan kelompoknya dapat bergerak ke tempat tujuan dengan lebih cepat.

Di atas sepeda motornya, Hajime duduk di belakang Yue, sementara Shia duduk di belakangnya Hajime. Awalnya, Shia disuruh naik ke kereta kuda, tapi ia bersikeras untuk berada di sepeda motor. Meskipun Yue terus memukulnya, tapi dia terus menempel seperti zombie dan ujung-ujungnya Yue pun menyerah. Shia yang akhirnya bertemu dengan dua orang yang "sama" seperti dia, nampaknya ingin berbicara tentang berbagai hal. Dia terus memeluk Hajime. Sepertinya Shia suka duduk di belakangnya Hajime di atas sepeda motor…… dan terkadang dia menempel-nempelkan dadanya! Itulah apa yang Yue pikirkan.

Hajime yang terjepit di antara Yue si pendiam dan Shia si periang, hanya bisa melamun di sepeda motor sihirnya.

Dalam keadaan itu, Hajime mendengar suara Yue.

“…… Hajime, kenapa kamu bertarung sendiri?" [Yue]

"N?" [Hajime]

Yue sedang membicarakan tentang pertarungannya dengan para tentara kerajaan. Pada waktu itu, setelah menghentikan Yue dari menggunakan sihirnya, Hajime melawan mereka sendirian. Meskipun takkan ada banyak perbedaan lain selain Yue yang "Membunuh Seketika" para tentara, ia pikir Hajime terlalu bersemangat untuk bertarung sendirian, dan itulah yang membuat Yue cemas.

"N~, yaa, aku cuman mau memastikan……" [Hajime]

"……… memastikan?" [Yue]

Yue bertanya ke Hajime dengan keraguan di wajahnya. Shia juga mulai merasa kepo dari atas pundak Hajime.

"Aa, itu ya……" [Hajime]

Apa yang dikatakan Hajime pada dasarnya ini.

Pertama, Hajime menghentikan Yue karena dia ingin melawan tentara kerajaan sebagai sebuah "Percobaan". Meskipun kelihatannya dia seperti nge-Head-Shot semuanya, sebenarnya dia juga menembak ke Armor mereka. Kenapa ia melakukan itu, karena untuk melawan manusia menggunakan Railgun sangatlah berlebihan (Seutuhnya adalah pembantaian besar-besaran), itu akan terlalu membahayakan untuk digunakan di dalam kota atau dimanapun mereka berada karena Kekuatan Penetrasinya. Meski begitu, tak masalah untuk mengubah sampah menjadi debu, itu mampu menembus ke rumah penduduk dan membunuh siapa pun yang ada di dalamnya! Sesuatu seperti itu, layaknya sampah masyarakat (Bajingan). Bagi Hajime, dia tak mau menjadi seseorang yang secara tidak pandang bulu membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Maka dari itu, hal tersebut diperlukan untuk mengukur jumlah kekuatan yang tepat. Setelah melihat hasil dari percobaan itu, ia akan bisa mengaturnya dengan baik.

Alasan lainnya adalah untuk memastikan apakah ada keraguan dalam dirinya untuk membunuh manusia atau tidak. Meskipun ia Terlahir Kembali, ia tak punya pengalaman dalam membunuh manusia. Oleh karena itu, ia mencoba untuk melihat reaksinya sebelum dan sesudah membunuh para tentara itu. Hasilnya adalah, "ia tidak merasakan apapun soal itu". Seperti yang diduga, jika mereka adalah musuh maka dia bisa membunuh mereka tanpa ampun.

"Dan yaah, meskipun itu adalah pembunuhan pertamaku, ketika aku merasa kalau aku sudah berubah karena aku tak merasakan apapun, itu membuatku agak sentimental……" [Hajime]

"…… itu…… Apa kamu baik-baik aja?" [Yue]

"Aah, tidak masalah. Inilah diriku yang sekarang, Aku hanya senang kalau aku akan bisa bertarung sebagaimana mestinya dari sekarang." [Hajime]

Setelah mendengar cerita Hajime, Shia terkejut bahwa itu adalah pembunuhan pertamanya. Di saat yang sama, dia mengagumi Yue yang dapat melihat sedikit perubahan pada Hajime (mungkin terbatas hanya untuk Hajime). Dan sekali lagi, ia merasa sedikit kesepian karena dia masih tidak tahu apapun tentang mereka.

"Ano, ano! Boleh tidak aku mendengar lebih banyak tentang Hajime-san dan Yue-san?" [Shia]

"? Bukankah kita lagi membicarakan tentang itu ‘ya? ." [Hajime]

"Ah, apa yang mau ku ketahui bukan soal Skill tapi sesuatu seperti kenapa kalian ada di dalam Abyss (Jurang)? atau apa tujuan kalian? Atau apa yang sudah kalian lakukan sampai sekarang? Aku mau tau lebih banyak tentang kalian berdua." [Shia]

"…… setelah kau mendengar itu, lalu apa?" [Yue]

"Sekalipun kalian menanyakan itu, aku cuman ingin tau. …… Aku, karena keadaanku, sudah membawa banyak permasalahan kepada keluargaku. Aku sangat tak menyukainya saat aku masih kecil…… tapi tentu saja semua orang bilang kepada ku untuk tak memikirkannya dan sekarang aku tidak membenci diriku lagi…… meski begitu, aku masih merasa aku seorang yang aneh di dunia ini…… makanya, aku merasa senang. Ketika aku bertemu dengan kalian berdua, untuk menemukan seseorang dengan keadaan yang sama seperti ku dan mengetahui bahwa aku tidak lah sendirian, perasaan yang meluap ini…… meski ini keegoisan dari ku, un-untuk i-ingin menjadi teman kalian…… itulah sebabnya, itu, bisa tidak ceritakan lebih banyak tentang kalian berdua…… apapun yang bisa kalian ceritakan kepadaku……" [Shia]

Sepertinya Shia malu dengan ucapannya sendiri, suaranya menjadi lebih kecil, dan ia berusaha bersembunyi di punggung hajime. Ketika Hajime dan Yue berpikir pada saat mereka bertemu Shia untuk pertama kalinya, mereka ingat betapa luar biasa senang dia itu. Waktu itu, Yue merasakan perasaan yang rumit, dengan segera mereka berusaha untuk menyelamatkan klan Haulia dari serangan Demonic Beast dan ia menemukan penyebab bagaimana mereka dapat memakai sihir di dalam ngarai. Tentunya, Shia sudah merasa cemas sejak itu.

Memang, di dunia ini, mereka yang mempunyai kekuatan yang sama seperti Demonic Beast takkan diterima. Itu tidak lah mustahil untuk memiliki rasa persaudaraan. Meski itu sudah di ucapkan, bagi Hajime dan Yue, disana tak ada rasa persaudaraan. Tapi…… karena itu akan memerlukan beberapa menit sampai mereka tiba di Sea of Trees, lagipula karena tak ada apapun untuk disembunyikan dan saat mereka berpikir itu akan bagus untuk menghabiskan waktu, Hajime dan Yue mulai menceritakan kisah mereka.

Dan hasilnya adalah……

"Ue, hiks…… kejam, betapa kejamnya~, Hajime-san dan Yue-san mengalami berbagai kesulitan~. Di-dibanding denganku, aku memang lebih beruntung…… UU~, aku sama sekali tidak kekurangan apapun~ " [Shia]

Dia menangis. Sambil menangis dia terkadang berkata "Aku sangat naif" atau "Aku takkan mengeluh lagi". Kemudian, tentu saja, ia membersihkan wajahnya memakai mantel Hajime. Rupanya, dia berpikir keadaannya lah yang terburuk tapi dibanding dengan keadaan Hajime dan Yue, sepertinya dia berasa menyedihkan mengenai dirinya karena berpikiran seperti itu.

Setelah menangis selama beberapa saat, tiba-tiba Shia mengepalkan tangannya dan dengan ekspresi tegasnya ia menyatakan.

"Hajime-san! Yue-san! Sudah ku putuskan! Aku akan bergabung dalam perjalanan kalian! Karena sekarang, aku Shia Haulia di bawah matahari ini berjanji, untuk membantu kalian berdua! Tak perlu ada persetujuan. Kita bertiga adalah teman. Mari kita atasi penderitaan dan menemukan harapan bersama-sama!" [Shia]

Shia yang mendadak mendeklarasikan itu, hanya diberikan tatapan dingin oleh Hajime dan Yue.

"Apa yang kelinci lemah dan perlu dilindungi itu barusan bilang? Kau hanya akan menjadi penghambat." [Hajime]

"…… dengan santainya merubah dari ‘Aku ingin berteman’ menjadi "teman"…… Dasar kelinci tak tau malu." [Yue]

"Ke-kenapa tatapannya dingin?…… Apa hati kalian tidak tergerak…… tadi kamu menyebut itu, kumohon panggil aku dengan namaku." [Shia]

Shia gemetaran karena keinginannya itu mengakibatkan tatapan mereka jadi lebih dingin. Dan tambahan pukulan telah diberikan.

"…… kau, bukankah kau hanya ingin seseorang untuk dijadikan teman perjalananmu?" [Hajime]

“!?”

Shia terkejut dengan perkataan Hajime.

"Setelah keselamatan suku mu teramankan, kau, ingin menjauh dari mereka, 'kan? Dan begitu seseorang dengan situasi yang ‘sama’ muncul, lalu kau memutuskan untuk pergi bersama kami? Yah, tentunya mempunyai warna rambut yang tak biasa untuk seorang Manusia Kelinci akan membuatmu sulit untuk bepergian sendirian." [Hajime]

"…… ano, itu, sekalipun kamu bilang begitu…… Aku cuman ingin……" [Shia]

Mungkin karena kata-katanya Hajime tepat mengenai sasaran, ucapan Shia jadi tergagap. Kebenarannya adalah dia sudah menentukan bahwa setelah dia memperoleh restunya Hajime dan menjamin keamanan sukunya, dia akan meninggalkan mereka. Karena selama dia berada di sana, sukunya akan selalu berada dalam marabahaya. Bahkan sekarang banyak anggota sukunya yang menghilang. Mungkin saja sukunya akan punah. Shia tak dapat menahan itu. Tentu saja, sukunya tidak berpikiran begitu, dan itu malah akan terlihat seperti ia mengkhianati sukunya. Tapi, "Meski begitu" ia sudah memutuskan itu.

Bagian terburuknya, dia akan pergi sendirian, namun itu akan membuat sukunya malah jadi lebih khawatir. Di sisi lain, jika dia bilang itu untuk membalas budi pada Hajime dan Yue yang mempunyai kekuatan luar biasa, maka akan lebih mudah meyakinkan sukunya untuk membiarkan ia pergi. "Keputusasaan" dapat terlihat dari perilaku Shia dan cara bicaranya yang sekarang.

Tentu saja, itu memang benar bahwa Shia tertarik dengan Hajime dan Yue. Seperti yang dikatakan Hajime saat Shia menemukan Hajime dan Yue yang "sama" sepertinya, dia merasakan kuatnya rasa persahabatan bersama mereka. Bahkan ketika ia berpikir tentang keadaan suku nya, seolah-olah itu adalah "Takdir" nya bagi Shia untuk bertemu Hajime dan Yue.

"Yah, ini tidak seperti aku bisa menyalahkan mu karena berpikiran begitu. Meski begitu, jangan mengharapkan apapun. Tujuan kami adalah Tujuh Great Dungeons. Kemungkinannya, di dalam dungeon itu penuh dengan monster yang mirip dengan Abyss. Kau akan langsung terbunuh dan itulah akhir darimu. Makanya, aku takkan mengizinkan mu untuk pergi bersama kami" [Hajime]

"……"

Perkataan Hajime yang kejam itu membuat Shia jatuh terdiam. Hajime dan Yue yang tidak peduli soal itu, melanjutkan kata-kata mereka.

Selanjutnya, Shia dengan tenang duduk ke sepeda motor dengan ekspresi yang sulit untuk dibaca.

Setelah beberapa jam, kelompok mereka akhirnya tiba di perbatasan "Haltina Sea of Trees". Dari luar Sea of Trees, mereka tak hanya melihat hutan yang lebat, tapi sepertinya segera setelah mereka masuk, mereka akan tertutupi oleh kabut.

"Kalau begitu, Hajime-dono, Yue-dono. Jangan pernah terpisah dari kami di sini. Meskipun itu mungkin bagi kalian untuk maju duluan, akan jadi masalah jika kalian tersesat di sini. Dan juga, tujuan kita adalah kedalaman dari hutan ini, di bawah Great Tree, 'kan?" [Kam]

"Aah, aku hanya pernah mendengar tentang itu, sepertinya ada sebuah jalan untuk ke dungeon yang sesungguhnya di sana." [Hajime]

Kam telah memastikan tujuan Hajime di Sea of Trees. Apa yang Kam sebut Great Tree adalah pohon besar yang ada di kedalaman "Haltina Sea of Trees", biasa disebut "Great Tree Ua Alt" oleh demi-humans, dan sepertinya itu adalah tempat suci yang dimana tak seorangpun yang berani untuk mendekatinya. Itulah cerita yang mereka dengar dari Kam saat mereka keluar dari ngarai.

Pada awalnya, Hajime pikir "Haltina Sea of Trees" adalah salah satu Dungeon besar, tapi saat ia berpikir kalau itu benar maka Demonic Beast liar akan sekuat seperti salah satu yang ada di dalam Abyss, itu akan mustahil bagi demi-humans untuk tinggal di sana. Bahkan bagi "Orcus Great Dungeon", mereka hanya dapat menebak di mana pintu masuk yang benar. Makanya, ia menjadi curiga ketika mendengar tentang "Great Tree" dari Kam.

Kam yang mengangguk terhadap perkataan Hajime, memberikan sinyal kepada anggota suku lainnya untuk membuat formasi dengan Hajime yang ada di tengah.

"Hajime-dono, jika memungkinkan tolong hilangkan hawa keberadaanmu. Great Tree adalah tempat suci, jadi tak ada seorangpun dan dan terlarang untuk mendekatinya, tapi ada kemungkinan untuk menghadapi seseorang dari Faea Belgaen atau penduduk lainnya. Lagipula kami ini adalah orang yang dicari, jadi itu akan menjadi masalah jika mereka menemukan kita." [Kam]

"Aah, aku akan melakukan itu. Yue dan aku, untuk beberapa tingkat, mampu melakukannya jadi tidak apa-apa." [Hajime]

Hajime menggunakan Skill "Hide Presence" nya. Yue juga menipiskan hawa keberadaannya menggunakan metode yang ia buat di dalam Abyss.

“-!? Ini……… Hajime-dono, jika mungkin, bisa tidak anda mengaturnya agar sama seperti Yue-dono?" [Kam]

"N? …… sesuatu yang seperti ini kah?" [Hajime]

"Ya, itu sudah cukup. Jika anda menyembunyikannya seperti tadi, bahkan kami akan kehilangan sosok mu. Tidak, ah, seperti yang diharapkan dari anda!" [Kam]

Lagipula, meskipun spesifikasi mereka lebih rendah, Suku Manusia Kelinci unggul dalam operasi Stealth (Sembunyi) dan operasi mencari menggunakan suara. Dan tampaknya Skill Yue untuk menyembunyikan hawa keberadaannya yang ia buat di Abyss itu sangat baik untuk digunakan di permukaan. Namun, Skill "Hide Presence" Hajime lebih kuat. Kalau ditempat biasanya, mereka akan dapat menemukan nya, tapi di dalam Sea of Trees, bahkan dengan keahlian khususnya suku Manusia Kelinci pun mereka mungkin tak dapat menemukannya.

Mengetahui kekuatan khusus suku nya dikalahkan oleh manusia, Kam hanya bisa tersenyum masam. Disampingnya, Yue dengan bangga membusungkan dadanya. Ekspresinya Shia malah terlihat tambah rumit. Mungkin karena perbedaan dalam kemampuan Hajime yang tadi di tunjukkannya.

"Kalau begitu, bisa kita pergi?"

Di bawah ucapan Kam, kelompok mereka mulai maju, Kam dan Shia yang memimpin menuju Sea of Trees dengan perasaan yang rumit (depresi).

Setelah beberapa saat, mereka tak dapat melihat jalan lagi. Kabut tebal langsung mengelilingi mereka dan penglihatan mereka sudah terputus. Namun, tak ada keraguan dalam langkahnya Kam. Ia sepertinya benar-benar mengetahui lokasi mereka dan arah yang harus diambil. Walaupun tidak diketahui penyebabnya, demi-human dan hanya demi-human lah yang dapat mengetahui lokasi mereka saat ini dan dengan akurat bergerak di sekitar Sea of Trees.

Sambil maju, tiba-tiba Kam dan sukunya terhenti dan mulai untuk melihat ke sekeliling mereka. Ada kehadiran Demonic Beast. Tentu saja, Hajime dan Yue juga bisa merasakan itu. Rupanya mereka terkepung oleh Demonic Beast. Suku Manusia Kelinci mengangkat pisau yang diberikan oleh Hajime saat mereka memasuki Sea of Trees. Jika ini biasanya, mereka hanya akan melarikan diri dengan kemampuan mereka, tapi mereka tidak bisa melakukan itu sekarang. Ekspresi tegang muncul ke semua anggota suku.

Dan, tiba-tiba Hajime dengan cepat mengayunkan tangan kirinya. Dengan samar-samar suara sesuatu yang terbang (PASHu) bergema berturut-turut.

Dengan segera,

DOSA-, DOSA-DOSA -

"""KIiiii!?"""

Jeritan panjang bisa terdengar dengan tiga suara yang terjatuh. Dan, panik dapat dirasakan berasal dari daerah kabut, tiga makhluk mirip monyet dengan tinggi sekitar 60 cm dan empat tangannya yang masing-masing dapat dilihat bergerak ke sekitar.

Yue mengangkat tangannya yang diarahkan ke salah satu dari mereka kemudian bergumam dengan suara bisikan.

""Wind Magic""

Setelah mengatakan nama sihirnya, pisau angin muncul dan menyerang ke depan, tanpa adanya perlawanan, makhluk yang seperti monyet itu terpotong terpisah di udara. Tanpa satu pun kesempatan berteriak, makhluk yang mirip monyet itu jatuh ke tanah.

Dua lainnya bergerak secara terpisah. Salah satu dari mereka mendekati anak-anak, sementara yang lainnya mengarahkan ke empat tangannya yang dilengkapi dengan cakar tajam ke arah Shia. Shia dan anak-anak secara insting terdiam dan tak dapat bergerak. Sementara itu, orang dewasa yang terdekat berteriak…… tapi itu hanyalah berdasarkan kekhawatiran.

Sekali lagi, Hajime mengayunkan tangan kirinya dan PASHuu! Suara bisa terdengar yang kemudian kepala makhluk seperti monyet yang mencoba mendekati Shia dan anak terserang dengan banyaknya jarum sepanjang 10 cm yang tak terhitung jumlahnya.

Apa yang baru saja Hajime gunakan adalah "Needlegun" yang terlengkapi pada tangan kiri artifaknya. Ia mendapatkan gambarannya dari "Makhluk mirip Kalajengking" saat ia bertarung sebelumnya, kemudian dibuatlah 'Needlegun'. Untuk menembakkan itu dia menggunakan "Lightning-Clad" meski itu tidak se-Level Donner-Schlag, tapi itu memiliki kekuatan yang cukup. Meskipun itu hanya mempunyai jarak tembak 10m, tapi ‘Needlegun’ tidak bersuara, dan ditambah dengan racun itu menjadi cukup praktis untuk dipakai. Bisa dibilang ini adalah salah satu dari seri Dark-Weapon. Karena mereka berada di dalam Sea of Trees dan mereka tak ingin menarik perhatian, Donner-Schlag tidak bisa digunakan.

"Te-terima kasih, Hajime-san" [Shia]

"Onii-chan, makasih!"

Shia dan anak kecil itu (anak laki-laki) berterimakasih kepadanya. Hajime mengisyaratkan mereka untuk tak usah khawatir soal itu. Anak laki-laki itu memandangnya dengan mata yang berbinar-binar, sementara Shia secara tiba-tiba menjatuhkan bahunya karena dia tidak bisa melakukan apa-apa tapi malah terdiam di saat seperti itu.

Kam hanya tersenyum masam pada Shia. Mereka lanjut memandu Hajime setelah didesak olehnya.

Sesudah itu, meskipun beberapa Demonic Beast datang untuk menyerang mereka, Hajime dan Yue secara diam-diam mengatasi mereka. Para Demonic Beast dari Sea of Trees, yang dianggap sebagai hal yang merepotkan oleh orang-orang, itu bukan lah sebuah masalah bagi mereka.

Namun, setelah beberapa jam berlalu sejak mereka memasuki Sea of Trees, tak terkira banyaknya kehadiran yang tak dapat dibandingkan yang sebelumnya bisa dirasakan, Hajime dan kelompoknya menghentikkan perjalanan mereka. Niat membunuh dan kerja sama mereka tidak bisa dibandingkan dengan Demonic Beast yang mereka temui sebelumnya. Kam dan sukunya mulai gelisah selama mencari lokasi mereka.

Dan kemudian, kecemasan dan hilangnya ekspresi terpampang di wajah mereka sambil mencengkeram tangan mereka. Termasuk Shia, wajahnya menjadi pucat.

Hajime dan Yue yang mengetahui identitas kelompok lain, merasa bahwa itu akan jadi merepotkan.

Itu adalah

"Hei kalian…… Kenapa kalian bersama dengan manusia! Beritahu kami dari suku apa kalian sekarang!"

Itu adalah demi-human berotot dengan telinga dan ekor yang mirip seekor harimau.

loading...