Wednesday, 19 October 2016

Yuusha Party no Kawaii Ko ga Ita no de, Kokuhaku Shite Chapter 3 Bahasa Indonesia


Translator: AuXy & Belang
Editor: Ise-kun

Chapter 3: Aku Mencoba Melangkah Maju

Aku sudah bergabung dengan Guild selama satu minggu ini.
Aku mengerjakan quest dengan baik, dan bahkan aku sudah naik ke rank D.
Seperti biasa, Aku akan menuju guild untuk melaporkan questku yang sudah aku selesaikan.

“Hei, wanita-wanita cantik pada berdiri disana ‘tau? Itulah sebabnya banyak orang menginginkan permintaannya di proses disana. Kenapa sih lu selalu menggangguku untuk datang kemari?”

Dia bertanya kepadaku dengan nada yg penuh kekesalan.
Aku juga bingung kenapa aku selalu datang kepadanya.

“Well, ketika aku baru pertama kali datang kesini aku mengharapkan sesuatu seperti wanita cantik di meja resepsionis. Tapi, ntah lah. Aku Cuma terbiasa dengan Clayman saja sebagai resepsionis ku.”

"Terbiasa gundulmu! Lu Cuma nambah repot gue!"
Suaranya menggema di seluruh ruangan Guild.
Clayman adalah staf yang memperoses pendaftaranku ketika baru pertama kali datang ke Guild.

3 hari setelah pendaftaran, staff lain kembali, tapi aku masih ada dia untuk memproses quest ku.
Sejak saat itu Clayman, walaupun dia selalu mengeluh tetapi dia masih melakukan pekerjaannya dengan baik.

"Meskipun begitu, itu tidaklah masalah, bekerja ya bekerja. Berhentilah mengeluh."

Tidak ada alasan untuk tidak menemuinya.

"Tidak, ini bukan pekerjaan gue. Satu-satunya alasan kenapa gue berada disini saat itu karena sebagian besar staf pergi cuti karena festival perayaan para Pahlawan." Dia terus saja mengeluh saat memperoses oh-quest-yang-menjengkelkan.
Dan seperti itulah, saat dia terus saja mengeluh tentang pekerjaannya, dan aku terus saja mengomentarinya, tiba-tiba ada sebuah keributan dari arah pintu masuk Guild.

“Huh? Apa yang terjadi?”

Clayman keluar dari mejanya lalu mencoba untuk melihat apa yang terjadi, dan aku juga melihat ke arah belakang mencoba mencari tahu apa yang terjadi.

“Maaf, bisakah aku lewat?”

Malaikatku Cecilia ada disini. Diseluruh sekitar bisa terdengar banyak orang bertanya-tanya apa yang Pahlawan Cecilia-sama lakukan ditempat seperti ini.
Dikehidupanku yang sebelumnya suasana seperti ini mirip dengan ketika seorang idola sedang melakukan konser.
Bahkan Clayman, dia terlihat sedikit terkejut melihatnya.

Cecilia perlahan-lahan menuju kepadaku.

"Maafkan aku karena tidak menghubungimu dengan cepat."

Aku dan anggota Guild disekitar seperti membeku ketika melihat ia menurunkan kepalanya dan meminta maaf.
Hanya Clayman yang terlihat tidak terpengaruh, dengan mata lesunya dia kembali mengerjakan pekerjaannya setelah melihat kejadian itu.

“Mari kita bahas masalah ini dirumah ku.”

Dengan mengatakan 'mari kita pergi', ia menarik tanganku.
Dan seperti itulah, dia membawaku pergi keluar dari guild.
Setelah kami meninggalkan guild terjadilah kegemparan, gosip yang sangat ganas layaknya badai.

Setelahnya, kami menaiki kereta kuda yang datang menghampiri. Sang kusir menatapku dengan penuh curiga, tapi setelah Cecilia menjelaskannya akhirnya dia mengerti.
Ini adalah pertama kalinya aku menaiki kereta kuda.

"Sebenarnya aku ingin menemuimu lebih cepat, tetapi parade dan pesta sangat menyita waktuku..."

Ia kembali menundukan kepalanya dan meminta maaf. Aku tidak ingin melihatnya seperti itu, tapi...

 "Yah, ini adalah pertama kalinya aku keluar dari istana, dan aku sangat menikmati kehidupan sehari-hariku di dunia lain. Jadi aku tidak mempermasalahkannya!"

 "...Baiklah, Aku senang kamu berpikir seperti itu."

Entah kenapa, ia masih terlihat murung, jadi aku mengubah topik.

"Oh iya, aku terkesan kamu bisa menemukanku."

"...Awalnya sih aku bingung apa yang akan aku lakukan. Aku tidak tau kamu akan menyamar menjadi seperti apa. Dan aku pergi ke guild untuk melihat apa ada anggota baru disekitar sini."

Begitu ya, dan mungkin itu membutuhkan banyak usaha.

"...Tetep aja, aku bisa menemukan mu lebih cepat dari yang ku duga."

A-apa ini?

"Kamu tidak mengubah namamu, bahkan penampilanmu tidak banyak berubah...sebenarnya apa yang kamu pikirkan?"

"Apa yang kamu katakan? Aku beneran mengubah semuanya kok!"

Ketika aku menjadi demon aku sama sekali tidak terlihat seperti demon, Aku memiliki wajah manusia yang sangat membosankan.
Kalau ingin dipermasalahkan, harusnya tanduk yang dikepalaku dan sayap hitamku yang ada di punggung ku

"Aku memotong tandukku, dan bahkan menyingkirkan sayapku, rasanya sakit sekali."

Aku bisa menumbuhkannya kembali kalau aku mau, tapi aku tidak punya niat untuk melakukannya untuk saat ini.

"...Mungkin, Party Pahlawan mengenali wajahmu. Setidaknya tolong pakailah kacamata."

Seperti itulah, ditengah-tengah diskusi tentang penyamaranku, kereta tiba-tiba berhenti begitu saja.
Tampaknya kami telah mencapai tujuan kami, dan kusir mengatakan bahwa kami harus segera turun.

“...Ya ampun, besar sekali.”

Didepanku berdiri mansion yang sangat besar. Didepan pintu gerbang berdiri dua orang penjaga.
Setelah keluar dari kereta bersama Cecilia, aku mengikutinya menuju mansion tapi kami dihentikan oleh penjaga.

"My lady, Selamat datang...sebenarnya siapa orang itu?"

Penjaga itu mengarahkan tombaknya kepadaku. Hey, apa yang terjadi?

"Turunkan tombak kalian! Dia adalah temanku."

Mereka menurunkan tombaknya. Dengan menatapku curiga, tapi mereka tidak mungkin menentang Cecilia.
Aku bisa merasakan para penjaga masih menatapku dengan tajam selagi aku dan Cecilia memasuki mansionnya.

"Kumohon bisa tidak kamu keluar dari guild?” [Cecilia]

“Hah!?” [Youki]

Itu aneh. Situasi macam apa ini?

Aku diundang ke Mansion tempat Cecilia tinggal, dan kami berada di dalam kamarnya.

(netNOTE__ Mansion ≡ Rumah besar / istana)

Kami berdua duduk di tempat tidur di dalam sebuah ruangan yang memiliki kebersihan yang bisa kalian duga dari seorang gadis.

“...Maafkan aku. Jika itu kurang jelas.” [Cecilia]

Aku pikir itu lebih dari 'Kurang'. Aku penasaran kenapa dia menginginkan aku untuk keluar dari guild?

"Demon Lord telah dikalahkan oleh para Hero. Namun, ancaman dari semua Demon masih tetap ada." [Cecilia]

Maa, kurasa itu memang benar.

Itu sebabnya aku bekerja di guild, untuk mengurangi kerusakan dari para Demon.

Meskipun begitu ia melanjutkannya,

"...Bagaimanapun bahaya tak hanya sebatas dari para Demon saja. Ada kemungkinan akan terjadi konflik sesama manusia sekarang ini." [Cecilia]

Kedengarannya seperti perang. Kau pikir setelah membunuh Demon Lord akan ada perdamaian. Meskipun ini adalah dunia fantasi, perang sesama manusia masih terjadi.

"Terutama, ada rumor tentang Kekaisaran Gallis, sebuah negara militer, yang telah mempersiapkan persenjataannya." [Cecilia]

"Tapi apa yang harus dilakukan olehku?" [Youki]

“Bahkan di Kerajaan Clariness, setiap negara sedang mengumpulkan orang-orang yang paling berbakat. Malah, ada segunung gosip pertunangan untuk para Hero dari Putri-Putri di setiap negara dan gadis bangsawan muda.” [Cecilia]

Seperti yang diharapkan dari Hero-kun. Daripada politik, kelihatannya hero tenggelam dalam kebahagiaan yang sesungguhnya.

"Tak hanya Hero, seluruh anggota party nya juga menerima lamaran seperti itu." [Cecilia]

Aku mendengar sesuatu yang benar-benar tak mau ku dengar.

"Mereka bahkan dating melamar mu?!"  [Youki]

Aku membungkuk ke depan dan mendesaknya agar menjawab.

"Tentu saja, Aku menerima beberapa lamaran……tapi aku menolak semuanya…… dan, jangan menyela saat aku sedang berbicara." [Cecilia]

Aku kembali ke posisi awalku (duduk) setelah merasa lega.

"Jadi apa yang kucoba katakan adalah, ada kemungkinan kalau kamu menjadi terkenal sekarang negara lainnya akan segera menginginkan dan merekrut mu juga." [Cecilia]

"Terus apa yang sebenarnya kamu mau untuk aku lakukan?" [Youki]

Jika aku keluar dari guild, apa yang harus kulakukan dengan diriku?

"Dan karena itulah, aku mau secara pribadi menyewamu, dan memberikan kompensasi dengan bayaran." [Cecilia]

Jika itu masalahnya, lalu keterkenalan ku akan lebih sedikit dari saat aku bekerja di guild.

"……Apa kamu yakin kamu bisa membayar ku sebanyak itu?" [Youki]

Seorang gadis bangsawan meskipun mungkin dia bisa, harusnya ada batasan jumlah uang yang bisa ia keluarkan.

"Kekuatan mu tidalah diragukan, dan aku yakin kamu akan mencapai tak kurang dari S-rank dalam guildmu. Sejujurnya, tidak mungkin aku bisa membayar mu sebanyak itu sendirian." [Cecilia]

Yah, Aku nggak keberatan jika ia mengambil keuntungan dari cintaku kepadanya untuk menyewaku dengan harga murah, Namun, ia type gadis yang akan benci dengan hal semacam itu.

"Aku menyadari bahwa kamu mempunyai perasaan kepadaku. Itulah sebabnya…… jangan……" [Cecilia]

Ia memeluk tubuhnya sendiri dengan kesedihan yang terlihat di wajahnya…… Aku tau akan kemana percakapan ini……

“Jangan katakan apapun lagi!” [Youki]

Aku berhenti menebak apa yang akan ia katakan. Aku mengucapkannya dengan semangat diiringi nada yang tegas.

"Aku mau cintaku kepadamu tersampaikan, tapi bukan seperti ini! ……Bwahahaha, kamu lupa, aku punya cheat. Assassins dan Spy dari negara lain bukan berarti apa-apa bagi ku. Dirayu itu adalah masalah lain. Satu-satunya bagi ku adalah kamu!" [Youki]

Separuh jalan terlewati dalam kegembiraanku, aku mulai masuk ke mode chuunibyou. Jadi saat terakhir tadi aku seperti sedang berpose. Saat itu pikiranku membeku, reaksi awalnya adalah….

“……*tertawa*”

Ia mencoba untuk menghentikan tawa-nya sendiri.
Namun ia tak bisa menanganinya dan ketawa ngakak.

"……Ahahahahahaaa, Maafkan aku…… Aku tak bisa menahannya lagi. Fuahahaha……" [Cecilia]

Dan begitu lah dia hanya terus tertawa. Seiring berjalannya waktu ia berhenti dan menarik napasnya.

"……Fuuaaa, maafkan aku, aku tak mengira seperti itu jawabannya malah tertawa tanpa sadar." [Cecilia]

“Tidak tidak, Aku jadi terlalu bernafsu dan sepertinya aku mengatakan beberapa hal yang memalukan.” [Youki]

Aku sangat menyedihkan menjelaskan diriku sendiri. Rupanya itu malah jadi tambah lucu dan membuatnya tambah ngakak.

(netNOTE__ jadi greget pengen denger suaranya (//▽//) btw Cecilia ketawa karena kata nafsu)

Ketika tawanya berhenti lagi, untuk beberapa alasan ia berbicara dengan sebuah bisikan.

"Lagi dan lagi aku mulai mempercayai kisahmu kalau kamu bukanlah seorang Demon. Tak ada demon lain yang begitu lucu." [Cecilia]

"Eh?! Kamu masih nggak mempercayaiku? ……Dan kenapa kamu berbisik-bisik?" [Youki]

Aku terkejut.
Aku berada dibawah kesan dia mempercayai aku soal kematianku.

"Oh tidak, kurasa kamu bisa bilang aku sedang melakukan double checking. Sedangkan untuk berbisik, Aku pikir kamu akan memahaminya nanti. Itu mengingatkanku…… mari kita bicara sedikit lagi. Ini hanya sebuah permintaan kecil secara pribadi." [Cecilia]

……Mungkinkah aku melewatkan sebuah kesempatan emas?
Begitu lah, tawa ini serta menertawakan gadis yang sedang menguatkan dirinya sendiri saat dia menatapku.

Lalu dia dan aku yang sudah kembali menjadi diri ku lagi lanjut mengobrol.
Waktu telah berlalu, dan karena dia punya rencana setelah ini jadi ini saatnya untukku pergi.

"Aku merasa senang hari ini. Mari kita bertemu lagi nanti, ok? Aku akan menghubungimu." [Cecilia]

"Aku juga merasa senang. Etoo, sebelum aku pergi aku punya satu permintaan terakhir……" [Youki]

Wajahku memerah. Haruskah aku lakukan ini? Apa dia akan menolakku?

“Apa itu?” [Cecilia]

Dengan kebulatan hati yang suram, aku katakan,
 
"Apa tidak apa-apa jika aku memanggilmu hanya Cecilia saja dari sekarang?" [Youki]

Aku akhirnya mengatakannya.
Setelah aku menyelesaikannya wajahku jadi memerah.
Aku yakin sekarang ini wajahku menyala merah terang. Seulas senyuman terukir diwajahnya.

“Tak masalah. Dan aku akan memanggilmu Youki-san.” [Cecilia]

OWHH yeeaaah!
Di dalam hatiku aku melakukan tarian kemenangan.

"Baiklah, sekali lagi, sampai jumpa, Youki-san." [Cecilia]

“Sampai jumpa ya, Cecilia.” [Youki]

Aku berjalan keluar dari mansionnya.

Sekarang, aku membenamkan wajahku di tempat tidur di dalam penginapan, tapi aku tidak bisa berhenti tersenyum.

Aku rasa hubunganku dengan Cecilia sudah ada kemajuan. Hari ini. Ngomong-ngomong, meskipun tidak penting, keesokan harinya ketika aku pergi ke guild aku didorong orang sekitar dan aku di bombardir oleh banyak pertanyaan.

loading...