Friday, 28 October 2016

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 31 Bahasa Indonesia


Translator: Google Translate
Editor: Bing Translate
Proofreader: Yahoo Translate 

Chapter 31: Dungeon Pertama ②

Kami saat ini sedang berada di lantai 3 "Labyrinth of Golgo". Nina dan Lena dapat mengatasi satu monster rangking 3 tanpa masalah.

Kalau musuhnya ada banyak, aku akan ikut membantu. Itu karena satu pukulan dari monster-monsternya sudah cukup untuk menyebabkan kematian mendadak bagi Lena.

"Haa... Haa.." (Lena)

Lena mencoba untuk tetap menjaga sikap kerennya, tapi napasnya berat. Tinggal sepertiga MPnya yang masih tersisa. Mari kita istirahat sejenak.

"Sepertinya jalan buntu." (Nina)

"Kebetulan sekali, kita istirahat disini." (Yu)

"...Aku masih sanggup..." (Lena)

Hingga saat ini, kami sudah menemukan tiga peti harta. Kemudian aku mengeluarkan dua potion mana dan satu potion darah.

"Nih, minum ini." Aku memberikannya ke Lena.

Potion mana hanya sedikit efektif untuk mengembalikan MP. Biarpun begitu, potion ini dibuat dari rumput sihir, air bersih, dan 【Alchemy lvl 2】. Aku ada banyak yang sudah kubuat ketika di Desa Resser.

"Tidak, aku masih tidak apa." (Lena)

Aku mengabaikannya dan memberinya buff kembali. Aku juga menggunakan Heal pada Nina.

"Nina, sepertinya kamu tidak ada masalah untuk bertarung dengan monster-monster yang ada didalam dungeon ini?" (Yu)

"Itu karena buff mu itu sangat membantu ku dan sihirnya Lena juga sangat kuat. Dengan ini aku juga bisa melakukan beberapa variasi serangan." (Nina)

Aku terkejut Nina bisa dengan tenangnya membuat kesimpulan seperti itu.

Aku sama sekali tidak kelelahan karena hampir tidak ada pertarungan yang melibatkan ku. Kemudian aku coba melihat ke batu sihir sempurna rangking 2. Ada sekitar 40 sampai 50 biji. Aku menggunakan 【Alchemy】 untuk menciptakan bola sihir.

"Apa? Sekarang efek sihirnya jadi ada dua?" (Yu)

"...." (Lena)

Kelihatannya Lena tidak terkejut dengan itu.

Dengan segera aku mencobanya ke "Steel Dagger (Grade 6): Fire Attribute" nya Nina. Aku mencoba menambahkan "Strength up" dan "Agility up".

__ __

Steel Dagger (Grade 6): Agility up dan Strength up.
__ __

"Yey.." (Nina)

Nina melihatnya dengan wajah senang.

"Aku juga.." (Lena)

Lena juga menginginkan hal yang sama.
__ __ _

Momon Cloack (Grade 6): HP up dan Strength up.
__ __

"Fu fu.." Dia kelihatan senang. Aku juga melakukan hal yang sama ke perlengkapan ku,-
__ __ _

Black Steel Armor (Grade 5): HP up, MP up, dan Strength up.
__ __

Black Steel Gauntlet (Grade 5): HP up dan MP up.
__ __

Aku menambahkan efek yang sama dan semuanya bekerja, aku takut kalau penambahan yang sama tidak akan bekerja bersamaan.

Setelah itu, kami melanjutkan ekspedisi sampai ke lantai 5 dan kembali pulang tanpa menggunakan Return Stone.

Wajah Lena sedikit pucat karena kurangnya kebugaran fisik. Dia langsung tidur begitu selesai makan malam dan mandi.

Nina juga ngantuk, tapi aku mengajarinya matematika dan kesastraan dulu selama dua jam.

"Uuu.. Yuu..." (Nina"

"Juga, itu saja untuk hari ini." (Yu)

"Akhirnya.." (Nina)

Ada cukup kemajuan karena sebenarnya Nina itu pintar.

"Sekarang, aku mau pergi ke dungeon. Aku bakalan marah kalau kamu mengikuti ku." (Yu)

"Kenapa?" (Nina)

Tentu saja karena aku mau naik level juga.

"Nina, kamu sudah bekerja keras hari ini. Kamu seharusnya istirahat untuk mempersiapkan diri besok. Sekarang adalah giliranku untuk bekerja." (Yu)

"Buu.." (Nina)

Nina menggembungkan pipinya namun ia percaya.


Di pintu masuk dungeon, ternyata masih ada Enchanter yang sebelumnya kami temui tadi siang.

"Oh, kau anak yang tadi siang. Mau buff lagi?" (??)

"Tidak perlu." (Yu)

"Tapi periode buff-nya sudah berakhir. Bukankah berbahaya masuk ke dungeon sendirian?" (??)

Dia tersenyum seperti seorang iblis, mencoba memancing ku. Aku tidak tahu berapa tahun pengalaman yang dia punya dalam membodohi adventurer.

"Jadi, butuh buff lagi?" (??)

"Tidak perlu, ossan.." (Yu)

Wajah ossan Enchanter itu berubah menjadi jelek. Aku dengan cepat masuk ke dalam dungeon.

Apa yang menghalangi ku adalah seekor salamander, terlihat seperti kadal tapi memiliki tinggi 1 meter. Cyclop, tinggi 3 meter dengan satu mata dan memegang pemukul. Golem biasanya terbuat dari tanah dan lemah terhadap air. Golem dan Salamander lemah terhadap atribut air dan cyclop, aku hanya tinggal menebasnya saja.

Ini adalah status mereka.
__ __ _


__ __ __ __ __ __ __
Tentu saja aku kemudian merampas skill-skill mereka. Juga aku menginginkan skillnya salamander 【MP Recover up】.

Ketika aku tiba di lantai 9, aku akhirnya bertemu dengan sekelompok adventurer.

Itu adalah party yang beranggotakan lima orang level 22 sampai 24.

Satu dibarisan depan, 2 ditengah dan 2 dibelakang, sebuah party yang memiliki keseimbangan yang baik. Dan salah satu dari mereka menyadari ku.

"Nak, apa kau datang bersama party mu?" (??)

"Tidak, bermain solo." (Yu)

Mereka terkejut ketika aku mengatakan kalau aku sendirian.

"Ini lantai 9, sulit dipercaya." (??)

"Kami bahkan membutuhkan 8 jam untuk bisa sampai ke tempat ini. Sudah berapa lama kau ada disini?" (??)

"Hmmn... Sekitar dua jam." (Yu)

"Dua jam?!" (??)

Si wanita healer menginginkan ku untuk ikut dengan party mereka, tapi ketua partynya sungkan. Anggota party yang lainnya bahkan tidak percaya aku datang kesini sendirian.

Akan tetapi, ketika kami sedang berbicara, aku mendeteksi 3 monster mendekatiku dengan 【Awareness】 ku. Party itu juga menyadarinya.

"Guaaa.."

Itu adalah seekor ogre (subspecies) dan dua ogre normal.

"Tiga monster... 2 Ogre dan 1 subspecies. Ini benar-benar gawat.." (??)

"Gaaa"

Semua ogre langsung mengaktifkan 【War Cry】. Ketiga adventurer membeku ditempat.

Anggota baris depan mengangkat perisainya untuk memblok salah satu ogrenya. Salah satunya datang ke arah ku, mengayunkan pukulannya kepadaku.

"Awas bahaya!" Salah satu adventurer berteriak, tapi aku dengan tenang menerima pukulannya dengan tangan kiri ku.

"Dia menangkap serangannya?" Melihat ku mengatasinya dengan satu tangan, para adventurer itu terkejut.

"Mengecewakan." kekuatannya lebih kecil dari yang aku duga. Kalau begitu, tanpa menunggu lagi aku melakukan teknik 【Swordmanship lvl 4】, 'Flash'. Tubuh ogre itu kemudian terpotong bersih menjadi empat bagian. Ini adalah tekniknya Joseph jii-san, tapi aku bisa menggunakannya tanpa masalah.

"Ggggoogggaaa.."

Ogre lainnya marag ketika rekannya terbunuh dan datang menyerangku. Aku kemudian langsung menerjang dan menggunakan 【Magic Gauntlet】 ke perutnya. Aku menggunakan perlengkapan sihir angin dan dengan kecepatan yang meningkat, pukulanku dengan mudah menembus perut ogre itu.

Dengan suara tumpul, ogre itu bangkit kembali mencoba untuk kabur. Ogre(subspecies) menggunakan kesempatan ini untuk mengayunkan pemukulnya dari belakang ku, memberikan kesempatan ogre yang saat ini sedang merangkak untuk kabur.

"Aku tidak akan membiarkan mu. Kau adalah mangsa rampasan ku." (Yu)

Ketika aku berbalik untuk mengatakannya, mulut para adventurer itu menganga lebar.

loading...