Sunday, 30 October 2016

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Chapter 3 Bahasa Indonesia


Translator: Alice
Editor: Kirz

Chapter 3: Pertemuan Dengan Villager yang Pertama, Tidak, Ini Tidak Termasuk
------------
TLnotes: Villager=Penduduk
-------------

"T-Tolong Akuu!!"

Aku dengan jelas mendengar suara. Disuatu tempat yang dekat dengan bukit berbatu.

"Ya!! Dengan senang hati!!" (Makoto)

Dengan jawaban bahagia aku berlari kencang, keteganganku sudah tak bisa terukur lagi. Aku merasa aku bisa menggunakan kemampuan hebat satu demi satu sekarang.

Aku melihatnya, Aku bisa melihatnya dengan jelas. Aku benar-benar memiliki daya lihat yang luar biasa. Aku benar-benar tidak butuh kacamata lagi. Padahal aku sudah melepas lensanya, cuma buat penampilanku!
(TN: aku tak tahu kalau ia punya kacamata, mungkin ini cuma salah satu lelucon yang dibuatnya?)

Apa yang kulihat membuatku takut tapi aku tak akan menghentikan langkahku.

Ada dua objek disana, Satu terlihat seperti seekor babi dan yang satunya lagi adalah seekor anjing berkepala dua. Oh yah, kupikir ini jauh lebih baik dari pada sendirian.

Di dalam Game, Ada babi yang bisa terbang dilangit dan juga ada anjing neraka berkepala tiga.

Cuma karena sekarang mereka ada di dunia nyata, Dalam peristiwa yang seperti ini, Aku gak mungkin peduli! Aku seorang manusia super disini, masalah emangnya!?

Ketika aku berlari, Aku melihatnya, orang yang ingin diselamatkan adalah yang babi. Yang itu biasanya kita sebut Orc kan?

Pihak yang menyerang adalah Anjing berkepala dua. Pertarungan diantara mamono kali ya?
(TLnote: Mamono=monster)

Sudah jelas dengan siapa aku harus memihak. Tentu saja pada Orang yang berteriak tadi! Aku berterima kasih dengan dirimu, karena dirimu aku telah bertemu mahluk hidup!

Pihak sana kelihatannya sudah menyadari kehadiranku. Keduanya merasa waspada terhadap orang yang berlarian dipenuhi dengan kumpulan debu(Aku).

Aku bersyukur, Dengan ini Orc-kun (mungkin disebut begini) akan selamat. Itu kalau aku bisa mengalahkan anjing itu sih..

"Apa-apaan kau, Bajingan! Apa kau mau menghalangiku?" (Anjing berkepala dua)

Anjing berkepala dua itu meraung. Untuk beberapa alasan aku bisa mengerti arti dari raungannya. Aku cukup terkejut bahwa aku mengerti omongannya orc juga. Tak Masalah!! Aku gak keberatan!

Meskipun aneh rasanya mendengar raungan dan kalimat secara bersamaan tapi..

"Hai!! Aku seorang manusia, namaku Makoto!! Senang bertemu denganmu!"

Ia masuk dalam jangkauan seranganku.

Mewaspadai tindakannya, aku memanfaatkan kekuatan berlariku dan terjun kearahnya, menghadapi anjing itu aku melayangkan tendangan ke arahnya.
(TL Note: Situ gtw rider kick? masa kecil mu kurang bahagia)

"Deryaaaaa!!!"(Makoto)


Itu merupakan serangan yang menggunakan daya gerakanku untuk mengejutkannya dan membuatnya mundur.

"waa, terlalu cepat!!" (Anjing)

Itu menjadi kata-kata terakhir dari anjing itu.

Ditengah-tengah antara dua kepala itu, tendanganku mendarat.

Tak masalah sih kalau kenyataannya begitu, tapi..

Cuma seperti itu, Aku menembusnya.

Hah??

Lawanku mamono kan? Tidak, Tak masalah jika itu adalah mamono atau bukan.

Meskipun aku berlari dengan seluruh kekuatanku, Sebuah pukulan menggunakan seluruh kekuatan gerakanku..

Tak peduli seberapa banyak kekuatan yg kukeluarkan, Bukankah ini terlalu aneh!?

"E, Ehmmmm"(Makoto)

Rasa panik memenuhi hatiku, tapi aku berhasil untuk tenang.

Dengan dipenuhi rasa takut, Aku menoleh kebelakangku.

"Ah, Yahh, Aku sudah melakukannya" (Makoto)

Itu adalah suatu Adegan yang menggerikan.

Tubuh dari Anjing berkepala ganda itu berserakan disekitar, sementara bagian bawahnya tergeletak ditanah. Situasi kali ini selevel dengan situasi, dimana kau tidak akan tahu hal macam apa yang telah melakukan hal seperti ini.
(Editor Note: maksudnya siapapun yang melihat tubuh itu, tidak akan bisa membayangkan apa yang telah melakukan perbuatan ini, apa itu manusia atau monster)

Aku minta maaf, Aku minta maaf, Aku minta maaf.

Aku tak kan bisa membayangkan kalau hal-hal seperti ini bisa terjadi. Beneran dah.

Seolah-olah seperti sebuah truk baru saja melindasnya.

Aku mengalihkan pandanganku.

Akulah orang yang telah melakukannya tapi aku tak bisa membayangkannya.

Aku bertatap mata dengan orc-kun.

Dibandingkan pada waktu dimana dia bersama dengan anjing itu, aku bisa lihat kalau matanya kini memiliki lebih rasa takut didalamnya.

Anehnya, Penampilannya yang seharusnya terasa buruk rupa, Aku tak merasa jijik sedikitpun padanya, itu pasti karena serangga itu, maksudku, Dewi itu. Lagipula selama ini belum pernah ada dalam pengalamanku, yang seseorang dalam pengalaman itu tidak menilai dari penampilannya saja. Mengatakan aku tidak rupawan, aku gak berguna, jangan bikin aku jengkel dah.

Itu berarti, Aku sudah mengacaukannya?

Tapi jugaan aku bisa berkomunikasi, seharusnya aku berbicara dengannya.

Aah~ percakapan. Kegiatan yang indah..

Aku telah melakukan hal yang tak bisa dimaafkan kepada anjing itu. Tolong beristirahatlah dalam damai.

Aku menyatukan kedua tanganku dan berdoa untuk kebahagiaannya di dunia yang selanjutnya. Nanti jika kita bertemu, mungkin kita bisa bicara satu sama lain.

Kalau gitu sekarang,

Percakapan ya? Akhirnya aku bisa bicara dengan seseorang.

Merasakan suatu harapan yang aneh, Jantungku berdetak lebih cepat.

Dengan tenang, Aku menatap ke arah orc ketika aku berdiri didepannya.

"Ah~ senang bertemu denganmu" (Makoto)

"Hiii!! Dia bicaaaraa!" (Orc)

E?

????????

Apa? Apa aku langsung gagal di percobaan pertama!?

Tidak tidak, ini adalah perjumpaan pertamaku dalam tiga hari, 'tau? Nggak mungkin aku akan menyerah. Mustahil.

"Aku bukan orang aneh. Aku orang yang lembut dan baik hati. Apa kau mengerti kata-kataku?" (Makoto)

Si Orc-kun(Mungkin disebut begini) menganggukkan kepalanya dari atas ke bawah tapi kemudian menggelengkannya dari kiri ke kanan.

Aku tak mengerti apa maksudnya. Apakah itu sebuah isyarat yang hanya ada didunia ini?

Dia juga berjalan dengan dua kaki, jadi hampir mirip dengan manusia sih..

Tidak, tunggu. Melihat babi-san berdiri. mungkin karena terlihat mirip dengan manusia, secara tak sadar aku terlalu memojokkannya.

"Seseorang yang membunuh seekor 'Liz' dengan satu serangan takmungkinorangyanglembutdanbaikhati!" (Orc)
(Editor note: Itu bukan typo, emang dari RAWnya begitu)

Oh, Begitu ya. Aku setuju dengan itu. Memang beneran gak bisa dipercaya sih. Aku juga berfikir begitu.

Tampaknya dia menggumamkan sesuatu tapi tak disangka ia itu orang yang tenang. Mengatakan 'Itu.. ...Yang dia lakukan itu perbuatan yang ramah?' atau sejenisnya.

"Oke, Aku mengerti. Aku kuat. Aku lebih kuat daripada kau!"(Makoto)

"Hiii" (Orc)

Babi itu semakin takut dan menggulung tubuhnya.

Apa-apaan dengan kejadian ini? Bilang 'dia bicara!?' dan sekarang ketakutan sendiri. Untuk menenangkannya aku mencoba beberapa isyarat.

Ooh, ini lumayan aneh.

Yah, Di situasi seperti ini, kupikir dia akan mengatakan 'Aku tertarik padamu' atau sejenisnya, tapi kayanya aku kebanyakan main game(Ngayal yang enggak-enggak).
(TLnote: Mungkin mengenai ras Beast yang di novel dan game biasanya suka orang yang kuat)

Oh begitu.. Kata-kataku tadi itu sesuatu yang ampuh pada tipe Beast. Sesuatu yang akan lebih cocok untuk anjing itu.

(TLnote: Beast=Ras hewan, biasanya ditunjukkan sebagai hewan yang berjalan dengan dua kaki, atau manusia dengan ekor dan telinga hewan di game dan novel)

Babi itu bukan seekor beast?

Sesuatu yang mirip dengannya mungkin goblin ya. Dia mungkin seorang gadis? Tapi kurasa 'Oni' cocok untuknya dilihat dari penampilannya juga.
(Editor Note: Oni adalah makhluk kuat, jahat, dan menakutkan yang dipercaya memiliki kekuatan supranatural dalam kepercayaan Jepang)

Berpikir kalau aku terlalu banyak main game, tapi aku masih harus menggali informasi didalam game-game itu, sudah pasti karena keberadaan yang seperti ini cuma muncul didalam game, mamono, yang ada didepanku ini.

"Nah, tenanglah, itu benar kalau aku kuat tapi, itu juga benar kalau aku datang untuk membantumu, 'tau?" (Makoto)

Mengangkat kedua lenganku, Aku memberitahunya fakta kalau aku tidak berbahaya.

Ya, Daripada mengatakan 'Aku lebih kuat darimu' akan lebih baik untuk memberitahu kalau aku tidak datang disini untuk menyakitinya.

Lagipula, Intimidasi bukan bagian dari sifatku bagaimanapun juga.

"Kaulah yang berteriak 'Selamatkan aku~!' Jadi aku datang kesini dan menyelamatkanmu. Aku dipihakmu kan?" (Makoto)

Orc-kun(Mungkin disebut begitu) mengangkat wajahnya dan menatapku. Tampaknya badannya yang gemetaran sudah tenang sedikit.

Bagus, bagus, Kelihatannya aku telah mendapatkan niat yang baik darinya. Dilihat dari bagaimana semua ini berjalan..

"B-Benarkah?" (Orc)

Masih ketakutan, dia menghadap kearahku dan menatap mataku. Aku mengangguk kepadanya.

Rasa waspada di ekspresinya sudah meredup dan kemudian ia kembali takut lagi.

"Apa-apaan itu!?" (Makoto)

Ditempat dimana tak ada seorang pun aku melakukan tsukkomi

(TLnote: Tsukkomi berarti menjawab/membalas yang dilakukan di seni melawak (Manzai) di jepang. Biasanya dilakukan oleh 2 orang, Satu orang berperan sebagai si pintar (tsukkomi) yang berfungsi sebagai pengumpan, dan seorang lagi yang berperan sebagai si bodoh (boke) yang terus menyerocos bercerita agar penonton tertawa.)

Parah ini, Berpikir kalau komunikasi bisa serumit ini.

Aku tak punya uang atau apapun ditanganku jadi aku tak punya apapun yang bisa kutawarkan.

A-akankah ini berakhir sebagai kegagalan? Tak mungkin, Aku tak bisa menyerah!

"K-kenapa manusiabisabicaradenganku!? Mungkinkah, kauituhyumanyangberkemampuantamer!?" (Orc)

(TLnote: Tamer= Penjinak hewan/monster)
(EDnote: maaf kalau yg baca agak bingung, tapi memang bgitu dia ngomongnya xD, bukan brarti kami lupa menulis spasi xD, dan hyuman disana bukan typo..)

Tamer?

Apa itu?

Jika kau tanya aku kenapa aku bisa bicara padanya, mungkin itu gara-gara Dewa yang seperti serangga itu.

Oh gitu, jadi seorang manusia biasa disini sudah, tidak, meskipun manusia biasa, tidak mungkin bisa berbicara dengan mamono~

Kekuatan macam apa yang telah kau berikan padaku!

Orang-orang akan salah paham padaku dengan ini!

"Ah, ampun dah! Aku, Tamer? Bukan! Aku tersesat! lalu Aku menyelamatkanmu! Dah itu aja!" (Makoto)

Untuk kali ini mari kita terus terang saja.

Aku akan memberitahu suatu kebenaran kepadanya.

"??"

Mu, Dia sedang berfikir. Dia gemetaran tapi dibandingkan dengan sebelumnya, sekarang jauh lebih baik. Aku sudah agak menjauh darinya jadi lebih baik kau berhenti melakukannya.

Terlebih lagi, Aku sangat ketakutan juga, 'tau?

Disituasi dimana aku menghadapi babi yang berdiri dengan dua kakinya, dan berniat untuk saling mengerti satu sama lain, benar-benar membuatku terharu.

Berkelana ditempat ini selama 3 hari tidaklah sia-sia.

"??"

Aku dengan diam menunggu. Reaksi apa yang bakal terjadi? Keberadaan percakapan ini menjadi hilang sekarang.

"A-Aku mengerti" (Orc)

YES!

Aku berhasil! Terimakasih! Arigatou! Xie Xie!
(TLnote: Arigatou(jepang) dan Xie Xie(Mandarin) artinya terimakasih)

"Terimakasihbanyakkarenatelahmenyelamatkanku"(Orc)

Mantap, ini baru namanya percakapan. Dan terlebih lagi dengan niat baik. Inilah sesuatu yang membahagiakan.

"Tidak tidak, Aku hanya senang kau baik-baik saja, omong-omong, apakah desamu dekat dari sini?" (Makoto)

Aku akan mengubah caraku memanggilnya ke 'kimi'(Kau). Memanggilnya 'omae omae' ('Kau' tapi sedikit kasar atau bisa disebut 'loe' gitu, tapi tetap saya ubah ke 'kau' saja) itu sedikit tidak sopan, atau setidaknya begitulah yang kupikirkan.

Meskipun jika itu sebuah desa atau kota atau bahkan sebuah rumah.

Apapun tidak apa, aku cuma ingin tidur disebuah tempat yang beratap.

Tapi sedihnya dia menggelengkan kepalanya.

"J-jangan-jangan kau juga tersesat?" (Makoto)

sekali lagi dia menggelengkan kepalanya tanpa semangat.

"Aku... ingin mengatakan suatu kebenaran padamu, Aku telah tersesat selama 3 hari. Apa kau tau dimana aku bisa menemukan orang-orang disekitar sini?" (Makoto)

Dia menggelengkan kepalanya sekali lagi.

Oh tuhan, Apakah situasiku ini bakal berubah? Ini namanya event 'kan? Atau bukan!?

"Tak ada desa hyuman disini. Tempat ini disebut sebagai 'Ujung dunia', sebuah gurun yang tandus." (Orc)

Ujung dunia?

Itu.. Kurasa aku pernah mendengarnya beberapa waktu yang lalu.

.. Hey!

Serangga itu, jangan-jangan dia benar-benar membuangku ke ujung dunia!?

Itu bukan cuma sekedar omongan!? Apa kau emang biasa berbuat sejauh itu!?

Aku merasakan kedengkian! Sebuah Kedengkian yang amat dalam!

Terus terang saja, kau pasti juga meragukan kalau ini cuma sekedar pelecehan.

Eh?

Tempat ini mungkin saja dipanggil ujung dunia tapi mungkin sebenarnya ada sebuah kota besar disekitarnya kan?

Terlalu Naiiiiiiif!!! Ini lebih naif dari pada kebaikannya Tsuki-sama!
(TLnote: Naif ditulis sebagai 'amai' dijepang, yang artinya manis, dia memanggil tsuki sama manis bukan naif)

Tak mungkin, benar-benar tidak mungkin.

Aku sudah mengerti sifat dari serangga itu. Dia tidak mengakui apapun yang tidak rupawan. Yang paling utama, penampilan kita itu harus terlihat bagus.

Kemungkinan besar Dua orang yang lain itu benar-benar rupawan. Mereka telah disukai oleh serangga pembenci-orang itu dan juga telah diberi kekuatan, perlindungan dan berkat. M-mereka pastinya benar-benar rupawan kan!?

"Aku sedang dalam perjalanan ke Bukit Dewa Shen-sama untuk mengorbankan diriku" (Orc)

Sementara pikiranku berkeliaran dengan kebencianku terhadap dewi yang belum kulihat wujudnya itu, Dia melanjutkan percakapannya.

Yaaay, sebuah event flag~
(TLnote: event flag= sebuah kejadian yang dapat merubah mood di kejadian awal, dari kejadian lain)

Aku bahkan belum sampai didesa atau kota dan aku sudah menjumpai event yang berbau seperti pertarungan mid-boss~

Bisa bisa aku akan mimisan nih~

Sementara air mata mengalir dari matanya, dia memberitahuku kenyataan mengejutkan mengenai masalah kehidupannya.

Mendengarnya, aku mengerti bahwa dia adalah seorang highland orc yang hidup di dataran tinggi, Keliatannya itu adalah Suku Orc tingkat tinggi.

Meskipun dari penampilannya tidak terlihat seperti itu.

Sekali setahun, pemilik Bukit yang disebut Dewa Bukit itu meminta seorang wanita muda sebagai persembahan.

Jika mereka tidak melakukannya, sebuah kabut tebal akan memenuhi desa dan tanaman tak kan tumbuh dengan baik.

Itulah para highland orc yang luar biasa. Mereka tidak merampas namun mereka berburu dan bertani. Kalian memang memiliki kehidupan yang sempurna.

Mereka seperti manusia kecuali dalam penampilannya.

Omong-omong.

Entah kenapa aku merasa flag disini sepertinya terurut satu demi satu.
(TLnote: Flag itu seperti peristiwa digame yang mengarahkan pemain ke beberapa poin tertentu)

Dari rangkaian penjelasan dan situasi darinya, kau seharusnya sudah tau flag jenis apa ini, ya kan semuanya?

Flag pertempuran? Tidak tidak, itu sedikit berbeda.

Rasa Optimis? atau mungkin angan-angan yang indah, yang disebut harapan?

Baiklah ayo kita susun kembali fakta-faktanya.

- Aku terlempar ke dunia lain.
- Aku mengikuti arah munculnya suara jeritan dan membantu seorang gadis(Orc) dari seekor mamono.
- Terus, gadis pertama yang kutemui didunia ini memberitahuku kalau dia akan segera dikorbankan.
- Dan kemudian aku pergi dan membantai segalanya mengenai pengorbanan itu.(Belum kulakukan)

Apa kau mengerti sekarang?

Ini Heroine flaaaaaggggg!!!?!?!?!?

Dan sekarang aku akan melakukan yang (belum kulakukan) itu!

Kenyataan ini pasti benar adanya!

Mustahil, Ini mustahil.

Tentu saja, aku bukanlah tipe orang yang menilai seorang wanita dari penampilannya saja. Dia normal. Dan juga terkesan ramah.

Tapi, tapi kalau aku ingin pacaran dengan seseorang, Aku ingin ia (terlihat) seperti manusia!

Apa ini berkat yang diberikan padaku?!

Apa seorang 'orc' juga termasuk dalam kategori (terlihat) ku tadi?

Tidaktidaktidaktidak, ini namanya sofisme.
(TLnote: sofisme:ucapan palsu yang dimaksudkan untuk menipu atau memperdaya)

Aku juga memiliki pengalaman seperti manusia normal. Aku tak akan berpegang teguh pada sesuatu seperti praduga dan prasangka.

Sebenarnya dari gadis orc itu, aku gak mencium bau tak sedap yang kuduga awalnya, Bahkan aku malah mencium bau harum seperti bunga darinya.

Seperti senpai yang kau kagumi?

Ha!!

T-tidak!! Tidak seperti itu!

Dengar ya, dalam 'pengalaman hidup' ku, 'Ada' yang namanya pelanggaran moral.

Orang yang memiliki daya tarik hingga ke titik terlihat tidak biasa, orang-orang yang badannya telah berhenti bertumbuh disaat umurnya masih muda(Note: maksudnya LOLI), gadis yang mencerminkan sosok ras elf, ras beast yang bertelinga binatang dan berarmor alami terbuat dari kulit.

Spirit yang memiliki wujud manusia, ras demon yang bisa memiliki kulit biru, hitam atau sesekali warna hijau. Aku mengharapi adanya penampilan-penampilan ini bahkan robot-pun gak apa!

Seorang Orc.

Tapi Orc itu mustahil.

Kau sebut aku ini berlaku diskriminasi!?

Diam!! Jika wujud dasarnya tidak seperti manusia, aku tak menginginkannya! Terhadap kenyataan seperti itu aku gak mau diam menerima begitu saja! Aku gak akan mau diam menerima saja!

Dalam seluruh pengalamanku, sayang sekali, sangat disayangkan aku belum pernah menjadikan gadis orc sebagai target untuk ditaklukkan.

Ap, pengalaman? yap betul, pengalamanku di game! masalah emangnya?

Yang terpenting, kau udah taukan. Untuknya dijadikan sebagai target yang akan kutaklukan, gak mungkin bakal terjadi!

"Jadi begitulah, Aku minta maaf" (Makoto)

Aku sesegera mungkin meminta maaf pada gadis itu. Hal semacam ini lebih baik diselesaikan secepat mungkin.

"E.., Apa yang kau bicarakan?" (Orc)

Sial. Aku mengacaukan percakapan didepanku dengan konflik yang ada dihatiku. Ini adalah sebuah kesalahan.

(Editor Note: AKWKAWKAWA ANJIR, Dia gk nyadar kalau dari tadi dia itu ngomong sendiri didalam hati xD, makanya bingung itu si orc kok jadi gk nymbung percakapannya kwkwk)

"Y-Yah~ Nggak ada apa-apa kok~" (Makoto)

Gadis itu kebingungan. Tapi meskipun hanya sesaat, dia segera tersenyum lagi (Mungkin? Aku tak tahu) kepada ku.

"Omong-omong, jika anda mau, Tolong biarkan aku membalas kebaikanmu, Makoto-sama" (Orc)

Wow, Berpikir kalau ternyata ia mengingat namaku setelah kemunculan ku yang seperti itu. Yah kalau begitu, aku lupakan saja kalau setelah itu dia bilang 'Dia berbicara?!'

Betapa santunnya wanita ini. Sayang sekali. Lebih dari gadis manusia, aku akan menyukainya kalau dia itu gadis anjing atau gadis kucing sih~

"Ya, Aku Makoto, omong-omong, umurku 17 tahun. senang bertemu denganmu" (Makoto)

"Aku Ema, Aku juga berumur 17 tahun" (Ema)

Sampai-sampai umurnya juga bisa pas banget! Apakah benar-benar cuma rasnya yang membuat flagnya hanya menjadi Battle flag.

Omong-omong,'Jangan menikah' yang serangga itu katakan padaku,  tak satupun melekat dipikiranku.

Lagipula, Tsuki-sama bilang kalau aku boleh melakukan apapun~

"Lurus dari sini, untuk mencapai bukit dewa, anda akan menjumpai 'Body Purifying Field'(Ladang Pensucian Tubuh) terlebih dahulu. Silahkan istrahatkan dulu tubuhmu yang lelah itu, karena perjalanan jauh, disana."

Apakah itu seperti sebuah tempat untuk beristirahat? Dia benar-benar gadis yang baik.

Balasan yang cukup murah, tapi rasanya sekarang dia membuatku menjadi pengawalnya, sampai kami tiba ditempat yang disebut 'Body Purifying Field' itu. Yah kalau nantinya bakal kayak sebelumnya sih gak masalah (Editor Note: Muncul cuma monster2 kaya anjing tadi). Kalau Batu jatuh pun, aku rasa aku bisa menangkisnya juga.

"T-terimakasih Ema" (Makoto)

Aku menerima undangannya dan kami mulai berjalan ke arah yang disebut Bukit Dewa itu.

Anehnya, Semakin aku bicara dengannya, semakin jelas aku bisa mengerti caranya berbicara.
(TLnote: Ema bicaranya gugup dari tadi)

Serangga itu pasti sudah memberiku kekuatan yang membuatku mengerti bahasa dari ras lain ketika diriku semakin banyak berbicara dengan mereka. Seakan-akan membaur secara perlahan dengan pemikiran mereka.

Yah, Aku gak ada masalah sama itu sih.

Sambil bicara dengannya, aku melanjutkan perjalananku.

Dia bilang padaku tentang bagaimana desanya perlahan-lahan kehilangan gadis-gadis muda. Dia memberitahuku cerita mengenai festival yang desanya sudah lakukan di masa damai.

Jika 2 gadis muda pergi sebagai persembahan setiap tahunnya, dimasa depan desa itu akan binasa. Bahkan anak kecil pun tahu hal ini.

Dari awal, Ema adalah sebuah persembahan dan ia sedang menuju ke tempat dimana dia akan mati.

Dari caranya berbicara yang menjadi murung beberapa kali daritadi dan saat ini, itu tidak mengejutkan.

Aku hanya menjawab dan mendengarkannya tapi, Aku masih memiliki beberapa pertanyaan yang ada dibenakku.

Nanti aku akan memikirkan tentangnya lebih jauh lagi.

Nanti disaat diriku tiba di satu-satunya tempat peristirahatan itu, apa yang harus kulakukan.

Jika aku pergi dan mengalahkan mid-boss itu, flagnya tetap saja tidak berubah kan?

Dia itu gadis yang baik tapi.. Dia itu beneran gadis yang baik, tapi!!

Dia memiliki kepribadian yang baik, Usianya dekat denganku juga. Dia juga anak dari kepala desa, Jadi kelihatannya kayak aku nih tukang pemeras harta..

Muu~ Bener-bener deh, Kenapa kau bukan manusia sih, Ema?

Jangan-jangan kau sebenarnya adalah seorang putri cantik yang telah dikutuk?

Peradaban manusia terlalu jauh dari sini jadi itu tidak mungkin.

"Ah, itu tempatnya" (Ema)

Ema-san menunjuk ke sebuah gua yang benar-benar terlihat seperti buatan tangan. Keadaan pintu masuk serta jalannya juga. Jelas keliatan kalau itu murni buatan tangan seseorang.

"Um, Makoto-sama. Aku minta maaf, tapi bisakah anda menunggu disini sebentar? Aku harus pergi dan menjelaskan pada orang-orang yang melindungi tempat ini mengenai Makoto-sama terlebih dahulu." (Ema)

"Baiklah" (Makoto)

Masuk akal sih. Kalau aku tiba-tiba aja langsung masuk kedalem sama dia, aku bisa-bisa langsung diserang.

Aku sedikit mengerti sifatnya Ema.

Tidak mungkin dia akan membawa pasukan tentara untuk menyerangku.

Meskipun jika itu terjadi, selagi aku bisa melihat dengan jelas pintu masuknya disini, Aku bisa kabur.

Memastikan bahwa sosok Ema sudah menghilang kedalam gua, aku mulai berpikir untuk kedepannya nanti.

Kalau dibiarkan terus seperti ini, Ema-san akan mati. Bagaimanapun juga, Dia itu sebuah persembahan.

Gadis itu benar-benar seorang Orc yang baik. Terlebih lagi dia itu orang pertama yang berbicara denganku.

Mungkin kenyataannya agak berbeda tapi aku menganggap dia seperti sahabat akrab ku.

Jika mungkin, aku akan menyelamatkannya tapi, flag ini benar-benar kejam dah. Dan kekuatan dari musuhku masih belum kuketahui.

Jika aku memikirkan semua yang telah terjadi, gak aneh rasanya kalau nanti aku bakal menjumpai boss-terakhir di dunia ini.

Ini benar-benar game yang maso.
(TLnote: maso atau masochist,silahkan cari di google apa artinya)

Meskipun ini bukanlah game tapi sebuah kenyataan, Jadi sudah jelas sekali kalau itu bakal sulit.
(Editor Note: sulit karena bukan game, tapi kenyataan)

Jika aku berhasil mendapatkan informasi di gua itu.

Di pagi buta, Aku akan menyelinap keluar dan mengalahkan 'Dewa' itu. Dan sebagai hasilnya aku akan menyelamatkan gadis itu.

Jadi gak masalah kalau aku menghilang setelah itu.

Jika aku berjanji padanya bahwa desanya akan menjadi aman, Dia akan kembali kedesanya lagi jugaan.

Boss yang Ema-san panggil Shen-sama, Jika itu aku, aku mungkin bisa bicara dengannya. Pasti ada cara lain untuk menyelesaikan masalah ini selain melakukan pertarungan.

Aku melihat Ema-san yang sedang melambaikan tangannya dipintu masuk gua. Dia tersenyum. Pasti negosiasinya berhasil.

Melihat penampilannya.

Aku berfikir sejenak, berpura-pura sebagai pahlawan seperti yang dikatakan Dewi itu, kupikir tidak perlu kulakukan.

loading...