Sunday, 23 October 2016

Tilea no Nayamigoto Chapter 10 Bahasa Indonesia


Translator: Liber Koibito Shareturee Dreamorire Syalala Helgeum Doo'ranbolt Xersteriium  Grodserius Schnaider Bailer Stagrium Xreearin Dreafo'or Vrendelis Crekion Bachigone pepepepepe pepepepepe Vrokiore Safiuty Qweolope Sreast Dretrol Rembelton Sadero-o-whisp rururururu
Editor: Kirz

Chapter 10: Adik Kecilku Memungut Anjing, Namanya Gargan, Katanya


Eh!? apa maksudmu, lima ratus? kok banyak sekali anjingnya?
(TL: anjing disini maksudnya kacung) :v

Merasa bingung, aku nanya ke Nielsen (cabul). Menurut Nielsen (cabul), "Mereka itu para veteran pemberani yang begitu setia pada Camilla-sama". Rupanya.

-----Oh gitu! berarti dengan kata lain!

Baru-baru ini, Timu ikutan event kebangkitan raja iblis bersama Nielsen (cabul). Disana, Timu dapet banyak fans, seperti orang-orang yang biasanya kita sebut di dunia ngidol, para penjaga praetorian.
(TL Note: Penjaga Praetorian adalah pengawal dari kekaisaran di zaman Romawi)

Aku percaya tentang hal ini. Jujur aja, dalam beberapa hal Timu itu memang unyu. Anak-anak AKB di duniaku pun bukan tandingannya. Wajah yang enak di pandang dengan rambut silvernya yang indah tentu saja bisa menarik perhatian siapapun.

Malahan, 500 itu apa gak terlalu dikit?

Lagian, sekarang aku tahu kalau Timu punya pengawal. Aku bisa ngebayangin kalau mereka semua akan memuja-muja Timu. Tapi yap, seperti yang kalian kira, kita gak bisa merekrut semuanya untuk kerja di kedai. Atau lebih tepatnya, selagi mereka itu fansnya Timu, mereka kayaknya bukan pengangguran kayak Nielsen (cabul).

....Mungkin. Atau lebih tepatnya, kalau ada banyak banget pengangguran, kita gak bisa mengasuh mereka semua!

Seenggaknya, memperkerjakan Nielsen aja udah cukup buat kita. Meskipun ada banyak pengidap chuunibyou yang muncul, asal kamu tau aja kita gak bisa mengurus mereka semua.

Itu salah satu alasan kenapa aku menyuruh Nielsen bilang ke mereka "Berhentilah ngidol dan kembalilah bekerja!" demi aku.

Waktu aku melakukan itu, Nielsen (cabul) jawab "Siap--!" dan langsung meninggalkan ruangan. Dari jawabannya sih, kayaknya dia semangat banget. Semoga aja dia benar-benar bisa membujuk mereka.

Seriusan dah, aku benar-benar bergantung padamu. Baru ngurusin Nielsen (cabul) di kedai aja kami udah kerepotan banget.

"Tapi tetap saja, ternyata kamu memang punya pengawal , huh, Timu. Aku sama sekali gak tau lho"

"Huhu, Onee-sama, bukan cuma pengawal. Aku juga memiliki magic beast diantara pengikutku. Namanya Gargan"

Magic beast? palingan juga kucing atau anjing.

Tapi kenapa dia bisa punya magic beast....

Oh begitu ya! fansnya yang memberikannya, pastinya kan?

Seperti yang diharapkan dari Timu. Dia udah merebut hati fansnya.

Ah~ tapi rumah kita kan restoran, jadi kalau punya peliharaan itu gak baik, kan. Sayang sekali sebenernya ini, tapi aku harus membuat Timu menyerah terhadap keinginannya memelihara hewan peliharaan.

"Timu, keluarga kita gak bisa membesarkan Gargan"

"Onee-sama, gak apa kok. Aku akan membiarkan Gargan berlari dengan liarnya, liat aja nanti"

"Yakin gak apa? Makanannya gimana?"

"Ya, ada banyak makanan (manusia) disekitar, jadi membiarkannya lari-larian itu gak apa-apa kok"

Alam pasti udah berkembang disini. Toh ada banyak buah dan kacang-kacangan disini, dan iklimnya juga sejuk. Mungkin membiarkannya lari-larian, akan baik-baik saja.
(Editor Note: Tilea menyangka makanan yg dimaksud buah2-an dan kacang2-an kwkwk)

"Oh gitu, jadi kita bisa santai, huh? Gargan itu apa sih~? aku boleh melihatnya juga nggak, lain kali gitu?"

"Tentu saja. Aku yakin pasti onee-sama bakalan suka kok  sama dia."

Huhu, keliatannya Timu agak suka sama Gargan. Dia bahkan sudah memberinya nama.

Tapi tetep aja sih, aku penasaran apa itu Magic beast.

Aku yakin dia punya aura yang menyejukkan hati seperti seekor kucing. Akhir-akhir ini aku agak stress, jadi aku ingin dihibur oleh sesuatu yang menggemaskan.

loading...