Tuesday, 18 October 2016

Shinka no Mi Chapter 1 Bahasa Indonesia


Translator: Belang
Editor: Ise-kun

Chapter 1: Menuju Dunia Baru

Namaku Hiiragi Seiichi. Kelas 2 SMA di sebuah sekolah unik.

Aku bilang unik, tapi bukan karena ada esper atau alien kayak di manga.

Ya bisa dibilang sekolah ini tempat pelatihan Idol…… atau sesuatu seperti itu.

Seperti yang kalian perkirakan, sekolah ini terkenal dengan cewek idol dan cowok ganteng.


Jadi tentunya aku termasuk material Idol juga, kan? Salah. Benar-benar salah.

Aku bersyukur nggak botak, tapi aku gak enak dipandang dan badanku bau.

Baunya terlalu buruk, sampai, nggak ada seorang pun yang berani duduk di dekat mejaku. Bukan cuman teman sekelas, bahkan para guru sama aja, jadi nggak ada yang bisa aku lakukan.

Dan juga, karena aku dikelilingi oleh laki-laki tampan dan gadis cantik, aku jadi ikutan terkenal hingga semua orang mengenalku…… bukan hal bagusnya yang dikenal ‘tapi.

Ditambah lagi, akhir-akhir ini aku mulai bertambah gemuk, saat baru masuk sekolah beratku 70kg dan sekarang membesar sampai 100kg. Nah bahkan sampai ke penampilanku pun udah nggak ada harapan.

Karena kematian orang tuaku dan hidup yang terlalu manja, aku jadi kelebihan berat badan. Tanpa orangtuaku, aku nggak punya seseorang yang menuntunku ke jalan yang benar atau membantuku membuat keputusan yang bagus. Itulah sebabnya aku yang sekarang berperilaku buruk. ibu, ayah, maafkan aku.


Mengenai penampilanku, aku udah menyerah-- tapi ada satu hal yang benar-benar nggak bisa kutahan dari diriku sendiri, adalah namaku.

Maksudku, nama Seiichi terdengar dan keliatan keren, tapi karena itulah nggak sesuai sama penampilanku, aku pasrah dan hanya bisa merasa kalah. Cukup untuk membuat diriku dogeza kepada dunia dan meminta maaf.

(netNOTE__ Dogeza ≡ Sujud minta maaf)

Aku heran kenapa coba aku bisa seperti ini? Aku tau betul kalau aku sering di bully di sekolah. Mungkin mengatakan seperti ini nggak bakal berlebihan karena memang seperti inilah jalannya generasi ini.


Jadi, kenapa aku mau ke sekolah yang kayak gini? Itu yang nanti bakalan kau tanyakan.

Alasannya sederhana, karena letaknya dekat dengan rumahku, dan tak perlu pintar agar bisa terdaftar di sekolah pelatihan Idol. Bahkan orang biasa sepertiku aja bisa masuk.

Aku begitu bodoh, 'kan? Tertawalah semau kalian! Aku sudah membayangkan itu, lengkap sudah penyesalanku!

Tapi beneran, karena aku maunya yang dekat dan nggak susah mendaftarnya, aku udah pasrah di bully. Walaupun, aku ke SMA lain mungkin tetap saja bakalan jadi bahan bully-an.


Meskipun aku terus mengoceh dan kayaknya monolog ini nggak bakalan habis, ada alasan bagus untuk ini.

Monolog ini membantuku untuk menenangkan diriku sendiri.

Dan kenapa aku melakukan sesuatu seperti ini?

Baiklah kita mundurkan waktunya, haruskah kita――――



◆◇◆



"Oi babi~! Cepat belikan kami roti~! "

"Tentunya dengan uangmu sendiri sialan~"

Gyahahahahaha!

Suara tawa milik beberapa siswa cowok yang memanggilku ke belakang gym selama istirahat makan siang, dengan paksaan.

(netNOTE__ Gym / Gymnasium ≡ Gedung olah raga)

Hanya karena seseorang terlihat baik bukan berarti mereka punya kepribadian yang baik juga. Tetapi orang yang masuk ke sekolah ini mengagumkan… sebagai idol nasional, mereka enak di pandang dan berkepribadian baik. Mereka bahkan berbicara kepadaku seperti orang normal.

Namun, mereka cuman menggunakanku untuk membuat diri mereka merasa lebih baik.

Pada akhirnya mereka memaksaku untuk membelikan roti dengan uangku sendiri, dan setelah itu mereka menggunakanku layaknya samsak tinju untuk menghilangkan stres mereka.


"Omong kosong~!"

 "Gah!"

Salah satu dari mereka memukul tepat di perutku.

"Agh! Ugh!"

"Haha~! Ini benar-benar enak~! Aku merasa, seperti, segar kembali~! "

"Ah, sepertinya palajaran berikutnya akan segera di mulai."

"Yah, udah waktunya? ya sudah cabut yok. Bye, babi~! "

Mereka tertawa sambil pergi meninggalkanku.


"Urrgh...!"

Menahan rasa yang sangat sakit, entah kenapa aku hanya bisa berdiri menggunakan lutut ku dan kemudian terjatuh.

"Haaah... haaah..."

Aku meringis dan menunggu agar rasa sakitku hilang.


"Hi-Hiiragi-kun?!"

Salah satu siswi perempuan datang menghampiriku.

"A-apa kamu baik-baik aja?"

Dia punya rambut cokelat yang mencapai punggungnya, dan headband di kepalanya. Kedua matanya berwarna cokelat, dan bibirnya yang seksi berwarna pink.

Perempuan yang sedang mengintip ke wajahku dengan kecemasannya adalah gadis paling cantik di sekolah. Hino Youko, dari kelas disebelah ku.


Nggak peduli dengan bau ku, dia salah satu dari banyak orang yang benar-benar memperlakukan aku layaknya manusia normal.

"Kamu bisa berdiri nggak?" [Hino]

"Ah, aaaah..." [Hiiragi]

Tanpa keraguan dia memegang tangan seseorang sepertiku, dan aku nggak bisa melakukan itu tapi kupikir dia memang orang yang benar-benar baik.

Yahh, aku nggak begitu bodoh menyalah artikan niat dari tindakan kebaikannya. Mecari tau apa yang kulakukan, aku tahu semua ini terlalu baik. Jangan membuatku mengatakan itu!


"Hiiragi-kun, apa yang terjadi?" [Hino]

"... Nggak ada yang perlu kau khawatirkan, Hino. Sebaiknya, kau segeralah kembali ke kelasmu, kau nggak mau terlambat, 'kan?" [Hiiragi]

"Ah... Iya. Itu emang benar, tapi..." [Hino]

"Kalau begitu, cepatlah pergi. Selain itu, kau gak seharusnya terlihat bersamaku." [Hiiragi]

"Emang kenapa?" [Hino]

"Karena orang akan salah paham dan membuat gosip. Dan juga, aku gak mau kamu terseret ke dalam masalahku." [Hiiragi]

"Eh?" [Hino]

Saat mengatakan itu, aku memaksa badanku yang sakit untuk berjalan melewati Hino.

Hino sangat mengkhawatirkan diriku, tapi kalau dia terus-terusan berurusan dengan ku, aku lah yang akan mendapat masalah. Tentu saja, itu sebabnya dia begitu populer, dan karena aku nggak mau melibatkan dirinya dalam masalahku, maka dari itu lebih baik menjauhinya.


Dengan demikian pelajaran kembali dimulai, dan sorenya pelajaran terakhir di sekolah pun selesai lalu orang-orang bersiap untuk pulang ke rumah, itulah waktu terjadinya sesuatu itu.


Ding-don-dan-dong.

Tiba-tiba ada siaran pengumuman.


❝Perhatian kepada seluruh siswa, silakan hentikan semua aktivitas dan duduklah.❞

Kenapa siarannya kedengaran samar-samar?

Semua orang berhenti sejenak dan memiringkan kepala mereka, bertanya-tanya pengumuman seperti apa yang mengharuskan mereka untuk duduk.


"Hah?!"

"Ba-badanku nggak-?!"

Bahkan aku, saat bersiap untuk pergi meskipun terasa sakit, tiba-tiba kekuatan yang tak terlihat membuatku duduk.

"Apa yang terjadi...?"

Aku bergumam sendiri dan mencoba untuk berdi――――

"Uhg, aku nggak bisa bergerak?!"

"Apa yang terjadi?"

Ini seperti aku menempel ke kursi, aku nggak bisa berdiri!

Tidak peduli seberapa banyak aku berjuang, tetap saja nggak bisa bergerak.

Aku benar-benar menempel di kursi.

Semua orang di kelas gelisah dengan situasi ini, lalu siaran itu ada lagi.


❝'Hey semuanya. Aku adalah apa yang kalian sebut ≪Kamisama≫.❞

(netNOTE__ Kamisama ≡ Dewa )

Suara misterius itu tak dapat dikenali sebagai laki-laki, perempuan, muda atau tua, keluar melalui speaker .


❝Sepertinya semua orang kelihatan bingung dengan apa yang terjadi sekarang. Ketika sesuatu yang membingungkan terjadi, kalian para manusia cenderung akan panik. Ini lah mengapa manusia adalah makhluk yang menggelikan dan menyedihkan.❞

Apa yang suara ini omongin? Menyebut dirinya Kamisama?

Dalam keadaan normal, kalau seseorang serius mengatakan itu, kalian akan berpikir mereka gila.

Bagaimanapun, saat ini kekuatan yang tak diketahui sudah memaksa kita semua untuk duduk, bahkan nggak bisa bergerak sama sekali. Padahal tidak ada apa pun yang terlihat mengikat kami.

Itu sebabnya aku mulai percaya kalau Kamisama yang menyiarkan suara itu asli.


❝Ini terlalu menyusahkan kalau menjelaskan setiap detail kecilnya kepada kalian para manusia, jadi aku akan menyingkat penjelasanku.❞

Suara dari speaker nadanya berubah menjadi riang.

❝Kalian semua akan segera dipindahkan dari bumi ke dunia yang berbeda yaitu――――【Isekai】.❞


"..." “...” “…”

Semua orang terdiam tanpa bisa bicara.

Seseorang berhasil mengembalikan akal sehatnya dan membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, tapi tak ada suara yang keluar.

Semua orang yang melihat itu menjadi ketakutan, kemudian suara dari Speaker melanjutkan perkataannya,


❝Ah, aku lupa bilang, aku tidak ingin kalian mengabaikan setiap hal kecil yang aku jelaskan, jadi untuk sementara aku melumpuhkan kemampuan kalian untuk berbicara.❞

Dengan perkataan itu, aku benar-benar percaya dengan keberadaan yang menyebutdirinya ≪Kamisama≫. Memang, tak ada hal lain lagi yang bisa melakukan ini.

Ini mustahil. Benar-benar melebihi kemustahilan.

(netNOTE__ Mulai dari sini Isekai ane ganti jadi Dunia Lain)


❝Kembali kepada apa yang mau aku jelaskan, ada alasan bagus kenapa kalian akan dibawa ke 'Dunia Lain'… Karena populasi di bumi sudah meningkat terlalu banyak. kalian manusia yang hidup di bumi terlalu seenak jidat~. Bumi ini menangis, dan itu akan berbahaya kalau kalian tetap di sini. Itu sebabnya dewa sepertiku mengurus masalah ini dengan tanganku sendiri dan mengirimkan kalian ke Dunia Lain, semua ini dilakukan demi menyelamatkan bumi.❞

Sebuah gambaran mengangguk-angguk yang datang dari pikiran Kamisama dalam kepuasan dirinya seolah-olah semuanya sekarang jadi masuk akal.


❝Aku ini cukup baik, kalian tahu? Aku bisa aja menghapus kalian dari muka bumi ini tanpa ada penjelasan apapun. Tapi, aku pikir lebih baik untuk membiarkan kalian hidup dan mengirimkan kalian ke dunia lain. Kalian seharusnya berterimakasih~ ❞

... Dia menyombongkan dirinya sendiri...


❝Jadi aku akan mengirimkan kalian ke dunia yang bisa kalian sebut 'Dunia fantasi'… atau mungkin seperti 'Game atau RPG' adalah cara yang lebih enak di jelaskan. Lagipula, itu lah tempat kalian yang baru. Aku mengatakan 'Fantasi' karena ada sesuatu seperti iblis, dan tentunya, ada sihir. Namun, dunia itu, sesuatu seperti sains dan teknologi masih belum ada, lebih buruk daripada disini yang begitu nyaman, anak-anak modern seperti kalian akan berada dalam bahaya di dunia itu, ya kan? ❞

Apa kau serius? Aku lebih memilih dihapuskan saja daripada dibuang kesana.


❝Karena di Dunia Lain begitu banyak bahayanya, kalian tidak perlu khawatir kelebihan populasi lagi, jadi aku 'lepas tangan' saat kalian disana. Karena di dunia sana dewa tak ikut campur, jangan berharap terjadi keajaiban apapun. Tapi jangan takut, kalian akan punya level, Skill, dan Atribut, bersenang-senanglah dengan itu. Di dunia baru, kalian akan jauh lebih superior dari kalian yang sekarang, serta atribut kalian akan mencerminkan diri baru kalian yang luar biasa. Dan juga kalian bisa pergi dari bumi tanpa penyesalan, aku akan menghapus setiap ingatan dari keluarga kalian dan keseluruhan di dunia ini.❞

Owh, itu membuat segalanya jadi lebih baik. Setidaknya nggak ada yang akan berpikir aku mati.

Tapi, apa dengan menghapus keberadaan dari ingatan keluarga, kami bakalan bisa pergi tanpa penyesalan? Tentu saja nggak ada yang perduli denganku sejak orang tuaku meninggal……


❝Kalian bisa periksa atribut yang aku berikan untuk kalian pada menu pemanggil. Kalian bisa mengeluarkannya sesering yang kalian inginkan hanya dengan membayangkannya, tersimpan di dalam item box kalian masing-masing. Dan, supaya kalian tidak mengalami kesulitan, aku sudah memberikan kemampuan pemahaman bahasa saat di dunia lain dan skill 'Analisis' sebagai hadiah. Ini penting untuk kedepannya, oke? Kalian semua sangat beruntung karena kalian mendapatkan kesempatan untuk pergi ke Dunia Lain. Ada orang-orang dari kelompok lain yang juga akan dikirim. Dan dengan keadaan seperti ini lah kalian akan dikirim dari sekolah ini. Tentunya bangunan sekolah tidak termasuk. Oh, Iya! kalian juga bisa memeriksa sesuatu seperti skill dan status di layar menu .❞

(netNOTE__ maksudnya 'dengan keadaan seperti ini', mereka dikirim tanpa bawa baju atau barang lain selain yang menempel di badan maksud nya baju cadangan ya jadi dia masih pake baju jangan mesum loe :v)


Ini kebanyakan untuk diterima…… Rupanya kami beruntung bisa pergi ke suatu tempat seperti dunia lain? Dan semua orang di sekolah? itu kebanyakan! Di sekolahku secara keseluruhan ada 800 siswa, jumlah yang lumayan. Dan, bahkan semakin banyak orang yang akan dikirim ke Dunia Lain.

Tapi…… walaupun itu disebut sebuah 'hadiah', bukankah kemampuan itu biasanya emang diperlukan dalam situasi ini? Kemampuan pemahaman bahasa itu, kalau tidak memilikinya kau bisa menghancurkan dirimu sendiri tanpa bisa berkomunikasi dengan orang lain.

Aku nggak tau tentang Skill atau Status, atau apa pun itu, tapi aku senang karena punya kemampuan 'Analisis'. Kayaknya ini bisa berguna ketika makan makanan yang nggak kuketahui.


❝Baiklah, hanya itu saja yang bisa kuberikan. Aku masih punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Dan, aku akan memberikan kalian satu jam untuk mempersiapkan diri. Jika kalian membentuk grup, kalian bisa dipindahkan ke tempat yang aman. Kalau kalian sendiri… Aku nggak bisa menjamin apapun.❞

Setelah berkata begitu, siaran itu berakhir.

Badan Kami bisa lagi digerakkan dan kami dapat keluar dari kursi.

Tapi semua orang masih tetap nggak bergerak.


Kamisama benar mengenai manusia, saat ada kejadian tak terduga, kami semua jatuh ke dalam kekacauan dan kemarahan. Meskipun di sisi lain, dalam masalah yang sebenarnya, kami bisa tetap tenang.
Mungkin itulah mengapa semua orang dengan abnormalnya tetap hening.

Walaupun kami bisa bergerak lagi, tidak ada seorang pun yang mengacau.


Setelah beberapa menit berlalu, seorang siswa, Aoyama Hiroki, melakukan suatu tindakan.

"Se-semuanya! Untuk sekarang kita periksa dulu situasi saat ini." [Aoyama]

Aoyama bukanlah seorang Idol, tapi kapten tim sepak bola. Dia cukup populer di kalangan para wanita.


"Pertama, murid lainnya…… Kalau siaran itu memang beneran untuk semua orang di sekolah ini, berarti semuanya akan dikirim. Apa pintu kelas bisa terbuka? Lebih baik periksa jendela juga." [Aoyama]

Siswa yang duduk di dekat jendela dan pintu dengan cepat memeriksa apakah itu bisa dibuka atau tidak.


"Percuma, ini gak mau ke buka. Padahal ini gak dikunci, tapi…… "

Alhasil semuanya memikirkan kesimpulan yang sama, lalu Aoyama mengangguk sekali.

"Jadi semua yang dikatakan siaran itu beneran…" [Aoyama]

Ia menopang dagu dengan tangannya dalam pose berpikir.


"… …Aku tahu! Kalau siaran itu benar, kita seharusnya bisa memeriksa status kita…" [Aoyama]

"Eh? Bukankah kita hanya mampu melakukan itu di Dunia Lain?"

"Ini hanya hipotesa ku. Para guru pastinya masih berada di ruang guru, jadi kita harus memeriksa itu sekarang selagi kita punya kesempatan. Baiklah… … status!"

Siaran itu bilang kepada kita hanya perlu membayangkannya, tapi Aoyama tetap meneriakkan itu seperti frase aktivasi.

Lalu, kartu semi transparan muncul di depannya.
"Be… benar-benar muncul!" [Aoyama]

Aoyama langsung memeriksa itu.


"Aku mengerti sekarang… … ini beneran seperti Status Game. Semuanya, periksa punya kalian!" [Aoyama]

Mengikuti sarannya, semua orang mengeluarkan Status Card mereka sendiri untuk diperiksa.

Itulah situasi sekarang. Aku bersyukur semuanya sudah tenggelam dalam dunia kecil mereka sendiri. Aku pun mengikutinya dan memeriksa statusku sendiri.


≪Hiiragi Seiichi≫

Ras: Nyaris Manusia
Gender: Laki-laki Menjijikan
Profesi: Sampah Masyarakat (Pengangguran)
Umur: 17
Level: 1
Magic: 17
Kekuatan: 1
Pertahanan: 1
Kelincahan: 1
Serangan Sihir: 1
Sihir Pertahanan: 1
Keberuntungan: 0 
Karisma: Impoten (Terlalu Rendah)

≪Equipment≫
Seragam Kotor, Celana Sekolah Kotor, Kaos Dalam Kotor, Sempak Kotor.

≪Skills≫
Analisis


… … … …

Apa ini Penghinaan!?

Apa apaan dengan【Nyaris Manusia】ini!? Apa kau kalau aku ini terlalu kotor sampe-sampe kau tidak menganggapku sebagai manusia!?

Dan lagi jenis kelamin【Laki-Laki Menjijikan】… … Cukup「Laki-laki」aja oi! Untuk apa kau menambah kata「Menjijikan」bangs*t!?

Ini pula status ku, bukankah terlalu lemah!? Dan karisma ku【Impoten】!? Membuatnya terdengar menyesatkan dan menaruh konotasi buruk di dalam kurung! Dan ini keberuntunganku… gak beneran nol kan?!

Dan kenapa semua equipment ku ada kata「Kotor」!? Apa tubuh ku beneran kotor hah?! Kau akan membuat aku menangis di sini! Status bodoh ini cuman berisi daftar penghinaan!

Profesi ku sebagai【Sampah Masyarakat】kau bilang, aku bahkan  belum bekerja! Aku bukan pengangguran, aku ini seorang siswa, sialan!! Bangs*t kau main-main denganku ya!?!

Yah kurasa aku hanya lah seorang yang akan menyebabkan kekalahan, aku benar kan?! Kau mau aku lakukan apa? Untuk mati? Kau mau aku hanya berbaring dan mati sekarang!?


… … Haaah… … haaah… …

… … Aku terlalu banyak melakukan tsukkomi… …!



Seolah-olah Status burukku tidak cukup, bahkan mendengarkan orang-orang di sekitarku membuat perasaanku bertambah buruk.

"Profesiku ku sebagai Swordsman!"

"Kelihatannya aku telah jadi seorang Sage?"

"Semua statusku 100, Bukankah itu warbyazahh~?"

"Ah, aku juga 100."

……Hah, seriusan?!

Semuanya memulai status dari 100!? Itu 100 kali lipat dariku!! Aku sudah diluar harapan……!

Perbedaan antara aku dengan orang lain begitu menyedihkan.

Kenapa perbedaan di status ini begitu kejam… Di sana nggak ada penjelasan yang jelas di balik bagan statusku. Aku nggak terlalu mau tahu sebabnya.


"Yosh. Sepertinya semua orang sudah melihatnya. Lalu selanjutnya kita harus membuat Grup. Nggak banyak waktu yang tersisa…" [Aoyama]

     Setelah Aoyama selesai berbicara, aku melihat jam, yang untungnya masih hidup, dan ini sudah 50 menit sejak siaran itu berakhir.
   
   
"Sepertinya nggak ada batasan berapa banyak orang yang bisa masuk kedalam sebuah Grup. Setidaknya siaran tadi nggak menyebutkan batasnya. Jadi kalau semua orang bergabung dalam satu Grup nggak perlu khawatir soal bahaya. Meskipun aku gak begitu yakin caranya membuat Grup……"

Aoyama kemudian bergumam pada dirinya sendiri.


Tiba-tiba kartu semi-transparan muncul di depannya sekali lagi.

"Ooh… Aku merasa kalau kalian bisa mendaftarkan nama-nama anggota grup di sini…… Yosh! Oke, semuanya katakan nama kalian satu persatu! "

Setelah membuat penemuan itu, semua orang di kelas mulai mendekati Aoyama dan mendaftarlan nama mereka.


Jika aku nggak mendaftar dengan orang lain, aku tahu aku akan menjadi orang pertama yang mati duluan.

Jadi aku pergi ketempat semua orang yang sudah berkumpul di sekitar Aoyama dan bilang,

"Da-daftar aku juga!"

Tapi, aku malah mendapatkan tatapan dingin dari semunya.


"Hah? Apa itu caramu meminta kepada seseorang dengan baik? " [Aoyama]

"Eh?" [Hiiragi]

"Kenapa kami perlu membiarkan kau masuk ke dalam Grup kami?"

"Aku-aku hanya…… kalau aku seperti ini, aku akan sendirian……"

"Tetap sendiri sana. Saat kau sendirian, cepatlah mati, babi. Dan menjauhlah, kau bau busuk."


Aku tercengang tak percaya.

Tak mungkin…… Aku masih di bully, bahkan dalam situasi seperti ini?

Semua orang di kelasku melihatku layaknya aku ini sampah, beberapa bahkan mencemoohku.

Aku sudah terabaikan. Tak ada seorang pun di kelas ini yang mau berinteraksi denganku secara normal.

Benar-benar, hari ini bukanlah hariku…… keberuntunganku yang nol ini menjadi nyata.


Saat aku memikirkan itu, mereka menatapku layaknya mengamati makhluk yang sangat lemah, dan kemudian seseorang mulai tertawa dengan keras.

"Tunggミ! Gyahahahaha! Oh sial, perutku~"

"Hei Hei, kenapa kau ini?"

Semua orang menatap orang itu, kebingungan dengan tawanya yang tiba-tiba.

"Ma-maksudku lihatlah……! Orang ini, statusnya bener-bener sampah! "

"?!"


Ba-bagaimana dia tau? Seharusnya tak ada seorang pun yang melihatnya!

Apa ia membaca pikiranku? Etoo, orang yang menertawakanku… itu adalah Ooki, Dia menyeringai dan tertawa.


"Biarkan aku memberitahumu sesuatu. Sebelumnya siaran itu mengatakan kepada kita untuk memeriksa status kita, dan memberikan kita Skill 'Analisis' sebagai hadiah. Dan kemudian aku…… Ahahahahahah!" [Ooki]

Apa dia bilang analisis? Dia serius memakai itu?!

Mengikuti apa yang Ooki lihat, semua orang memeriksaku sambil melihatku dengan jijik. Lalu――――

"""Ahahahahahaha!"""

Semua orang mulai tertawa.

"Ahaha…… orang ini beneran parah!"
"Se-semuanya 1……!"
"Dia mati…… orang ini akan mati…!"

Jauh dari kata dikasihani, mereka semua malah melihatku seolah-olah mereka senang mendapatkan mainan baru untuk di mainkan.

"Kau benar-benar bakalan menghambat kami! Siapa juga yang mau orang kayak kau di masukkan ke grup?! Heeheehee!"

"Iiuhh…… dia beneran sampah, orang ini……"
"【Sampah Masyarakat】……sangat cocok denganmu!"


Mereka semua terus mengolok-olokku dan menghinaku.

Aku juga diam-diam menggunakan【Analisis】ke Aoyama, tapi apa yang aku lihat membuatku tambah depresi.

〖Karena Perbedaan Dalam Kekuatan, Analisis Tidak Lengkap〗

Setelah muncul pesan tersebut, hanya sedikit informasi yang bisa aku ambil dari analisis, yaitu nama Aoyama. Status selain nama nggak bisa terbaca.

Berarti, walaupun semuanya level 1, ada perbedaan yang sangat besar dalam kekuatan antara aku dan mereka.

Aku nggak punya kualitas di bumi ini, lebih rendah daripada manusia lainnya, dan bahkan di dunia berikutnya pun kekuatanku ini mungkin berada di rangking paling bawah.


Penglihatanku mulai menggelap.

Tanpa mempedulikan perasaan ku, teman sekelasku malah menyudutkanku.

"Enyah lah kau, dasar sampah!"

"Kenapa dia ini bisa ada di kelas kita sih?"

"Membully seseorang secara terang-terangan di bumi adalah sebuah kejahatan, tapi gak bakalan ada yang peduli begitu kita sampai di Dunia Lain, 'kan?"

"Benar itu, cepat mati sana."

”Shine”

”Shine”

”Shine”

”Shine”

”Shine”

”Shine”

”Shine”

”Shine”

”Shine”

”Shine”

”Shine”

”Shine”

”Shine”

”Shine”

”Shine”

”Shine”

”Shine”

”Shine”

”Shine”

”Shine”

”Shine”

”Shine”

”Shine”

”Shine”

”Shine”


(netNOTE__ Emang banyak kata `Mati´, jadi ane ganti `Shine´ aja)


Diamlah bangs*t!! Aku bisa merasakan kata ”Mati” menyayat hatiku.

Apa-apaan ini!? B*jingan kalian! Berapa banyak kalian menginginkan aku mati hah!? Nggak mau, aku belum mau mati! Ini mengerikan!

Dengan cepat aku pergi ke belakang kelas. Aku nggak akan mau peduli dengan apa pun lagi sialan.

Aku bersyukur mereka nggak membiarkan aku masuk ke grup mereka. Kalau aku masuk, pembully-an mereka bakalan bertambah jadi semakin buruk.

Positif aja. hm hm.


"Uwa… Dia menyeringai…"

"Seremnya……"

Mau seberapa jauh kalian akan membully ku?! Apa nggak ada akhirnya hah!?


Pada Akhirnya aku nggak bergabung ke grup, dan satu jam sudah berakhir.

Kemudian siarannya berlanjut kembali.


Ding-don-dan-dong.


❝Sepertinya semua orang sudah masuk grup…… kecuali satu orang dari kalian.❞

Eh, aku satu-satunya yang sendiri!? Hanya aku!?


❝Yah, karena pertengkaran sepele seperti itu lah yang membuat manusia tidak akan pernah berkembang. ……Ah, aku keluar jalur. Pertama, aku rasa aku harus minta maaf kepada kalian.❞

Mi-minta maaf? Buat apa?

❝Jika kalian semua membentuk grup, aku akan menempatkan kalian di tempat yang relatif aman, tetapi negara-negara tertentu di dunia sana akan mulai melakukan ritual Hero Summoning.❞

He-hero Summoning?
(netNOTE__ Pemanggilan Pahlawan)

❝Terima kasih telah membentuk Grup, seluruh sekolah akan dipanggil bersama-sama. Sepertinya mereka sengaja mensabotese jalur tujuan pengirimanku…… kemugkinan yang sendirian akan jatuh keluar jalur dari tempat summon.❞

Jatuh keluar……!? Ketika semua orang lain dipanggil bersama-sama, hanya aku seorang yang pergi ke tempat lain?


❝Sepertinya, seseorang semacam Demon Lord telah muncul di dunia itu, jadi akan lebih berbahaya daripada yang sebelumnya ku rencanakan untuk kalian. Oleh karena itu, kalian mungkin akan tiba di tengah terjadinya konflik. Karena kalian tidak akan punya waktu untuk mencari pengetahuan tentang dunia itu, aku sudah menambahkan buku ke Item Box kalian yang berisi pengetahuan dasar tentang dunia itu. Aku tidak bisa ikut campur di luar itu. Ini lah yang paling bisa aku lakukan untuk kalian.❞

Kau bercanda!? Bukankah Kamisama seharusnya lebih berkuasa…?

Dan itu gila, harus langsung bertempur hanya karena Hero Summoning. Mungkin ini hal yang bagus karena aku sendiri…… Ahh, itu bohong. Aku akan kesepian.


❝Otto… tampaknya ritualnya sudah dimulai… ❞

Saat suara di speaker berkata seperti itu, aku melihat semua teman sekelasku ada sesuatu seperti lingkaran yang muncul di bawah kaki mereka.

❝Maaf kalian sedang dibawa dengan tiba-tiba. Aku doakan untuk kesuksesan kalian. Semoga beruntung di dunia baru kalian! ❞


Bersama siarannya yang berakhir, ruang kelas mulai berubah menjadi partikel cahaya dan menghilang satu persatu.

Di tengah-tengah itu, mereka semua tersenyum jahat padaku saat mereka menghilang. Memang beneran nggak ada habisnya……

Dan akhirnya semua orang yang ada sudah di summon.


“…………”

…… Hah, Bagaimana denganku!?

Aku memang bukan bagian dari Hero Summoning, tapi bukankah seharusnya aku udah di kirim ke suatu tempat, 'kan?

Seolah-olah memperhatikan ketidaksabaranku, Kamisama berbicara melalui speaker lagi.

❝Ohh tenang tenang, jangan khawatir. Kau akan dikirim. Tapi karena kau sendiri aku tidak bisa mengontrol tempat kau mendarat, kau tau? Secara random.❞

"Hah!?"

❝Dengan kata lain, kau tidak akan ke tempat yang aman, bahkan bisa jadi ke tempat yang sangat berbahaya.❞

"Kau serius?"

Ah sial, aku lupa…… Aku laki-laki dengan keberuntungan nol. Aku sudah bisa melihat kemana ini akan……


Ketika aku sedang mengasihani diriku sendiri, suara di speaker berbicara,

❝Yep, maksudku agak luar biasa karena kau adalah satu-satunya yang tersisa di sekolah ini. Bahkan para guru pun sudah hilang oleh ritual summoning. Maka dari itu, aku memutuskan untuk memberikanmu satu skill lagi.❞

"Eh?"

❝Nah apa yang paling bagus ya…… Ah, ini ada satu yang bagus.【Absolute Disassembly】… ini hadiah terakhir dariku untukmu.❞
(Editor Note: Absolute Disassembly=Pembongkaran mutlak, seperti itulah)

"A-Absolute Disassembly?"

A-apa itu? Nama skill itu terdengar luar biasa……


❝Itu berada sedikit didepan diri sendiri, tapi seperti Skill【Analisis】kau bisa menggunakannya tanpa resiko apapun. Tidak seperti sihir yang harus mengkonsumsi Magic Power untuk menggunakannya, ini adalah skill yang benar-benar gratis dan mudah untuk digunakan. Kau bisa mencobanya ketika kau sudah di dunia baru, oke? ❞

"O-oke..."

❝Otto, Sepertinya tanganmu sudah mulai tersummon.❞

"Ah……"

Seperti yang suara itu bilang, bagian tubuhku mulai terbungkus partikel cahaya.

❝Fufu, sampai jumpa, semoga kau beruntung di dunia barumu! ❞

"Yeah, pasti."


❝Aku berdoa untuk kesuksesanmu.❞


Dan kemudian aku menghilang sepenuhnya dari bumi.

Inilah tempat petualanganku dimulai……!

…… Ah Maaf, kelupaan bagian terakhir itu.


◆◇◆


Saat semua orang di sekolah menghilang, siaran masih berlanjut.

❝Manusia benar-benar kurang ajar…… Mereka mewujudkan Tujuh Dosa Mematikan dari Kitab Suci. Keserakahan, kebanggan, kemurkaan, kerakusan, hawa nafsu, iri hati, kemalasan…. Mereka tidak pernah memperbaiki diri. Itu sebabnya mereka merajalela sampai bumi ini dibuat menangis.❞

Suara itu tanpa memiliki emosi.


❝Memangnya bumi ini milik siapa? Milik manusia? Padahal bukan. Manusia hanya lah makhluk yang hidup di permukaan bumi. Melakukan perang yang merusak pemandangan, semua dilakukan untuk mendapatkan wilayah dan sumber daya. Perang Salib pun tidak ada bedanya. Mereka semua hanya mengacaukan bumi.❞

Sampai poin itu perkataannya tanpa emosi, tapi berikutnya suara itu mengeluarkan nada riang.

❝Setelah sepenuhnya mendapat penolakan, ia tidak membiarkan hatinya menghitam. Aku terkesan. Tidak terlihat juga dia ingin membalas dendam…… Ma~, jika kau ingin melihat itu lebih dekat, Aku menduga kalau itu lebih seperti dia menyerah dan menyerah ya? ❞

Suara itu tertawa sedikit.


❝Jika manusia benar-benar di luar keselamatan, kami memang tidak akan pernah ingin menciptakan mereka. Terkadang manusia seperti dia terus datang, menunjukkan kepada kita kalau manusia bisa jelek ataupun menawan.❞

Suara penuh dengan kasih-sayang seperti ibu yang penuh kasih.

❝Kurasa kami akan mengawasi dan membimbing manusia sedikit lebih lama lagi. Aku berharap ada kebahagiaan di masa depan―――❞

Setelah itu, suaranya tidak pernah keluar dari speaker lagi.


◆◇◆


"Huh, aku di mana?"

Aku…… Hiiragi Seiichi, telah berada di dalam hutan yang tidak diketahui.

Setidaknya akan lebih baik kalau dekat dengan sebuah kota……

Tapi pertama, aku harus memeriksa lingkungan sekitarku.


――――Dan sekarang kita kembali ke awal cerita.

"Aku nggak bisa tenang sama sekali!"

Aku mencoba berbicara dengan diriku sendiri untuk mendapatkan ketenanganku tapi tidak berhasil! Sialan!

"…… ini nggak bagus untukku kalau tetap diam di sini."

Setelah mengatakan itu aku mulai tenang, aku memutuskan untuk keluar dari sini. Karena nggak akan ada yang berubah kalau aku tetap diam di sini.


Sekali lagi aku menelusuri daerah ini dan mendapati diriku berada di tengah hutan lebat dan rimbun, sejujurnya, ini menyeramkan.

"Ra-rasanya sesuatu bisa tiba-tiba keluar…… kapanpun?"

Aku sangat takut sambil terus melangkah maju.

Tanpa sadar, ucapanku tampaknya sudah memicu――――

loading...