Wednesday, 19 October 2016

Seirei Gensouki ~Konna Sekai de Deaeta Kimi ni~ Chapter 1 Bahasa Indonesia


Translator: Exicore

Chapter 1 : Kehidupan Sebelumnya

Amakawa Haruto, seorang mahasiswa yang tinggal di Tokyo.

Musim panas.

Dia berjalan di bawah langit biru yang cerah dengan matahari yang bersinar terang.

Saat sinar mentari dari atas menyentuh aspal dibawah, maka akan meningkatkan suhu disekitarnya.

Di tempat yang panas seperti itu, Haruto masih memasang ekspresi tenang sembari terus berjalan menuju kampus Universitas.

Saat ia berjalan, Haruto bertemu dengan sekelompok mahasiswi yang sedang berjalan diam-diam mengeluarkan teriakan kecil.

Haruto memiliki aura yang membuatnya sulit ditemani berbicara, dengan tubuh tinggi dan wajah yang tampan.

Juga dia adalah seorang ahli bela diri kuno, dia melatih tubuhnya sehingga membuatnya memiliki fisik yang sangat sehat.

Oleh karena itu Haruto yang berjalan ke Universitas akan terlihat sebagai semacam selebriti bagi orang dengan jenis kelamin yang berbeda.

Meski begitu, tidak ada rumor yang bisa ditemukan tentang Haruto tertarik kepada wanita manapun.

Tapi itu tidak berarti dia menyukai pria.

Selama 20 tahun atau lebih tepatnya selama dia hidup, Haruto tidak pernah memiliki pacar.

Alasannya adalah karena hanya ada satu orang di hati Haruto.

Orang itu adalah teman masa kecil Haruto.

Sayangnya, cintanya itu tidak pernah tersampaikan.

Mendambakan dirinya, Haruto hampir bisa mendapatkannya, tapi dia tiba-tiba saja menghilang.

Lima tahun telah berlalu sejak hilangnya teman masa kecil Haruto.

Kali terakhir ia berbicara dengannya adalah 13 tahun yang lalu.

Sejak saat pertama dia bertemu dengannya, Haruto langsung jatuh cinta padanya.

Bermain bersamanya setiap hari, sangat sulit baginya untuk tidak menyadari bahwa dia tertarik padanya.

Tapi kedua orang tua Haruto bercerai saat ia masih muda dan dia di ambil oleh ayahnya untuk hidup bersama ayahnya di kampung halaman mereka di pedesaan.

Pada saat itu, dua orang teman masa kecil itu membuat sebuah janji.

Suatu hari nanti, saat mereka bertemu lagi, mereka akan menikah.

Janji itu tidaklah bersifat mengikat, itu hanyalah janji perpisahan diantara mereka berdua.

Tapi Haruto bertekad untuk membuat mimpi itu menjadi kenyataan dan menggunakan seluruh kekuatannya untuk melakukan hal itu.

Untuk mencapai mimpi itu, dia membangun pondasi menuju kejantanan dengan mengejar ilmu pengetahuan, agrikultural, pekerjaan rumah, dan seni bela diri.

Dia ingin bertemu dengannya.

Dia tidak sanggup tidak bertemu dengan dirinya.

Dia selalu melakukan yang terbaik dan menunggu dengan tidak sabar hingga hari dimana dia akan dewasa untuk bertemu dengannya lagi. Haruto percaya dengan janji itu.

Haruto terus melakukan yang terbaik dalam setiap pekerjaannya, akhirnya diakui oleh ayahnya.

Saat ayahnya mengakuinya, ayahnya mengizinkannya masuk ke sekolah terkenal yang ada di dekat tempat tinggal teman masa kecilnya.

Itu adalah tempat dimana pertemuan itu akan terjadi.

Secara kebetulan, teman masa kecilnya juga memasuki sekolah yang sama.

Dokun, jantung Haruto berdegup kencang.

Tidak salah lagi, itu adalah dia.

Bahkan walau penampilannya berubah karena waktu, dia tidak akan pernah membuat kesalahan.

Dia masih jauh tapi dia tahu bahwa dia adalah orang yang dicintainya.

Dia terpesona, saat dia melihat ke punggungnya, yang ditutupi oleh rambut hitam mengkilap.

Wajah cantik, dan kecilnya.

Kulitnya, yang seputih salju.

Postur tubuhnya yang pendek, tapi memiliki keseimbangan.

Penampilannya, rapi dan bersih, mengeluarkan aura keindahan.

Dia seperti seorang gadis yang berasal dari gambar.

Haruto sangat bahagia bisa bertemu lagi dengannya.

Tapi di saat yang sama dia mengutuk kejadian itu.

Disampingnya adalah seorang pria yang tidak ia kenal.


Haruto menjadi takut.

Apakah mereka berdua berpacaran?

Saat ia memikirkan hal itu, dia menjadi tidak bisa memanggilnya.

Dan hanya seperti itu, saat ia terus berpikir dalam rasa sakit tentang apa yang harus dia lakukan, teman masa kecil Haruto menghilang begitu saja.

Sejak saat itu, hidup Haruto terus dipenuhi dengan penyesalan.

Saat Haruto menyadari bahwa ia telah pergi, Haruto akhirnya menyadari kesalahan besar yang telah ia buat.

Semangatnya sudah hampir musnah.

Dia bahkan tidak sanggup lagi mengeluarkan tangisan sakit hati, suara tangisnya itu hanya tersimpan di dalam dirinya.

Tapi, dia masih belum menyerah.

Tidak mungkin dia akan menyerah.

Dia tidak akan patah semangat hanya karena hal seperti itu.

Karena dia masih belum menyatakan cintanya.

Dia mengatakan pada dirinya sendiri bahwa suatu hari, entah bagaimana dia akan bertemu dengannya lagi selama dia berada di Tokyo.

Setelah tamat dari sekolah menengah ke atas, Haruto masuk ke Universitas di Tokyo.

Tapi, hingga hari ini, dia masih belum bisa mendapatkan satu informasi pun tentangnya.

Pada akhirnya, tiga tahun berlalu.

Setiap harinya dia selalu mengingat teman masa kecilnya yang tercinta.

Dia bahkan meminta polisi untuk mengetahui keberadaan teman masa kecilnya tapi kebenarannya masih tetap tersembunyi.

Setelah pelajaran hari itu selesai, Haruto kembali pulang dengan bus.

Waktu sudah mendekati sore jadi penumpang bus itu tidaklah banyak.

Hanya ada tiga orang penumpang di dalam bus termasuk Haruto.

Keadaan di luar bus sangatlah sepi.

Menatap keluar jendela, Haruto melihat pemandangan bunga yang mereka lewati.

Tiba-tiba, bus itu mulai berguncang hebat.

Sebelum dia menyadarinya, bus itu berhenti di udara memberikannya perasaan melayang, diikuti dengan rasa sakit yang menyebar ke seluruh tubuhnya. Dalam sekejap, kesadaran Haruto menghilang.

“… Te…”

Sebelum dia kehilangan kesadarannya, sebuah suara indah berbicara dengan bahasa yang tidak diketahui menggema di pikirannya.

“… Berita selanjutnya. Siang ini pukul 13:15 di prefektur ○○ di Tokyo, sebuah bus dan truk berukuran sedang saling bertabrakan. Tiga penumpang bus itu dilaporkan tewas di tempat. Meskipun mengalami luka berat kedua supir kendaraan itu selamat dari kecelakaan tersebut.”

loading...