Tuesday, 25 October 2016

Nidome no Yuusha Chapter 6 Bahasa Indonesia


Translator: Alice
Editor: Ise-kun

Chapter 6 : Hero Menghancurkan Penjahat

------------------------------
Chapter ini berisi kekerasan, gore atau bahasa yang tidak sesuai dengan anak-anak dibawah umur. Tidak disarankan untuk anak dibawah umur 18 untuk membaca ini. Anda telah diperingatkan
------------------------------

Mendorong reruntuhan yang menghalangi jalan, aku keluar dan akhirnya tiba di udara terbuka yang terang dan juga luas.

"AKU-!!! BEBAAAAAAAAAAAAAAS!!"

Setelah melintasi lorong bawah tanah yang panjang dan gelap, aku akhirnya sampai disana dimana aku bisa menyanjung matahari. Aku meraung sambil meregangkan tubuhku dan berjemur dibawah sinar matahari.

Tempat ini berada di pinggiran Ibu kota kerajaan yang tak berpenghuni.

Menarik nafasku dalam-dalam didekat pintu keluarnya lorong ini, Harumnya sinar matahari bercampur kedalam aroma menyegarkan dari Hutan yang lebat.

Aku melihat matahari untuk pertama kalinya dalam 3 bulan ini, Jika kau menyertakan waktuku yang pertama[TLnote:waktu tutorial] (Meskipun sehari pun belum berlalu sejak waktuku yang kedua dimulai[TLnote:sekarang]). Setelah melarikan diri dari tempatku terbunuh di Ryuudouden, Aku terus bersembunyi. Sebelumnya Aku belum bisa menikmati indahnya matahari, itulah mengapa aku tersentuh dan meneteskan air mataku ketika aku melihat matahari.

"Ah~ Matahari..Indahnya...."

Setelah benar-benar tersentuh oleh keindahan dunia dibawah langit biru untuk sebentar, Aku menyadari sesuatu.

Tujuanku telah diputuskan. Setelah menderita karena semua orang yang menipu dan mengkhianatiku, dan membuat martabatku sepenuhnya terinjak, Aku akan membalaskan dendamku.

Begitulah, sekarang aku kurang kekuatan, waktu dan persiapan untuk melakukannya.

Seperti yang sudah kuduga dari Level 1, Aku dibatasi pada gaya pertarungan tanpa skill correction dan staminaku hampir tidak cukup untuk menghadapi lebih dari 500 ksatria.

Untuk sementara karena hanya Putri dan ksatria di istana saja yang mengetahui wajahku, Aku tak akan perlu terlalu waspada jika aku meninggalkan kastil di kota, tak seperti waktu itu dimana aku dikejar setelah wajahku terkenal karena mengalahkan Demon Lord.

Setidaknya, Seharusnya tak ada situasi dimana aku tak akan bisa masuk restoran ataupun penginapan atau bahkan kota juga tanpa memakai jumlah panjang untuk menutupi wajahku.

Menoleh ke arah matahari sekali lagi, aku melihat matahari sudah sedikit terbenam, kira-kira sudah sekitar satu jam melewati tengah hari. Aku memikirkan kembali pada waktu saat pertama kali aku disummon.

"Dengan skill yang dimiliki oleh Asosiasi Penyihir Kerajaan, Mungkin akan memakan waktu sekitar seharian penuh supaya kastil bisa pulih kembali untuk melaporkan segalanya tentangku. Yah, Seharusnya aku punya banyak waktu jika aku tidak mengambil jalan yang memutar."

Aku mulai berjalan santai menuju jalan utama Ibu kota kerajaan dan melihat-lihat pemandangan kota yang sudah lama tidak aku kunjungi.

Terus terang saja, Penduduk dari Ibukota kekaisaran adalah orang-orang yang mempercayai deklarasi kerajaan dan juga gereja dan berbalik memusuhiku.

Aku sudah benar-benar berfikir bahwa aku mungkin ingin menampar wajah mereka sekeras dengan apa yang kulakukan pada Putri dan Ksatria saat aku melihat mereka, tapi itu tidak terjadi. Mungkin karena mayoritas dari mereka tak ada hubungannya, Populasi rakyat biasa yang tidak mengikuti penghianatan juga.

Tentu saja, Aku tak menyukai mereka pada tingkat dimana pemikiran naturalku itu seperti : "Aah~, pasti bagus kalau orang-orang ini menjadi tak bahagia. Kalau saja mereka akan jatuh dan kepalanya terbentur batu dan menjadi lumpuh esoknya atau sesuatu yang semacam itu." Tapi dari pada menghabiskan tenagaku untuk orang seperti mereka, Aku memiliki orang-orang yang lebih ingin kubunuh.

Singkatnya, itu adalah masalah prioritas.

Aku menhentikan lamunanku. Hal pertama yang harus kulakukan mengenai pengadaan dana perang.

Mengenai itu, Aku memiliki suatu rencana.

Kalung berat yang telah kucuri dari sang putri yang tersimpan dalam saku seragamku.

Meskipun jika fakta bahwa benda yang berasal dari keluarga kerajaan ini diabaikan, Kalung yang terbuat dari mithril, permata sihir yang berwarna-warni dan perangkat tambahan yang memberikan beberapa koreksi kecepatan pada pemiliknya, Nilainya masih bagus.

Jika ini terjual, akan ada kemungkinan mendapatkan dana yang cukup secepatnya.

Tentu saja, ini harus dijual dengan hati-hati.

Penampilanku sekarang terlihat tidak pantas dalam sudut pandang manapun. dan pada awalnya, tak ada tempat yang mau membeli benda ini atau suatu pasar dimana ini bisa dijual.

Dengan alasan itu, Aku tidak menuju toko yang orang-orang tempatkan yang menghadap jalan utama.

Sebaliknya, Ada Perkampungan kumuh yang terletak di sudut Ibukota kerajaan. Itu adalah tempat yang orang-orang mencurigakan pergi untuk mencari nafkah.

Aku ingat jika aku memasuki gang yang tepat dan maju ke arah yang sepi dan kotor, Aku akan muncul disebuah tempat dimana aku akan merasa heran jika itu adalah kota yang sama yang belum lama ini kulewati.

Retakan dan kerusakan dinding di rumah usang nan kotor ini menonjol, dan bau ta'i, kencing dan sampah ada dimana-mana seolah-olah menghina konsep dari kesehatan umum.

Orang-orang yang duduk dipinggir jalan memiliki mata cekung nan suram, atau sebaliknya ada yang matanya berkilat seolah-olah mereka melirik mangsa untuk diburu.

Tatapan mata yang mengawasi dan tatapan yang sedang menaksir terbagi menjadi setengah, dan tatapan mengejek yang bercampur sesekali pastilah pendatang baru dari perkampungan kumuh.

Perkampungan kumuh di kota adalah tempat dimana para amatir yang menilai hanya dengan penampilannya tak kan bisa hidup lama.

"Hey, Nii-chan dengan baju aneh, Kenapa kau ditempat ini sendirian?"

"...."

"Oto~, Nii-chan yang bernasib sial, Aku takut untuk mengatakannya padamu tapi kedua jalan yaitu depan dan belakangmu adalah jalan buntu sekarang. Jika kau ingin lewat, itu adalah hal yang lumrah kalau kau wajib membayar uang pajak, kan?"

Menyeringai dan tertawa, sekitar 5 atau 6 orang mengelilingiku.

"Aku selalu berfikir soal ini, tapi klise ini.. Tidak, Dari pada itu, Bukankah itu bagus karena percakapan menjadi lebih cepat."

Mau gimana lagi, Mereka pikir orang ini adalah target yang mudah setelah melihatku sendirian dengan penampilan ini. Tapi pada umumnya, untuk alasan apa geng seperti ini muncul saat pertama kali aku datang pada perkampungan kumuh manapun?

Aku tahu perkampungan kumuh disetiap kota yang aku sudah kenali dengan baik saat aku menjadi buronan, Aku tahu kalau mereka bervariasi tapi area belakang itu mudah digunakan. Jadi untuk tidak memanfaatkan perkampungan kumuh untuk kedua kalinya adalah sesuatu yang tak bisa kulakukan, meskipun aku merasa sedikit lelah memikirkan harus mengulangi klise ini disetiap kota.

Sejak di waktu kedua ini aku sendirian, Aku berfikir ini pasti akan terjadi, tapi untuk sejenis perkembangan seperti ini menjadi kejadian yang mendebarkan itu hanya terbatas pada waktu pertama kali atau paling banyak pada kedua kalinya.

Bertemu berulang kali hanya akan jadi membosankan.

Orang-orang didaerah kumuh disekitar wilayah ini pun pergi secepat mungkin karena takut terlibat. Seseorang hanya bisa hidup panjang di perkampungan kumuh dengan memiliki kecerdikan dan kekuatan.

"Aku tanya sekali lagi, Apa kalian musuhku?"

"Haa? Apa yang nih kampret satu ini baru saja katakan?"

"Dengar, jawab aku saja. Kalian bukan target khususku untuk belas dendam, jadi aku tidak peduli kalau kalian mau segera pergi karena merepotkan juga untuk membunuh kalian."

"Apa, Aku pikir kau bodoh atau apa untuk datang ke perkampungan kumuh sendirian, tapi kau sungguh hanyalah bajingan yang sombong? Dia tak mengerti kenyataan dari situasi ini, Bajingan ini bener-bener katak didalam tempurung!!"

Ketika pria botak dan berkulit kecoklatan yang kelihatannya seorang pemimpin tertawa terbahak-bahak, Pengikut mereka juga mulai membuat keributan bersama dengannya.

"Hey! Berikan semua barang berhargamu, kemudian aku tak kan membunuhmu. Aku cuma akan menjualmu sebagai budak!!"

"Oh begitu, jadi ini jawabanmu."

Sejak para penjahat ini serempak datang dan menyerangku, Aku melangkah terlebih dahulu dan dengan 【Fire Spider Leg Sword】, Aku memotong semua anggota gerak mereka dari bawah pergelangan kaki.

「Ga? GiyAAAAAAAaaaaa!?」

Tiba tiba kehilangan kedua ujung kaki mereka, seluruh kelompok dari penjahat ini, tanpa penopang dari tubuh mereka, roboh di tanah yang tak beraspal.

"A-Apa ini, Sakit, SAKIIIIIIIIIIT!!!"

"Guaaaaaaaaaa. Apa yang- GUGKAAAAA!!!!"

Karena aku benci berlumuran dengan darah korbanku, Aku menggunakan 【Fire Spider Leg Sword】 yang memproduksi temperatur tinggi dari pedang itu sendiri untuk memotong jadi luka terbakar seluruhnya dan darah tidak muncrat kemana-mana. Fitur lain dari pedang ini adalah untuk secepatnya memancarkan panasnya pada benda-benda yang pedang itu hubungi.

Seragam yang kupakai sekarang adalah apa yang kugunakan sebagai pakaian sehari-hariku dalam kali pertamaku. Meskipun sesegera mungkin setelah berangkat diperjalanan, Aku diserang oleh bandit malam dan berakhir menjadi compang-camping setelah mengusir mereka.

Perolehan pedangku dengan efek baju tambalan setelah aku ditinggalkan dan merasa murung adalah kenangan yang pahit.
(Note: ntah knapa saya sedikit bingung sama englishnya "My obtaining a sword with a cloth-mending effect after I was abandoned and feeling down were bitter memories.")

"Hm, kali ini itu berhasil, 「Status Open 」"

Menghiraukan teriakan para penjahat dibelakang, Aku memeriksa statusku.


Seperti yang kuduga, Aku bisa memperoleh skill 『Haste』. Aku pastinya memperoleh 『Night Vision』 saat aku melewati lorong bawah tanah.

Seperti yang namanya katakan, Skill 『Night Vision』 memungkinkanku untuk melihat dikegelapan dan skill 『Haste』 memungkinkanku untuk meningkatkan level agilityku untuk sementara dengan memberikan sihir ke arah kakiku.

Jujur saja, hanya saat aku memulai untuk kedua kalinya, dengan kata lain, beberapa jam yang lalu saat aku mencengkram leher sang putri, Aku juga menggunakannya saat aku mencoba melewati ksatria, Aku gagal dan merasakan akibatnya dikakiku.

Jika aku sukses, sebuah penurunan HP tak seharusnya telah terjadi, jadi aku mungkin belum memperoleh 『Haste』.

Meskipun Aku tidak memulihkan HP karena aku tidak istirahat, tapi MPku telah pulih setelah beberapa saat dan telah pulih sekitar 30% atau lebih, tapi semenjak 『Haste』 digunakan, 20% telah dihabiskan.

Akan sulit untuk melatih skill 『Haste』 ini dengan tingkat konsumsinya yang besar.

"Namun.."

Sejak sihirku tidak habis sekaligus, hal itu bukannya tidak terasa nyaman, tapi menurut naluriku, bahkan belum seperempat hari sejak waktu yang kedua ini dimulai.

Meskipun aku mengerti ini didalam kepalaku, Bagaimanapun, ketidakmampuan untuk menggunakan skill yang telah kuperlakukan sebagai perpanjangan dari kakiku sendiri adalah sebuah sensasi yang membuatku merasa tak terbiasa.

"Ah, Oi~ Jangan lari. Bukankah kau pemimpinnya?"

"GYAAAAAAAAAAaaa!!!"

Setelah kehilangan kakinya, dengan 【Fire Spider Leg Sword】 Aku memotong lengan dari penjahat yang mencoba untuk lari dengan merangkak.

"Guaaaaa, Panas, Sakiit, Guaaaa!!"

"Hmm, ini bagus, tidak membasahiku dengan semburan darah adalah poin tertinggi"

Sementara aku dengan santainya mengatakan ini, Aku mengamati pria yang masih menjerit-jerit sampai sekarang.

Tidak seperti saat dia dipotong, Pria yang lukanya terbakar sambil ditusuk menyemburkan air mata,ingus dan air liur karena rasa sakit ketika tubuhnya dibakar.

"Kalau aku tak membuat bola api, sebagian besar sihirku tidak akan terkonsumsi, mata pisaunya tidak panjang jadi mudah digunakan, selain itu kehilangan darahnya juga sedikit jadi dia tak kan mati semudah itu. Sampai sekarang, Aku hanya menggunakannya pada tingkat pembuatan batu bara. tapi dengan ini, pedang ini adalah spirit sword yang mudah digunakan"

"Mo, mon, monster..."

"Ah, AAaaaAA…."

Saat aku tertawa dalam semangat yang tinggi. Para penjahat itu terdiam dan mengompol dengan wajah menggerikannya.

"Ah.. Pemandangan yang kotor. Berbeda untuk mereka sih, Tapi, bahkan saat aku melihat ekspresimu, kau tahu"
(Note: Kata2 ini juga bikin kagok "Aa, it’s a filthy picture. It’s different for them, but even when I see those expressions of yours, you know.")

Masih, target balas dendamku adalah orang yang mengkhianatiku secara langsung dimasa lampau.

Meskipun jika aku memusnahkan orang-orang ini, Aku sama sekali tidak senang.

"Oh apapun deh, sampai nanti"

Sambil mengatakan hal itu, Aku memasukkan sihir ke dalam 【Fire Spider Leg Sword】 dan tanpa ragu memotong leher mereka.

Dengan satu ayunan pedang, bau daging yang terbakar menyebar dan suara tetesan menggema.

"Baiklah, Kurasa sudah waktunya untuk pergi ya?"

Menggerutu pada diriku dengan gaya yang seperti itu, apa yang tertinggal dibelakang adalah tubuh-tubuh yang kehilangan bagian bawah kaki dan diatas leher mereka, tak diketahui siapa pemilik kaki-kaki itu, dan juga wajah-wajah yang memiliki ekspresi ngeri dengan luka bakar sampai mereka hangus seperti arang.

loading...