Friday, 14 October 2016

Nidome no Yuusha Chapter 5 Bahasa Indonesia


Translator: Alice
Editor: An-chan & Exicore
Proofreader: Ise-kun

Chapter 5: Hero Membuka Kembali Luka Lama 

------------------------------
Chapter ini berisi kekerasan, gore atau bahasa yang tidak sesuai dengan anak-anak dibawah umur. Tidak disarankan untuk anak dibawah umur 18 untuk membaca ini. Anda telah diperingatkan
------------------------------

Ketika aku selesai menulis surat itu, itu membuatku dalam mood yang bagus, seperti diberi sebuah bintang emas, seakan-akan semua orang di dalam ruangan ini telah menghilang.

Putri itu merintih dalam penderitaan karena anggota badannya yang hancur. Namun, Aku tak berhenti memberikan lebih banyak rasa sakit sampai dia tak bisa menahannya dan pingsan untuk sementara.

Sama seperti sang Putri, para Ksatria mengerang kesakita karena jumlah rasa sakit yang ekstrim, dan tak lama kemudian, jumlah orang yang tak bisa menahan rasa peningkatan rasa sakit semakin bertambah, dan hendak meninggalkan kesadaran mereka. Hasilnya, Mereka merasa seperti kepala mereka terlihat melayang dan mata mereka terlihat seperti ikan mati. Entah mereka pingsan atau tidak, erangan mereka yang tadinya menggema telah mereda.

"Ara? Perasaan ini, sudah lama aku tak merasakannya"

Setelah menyelesaikan pekerjaanku, Aku bangun dan menyadari kalau penglihatanku memburam. Itu adalah bukti kalau MPku sudah terkuras habis.

Sambil menulis kata-kata dengan 【Fire Spider Leg Sword】, Aku memulihkan HP Alesia dengan 【Verdant Green Crystal Sword】  jadi dia tak kan mati. Meskipun 【Fire Spider Leg Sword】 hampir tidak menggunakan MP, Penyembuhan dari 【Verdant Green Crystal Sword】  menggunakan MP dalam jumlah sedang.

「Status Open.」

Ukei Kaito | 17 Tahun | Laki-laki
HP:531/545 MP:347/412
Level: 1
Strength: 224
Stamina: 324
Endurance: 545
Agility: 587
Magic Power: 117
Magic Resistance: 497
Inherent Skills: 「Spirit Sword▽」 「Language Comprehension」
Skills: 『Punch Lv1』 『Magic Manipulation Lv1』『Sky Walk Lv1』
Kondisi: Prima

Melalui hal ini aku tahu, MP milikku menurun sebesar 20%. Seperti yang kuduga, penggunaan berlebihan dari Spirit Sword terlihat dalam status saat ini.

Jika aku tidak memiliki skill recovery(pemulihan) dan consumption reduction(pengurangan pemakaian) lagi, aku tak bisa bertarung seperti sebelumnya. Haruskah aku menaikkan levelku di masa depan saja atau melakukannya sekarang?

"Hmm.. Err.. Baiklah, kelihatannya sudah waktunya untuk pergi?"

Karena aku sudah selesai dengan urusanku di sini, untuk Sekarang aku akan menyelinap keluar kastil dan pergi ke kota terdekat, kemudian aku akan bersiap-siap untuk meninggalkan kota.

"...Tak ada gunanya, kau tak bisa lari dari kastil ini."

"Eh dia sudah sadar?"

"Lebih dari 500 Ksatria ditempatkan di Kastil ini. Kau akan disiksa sampai mati"

Dengan cedera dan skill recovery(pemulihan) yang diberikan secara terus menerus, indranya dilumpuhkan untuk sementara. Suara Putri Alesia telah menjadi serak dengan rasa sakit.

Karena tatapan matanya memiliki kekuatan untuk merendahkanku, aku sadar kalau kebencian darinya kembali lagi.

Sudah kuduga, apakah memang sifatnya putri untuk memiliki tekad yang seperti itu bahkan saat aku sudah menyiksanya sebanyak itu? dia juga masih linglung, Setengah dari hal itu mungkin cuma keberanian palsu, tapi jika dia diberi waktu untuk benar-benar pulih, aku bisa lebih bersenang-senang. Aku berada dalam mood yang bagus.

Putri Alesia yang melihatku saat aku merenung dalam diam, berteriak padaku saat dia pikir dia lebih unggul.

"Faktanya kau orang barbar dari dunia lain terlalu percaya diri. Ee~, Aku tak akan melepaskanmu dengan mudah. Aku akan membunuhmu dengan cara yang berkali-kali lipat lebih menyakitkan dan memalukan dari pada yang kuderita ini!"

Tatapannya penuh dengan kilatan panas kebencian.

Inilah yang kuinginkan. Tatapan yang hanya bisa didapatkan setelah mengakui bahwa dia telah dihancurkan.

Tatapan yang membuatnya sadar bahwa itu mungkin untuk menekan rasa sakit, aib dan rasa malu itu.

Namun...

"Yah~, Kalau kau tidak menangis, bersujud dan memohon maaf, maka aku tak bisa membantumu. Sejak orang-orang sepertimu, Seorang hero juga dapat berguna, maka jika kau bersumpah di depan rakyat kami sebagai Hero yang mulia, akankah kau menghormati sumpahmu dan bersumpah untuk terus loyal?"

Sigh~, dasar anak manja, aku direndahkan seolah-olah dia yakin kalau dia unggul dengan tatapan mata dan kata-kata itu.

Aku menatap sang putri, dan bagiku.

"HAAAaaaAAAAAAhhh~………"

Dari lubuk hatiku, Aku benar-benar kecewa. Aku menghela nafas jengkel yang panjang.

Sebelumnya, aku naif dan mudah ditipu, dan itu membuatku sedih dan depresi.

Aku tak bermaksud melakukannya, tapi meskipun jika aku menangis, setia padanya dan memohon maaf, tetap percuma saja. Dia hanya ingin memastikan kekuasaannya dengan melihat sosok menyedihkanku. Dan setelah itu, setelah dia memperalatku, aku bisa melihatnya dengan mudah bahwa dia penuh dengan keinginan untuk membunuhku di akhir penyiksaanku.

Heroine yang mudah ditangani atau juga bisa disebut sebagai Choroin-san, dan diriku yang dulu, yang terlihat seperti seorang super Choroin-san dapat dengan mudah ditipu oleh putri ini.
(PR Note: Choroin=Heroine yang kelihatannya susah untuk ditaklukan tapi sebenarnya sangat mudah)

Dan juga, rasa sakit sebanyak ini masih tidaklah memuaskan rasa hausku sama sekali untuk balas dendam.

Meskipun dia telah berfikir untuk 'memperalatku', aku masih tak akan puas hanya dengan membunuhnya. Kalau seperti itu, maka aku tidak akan pernah puas.

Setelah ditimbang-timbang dia memang berguna, namun, jika aku tak membunuh orang-orang ini setelah mereka merendahkanku dan yang lain seperti orang ini yang ingin menginjak-injakku, Sepenuhnya dengan tanganku sendiri, keinginanku untuk balas dendam pasti tak akan terpuaskan.

Aku memiliki dendam terhadap beberapa orang, dan agar mencapai pembalasan dendam yang memuaskan, itu akan butuh banyak tenaga dan waktu hanya dengan satu orang sekarang.

(Yah, bukankah itu bagus, aku bisa menikmati pembalasan dendam ini selama apapun yang kubisa!!)

Membayangkan saat-saat itu, Aku tak sengaja tersenyum.

"Ap-Apa apaan reaksi itu! kalau kau pikir aku berbohong soal ksatria.."

"Cih, aku sama sekali tak berfikir kalau itu bohong. Pemanggilan Hero adalah sebuah rahasia dan harus dijaga, jadi sesuai dengan yang diperintahkan, Ada lapisan barier penahan suara, barier sihir, dan barier fisik yang disiapkan, jadi sampai pemanggilan Hero ini sukses, tak akan ada Ksatria dari luar memasuki bangunan ini."

"Kenapa kau!?"

"Itu karena aku pernah mendengarnya sekali sebelumnya~........"

Sementara sang putri dengan bodohnya menatapku sambil terkejut, Aku teringat cerita yang kudengar saat aku pertama kali dipanggil ke sini.

"Uhh, Jadi yah.. Aku akan pergi."

Lilin-lilin yang diletakkan di pilar-pilar dalam persiapan untuk pemanggilan, dan aku melemparnya kesamping.

Kemudian, salah satu trotoar berbatu di ujung tempat pemanggilan bergetar dan terbuka, yang mana dari sana muncul sebuah tangga menuju ke lorong bawah tanah.

"T-tak ada satupun tau tentang lorong tersembunyi itu kecuali Keturunan langsung dari Keluarga kerajaan, namun Kenapa!!?"

"Karena aku pernah mendengarnya sebelumnya, ah bukan, itu karena pengetahuan ku luas~"

Untuk menipuku, Putri alesia juga menyiapkan lingkaran sihir teleportasi di bawah pemanggilan untuk menjebakku. Putri alesia juga memberitahuku jalan rahasia ini.

"Berbahaya, Aku lupa tempat ini berbahaya"

Mungkin karena aku bisa memuaskan sedikit pembalasan dendamku di awalnya, aku pastinya telah hampir melupakan mengenai tempat ini.

Saat aku berjalan dengan cepat, ksatria yang berada di dekat mengerang saat dia menggelinding seperti sebuah benda di lantai.

"Awalnya, Aku akan menghancurkanmu dengan tangan kosongku. Namun, seseorang mengajarkanku sebuah metode yang berharga untuk menghancurkan tenggorokan yang bagus itu ke sudut ini. Aku penasaran jika itu mungkin untuk dilakukan? Meskipun menggunakan MP tak kan dapat diandalkan jika itu hanya 【Fire Spider Leg Sword】.. Maka Aku mungkin bisa mengaturnya.~"

Seperti yang kukatakan, saat aku menciptakan Bola Api seukuran dengan bola ping pong di ujung pedang, Aku membuangnya kedalam mulut ksatria dan membuatnya meledak.

"¢£%#&□△◆■!?"

Karena tak perlu baginya untuk mati, kekuatan diperkecil sampai ke batasnya, tapi tak ada teriakan dari ksatria, sejak mulut dan lehernya terbakar oleh api secara langsung.

"Uuups Keren~"

Saat aku melakukan hal yang sama pada ksatria lain secara berturut-turut, saat ini bahkan mustahil bagi ksatria untuk mengerang.

"Yang terakhir adalah kau, Alesia. Karena akan butuh waktu cukup lama sampai kita bertemu lagi, Apa kau memiliki sesuatu yang ingin kau katakan?"

"..............., Namamu, Beri tahu aku namamu."

"Nah~ setelah ini sih, seharusnya tak ada alasan untuk mencoba menyembunyikan namaku. Sejak namaku tertulis... disurat"

Woosh~ , Bola api pun dilempar kedalam mulut sang putri.

"Aku dipanggil sebagai The Resurgent Nemesis~(Musuh yang Bangkit Kembali)"

"Mu~~~!!"

Dengan cara apapun, Putri alesia berusaha untuk tidak menunjukkan kelemahannya dan menahan rasa sakit tanpa mengeluarkan suara.

Seluruh jarinya telah kusingkirkan dan tak bisa digunakan. Leher itu tak akan pulih untuk sementara, dan ini seharusnya cukup untuk mengulur waktu.

"Ah~ dan kemudian untuk ini, Aku akan menerimanya. untuk menebus segala hal yang telah kau lakukan. Dana pasukan ini..."

Aku merampas kalung yang tergantung di lehernya sang putri. Kalau aku tidak salah, semenjak ini terhubung dengan keluarga kerajaan yang terhormat, aku tak akan berada dalam masalah jika aku menukarnya dengan uang.

Putri Alesia masih melotot kearahku dengan mata yang samar. Menyiksa mangsa itu terasa menyenangkan.

Akhirnya, Ketika senyuman manis melayang di wajahku. Aku menuruni lorong bawah tanah sendirian dengan satu lirikan ke belakang, merasa senang mengenai peristiwa yang terjadi hari ini.

......................................................

Saat aku memijakkan kakiku ke lorong bawah tanah, aku teringat sesuatu beberapa saat yang lalu, dan kepalaku mulai terasa dingin.

Sebagai hasilnya, Aku merasa kegelisahan yang berasal dari sebuah luka lama yang terbuka.

Tak sengaja aku menghela nafas, kemudian aku pun mengeluarkan kata-kata di benakku.

"Aku seharusnya berfikir lebih hati-hati mengenai apa namaku.. ku AHHHH, APA DAH THE RESURGENT NEMESIS ITU!! dan terlebih lagi, itu bukan sesuatu yang kuinginkan!!"

Aku menggali luka lamaku sendiri dengan nama yang Chuunibyou dan sampai aku tiba di pintu keluar, aku berakhir menahan sebuah sensasi dimana tubuhku ingin menggeliat dalam penderitaan.

################
(TLnote:Chuunibyou adalah sindrom yang dapat membuat pengidapnya mengkhayal seakan-akan memiliki sesuatu yang luar biasa . Bahkan bisa sampai merasa memiliki kekuatan supranatural didalam dirinya . Chuunibyou (中二病), kasarnya berarti “penyakit/sindrom/gejala kelas dua SMP”.) 

loading...