Saturday, 1 October 2016

Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 1 Bahasa Indonesia


 Chapter 1

Part 1

Workshop Nomor: 360, Area Berpendudukan, Gerbang Terluar Nomor: 2105380, Little Garden.

"Apa pemanggilannya berjalan dengan baik, Kuro Usagi?" (Jin)

"Sepertinya begitu, Jin-bocchan" (Usagi)

Jawab Kuro Usagi sambil mengangkat bahunya seakan sedang bercanda. Dia memiliki telinga kelinci dan memiliki penampilan sekitaran umur 15-16 tahun. Pria kecil yang duduk di sampingnya menghela napasnya. Dia mengenakan jubah besar, yang sangat tidak cocok dengan tubuh kecilnya.

Kuro Usagi, wanita yang mengenakan rok pendek dan garter di kaki indahnya, menyentuh bibirnya dengan jari telunjuknya, dan mengasumsi pose imut dan berkata,

"Yah, kita hanya bisa menunggu dan melihat apa yang terjadi. Hal baik tidak akan terjadi kalau kita pesimis. Kita hanya bisa menekankan seberapa menyenangkannya tempat ini dilihat dari permukaan. Akan lebih mudah untuk mengakui di pertemuan pertama kalau 'Komunitas kami sedang berada dalam ambang kehancuran total!' tapi itu hanya akan membuat mereka segan untuk bergabung dengan kita." Kuro Usagi menjelaskan sambil menjatuhkan kedua tangannya di tengah-tengah penjelasan.

Anak yang mendengarkan penjelasannya, ekspresi wajahnya berubah dengan cepat, tapi pada akhirnya dia mengangguk setuju.

"Maaf sudah menyerahkan segalanya kepadamu, tapi bisakah aku meminta mu untuk menjemput mereka?" (Jin)

"Serahkan pada ku!" (Usagi)

Kuro Usagi tiba-tiba saja melompat dari kursinya.

Ketika dia menyentuh pintu workshop, Pria muda itu bicara padanya dengan nada khawatir.

"Apakah... Dengan kehadiran mereka... Bisa menyelamatkan komunitas kita?" (Jin)

"Ntah lah... tapi Host sudah menjanjikan satu hal." Katanya sambil memalingkan wajahnya ke arahnya lagi dengan cepat, membuat roknya berkibar seakan dia tersenyum nakal pada anak itu. "Gift yang mereka miliki adalah kelas tertinggi di antara umat manusia!"

Part 2

"Ginyaaaaaaaa! O-Ojou——!"

Terjatuh dari ketinggian 4000m di udara, mereka berempat menembus beberapa selaput air tipis yang sudah dipersiapkan di atas titik pendaratan, kemudian jatuh ke dalam danau kecil.

"Kya!!———" (Yo)

"Wa!———" (Asuka)

Mereka mendarat di dalam air dengan cipratan keras. Karena lapisan airnya sudah cukup memperlambat jatuhnya mereka, ketiganya mendarat dengan selamat, tapi kucing belacu yang terjatuh bersama Yo tidaklah seperti itu. Yo memeluk kucingnya dan mendorongnya ke permukaan dengan cepat.

"...Apa kamu tidak apa-apa?" (Yo)

"Ku kira aku akan mhuati...!"

Kucing itu tidak dapat berbicara dengan baik, tapi Yo bersyukur kucingnya baik-baik saja.

Di sisi lain, dua orang lainnya dengan cepat sampai di daratan sambil mengumpat kemana-mana.

"Su-sungguh sulit dipercaya! Bisa-bisanya mereka menarik ku tanpa mengatakan sepatah kata pun, udah itu, menjatuhkan ku dari langit 'lagi!" (Asuka)

"Aku juga sama, sialan! Bergantung pada situasinya, itu bisa saja langsung Game Over. Akan lebih baik untuk men-summon kami di dalam batu atau semacamnya setidaknya." (Izayoi)
(TL Note: Maksud 'situasi' ini adalah kalau misal mereka terjatuh ke tanah gitu)

"...Tapi kalau mereka melakukannya seperti itu, maka kita tidak akan bisa bergerak 'kan?" (Asuka)

"Tidak masalah buat ku sih." (Izayoi)

"Begitu ya. Egois juga dirimu." (Asuka)

Keduanya saling membalikan badannya dengan berkata "Hmpf", dan mulai memeras pakaiannya untuk mengeluarkan airnya. Dibelakangnya, Yo perlahan naik ke permukaan, mengikuti yang lainnya, dia mulai memeras keluar air di pakaiannya. Disampingnya, kucing belacu itu menggoyangkan seluruh tubuhnya, menyipratkan air kemana-mana.

Sembari mengeringkan pakaiannya, Yo bertanya,

"Dimana... ini?" (Yu)

"Ntah lah. Yah, disana ada sesuatu yang terlihat seperti ujung dunia, jadi mungkin kita ada di belakang kura-kura raksasa?" (Izayoi)
(Note: hmmn... semacam sarkas mungkin?)

Jawab Izayoi kepada pertanyaannya Yo.

Satu hal yang pasti, tempat ini adalah tempat yang sama sekali tidak mereka ketahui. Setelah Izayoi menganggap kalau pakaiannya sudah cukup kering, dia menyingkap rambut yang di ikat dan bertanya.

"Mungkin tidak ada salahnya, tapi hanya sekedar memastikan. Apa kau juga mendapatkan surat aneh?" (Izayoi)

"Iya aku dapet, tapi pertama-tama, jangan memanggilku seperti itu. Namaku Kudou Asuka. Ingat itu baik-baik mulai sekarang. Berikutnya, kau yang lagi memegang kucing, nama mu?" (Asuka)
(Note: Buat yang bingung kenapa Asuka marah, Izayoi memanggil mereka dengan sebutan "Omae wa" yang berkonotasi kasar)

"Kasukabe Yo. Situasi yang sama dengan kalian." (Yo)


"Begitu ya. Mohon kerja samanya mulai sekarang, Kasukabe-san. Terus, kau dengan penampilan bengis dan tidak bersahabat, siapa nama mu?" (Asuka)

"Wow, makasih atas pengenalan dirimu yang angkuh itu.  Aku - yang dengan penampilan bengis dan tidak bersahabat - seperti yang kau bilang tadi, Sakamaki Izayoi. Vulgar, brutal, dan hedonistik; semua yang aku butuhkan untuk menjadi orang yang tidak berguna, jadi tolong ikuti Aturan Penggunaan dan Petunjuk Takarannya ketika berinteraksi dengan ku, Ojou-sama." (Izayoi)

"Gitu ya. Kalau kau memberiku instruksi penanganan, akan kupikirkan tentang itu, Izayoi-kun." (Asuka)

"Haha, apa kau serius? Akan kubuatkan satu, jadi siap-siap aja, Ojou-sama." (Izayoi)

Sakamaki Izayoi tertawa dengan senangnya.

Kudou Asuka berpaling dengan angkuhnya.

Kasukabe Yo melihatnya seakan tidak peduli.

Mengamati mereka di balik bayang-bayang, Kuro Usagi sedang berpikir.

(Uwaa, mereka semua kelihatannya kayak anak bermasalah!)

Yah, dia memang memanggil mereka, tapi... dia benar-benar tidak dapat membayangkan mereka bisa bekerja sama. Dia menghela napas murung.

Izayoi mulai merasa jengkel.

"Jadi, memang sudah jelas kalau kita ini dipanggil, tapi kenapa tidak ada seorang pun disini? Di situasi semacam ini, bukankah harusnya ada seseorang yang akan menjelaskan mengenai 'Little Garden' yang tertulis di surat undangan itu?" (Izayoi)

"Tepat sekali. Tanpa adanya penjelasan, tidak begitu banyak berarti untuk meninggalkan tempat ini." (Asuka)

"...Aku ragu kalau terlalu tenang di situasi semacam ini juga adalah yang terbaik." (Yo)

(Tepat sekali!), Kuro Usagi menjawabnya diam-diam.

Kalau saja mereka mau panik sedikit, akan lebih mudah lompat dan menghampiri mereka, tapi kalau mereka setenang ini, susah untuk mencari timing yang bagus.

(Yah, percuma memikirkan hal ini terus. Aku harus segera melakukan sesuatu sebelum situasinya bertambah aneh.)

Mendengar mereka mengungkapkan ketidaksenangannya, Kuro Usagi hampir keringat dingin, tapi dia tetap akan melakukannya.

Tiba-tiba, Izayoi mengambil napas dalam-dalam dan smabil menghembuskan napas, dia berkata

"Sepertinya tidak ada pilihan lain selain bertanya kepada seseorang yang lagi ngendap-ngendap disana." (Izayoi)

Di balik bayang-bayang, jantung Kuro Usagi terkejut yang seakan-akan di genggam oleh seseorang. Mata mereka mengarah ke tempat Kuro Usagi sedang bersembunyi.

"Oh, kau menyadarinya juga?" (Asuka)

"Tentu saja. Aku tidak terkalahkan kalau masalah petak umpet." (Izayoi)

"Kalau dia yang sedang berdiri berlawanan dengan arah mata angin, aku mengetahuinya meskipun aku tidak ingin." (Yo)

"Ooh, kau juga menarik." (Izayoi)

Kata Izayoi sembari tertawa, tapi matanya tidak terlihat senang.

Sebagai balasan atas keadaan yang tidak masuk akal yang sedang mereka alami, mereka mengarahkan tatapan dingin dan mengancam kepada Kuro Usagi. Ini membuatnya (Kuro Usagi) jadi bimbang untuk sesaat.

"Ka-kalian bertiga, kalau kalian melihat ku dengan tatapan seperti serigala, aku bisa mati. Ee..., Ee... Sejak dulu, kesepian dan serigala itu musuh alaminya kelinci. Jadi demi kesehatan jantung lemahnya Kuro Usagi, aku sangat senang kalau kalian mau mendengarkan ku baik-baik." (Usagi)

"Nggak mau!" (Izayoi)

"Ditolak." (Asuka)

"Aku menolaknya" (Yo)

"Ahaha, langsung bilang nggak tanpa ragu..." (Usagi)

Kata Kuro Usagi yang berdiri disana merasa kalah, masih mengamati ketiganya dengan sungguh-sungguh.

(Mereka punya keberanian, itu bagus. Untuk bisa mengatakan TIDAK di situasi seperti ini itu cukup sesuatu. Yah, susah diatur itu memang salah satu kekurangan mereka.)

Kuro Usagi bertindak seperti dia sedang main-main, tapi dia sebenarnya sedang berpikir tenang tentang bagaiman untuk berinteraksi dengan mereka bertiga.

Tanpa diduga, Kasukabe Yo muncul di sampingnya dan menggenggam salah satu telingnya Kuro Usagi.

"Ei?" (Yo)

"Fugya!" (Usagi)

Dan menariknya dengan kekuatan penuh.

"Tu-tunggu sebentar! Kalau cuma sentuh-sentuh sih aku akan membiarkan kalian melakukannya tanpa berkata apa pun, tapi aku tidak menyangka kau mau menarik telinga tercintanya Kuro Usagi di pertemuan pertama kita! Apa yang kau pikirkan!?" (Usagi)

"Karena penasaran." (Yo)

"Tetap aja gak boleh!" (Usagi)

"Ooh, telinga kelinci ini beneran 'toh?" (Izayoi)

Kali ini Izayoi yang menarik telinga kanan nya Kuro Usagi.

"...Oh baiklah, kalau begitu aku juga." (Asuka)

"Tu-tunggu sebent-" (Usagi)

Kali ini Asuka juga melakukan hal yang sama di telinga kirinya Kuro Usagi. Telinganya ditarik-tarik dari kedua sisi secara serentak dan teriakan tidak jelasnya bisa terdengar dari jarak yang cukup jauh.

Part 3

"...Su-sulit dipercaya. Bisa-bisanya memerlukan satu jam buat kalian agar mau mendengarkan ku... Pasti begini rasanya menjadi guru dengan kelas penuh dengan anak bermasalah." (Usagi)

"Cepat mulai aja napa njelasinnya." (Izayoi)

Akhirnya berhasil membuat mereka mau mendengarkannya, Kuro Usagi hampir mau menangis dilihat dari matanya. Mereka bertiga duduk didepannya dan mengalihkan perhatian mereka kepadanya.

Kuro Usagi menengankan diri, berdehem, membentangkan tangannya, dan mulai bicara.

"Kalian bertiga, apa tidak apa-apa untuk memulainya? Akan kumulai! Beneran akan kumulai 'lho! Selamat datang di dunia Little Garden. Kami memanggil kalian untuk memberikan hak khusus untuk mengambil bagian dalam Gift Game, yang dimana hanya mereka yang memiliki Gift saja yang dapat mengikutinya." (Usagi)

"Gift Game?"

"Yap! Kalian mungkin sudah menyadarinya, tapi kalian bukanlah manusia normal. Kemampuan-kemampuan luar biasa yang kalian miliki itu adalah karunia yang diberikan macam-macam dewa, iblis, roh, dan bintang. Gift Game merupakan event bagi mereka yang memiliki Gift untuk bersaing satu sama lain. Dan terakhir, Little Garden merupakan sebuah dunia, yang diciptakan semata-mata untuk tujuan mereka yang memiliki Gift kuat agar dapat tinggal dan menikmati didalamnya." (Usagi)

Kuro Usagi menekankan daya tarik dari Little Garden.

Asuka mengangkat tangannya yang menandakan dia ingin bertanya.

"Akan kumulai dengan pertanyaan dasar kalau berkenan. Pertama-tama, siapa "mereka" yang kau maksud itu?" (Asuka)

"Ya! Pemilik Gift yang dipanggil dari dunia lain harus bergabung dengan salah satu dari banyak komunitas di Little Garden untuk dapat berkembang." (Usagi)

"Tidak mungkin." (Asuka)

"Kalian harus bergabung dengan salah satunya! Terlebih lagi, pemenang dari Gift Game akan mendapatkan hadiah yang dipersiapkan oleh Host. Sistemnya benar-benar simpel." (Usagi)

"Siapa itu Host?" (Yo)

"Host bisa siapa saja. Itu adalah Game yang dijalankan oleh dewa yang memiliki terlalu banyak waktu luang, dengan tujuan untuk menguji makhluk hidup, dan ada juga yang teroganisir sendiri oleh macam-macam komunitas sehingga mereka dapat mendemonstrasikan superioritas mereka. Yang membedakan, biasanya tidak ada batasan siapa saja yang dapat berpartisipasi. Tapi, seperti yang diharapkan dari para dewa, game-game tersebut dapat menjadi brutal dan terlampau sulit, dengan tidak ada jaminan dapat bertahan hidup. Meskipun begitu, hadiahnya luar biasa. Tergantung pada siapa Host-nya, tapi ada kemungkinan kalian bisa mendapatkan Gift baru. Yang kedua, kalian perlu menyiapkan sesuatu yang dapat digunakan sebagai Chip untuk ditukarkan menjadi hak untuk berpartisipasi. Aturannya, jika semua partisipan kalah, semua Chip akan dimiliki oleh Host Community." (Usagi)

"Yang kedua itu masih belum jelas. Apa yang bisa digunakan sebagai Chip?" (Yo)

"Bisa banyak hal. Uang, barang, tanah, hak, kehormatan, seseorang... Dan sangat mungkin untuk mempertaruhkan Gift itu sendiri. Jika kalian mendapatkan talenta baru dari seseorang, mengambil bagian ke level Gift Game yang lebih tinggi pun dapat dilakukan. Akan tetapi, umumnya kalau kalian kalah dalam Gift Game dengan Gift kalian sebagai taruhannya, kalian juga akan kehilangan kemampuan kalian." (Usagi)

Ada bayang-bayang gelap dibalik senyum menawannya Kuro Usagi. Senyumnya dapat dianggap sebagai provokasi, jadi Asuka menanyakan pertanyaan berikutnya dengan nada yang sama.

"Begitu ya. Kalau begitu apakah tidak apa untuk menanyakan satu pertanyaan terakhir?" (Asuka)

"Silahkan, silahkan♪" (Usagi)

"Bagaimana cara seseorang untuk memulai Game itu sendiri?" (Asuka)

"Kalau kami mengecualikan Game diantara komunitas, maka yang kalian semua harus lakukan adalah mendaftar sebelum deadline batas akhir registrasi setia Gift Game. Kawasan perbelanjaan dan toko-toko menyelenggarakan Gift Game skala kecil, yang dimana kalian dapat mengikutinya kalau mau." (Usagi)

Asuka mengangkat alis-nya setelah mendengar kata-kata Kuro Usagi.

"Kalau begitu, apa benar kalau Gift Game ini adalah aturan itu sendiri di dunia ini?" (Asuka)

"Oh?" Kuro Usagi terkejut.

"Fufun. Kau cepat mengerti juga rupanya. Tapi sayangnya itu cuman 80% saja yang benar, 20%nya salah. Mencuri dan merampok dilarang di dunia kami juga dan pertukaran barang menggunakan alat pembayaran  juga digunakan disini. Kejahatan yang dilakukan oleh penggunaan Gift itu mustahi! Para kriminal akan dihukum sepenuhnya! Biarpun begitu, hakikat dari Gift Game adalah kebalikannya! Disana, pihak pemenang akan mendapat segalanya. Sangat mungkin untuk mengambil barang dagangan tanpa harus membayar kalau kalian bisa menyelesaikan ketentuan menang yang ditentukan oleh toko contohnya." (Usagi)

"Begitu ya. Ntah kenapa rasanya kejam sekali." (Asuka)

"Cukup benar, tapi Host menanggung semua tanggung jawab terhadap Gift Game nya sendiri. Dengan kata lain, mereka yang pengecut, yang tidak ingin apa yang menjadi miliknya diambil tidak seharusnya mengambil bagisan dalam event seperti itu." (Usagi)

Sepertinya Kuro Usagi telah menyelesaikan dasar-dasarnya, dan sekarang dia mengeluarkan amplop surat yang tersegel.

"Nah, karena aku yang sudah meminta pemanggilan kalian ke dunia ini. Aku yang bertugas untuk menjawab semua pertanyaan yang mungkin kalian miliki mengenai dunia Little Garden. Akan tetapi, akan terlalu memakan banyak waktu untuk menjelaskan semuanya saat ini, dan sebagai kandidat sekutu, kami tidak dapat menghindara untuk mengekspos kalian ke dunia luar dalam jangka waktu yang lama. Jadi, kalau kalian tidak berkenan, kita dapat melanjutkan perbincangan ini di komunitas kami." (Usagi)

"Tunggu sebentar! Aku masih belum menanyakan pertanyaan sama sekali." (Izayoi)

Izayoi yang hanya mendengarkan sampai saat ini, berdiri, menaikan suara kuatnya. Ketika Kuro Usagi menyadari senyuman yang ada di wajahnya menghilang, dia bertanya balik sambil bersiaga.

"...Apa pertanyaan mu? Mengenai aturannya? Mengenai game itu sendiri?" (Usagi)

"Itu bukanlah masalah. Aku tidak peduli mengenai itu, Kuro Usagi. Bahkan meskipun kau mejelaskan semua aturannya, tidak akan ada bedanya. Itu adalah tugas revolusioner untuk mengganti aturan dunia, bukan pemain. Satu-satunya hal yang ingin aku tanyakan adalah... mengenai surat yang kami dapat." (Izayoi)

Izayoi mengalihkan pandangannya dari Kuro Usagi ke dua orang lainnya, kemudian ke kota yang diselimuti oleh kain putih yang sangat besar.

Dia hanya menanyakan satu hal dengan tatapan yang merendahkan segalanya.

"Apa dunia ini... menyenangkan?" (Izayoi)

"..."

Dua orang lainnya menunggu jawabannya dalam diam. Di surat yang mereka terima, tertulis seperti: "Tinggalkanlah teman kalian, barang-barang milik kalian, dunia kalian, dan datanglah ke Little Garden kami."

Pertanyaan terpenting mereka saat ini adalah apakah ada atau tidaknya kompensansi yang sesuai dengan apa yang mereka korbankan.

"...IYA! Gift Game adalah permainan iblis bagi mereka yang sudah melewati batas umat manusia. Dunia Little Garden jauh jauh lebih menyenangkan dibandingkan dengan dunia-dunia yang lainnya, aku sendiri yang menjaminnya!♪" (Usagi)

loading...