Thursday, 6 October 2016

Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 2 Part 1 Bahasa Indonesia


Translator: Exicore & Ise-kun

Chapter 2

 Part Satu

Little Garden, Gerbang Luar nomor 2105380, Peribed Avenue, di depan Air mancur Alun-Alun kota.

Sekelompok anak kecil bermain-main didepan tangga menuju bagian dalam Little Garden.

“Jin~ Jin~ Jin~! Kenapa Kuro Usa-neechan belum kembali juga?” (Bocah 1)
[XTLNote: Saya tidak menerjemahkan bagian “Kuro Usa-neechan” karena itu merupakan nama panggilan.]

“Kita sudah menunggu selama 2 jam! Aku capek…” (Bocah 2)

Sekelompok anak-anak itu mulai menyuarakan ketidakpuasan mereka, melihat hal itu Jin hanya bisa tersenyum pahit dan berkata:

“… Sepertinya memang begitu. Kalau begitu kalian semua boleh pulang. Aku akan menunggu sekutu baru kita disini.” (Jin)

Jin, bocah dengan karakter yang unik – rambut keriting dan jubah yang kebesaran – menyuruh anak-anak yang berkumpul disekitarnya untuk pergi dan pulang duluan.

“Kalau begitu kami akan pulang~. Memang sulit menjadi seorang pemimpin, tapi tetaplah semangat Jin~!” (Bocah 1)

“Kalau memang tidak apa untuk pulang, seharusnya kamu bilang dari awal! Kakiku sudah terasa seperti batang kayu.” (Bocah 2)
[XTLNote: Sebuah idiom, secara literal berarti kakinya keram, kaku, atau mati rasa.]

“Aku lapar. Apakah tidak apa untuk makan makan malam tanpamu?”

“Tidak apa. Tapi jangan begadang walaupun kami tidak kembali tepat waktu!”

Anak-anak itu mulai berjalan pulang.

Jin kemudian duduk di tangga batu

Untuk menghabiskan waktunya saat dia sedang sendiri, dia mengalihkan pandangannnya ke orang-orang yang melewati gerbang.

(Aku dengar negara yang dibuat diluar Little Garden menjadi lebih aktif akhir-akhir ini, tapi karena Peribed Avenue menghadap ke arah [Ujung dari Dunia] maka tidak banyak hal yang terjadi.)

Di Little Garden, kata [Negara] sering digunakan saat membicarakan komunitas yang sangat besasr.

Memang benar ada [Ujung dari Dunia] dari dunia Little Garden, tapi nyatanya luas permukaan Little Garden, mampu menyamai matahari.

Tidak mungkin sumber daya alam dan tanah subur yang banyak seperti itu hanya akan tinggal tidak tersentuh.

Orang-orang yang berbakat berkumpul dan membuat negara, tapi di saat yang sama banyak orang yang tidak punya bakat dan mulai hidup di luar kota tertutup Little Garden.

Ras seperti Dragonkin, Demonkin, Hewan Mistis dan para Roh semuanya punya tempat tinggal yang berukuran sangat besar di luar Little Garden.

Orang dengan Gift bisa mendapatkan kekuatan di kota di luar Little Garden, kemudian menggunakan kekuatan yang baru saja mereka dapatkan untuk sekali lagi berpartisipasi dalam Gift Game di dalam Little Garden.

(Jika orang dari dunia lain ternyata tidak berguna, kami mungkin harus meninggalkan Little Garden dan hidup di luar.)

Jin menempatkan semua harapan dan ekspektasinya pada sekutu-sekutu baru mereka. Itu karena Komunitas yang lemah tidak bisa menyelenggarakan Gift Game sebagai Host dan juga tidak bisa berpartisipasi serta menang dalam Gift Game.

Jatuh ke titik dimana mereka tidak bisa lagi menopang diri mereka sendiri. Itu artinya Komunitas itu sudah hancur.

Untuk saat ini, untuk suatu alasan tertentu anggota Komunitas Jin – kecuali Kuro Usagi – semuanya berada di bawah umurnya.

Meninggalkan tanah yang mereka tinggali sejak mereka lahir dan pergi menuju perjalanan tanpa tujuan adalah sesuatu yang ingin dia hindari bagaimanapun caranya.

“Jin-bocchan! Aku membawa orang-orang baru~!” (Usagi)
[XTLNote: Sekali lagi itu adalah nama panggilan.]

Jin mengangkat kepalanya, Kuro Usagi dan dua orang wanita muda lainnya berjalan di jalanan menuju Gerbang Terluar.

“Selamat datang kembali Kuro Usagi. Apakah dua orang ini?” (Jin)

“Yap benar! Tiga orang ini…” (Usagi)

Kuro Usagi tiba-tiba menggerakkan kepalanya untuk melihat sekitarnya, kemudian dengan segera terdiam di tempat.

“… E, apa? Bukannya ada satu orang lagi? Seorang lelaki dengan mata yang terlihat jahat, cara berbicara yang buruk dan mengeluarkan aura 'Aku adalah anak nakal' dari seluruh tubuhnya.” (Usagi)

“Ah, Izayoi-kun? Dia bilang ‘Aku akan pergi melihat ujung dunia dan segera kembali!’ kemudian berlari ke arah sana.” (Asuka)

Ke arah sana.

Di tempat yang dia tunjuk bisa dilihat tebing curam setinggi 4000m di udara.

Berdiri terkejut di tengah jalan, Kuro Usagi mulai melakukan introgasi dengan telinga yang terlihat terganggu.

“Kenapa kalian tidak menghentikannya!?” (Usagi)

“Karena dia bilang, 'Jangan hentikan aku'.” (Asuka)

“Kalau begitu kenapa kalian tidak memberitahu Kuro Usagi!?” (Usagi)

“Karena dia bilang, 'Jangan kasih tahu Kuro Usagi tentang ini'.” (Yo)

“Bohong. Kalian pasti bohong. Kalian berdua pasti berpikir terlalu hal itu terlalu menyusahkan, benar kan?" (Usagi)

““Un.””

Kuro Usagi jatuh berlutut.

Dia sangat cemburu dengan dirinya beberapa jam yang lalu, saat dia masih antusias dengan kedatangan orang baru yang memiliki Gift.

Kenyataan bahwa ternyata mereka adalah anak nakal, pasti ada batas dalam mengusik harapan seseorang.
Sebaliknya Jin mulai pucat dan berteriak.

“I-ini gawat! Di [Ujung dari Dunia] ada banyak Hewan Mistis yang berkeliaran untuk bermain Gift Game.” (Jin)

“Hewan Mistis?”

“Y-ya. Istilah ini digunakan untuk hewan yang memiliki Gift, khusus di dekat [Ujung dari Dunia] ada beberapa yang memiliki Gift yang kuat. Saat kau bertemu dengan mereka berakhir sudah, tidak ada manusia yang bisa melawan mereka!” (Jin)

“Oh, sangat disayangkan. Apakah dia sudah Game Over?” (Asuka)

“Game Over bahkan sebelum Game-nya dimulai? ... Wow.” (Yo)

“Ini bukanlah waktu untuk bercanda!” (Jin)

Jin dengan putus asa mencoba untuk menunjukkan betapa seriusnya situasi saat ini, tapi dua orang itu hanya mengangkat bahunya setelah diceramahi.

Kuro Usagi kemudian berdiri dan mengeluarkan nafas panjang.

“Haa, … Jin-bocchan. Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya, tapi apakah tidak apa bila saya menyerahkan dua orang ini kepadamu?” (Usagi)

“Tidak apa. Jadi apa yang akan kau lakukan Kuro Usagi?” (Jin)

“Kuro Usagi akan menangkap anak nakal itu, dan saat aku sedang melakukannya, aku akan membuat dia menyesali perbuatannya karena sudah meremehkanku, orang yang dipanggil [Bangsawan Little Garden]!” (Usagi)

Kuro Usagi pulih dari keputusasaannya dan mulai mengeluarkan aura kemarahan dari seluruh tubuhnya, merubah warna rambutnya dari biru terang ke warna merah muda.

Membidik ke Gerbang Terluar, dia melompat tinggi ke udara dan berlari dengan cepat dengan bantuan ukiran patung yang ada di sisi gerbang, kemudian menggantung di salah satu pilar gerbang sehingga dia berdiri secara horizontal dan berkata.

“Kami akan kembali sebentar lagi! Kalian berdua puaskan saja diri kalian dan jelajahi Little Garden sedikit!” (Usagi)

Rambut merah muda miliknya berkibar saat dia meluncur dari pilar gerbang, meninggalkan retakan disana. Kuro Usagi melompat menjauh dengan kekuatan penuh, berlari dengan cepat seperti peluru, dia menghilang dari penghilatan dengan cepat.

Sambil tetap memegangi rambutnya agar tidak bertiup karena angin yang kencang, Kudou Asuka bergumam.

“… Kelinci di Little Garden bisa melompat cukup cepat. Patut dipuji.” (Asuka)

“Mereka adalah bagian dari keluarga Pencipta Little Garden. Dia tidak hanya kuat, tapi juga memiliki banyak Gift dan autoritas spesial karena berasal dari keluarga bangsawan. Selama dia tidak menghadapi Hewan Mistis yang sangat kuat, dia seharusnya baik-baik saja, mungkin…” (Jin)

Asuka mersepon dengan “Oh” yang terkesan tidak perduli, kemudian berbalik ke arah Jin yang terlihat khawatir dan berkata.

“Yah, Kuro Usagi berkata kita sebaiknya pergi dan berjalan-jalan, jadi mari kita terima tawaran itu dan masuk ke dalam Little Garden. Apakah kau akan menemani kami?” (Asuka)

“Eh, ah, tentu saja. Aku adalah Jin Russel, pemimpin komunitas ini. Aku baru berusia 11 tahun dan masih belum berpengalaman, tapi mari berusaha tetap akur mulai sekarang. Dan nama kalian...?” (Jin)

“Namaku Kudou Asuka, dan yang memegang kucing adalah,”

“Kasukabe Yo.”

Setelah memperkenalkan diri mereka Jin, Asuka dan Yo membungkuk berurutan.

“Kalau begitu mari menuju bagian dalam Little Garden. Mari lihat… Bagaiman kalau kita berbicara sambil menikmati makanan?” (Asuka)

Asuka mengambil tangan Jin dan mulai berjalan melewati Gerbang terluar dengan senyum ceria.

Part 2

Little Garden, Gerbang Luar nomor: 2105380, Tembok Dalam

Mereka berempat, Jin, Asuka, Yo dan kucing belacu tiba di sisi lain bawah tudung setelah melewati pintu masuk yang terbuat dari batu.

Kemudian, mereka berempat disambut oleh teriknya sinar matahari.

Mereka melihat bangunan-bangunan besar di sepanjang mata mereka memandang dan tudung yang menyelimuti kota.

"O-Ojou! Meskipun kita seharusnya memasuki kota yang diselimuti oleh tudung, kita bisa melihat mataharinya!"

"...Sepertinya begitu. Tapi kita tidak dapat melihat Little Garden dari luar." (Yo)

Dari ketinggian, mereka tidak dapat melihat jalanan-jalanan dan bangunan-bangunan yang ada dibawah tudung kota.

Meskipun begitu, sekarang matahari dapat terlihat di langit dari dalam kota.

Melihat ke kota dengan bangunan-bangunan yang menjorok ke langit, mereka memiringkan kepalanya karena bingung.

"Tudung yang menutupi Little Garden menjadi tembus pandang jika dilihat dari dalam. Tudung tersebut dibentuk untuk melindungi spesies-spesies yang lemah terhadap sinar matahari langsung." (Jin)

Sembari menatap langit biru, Asuka mengangkat alis-nya dan berkata dengan nada ironis.

"Cerita yang menarik. Apa vampir ada di kota ini?" (Asuka)

"Yah... ada 'kok." (Jin)

"...Begitu ya..." (Asuka)

Ekspresi Asuka menjadi campur aduk.

Dia tidak tahu seperti apa kehidupan vampir yang sebenarnya itu, tapi dia tidak berpikir mereka akan hidup di kota yang sama dengan orang-orang.

Kucing belacu itu meluncur ke bawah dari tangannya Yo dan mulai mengaggumi air mancur di Alun-alun Kota.

"Tetap saja... Udara disini terasa sangat berbeda dibandingkan oemukiman-pemukiman manusia yang aku tau. Sangat jelas kalau udara disini seperti udara di pegunungan dalam setelah kabut pagi. Lihat! Pahatan di air mancur itu benar-benar dibuat dengan baik! Kalau ayahnya Ojou melihatnya, dia pasti akan sangat senang."

"Iya, aku setuju." (Yo)

"Oh, apa kau mengatakan sesuatu tadi?" (Asuka)

"...Tidak." (Yo)

Yo membalasnya dengan nada yang sangat-sangat berbeda dibandingkan cara bicara dia yang lembut dengan kucing belacu.

Asuka tidak memperdulikan tingkah laku anehnya Yo, malahan, dia mengalihkan pandangannya ke alun-alun air mancur yang ramai itu.

Di dekat air mancur, ada banyak kafe pinggiran yang elegan dan stylish.

"Apa ada yang kau rekomendasikan?" (Asuka)

"A-aku mohon maaf. Aku meninggalkan aransemennya kepada Kuro Usagi... SIlahkan pilih apapun yang kalian suka." (Jin)

"Oh, murah hati juga dirimu ini." (Asuka)

Akhirnya mereka pun duduk di sebuah cafe yang membawa bendera 'Six Scars'. Dari dalam toko, wanita muda bertelinga kucing dengan cepat muncul untuk mengambil pesanan mereka.

"Selamat datang! Mau pesan apa?" (Pelayan)

"Apa ya... Dua teh hitam dan segelas teh hijau. Untuk makanan ringannya... ini... dan itu." (Asuka)

"Dan satu nekomanma!"
(TL Note: Nekomanma, sejenis makanan kucing)

"Ya ya. Jadi tiga set teh dan nekomanma." (Pelayan)

Hm...? Asuka dan Jin memiringkan kepalanya dalam kebingungan. Tapi yang lebih terkejut disini adalah Kasukabe Yo. Dengan matanya yang seperti mendapatkan pengalaman yang diluar akal sehatnya, dia bertanya ke pelayan itu.

"Kau bisa mengerti apa yang kucing belacu ini katakan?" (Yo)

"Tentu saja aku mengerti~, aku kan termasuk ras kucing.  Pria ini memiliki bulu yang sangat menawan untuk seumurannya, jadi akan ku beri kalian sedikit pelayanan tambahan~" (Pelayan)

"Telinga mu juga sangat cantik dan memiliki ekor yang bagus, Nee-chan. Kalau ada kesempatan, aku akan datang lagi kemari."

"Oh tuan, gombalan mu manis banget♪" (Pelayan)

Wanita muda bertelinga kucing itu kembali ke dalam toko, menggoyangkan ekornya ke depan-belakang di perjalanan.

Setelah melihatnya kembali ke dalam toko, Yo mulai mengelus kucing belacunya dengan senyum senang.

"...Little Garden tempat yang menarik, kan kucing belacu? Disini ada seseorang yang mengerti apa yang kamu ucapkan selain diriku." (Yo)

"Aku juga senang, Ojou."

"Be-bentar bentar. Mungkinkah kau bisa bicara dengan kucing?" Tanya Asuka dengan suara bingung yang tidak seperti biasanya.

Menjawabnya, Yo mengangguk sedikit.

Jin juga merasa tertarik dan mulai menanyainya beberapa pertanyaan.

"Apa kau bisa berkomunikasi dengan spesies-spesies lainnya, tidak hanya kucing?" (Jin)

"Bisa. Selama itu hidup, maka aku bisa bicara dengannya." (Yo)

"Kedengarannya hebat. Berarti kau juga bahkan bisa berbicara dengan burung-burung liar yang terbang disekitar sini dong?" (Jin)

"Iya, aku mungkin... bisa. Satu-satunya burung yang pernah aku ajak bicara hanyalah burung pipit, bangau, dan burung elang..., tapi aku bisa bicara dengan pinguin, jadi seharusnya tidak ada masalah." (Yo)

"Pinguin!? (??)

"U-un. Aku pernah bertemu salah satunya di akuarium. Aku juga berteman dengan lumba-lumba." (Yo)

Seakan menyela Yo, Asuka dan Jin mengangkat suaranya. Mereka berdua terkejut oleh hal yang sama.

Ada banyak kesempatan untuk bisa bertemu dengan burung-burung liar, tapi untuk dia bisa memiliki kesempatan untuk berbicara dengan pinguin...

"Ta-tapi kalau memang mungkin untuk mu bisa berbicara dengan semua spesies, itu berarti Gift milik mu itu benar-benar menjanjikan. Di Little Garden ini, jurang untuk bisa mengerti dengan Hewan Mistik sangatlah lebar." (Jin)

"Apa iya?" (Asuka)

"Iya. Beberapa ras kucing dan mereka yang dimiliki oleh rumah tangga dewa, seperti kelinci, diberikan kemampuan untuk dapat berkomunikasi dengan ras lainnya, tapi Hewan Mistik adalah spesies yang berdiri sendiri. Sudah menjadi pengetahuan umum kalau kau tidak satu spesies atau memiliki Gift yang pantas, makan akan sangat sulit untuk bisa saling mengerti. Bahkan Kuro Usagi sendiri yang merupakan bagian dari rumah tangga pendiri Little Garden masih tidak bisa berkomunikasi dengan tiap spesies." (Jin)

"Begitu ya... Kasukabe-san memiliki kemampuan yang luar biasa, aku sedikit iri." (Asuka)

Sambil tersenyum, Yo menggaruk-garuk wajahnya gugup. Sebaliknya, Asuka membisikan dengan suara dan ekspresi sayu. Yo dan Asuka baru bertemu beberapa jam yang lalu untuk pertama kalinya, tapi Yo bisa tahu kalau ekspresi Asuka saat ini tidaklah seperti dia.

"Kudou-san--" (Yo)

"Panggil saja aku Asuka. Senang bertemu dengan mu lagi." (Asuka)

"Ah, ok. Kemampuan seperti apa yang kau punya, Asuka?" (Yo)

"Punya ku? Kekuatan ku... yah, cukup memuakan. Karena--" (Asuka)

"Oyaa? Siapa lagi kalau bukan pemimpin Komunitas 'John Doe' yang tidak signifikan dari Blok Timur, Jin-kun itu sendiri. Kuro Usagi tidak disini untuk mem-babysit mu hari ini?" (??)

Suara yang tidak sopan dan munafik memanggil Jin.

Dibelakangnya ada pria aneh, bertinggi lebih dari 2 meter dan berpakaian tuksedo warna-warni. Sayangnya, sangat disayangkan, pria aneh itu adalah seseorang yang Jin kenal.

Jin menjawab dengan wajah masam.

"Komunitas kami disebut 'No Name', Galdo Gasper dari 'Fores Garo'." (Jin)

"Diam kau tak bernama. Ku dengar kau memanggil talenta-talenta baru. Sangat mengejutkan sebagaimana kau masih bisa menahan Komunitas mu bersama-sama di kondisi semengerikan itu dengan harga diri yang hilang bersamaan dengan [Nama] dan [Emblem]... Bukankah kalian juga berpendapat begitu, Nona-nona sekalian?" (Galdo)

Pria besar yang bernama Galdo dengan pakaian tuksedo warna-warni duduk di kursi kosong yang ada di meja mereka. Asuka dan Yo tersenyum padanya dengan sopan, tapi di saat yang bersamaan mereka menanggapi tingkah kasarnya dengan sikap dingin.

"Maafkan aku, tapi kalau kau ingin duduk bersama dengan kami, bisakah kau memperkenalkan dirimu sendiri sebelum memulai percakapan?" (Asuka)

"Oops, maafkan aku. Aku berafiliasi dengan Komunitas yang disebut '666 Beast' yang terletak di Esilon Atas Little Garden." (Galdo)

"Gerombolan yang tidak tertib" (Jin)

"Aku pemimpin dari -- Hei, tunggu sebentar!! Apa maksudmu gerombolan tidak tertib itu, kecebong anyut!!" (Galdo)

Setelah mendengar kata-katanya Jin, Galdo menaikan suaranya, dan di saat yang bersamaan wajahnya berubah drastis. Mulutnya terbuka hingga hampir mendekati bagian bawah telinganya, dan taring yang seperti pemangsa dan mata yang terbuka lebarnya mengarah ke Jin dengan kebencian yang kuat.

"Jaga mulut mu, nak. Aku memang dikenal sebagai seorang gentleman, tapi ada beberapa hal yang bahkan tidak bisa ku anggap aku tidak mendengarnya." (Galdo)

"Kau yang disaat seorang guardian hutan, kau akan bisa bertindak dengan baik kepada kami. Tapi sekarang, kau hanyalah terlihat seperti binatang yang meletakan sampah di lingkungan Gerbang Luar nomor 2105380." (Jin)

"Ha-, kau tidak ada bedanya dengan hantu yang melekat pada masa-masa jaya mu. Apa kau bahkan mengerti situasi seperti apa yang sedang dialami Komunitas mu itu?" (Galdo)

"Oke, tolong berhenti." (Asuka)

Asuka mengangkat tangannya untuk menyela pertengkaran mereka.

"Aku tidak mengerti situasinya, tapi aku bisa melihat dengan jelas kalau hubungan kalian berdua sedang dalam kondisi yang buruk. Aku ingin menanyakan beberapa pertanyaan yang terbesit dalam pikiranku." (Asuka)

Asuka mengirim tatapan dingin. Akan tetapi, target tatapannya bukanlah Galdo Gasper, tapi-

"Nee~ Jin-kun. Maukah kau menjelaskan ke kami apa yang Galdo-san maksud dengan yang sedang dialami oleh Komunitas kami saat ini?" (Asuka)

"I-itu..." (Jin)

Jin kehilangan kata-kata. Saat itu, dia menyadari dia sudah membuat kesalahan besar. Itu adalah tentang apa yang dia dan Kuro Usagi ingin sembunyikan.

Asuka tidak melewatkan ekspresi bermasalahnya, dan menekannya untuk segera menjawab.

"Kau memperkenalkan diri sebagai pemimpin Komunitas ini. Kalau begitu, seperti Kuro Usagi. Harusnya sudah menjadi tugas mu untuk menjelaskan ke rekan-rekan barumu ini apa itu Komunitas. Apa aku salah?" (Asuka)

Suara yang ditanyakannya itu pelan, tapi pertanyaannya menusuk Jin bagaikan pisau tajam.

Melihat skene tersebut, Galdo Gasper mengembalikan wajah yang seperti hewannya ke wujud manusia, kemudian dia berkata dengan lemah lembut dan tersenyum dengan maksud tersembunyi di dalamnya.

"Nona, seperti yang kau bilang tadi. Menjelaskan aturan-aturan mengenai dunia Little Garden ke rekan-rekan yang baru saja disummon adalah pekerjaan alamiah. Tapi tentu saja dia tidak akan mau. Jika kau mau mengijinkan ku, pemimpin 'Fores Garo', aku akan menjelaskan secara objektif seberapa pentingnya Komunitas itu dan situasi yang sedang dialami Komunitas 'No Name', yang kecebong anyut- Maksud ku yang Jin Russel pimpin ini." (Galdo)

Asuka sekali lagi melihat ke arah Jin dengan tatapan curiga. Jin masih tetap duduk disana dengan matanya yang melihat ke bawah dalam diam.

"Silahkan. Tolong jelaskan semuanya." (Asuka)

"Dengan senang hati. Pertama-tama, Komunitas dalam istilah umum, digunakan untuk tujuan pengorganisasian yang didirikan oleh beberapa individu. Bentuknya berbeda diantara spesies-spesies. Manusia menggunakan kata Keluarga, Organisasi, dan Negara sebagai rujukannya sementara Hewan Mistik menyebutnya [Gerombolan]." (Galdo)

"Aku sudah tau kalau yang seperti itu." (Asuka)

"Ya, hanya memastikan. Untuk Komunitas agar dapat aktif di Little Garden memerlukan yang namanya [Nama] dan [Emblem]. Tapi yang paling penting adalah [Emblem] karena digunakan untuk mengindikasikan wilayah sebuah Komunitas. Toko ini juga memiliki bendera besar yang berkibar di atas sini. Toko itu juga ada." (Galdo)

Galdo menunjuk bendera bergambar 'Six Scars' yang menggantung dari di atap kafe jalanan.

"Emblem itu, bergambar enam luka, menandakan kalau toko ini berada dalam wilayah Komunitas yang mengelolanya. Kalau kau ingin memperluas Komunitas mu, maka kau bisa mempertaruhkan [Emblem] mu ke Komunitas lain dalam [Gift Game] yang kalian berdua setujui. Faktanya, aku memperluas Komunitas ku menggunakan cara yang sama juga." (Galdo)

Galdo Gasper menunjuk dengan sombongnya ke [Emblem]nya yang terukir di tuxedo warna-warninya.

Emblemnya memiliki corak loreng harimau. Yo dan Asuka melihat ke sekitar alun-alun dan mendapati toko-toko dan bangunan-bangunan didekorasi dengan corak yang sama.

"Kalau corak itu menandakan wilayah sebuah Komunitas... Berarti benar dong untuk mengasumsikan kalau hampir seluruh wilayah ini dibawah kendali mu?" (Asuka)

"Benar sekali. Sayangnya markas Komunitas yang mengelola toko ini berlokasi di Blok Selatan, jadi kami tidak bisa memulai pergerakan, tapi semua sisa Komunitas aktif kelas menengah disekitar Gerbang Luar nomor 2105380 berada dibawah aturan ku. Sisa yang diluar kendaliku adalah mereka yang dengan markas di Blok yang berbeda atau berada di level yang lebih tinggi,... Dan juga mereka yang bahkan tidak pantas untuk diambil alhi". Tawa Galdo secara sarkas.

Jin masih menggenggam jubahnya erat-erat dengan mata yang melihat ke bawah.

"Nah sekarang, sekarang adalah masalah yang sedang melanda Komunitas kalian, nona-nona sekalian. Jujur saja... Komunitas kalian adalah Komunitas terhebat di Blok Timur sampai beberapa tahun yang lalu." (Galdo)

"Hoh, diluar dugaan juga." (Asuka)

"Meskipun pemimpinnya orang yang berbeda saat itu, tapi dia pria yang luar biasa, jauh lebih superior dari Jin-kun ini. Score mereka dalam Gift Game adalah yang terbaik diantara umat manusia, mereka adalah Komunitas terkuat di sini, di Blok Timur, katanya." (Galdo)

Setelah itu, Galdo mulai bicara dengan nada bosan secara mendadak. Komunitas terhebat saat ini adalah Komunitasnya, jadi cerita ini pastinya tidak akan  membuatnya tertarik.

"Di Little Garden ini dibagi menjadi Blok Barat, Timur, Utara, dan Selatan, disamping Blok Timur, dia memiliki relasi yang dalam dengan inti Komunitas Blok Utara dan Selatan. Sungguh, aku mengatakan yang sebenarnya,... Meskipun aku membenci Jin, itu adalah benar-benar sesuatu. Dia mendapatkan persetujuan Hewan Mistik selatan dan Monster Pemakan Manusia Utara, bahkan memiliki koneksi dengan Eselon Atas Little Garden. Begitu hebat sehingga aku hampir mengaguminya... Yah, itu pemimpin yang sebelumnya lagian juga." (Galdo)

"..."

"Komunitasnya mendapatkan keagungan yang luar biasa diantara Komunitas-Komunitas manusia, tapi...! Mereka menarik perhatian seseorang yang tidak ingin kau jadikan musuh. Pada akhirnya, mereka dipaksa mengikuti Gift Game dan musnah dalam satu malam, oleh bencana terburuk Little Garden yang dikendalikan oleh Gift Game." (Galdo)

"Bencana?" (Asuka & Yo)

Asuka dan Yo secara serempak bertanya balik.

Rasanya seperti tidak masuk akal organisasi sebesar itu bisa dihancurkan oleh bencana alam biasa.

"Ini bukanlah kiasan, Gadis-gadis sekalian... Mereka adalah salah satu bencana terbesar dan terburuk di Little Garden... Mereka yang biasa disebut [Demon Lord]" (Galdo)

Part 3

"Mau pergi sejauh mana dia itu?" (Usagi)

Hampir setengah jam Kuro Usagi mencari-cari Sakamaki Izayoi.

Mungkin tidak lah terlihat jauh kalau dilihat dari ketinggian 4000 meter, tapi dari sungai tempat mereka terjatuh, [Ujung Dunia] sangatlah jauh. Karena kau harus melewati hutan terlebih dahulu untuk bisa sampai kesana, sangat diragukan seseorang bisa sampai kesana di percobaan pertamanya.

(Selain itu, area ini adalah salah satu dari Wilayah Game dewa tertentu. Kalau mereka sampai mengajaknya bicara untuk ikut berpartisipasi dalam Game...)

Persentasi keselamatannya akan semakin menurun sekarang.

Dia mulai mempercepat larinya, tapi ketika dia mendengar desahan mengerikan dari hutan disekitarnya, dia menghentikan lajunya.

"Kelinci" "Ada kelinci disini" "[Kelinci Bulan] di daerah terpencil!" "Seperti yang anak itu katakan" "Haruskah kita coba memperlambat dia?" "Menantangnya dalam Game?" "Terhadap [Kelinci Bulan]?" "Tapi menantangnya dengan apa?" "Kekuatan?" "Kepintaran?" "Atau bahkan keberanian?" "Mustahil, apapun itu, tidak ada kemungkinan kita bisa menang."

Kelinci disebut-sebut sebagai [Keturunan Bangsawan Little Garden], mereka adalah ras terpandang. Selain jumlahnya yang sedikit, mereka jarang keluar Little Garden.

Banyak roh-roh jahat daratan yang berkumpul ingin melihat-lihat pengunjung Kelinci yang di luar dugaan.

"Errr... Makhluk bijak hutan! Maaf tiba-tiba bertanya, tapi apa kalian melihat seseorang melewati hutan ini secara kebetulan? Apa kalian tidak keberatan untuk menunjukan jalannya?" (Usagi)

"..." "....." "....."

"Aku bisa mengantar mu kalau kau tidak keberatan, Kuro Usagi-Ojousan"

Dari semak-semak, suara samar-samar dan tapak kaki kuda dapat terdengar, sangat berbeda dari roh jahat disekitar. Pemilik suara itu adalah kuda berwarna biru keputihan dengan tanduk yang menjulur keluar dari atas kepala-- Tipe Hewan Mistik yang disebut Unicorn.

"I-ini individu yang cukup jarang terlihat! Komunitas 'One Horn' seharusnya masih rada ke selatan kalau aku ingat..." (Usagi)

"Aku bisa mengatakan hal yang sama kepadamu. Tanpa diduga bisa melihat Kelinci di timur Little Garden. Ku kira hanya mungkin ketika ada pertandingan resmi antar Komunitas-- ...Well, sebaiknya kita tidak usah membahas lebih jauh lagi urusan masing-masing. Kalau kau mencari seseorang yang sama dengan yang ada dipikiran ku, maka dia seharusnya ada di arah yang sama dengan yang sedang aku tuju. Sepertinya dia sedang menantang salah satu Master of the Forest, dengan kata lain Dewa Air."

"Uwaa" (Usagi)

Kuri Usagi terjatuh dengan lututnya dan terlihat dia akan pingsan kapan pun. Di sisi tebing curam yang disebut [Ujung Dunia] merupakan Air Terjun Agung dengan sungai yang sangat besar yang dinamakan Tritonis yang membagi dunia Little Garden menjadi 8 bagian.

Yang bersemayan di area itu hanyalah Naga atau Dewa Ular dari jenis Dewa Air.

"Kenapa... Beneran deh... Ada apa dengan anak bermasalah ini...!?" (Usagi)

"Tidak ada waktu untuk menangis sekarang. Kalau anak itu kenalan mu, maka kita harus cepat. Hanya yang terkuat saja yang dapat selamat dari Game di area Dewa Air. Kita masih sempat. Naiklah ke punggung ku."

"Iya, iya... Ap-apa?!" (Usagi)

Itu ketika Kuro Usagi sedang mencoba naik ke punggungnya Unicorn.

Tiba-tiba getaran mengguncang bumi di seluruh penjuru hutan.

Langsung melihat ke arah sungai, di jarak yang jauh dapat terlihat beberapa tiang air yang besar, salah satunya dapat dilihat dengan mata telanjang.

Kejadian seperti itu mustahil terjadi di regular Game.

"...Maaf kan aku. Tapi sepertinya akan lebih baik kalau aku pergi sendirian." (Usagi)

"Mu-... Aku tidak suka mengirim gadis kecil ke tempat berbahaya, tapi... Apa aku hanya akan jadi penghambat?"

"Iya. Kalau ada sesuatu yang terjadi, aku mungkin tidak akan bisa melindungi mu. Dan maafkan atas ketidaksopanan ku, tapi lari Kuro Usagi juga lebih cepat." (Usagi)

Unicorn itu mengambil beberapa langkah mundur dengan senyum pahit.

"Hati-hati. Sampaikan salam ku ke anak bermasalah itu juga."

Kuro Usagi mengangguk, kemudian mulai berlari ke arah sungai Tritoris dengan ekspresi gugup.

Figurnya menjadi sangat jauh hanya dalam kedipan mata. Berlari lebih cepat dari angin sambil menghindari pepohonan, dia muncul dari dalam hutan seperti sinar cahaya.

Beberapa saat setelah keluar dari hutan dan penglihatannya menjadi jelas, dia berdiri di atas tepi sungai yang besar.

"Harusnya ada disekitar sini..." (Usagi)

"Hm? Apa kau Kuro Usagi? Ada apa dengan warna rambut mu itu?" (Izayoi)

Suara dari anak bermasalah yang mengganggu itu dapat terdengar dari belakangnya.

Sepertinya Izayoi masih baik-baik saja.

Bersyukur... Bukanlah sesuatu yang dia rasakan saat ini. Setelah memaksakan sejauh ini, kesabaran Kuro Usagi sudah mencapai batasnya. Dia membalikan badannya dengan marah.

"Kemana kau mau pergi!?" (Usagi)

"Ke [Ujung Dunia]. Yah, nggak usah marah gitu lah." (Izayoi)

Senyum menjengkelkannya masih terlihat.

Sepertinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dia tidak terluka. Satu-satunya aspek yang berbeda darinya yang satu jam yang lalu adalah dia lebih basah dari saat mereka terjatuh dari langit.

"Meskipun begitu, harus kuakui, kau punya kaki yang cepat 'ya? Aku hanya sedang bermain-main, tapi tetap saja. Aku tidak menyangka kau bisa mengejarku secepat ini." (Izayoi)

"Mu..., Ya iya dong! Aku disebut sebagai [Keturunan Bangsawan Little Garden], seorang bangsawan ternama! Bisa-bisanya aku..." (Usagi)

Tunggu sebentar. Kuro Usagi memiringkan kepalanya keheranan.

(Aku... tidak bisa mengejarnya... lebih dari setengah jam?)

Hal ini sudah disebutkan beberapa kali, tapi dia adalah bagian dari rumah tangga Pendiri Little Garden.

Dia bergerak lebih cepat dari badai dan kekuatannya lebih kuat dari Dewa Perang kebanyakan. Coba pikir kembali, kenyataan kalau dia tidak menyadari dia menghilang, dan dia yang tidak bisa mengejarnya dalam setengah jam, menunjukan kalau kemampuan fisiknya tidak manusiawi.

"Yah lagipula, bagus lah kau tidak terluka. Aku dengar kau menerima tantangan Dewa Air dan itu benar-benar membuat ku takut..." (Usagi)

"Dewa Air?... Ahh, maksud mu yang itu?" (Izayoi)

Eh? Kuro Usagi membatu.

Izayoi menunjuk ke sesuatu yang terlihat panjang dan putih yang mengapung di sungai. Sebelum Kuro Usagi memahami apa itu sebenarnya, tubuh besar mengangkat leher bengkoknya dan mengatakan:

"Masih belum... Test nya masih belum berakhir, bocah sialan!" (??)


Apa yang Izayoi tunjuk adalah ular yang sangat besar dengan tinggi 10 meter. Dapat diketahui tanpa harus dikatakan. Tanpa diragukan lagi, dia adalah Dewa Air yang mengatur area ini.

"Ular Naga!... Bagaimana bisa kau membuatnya semarah ini, Izayoi-san?" (Usagi)

Izayoi menjelaskan situasinya dengan senyum lebar.

"Dia mulai ngebacot mengenai 'Pilih trial mu' atau sesuatu yang seperti merendahkan ku. Jadi aku mencoba apakah dia bisa men-test ku atau tidak. Tapi hasilnya, yah... Mengecewakan. (Izayoi)

"Bajingan... Jangan sok, kau manusia! Aku tidak akan dikalahkan oleh sesuatu yang semacam ini!" (Dewa air)

Ular Naga itu meraung dengan nada suara yang tinggi dan mata juga taringnya berkilauan. Tiang-tiang air terciptakan oleh udara kuat saat ini.

Melihat ke sekeliling, Kuro Usagi dapat mengasumsi kalau pohon-pohon yang berserakan disekitar yang dimana sudah terpintal dan terkoyak-kayik adalah hasil dari pertarungan mereka.

Kalau seseorang berada di situasi seperti ini, tubuh manusia tanpa diragukan lagi akan terkoyak-kayik menjadi ribuan potong tanpa ampun.

"Izayoi-san, cepat mundur!" (Usagi)

Kuro Usagi mencoba untuk melindunginya, tapi tatapan tajam Izayoi menghentikannya.

"Apa yang kau katakan ini? Yang harus mundur itu adalah kau, Kuro Usagi. Akulah yang mengajaknya bertarung dan dia menerimanya. Kalau kau mengganggu, akan kuhancurkan kau terlebih dahulu." (Izayoi)

Nada suaranya benar-benar serius. Kuro Usagi menggigit bibirnya, menyadari kalau tidak ada sesuatu yang dapat dia lakukan begitu Game sudah dimulai.

"Aku hargai semangat mu. Sebagai catatan, kalau kau bisa bertahan dengan serangan ini, aku akui kemenangan mu." (Dewa air)

"Jangan ngelantur. Pertarungan tidak bisa diakhir hanya dengan menentukan pemenangnya. Pertarungan akan berakhir jika yang kalah sudah jelas." (Izayoi)

Pemenangnya sudah jelas.

Mendengar suara kasarnya Izayoi, baik itu Kuro Usagi ataupun Dewa Ular itu kehilangan kata-kata.

"Phun,... Kata-kata itu akan menjadi kata-kata terakhir mu!" (Dewa air)

Menanggapi auman Dewa Ular, air dari sungai membentuk spiral ke atas. Tornado seperti pusaran air berputar-putar yang bahkan lebih tinggi dari Ular Naga itu.

Ada tiga tiang pusaran air. Semuanya meraum bagaikan makhluk hidup dan bergerak bagaikan ular.

Kekuatan yang bisa disebut sebagai badai keempat yang bahkan mampu menghancurkan seluruh lingkungan.

Kekuatan dari salah satu Gift [Ilahi].

"Izayoi-san!" teriak Kuro Usagi.

Tapi itu sudah terlambat.

Tiang pusaran air memakan tepi sungai, memutar dan menghacurkan pohon-pohon disekitar, dan membungkus tubuh Izayoi.

"...Haaa...Jangan sombong!" (Izayoi)

Itu adalah kejadian yang tak terduga. Serangan yang melebihi kekuatan dari badai itu. Di dalam badai yang menderu, Izayoi menepis badanya hanya dengan ayunan tangannya.

"Tidak mungkin!?" (Usagi)

"Mustahil!?" (Dewa air)

Suara mereka dipenuhi oleh keterkejutan. Kekuatan itu jauh melampau batas dari kemampuan manusia.

Dewa Ular menurunkan kewaspadaannya ketika serangan yang memakan seluruh kekuatannya ditepis dengan mudahnya, tapi Izayoi tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Dia mendarat ke tanah dengan tawa yang tak kenal ampun.

"Yah... Kau lumayan juga." (Izayoi)

Suara ledakan seperti tanah yang hancur dapat terdengar dari bawah kaki-nya. Izayoi melompat ke tubuh bagian atasnya dan memukul Dewa Ular itu dengan keras sehingga tubuhnya terpental ke atas, kemudian jatuh kembali ke sungai. Dampaknya menyebabkan airnya melupa, membanjiri hutan disekitar.

Izayoi kembali ke tepi sungai dan terlihat kesal.

"Sial. Aku jadi sering basah hari ini. Kuri Usagi, setidaknya kau yang akan membayar biaya membersihkannya, kan?" (Izayoi)

Kata-kata bercandanya Izayoi bahkan tidak sampai ke Kuro Usagi.

Di dalam kepalanya Kuro Usagi sedang kacau.

(Manusia... Mengalahkan Dewa? Dan hanya dengan kekuatan mentah? Hal seabsurd ini...!)
(TL Note: Kekuatan mentah itu seperti kekuatan fisik, yah anggep aja seperti itu)

Kemudian dia ingat kata-kata dari Host yang memberikan Gift untuk men-summon mereka.

"Mereka tanpa diragukan lagi... Pemilik Gift terkuat diantara umat manusia, Kuro Usagi."

Kuro Usagi saat itu yakin kalau kata-kata itu hanyalah hiburan saja.

Kata-kata itu dikatakan oleh orang yang terpercaya, tapi dia meragukan kebenarannya bahkan setelah dia menyerahkannya pada Jin.

(Sulit dipercaya... Tapi kalau dia benar-benar memiliki Gift sekuat itu...! Kebangkitan komunitas kami tidak lebih dari sebuah mimpi!)

Terhanyut dalam kesenangannya, dia merasakan detak jantungnya meningkat.

"Oi, ada apa dengan mu? Kalau kau tidak hati-hati, aku akan meremas dada mu atau kaki mu atau... semacam itulah." (Izayoi)

"Eh? Kyaa!" (Usagi)

Izayoi bergerak kebelakang Kuro Usagi dan menggunakan satu tangannya untuk sampai ke dada menggiurkannya dari bawah ketiaknya dan menggunakan tangan satunya lagi ke tempat diantara rok pendek dan kaos kaki garternya dan membuat gerakan menyentuh pahanya.

Kebahagiaan Kuro Usagi lenyap begitu saja dan berubah menjadi ketakutan dan dia langsung mendorong Izayoi jauh-jauh dan berteriak:

"Ap-, a-, a-, apa kau ini bodoh!? Kau mau menodai kesucian ku yang sudah aku jaga selama 200 tahun!?" (Usagi)

"Kesucian yang sudah kau jaga selama 200 tahun? Uwa, aku jadi mau menodainya 'deh." (Izayoi)

"Apa kau ini idiot?! Nggak, kau ini emang idiot!!!" (Usagi)

Dia merubah pertanyaannya ke pernyataan dengan maksud penghinaan.

Spesies Kelinci itu seperti seseorang yang disuatu tempat dikemas semua preferensi ke dalamnya, wajah cantik, polos, semangat juang. Karena itulah jumlah bajingan-bajingan yang menargetkannya sama seperti jumlah bintang di langit.

Sejauh ini tidak ada yang bisa cukup mendekatinya untuk menyentuhnya tanpa dia dapat bereaksi, apalagi membiarkan orang idiot - atau lebih tepatnya, mesumer - menggerakan tangannya dari ketiaknya ke dadanya, hampir menyentuhnya.

"Yah, tidak apa lah untuk sekarang. Ayo kita jaga kesenangan ini hingga masa depan kelak." (Izayoi)

"Be-begitu kah!?" (Usagi)

Rekrutan baru yang dinanti-nanti ini bisa menjadi musuh alaminya Kuro Usagi.
(TL Note: Karena kemesumannya)

Untuk beberapa saat, pandangannya menjauh dari matanya.

"Ng-ngomong-ngomong, apa yang akan kau lakukan dengan Dewa Ular-nya? Apa dia masih hidup?" (Usagi)

"Aku tidak akan sejauh itu sampai mengambil nyawanya. Menyenangkan bisa bertarung dengannya, tapi tidak ada senangnya juga dengan membunuhnya. Setelah melihat-lihat air terjun di [Ujung Dunia] ini, aku akan kembali ke Little Garden." (Izayoi)

"Kalau begitu, setidaknya ambil hadiahnya. Tidak peduli seperti apa detail game-nya, Izayoi-san lah pemenangnya. Dewa Ular juga tidak memiliki keluhan." (Usagi)

"Hm?" (Izayoi)

Izayoi melihatnya dengan ekspresi bingung. Kemudian Kuro Usagi menambahkan seakan dia baru ingat sesuatu.

"Ketika kau bertanding melawan dewa dalam Gift Game, normalnya kau akan memilih 3 metode dasar. Yang paling populer adalah [Kekuatan], [Pengetahuan], [Keberanian].  Ketika kau memilih kontes kekuatan, biasanya lawan yang pantas akan dipersiapkan, tapi kali ini kau mengalahkan dewa itu sendiri. Tanpa diragukan lagi kita akan mendapatkan sesuatu yang menakjubkan! Dengan ini, Komunitas Kuro Usagi akan lebih kuat lagi dari yang sekarang♪" (Usagi)

Kuro Usagi mendekakti Dewa itu dengan langkah seakan dia ingin menari.

Tapi Izayoi melihat Kuro Usagi seperti seakan tidak puas.

"..."

"Ad-ada apa ya Izayoi-san? Ekspresimu menakutkan. Apa aku tadi menyinggung mu?" (Usagi)

"...Nah. Apa yang kau katakan tadi itu benar. Pemenang mendapatkan sesuatu dari yang kalah, cara kerja Gift Game memang seperti itu. AKu tidak masalah dengan itu, tapi... Kuro Usagi..." (Izayoi)

Nada dan ekspresi main-mainnya Izayoi lenyap ntah kemana. Begitu juga dengan Kuro Usagi, ekspresinya menjadi tegang.

"Kau menyembunyikan sesuatu yang penting dari ku, kan? (Izayoi)

"...Apa yang kau bicarakan? Kalau tentang Little Garden aku kan sudah berjanji untuk menjawab semua pertanyaan mu nanti, begitu juga dengan segalanya mengenai Gift Game--" (Usagi)

"Bukan itu. Apa yang aku tanyakan adalah mengenai kalian,... tidak... aku akan menanyakan pertanyaan yang aku yakin aku sudah tau jawabannya. Kenapa kami semua begitu penting hingga kau memanggil kami?" (Izayoi)

Di permukaan, ekspresi Kuro Usagi masih belum berubah, tapi didalam dia merasakan gejolak batin yang intens.

Dan itu karena pertanyaan Izayoi adalah apa yang dia sangat ingin sembunyikan.

"Itu... seperti yang aku bilang tadi. Agar kalian bisa menikmati hidup disini dengan senang..." (Usagi)

"Aah, memang benar. Awalnya aku mengira hal itu adalah murni niat baik kalian, atau semacam jokes gitu. Aku mengalami kebosanan yang sangat mendalam dan dua orang lainnya juga pastinya mempunyai alasan yang kuat untuk datang ke Little Garden dilihat dari tidak adanya salah satu dari mereka yang protes. Jadi aku tidak begitu memperdulikan situasi mu saat itu, tapi... Bagi ku kau terlihat putus asa gitu." (Izayoi)

Itu adalah pertama kalinya Kuro Usagi menunjukan kesulitannya.

Matanya gemetaran dan melihatnya kembali seakan seperti Izayoi baru saja memukul di bagian yang terluka miliknya.

"Ini cuma firasat ku, tapi... Apakah Komunitas Kuro Usagi benar-benar lemah - atau karena situasi tertentu - pengunduran anggota, atau sesuatu yang semacam itu? Jadi kau memanggil kami untuk meningkatkan kekuatan. Kalau kupikir lagi, tindakan mu saat ini dan yang waktu saat kau marah ketika aku menolak untuk bergabung dengan Komunitas mu, semuanya cukup masuk akal... Jadi? Aku benar kan?" (Izayoi)

"...!"

Kuro Usagi mendecapkan lidahnya dengan pahit di pikirannya. Mendapati aib nya terbongkar saat ini benar-benar tidak mengenakan.

loading...