Sunday, 16 October 2016

Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 3 Bahasa Indonesia


Translator: Exicore
Editor: Ise-kun

Chapter 3

Part 1

Mereka bertemu di air mancur plaza saat matahari akan tenggelam dan, setelah mendengar apa yang terjadi, telinga kelinci Kuro Usagi berdiri tegak seperti biasanya karena amarah. Ceramah dan pertanyaan yang tidak ada habisnya terus berdatangan karena kejadian tersebut.

“B-bagaimana kau bisa bertemu dengan pemimpin dari ‘Fored Garo’ dan bahkan berurusan dengannnya dalam waktu sesingkat ini!?” “Terlebih lagi, Game-nya akan dimainkan besok!?” “Dan dilaksanakan di wilayah musuh!” “Kita tidak punya waktu ataupun uang untuk bersiap-siap!” “Memangnya apa yang kalian pikirkan!” “Apa kalian bertiga mendengarku!?” (Usagi)

“””Kami membuatnya marah. Sekarang kami sedang merenungi perbuatan kami.””” (Duo geblek)

“Diam!!!” (Usagi)

Kuro Usagi marah terhadap alasan yang sepertinya sudah dibuat sebelumnya, mungkin karena seseorang melaksanakannya.

Izayoi yang menonton hal itu dengan senyuman, menambahkan sesuatu.

“Tidak apa ‘kan. Mereka berurusan dengannya setelah berpikir akan konsekuensinya, jadi maafkan saja mereka.” (Izayoi)

“K-kau mungkin berpikir tidak masalah selama itu menarik, tapi apa yang kita dapatkan dari Game ini adalah kepuasan untuk diri sendiri, tau? Lihat [Geass Roll] ini.” (Usagi)

[Geass Roll] yang Kuro Usagi tunjukkan adalah Gift yang harus dimiliki untuk orang yang tidak memiliki Otoritas [Host Master] untuk menjadi [Host] dan melaksanakan Game.

Detail, peraturan, taruhan dan hadiah dari Game itu tertulis disana dan disegel dengan tanda tangan dari pemimpin [Komunitas] yang menjadi [Host]. Bagian hadiah yang Kuro Usagi perlihatkan bertuliskan hal ini.

[Bila Player menang, Host akan mengakui semua kesalahannya kepada Player dan, setelah ditindak lanjuti oleh hukum dari peraturan Little Garden, Komunitas Host akan dibubarkan.] --- Memang benar, hal itu hanya untuk memuaskan diri sendiri.

“Tapi jika kita membiarkan waktu berlalu, kita akan beresiko untuk kehilangan bukti yang mendukung tuduhan kita.” (Usagi)

Sebagai tambahan, taruhan Asuka dan yang lainnya adalah [Toleransi terhadap Kejahatan yang dilakukan Host]. Bukan hanya pada saat ini; Tapi mereka harus terus menutup mulut mereka untuk selamanya tentang masalah itu.

“Tapi seiring waktu berlalu, kejahatan mereka pasti akan terbongkar. Lagipula, anak-anak yang rapuh adalah… Yah,”

Kuro Usagi terdiam. Dia juga sudah mendengar tentang reputasi buruk [Fores Garo] tapi dia tidak menduga situasinya sebenarnya seburuk ini.

“Itu benar. Para sandera tidak lagi ada di dunia ini. Jika kita mengeluarkan hal tersebut, bukti pasti akan muncul. Tapi itu juga benar bahwa ini akan membutuhkan waktu. Dan kita tidak ingin berhenti sebelum berhasil menghukum sampah tu.”

Hukum dari Little Garden, pada akhirnya, hanya bisa diterapkan di dalam Little Garden. Di luar adalah tempat yang tidak memiliki hukum dimana banyak Komunitas Ras hidup dibawah hukum dan peraturan mereka masing-masing.

Jika dia lari kesana, maka dia tidak akan bisa lagi dihukum menggunakan hukum Little Garden. Tapi jika hal itu diwajibkan oleh [Geass Roll], mereka akan pasti bisa mengejar Galdo tidak perduli sejauh mana dia berlari menggunakan kekuatan dari [Geass].

“Ditambah lagi, Kuro Usagi. Aku tidak bisa mengijinkan orang seperti dia untuk dekat dengan kehidupan sehari-hariku karena masalah moral dan lainnya. Jika kita membiarkan dia lari sekarang, dia pasti akan datang dan mengganggu kita lagi.” (Asuka)

”Y, yah… Mungkin memang benar akan berbahaya bila kita membiarkan dia lari sekarang.” (Usagi)

“Aku juga tidak ingin Galdo lari. Penjahat seperti dia tidak boleh dibiarkan bebas.” (Jin)

Jin memperlihatkan bahwa dia memikirkan hal yang sama, dan Kuro Usagi mengangguk, karena telah berhasil diyakinkan.

“Haa~……. Kalian semua memang tidak bisa diharapkan. Yah, tidak masalah. Aku juga setuju kalau dia itu tidak boleh bebas. Untuk hal yang selevel dengan [Fores Garo], Izayoi-san sendirian bisa menghadapinya dengan mudah.” (Usagi)

Itu adalah penilaian yang jujur dari Kuro Usagi. Tapi Izayoi dan Asuka membuat ekspresi bingung dan,

“Apa maksudmu? Aku tidak akan ikut, tau?” (Izayoi)

“Tentu saja. Aku tidak akan membiarkanmu ikut.” (Asuka)

Mereka berdua mendengus. Kuro Usagi melihat ke arah mereka dalam kebingungan.

“A-apa maksudmu! Kalian berdua adalah rekan dari Komunitas yang sama, jadi kalian harus bekerja sama.” (Usagi)

“Bukan seperti itu, Kuro Usagi.” (Izayoi)

Izayoi memasang wajah serius saat dia menghentikan Kuro Usagi dengan tangan kanannya.

“Dengarkan baik-baik. Merekalah yang telah memulai perkelahian itu dan pihak lainnya menerimanya. Tidak sopan bagiku untuk ikut campur.” (Izayoi)

“Oh, jadi kau mengerti juga.” (Asuka)

“………. Ahh, sudahlah, terserah kalian saja.” (Usagi)

Telah dipermainkan sepanjang hari, Kuro Usagi sudah kelelahan dan kekurangan tenaga untuk membantah.

Itu adalah Game dimana mereka tidak akan kehilangan apapun jadi hasilnya tidaklah penting, gumamnya sembari melemaskan pundaknya.

Part 2

Kuro Usagi berdiri dari kursinya dan mengambil tunas pohon air yang ada disampingnya dengan hati-hati. Kuro Usagi berdeham dan membulatkan keyakinannya sebelum mulai berbicara.
(Editor Note: Maafkan yang chapter sebelumnya miss tramslate jadi “Anak Pohon”, yang benar adalah “Tunas)

“Sudah saatnya untuk pergi. Sebenarnya, kami sudah memesan tempat di restoran yang bagus dan juga mempersiapkan beberapa hal lain untuk menyambut kalian tapi………….. Karena ada insiden yang tidak diduga, maka hal-hal itu harus dibatalkan. Kami akan menyambut kalian dengan benar besok.” (Usagi)

“Tidak apa, kau tidak perlu memaksakan dirimu sendiri. Komunitas kita sudah dalam keadaan kritis, iya kan?” (Jin)

Kuro Usagi yang terkejut melihat ke arah Jin. Wajahnya yang terlihat seakan meminta maaf menunjukkan bahwa situasi mereka sudah diketahui. Warna merah dari rasa malu menjalar hingga telinga kelinci Kuro Usagi, Kuro Usagi kemudian menundukkan kepalanya karena malu.

“M, maafkan aku. Aku merasa bersalah menipu kalian semua tapi......... Kuro Usagi dan yang lainnya sudah benar-benar putus asa.” (Jin)

“Sudah kubilang tidak apa. Aku tidak peduli tentang kondisi dari sebuah grup. Bagaimana denganmu Kasukabe-san?” (Asuka)

Kuro Usagi melihat Yo dengan kecil hati. Yo menggeleng-gelngkan kepalanya seakan tak peduli.

“Aku juga tidak marah. Lagipula, aku tidak terlalu peduli seperti apa kondisi dari Komunitas……… Ah, tapi ada satu hal yang aku inginkan.” (Yo)

Terlihat seakan baru saja mengingat sesuatu, Yo mengatakan hal tersebut dengan ragu. Jin mencondongkan badannya dan berkata.

“Tolong jangan ragu. Kami akan melakukannya bila kami mampu, setidaknya itulah yang bisa kami lakukan” (Jin)

“I, itu bukanlah hal yang besar. Hanya saja aku………. Aku pikir itu akan bagus bila aku bisa makan tiga kali sehari, mandi dan memiliki tempat untuk tidur.” (Yo)

Ekspresi Jin membeku. Untuk mendapatkan air di Little Garen, seseorang harus membelinya atau mengambilnya dari sungai besar yang berjarak beberapa kilometer jauhnya. Ditempat dimana sangat sulit untuk mendapatkan air, mandi adalah hal yang mewah. Menduga hal itu, Yo dengan buru-buru ingin menarik kembali kata-katanya, tapi Kuro Usagi kemudian dengan senangnnya memperlihatkan Pohon Air yang ia pegang di tangannya.

“Kalau cuman itu, maka tidak apa! Izayoi-san mendapatkan tunas Pohon Air yang besar! Dengan ini, kita tidak perlu membeli air dan kita bisa menghidupkan kembali kanalnya.” (Usagi)

Wajahnya benar-benar berubah menjadi bercahaya. Asuka juga terlihat lega setelah mendengarkan hal iut.

“Di negaraku, air sangatlah berlimpah jadi aku bisa mandi setiap harinya, tapi setiap lokasi sangatlah berbeda. Aku dijatuhkan ke sebuah danau tanpa alasan hari ini, jadi aku sangat ingin mandi.” (Asuka)

“Aku setuju. Aku tidak ingin disambut seperti itu untuk kedua kalinya.” (Izayoi)

“Au……….. I, Itu apa boleh buat………” (Usagi)

Kuro Usagi di intimidasi oleh mata mereka bertiga yang terlihat seakan menyerangnnya. Jin tersenyum masam di sebelahnya.

“Ahaha………. Bagaimana kalau kita menuju markas Komunitas kita sekarang?” (Jin)

“Ah, Jin-bocchan, silahkan kembali duluan. Gamenya akan dilaksanakan besok, jadi aku ingin meminta [Thousand Eyes] memeriksa Gift semua orang terlebih dahulu. Dan juga ada beberapa hal yang harus diurus mengenai Pohon Air ini.” (Usagi)

“[Thousand Eyes]? Apa itu nama Komunitas?” (Izayoi)

“Iya. [Thousand Eyes] adalah sekumpulan komunitas yang mana masing-masing komunitas memilik macam-macam [Eye] khusus. Itu adalah komunitas dagang raksasa yang punya informasi mendalam mengenai setiap sudut dari Little Garden, baik Tingkat Atas ataupun Bawah. Untungnya, mereka memiliki sebuah cabang di dekat sini.” (Usagi)

“Apa maksudmu tentang memeriksa Gift?” (Asuka)

“Tentu saja, hal itu tentang mencari tahu kekuatan tersembunyi ataupun asal dari Gift tersebut. Jika kau mengerti kemampuanmu, kau bisa menggunakannya dengan lebih baik. Kalian semua penasaran dengan asal kekuatan kalian, kan?” (Usagi)

Mereka bertiga memperlihatkan ekspresi yang rumit saat merespon Kuro Usagi yang mencari persetujuan. Setiap dari mereka punya pemikiran sendiri tapi tidak ada yang menolaknya, jadi Kuro Usagi, Izayoi, Asuka, dan Yo pergi ke toko cabang [Thousand Eyes].

Di perjalanan, Izayoi, Asuka dan Yo melihat ke arah pemandangan kota dengan ketertarikan yang luar biasa.

Jalanan Pelibed, yang mana mengarah ke toko tersebut, dibuat dari batu dan ditumbuhi oleh pohon disampingnya yang mana memiliki banyak kuntum bunga berwarna merah muda dan daun baru yang akan tumbuh.

Melihat ke arah pohon yang berbaris di samping jalanan yang diterangi oleh cahaya senja dan lampu kota, Asuka berkata dalam kekaguman.

“Bunga sakura yang mekar……… Atau bukan? Daun bunganya berbeda dan mereka tidak seharusnya mekar di pertengahan musim panas.” (Asuka)

“Tidak, ini masih awal dari musim panas. Tidak aneh bila masih ada beberapa bunga sakura yang mekar.” (Usagi)

“…………? Aku pikir ini musim gugur.” (Yo)

Hm? Dan mereka bertiga yang saling berbeda pendapat saling menatap satu sama lain dan memiringkan kepala mereka. Kuro Usagi tersenyum dan menjelaskan.

“Setiap dari kalian di summon dari dunia yang berbeda. Poros waktu, sejarah, budaya dan ekosistem kalian dan beberapa hal lainnya pastinya akan berbeda.” (Usagi)

“Ohh? Maksudmu dunia paralel? (Izayoi)

“Hampir tepat. Istilah paling tepatnya adalah Lingkaran Dunia yang saling Bersilangan secara Bersamaan……. Tapi jika aku harus menjelaskannya sekarang, itu akan memakan waktu dua sampai tiga hari, jadi mari kita bicarakan hal ini di lain waktu.” (Usagi)

Berbicara dengan samar, Kuro Usagi membelakangi mereka. Sepertinya mereka sudah sampai. Di spanduk toko itu, ada dua Dewi yang saling berhadapan mengenakan pakaian berwarna biru. Itu mungkin adalah Banner dari ‘Thousand Eyes’.

Kuro Usagi berusaha menghentikan pegawai toko wanita yang sedang menutup toko itu karena hari sudah berakhir,

“Tungg-“ (Usagi)

“Kami tidak bisa menunggu, pelanggan yang terhormat. Kami tutup setelah hari berakhir.”

……… Dia tidak bisa berkata apapun untuk menghentikannya. Kuro Usagi melihat ke arah pegawai toko itu, marah. Mereka benar-benar adalah raksasa dari dunia ekonomi. Mereka mampu menolak pelanggan yang memaksa dengan baik.

Benar-benar toko dagang yang mengerikan.

“A, aku keberatan! Aku keberatan terhadap tindakan menutup toko lima menit sebelum waktu yang seharusnya saat seorang pelanggan ingin berbisnis!” (Usagi)

“Kau bisa pergi ke tempat lain bila kau memang punya keluhan. Dengan ini kau dilarang berbisnis dengan kami. Kau tidak lagi diperbolehkan.”

“Tidak diperbolehkan!? Mengatakan hal itu karena sesuatu yang seperti ini, apakah kau selalu memperlakukan pelangganmu dengan hina!?” (Usagi)

Pegawai toko itu berurusan dengan Kuro Usagi, yang mana mulai ribut, dengan suara yang dipenuhi dengan hinaan dan mata yang dingin.

“Jadi begitu; Memang benar langsung berbalik dan mengabaikan kelinci yang mana merupakan [Bangsawan dari Little Garden] adalah hal yang tidak sopan. Aku akan meminta izin, jadi bisakah kau memberi tahuku nama dari Komunitasmu?”

“………….Uu” (Usagi)

Sebaliknya, Kuro Usagi tertegun. Namun, Izayoi mengatakan hal itu tanpa ragu.

“Kami adalah Komunitas [No Name]” (Izayoi)

“Oho. Kalau begitu dari Komunitas [No Name] yang manakah kalian berasal. Bisakah kalian memperlihatkan Banner kalian?”

Dia berhenti bicara. Inilah resiko yang dimiliki oleh Komunitas yang tidak memilik [Nama] ataupun [Banner].

(Ini buruk. Toko [Thousand Eyes] menolak [No Name]. Jika terus begini kami akan benar-benar di banned.)

Karena mereka adalah toko yang sangat besar, maka merekalah yang memilih pelanggan mereka. Mereka tidak ingin menerima ganjaran karena telah berbisnis dengan pelanggan yang tidak bisa dipercaya.

Pandangan setiap orang berfokus ke Kuro Usagi. Dia membuat ekspresi yang memperlihatkan bahwa dia benar-benar frustasi dan kemudian berkata dengan suara kecil.

“Itu…….. umm……. Kami tidak punya Bann-“ (Usagi)


“Yaaaahooooooooo! Sudah cukup lama sejak terakhir kita bertemu, Kuro Usagiiiii!”

Kuro Usaagi dipeluk (atau mungkin lebih tepatnya terkena serangan tubuh melayang) oleh seorang gadis berambut putih yang memakai pakaian yang seperti kimono berlari dengan liar dari dalam toko, dan berputar empat kali di udara, kemudian melayang hingga terjatuh di parit yang ada disisi lain jalanan itu.

“Kyaa------------…………!” (Usagi)

Sploosh. Dan akhirnya teriakan itu mereda. Izayoi mengalihkan pandangannya dan menatap pegawai toko itu.

“….. Hei, pegawai toko. Apakah toko ini punya jasa mengagetkan orang? Kalau memang punya tolong lakukan hal yang sama dengan versi yang berbeda kepadaku, apapun caranya.” (Izayoi)

“Tidak ada.”

“Aku akan membayar untuk itu, bila memang tidak ada.” (Izayoi)

“Itu tidak bisa dilakukan.”

Izayoi memasang ekspresi serius dan pegawai toko itu menolaknya tanpa ragu dengan ekspresi yang sama. Mereka berdua serius. Gadis berambut putih yang melakukan serangan tubuh melayang terhadap Kuro Usagi mengubur dan mengusapkan wajahnya ke dada Kuro Usagi.

“Shi-Shiroyasha-sama!? Kenapa kau ada disini!?” (Usagi)

“Tentu saja itu karena aku firasat bahwa kau akan datang! Fufu, fuhohofuhoho! Sensasi menyentuh kelinci memanglah berbeda! Mungkin disini, atau disini, atau disini!” (Shiroyasha)

Fondle, fondle, fondle, fondle.
[XTLN: ‘Fondle’ merupakan ‘Sound Effect’ jadi tidak saya terjemahkan tapi bisa diartikan sebagai ‘Usap’]

“Shi-Shiroyasha-sama! T-tolong lepaskan saya!” (Usagi)

Melepaskan gadis yang disebut Shiroyasha dengan paksa, dia memegang kepala gadis itu dan melemparnya ke arah toko. Gadis yang berputar secara vertikal itu dihentikan oleh kaki Izayoi.

“Hnn.” (Izayoi)

“Gobaa! Si-Siapa kau yang menggunakan kakinya untuk menghentikan seorang gadis cantik yang baru saja ia temui dan terbang ke arahnya?” (Shiroyasha)

“Aku adalah Izayoi-sama. Yoroshiku, Loli dengan pakaian Jepang.” (Izayoi)

Izayoi tertawa yahaha saat memperkenalkan dirinya. Asuka, yang mana terdiam karena kejadian itu, terlihat seakan mengingat sesuatu dan kemudian berkata.

“Apa kau orang dari toko ini?” (Asuka)

“Ohh, itu benar. Aku adalah shiroyasha-sama, salah satu pemimpin dari [Thousand Eyes], gadis muda. Jika itu adalah permintaan yang berkaitan dengan pekerjaan, maka aku akan melakukannya bila kau mengizinkan ku menyentuh dada yang berkembang dengan baik.” (Shiroyasha)

“Bos. Kita tidak akan profit bila seperti itu. Bos yang lainnya pasti akan marah.”

Dengan nada tenangnya yang biasa, pegawai toko itu memperingatkan bosnya. Di sisi yang lain, Kuro Usagi. Yang mana mengenakan pakaian yang basah dan miniskirt mulai keluar dari parit itu, sembari berkata dengan emosi yang bercampur aduk.

“Uu……… Aku bahkan tidak mengira kalau aku akan basah.” (Usagi)

“Karma……… Mungkin.” (Yo)

“Seperti yang dia katakan.” (Asuka)

Kuro Usagi berusaha mengeringkan pakaiannya dengan wajah sedih. Di sisi lain, Shiroyasha yang mana tidak perduli sama sekali tentang pakaiannya yang basah dan melihat Izayoi dan kawan-kawan, yang mana berdiri di depan toko, dengan senyum yang terlihat jahat.

“Fufun. Jadi kalian adalah rekan baru Kuro Usagi. Orang dari dunia lain datang ke tempatku berarti………. Kuro Usagi akhirnya akan tidur bersamaku.” (Shiroyasha)

“Nggak, nggak mau! Hal itu nggak akan pernah terjadi, tidak perduli apa!” (Usagi)

Telinga kelinci Kuro Usagi berdiri karena amarah. Shiroyasha, yang mana tingkat keseriusan kalimat terakhirnya tidak bisa ditebak, mengajak mereka masuk ke dalam toko dengan senyuman.

“Yah, tidak masalah. Bila kalian punya sesuatu yang ingin ditanyakan, tanyakan saja di dalam toko.” (Shiroyasha)

“Apakah tidak apa? Mereka adalah [No Name] tanpa Banner. Peraturannya.”

“Aku meminta maaf karena pegawai yang tidak baik ini menanyakan nama Komunitas kalian padahal sudah mengetahui faktanya. Akulah yang akan bertanggung jawab terhadap mereka, jadi bila kau dimarahi oleh bos yang lain, maka akulah yang akan membelamu. Jadi silahkan masuk.” (Shiroyasha)

Pegawai toko wanita itu merajuk. Dia hanya mengikuti peraturan, jadi mau tidak mau dia pasti akan menyinggung mereka. Mereka berlima melewati tirai penutup toko sembari menatap pegawai toko wanita itu yang memasuki halaman luas yang tidak bisa dibayangkan saat melihat toko dari luar.

Jika seseorang melihat dari pintu depan, maka mereka akan melihat beberapa karya langka disusun berjejer di depan jendela toko.

“Sayangnya, tokonya sudah tutup. Jadi maafkan aku bila kita harus melakukan pertemuan ini di kamar pribadiku.” (Shiroyasha)

Mereka berlima berjalan melewati halaman bergaya Jepang dan berhenti di depan koridor yang terbuka.

Dibalik pintu geser dari kertas, mereka berempat diundang masuk ke dalam sebuah ruangan yang memiliki dupa terbakar, dan bau yang mana dibawa oleh angin menuju hidung mereka.

Shiroyasha, yang mana duduk di tempat kehormatan di dalam ruangan yang terbilang besar untuk ruangan pribadi, meregangkan tubuhnya dan berbalik menghadap Izayoi dan kawan-kawan. Jika seseorang memperhatikannya, maka kimononya sudah terlihat agak kering di beberapa titik.

“Aku akan memperkenalkan diriku sekali lagi. Namaku Shiroyasha, pemimpin dari [Thousand Eyes] yang mana bermarkas di gerbang ke empat, nomor 3345. Aku sudah kenal cukup lama dengan Kuro Usagi. Aku lebih seperti seorang gadis cantik yang sering menolongnya sejak Komunitas miliknya hancur.” (Shiroyasha)

“Ya, ya, kau sudah benar-benar membantu kami.” (Usagi)

Kuro Usagi membalas dengan kata-kata biasa. Disampingnya, Yo memiringkan kepalanya dan bertanya.

“Apa maksudmu tentang gerbang itu?” (Yo)

“Itu adalah gerbang yang ada di tembok terluar di little Garden. Semakin kecil nomornya, semakin kuat orang yang hidup di dalamnya.” (Usagi)

Tempat ini, Little Garden, dibagi menjadi 7 tingkatan mulai dari tingkat atas sampai tingkat bawah, dan angka itu diberikan kepada setiap gerbang untuk membagi tingkatannya.

Dihitung dari gerbang terluar, ada gerbang ketujuh, keenam, dan semakin ke dalam, angkanya akan semakin kecil dan kekuatannya semakin meningkat.

Saat seseorang telah mencapai gerbang keempat, melawan Dewa adalah hal yang biasa jadi itu adalah tempat mengerikan di luar dunia manusia biasa.

Peta yang digambar Kuro Usagi dibagi menjadi beberapa bagian oleh beberapa buah gerbang.

“…….. Bawang yang sangat besar?” (Yo)

“Bukan, itu mungkin baumkuchen yang sangat besar?” (Asuka)

[XTLN: Baumkuchen atau "Kue Pohon" adalah kue khas Jerman yang populer pada saat perayaan penting dan pesta pernikahan. Bentuknya seperti menara dengan cincin tak rata berlapiskan coklat putih atau hitam.]

“Sepertinya benar. Kalau aku harus mencari benda yang mirip, maka itu adalah baumkuchen.” (Izayoi)

Mereka bertiga mengangguk setuju. Pundak Kuro Usagi melemas karena pemikiran mereka yang tumpul. Di sisi lain, Shiroyasha tertawa keras sembari mengangguk berkali-kali.

“Fufu, itu adalah perbandingan yang benar. Jika aku menggunakan perbandingan itu, maka gerbang ketujuh adalah bagian paling tipis dari baumkuchen. Mumpung kita masih membicarakannya, di luar gerbang timur ada sebuah tempat yang bernama [Ujung dari Dunia]. Mereka yang hidup disana tidaklah bergabung dalam Komunitas apapun dan memiliki Gift yang hebat – seperti pemilik dari Pohon Air itu.” (Shiroyasha)

Shiroyasha tertawa kecil dan melihat ke arah tunas pohon air yang Kuro Usagi pegang. Orang yang Shiroyasha maksud adalah Dewa Ular yang hidup di Air Terjun Tritonis.

“Jadi, siapa yang memenangkannya dan dalam Game apa? Tes pengetahuan? Atau keberanian?” (Shiroyasha)

“Tidak, bukan keduanya. Izayoi mengalahkan Dewa Ular itu dengan tangan kosong sebelum datang kemari.” (Usagi)

Ujar Kuro Usagi dengan bangga, Shiroyasha kemudian meninggikan suaranya karena terkejut.

“Apa!? Dia tidak memenangkan permainan, tapi langsung mengalahkannya!? Jadi apakah bocah itu adalah Prodigy yang memegang Divinity?” (Shiroyasha)

“Bukan, sepertinya bukan seperti itu. Karena bila memang begitu maka seharusnya mudah untuk dilihat.” (Usagi)

“Mu, itu memang benar. Tapi seseorang seharusnya hanya bisa mengalahkan Divinity apabila orang tersebut juga memiliki Divinity atau keseimbangan kekuatan antar ras telah runtuh. Jika kita membandingkna kekuatan antar ras, manusia lebih seperti biji jagung bagi ular.” (Shiroyasha)

Divinity bukan berarti seseorang merupakan Dewa yang terlahir secara alami, tapi mengarah kepada sebuah Gift yang mampu mengubah tubuh seseorang menjadi tubuh dengan tingkat tertinggi.

Jika seekor ular diberikan Divinity, maka ia akan menjadi Dewa Ular raksasa.

Jika manusia diberi Divinity, maka dia akan berubah menjadi Dewa atau Prodigy.

Jika ogre diberikan Divinity maka ia akan berubah menjadi Dewa ganas yang mampu mengguncangkan seluruh alam.

“Shiroyasha-sama, apakah kau mengenal dengan Dewa Ular itu?” (Usagi)

“Bukan hanya kenal; akulah yang memberinya Divinity. Meskipun itu adalah sesuatu yang terjadi beberapa ratus tahun yang lalu.” (Shiroyasha)

Memajukan dada kecilnya, Shiroyasha tertawa riang. Tapi mendengar hal itu, mata Izayoi bersinar saat ia mengajukan pertanyaan.

“Ohh? Jadi kau lebih kuat dari ular itu?” (Izayoi)

“Fufun, tentu saja. Aku adalah “Floor Master” dari gerbang timur. Tidak ada seorangpun yang bisa menandingiku di Komunitas gerbang keempat bagian timur dan dibawahnya, karena aku adalah Host terkuat.” (Shiroyasha)

[Host Terkuat] --- Mendengar kata itu membuat mata Izayoi, Asuka dan Yo bersinar secara bersamaan.

“Jadi….. Fufu. Apabila kami, mampu menyelesaikan Game milikmu, Komunitas kami akan menjadi yang terkuat di timur?” (Asuka)

“Tentu saja, itulah artinya.” (Shiroyasha)

“Kedengarannya menarik. Itu menghemat waktu kami.” (Izayoi)

Mereka bertiga melihat ke arah Shiroyasha dengan semangat bertarung yang tinggi. Shiroyasha yang sepertinya menyadari hal itu tertawa dengan nada tinggi.

“Dasar anak-anak licik. Saat sedang meminta sesuatu, mereka menantangku bermain Gift Game?” (Shiroyasha)

“Eh? T, tunggu, apa yang kalian bertiga lakukan!?” (Usagi)

Shiroyasha menahan Kuro Usagi yang gugup dengan tangan kanannya.

“Tidak masalah, Kuro Usagi. Aku juga sudah lama tidak bermain dengan seseorang.” (Shiroyasha)

“Kau langsung menerimanya? Aku suka hal itu.” (Izayoi)

“Fufu, jadi begitu. ---Tapi, aku harus memastikan satu hal sebelum memulai Gamenya.” (Shiroyasha)

“Apa itu?” (Izayoi)

Shiroyasha mengeluarkan sesuatu dari kimononya dengan emblem dari [Thousand Eyes] – Sebuah kartu yang memiliki gambar dua Dewi saling berhadapan, dan mengatakan satu hal dengan nada yang ganas dan berani,

“Apakah kalian menginginkan [Tantangan] atau --- [Duel]?” (Shiroyasha)

Dalam sekejap, ledakan perubahan terjadi di depan mata mereka bertiga.

Pandangan mereka mulai memburam dan beberapa pemandangan mulai terbentuk di dalam pikiran mereka.

Apa yang berputar di pikiran mereka adalah ladang gandum keemasan yang ditiup angin. Sebuah bukit putih bisa terlihat. Hutan yang berada di tepi danau.

Tempat yang tidak mereka ingat terus berputar dan berubah kemudian menelan mereka dimulai dari kaki.

Mereka terlempar ke sebuah tempat bersalju dengan danau yang membeku – tempat dimana matahari berputar secara horizontal.

“………. Apa……………!?” (Trio geblek)

Mereka bertiga menelan ludah saat melihat keanehan yang luar biasa itu. Sensasinya benar-benar berbeda saat mereka di summon ke Little Garden; ini adalah hal yang hanya bisa dilakukan oleh Dewa dan tidak bisa digambarkan oleh kata-kata. Ada sebuah bintang jatuh diatas langit senja. Pelan-pelan berputar mengitari dunia itu secara horizontal, sebuah matahari putih. Seakan-akan ada kekuatan ajaib yang memutuskan untuk menciptakan sebuah bintang dan dunia. Shiroyasha sekali lagi bertanya kepada mereka bertiga yang terdiam dalam kekaguman.

“Aku akan memperkenalkan diriku dan bertanya sekali lagi. Aku adalah [Demon Lord of the White Night] --- Spirit Surgawi dari matahari dan malam putih, Shiroyasha. Apakah kau ingin [Tantangan] dalam bentuk ujian? Atau [Duel] yang adil?” (Shiroyasha)

Demon Lord Shiroyasha. Mereka bertiga menelan ludah sekali lagi pada kengerian yang tidak seharusnya dimiliki oleh senyum seorang gadis.

[Spirit Surgawi] mengarah kepada spirit utama yang berada dalam bintang yang setidaknya memiliki ukuran yang sama dengan sebuah planet. Mereka adalah spesies tingkat tertinggi, seperti peri, iblis, dan seterusnya, dan mereka juga adalah [Pihak yang Memberi] Gift.

Izayoi fokus kepada Shiroyasha dan kemudian tersenyum sembari merasakan keringat dingin mengalir di punggungnya.

“Matahari yang berputar secara horizontal dan…. Jadi begitu, malam putih dan yasha. Kau menggambarkan dirimu sendiri.” (Izayoi)

“Benar. Ini adalah fenomena malam putih di daerah bersalju dengan danau yang membeku. Matahari yang terus menyinari tempat ini dengan cahaya samar, hanyalah salah satu Game Board milikku.” (Shiroyasha)

Shiroyasha membuka tangannya dan lautan awan yang bisa dilihat di cakrawala yang jauh langsung terpisah dalam sekejap, memperlihatkan sebuah matahari senja.

Spirit Surgawi [Malam Putih]. Malam putih yang Izayoi katakan adalah sesuatu yang bisa dilihat di negara Scandinavian yang terletak di garis lintang tertentu, seperti Finlandia dan Norwegia, dimana matahari tidak tenggelam.

Dan kemudian bagian [Iblis Malam] berarti bahwa dia adalah Divine Spirit dari air dan tanah dan juga Dewa Ganas yang pada dasarnya merupakan Dewa yang Jahat.

Di Little Garden yang mana terdiri atas banyak jenis dewa perang, dia merupakan gabungan dari [Spirit Surgawi] dan [Divine Spirit].

Dia berada pada tingkat yang benar-benar berbeda sehingga seseorang bisa menyebutnya sebagai simbol dari Little Garden --- [Demon Lord] yang kuat.

“Tanah yang luas ini hanyalah Game Board……..!?” (Asuka)

“Benar. Dan, jawabanmu adalah? Jika itu adalah [Tantangan], aku akan bermain bersamamu sebagai hiburan. --- Tapi, jika itu adalah [Duel], maka hasilnya akan berbeda. Sebagai Demon Lord, aku akan terus bertarung hingga akhir untuk hidup dan harga diriku.” (Shiroyasha)

“………………”

Asuka dan Yo, bahkan Izayoi yang percaya diri, ragu-ragu dan tidak memberikan respon dengan cepat.

Mereka tidak tahu apa Gift dari Shiroyasha. Tapi sudah jelas bahwa tidak ada harapan untuk menang. Tapi harga diri mereka tidak mengijinkan mereka untuk mundur dari pertarungan yagn sudah mereka mulai. Setelah keheningan yang cukup sebentar --- Terlihat seakan menyerah, Izayoi tersenyum dan mengangkat kedua tangannya kemudian,

“Baiklah. Sudah cukup. Aku menyerah, Shiroyasha.” (Izayoi)

“Fumu? Apakah itu berarti kau tidak memilih duel tapi tantangan?” (Shiroyasha)

“Ya. Karena kau bisa menyiapkan Game Board sebagus ini. Karena itulah kau pantas. ---- Jadi, aku akan diam dan membiarkanmu mengetesku, Demon Lord yang Hebat.” (Izayoi)

Merespon Izayoi yang tersenyum masam dan mengeluarkan kata-kata itu, Shiroyasha tertawa terbahak-bahak dengan keras. Mungkin itu adalah hal yang sulit bagi Izayoi, tapi kalimat ‘membiarkanmu mengetesku’ adalah cara yang lucu untuk menjadi keras kepala, jadi Shiroyasha tertawa dengan keras sembari memegang perutnya. Setelah tertawa cukup lama, Shiroyasha menekan tawanya dan menanyai dua orang yang tersisa.

“Ku, kuk………… Jadi bagaimana dengan kalian?” (Shiroyasha)

“…………...Aku setuju. Tidak masalah jika kau mau mengetes kami.” (Asuka)

“Sama sepertinya.” (Yo)

Mereka berdua menjawab dengan ekspresi masam. Shiroyasha mengeluarkan suara kepuasan. Kuro Usagi, yang sedari tadi mengawasi serangkaian kejadian itu dengan khawatir, menempatkan tangannya di dadanya dan menghela napas lega.

“D, dasar! Kalian semua, tolong berhati-hatilah dalam memilih lawan! Pendatang baru yang menantang [Floor Master] dan [Floor Master] yang menerimanya, hal itu terlalu buruk bahkan untuk dijadikan sebagai lelucon! Dan Shiroyasha-sama, tentang kau adalah seorang Demon Lord adalah sesuatu yang terjadi beberapa ribu tahun yang lalu!!” (Usagi)

“Apa? Jadi aku adalah Mantan Demon Lord?” (Shiroyasha)

“Sekarang, aku juga heran kenapa bisa begitu.” (Usagi)

Shiroyasha tersenyum nakal. Pundak Kuro Usagi dan yang lainnya melemas. Saat itu, mereka mendengar sebuah suara nyaring dari wilayah pegunungan yang cukup jauh. Yang pertama bereaksi terhadap suara itu adalah Kasukabe Yo yang mengira suara itu berasal dari binatang buas atau burung liar.

“Suara apa itu tadi? Aku baru pertama kali mendengarnya.” (Yo)

“Fumu……… Dia, huh. Dia mungkin cocok untuk mengetes kalian bertiga.” (Shiroyasha)

Shiroyasha dengan santainya melambaikan tangannya ke arah pegunungan yang ada di sisi lain danau. Saat ia melakukan hal itu, seekor binatang dengan tubuh sepanjang 5 meter membuka sayapnya meluncur, muncul di hadapan mereka bertiga.

Melihat binatang dengan sayap elang dan tubuh bagian bawah seekor singa, Kasukabe Yo meninggikan suaranya karena rasa terkejut dan bahagia.

“Seekor gryphon….. Tidak mungkin, yang asli!?” (Yo)

“Fufun, benar. Dia adalah Raja dari Burung dan Binatang. Memiliki [Kekuatan], [Kecerdasan] dan [Keberanian], binatang yang merepresentasikan Gift Game.” (Shiroyasha)

Shiroyasha memanggilnya. Gryphon itu mendarat di depannya dan menundukkan kepalanya dengan hormat.

“Sekarang mari kita bicarakan inti dari tantangannya. Aku akan mengetes kalian dalam [Kekuatan], [Kecerdasan] dan [Keberanian] menggunakan gryphon ini; tantangannya akan selesai apabila kalian bisa memutari danau itu sembari menungganginya.” (Shiroyasha)

Shiroyasha mengeluarkan kartu dengan lambang Dewi yang saling berhadapan. Saat ia melakukan hal itu, gulungan yang hanya boleh dimiliki oleh [Host Master] muncul di udara. Shiroyasha kemudian menggunakan jarinya dan menyalin sesuatu ke dalam gulungan.

<<NAMA PERMAINAN GIFT GAME: “Mengendarai Gryphon”>>

Daftar Peserta: *Sakamaki Izayoi *Kudou Asuka *Kasukabe Yo

Kondisi untuk Menang: *Mengitari danau sembari mengendari Gryphon.

Cara untuk Menang: *Diakui oleh gryphon dalam [Kekuatan], [Kecerdasan] dan [Keberanian]

Kondisi untuk Kalah: *Player menyerah atau Player tidak memenuhi Kondisi untuk Menang

Sumpah: Menghormati peraturan di atas, dibawah kebanggaan, banner dan nama dari Host Master, Gift Game akan dilaksanakan.


Segel “Thousand Eyes”

“Aku akan melakukannya.” (Yo)

Sebelum selembaran itu selesai dibaca dan ada orang lain yang berbicara, Yo mengangkat tangannya hingga bahkan jari-jarinya pun ikut berdiri tegak. Dia melihat ke gryphon itu dengan mata yang terlihat iri. Sangat jarang melihatnya bersemangat karena dia biasanya diam.

“N, nona………. Apakah kau akan baik-baik saja? Aku lebih mengerikan dan menakutkan daripada singa jantan.”

“Tidak apa, tidak ada masalah.” (Yo)

“Fumu. Sepertinya kau cukup percaya diri, tapi hal itu cukup sulit, kau tahu? Bila kau gagal, kau bukan hanya akan terluka parah.”

“Tidak apa, tidak ada masalah.” (Yo)

Mata Yo menatap langsung gryphon itu. Mata itu bersinar seperti seorang anak yang baru saja mendapatkan harta karun yang dia cari dari dulu. Izayoi dan Asuka, yang berdiri disampingnya, terlihat terkejut saat mereka tersenyum masam.

“Ok, ambilah. Jangan gagal.” (Izayoi)

“Hati-hati, Kasukabe-san.” (Asuka)

“Ya. Aku akan melakukan yang terbaik.” (Yo)


Dia mengangguk dan berlari menuju Gryphon itu. Tapi gryphon itu membuka sayap lebarnya dan pindah dari tempat itu. Itu mungkin saja agar Shiroyasha tidak terkena efek dari pertarungan bila itu akan dmulai. Kasukabe Yo mengejar Gryphon itu yang membuka lebar sayapnya dan membuat matanya bersinar untuk mengintimidasi Yo. Dia berhenti beberapa meter jauhnya dari gryphon itu dan melihat gryphon itu dengan hati-hati.

(……… Luar biasa. Dia benar-benar punya bagian atas tubuh elang dan bagian bawah tubuh singa.)

Elang dan singa. Raja dari burung pemangsa dan raja dari karnivora. Dia telah berkomunikasi dengan banyak hewan hingga sekarang, tapi itu hanya terbatas kepada binatang yang hidup di bumi. Binatang-binatang itu sangat berbeda dengan unicorn yang mereka temui di [Ujung dari Dunia] dan ular raksasa yang hidup di dalamnya, jadi ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan binatang imaginary.

“U, umm. Senang bertemu denganmu, namaku adalah Kasukabe Yo.” (Yo)

“!?” 

Twicth!! Kemudian gryphon itu melompat. Kewaspadaan di matanya menebal dan rasa terkejut yang lemah bisa terlihat. Ini adalah bukti bahwa Giftnya berfungsi terhadap binatang imaginary.

“Ohh……… Gadis itu berkomunikasi dengan gryphon, huh.” (Shiroyasha)

Shiroyasha membuka kipasnya karena kagum. Ada dua cara untuk mengendarai seekor gryphon yang mana merupakan Raja dari dua spesies. Seseorang harus mengalahkan mereka dalam kekuatan atau pengetahuan. Itu adalah cara untuk mengendarai seekor gryphon agar mereka menyerah. Cara kedua adalah untuk membuatnya mengakui semangat bertarungmu. Ini adalah cara dimana seseorang memaksa gryphon untuk mengakui keberadaan orang tersebut, memaksa Raja yang Berbangga Diri dengan Harga Diri yang tinggi. Tidak peduli cara apa yang dipilih oleh Kasukabe, mampu berkomunikasi dengannya akan membuatnya mampu menjalankan negosiasi yang menguntungkannya. Kasukabe mengambil nafas dalam dan mengatakan tawarannya dengan satu nafas.

“Apakah kau mau mengizinkanku untuk menaiki punggungmu………… Dan bertarung denganku dengan mempertaruhkan harga dirimu?” (Yo)

“………….. Apa………!?”

Semangat bertarung bisa terasa di mata dan suara gryphon itu. Untuk mereka yang memiliki cara berpikir seorang bangsawan, untuk “Mempertaruhkan harga diri mereka” berarti mereka ditantang dalam sebuah pertarungan yang sangat penting. Kasukabe Yo melanjutkan negosiasi tanpa menunggu respon.

“Kau datang dari pegunungan disana. Kita akan mulai dari sini dan terbang kesana mengitari pegunungan itu searah jarum jam, dan kembali lagi kesini. Kau akan berlari di langit dengan saya dan kakimu yang kuat, dan jika aku terjatuh ke danau, maka kaulah yang akan menang. Jika aku tetap di punggungmu, maka akulah yang menang…. Bagaimana menurutmu?” (Yo)

Yo memiringkan kepalanya. Tentu saja, kekuatan dan keberanian bisa di tes dalam tantangan itu. Tapi gryphon itu sangatlah curiga dan sombongnya mengajukan sebuah pertanyaan.

“Nona. Kau telah menyuruhku untuk [Mempertaruhkan harga diriku]. Seperti yang kau katakan, kehormatanku akan ternoda. --- Tapi, nona. Apa yang akan kau pertaruhkan yang dengan harga diriku?”

“Aku akan mempertaruhkan nyawaku.” (Yo)


Ia segera menjawab. Suara terkejut datang dari Kuro Usagi dan Asuka karena jawaban dari Kasukabe.

“K, kau tidak boleh!” (Usagi)

“Ka, Kasukabe-san!? Apakah kau serius!?” (Asuka)

“Kau akan mempertaruhkan harga dirimu. Aku akan mempertaruhkan nyawaku. Jika aku jatuh dan selamat, maka kau boleh memakanku………. Apakah itu sudah cukup?” (Yo)

“………..Fumu…………”

Kuro Usagi dan Asuka smeakin panik saat mendengar saran dari Yo. Shiroyasha menahan mereka berdua dengan suara keras.


“Kalian berdua, mundurlah. Dia sendiri yang mengajukan hal itu.” (Shiroyasha)

“Ya. Berhentilah melakukan hal yang tidak enak dilihat.” (Izayoi)

“Bukan itu masalahnya!! Membiarkan seorang rekan memainkan Game yang tidak menguntungkan---“ (Usagi)

“Aku akan baik-baik saja.” (Yo)

Kasukabe mengangguk kepada Asuka dan Kuro Usagi yang menatapnya. Tidak ada sisa semangat bertarung di mata itu. Malahan, ia memasang ekspresi yang terlihat seakan tidak memiliki kesempatan untuk menang. Setelah gryphon itu memikirkannya, dia menundukkan kepalanya dan mengisyaratkan kepada Kasukabe untuk menaiki punggungnya.

“Kau boleh naik, gadis muda pemberani. Mari kita lihat apakah kau bisa menangani kecepatan seekor gryphon dengan tubuhmu.”

Yo mengangguk, dia memegang tali kekang itu dan memanjat naik. Karena tidak ada pelana, maka dia merasa sedikit tidak nyaman, tapi Yo memegang tali kekang itu dengan erat dan mendekatkan dirinya sendiri ke gryphon itu. Yo berkata dengan kepuasan sembari mengusap badan gryphon yang kuat dan halus.

“Aku akan mengatakan satu hal sebelum kita mulai……. Salah satu mimpiku adalah mengendaraimu.” (Yo)

“---Begitukah.”

Yo mengatakan hal itu sebelum pertarungan dimulai. Gryphon itu tersenyum masam dan mengepakkan sayapnya tiga kali karena malu. Saat ia mencodongkan badannya ke depan, ia melontarkan dirinya sendiri dan terbang ke langit senja.

(Wah………..!)

Beberapa meter di atas tanah. Sayap elang gryphon itu terus terbuka.

Hal yang mengejutkan adalah gryphon itu tidaklah terbang dengan sayapnya. Kasukabe Yo, yang langsung menyadarinya, ia mengeluarkan suara kagum bahkan saat tubuhnya mengalami tekanan yang luar biasa.

“Luar biasa……….! Kau berlari di langit!!!” (Yo)

Cakar elangnya yang tajam terlihat seperti sedang mencengkram angin. Apa yang menopang tubuh besar itu bukanlah sayapnya. Itu adalah Gift yang bisa memanipulasi angin agar bisa terbang di langit. Ya. Seseorang mungkin berpikir bahwa ukuran dari sayapnya bisa membuat sayap tersebut menerbangkan tubuh yang beratnya bisa mencapai beberapa ton, tapi untuk melakukan hal itu sayapnya harus lebih besar lagi. Sayap itu adalah bukti bahwa dia berasal dari ekosistem yang berbeda dengan evolusi biasa. Mengabaikan hukum kinetic dan berlari di langit, mahkluk yang melakukan hal seperti itu pantas mendapat julukan sebagai [Binatang Imaginary]

“Nona. Kita akan segera mencapai wilayah pegunungan tapi… Apakah kau yakin? Jika aku mendekati gunung itu dalam kecepatan yang seperti ini---“

“Aku tahu. Udara yang sudah dingin akan menjadi lebih dingin lagi; sepertinya suhunya akan berada pada negatif 10 derajat.” (Yo)

Setelah melewati hutan dan sebelum mencapai pegunungan, gryphon itu mengurangi kecepatannya. Dunia malam putih itu biasanya dingin. Bahkan walau kau tidak sedang menaiki punggung gryphon yang sedang terbang dalam kecepatan yang mirip dengan badai. Tekanan dan temperatur bukanlah sesuatu yang bisa dihadapi oleh manusia biasa. Itulah pemikiran yang muncul di dalam kepala si gryphon. Kata-kata itu ia ucapkan sembari memikirkan tentang sikap Yo yang jujur. Tapi Kasukabe Yo tersenyum tipis dan memprovokasinya.

“Aku baik-baik saja. Daripada itu, apakah ini tidak apa? Kau harus mulai serius, atau apakah kau ingin aku menang?” (Yo)

“………..Baiklah. Jangan menyesalinya, nona!”

Udara disekitarnya kemudian bergetar. Sekarang ia menggunakan sayapnya untuk memanipulasi angin. Puncak gunung itu yang seharusnya masih jauh di depan semakin dekat dengan cepat. Jika dia melihat ke bawah dia bisa melihat geltser yang pecah karena getaran. Walaupun getaran itu terlihat seakan mampu menghancurkan tubuh manusia dengan mudah, Kasukabe Yo menggemeretakkan gigi-giginya dan menahan hal tersebut. Mendengar nafas berat di punggungnya, sebuah emosi yang bercampur antara rasa kagum dan terkejut memenuh gryphon itu. Tekanan seberat itu. Udara yang dingin. Daya tahan yang ia perlihatkan untuk menahan semua itu bukanlah sesuatu yang seharusnya dimiliki oleh seorang gadis.

(Jadi begitu………… Kau punya kemampuan yang hebat……….!)

Gryphon itu tersenyum masam. Dia tidak tahu. Kasukabe Yo juga memiliki gift kelas atas seperti Izayoi. Saat gryphon itu bergerak ke bawah dari puncak gunung itu, kecepatannya meningkat dua kali lipat. Saat dia menyadari bahwa dia tidak perlu menahan diri, gryphon itu berputar, berusaha membuat Kasukabe Yo jatuh. Tidaklah berguna untuk bergantung di punggung elang yang tidak memiliki pelana. Hanya tali kekang itu yang bisa di pegang, jadi tubuh bagian bawahnya terlihat seakan berenang di udara seakan sudah tidak bernyawa.

“…………..!!”

Seperti yang diduga, dia tidak bisa lagi melakukan apapun. Yo memegang tali kekang itu dengan seluruh tenaganya sedangkan gryphon itu berputar dengan seluruh tenaganya untuk membuat Yo terjatuh. Dia terus menikung ke bawah sebelum mendekati tanah, kemudian mengayunkan dirinya sendiri agar menjauh dari tanah. Itu adalah akhirnya. Gryphon itu telah bergerak dengan cepat melewati danau dengan seluruh tenaganya dalam waktu yang singkat. Saat kemenangan Kasukabe yo sudah ditentukan --- Tangan Kasukabe Yo melepaskan pegangannya.

“Apa!?”

“Kasukabe-san!?” (Asuka)

Tidak ada waktu untuk bernafas lega atau mengatakan pujian. Tubuh kecil Kasukabe Yo menari di udara seakan-akan terlempar badai. Tangan Kuro Usagi yang ingin pergi menolongnya dipegang oleh Izayoi.

“L, lepask-“ (Usagi)

“Tunggu! Hal itu masih belum berakhir!” (Izayoi)

Izayoi menghentikan Kuro Usagi yang tidak sabaran. Tapi di dalam pikiran Kasukabe Yo, semua yang ada di sekelilingnya sudah menghilang. Hanya ada satu hal yang tersisa di pikirannya: Sensasi saat sedang bergerak di udara yang tadi dia rasakan.

(Dengan anggota tubuhku…….. Mengendalikan angin dan berjalan di udara!)

Tubuh Kasukabe yo berputar dengan bunyi fwoosh. Gerak lemah yang seakan-akan menghapus intertia-nya memperlambat jatuhnya, dan tanpa menyentuh danau, dia terbang.

“………Apa”

Semua orang disana berhenti berbicara. Seperti yang diduga. Kasukabe Yo, yang tidak pernah menunjukkan ekspresi seperti itu hingga sekarang, melayang di atas danau, dikelilingi oleh angin. Orang yang menghampiri Kasukabe Yo, yang mana terbang ke arah mereka dengan gerakan yang tidak berpengalaman seperti sedang berenang, adalah Izayoi yang memasang senyum seakan-akan dia terkejut.

“Seperti yang kuduga. Gift milikmu membuatmu mampu mendapatkan kemampuan mahkluk hidup lain.” (Izayoi)

Yo merespon terhadap senyum tersebut dengan wajah masam.

“………. Salah. Ini adalah bukti kalau kami berteman. Tapi sejak kapan kau tahu?” (Yo)

“Aku hanya menebaknya. Saat kita bertemu dengan Kuro Usagi, kau berkata [Aku bisa merasakannya selama lokasi orang itu berlawanan dengan arah angin]. Itu bukanlah hal yang bisa dilakukan manusia biasa. Karena itu Gift milikmu bukanlah berbicara dengan binatang, tapi mendapatkan Gift mahkluk lain…….. itulah yang aku pikirkan, tapi sepertinya bukan itu. Bukankah ada mahkluk di Bumi yang bisa mengahadapi kecepatan seperti itu?” (Izayoi)

Dia berbalik untuk menghindari tatapan penuh rasa penasaran dari Izayoi. Orang yang segera menyela pembicaraan mereka berdua adalah kucing belacu. Kucing belacu kemudian menaiki pundak Yo dan menanyakan kondisinya dengan suara yang gemetar.

“Ojou! Apakah kau terluka!?”

“Tidak, aku baik-baik saja. Hanya saja jari-jariku mati rasa dan bajuku berantakan.” (Yo)

Dia dengan lembutnya mengelus kucing belacu. Berbalikan dengan hal itu, Shiroyasha bertepuk tangan dan gryphon itu melihat mereka dengan kekaguman.

“Luar biasa. Aku ingin kau menggunakan Gift itu sebagai bukti bahwa kau telah mengalahkanku.”

“Ya. Aku akan melakukannya.” (Yo)

“Oh, kau benar-benar telah melakukan sesuatu yang luar biasa. Kau adalah pemenang Game ini……… Ngomong-ngomong, aku ingin bertanya tentang Gift milikmu. Apakah itu diwariskan?” (Shiroyasha)


“Tidak. Itu semua karena pahatan kayu yang aku dapatkan dari ayahku sehingga aku mampu berkomunikasi dengan binatang.” (Yo)

“Pahatan kayu?” (Shiroyasha)

Kucing belacu menjelaskan kepada Shiroyasha yang memiringkan kepalanya.

“Ayah Ojou berasal dari keluarga pemahat. Ojou mampu berbicara dengan binatang karena pahatan ayahnya.” 

“hohou…… Ayah pemahat. Bisakah aku melihatnya?” (Shiroyasha)

Yo mengangguk dan mengeluarkan pahatan kayu bundar yang ia jadikan sebagai kalung. Shiroyasha melihat ke arah pahztan besar dan datar yang dia berikan dan kemudian mengerutkan dahinya. Asuka dan Izayoi juga ikut melihat pahatan kayu tersebut disamping Shiroyasha.

“Ini adalah desain yang kompleks. Apakah ada arti dibaliknya?” (Shiroyasha)

“Ada, tapi aku tidak ingat. Aku sudah lama dibertahu hal itu, tapi aku lupa.” (Yo)

“………. Ini adalah………”

Bukan hanya shiroyasha, tapi Izayoi dan Kuro Usagi juga memiliki ekspresi yang rumit saat mereka menilai benda itu. Mereka membalikkannya berkali-kali dan mengikuti garis geometris bagian depan pahatan kayu itu dengan jarinya. Kuro Usagi memiringkan kepalanya dan bertanya kepada Yo.

“Dibuat dari pohon kapur suci…..? Sepertinya tidak memilik Divinity apapun tapi….. garis geometris yang berputar mengarah ke tengah…. Dan lubang di tengah ini….. apakah ayahmu punya kenalan seorang biologist?” (Usagi)

“Iya, Ibuku adalah seorang biologist.” (Yo)

“Seorang biologist yang berarti benda ini benar-benar menunjukkan pohon genealogical, Shiroyasha?”

“Kemungkinan besar…… Kalau begitu bentuk ini….. Dan titik pertemuan lingkaran ini…. Tidak, ini…. Ini, luar biasa! Ini benar-benar luar bisa, gadis kecil!! Jika ini adalah buatan manusia, maka ayahmu adalah manusia jenius yang pantas disebut sebagai Dewa! Sebuah Pohon Genealogical dibuat oleh manusia, bahkan mampu memberikan Gift! Ini adalah karya luar biasa yang bisa disebut sebagai [Indeks Kehidupan] yang autentik!” (Shiroyasha)

Shiroyasha bersemangat. Yo memiringkan kepalanya karena penasaran.

“Saat kau mengatakan Pohon Genealogical, maksudmu sesuatu yang menunjukkan asal kehidupan dan evolusi? Tapi Pohon Genealogical yang dibuat oleh ibuku terlihat lebih mirip dengan pohon biasa.” (Yo)

“Umu, itulah bentuk yang berusaha ayahmu tiru. Pahatan kayu ini dibuat khusus sebagai lingkaran yang meniru lingkaran transmigrasi. Kematian dan kelahiran, genealogy dari kehidupan manusia yang terus mengulang proses transmigrasi adalah pusat dari lingkaran evolusi yang terus berlanjut, yang mana berarti hal itu terus mengincar pusat dunia. Pusat yang kosong mungkin merepresentasikan pusat dari dunia yang terus berubah, atau itu karena hidup masih belum sempurna, atau mungkin karena benda ini belum selesai. ---Ununu, luar biasa, luar biasa. Sudah lama sekali sejak kemampuanku dalam berimajinasi diuji! Ini benar-benar artistik hingga aku akan membelinya jika kau mau!” (Shiroyasha)

“Tidak boleh.” (Yo)

Yo menolak dengan cepat dan mengambil kembali pahatan kayu itu. Shiroyasha bersedih seperti anak-anak yang kehilangan mainan favoritnya.

“Jadi, kekuatan macam apa yang dimiliki oleh gift itu?” (Shiroyasha)

“Aku tidak tahu. Sejauh ini, aku tahu bahwa benda itu bisa membuatnya berkomunikasi dengan binatang dan membuatnya mampu memiliki Gift yang unik dari spesies yang menjadi temannya. Selain itu aku tidak tahu dan tidak ada cara selain meminta orang lain memeriksanya. Dan juga, hal itu mustahil bila mereka tidak berasal dari tingkat yang lebih tinggi.” (Yo)

“Eh? Shiroyasha-sama tidak bisa memeriksanya? Kami datang kesini untuk melakukan pemeriksaan.” (Usagi)

“D, dari semua hal yang lain, pemeriksaan Gift. Itu bukanlah kemampuanku, bahkan bisa dibilang itu adalah sesuatu yang tidak ada hubungannya denganku.” (Shiroyasha)

Shiroyasha sepertinya punya keinginan untuk melakukan permintaan yang ingin diminta secara gratis sebagai hadiah Game tersebut. Dia mengusap rambut putihnya karena bingung dan melihat ke arah meraka bertiga sembari menyembunyikan tangannya ke dalam lengan kimononya.

“Mari kita lihat…….. Fumufumu……. Umu, aku tahu kalau kalian bertiga dididik dengan baik. Tapi aku ingin kalian mengatakan sesuatu. Seberapa banyak kalian tahu tentang Gift kalian?” (Shiroyasha)

“Itu rahasia perusahaan.” (Izayoi)

“Sama seperti orang dikananku.” (Asuka)

“Sama seperti mereka?” (Yo)

“Uoooooi? Aku mengerti, bahkan walau kalian ingin, memberitahukan Gift kalian kepada orang lain adalah hal yang bodoh, tapi kita tidak bisa melakukan apa-apa bila terus seperti ini.” (Shiroyasha)

“Tidak perlu melakukan sesuatu seperti pemeriksaan. Aku tidak punya hobi memberikan harga kepada orang lain.” (Izayoi)

Dua orang lainnya mengangguk setuju kepada penolakan Izayoi. Shiroyasha, yang sedang menggaruk wajahnya karena khawatir, tiba-tiba saja memliki ide yang bagus dan tersenyum.

“Fumu. Setidaknya, aku sebagai [Host] dan spirit surgawi, harus memberikan kalian [Gift]. Mungkin sedikit berlebihan, tapi ini merupakan perayaan sebelum kebangkitan Komunitas kalian.” (Shiroyasha)

Shiroyasha menepuk tangannya. Saat ia melakukan hal itu, tiga kartu yang bersinar muncul di depan mereka bertiga. Nama mereka tertulis disana bersama dengan Gift yang mereka miliki.

Di kartu berwarna biru kobalt: Sakamaki Izayoi – Nama Gift [Code Unknown/Tidak Diketahui]

Di kartu berwarna merah anggur: Kudou Asuka – Nama Gift [Authority/Autoritas]

Di kartu berwarna putih zamrud: Kasukabe Yo – Nama gift [Genome Tree/ Pohon Genome] [No Former]

Mereka menerima sebuah kartu dengan nama dan Gift mereka.

Kuro Usagi melihat ke arah mereka dengan wajah terkejut dan bersemangat.

“Kartu Gift!” (Jin)

“Hadiah tahun baru?” (Asuka)

“Hadiah akhir tahun?” (Izayoi)

“Hadiah perayaan Tahun Baru?” (Yo)

[XTLN: Mereka mengatakan hal yang sama dengan cara yang berbeda.]

“K, kalian salah! Lagipula, bagaimana kalian semua bisa sepakat seperti itu!? Kartu Gift adalah Kartu super yang sangat berharga yang mampu menyimpan sebuah Gift! Itu bahkan bisa menyimpan [Genome Tree] milik Yo-san untuk digunakan kapanpun dia mau.” (Usagi)

“Jadi benda ini bisa disebut luar biasa?” (Izayoi)

“Jadi kenapa kau mengatakannya dengan nada yang terdengar ragu-ragu! Ah, dasar, itu benar, itu adalah item yang sangat luar biasa!” (Usagi)

Saat sedang diceramahi oleh Kuro Usagi, mereka bertiga menatap kartu mereka dengan rasa penasaran.

“Seharusnya benda itu juga memiliki emblem komunitas kalian, tapi karena kalian semua adalah [No Name]. Maka yang terlihat hanyalah gambar yang rusak, tapi jika kalian memang ingin protes, silahkan protes kepada Kuro Usagi.” (Shiroyasha)

“Guun………… Mungkinkah ini juga bisa menyimpan pohon air itu?” (Izayoi)

Dia kemudian mengarahkan kartu itu ke pohon air. Saat itu, pohon air itu menjadi partikel cahaya dan menghilang ke dalam Kartu. Dilihat lebih dekat, kartu Izayoi mempunyai gambar pohon yang dikelilingi oleh air, dan dibawah tulisas [Code Unknown], terdapat tulisan [Water Tree].

“Ohh? Menarik. Mungkinkah aku bisa mengeluarkan air menggunakan hal ini?” (Izayoi)

“Kau bisa. Apa kau mau mencobanya?” (Shiroyasha)

“T, tidak boleh! Aku keberatan dengan ide membuang-buang air! Tolong gunakan hal itu untuk Komunitas!” (Usagi)

Dia mendecapkan lidahnya karena kecewa. Kuro Usagi menunjukkan ekspresi kalau dia masih belum bisa tenang saat ia terus menatap Izayoi. Shiroyasha tertawa terbahak-bahak saat ia melihat hal itu.

“Nama asli Kartu Gift itu adalah [Piece of Laplace/Pecahan Laplace], sederhananya benda itu mengetahui segalanya. Nama Gift yang tertulis disitu adalah [Gift] yang bersatu dengan jiwamu. Bahkan tanpa penaksiran, kau bisa mengerti sebagian besar informasi tentang Gift milikmu hanya dengan melihat benda itu.” (Shiroyasha)

“Ohh? Kalau begitu aku pikir aku adalah kasus yang langka?” (Izayoi)

Mm? Shiroyasha kemudian melihat ke arah Kartu Gift Izayoi. Kata-kata [Code Unknown] tertulis disana. Berlawanan dengan Izayoi yang tertawa dengan tawa yahaha, ekrspresi Shiroyasha berubah drastis.

“………. Tidak, tidak mungkin.” (Shiroyasha)

Warna wajah Shiroyasha berubah dengan cepat dan dia segera mengambil Kartu Gift itu. Ada sesuatu yang aneh dengan perasaannya. Shiroyasha, yang mana menatap Kartu Gift itu, mengatakan sesuatu yang sulit dimengerti.

“[Code Unknown]………….? Tidak mungkin, seharusnya tidak ada kesalahan pada [Piece of Laplace] yang maha tahu.” (Shiroyasha)

“Setidaknya, hal itu berarti kalau hal itu tidak bisa di taksir. Aku suka hal itu.” (Izayoi)

Dia mengambil kembali Kartu Gift miliknya dari Shiroyasha. Tapi Shiroyasha menatap Izayoi dengan ekpresi bingung seakan-akan dia tidak bisa mengerti. Seharusnya tidak ada nama Gift seperti [Code Unknown]

(Benar juga, bocah itu……… Dia mengatakan kalau dia mengalahkan Dewa Ular itu)

Selain Dewa yang lahir secara natural dan spirit Surgawi, pemilik dari Divinity juga termasuk tingkat tertinggi. Dewa Ular itu, yang mana sangat kuat hingga ia mampu memunculkan badai, dikalahkan oleh manusia, adalah sesuatu yang benar-benar mustahil.

(Ini bukanlah tentang kekuatannya yang luar biasa………. Tapi apa artinya bila [Piece Of Laplace] tidak bekerja dengan benar……..)

Gift tidak bekerja dengan benar. Hanya ada satu kemungkinan yang muncul di kepala Shiroyasa.

(Gift itu dihentikan…………? Tidak, tidak mungkin.)

Dia tersenyum masam terhadap kemungkinan yang muncul dikepalanya dan menyingkirkan hal itu. Sesuatu seperti Gift yang bisa menghentikan Gift lain bukanlah hal yang langka di dunia Little Garden yang memiliki banyak Dewa Perang. Tapi itu hanya berlaku saat berbicara tentang Gift yang bisa membatalkan satu jenis Gift lain saja. Orang dengan keajaiban di dalam tubuhnya seperti Sakamaki Izayoi mempunyai kemampuan untuk membatalkan keajaiban adalah sesuatu yang penuh dengan kontradiksi. Dihadapkan dengan kontradiksi sebesar itu, dia menyimpulkan bahwa ada kesalahan pada [Piece of Laplace]

Mereka berenam kemudian pergi ke depan toko yang sudah ditutup dan membungkuk.

“Terima kasih untuk hari ini. Aku akan senang bila kita bisa datang lagi.” (Yo)

“Tidak, kita tidak akan melakukan hal itu, Kasukabe-san. Karena selanjutnya kita akan menantang mereka berduel.” (Asuka)

“Iya. Menjilat kembali ludah yang sudah dikeluarkan adalah hal yang buruk. Lain kali kami akan menantangmu dengan seluruh kekuatan kami.” (Izayoi)

“Fufu, baiklah. Aku akan menantikan hal itu……… Ngomong-ngomong,” (Shiroyasha)

Shiroyasha melihat mereka dengan wajah serius.

“Memang sudah terlambat, tapi aku ingin menanyakan satu hal. Apakah kalian tahu kondisi Komunitas kalian?” (Shiroyasha)

“Ahh, tentang nama dan banner itu? Kami sudah tahu.” (Izayoi)

“Kalau begitu apakah kalian juga sudah dengar bahwa kalian harus menantang [Demon Lord] untuk mendapatkannya kembali?” (Shiroyasha)

“Kami tahu.” (Asuka)

“…………… Kalian memasuki Komunitas Kuro Usagi setelah mengetahui hal itu?” (Shiroyasha)

Kuro Usagi terkejut dan memalingkan wajahnya. Dan berpikir di saat yang bersamaan. Jika dia berbohong kepada mereka dan tidak mengatakan kondisi Komunitas yang sebenarnya, dia mungkin akan kehilangan rekan yang berharga.

“Benar. Mengalahkan Demon Lord terdengar keren.” (Izayoi)

“Itu bukanlah sesuatu yang ditentukan oleh betapa [Keren] hal itu………… Dasar, kalian ini. Ini mungkin disebut ceroboh atau berani. Yah, kau akan mengerti seperti apa Demon Lord itu saat kalian kembali ke Komunitas kalian. Jika kalian masih ingin melawan Demon Lord setelah itu, aku tidak akan menghentikan kalian tapi……… kalian berdua, para gadis. Pasti akan mati.” (Shiroyasha)

Dia mengatakan hal itu seperti prediksi. Mereka berdua mencari kata-kata untuk melawan, tapi nasihat dari Shiroyasha, yang memegang gelar [Host Master] yang mirip dengan Demon Lord, mempunyai nada intimidasi yang membuat mereka berhenti melawan.

“Dihadapan Demon Lord, kekuatan kalian akan di uji dalam Gift Game. Berbicara tentang standar tingkat bawah, kalian berdua tidak akan selamat melewati Game Demon Lord. Melihat serangga ditelan oleh badai dan dipermainkan selalu saja menjadi pemandangan yang mengerikan.” (Shiroyasha)

“…………… Terima kasih atas peringatannya. Kami akan mengingatnya. Lain kali, kami akan menantang ke Game yang serius, jadi bersiaplah.” (Asuka)

“Fufu, tentu saja. Markasku ada di Gerbang nomor 3345. Datanglah kapanpun kalian mau…… Tapi kalian harus mempertaruhkan Kuro Usagi.” (Shiroyasha)

“Tidak akan!” (Usagi)

Kuro Usagi melawan dengan cepat. Shiroyasha menutup mulutnya, merajuk.

“Jangan begitu. Jika kau masuk ke Komunitasku, aku akan menjamin kau bersenang-senang seumur hidupmu, lho? Aku juga akan menyiapkan kamar pribadi dengan kalung dan makanan tiga kali sehari.” (Shiroyasha)

“Kalung dan makanan tiga kali sehari, bukankah itu perlakuan untuk binatang peliharaan!” (Usagi)

Kuro Usagi marah. Shiroyasha tertawa. Mereka berlima diantar pergi oleh pegawai tokok yang tidak suka bersosialisasi dan pergi dari cabang toko [Thousand Eyes] di gerbang 2105380

Part 3

Setelah menyelesaikan Game dari Shiroyasha, mereka berjalan selama tiga puluh menit melewati air mancur alun-alun dan sampai di depan gerbang dari daerah permukiman [No Name]. Sesuatu yang terlihat seperti sisa dari sebuah bendera bisa terlihat.

“Ini adalah Komunitas kami. Tapi, kita harus berjalan lebih jauh lagu untuk mencapai markas, jadi tolong bersabar. Masih ada sisa pertempuran di sekitar sini………..” (Jin)

“Sisa pertempuran? Sisa pertempuran melawan Demon Lord yang hebat itu?” (Asuka)

“Y, ya.” (Jin)

“Tidak apa. Mungkin aku akan bersenang-senang melihat bekas luka yang ditinggalkan oleh bencana terhebat Little Garden.” (Asuka)

Sepertinya Asuka marah karena kejadian itu terjadi belum lama. Untuk orang yang sangat bangga akan dirinya sendiri, dia tidak boleh sampai diremehkan dan dibandingkan dengan serangga.

Kuro Usagi membuka gerbang itu dengan ragu-ragu. Saat ia melakukan hal itu, angin yang kering menghantam mereka.

Mereka bertiga menutupi wajah mereka dari awan debu. Salah satu bagian dari bangunan yang hancur bisa terlihat.

“Ini……..!?”

Asuka dan Yo terperangah saat mereka melihat bekas luka yang ada pada daerah permukiman itu dan Izayoi memicingkan matanya.

Izayoi mendekati kota dari kayu itu dan mengambil sebagian dari sisa-sisa kota yang ada di sekelilingnya. Saat ia sedikit menguatkan pegangannya, kayu itu membuat suara mengering dan berubah menjadi abu.

“………… Oi, Kuro Usagi. Gift Game dengan Demon Lord --- Sudah dari berapa ratus tahun yang lalu?” (Izayoi)

“Hal itu sebenarnya terjadi tiga tahun yang lalu.” (Usagi)

“Hah, itu menarik. Hal ini benar-benar menarik. Daerah ini hancur hanya dalam tiga tahun?" (Izayoi)

Ya, Komunitas mereka, [No Name] --- terlihat seakan-akan hancur dan membusuk sejak beberapa ratus tahun yang lalu.

Jalanan putih yang seharusnya bertahan terkubur dalam pasir dan rumah dari kayu membusuk dan runtuh. Pagar besi dan kawat yang digunakan sebagai pelindung telah berkarat dan membengkok, dan pohon yang berada di sisi-sisi jalan terabaikan dan layu hingga berubah menjadi putih seperti patung batu. Mereka bertiga menarik nafas saat berjalan melewati kota yang membuat orang tidak percaya bahwa dahulunya tempat itu ditinggali oleh orang lain dan penuh dengan kehidupan.

“Aku akan mengatakan hal ini. Tidak perduli cara apa yang digunakan, tingkat kehancuran seperti ini adalah hal yang mustahil. Selain karena jangka waktu yang lama, tidak cara lain untuk membuat kayu membusuk seperti ini.” (Izayoi)

Setelah Izayoi menyimpulkan bahwa hal itu mustahil, ia mulai mengeluarkan keringat dingin. Asuka dan Yo melihat ke arah rumah yang hancur dan membuat ekspresi yang rumit.

“Sebuah satu set alat untuk minum teh masih ada di atas meja itu. Seakan-akan semua orang yang tinggal disini tiba-tiba saja menghilang.” (Asuka)

“………… Tidak ada makhluk hidup sama sekali. Sulit dipercaya bahwa binatang sekalipun tidak ingin datang.” (Yo)

Mereka mengatakan pemikiran mereka lebih berat dari Izayoi. Kuro Usagi mengalihkan pandangannya dari rumah yang hancur dan terus berjalan melewati jalanan yang hancur.

“……….. Game Demon Lord adalah pertarungan dengan tingkatan yang sangat berbeda. Mereka tidak mengambil tanah ini adalah sebagai peringatan dan pengingat terhadap kekuatan mereka. Mereka terus menantang manusia yang memiliki kemampuan dan menghancurkan mereka sehingga mereka tidak bisa lagi menantangnnya. Rekan-rekan mereka yang tersisa kehilangan semangat mereka………. Dan meninggalkan Komunitas mereka serta Little Garden.” (Usagi)

Ini adalah salah satu alasan mengapa seseorang menyiapkan Game Board yang besar seperti Shiroyasha saat sedang menyelenggarakan Gift Game skala besar. Jika Komunitas yang kuat dan Raja Iblis bertarung, maka akan meninggalkan bekas luka yang mengerikan. Raja Iblis menikmati hal itu. Kuro Usagi terus berjalan melewati lokasi yang sudah hancur itu dengan pandangan mengarah ke bawah berusaha menutupi emosinya. Asuka dan Yo juga terus berjalan dengan ekspresi yang kompleks. Tapi Izayoi, dengan mata yang bersinat-sinar, tersenyum tanpa rasa takut sembari berkata.

“Demon Lord --- huh. Bagus, bagus, benar-benar bagus, ya. Hal ini sepertinya lebih menarik dari apa yang aku bayangkan…………..!!”

loading...