Friday, 21 October 2016

Lazy Dungeon Master Chapter 8 Bahasa Indonesia


Translator: Exicore
Editor: Ise-kun

Chapter 8: Rencana Berjalan Lancar

Dia marah ketika dia mendapatkan alat untuk menggali saat dia meminta ruangan baru. Dan itulah yang tidak aku mengerti.

Seandainya dia bilang dari awal, mungkin aku bisa menyimpan DP untuk melakukan hal itu…

Kemudian, tiga hari berlalu begitu saja.

Ngomong-ngomong, para bandit menggali ruangan yang baru sambil terus komplain. Meskipun mereka tidak membuang tanah dan batu yang mereka gali dari dungeon, hal itu akan tetap menghilang karena aku mengambilnya kembali sebagai harta karun. Meskipun tanah dan batu itu tidak menghasilkan apapun, aku tetap melakukannya karena sepertinya mereka senang aku ikut ambil bagian dalam melakukan perluasan. Mereka adalah orang-orang dengan pikiran yang sederhana.

“Hmm? Ada seseorang yang mendekat?” (Rokuko)

Rokuko bergumam.

“Apa itu bukan bandit?” (Keima)

“Rasanya berbeda. Mungkin seorang petualang. Para bandit sepertinya sudah menyadarinya juga, apa kita harus menyergapnya?” (Rokuko)

“Jadi begitu… Dari semua kemungkinan, mungkin saja itu adalah petualang yang dahulu yang datang kembali untuk menginvestigasi.” (Keima)

Meskipun itu adalah hal yang tiba-tiba, itu adalah kesempatan yang bagus. Saat aku memikirkan rencana pemusnahan bandit, aku memutuskan untuk berbicara dengan Rokuko.

Aku mengatakan kepadanya agar tidak melakukan hal yang tidak perlu.

“Karena tujuannya kesini adalah untuk menginvestigasi, petualang-petualang ini pastinya lebih kuat daripada petualang sebelumnya. Karena tidak akan berguna bila mereka tidak bisa kembali dari tempat ini seperti orang yang datang sebelumnya.” (Keima)

Oleh karena itu, mereka tidak boleh datang dan melihat perubahan yang terjadi pada [Ordinary Cave].

Jadinya, tidak ada pilihan lain selain membunuh para petualang itu.

Terus, setelah membunuh petualang itu, maka akan lebih banyak lagi petualang yang datang.

… Tentu saja, setiap kalinya petualang yang datang akan menjadi semakin kuat dan kuat.

Meskipun aku tidak tahu apakah hal itu akan berlanjut tanpa henti atau tidak, para bandit pastinya akan segera dikalahkan cepat atau lambat.

Ya, ini adalah rencana pemusnahan bandit yang aku pikirkan.

Yah, tugasku hanyalah menunggu hingga para bandit itu menyerah.

Hmm? Kau pikir aku tidak melakukan apapun selain tidur? Tidak tidak, bukan seperti itu.

Para bandit secara berkala pergi berburu dan kaemudian memberikan sebagian tangkapan mereka kepada dungeon. (Meskipun yang mereka berikan hanyalah tulang dan organ yang tidak mereka makan, apa yang mereka berikan tetaplah sumber DP) Dan sebagai gantinya, aku mengajari mereka bagaimana cara bertarung dengan baik dengan menuliskan caranya di kotak.

Tentu saja hal yang paling nikmat adalah para petualang atau bandit mati di dalam dungeon, karena mereka menghasilkan banyak DP.

… Sial, aku nggak mau bekeeeeerjaaaa...!

Namun, tidak ada masalah karena para bandit terus memberikan DP.

“Oh… Kehma, itu luar biasa! Pemikiranmu itu luar biasa!” (Rokuko)

“Ya. Ngomong-ngomong, ruangan goblin itu akan diubah menjadi tiruan dari [Ordinary Cave]. Dan kemudian, saat sudah tiba waktunya, pindahkan intinya kesana. Kita akan pura-pura bodoh dan berkata [Eh? Bandit? Apakah mereka ada hubungannya denganku?]” (Keima)

“Eeh, jadi begitu... Tapi aku kira kau lupa kalau monster hanya bisa dikeluarkan dari inti dungeon saat ada penyusup.” (Rokuko)

Oh, aku lupa tentang hal itu.

“Para petualang akan datang sebentar lagi.”

“Ya, aku bisa melihatnya.”



*



“Bos, para petualang datang.”

“Ya, seperti yang kuduga, ayo sergap mereka.”

“Anda duga?”

“Ya, di dalam kotak dengan pedang dituliskan agar kita bertarung melawan para petualang yang datang.”

Ngomong-ngomong, bos para bandit itu belajar membaca akhir-akhir ini dan mampu membaca kalimat sederhana.

Karena huruf-huruf (atau apakah lebih tepat bila dipanggil kotak harta karun?) dari dungeon ditulis dalam kalimat yang sederhana. Bos bandit pun mampu membacanya.

[XTLN: Perbedaan huruf kanji antara kata ‘huruf’ dan ‘kotak harta karun’ adalah satu kanji.]

Yah, cukup beralasan untuk belajar membaca agar bisa membaca pesan dari dungeon… Dan bos bandit sendiri bangga dengan kecerdasannya.

Aku penasaran apakah mereka akan kembali menjadi orang bodoh lagi saat meninggalkan dungeon… Mungkin saja.

“… Benar juga, mari gunakan para pendatang baru itu. Kalau mereka berhasil membunuh para petualang itu, mereka boleh naik ke tingkat yang lebih tinggi.”

“Dimengerti. Bagaimana dengan kita?”

“Kita akan membereskan para petualang yang kelelahan apabila orang-orang baru itu gagal. Tapi akan lebih baik lagi kalau mereka berhasil.”

Faktanya, banyak dari strategi mereka datang dari dungeon.

Menggunakan orang-orang baru, menghancurkan mereka yang tidak berguna terlebih dahuku. Ini adalah salah satu strategi yang diajarkan oleh dungeon.

Bertahan dalam cuaca berangin dan hujan, mereka menggunakan markas mereka untuk mengumpulkan uang. Itulah yang para bandit lakukan. Meskipun akan berbahaya bila markas mereka di ketahui, bahaya tersebut akan menghilang apabila mereka membunuh orang yang datang satu per satu… Seperti yang tertulis dalam surat dari dungeon, tapi mungkin bos para bandit juga memikirkan hal yang sama.

Saat memasuki dungeon, ada titik buta di salah satu sudut ruangan… Yah, karena titik buta itu kecil maka orang yang bisa berada disana hanyalah tujuh sampai delapan orang.

Orang-orang baru itu menunggu disana.

Mereka yang bukan orang baru menunggu di ruangan sebelah kanan dan kiri lorong itu. Agar mereka bisa membantu kapan saja.

“Huh? Bukankah inti dungeon itu harusnya ada disini?”

Itu adalah kata-kata terakhir dari salah satu petualang dari tiga petualang itu.

Para pendatang baru mengarahkan pedangnya ke arah petualang yang tidak waspada dan mendekat ke arahnya.

“Makan ini!”

Dia menyerang lehernya yang tidak dijaga dengan pednag tumpul berkarat, membunuh petualang itu dengan mematahkan tulang di lehernya.

Kau melakukannya, pendatang baru. apa kau itu penjahat atau semacamnya? Kau dengan bodohnya berusaha terlihat keren dan membuat keributan.

Meskipun kau sudah diberitahu untuk tetap diam sebelum menyerang, apa kau menganggap dirimu seorang penjahat saat kau berusaha membunuh orang lain untuk pertama kalinya? Tapi petualang itu terbunuh di serangan pertama. Kau bisa menyebut hal itu sebagai sebuah keberuntungan yang luar biasa.

“E, eeeeh-! Dengan begini aku akan berada di tingkat yang lebih tinggi!”

“Bennis!? Tch, bandit!? [Slash]!”

“Eh? Gobeh-“

Petualang itu… menggunakan skill conter-attack untuk memotong leher pendatang baru itu. Seperti yang di duga, itu adalah serangan yang menghasilkan luka yang tidak bisa dipulihkan tanpa magic recovery kelas tinggi, dengan kata lain, dia tidak bisa diselamatkan. Pedang tajam itu harus ditangani dengan cepat… tidak, petualang itu kuat dan juga bisa menggunakan skill. Pendatang baru tadi kemudian jatuh ke tanah.

Meskipun tidak ada satupun dari orang bodoh itu yang melihat tubuh itu jatuh tanpa suara, para petualang itu bertindak lebih cepat daripada para pendatang baru iut.

“Sial, dia punya skill! Maju, gunakan jumlah kita…! –Gubo-”

Seorang petualang menembakkan anak panah ke bagian belakang armor kulit miliknya. Pendatang baru itu mati dengan cepat setelah dadanya tertusuk. Mungkin petualang itu tidak berpikir kalau dia akan mati dalam sekali serang, sehingga dia menembakkan satu lagi anak panah ke kepalanya. Tembakan cepat bertenaga tinggi. Ditambah lagi dengan ketepatan yang tinggi pula. Apa petualang yang ada di belakang itu menggunakan skill offensive panah? Tapi bila memang ia menggunakannya maka yang perlu mereka lakukan adalah mendekat dan membuat pemanah itu tidak berdaya. Mereka tidak berpisah saat berjalan di koridor, apa mereka tidak terbiasa bertarung? Sepertinya mereka tidak ingin pergi tanpa rekan mereka, setidaknya begitulah menurutku.

Setelah itu para petualang berhasil menekan mereka. Meskipun mereka kurang dalam jumlah, mereka berkoordinasi dengaa baik. Para petualang itu sepertinya lebih kuat daripada para pendatang baru. Itu terlihat jelas saat mereka menggunakan skill, tapi mereka tidak bisa menang karena kalah jumlah. Petualang pengguna pedang itu dikelilingi, dan pemanah itu berusaha berlindung dibalik mayat-mayat yang tergeletak di tanah, namun ia pada akhirnya mati.

Karena para pendatang baru itu berusaha terlihat keren, lima orang dari mereka mati, untuk membunuh tiga orang petualang.

Para pendatang baru itu mengahbisi para petualang… Yah, dua dari mereka terbunuh, tapi satu lagi tidak berhasil selamat dari serangan pertama. Untunglah pendatang baru yang membunuh petualang itu adalah mantan tentara bayaran dan dimasukkan ke tingkat yang lebih tinggi seperti yang dijanjikan.

“Karena menambah orang baru mulai dari sekarang hanya akan membuatku sakit kepala… Akan bagus bila kita memiliki perantara.

Mantan tentara bayaran dan budak yang kabur huh… Para penjahat itu tidaklah berguna… … Sekarang, bisakah kami mendapatkan ruangan baru dengan ini? Tooolooong ya, Dungeon-chan tercinta?”

Kemudian, sebuah kotak muncul.

Didalamnya tertulis [Kerja bagus! Aku akan menambahkan lebih banyak ruangan, jadi tolong keluar.]

Untungnya, kotak itu diisi dengan makanan. Bos bandit itu bahkan melihat hal yang belum pernah ia lihat sebelumnya, roti dengan bau yang manis. Baunya seperti buah yang mahal yang dikenal dengan nama melon… Secara kebetulan, bos bandit itu pernah mencoba makanan itu sebelumnya. Terpaku ke makanan itu saja – Yah, mari berhenti membicarakan hal itu.

Tentang roti itu, saat orang-orang baru yang naik tingkat itu dibiarkan mencobanya sedikit sebagai hadiah, mereka memakannya dengan cepat, kemudian berkata [Ini pertama kalinya aku memakan roti yang semanis dan senikmat ini! Aku akan bersumpah setia kepada bos mulai sekarang!]

Melihat ekspresi mereka yang lebih serius daripada saat pertama kali mereka masuk, ia hanya bisa tersenyum masam.



*



Para petualang sepertinya lebih bodoh dari yang aku duga.

Jika mereka lebih berhati-hati saat masuk, maka mereka pasti bisa menghindari serangan mendadak para bandit. Atau mungkin mereka memang meremehkan [Ordinary Cave]? Mereka mungkin berpikir kalau mereka bisa selamat bahkan walau mereka diserang oleh monster yang selevel dengna goblin. Apakah mereka tidak berpikir kalau bahaya akan semakin meningkat saat mereka datang kesini?

… Petualang pemula itu mungkin terkena masalah, mungkin itulah yang mereka pikirkan.

Apapun itu, mereka seharusnya lebih berhati-hati karena petualang pemula itu tidak kembali. Sangatlah bodoh untuk mengabaikan fakta itu.

“Yay, enaknya! Para bandit itu melihat sesuatu yang bagus. Sudah cukup lama sejak terakhir kali ada orang yang mengincar inti dungeon.” (Rokuko)

“Mereka pelakunya lagian.” (Keima)

Terserahlah, kami mendapatkan 1900 DP kali ini, jadi kami sekarang memiliki 2951 DP… Perhitungan kasarnya yaitu 1000 DP untuk lima bandit itu, dan 900 dari tiga petualang huh. Kami kehilangan penghasilah DP tetap dari lima orang itu, tapi kami mendapatkan balasan yang bagus.

“… Jadi haruskah kita mulai menambahkan ruangan seperti yang mereka minta? Karena mereka telah melakukan yang terbaik untuk memperluas ruangan di sebelah kiri, aku akan menambahkan ruangan disana yang saling berhadapan. Mungkin bagus untuk membuat salah satunya menjadi penjara… Oh iya, layanan makanan.” (Keima)

“Roti Meh lun? Apa ini? Apa ada hal yang semacam ini di menu DP?” (Rokuko)

“Mau nyoba makan?” (Keima)

Aku membeli [Bermacam-macam Roti Manis (15 DP)] [Bermacam-macam Roti (15 DP)] [Set Sayuran/Daging kering (15 DP)] dan sebuah [Kotak (5 DP)] untuk memasukkan mereka, mengirimnya ke para bandit dengan sebuah pesan.

Karena aku menggunakan 630 DP untuk menambahkan lebih banyak ruangan, sekarang kami hanya memiliki 2217 DP.

… Masih lama sebelum mencapai 10000 DP.

loading...