Monday, 24 October 2016

Isekai ni Tensei Shitandakedo Ore, Tensai tte Kanchigai Saretenai? Chapter 6 Bahasa Indonesia


Translator: Ernesta Yuki
Editor: Ise-kun

Chapter 06 - Upacara Masuk

Setelah menghabiskan sarapan, Aku menghabiskan waktu yang cukup lama di wastafel. Aku merapikan rambutku, menggosok gigi hanya untuk memastikan aku terlihat rapi.

Setelah aku puas aku kembali ke kamarku dan mengenakan baju sekolah baruku, lalu aku kembali memastikan diriku di depan cermin.

Yap, sejauh ini kelihatan tamvan. Pantulan yang aku lihat adalah seorang laki-laki muda, terlihat sangat rapi.

"Mah, gimana penampilan ku?"

Dia membalas dengan senyuman, bahkan lebih lembut dari yang biasanya, dan dia berkata kalau itu benar-benar cocok untuk ku.

Aku melihat jam dan mendapati kalau aku masih memiliki sedikit waktu, jadi aku berpikir untuk memeriksa pertunjukan peramal di TV.

"Kou-chan, jemputanmu bentar lagi datang. Kamu siap-siap ya di pintu depan."

Dia bilang itu dengan santai. Aku tidak pernah dengar apa-apa tentang layanan transportasi sebelumnya, jadi aku bertanya tentang itu padanya.

Tampaknya, sebagai anaknya... sebagai anak dari "Ibu dari Pengetahuan Kuantum Baru", akan menjadi masalah bagi banyak orang.

Ah, sekarang aku mengerti. Karena itu sudah fakta kalau keturunan langsung dari seorang ilmuan terkenal di dunia akan pergi ke akademi teknologi, jika aku pergi ke sana dengan transportasi umum, mungkin akan jadi kegemparan nantinya. Aku tidak ingin terjebak dalam semacam kekacauan, jadi aku memutuskan untuk menunggu layanan transportasi saat dia bilang begitu.

"...Apa-apaan ini..."

Saat aku melihat mobil yang seharusnya menjemputku, aku hampir secara reflek langsung lari kembali ke dalam rumah.

Apa yang aku lihat adalah sebuah mobil hitam, yang diselimuti aura mafia menakutkan... dengan 2 mobil van hitam pekat menjaganya baik di bagian depan dan bagian belakang. Aku menghela napas, mencoba untuk bertahan dengan kelelahanku, dan segera setelah itu, ibu keluar dari rumah.

"Nah kalau begitu, Mamah mau pergi juga."

ketika dia mengatakan itu, dia masuk ke dalam mobil hitam dan pergi bersama dengan mobil vans besar itu...

Apa yang tersisa hanyalah mobil sedan normal.
Astaga Tuhan!
Aku benar-benar bersyukur!!
Jadi semua orang yang menakutkan itu adalah pengawalnya ibu... Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika aku harus pergi ke sekolah dengan orang-orang seperti itu...

"Anda Kouki-kun, benar? Kemari, kita pergi ke sekolah."

Apa yang keluar dari mobil itu, seorang pria botak setengah baya dengan setelan hitam. Aku hanya bisa gemetar dalam keheningan selama seluruh perjalanan ke sekolah.


Ummm, kelas 1-S..... 1-S....

Aku benar-benar tersesat! Tempat ini terlalu besar!!

Berapa banyak uang yang mereka gunakan untuk membangun sekolah semacam ini?!

Apa yang harus kulakukan sekarang, semua orang sepertinya menghindari tatapan mereka dariku, jadi aku tidak bisa membawa diriku untuk bertanya pada siapapun.

Sekarang aku mulai mengingat tentang hari sekolah SMP ku,

Eh...Mataku meneteskan air mata...

Ketika aku berjalan-jalan tanpa tujuan selagi memiliki pikiran seperti itu, aku mendengar sebuah suara dari seseorang yang berlari kearahku dari belakangku.

Saat aku berbalik, Aku melihat seorang perempuan cantik di depanku, mencoba untuk menarik napas.
Aku mencoba untuk menjaga Poker faceku untuk mencegah dia khawatir padaku, dan untuk menjaga kegembiraanku karena aku pikir kalau itu kesempatanku untuk berkenalan dengan cewek cantik. Aku mencoba untuk bertanya lokasi kelasku padanya.

"Maafkan aku, Arakawa-kun. Ada sedikit miskomunikasi  dari pihak kami, jadi pemandumu tidak bisa datang tepat waktu."

"Dia tiba-tiba berbicara padaku lebih dulu, Aku hanya bisa mengangguk dan kehilangan timing untuk menjawabnya. Sial... Dia akan berpikir aku adalah seorang Comusho. Aku memandang sekilas ke arahnya, kemudian aku melihat matanya berputar-putar kesegala arah.
(TLN : Comusho = seseorang dengan gangguan komunikasi, lebih seperti canggung secara sosial)

"Whoaaaa, Dia seorang Comusho, tidak bisakan dia berbicara dengan benar? Comusho menyeramkan!" (Cewek)

Dia pastinya berpikir seperti itu.

Untuk sekarang, ayo coba untuk tenang lebih dulu. Aku mencoba yang terbaik untuk mempertahankan ketenanganku, kemudian berbicara padanya.

"Aku mengerti situasimu. Untuk sekarang, apa yang harus aku lakukan? Kau akan jadi pemanduku kan?

Eksekusi sempurna!

Dengan rencana ini, ini terlihat seperti aku sudah mengendalikan situasi.

Dan yang terpenting, aku memintanya untuk menjadi pemanduku, sekarang tidak mungkin dia bisa menolak ku sekarang!

Tentu itu adalah kelakuan buruk ku, tapi untuk sekarang, aku harus berkenalan dengan benar kepada cewek ini. Dia menunjukkan pose berpikir untuk sesaat, kemudian dia menatap kearahku dan dia bicara sambil tersenyum, kalau dia akan menjadi pemanduku.

Senyum menawan sungguh memiliki efek penyembuh yang kuat!

Setelah mengikuti dia dengan patuh, dia berhenti di bagian depan dari ruang kepala sekolah. Saat aku berpikir kalau dia mungkin membawaku untuk bertemu kepala sekolah, dia memasuki ruangan tanpa mengetuk pintu.

Dia berjalan ke balik meja di belakang ruangan, dan kemudian dia berbalik kepadaku, tersenyum.

"Selamat datang di Akademi Teknologi Negara, Arakawa Kouki-kun. Aku adalah Kepala Sekolah, Yamamoto Kaori."
(TLN : Kasian bener lu. Naksir cewek, taunya kepala sekolah sendiri xD)
(Editor Note: wkwkwkwkwkwk plot twist nya)

- Sudut Pandang VIP Pribadi Escort -

Semua dari kami berada dalam situasi yang sangat mengerikan. Sekarang, rumah ini benar-benar dikelilingi oleh 32 personil dari Pasukan Jietai Penjaga Khusus, dan oleh kami, 20 personil dari Tim VIP Escort.
(TLN : Jietai = Pasukan JSDF Jepang)

"Skinhead melapor. Objek akan keluar dari rumah segera. Tuan-tuan, pertahankan penjagaan kalian."

Nama kodeku adalah "Skinhead". Terlihat jelas dari kepalaku ini. Yah, itu tidak benar-benar penting.

Karena menjadi terlalu tegang tidak akan ada gunanya bagiku, jadi aku mencoba membebaskan diriku dengan memikirkan hal-hal sepele.

Misi kami adalah untuk mengawal Arakawa Kouki. Dan yang lebih buruk lagi, kami akan terus mengulangi operasi mengawal dia ke sekolah ini selama 3 tahun sampai dia lulus.

Apa yang bisa kami pelajari dari dokumen yang diberi pada kami, tanpa diragukan kalau kalau itu adalah dia, keberadaan penting bagi Jepang, dan dia yang mengerikan dan kurang moral...

Kegagalan tidak akan ditoleransi. Metode operasi adalah pengawalan sederhana menggunakan umpan. Pertama ibunya Arakawa Miki yang akan bertindak sebagai umpan, berangkat duluan dengan mobil pengawalan, diikuti oleh dia setelah itu.

Ngomong-ngomong, dia menawarkan diri sendiri untuk peran itu.

Setelah itu, objek pengawasan sebenarnya Arakawa Kouki akan berangkat dengan hanya satu mobil pengawalan, akan melalui rute yang berbeda.

Meskipun benar kalau dia akan pergi hanya dengan satu mobil pengawal, tapi tepat di atas langit, sebuah pesawat tempur siluman milik Angkatan Udara Jepang sudah siaga. Dengan ini, kami bisa melihat banyak hal secara luas, melindunginya dari kebanyakan serangan kendaraan darat.

Dan untuk menambahkannya, penyamaran mobil lapis baja juga ditempatkan di sepanjang rute.

"Agen 1 melapor. Umpan telah dikerahkan"

Menurut rencana, Arakawa Miki telah berangkat lebih dulu. Sekarang ini adalah giliranku untuk melindungi objek sebenarnya.

"Anda Kouki-kun, benar? Kemari, kita pergi ke sekolah."

Setelah aku mengatakan itu, dia masuk ke dalam mobil tanpa mengatakan apapun. Normalnya, seseorang akan menunjukkan semacam tanggapan setelah melihat seseorang dengan penampilan sepertiku, tapi dia hanya diam.

Tidak hanya itu, sepertinya dia tidak senang terjepit diantara dua orang. Dia mengayunkan kakinya dengan gelisah, seolah untuk memperbaiki suasana hatinya.

Ini akan menjadi buruk jika membuatnya gelisah, jadi dilain waktu aku akan menanyakan Biro Informasi jika mereka bisa mengirim seorang agen perempuan yang mampu menggantikan...

- Sudut Pandang Yamomoto Kaori -

Bagaimana ini bisa terjadi! Aku berlari disekitar akademi ketika aku menahan dorongan untuk berteriak. Setelah menerima berita kedatangan Arakawa Kouki, orang yang bertanggung jawab, yang mungkin tidak tahu sepenting apa orang ini, hanya menginformasikan Arakawa Kouki kemana harus pergi selanjutnya, dan meninggalkannya di tempat. Ketika aku menerima laporan itu, dia tidak lagi ada disana.

PBB sudah mau repot-repot memberitahuku langsung, untuk berhati-hati dari Arakawa Kouki, namun hal semacam ini masih terjadi...

Dan aku juga menerima laporan dari tim pendamping kalau Arakawa Kouki sepertinya berada dalam suasana hati yang buruk. Dia mungkin mengeluarkan beberapa gas beracun di wilayah sekolah buat membalas kami!! Ketika aku akhirnya menemukannya dan mencoba berbicara dengannya, aku merasa kalau itu sudah terlambat. Dia berbalik padaku, dan setelah melihatku, ekspresinya berubah.

"Tidak bisakah kau menyiapkan sambutan yang lebih baik untukku, dasar sekelompok idiot."

Matanya tampak galak, seakan mengucapkan kalimat itu.

"Maafkan aku, Arakawa-kun. Ada sedikit miskomunikasi  dari pihak kami, jadi pemandumu tidak bisa datang tepat waktu."

Aku mencoba mati-matian untuk meminta maaf, tapi satu-satunya tanggapan yang aku dapatkan adalah anggukan. Ketika aku menjadi lebih gelisah, aku mati-matian memikirkan apa yang harus dikatakan selanjutnya.

"Aku mengerti situasimu. Untuk sekarang, apa yang harus aku lakukan? Kau akan jadi pemanduku kan?

Itu adalah apa yang di bilang padaku. Jujur saja, aku merasa begitu takut, aku ingin sekali menolak. Tidak mungkin aku bisa akrab dengannya, tetapi cara bicaranya mengatakan kalau dia tidak akan menerima penolakan apapun...

Haruskah aku merusak suasana hatinya lebih jauh, aku yakin sebuah rudal jelajah akan mendarat di rumahku malam ini.

Aku tidak punya pilihan lain selain setuju dengan usulannya sambil tersenyum.

Pada akhirnya, aku tidak bisa memikirkan rencana apapun, dan kami berakhir di depan kantorku... tidak ada jalan untuk kembali... aku berbalik, dan berbicara sambil memberikan senyum terbaik yang aku punya.

"Selamat datang di Akademi Tekhnologi Negara, Arakawa Kouki-kun. Aku adalah kepala sekolah, Yamamoto Kaori."

- Sudut Pandang Arakawa Kouki -

"Selamat datang di Akademi Tekhnologi Negara, Arakawa Kouki-kun. Aku adalah kepala sekolah, Yamamoto Kaori."

Perempuan muda- Maksudku kepala sekolah, berkata begitu tepat di depan wajahku.

Uh, apa yang harus kulakukan? Jadi aku membuat kepala sekolah membimbingku berkeliling?

Dia pastinya marah, aku yakin dia berpikir, "Kenapa sih harus aku, kepala sekolah, harus membimbing seorang siswa sepertinya berkeliling?"

... Atau sesuatu seperti itu...

Oke, untuk sekarang aku akan tersenyum.

Aku hanya akan mencoba untuk melewati ini dengan teknik yang telah aku latih sejak aku masih muda, sebuah senyuman!

"Terima kasih Bu Kepala Sekolah. Izinkan Saya untuk memperkenalkan diri Saya dengan baik. Saya Arakawa Kouki. Saya akan dalam pengawasan Anda untuk 3 tahun kedepan."

Sempurna! Aku mengatakan itu dengan sebuah senyum kecil.

Nggak masalah, senyum bisa melalui banyak hal! Itu sudah bekerja dengan baik selama ini, dan aku yakin itu akan bekerja lagi sekarang.

Ketika aku memikirkan tentang itu, aku mengintip ekspresinya...

...Whoa, tidak terlihat bagus... Aku punya perasaan kalau aku hanya mengacaukannya...

Ini agak seperti situasi ketika kau pergi kencan buta dan kau bertanya nomor handphone gadis itu dengan santai, dan kemudian dia hanya berkata "...Eh??"

Aku dan kepala sekolah membeku dalam keheningan, memprediksi setiap langkah satu sama lain selanjutnya...

Setelah beberapa saat, kepala sekolah berbicara, memecahkan keheningan.

"It, Itu benar. Arakawa-kun, ada beberapa pertanyaan yang ingin kutanyakan sebelumnya. Apa kau mau menjawabnya?"

Fyuh, Aku selamat. Kalau aku harus berada dalam keheningan itu lebih lama, aku mungkin akan mulai menangis dan berlari pulang...

"Oh, apa itu?

Ini adalah dimana aku harus mengumpulkan point dengan menjawab apa yang dia ingin tau dengan jujur. Mereka bilang cewek cantik itu punya banyak cewek cantik lainnya sebagai teman, dan belum lagi kalau dia yang aku ajak bicara itu adalah kepala sekolah, jadi aku perlu untuk menjaga kesan ya baik.

"Aku ingin tau lebih banyak tentangmu"

"Tentangku (ore)? Oh, Maafkan saya. Jika anda ingin tau lebih banyak tentang saya (boku), tidak apa-apa untuk bertanya."

Whoooaaa! Aku baru saja mulai dan aku langsung mendengar kepala sekolah cantik itu berkata (Aku ingin tau lebih banyak tentangmu), Aku sangat terkejut dan hanya menjawab secara mendadak!!

Tunggu, jangan mulai membuat wajah mesum sekarang. Aku seorang Pria. Aku harus mempertahankan wajah lurusku, karena jauh di dalam hatiku, aku seorang Pria!

"Kau tidak perlu menjawabnya kalau kau tidak menginginkannya..."

Kepala sekolah mengatakan itu dengan suara terburu-buru. Tidak mungkin aku akan menolaknya!
Malahan, itu seperti sebuah berkah untuk ku!

"Apa itu? Apa yang ingin anda tau tentang saya?"

Aku bertanya selagi aku mencoba mempertahankan napasku senormal mungkin. Dia menjadi tenang sejenak, kemudian dia mulai bertanya padaku.

"Kmu menembakkan kembang api ke lepas pantai ketika kau berusia 12 tahun, kan? Apa yang kau coba lakukan saat itu?"

Umm, saat usia 12 tahun? Aku merasa kalau aku melakukan sesuatu pada saat itu...

Lagian, bagaimana dia tau tentang sesuatu yang bahkan aku hampir lupa?

Oh yah. Ayo coba mengingatnya... Kembang api... Kembang api... AH!? Yang itu!

Kalau aku mengingatnya dengan benar, pada saat itu, si Macho sedang berada dirumah sesekali.

Dia menunjukkanku bagaimana caranya membangun sebuah suar roket yang dia gunakan di tempat kerja.

Karena pekerjaan yang melibatkan Macho ini biasanya melibatkan daerah yang belum dijelajahi di Afrika, Amazon, dan lain-lain, aku mengira itu mungkin digunakan untuk mengusir hewan liar. Aku tidak benar-benar mendengarkan rincian yang dia katakan, tapi kesimpulannya adalah, jika suar roket terlalu tinggi, maka orang lain akan mudah melihatnya, dan itu pasti sebuah masalah.

Mendengar itu, aku mencoba menembakannya di lepas pantai, dan suar itu berada di ketinggian 80 meter di atas permukaan laut. Persis seperti katanya, itu terlalu mudah terlihat. Jadi aku mencoba konsultasi pada ibu tentang itu, dan dia berkata, mungkin akan lebih baik jika meningkatkan kecepatan dan menurunkan ketinggian terbang. Jadi aku secara acak menggambar sketsa sebuah versi yang lebih baik, bersama dengan ilustrasi terbangnya roket dan memberikannya kepadanya. Dan Voila, 6 bulan kemudian dia membuat sebuah versi perbaikan dari kembang api roket itu.

Kembang api yang dibuat Ibu jeniusku, terbang pada kecepatan 1200 km/jam pada ketinggian 2 meter, dan itu juga secara otomatis menghinari hambatan. Ketika aku mencoba menembakannya di lepas pantai, roketnya terbang seperti menggila dan menghilang ke cakrawala...Sekarang aku mengingatnya, malam itu aku melihat banyak cahaya dari pesawat tempur dan itu pemandangan yang cukup untuk mengerti. Ketika aku bilang padanya, dia mengangguk dan tampaknya terkesan. Bagus, dia harus terkesan padaku, anak teladan, seorang yang mati-matian berusaha untuk meminta pertolongan ke Ibu, semua demi ayah yang tidak berguna. Aku harus mendapatkan banyak skor dengan itu!

"Lalu, apa yang kau luncurkan dari halamanmu saat kamu berusia 13 tahun?"

Ah, itu, aku pikir itu saat seorang rekan perempuan si Macho mengatakan dia ingin melihat bagaimana bumi terlihat. Nah, karena aku pikir dia mungkin banyak membantu si Macho selama ini, aku mencoba konsultasi pada Ibu, dan dia memodifikasi roket kembang api sebelumnya.

Lalu aku menginstal itu ke satelit mini buatan ibu dan meluncurkannya. Saat itu perempuan itu benar-benar gembira dengan foto yang sangat bagus yang dikirim kembali dari satelit sehingga kau bahkan dapat melihat detail kecilnya. Sungguh sepadan dengan usahanya. Oh dan sementara itu, aku meluncurkan sesuatu yang mirip dengan roket itu 2 kali, tentu saja tanpa diketahui ibuku. Apa tepatnya yang aku luncurkan tidak akan kuberitahukan, itu adalah rahasia.
(Editor Note: Yang pasti itu adalah rahasia laki-laki :v )

"Maukah kau menceritakan apa yang kau luncurkan selain satelit itu?"

Tidak, aku tidak akan memberitahunya! Itu bukan sesuatu yang bisa ku beritahu kepadanya... Aku bahkan nggak akan memberitahumu bahkan jika kau memintaku dengan tatapan memelas!! Aku harus mengganti topik entah bagaimana caranya.

Lalu tiba-tiba, sebuah ketukan datang dari pintu.

"Kepala Sekolah, ini sudah saatnya untuk Upacara Masuk"

Waktu yang sangat tepat, saat tiba-tiba seorang perempuan blonde yang glamor datang ke ruangan...

—- Sudut Pandang Yamamoto Kaori —-

"Selamat datang di Akademi Tekhnologi Negara, Arakawa Kouki-kun. Aku adalah kepala sekolah, Yamamoto Kaori."

Setelah aku memperkenalkan diriku, dia menyeringai padaku, seakan membuatku terlihat bodoh.

"Terima kasih Bu Kepala Sekolah. Izinkan Saya untuk memperkenalkan diri Saya dengan baik. Saya Arakawa Kouki. Saya akan dalam pengawasan Anda untuk 3 tahun kedepan."

Dari ekspresi dan suasana saat dia mengatakan itu, aku hampir bisa merasakan kalau dia mengatakan...

(Aku tahu itu. Tidak bisakah kau mengatakannya? Dasar perempuan bodoh...)

Ini buruk, Aku harus menghentikan keheningan ini... Aku mati-matian memikirkan sebuah rencana dan mengeksekusinya (Maksudnya langsung melakukannya), di mana aku langsung menyesal.

"It, Itu benar. Arakawa-kun, ada beberapa pertanyaan yang ingin kutanyakan sebelumnya. Apa kau mau menjawabnya?"

Apa yang ku katakan, aku tidak bisa berpikir jernih sekarang, aku bahkan tidak bisa memahami apa yang barusan ku katakan. Dia memintaku untuk melanjutkannya, matanya serius... Aku mengucapkan kata-kata berikutnya, seakan mematuhi bisikan iblis.

"Aku ingin tau lebih banyak tentangmu"

Aku tersentak setelah aku mengatakan itu.

Apa yang ku katakan! Aku mungkin hanya mengatakan hal yang paling dilarang sebagai pendidik untuk anak muda ini. Ketika aku melihat dia, dia membuat ekspresi tegas saat dia memberi aku persetujuannya.

Tidak kah akan lebih baik jika berhenti disini? Pikiran seperti itu melintasi pikiranku. Tapi sudah terlambat. Rasa ingin tahuku sebagai seorang ilmuwan telah tumbuh terlalu besar bagiku untuk menahan diri. Anak Iblis... Aku ingat dia dipanggil seperti itu. Jika aku tahu lebih jauh dari ini, maka aku tidak akan bisa mundur, aku akan menjadi bagian lainnya yang menyembunyikan wujud aslinya. Tapi meskipun demikian, aku tidak terlalu keberatan. Aku ingin tahu kebenarannya.

"Kau menembakkan kembang api ke lepas pantai ketika kau berusia 12 tahun, kan? Apa yang kau coba lakukan saat itu?"

Dia menjawab dengan senyum. Ayahnya konsultasi padanya mengenai kecacatan dari rudal jelajah yang dia gunakan. Ketika dia menguji rudal, itu jauh di bawah standar dan jauh dari yang bisa digunakan. Jadi dia merancang modifikasi dan meminta ibunya untuk membuatnya...

Hasilnya, adalah sebuah rudal yang mengalahkan dengan telak rudal yang sudah ada. Jietai menempatkan martabat mereka di garis dimana mereka mati-matian mencoba untuk mencegat rudal, tapi dia, itu tidak berbeda dari melihat anak-anak membuat keributan.

"Cahaya dari pesawat tempur hari itu adalah pemandangan yang cukup untuk mengerti."

Itu adalah apa yang dia bilang. Dia mungkin mengatakan itu untuk menunjukkan kepercayaan dirinya, tak peduli seberapa banyak lalat kecil yang terbang bersama, tidak ada satu pun hal yang bisa mereka lakukan. Sebagai seorang ilmuwan, aku hanya bisa mengangguk terkesan, untuk keyakinan yang dia miliki dalam ciptaannya sendiri. Lalu aku juga mencoba bertanya tentang roket yang dia luncurkan di lepas pantai ketika dia berusia 13 tahun.

Sepertinya roket yang dia luncurkan dari halaman rumahnya adalah satelit mata-mata. Permintaan dari rekan ayahnya untuk satelit mata-mata, kalau rekan mungkin dia adalah anggota Biro Informasi PBB atau semacamnya... Karena orang ini mengatakan kau bisa melihat rincian kecil dari satelit itu, itu spesifikasi yang tidak diragukan lagi, jauh melampaui satelit yang ada di tekhnologi saat ini.

Tapi dia meluncurkannya 3 kali, saat aku bertanya tentang itu, dia menjawab kalau itu adalah rahasia.

Aku melihat dia sedikit kebingungan. Dan kemudian aku bisa mendengarnya bergumam, itulah yang akan menjadi akhirnya jika ada orang yang tahu apa yang dia luncurkan.

Sesuatu yang bisa membuat seseorang seukuran dia kebingungan, dan satu-satunya cara untuk menyembunyikannya adalah dengan meluncurkan itu ke angkasa... Hanya ada satu hal yang datang ke pikiranku...

"...Senjata Biologi"

Mungkin tidak salah lagi. Infektivitas tinggi, atau sangat mematikan, atau mungkin keduanya, virus yang tidak mungkin dikelola di bumi, ia membuangnya ke luar angkasa. Aku hampir merasa seperti menangis, dia menciptakan sesuatu yang bisa menghapus seluruh umat manusia tanpa berpikir...
(Editor Note: Padahal dia cuma ngeluncurin ntuh satelit cuma buat ngintip cewek mandi wkwkwkwkwkwk)

Apakah ini sesuatu yang bisa diperbaiki dengan mengajari dia etika moral?

Tak lama kemudian, seseorang datang mengganggu.

"Kepala Sekolah, ini sudah saatnya untuk Upacara Masuk"

Roberta Scarlet, dia seorang guru wali kelas memasuki ruangan.

—- Sudut Pandang Roberta Scarlet —-

Saat aku mengantar mereka berdua, aku melihat sekilas pemuda yang berjalan di sampingku. Dia adalah salah satu yang paling aneh, karena sebagian besar anak laki-laki akan langsung menatap dada ku, tapi dia tidak menunjukkan tanda-tanda melakukan hal itu.

Tidak hanya itu, seolah-olah dia tidak memiliki ketertarikan padaku.

Ini adalah pertama kalinya aku mendapatkan perlakuan semacam ini dan mau bagaimana lagi, tapi ini terasa membingungkan.

Tapi tidak mungkin aku bisa bertanya "Kau tidak mau melihat dadaku?", Jadi aku terus mengantar keduanya.

Kepala sekolah bilang kalau anak ini akan menjadi murid dari kelas yang ku pegang, tapi aku masih tidak tahu orang macam apa dia... Aku berpikir mungkin aku harus mengenal dia lebih baik sementara aku disini, tapi aku tidak tahu harus berkata apa padanya dan sebelum aku tahu itu, kami sudah tiba di tempat tujuan.

Aku membawanya ke tempat duduknya, dan kemudian aku pergi ke tempat dudukku sendiri. Aku bertanya-tanya, apakah aku akan mampu menjadi guru yang baik bagi siswa sepertinya, untuk 1 tahun kedepan?

Aku tidak bisa tidak khawatir tentang hal itu...

Translator Note :

Ernesta yuki : Aku benar-benar minta maaf untuk keterlambatannya.... Soalnya seminggu lalu sempat sakit dan lalu tiba-tiba ada UTS...Sekali lagi aku minta maaf :3...

loading...