Saturday, 8 October 2016

Death March kara Hajimaru Isekai Kyusoukyoku Chapter 8 Bahasa Indonesia


Translator: Lord D
Editor: Ise-kun

Chapter 8: The Demon, the Knight and the Magician

Satou di sini. Bengong karena tour yang sudah lama ditunggu-tunggu secara mendadak ditutup.




Sebuah keberadaan yang hanya dapat digambarkan sebagai turunnya seorang iblis.

Memiliki tanduk seperti kambing, mata merah gelap yang bercahaya, dan tubuh hitam legam yang berkilauan. Empat tangan, sayap kelelawar, dan ekor yang terbagi yang terlihat seperti penyengat. Benar-benar seekor iblis.

Iblis itu melindas para ksatria tanpa mengeluarkan keringat sama sekali.

Alun-alun dipenuhi oleh kereta yang terbalik dan juga mayat yang berserakan...

Dia muncul secara tiba-tiba di tengah siang hari yang damai.




Di tembok bagian dalam diisi oleh mansion para bangsawan dan orang-orang kaya, sementara toko-toko hanya berada di pinggir jalan utama yang mengarah ke kastil.

Pada saat kami sampai di dalam tembok, kami turun dari kereta dan mulai berjalan di sekitar toko mewah dengan dipandu oleh Nadi-san.

"Ini adalah toko yang menjual armor kelas atas untuk para ksatria. Toko ini tidak hanya memiliki armor metal. Terkadang mereka juga memiliki magic armor. Kau perlu gold dengan jumlah yang amat banyak untuk membelinya~”

"Yang ini adalah toko perhiasan terbesar di sekitar sini. Terutama karena pelayanan mereka untuk ruby dan sapphire adalah yang terbaik di kerajaan. Untuk rakyat jelata, aku merekomendasikan toko perhiasan Liz di seberang jalan.”

"Kalau kau ingin jubah milikmu dijahitkan, maka toko yang aku sarankan. Walau mereka sebelumnya memiliki sedikit kesusahan sebelumnya; tahun lalu, setelah kembalinya anak pemilik toko dari ibu kota kerajaan untuk meneruskan toko, toko ini menjadi sangat populer. Karena 1 pesanan bisa menghabiskan 2-3 gold coin, rakyat jelata tidak ke sini tapi sungguhlah sebauh ide yang bagus bagi para pedagang yang baru saja menjalani pekerjaan besar untuk memesan pakain di sini agar mereka lebih dikenal.”

Nadi-san benar-benar mengetahui banyak hal. Seperti yang dapat diharapkan dari orang dengan pekerjaan seperti dirinya?

Meskipun ada kereta kuda yang terlihat mewah datang dan pergi dari kastil ke alun-alun, lalu lintas jalan lumayan sepi untuk kereta kuda kami berhenti di tengah jalan.”

Apa Nadi-san nggak kehausan ya setelah banyak bicara gitu?

"Ini adalah toko dengan teras terbuka untuk makanan manis dan the yang paling populer di antara kalangan wanita Kota Seryuu.”

Mata milik Nadi-san berkilauan. Tidak terlihat seperti meminta, melainkan hanya murni kepengen aja.

"Nadi-san, tenggorokanku kering nih, karena kita sudah ada di sini, kita mending istirahat di sini.”

"Iya, aku mengerti. Silahkan duluan, aku akan menunggu di sini.”

... hmm?

Tiba-tiba memutuskan untuk menyendiri!?

"Kau nggak mau ikut masuk, Nadi-san?”

"Maafkan aku, tapi karena ini toko teh kelas atas...”

"Tolong beritahu aku lebih banyak soal kastil dan alun-alunnya sambil kita minum teh. Tentu saja, aku yang akan membayar untuk teh dan makanan manisnya.”

Mata milik Nadi-san bercahaya... tapi dengan cepat berubah menjadi berawan. Apa semahal itu tempat ini?
Ayo kita paksa dia!

"Ayo.”

Dengan pelan aku menarik tangan milik Nadi-san ke dalam toko.




Aku sudah sedikit bersiap-siap untuk itu, tapi satu set teh dan makanan manis cuman 1 silver coin. Apa gak kemurahan? Setidaknya itu apa yang kupikirkan, tapi mengingat kalau dengan uang berjumlah sekitar itu sudah akan membiarkan dirimu menginap di sebuah penginapan kelas atas untuk 5 hari, mungkin ini cukup mahal untuk orang biasa.

Meskipun ini adalah kafe dengan teras terbuka, mereka menaruh meja dari batu yang dibuat sedmikian rupa di sana. Cangkir dan tekonya terlihat mahal juga.
Tehnya terasa seperti the Assam. Walau mereka sepertinya tidak memasukan gula dan susu. Sebagai gantinya, mereka menghidangkannya bersama dengan kue panggang yang manis. Sepertinya kau bisa memakannya dengan keju kotak atau selai.

Apa dia bener-bener menginginkannya? Pada saat aku melihat gadis yang ada di sekelilingku, semuanya sedang memakan sesuatu yang terlihat seperti hotcake yang dipenuhi oleh krim madu.

Jadi aku memanggil pelayan dan meminta dua buah hidangan dari hotcake. Harganya 3 silver coin.

"Enak~~~"

Memang beneran enak... Terutama ekspresi Nadi-san yang senang dan menawannya itu!

Bahkan sambil menikmati makanan manis, Nadi-san tidak lupa untuk melakukan tugasnya, dia mebicarakan hal seperti reklamasi tanah kastil Seryuu dan berbagai hal lainnya.

Siang hari yang damai seperti ini tidak bertahan lama...

Pada mulanya, sebuah bayangan besar melewati Alun-alun..

Diikuti oleh teriakan bass yang dalam.

Melewati alun-alun, sebuah bola api rakasasa meluncur ke arah kastil.
Satu pucuk menara runtuh ke depan.

Setelah kepulan asap dan suara dari runtuhnya puncak menara menghilang, orang-orang yang sempat diam di alun-alun baru saja sadar. Teriakan keluar, prajurit mewajibkan mereka semua untuk mengambil tempat perlindungan dengan suara marah.

Iblis bertangan empat melayang di atas Alun-alun sambil melebarkan sayap hitam miliknya.

"Apakah ada budaya untuk seorang Iblis bermain pada saat siang hari di kota ini?”

"Tidak ada hal semacam itu! Cepat, ayo lari!”

>[Nonchalant Skill Didapatkan]

Aku mengatakan sesuatu yang bodoh. Nadi-san menarik tanganku dan menyuruhku untuk melarikan diri tapi mungkin pinggangya kehilangan kekuatannya, dia tidak bisa bangun.

Meski menyedihkan, aku melihat situasi sekitarku yang mendorong ku untuk bertindak. Entah mengapa aku tidak bisa memahami informasi yang didapatkan dengan baik. Seolah tubuhku bergerak secara terpisah dari kepalaku.

Pada saat bola api kedua terbang melewati benteng ke arah tembok kastil, sebuah barier semi-transparan biru menjalar di sepanjang angkasa, dan bola api terhenti.

Sebelum barirer terpasang, sekelompok prajuri dan magician keluar dari tembok kastil.

Kepung dia! Kenapa kalian tidak menggunakan pertahanan kastil?
Untuk seseorang yang begitu menyedihkan sampai dia tidak bisa bangun dari kursinya, aku mengutuk para ksatria. Meskipun aku hanya tahu tentang pertempuran dari manga dan game...

Sang Iblis mendarat di atas tumpukan bunga yang berada di tengah alun-alun. Dia dengan sengaja memilih untuk bertarung di tanah ketimbang di langit dengan keuntungannya.

Infanteri berat yang berada di belakang membiarkan hujan anak panah terjadi. Terdengar seperti suara hujan deras yang keras, alun-alun tertusuk oleh kumpulan anak panah. Sayangnya semua anak panah yang mengenai tubuh hitam milik iblis ditangkis semua.

3 ksatria kavaleri yang menggenggam tombak di tangan kiri mereka menyerang iblis itu secara bersamaan. Sang iblis menghembuskan nafas berwarna ungu ke arah para ksatria. Apakah itu nafas beracun? Wajah dari ksatria dan kuda yang terkena serangan nafas itu secara langsung terlihat begitu buruk. Para ksatria yang kehilangan tenaga mereka jatuh dari kuda dan ditendang oleh iblis, terbang ke arah teman mereka.

Dari arah yang berlawanan dengan para ksatria, 3 kavaleri lainnya menerjang maju ke depan.

Meskipun dua ksatria yang menyerangnya lebih dahulu dilindas oleh ekor milik sang iblis, satu ksatria lainnya berhasil menusuk tubuh milik iblis itu menggunakan tombaknya.

Para ksatria yang sebelumnya dilindas oleh ekor berdiri, dan menyerang iblis di depan mereka menggunakan pedang milik mereka.

Sang iblis menepis serangan para ksatria dengan cakar dan raungannya!
Reruntuhan dan batuan kecil naik dan berputar mengelilingi tubuh hitam legam milik iblis dengan tubuhnya sebagai pusatnya, kecepatan perputaran secara perlahan meningkat...

Sebuah dugaan yang terasa tidak mengenakan merangkak naik ke tulang belakangku!

Aku mengangkat tubuhku dari kursi. Aku berpikir untuk melarikan diri tapi Nadi-san, yang pinggangnya masih lemah dan tidak bisa berdiri, masuk ke dalam pandanganku.
(Editor note: Elu itu overpower, level 310, ngapain kabur coba? Lu tonjok ntuh monster sekali juga udah instant kill)

Tidak ada waktu. Melarikan diri sudah tidak mungkin.

Aku menarik turun Nadi-san dari krusi, dan mengarahkan meja batu yang tebal ke arah si iblis sebagai sebuah pelindung.

Aku tidak bisa melihatanya dari posisiku, tapi kali ini, si iblis melontarkan gelombang kejut dari pedang angin ke segala arah.

Itu tadi nyaris tapi aku berhasil menahan Nadi-san di belakang meja batu.
Dorongan yang kuat menggetarakan meja. Bagian dari kaca terhempas oleh pedang angin. Pemandangan dari teras terbuka menjadi tragis.

Toko yang berada di sekitar alun-alun antara setengah atau benar-benar hancur. Seseorang bahkan ditimpa oleh kereta kecil dengan begitu naasnya.

Aku melirik ke arah si iblis yang mulai berjalan ke arah para prajurit yang baru saja terkena serangan gelombang kejut, dan menggendong Nadi-san yang tak sadarkan diri keluar dari alun-alun.

Aku berlari seperti angin ke arah jalan utama sambil menggendong Nadi-san.
Orang-orang yang sedang mengevakuasi diri mereka sendiri bergumul ke temok dalam, ini adalah keadaan yang berbahaya.

Aku berbelok ke jalan pinggiran sebelum mencapai kerumunan yang ramai. Karena tanganku sedang sibuk, aku mengoperasikan menu menggunakan pikiran dan menaikan skill [3D Maneuver] dan [Jump] ke level 10.

Mendekati tembok dalam, aku menemukan sebuah bangunan yang besar. Melompat-lompat dengan menggunakan tembok dalam dan tembok bangunan sebagai pijakan seperti seorang ninja di manga, aku melewati tembok dalam.

>[Retreat Skill Didapatkan]

Pada saat aku melakukan cek ke map, sepertinya ini adalah ujung dari bagian timur kota. Aku menghentikan sebuah kereta yang secara kebetulan lewat dan meminta pengemudinya untuk mengantar Nadi-san ke guild pekerja. Pengemudi itu pada awalnya ragu namun dia mengambil pekerjaan itu dengan senang hati pada saat aku menyodorkan gold coin.

>[Persuasion Skill Didapatkan]
>[Bribing Skill Didapatkan]

Ini bukanlah saatnya untuk menghemat uang.

Aku mengandalkan ingatan dari kemarin, dan mengeluarkan sebuah item tertentu dari storage sambil berlari.

loading...