Saturday, 15 October 2016

Arifureta Shokugyou de Sekai Saikyou Chapter 27 Bahasa Indonesia


Translator: Belang
Editor: C.Darmawan
Proofreader: Ise-kun

Gabung ke grup FB kami untuk mengetahui perkembangan novel-novel garapan kami dan juga chat-chat ga jelas bersama kami https://www.facebook.com/groups/IsekaiNovelTranslation

Chapter 27: Raisen Grand Canyon dan Kelinci yang Sengsara

Pancaran Cahaya Magic Circle menyilaukan penglihatan mereka, udara terasa berbeda walau tak bisa dilihat. Jelas beda kalau dibanding dengan udara dari dalam dungeon, udara segar terasa dari suatu tempat yang membuat Hajime mengendorkan pipinya.

Setelah kesilauan akibat sinar Magic Circle yang terlihat...

adalah Goa.

"Apa?" [Hajime]

Tanpa berpikir panjang, Hajime yang percaya kalau Magic Circle akan membawa mereka ke permukaan, mulai melakukan tsukkominya karena kelihatannya tempat ini sama saja seperti di dungeon. Ia terlihat sangat kecewa.

Yue menarik-narik kemejanya. Dia mengatakan pendapatnya agar Hajime tenang.

“… Ini jalan rahasia......digunakan untuk persembunyian mereka" [Yue]

"A, Ah, Begitukah? Benar juga. Tidak mungkin kan jalan menuju tempat persembunyiannya para pemberontak tidak tersembunyi." [Hajime]

Tidak menyadari sesuatu seperti itu membuat Hajime sedikit malu. Ia memalingkan muka sambil menggaruk-garuk kepala. Tanpa bantuan dari Green Light Stone, Hajime dan Yue berjalan menelusuri gua yang gelap gulita tanpa ada masalah.

Diperjalanan, malaupun melewati banyak pintu dengan segel dan perangkap, Orcus Ring akan bereaksi membatalkan semua aktifasinya secara bersamaan. Awalnya Mereka berdua berhati-hati, namun karena tidak ada sesuatu yang buruk terjadi mereka terus melangkah maju. Sampai akhirnya mereka menemukan cahaya. Itu adalah cahaya dari permukaan. Cahaya yang sudah lama tak dilihat Hajime selama beberapa bulan, dan Yue selama tiga ratus tahun.

Ketika melihat itu, Hajime dan Yue menghentikan langkahnya. Keduanya saling bertukar pandangan, dan mulai berlari ke arah cahaya yang telah lama mereka rindukan.

Saat mereka hampir mencapai asal cahaya, mereka bisa merasakan dan menghirup udara dari permukaan. Udara benar-benar berbeda tidak seperti di Dungeon. Terasa sejuk dan segar. Hajime tak pernah merasakan kalau udara seenak ini.

Hajime dan Yue sampai melompat kegirangan ke arah cahaya...... mencapai permukaan yang sudah menunggu mereka.

Menuju para manusia yang hidup di permukaan, memasuki wilayah Execution Ground (tanah eksekusi). Berada di bawah tebing, sihir hampir tak bisa dipakai, meskipun begitu, banyak monster-monster kuat dan kejam tinggal disini. Dari atas tebing kedalamannya sekitar 1-2 kilometer, lebar 900 meter, luasnya 8 kilometer dari 「Guryuen Great Desert」 di Barat dan 「Harzena Sea of Trees」 di Timur, meninggalkan sejarah besar yang membagi benua utara-selatan, sebagaimana orang menyebutnya.

"Raisen Grand Canyon"

Hajime dan Yue yang saat ini telah keluar dari gua, dan berada di bagian dasar 「Raisen Grand Canyon」. Meskipun mereka berada di bawah tanah (dasar), matahari dari atas bersinar terang dan terasa hangat. Seliwiran angin segar permukaan bergesekan dengan kulit mereka.

Dibandingkan dengan tempat lainnya, ini sudah pasti permukaan. Saat melihat ke atas matahari, ekspresi Hajime mulai berubah tersenyum. Bahkan Yue yang selama ini berekspresi datar memperlihatkan senyum lebarnya.

“… Kita sudah kembali ke permukaan 'kan...?" [Hajime]

" ... nn " [Yue]

Keduanya terlihat sangat senang. Melihat matahari bersama, memandang satu sama lain dan dengan penuh semangat mereka saling berpelukan terus ikkeh ditempat.
(Note: Abaikan kalimat yang dicoret diatas, itu hanya keisengan saya belaka, saya khilaf.)

"Yeaaaahhhh~~!! Kita berhasil kembali, sialann~! " [Hajime]

" Hnn~~!! " [Yue]

Hajime berputar-putar sambil memeluk tubuh mungil Yue. Suara gelak tawa mereka terdengar dengan nyaringnya. Bahkan tersandung jalan yang tidak rata terasa begitu lucu, keduanya terus tertawa dan tertawa.

Suara tawa mereka terhenti ketika tahu mereka telah benar-benar...... dikelilingi monster.

"Haa~ mereka benar-benar tidak bisa membaca suasana ‘ya?...... kalau diingat lagi, kita nggak bisa menggunakan sihir di sini 'kan?" [Hajime]

Hajime memiringkan kepalanya sambil mengeluarkan Donner & Schlag. Karena banyak membaca, Hajime tau kalau tempat ini memanglah 「Raisen Grand Canyon」, jadi tidak bisa mengeluarkan sihir.

"… Aku tau. Meskipun begitu, aku masih bisa menggunakannya, tapi hanya bisa sihir berkekuatan kecil." [Yue]

Alasan kenapa sihir tidak bisa dipakai di 「Raisen Grand Canyon」 karena dulunya kekuatan sihir yang dimasukan ke dalam panggilan sihir gagal di gabungkan dan tercerai-berai (dispersed). Tentu Yue pun tak bisa memakai sihir. Tapi Yue yang pernah menjadi 'Vampire Princess' punya ekstra kekuatan sihir yang cukup, ia juga mempunyai sebuah persedian sihir yang berupa 【Magic Kristal Series】.

Dengan kata lain, Yue mengatakan sesuatu kalau dia hanya perlu membunuh para monster sebelum kekuatan besarnya lenyap (terdispersed).

"Memakai sihir berkekuatan kecil... Seberapa besar efeknya?" [Hajime]

" … Sekitar 10 persen." [Yue]

Seperti yang terlihat, dalam menggunakan sihir dasar, kekuatan besar lebih diperlukan. Jaraknya pun akan sangat dipersingkat.

"A~ kalau begitu aku yang akan membunuh mereka, Yue cukup focus melindungi diri." [Hajime]

"Uu...... tapi" [Yue]

"Tak apa, orang yang benar berada di tempat yang tepat. Ini tempat yang buruk untuk pengguna sihir 'kan? Jadi serahkan saja kepadaku." [Hajime]

"Nn...... ok. " [Yue]

Yue mundur dengan segan. Meskipun telah lama menunggu untuk sampai ke permukaan, sulit untuk diterima kalau dia dikeluarkan dari pertempuran pertamanya di permukaan. Harga dirinya serasa telah rusak. Bibir Yue mulai cemberut.


Hajime menembakan Donner dengan tiba-tiba saat melihat Yue yang cemberut. Mengarahkan moncongnya (moncong senjata nya mksudnya) tanpa melihat ke sisi lain yang spontan membuat para monster menelan ludah, dan secara spontan menarik pelatuknya.

Tanpa menyadari serangan yang begitu dadakan, kepala-kepala monster yang ada disekitar meledak dan berserakan. Hanya terdengar gema suara tembakan yang membuat monster mati tanpa perlawanan. Para monster diam membeku tidak mengetahui apa yang terjadi. Kalau hanya 10% sihir dapat dipakai, maka 【Lightning Clad】 dapat dipakai disini dan RailGun bisa meluncur cepat tanpa ada masalah.

Hajime menunjukkan senyuman yang berani saat para monster tercengang.

"Hmm, monster dari dungeon dibanding kalian, mana yang lebih kuat..... biarkan aku menngujinya." [Hajime]

Dengan cepat Hajime menggunakan sikap Gun Kata sambil mengeluarkan niat membunuhnya. Ketika para monster melihat matanya mereka secara tidak sadar mundur satu langkah karena ketakutan. Walau tidak di beritau pun, mereka pasti merasakan dengan instingnya. Para monster telah berurusan dengan seorang 「Monster」 yang seharusnya tidak mereka jadikan musuh.

Orang biasa akan pingsan hanya dengan berada di jangkauan tekanan ganasnya, tapi satu monster yang tidak dapat menahan tekanan itu mengeluarkan raungan sambil melompat keluar.

"Graaaaa!!"

Bang!!

Namun, di saat yang sama tembakan bergema diiringi kilatan cahaya. Daripada dibiarkan kabur jadi... para monster sama sekali tidak diberikan waktu untuk membalas dan terhancurkan.

Apa yang terjadi setelah itu bukan sebuah pertarungan lagi tapi pembantaian. Para monster tak ada yang dibiarkan untuk melarikan diri satu langkah pun, seolah-olah kepala mereka meledak dengan sendirinya dan bagian dalam kepala mereka terlihat. Mayat-mayat monster yang terlihat di sana, mengisi penglihatan sejauh mata memandang hanya dalam waktu lima menit.

Menyimpan kembali Donner dan Schlag ke dalam sarung pistolnya yang masing-masing berada di samping pahanya, ia memandangi tumpukan mayat di sekelilingnya sambil memiringkan sedikit kepalanya.

Dari belakang, Yue mendekatinya dengan langkah kecil.

“… Ada apa?" [Yue]

"Nggak, hanya sedikit kecewa...... Monster di Raisen Grand Canyon terkenal dengan kebrutalan mereka, aku malah berpikir kalau aku nyasar ke tampat yang salah." [Hajime]

" … Hajime itu 'Monster' " [Yue]

"Jahat juga ya dirimu. Yah, itu tandanya kalau monster di dungeon terlalu kuat." [Hajime]

Ucap Hajime sambil menaikkan bahunya, matanya berpaling dari mayat monster yang sudah tidak menarik lagi.

"Hnn sekarang, kupikir kita bisa memanjat tebing ini-...... apa yang bisa kita lakukan? Kalau dipikir lagi, dari Raisen Grand Canyon seharusnya ada salah satu dari 7 Great Dungeon di sekitar sini. Setelah semua masalah ini, gimana kalau kita ke Sea of Trees (lautan pohon) dan ngelakuin beberapa pencarian sementara kita berada di sini?" [Hajime]

" … Kenapa lautan pohon?" [Yue]

" Yah, sehabis keluar dari Canyon (Ngarai), kamu nggak mau kehilangan makanan penutup 'kan? Kalau itu lautan pohon, seharusnya ada sebuah desa di dekat situ." [Hajime]

" … Pasti ada." [Yue]

Yue mengangguk menyetujui saran Hajime. Melihat betapa lemahnya monster tadi, sepertinya ngarai itu sendiri tak termasuk sebagai Dungeon. Di sekitar sini seharusnya ada pintu masuk ke Dungeon di suatu tempat. Jika mereka bisa memakai 【Air Walk】 nya Hajime atau Yue dengan 【Wind Magic】nya. Mereka bisa dengan mudah menaiki tebing itu, tapi mereka perlu menginvestigasi [Raisen Grand Canyon」 lebih jauh lagi, jadi tak ada alasan untuk menolaknya.

Hajime menuangkan sihir ke 【Treasure Warehouse】 yang ada di jari tengahnya. Mengeluarkan sebuah kendaran sihir 2-roda. Yue Melebarkan kakinya naik ke kendaraan horizontal itu serta menempel ke pinggang Hajime. Berbeda dengan di bumi yang menggunakan bensin, kendaraan ini langsung dioperasikan menggunakan sihir untuk menggerakkan bagian-bagian yang terhubung ke roda, jadi suara mesinnya tak terdengar layaknya mobil listrik. Hajime berpikir bahwa mesin yang ada suaranya akan terasa lebih romantis, tapi dia tidak tahu struktur lain jadinya memakai struktur sederhana. Cara mengatur kecepatannya tergantung pada jumlah kekuatan sihir yang diberikan kedalamnya. Yahh, karena sekarang berada di 「Raisen Grand Canyon」 efek daya sihirnya memburuk, sehingga tidak bisa dipakai dalam waktu yang lama.

Pada dasarnya 「Raisen Grand Canyon」 adalah tebing yang membentang dari Timur ke Barat. Di sana tidak ada persimpangan jalan, karena itu cukup memajukan kendaraan, jalan yang akan menuntun mereka ke lautan pohon tanpa tersesat. Hajime dan Yue tidak terlalu khawatir tersesat di jalan, tapi dengan seksama mata mereka mencari pintu Dungeon dengan kendaaraan sihir roda 2-nya. Mekanisme kerangka kendaraan sudah di transmutasi untuk jalanan berbatu, jadi benar-benar nyaman.

Meskipun tangan Hajime greget ingin membunuh tapi ia tidak melepaskan tangannya dari kemudi. Dia menendang sekumpulan monster yang mencoba menyerang mereka.

Beberapa saat setelah mengendarai kendaraan sihir roda-2nya. Suara raungan seekor monster terdengar sangat kuat tak jauh dari tempat mereka berada. Sepertinya itu satu tingkat lebih kuat daripada monster yang telah mereka temui di dekat tebing. Dalam 30 detik sepertinya mereka harus bertarung.

Setelah mendapat guncangan kecil saat Mengendarai kendaraan sihir 2-roda dengan jalan bebatuan di sekitarnya, terlihatlah seekor monster besar. Terlihat seperti monster T-rex, tapi punya dua kepala.

Tapi yang menjadi perhatiannya bukanlah T-rex berkepala dua itu, melainkan ke gadis dengan telinga kelinci yang melompat berulang kali dengan muka setengah menangis.

Hajime menghentikan kendaraannya, memandang dengan sikap curiga dan berpikir untuk mecicipi gadis telinga kelinci itu.
(Note: Mencicipi ini maksudnya ingin mencoba memakan dalam artian benar-benar makan.)

“… Apa itu?" [Hajime]

" … Suku Kelinci?" [Yue]

"Kenapa ada di tempat ini? Apa penduduk suku kelinci tinggal di tempat tak berpenghuni ini?" [Hajime]

" … Belum pernah dengar itu" [Yue]

"Terus, itu dong berarti? Dia dijatuhkan di sini sebagai seorang kriminal? Bukankah tempat ini juga digunakan sebagai tempat eksekusi?" [Hajime]

" … Kelinci nakal?" [Yue]

Hajime dan Yue mencodongkan kepalanya sambil ngobrol dengan santainya mengenai gadis bertelinga kelinci itu. Sepertinya mereka tidak berkeinginan untuk membantunya. Apalagi dari fakta kalau 「Raisen Grand Canyon」 digunakan sebagai salah satu tempat eksekusi, mereka bahkan tidak mempertimbangkan kalau gadis bertelinga kelinci kemungkinan seorang kriminal. Daripada memikirkan orang asing mereka berpikir kalau itu akan menyusahkan dan lebih memilih untuk mengabaikannya.

Tapi seperti yang diduga dari dampak setelah perubahan mental dengan cara yang brutal. Keadaan Yue berbeda dibandingkan Hajime. Tak terlihat bersimpati ke gadis bertelinga kelinci itu, bahkan tidak ada rasa kebaikan yang terasa di hati Hajime. Kalau dia selalu bereaksi terhadap permintaan tolong, tentu saja tidak akan ada akhirnya. Hajime yang sekarang benar-benar telah ditinggalkan dari dunianya sendiri.

Namun, sepertinya gadis telinga kelinci itu sudah mendeteksi Hajime dan Yue. Saat mendapatkan serangan dari T-rex berkepala dua, ia jatuh ke sisi bebatuan besar dengan cepat dia berdiri kembali dengan bantuan tangan serta kaki bersiap untuk lari, dalam pose itu dia menatap Hajime.

T-rex berkepala dua kembali mengayunkan cakarnya ke batu tempat gadis itu bersembunyi dan menghancurkan batunya. Kemudian ia berteriak sambil berguling di tanah agar bisa melarikan diri dari serangan ganas itu menuju ke tempat Hajime.

Meskipun ada beberapa jarak di antara mereka, teriakan putus asa dari gadis telinga Kelinci menggema melewati ngarai hingga mencapai tempat Hajime.

"Toloongg aku~u! Heii~~? Aku akan mati! Aku sekaratttt! Tolong aku~, Kumohoonn~! "

Dia berlari mati-matian dengan air mata yang membasahi wajahnya. Tepat di belakangnya T-rex berkepala dua yang semakin mendekat yang ingin menggigit gadis telinga kelinci itu . Kemungkinan, dia akan dimakan sebelum dia bisa sampai ke tempat Hajime.

Seperti yang diharapkan, ia terus meminta pertolongannya, tapi Hajime......

"Uwa, ada monster besar. Jangan libatkan aku dengannys." [Hajime]

" … ini menyebalkan." [Yue]

Seperti yang terlihat, mereka tak punya niat untuk menolongnya. Walau dengan jeritan putus asa, mereka bahkan tidak terganggu. Sebaliknya, mereka merasa itu sangatlah menyusahkan. Hajime mengalihkan matanya dari gadis telinga kelinci yang putus asa. Gadis telinga kelinci sepertinya merasakan kalau Hajime tidak ingin membantunya, dari mata gadis itu air matanya mulai keluar dengan derasnya, darimana asalnya air mata air mata itu dari tangisan yang semacam itu?

"Tungguu~, Jangan tinggalkan a~ku! Kumohoonn~!! "

Gadis bertelinga kelinci makin mengeraskan suaranya.

Walau begitu, Hajime tetap tidak berniat sama sekali untuk menolongnya. Saat ini, gadis bertelinga kelinci itu bisa tertangkap. Tepat, jika T-rex berkepala dua tidak mengejar gadis telinga kelinci itu, maka niat membunuhnya bakal tertuju ke mereka (Hajime x Yue).

T-rex berkepala dua berada di antara Hajime dan gadis telinga kelinci sambil mengeluarkan raungan dengan niat membunuh.

""Gruuaaaaaaa!!""

Kesensitifan Hajime bereaksi terhadap itu.

"Aa?" [Hajime]

Sekarang, karena keberadaannya sudah diabaikan. T-rex berkepala dua melihat object mangsanya, Musuh menghalangi jalannya! Kepada niat membunuhnya T-rex berkepala dua. Tubuh Hajime bereaksi.

T-rex berkepala dua tepat di belakang gadis bertelinga kelinci itu, salah satu kepalanya membuka rahangnya. Gadis bertelinga kelinci yang merasakan itu. Menoleh ke belakang memandangi taring tajam yang tak terhitung jumlahnya. Sebelum menutup matanya,

"Ah, berakhir di sini kah......"

kata-kata putus asa seperti itu terlihat dari matanya.

Namun di saat berikutnya,

Bang!!

Bunyi ledakan nyaring yang tak pernah dia dengar sebelumnya menggema melewati ngarai. Sebuah kilatan cahaya dapat terlihat melalui kedua telinga kelinci yang berdiri ketakutan. Sekarang salah satu kepala T-rex tertembus peluru serta hancur dari belakang kepala.

Kepala satunya yang kehilangan keseimbangannya jatuh ke tanah sambil mengeluarkan raungannya, mengikuti hukum inersia (alam kali ya) meluncur ke atas tanah.

Efeknya gadis bertelinga kelinci terlempar jauh. Tempat ia mendarat tepat di depan hajime.

"Kyaaaaaa ~! Kumohonn tolongg~ng! "

Saat terjatuh ke arah Hajime, gadis bertelinga kelinci itu mencoba menggapai tangan Hajime. Semua pakaiannya sobek-sobek, serta tempat yang tidak boleh terlihat bagi seorang wanita terpampang jelas. Bersamaan dengan tangisan menyedihkan di wajahnya. Ini adalah sebuah pemandangan di mana seorang pria akan tanpa ragu menangkap dia.

"Apa kau bodoh? Dasar kurang ajar" [Hajime]

Bagaimanapun, itulah Hajime yang sekarang. Dalam sekejap ia menuangkan sihir ke kendaraan sihir roda 2-nya untuk pergi dengan cepat menjauh dari gadis bertelinga kelinci.

"Eeh ~!?"

Terdengar Teriakan terkejut dari Gadis bertelinga kelinci sambil jatuh tertelungkup serta lengan dan kaki lurus. Dia tidak pingsan, tapi sepertinya dia tidak bisa bergerak karena rasa sakit yang didapatinya.

“… Lucunya." [Yue]

Yue melihat gadis bertelinga kelinci yang memalukan dari bahu Hajime, dan memberikan kesan kejam yang ringan. Sementara itu, kepala satunya dari T-rex itu, memakan kepala yang mati membuat keseimbangannya kembali. Jika dilihat sekilas, sekarang jadi terlihat lebih seperti seekor T-rex normal.

Kemurkaan T-rex normal terlihat di matanya sambil mengeluarkan raungan. Gadis bertelinga kelinci melompat kaget akibat suara itu. Tidak terduga gigihnya, atau lebih tepatnya keras kepala, gadis bertelinga kelinci berusaha keras untuk bangun dengan mata berkaca-kaca dan dengan gerakan cepat tiba-tiba bersembunyi di belakang Hajime.
(TN:Tu cewe pake 'Hiraishin' kali ya, cepet amat._.¿)

Sepertinya dia termotivasi untuk mengandalkan Hajime sampai akhir. Yah, dia akan mati oleh dirinya sendiri. Ia mengetahui kalau Hajime sudah melakukan sesuatu untuk membunuh kepala yang satunya, tentu saja itu sebuah tindakan yang diharapkannya.

"Oi, sialan! Satu telinga kelincimu menempel! Kenapa kau menjadikan kita perisaimu tanpa izin, jangan seret kami ke dalam permasalahanmu. Beranilah dan lakukan sebuah serangan bunuh diri!" [Hajime]

Gadis bertelinga kelinci makin menempel ke mantel Hajime, 'aku benar-benar tidak akan melepaskan ini!' Dari lubuk hatinya Hajime merasa kilauan di mata gadis itu begitu menjengkelkan. Yue yang sedang duduk di kursi belakang menendang gadis telinga Kelinci dengan kakinya, sambil mengatakan "Lepaskan ".

"Gak, nggak mau! Nanti kalian akan meninggalkanku kalau aku lepasin, 'kan!?"

"Bukankah wajar? Kenapa juga aku harus menolong seekor kelinci pengganggu yang tak dikenal?"

"Cepat serang monsternya!? Apanya yang wajar! Kau masih punya hati yang baik kan! Tidakkah kau merasa bersalah dari lubuk hatimu karena meninggalkan seorang cewe cantik yang tak berdaya?!"

" Aku telah membuangnya di dalam neraka. Selain itu, jangan sebut dirimu cewe cantik!" [Hajime]

" Ka, kalau kau mau menolongku...... Aku, aku akan mendengarkan satu permintaan darimu, apa pun itu "

Gadis telinga kelinci lebih mendekat dengan muka yang memerah diiringi mata menengadah. Cara yang licik, benar-benar licik. Kalau saja wajahnya tidak terkotori oleh air mata dan ingusnya yang keluar, itu pasti akan menarik. Sebenarnya, kalau melihat gadis kotor itu dari dekat, dia yang menyebut dirinya cantik, badannya terlihat cukup bagus, seorang gadis manis dengan rambut putih serta mata biru. Jika seorang pria biasanya, mereka bakal tergoda walau dia ternodai (kotor).

Tapi lelaki yang ada di depan matanya bukanlah laki-laki biasa.

"Aku tidak membutuhkannya. Selain itu, jangan bawa muka cabulmu lebih dekat, itu kotor." [Hajime]

Brutal sekali didengar dari manapun juga.

"Ca, cabul!? Hal pertama yang kau ucap dan itu cabul! Itu terlalu berlebihan! Aku tak sudi-'Gwugaaa!' Hii~! Tolong~! "

Saat dia mengencangkan suaranya menentang perkataan Hajime, T-rex sepertinya bilang 'Beraninya kalian mengabaikanku!' dalam raungannya, serta tubuhnya mulai membungkuk siap menyerang.

Gadis bertelinga kelinci mengeraskan jeritan kesengsaraan sementara secara paksa berada di antara Yue dan Hajime. Terdengar makin menjengkelkan, Yue menendang-nendang untuk menjatuhkan gadis bertelinga kelinci yang masih mencoba berada di kendaraan sihir roda 2 nya, gadis bertelinga kelinci melekat mati-matian "Aku tak akan melepaskannyaaaa!" sambil dia mendapatkan bekas sepatu di pipinya.

Seolah-olah merasa terabaikan sambil melihat adegan itu, T-rex melotot ke arah Hajime serta yang lain dengan kemarahan yang bertambah di matanya, dan akhirnya dia mulai mengisi ulang sihir pada senjatanya.

Segera selanjutnya, Hajime mengangkat tangannya dan mengunci sasaran dengan moncong senjata mengarah ke dahi T-rex. Di saat itu kurang dari 0.1 detik, proses bidikan dan penembakan dilakukan. Dengan satu tembakan, kilatan garis cahaya menembus ke daerah mata T-rex.

Dalam sekejap, T-rex itu kejang-kejang sebentar, lalu jatuh menyamping membuat tanah bergetar.

Ketika tanah bergetar, gadis bertelinga kelinci secara reflek mengeluarkan suara "Hue?" terdengar seperti idiot.

Dengan takut ia menunjukkan wajahnya di antara ketiak Hajime untuk melihat nasib akhir si T-rex.

"Udah mati... Daihedoa itu, dengan satu serangan..."

Gadis bertelinga kelinci membuka lebar matanya dengan keterkejutan memenuhi wajahnya menatap ke arah Daihedoa. Sepertinya T-rex berkepala dua disebut 「Daihedoa」.

Gadis bertelinga kelinci itu ternganga dan memandangi Daihedoa yang kaku itu, sambil ditendang-tendang Yue dan menempel ke Hajime. Sejak beberapa waktu lalu, telinga panjang kelinci itu menempel di mata Hajime, dengan moodnya yang benar-benar suram, 'Cukup' Hajime menyikut dia di kepala dan menjatuhkannya ketanah.

"Hebuu!!"

Mengeluarkan rintihan sambil berteriak "kepalaku~ kepalakuuu~", gadis bertelinga kelinci memakai kedua tangan untuk memegangi kepalanya saat menggeliat di tanah. Setelah melihat dengan dingin, Hajime menuangkan sihir ke kendaraan sihir roda-2nya dan melaju ke depan seperti tidak ada yang terjadi.

Merasakan kepergian Hajime, gadis telinga kelinci yang berguling-guling di tanah melompat dengan semangat mengerikan, "Aku tidak akan membiarkanmu pergi~!" lalu tiba-tiba menempel kembali di pinggang Hajime. Gadis ini, dia sangat keras kepala.
(TN: Sebenernya lompat apa hiraishin ni cewe, cepet amat._.?)

"Makasih banyak pertolongannya! Aku dari salah satu klan kelinci Hauria, namaku Shia! Mulai sekarang kumohon selamatkan klanku!" [Shia]

Dasar sangat tak tau malu.

Sekilas Hajime memandang kesisi gadis bertelinga kelinci yang menempel itu. Dengan demikian, tepat setelah keluar dari neraka, masalah merepotkan lainnya bertambah. Ia menghela napas lagi.

loading...