Thursday, 15 September 2016

Yuusha Party no Kawaii Ko ga Ita no de, Kokuhaku Shite Chapter 2 Part 2 Bahasa Indonesia


Translator:  AuXy
Editor: Kazuya Akagi
Proofreader: Ise-kun

 Chapter 2 Part 2: Aku Mencoba Bergabung Dengan Guild

Berita tentang kekalahan Demon Lord ditangan pihak Pahlawan menyebar, dan dunia bersuka cita.
Setiap kota, desa, dan negara melakukan perayaan untuk menghormati para Pahlawan.
Tentu saja, Ibu Kota Minerva di kerajaan Clariness yang telah memilih para Pahlawan mengadakan perayaan yang meriah untuk menghormatinya.

Jadi, ditengah acara yang meriah, aku memutuskan untuk pergi menuju Guild.
Gedung bertingkat dua itu terlihat sangat megah.

Hari itu, Cecilia mengakhiri hari-hariku yang membosankan, dan aku diam-diam pergi meninggalkan istana Demon Lord.
Aku menggunakan peta yang diberikan oleh Cecilia, dan akhirnya aku sampai di Ibu Kota, Minerva.

"Aku pergi duluan, jadi bagaimana bisa Party Pahlawan ada di depanku?"

Aku terkejut saat melihat anggota dari Party Pahlawan sudah ada disini.

Dan tentu saja, Cecilia bersama mereka.

"Apa aku tersesat? ...Sepertinya jalan yang aku ambil itu hanya berputar-putar saja, kemungkinannya seperti itu."

Sebenarnya, dalam perjalanan kesini aku melihat seseorang bertelinga kucing, bertelinga anjing dan banyak orang bertelingan hewan bersama dengan banyak elf yang cantik, membuatku bergairah seperti di dunia fantasi.
Jadi ada kemungkinan kalau aku secara tidak sadar mengambil jalan yang salah.

Jika aku berpikir tentang itu, aku seperti masuk ke dalam dunia RPG klasik di Guild Hall.

Di dalam, bahkan ada Bar.

Sekarang adalah siang hari, jadi aku tidak menemukan orang-orang yang sedang minum, tapi aku melihat banyak orang yang sedang makan di sana sini.
Karena aku tidak lapar, aku langsung pergi ke meja resepsionis.

"Permisi~, aku ingin bergabung dengan guild..."

Tidak ada seorangpun di meja resepsionis, jadi aku mencoba memanggilnya.
Seorang laki-laki keluar dari belakang ketika aku mencoba untuk memanggilnya lagi..

"Huh? festival sedang diadakan hari ini. Aku kira tidak akan ada yang datang hari ini..."

Dia berjalan dengan sangat malas, sambil menggaruk rambutnya yang acak-acakan..
Matanya seperti mata seekor ikan mati...apakah orang ini baik-baik saja?

Dan bukankah seharusnya resepsionis itu adalah wanita?
...Yah, Aku datang ke guild bukan untuk melihat wanita, jadi terserahlah.

"Aku ingin bergabung dengan Guild..."

Kemungkinan dia tidak mendengar apa yang aku katakan di awal, jadi aku mengulanginya.
Pria resepsionis itu menggaruk kepalanya lagi, dan dia lalu menjawab.

"Lu mau gabung? Hampir semua staf sedang berlibur hari ini...sekarang di mana itu?"
(TL note: english sama jepangnya aja pake bahasa gaul, jadi saya menyesuaikan)

Ada sangat banyak dokumen di meja, dan dia sekarang sedang mencari salah satu di antaranya.
Hey hey...apa dia beneran baik-baik saja?

"Mereka menangis dengan keras, mereka bilang ingin melihat Pahlawan dan berlibur...ah, bener-bener ngeselin dah."

Jangan mengatakan hal-hal yang tak perlu didepan pengunjung! Meskipun aku mengerti tentang staf yang tiba-tiba mengambil cuti itu salah.
Tapi, kenapa cuma ada dia disini?
Seharusnya mereka mempertimbangkan untuk meninggalkan satu orang lagi disini.

Dia terus saja mengomel tentang rekan kerjanya ketika mencari dokumen, dan akhirnya menemukannya.

"Ah, ini. Isi informasi yang diperlukan di sini. Yah, gue emang bilang ngisi, tapi yang diperlukan hanya nama lu, umur, dan klausul pengecualian kalau kami tidak bertanggung jawab seandainya kau mati dalam pekerjaanmu."

Dia menyerahkan kertas kepada ku sembari memberikan instruksi, dan aku mengisi bagian-bagian yang diperlukan.

"Nama, Youki. Umur, 21. Oke. ini Guild Card lu."

Dia mengatakan samar-samar, dan memberikanku sebuah benda persegi seukuran saku yang itu adalah Guild Card.

"Akan dikenakan biaya kalau lu kehilangan itu, jadi jangan sampai lu ngehilanginnya, seenggaknya sampe tiga hari kedepan...Gue ga mau ngelakuin prosedur merepotkan itu."

Sepertinya para pekerja di sini cuti sampai tiga hari kedepan.
Apakah kau bener-bener benci kerja sampe segitunya?
Kemalasanmu memang tak ada batasnya.

"Baiklah...aku mengerti."

Aku membalas seperti itu.
...Lagipula, aku tidak akan mengilangkannya...mungkin.

"Lu bakal mulai dari tinggkat terendah F-rank dan terserah lu mau kerja kayak gimana juga. Berikanlah yang terbaik. ...Tunggu, berikan yang terbaik setelah tiga hari. Lakukalah, dan itu akan menyelamatkan gue dari pekerjaan-pekerjaan menyebalkan seperti memproses quests and omong kosong lainnya."

Seberapa malas orang ini sebenarnya?!
Aku benar-benar tidak mengerti apa yang dia katakan dan pergi keluar untuk menyelesaikan quests.
Dia bilang itu penderitaan, tapi terserahlah.

Aku mengambil gold yang aku dapatkan dari quest, pergi ke tempat tidur di sebuah penginapan, dan merebahkan tubuhku ke tempat tidur lalu berpikir apa yang akan aku lakukan setelah ini.

Aku memilih penginapan di dekat bangunan Guild dan memilih yang tidak terlalu mahal. Meskipun murah, makanannya sangat enak, jadi kupikir aku telah membuat keputusan yang bagus.

(Jika rank yang kumiliki meningkat, lalu penghasilanku bertambah. Dan jika penghasilanku mencapai titik tertentu...Aku akan nembak Cecilia sekali lagi.)

Aku tidak akan menyerah.
Aku hidup di dunia mimpi bereinkarnasi ke dunia fantasi dengan level kekuatan cheat, tapi karena aku demon, aku menyembunyikan diri ku di istana demon.

Aku tidak akan menyerah setelah Dewi Cecilia menunjukan jalannya kepadaku.

(Heh heh heh...Aku pasti akan mendapatkan cintanya.)

Aku merasa bahagia jika memikirkan tentang Cecilia, dan setelah masuk kedalam mode Chuuni, aku tidak bisa tidur untuk beberapa saat.

loading...