Saturday, 3 September 2016

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 9 Bahasa Indonesia


Chapter 9: Nina si Pencuri ③

(TL notes english: I was having a headache from the author POV.. It’s like third person, changed to first person from Yu to Nina without explanation @,@)
(TL note ane: wkwkwkwkwkwkwkwwk)


Sudut Pandang Orang Ke Tiga

Di saat seperti ini biasanya Yu habiskan untuk mengumpulkan tanaman herbal, kali ini dia menghabiskan waktunya untuk memburu goblin.

Menggunakan pedang dan armor set yang dia dapatkan dari Hage, perburuan pun jadi mudah. Apalagi, ukuran equipment set nya berubah mengikuti ukuran penggunanya.

Meskipun begitu, dia tetap konsisten membunuh goblinnya dengan melempar batu dari jauh. Sementara itu, goblin-goblin yang ada di dekatnya dapat dengan mudah diatasi berkat skill 【Swordmanship】.

Setelah membunuh para goblin, dia mengumpulkan magic stone. Terkadang, ketika monster terbunuh, mereka akan menjatuhkan magic stone nya. Magic stone tersebut nantinya dapat digunakan untuk memperkuat 'magic tool'. Dia juga tidak lupa untuk memotong telinga goblinnya. Meskipun dia tidak dapat menjualnya di guild desa Resser, guild yang lain pasti mau menerimanya.

Sudut Pandang Yu

"【Fireball】" (Yu)

Aku juga berlatih menggunakan sihir, tapi serangannya masih lah lemah. Wajah goblinnya jadi terbakar dan aku harus menggunakan 【Heal】 untuk memulihkan telinganya yang terbakar. Kemudian melancarkan 【Fireball】 sekali lagi. Waktu yang dibutuhkan untuk pengaktifannya nggak begitu buruk.

Sudut Pandang Orang Ke Tiga

Dia menggunakannya sekali lagi, tapi dia tidak bisa mengaktifkan 【Fireball】 kembali. Konsentrasi menjadi masalahnya. Menyerang, bertahan, dan melancarkan sihir di saat bersamaan cukup sulit. Dia memutuskan untuk memotong leher goblinnya saja.

"Kau lumayan kuat juga." (Nina)

Sudut Pandang Yu

Aku meningkatkan kewaspadaanya mendengar komentar tersebut. Aku melihat ke sekeliling ku dan melihat Nina disana.

"Neh Yu! Gimana cara mu menggunakan sihir dan pedang bersamaan?" (Nina)


Dia berdiri tiga meter dari ku. Ketika berburu golin di pegunungan, aku selalu meningkatkan kewaspadaan ku dan ketika menghadapi goblin-goblin, kewaspadaan ku pun meningkat. Darimana datangnya dia itu?

"Kau... darimana datangnya kau ini?" (Yu)

Akan tetapi, ada masalah mendesak lainnya.

"Aku minta maaf dan lupakan apa yang terjadi kemarin." (Yu)

"Aku udah disini dari sejam yang lalu lho. Mengenai kemarin, nenek Stella sudah memberitahukan hal itu kok." (Nina)

Apa katanya? Aku tidak menyadarinya selama satu jam?

"Maafkan aku.. setelah bicara dengan nenek, aku jadi tau apa yang sebenarnya terjadi. Dia meminta ku untuk meminta maaf ke kamu." (Yu)

"Aku nggak mau memaafkan mu, tapi aku menghormati nenek Stella. Akan tetapi, aku akan memafkan mu kalau kamu mau menjadi teman ku." (Nina)

"Teman... Kau dan aku? Ha.. Ha..." (Yu)

Sudut Pandang Orang Ke Tiga

Yu menatap Nina. Dia sama sekali tidak peduli dengannya dan apa yang dia lakukan padanya sebelumnya.

(TL Note: Nampar pantat nya trus ngacir... wkwkwkwkwkwk)

Meskipun begitu, dia menghormati Stella. Hanya Stella seorang.

"Teman?" (Yu)

Setelah mengatakan itu, Yu kemudian melarikan diri lagi.

"Cowok aneh! Cowok aneh! Cowok aneh! Sama seperti apa yang dikatakan nenek Stella pada ku." (Nina)

Nina mengingat percakapannya dengan Stella. Itu saat Yu sedang keluar rumah. Stella meminta maaf kepadanya.

"Yah, anggap saja dia ingin berteman dengan mu." (Stella)

"Tapi... dia... dia... Huhuhuhu..." Dia menangis dan Stella menghiburnya. Stella dengan sabar bicara padanya dan menjelaskan situasi nya Yu. Dia juga meminta maaf lagi dan lagi.

"Nenek minta maaf. Yu masih kekurangan akal sehat dan sikapnya memang terlihat buruk, tapi dia sama tidak ada niatan jahat kok." (Stella)

Nina juga menyadarinya, ketika Yu melakukan hal itu (menampar pantatnya) kemarin, dia sama sekali tidak bernafsu sama seperti pria-pria lainnya.

"Pada dasarnya Yu itu pemalu dan melakukan sesuatu yang berkebalikan dengan apa yang dia inginkan. Yu juga orangnya polos dan terkadang suka marah. Tapi kalau kamu udah mengenalnya, dia itu anak yang baik kok. Tolong berteman lah dengannya. Semoga beruntung Nina-chan." (Stella)

Sudut Pandang Yu

Saat itu, setelah aku bertemu dengan Nina dan melarikan diri lagi, aku pulang ke rumah. Di rumah, Stella menceritakan pada ku tentang Nina, tapi aku tidak memperdulikannya.

Semenjak nenek membawa peralatan yang aku minta, aku pun bisa memulai membuat bak mandi.

Sejak hari itu, Nina selalu menguntit ku selama dua minggu. Ketika aku memeriksa status nya, status nya sudah meningkat dari sebelumnya.

— — —

 — — —-

Sudut Pandang Yu

Agility nya meningkat dan dia mendapatkan skill baru dari mengikuti ku? Dia melakukannya dengan mudah sementara aku harus bersusah payah melakukannya.

"Hei... Berhenti mengikuti ku!" (Yu)

"Apa? Kamu udah siap berteman dengan ku?" (Nina)

"Menjadi teman mu? Apa untungnya buat ku?" (Yu)

"Pertama-tama, meskipun kau membunuh banyak goblin, kau tidak menjadikannya sebagai hadiah quest. Aku yang akan melakukannya dan memberikan mu hadiahnya. Kedua, aku akan menunjukan goa yang lebih baik untuk meningkatkan level dan mendapatkan uang." (Nina)

Whoa... Cewek sapi ini bisa berpikiran sampai sana. Akan lebih baik kalau aku bisa mendapatkan upah dari guild dan monster-monster di goa tersebut bisa memberikan ku skill baru. Aku tidak boleh melewatkannya.

"Baiklah, aku membuat party dengan mu. Akan tetapi, aku tidak mempercayai mu. Jadi jangan lakukan hal-hal yang aneh." (Yu)

Sudut Pandang Orang Ke Tiga

Nina membalasnya dengan wajah sedikit memerah.

"Bukan party. Tapi teman... Dan... Kalau aku nggak bisa menikah.. Ka-kamu harus tanggung jawab!" (Nina)

"Apa?" (Yu)

(TL Note: YANDEREEEE BARRUUUU TELAAAAH TERLAAAAHIIIRR!!!!!)
loading...