Saturday, 3 September 2016

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 8 Bahasa Indonesia


Chapter 8: Nina si Pencuri ②

Sudut pandang Nina

"Ugh! Ugh!" (Yu)

Di bawah langit yang biru, Suara gedebug dan rintihan dapat terdengar.

Nama ku Nina Levers. Aku seorang pencuri dari desa Vivid. Aku menyadari kemunculan anak laki-laki tersebut dari sebulan yang lalu. Dia diperlakukan sangat buruk oleh para penduduk desa. Mereka melemparinya batu dan mencoba mengusirnya. Pada saat itu, arah mata nya mengarah kepada ku. Karena 【Awareness】 ku, aku mengetahui namanya, Sato Yu. Tapi, hal tersebut tidak ada sangkut pautnya kepadaku.
(TL Note: Awareness = Kesadaran, pengetahuan, atau kewaspadaan)

"Ugh! Ugh!" (TL Note: sepertinya ini saat dimana sang MC masih dilempari batu.)

Aku datang ke desa ini setelah melarikan diri dari desa Vivid. Party yang aku masuki sebelumnya mencoba 'menyerang' ku ketika di dungeon. Sepertinya mereka sudah merencanakannya dari awal, dilihat dari mata penuh nafsu nya. Menjadi seorang adventurer memaksa ku untuk berhubungan dengan party, tapi adventurer wanita itu langka, jadi aku selalu ikut party bersama para laki-laki. Hari itu, setelah aku bisa melarikan diri, mereka memfitnah ku dan mengusirku dari desa. Sepertinya aku mempunyai mata yang sama dengan anak laki-laki itu kala itu.

"Ugh.. Aaaw!" (Yu)

Aku mengerti seberapa menyakitkannya diperlakukan begitu.

Sudut pandang orang ke tiga

Hari ini, mereka bertemu kembali di sebuah jalan kecil.

"Apa kau melihat nenek Stella?" (Nina)

"Apa? Kau ada masalah?" (Yu)

Yu ingat kalau orang-orang di guild mengatakan sesuatu tentang Stella. Apa mereka memaksanya untuk bekerja? Apakah itu alasan kenapa dia selalu terlihat kelelahan? Atau dia (Nina) yang melukainya (Stella)?

"Kau! Apa yang sudah kau lakukan ke nenek? Minta maaf!" (Yu)

"Apa? Aku nggak mau." (Nina)

Satu-satunya yang membuat Yu marah adalah karena sesuatu yang melibatkan Stella. Dia menyayanginya bagaikan nenek nya sendiri.

Yu tidak peduli dengan perbedaan kekuatan mereka. Dia memegang penggang Nina dan memelorotkan celananya.

(Apa? Apa dia akan 'menyerang' ku juga kayak orang-orang di desa Vivid?)

Nina ketakutan. Dia mempunyai trauma kerena apa yang orang-orang desa Vivid coba lakukan kepadanya.

"Karena nenek Stella bilang kalau aku harus baik kepada wanita, aku hanya akan melakukan ini sekarang." (Yu)

Yu menggerakan tangannya dan menampar bokong nya.

"Sakit!" (Nina)

Itu adalah kekuatan yang bukan berasal dari anak laki-laki. Rasa sakit dan malunya, tak tertahan kan.

"Hei gadis sapi, aku hanya mengatakan sekali, jangan pernah ganggu nenek Stella." (Yu)

Setelah itu Yu lari secepat yang dia bisa.

(TL Notes Englishnya: I didn’t believe this. Did I mistranslate it somehow?)
(TL Note ane: ntah lah, saya juga bingung maksudnya apa)

"Kenapa dia memanggil ku gadis sapi? Apa karena dada ku? Beraninya dia melakukan itu kepada ku. Akan ku buat dia minta maaf kepada ku!" (Nina)

Ketika Yu sampai ke rumah, Stella bertanya mengenai Nina. Ketika Yu menjelaskan apa yang terjadi...

"APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN?" (Stella)

Yu belajar sesuatu yang disebut dengan 'ketakutan' dari Stella.

Setelah beberapa saat terlewati, Yu bicara dengannya dengan suara lemah.

"Nek, aku ingin membeli gergaji, palu, dan paku." (Yu)

Yu memintanya, karena para penduduk tidak ingin menjual apa pun kepadanya.

"Apa kamu mau membuat sesuatu?" (Stella)

"Iya, nenek pasti bakalan senang kok." (Yu)

"Oh, nenek jadi tidak sabar pengen tau apa itu." (Stella)

Yu masih memiliki uang hasil dari mengumpulkan tanaman herbal, untuk saat ini dia ingin membuat bak mandi dalam rumah. Kalau saja dia memiliki akses untuk air yang mengalir, akan jadi lebih mudah untuk berlatih skill 【Blacksmith】 nanti. Ada mata air panas juga di sekitar sini, jadi tidak akan ada masalah.

Untuk meningkatkan skill 【Alchemy】, dia memerlukan bahan yang tepat sebelum dia dapat membuat potion. Dia juga perlu mempelajari resep. Melihat kalau mempelajari resep itu tidak lah mungkin, mulai besok, dia akan memburu goblin, melatih sihirnya dan membuat bak mandi.

loading...