Thursday, 1 September 2016

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 6 Bahasa Indonesia

Yaa.. Chapter ini udah mulai seru... TIMES TO REVENGEEEE!!!

Chapter 6: Naik Level!

Aku akhirnya bisa menggerakan tubuh ku lagi ketika matahari terbenam. Tubuh ku masih sakit semua tapi aku tidak ingin nenek Stella khawatir dengan ku. Aku berjalan keluar dari desa Resser, terhuyung-huyung, Aku tiba di kandang babi.

Tidak seperti babi pada umumnya. Badannya sama besarnya dengan manusia dewasa dengan wajah babi. Mereka disebut "Orc". Mereka bisa dikandang karena mereka di bawah pengaruh sihir perbudakan. Nenek Stella pernah mengatakan padaku kalau mereka biasanya digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan berat karena kekuatannya.

Ada tiga orc di dalam, tapi aku memfokuskan diri pada salah satu orc tersebut.

— —-


— — —-

Aku tidak tau, apakah orc tersebut emang beneran tidak punya nama atau aku yang tidak bisa membacanya. Orc itu juga tidak memiliki job tapi malah memiliki rangking.

Aku berkonsentrasi pada mata ku untuk melatih skill spesial ku, 【Depriver】

Pertama-tama, skill ini pasti ada kaitannya dengan jarak pandangku. Kedua, kepala ku sangat sakit kapan pun aku menggunakannya. Ketiga skill-nya mempunyai tingkat kesuksesan dan jarak efektif nya 1 meter.

Setelah tiga kali percobaan, aku berhasil mendapatkan 【Physical Strength Up Lvl. 1】. Kemudian aku mencoba untuk mengambil skill dari kedua orc lainnya. Meskipun level skill-nya masih 1, tapi efek dari 【Physical Strength Up Lv. 1】 meningkat sangat drastis. Aku mengambil batu dan melemparnya. Batu tersebut terlempar sekitar 100 menter. Satu-satunya yang aku khawatirkan adalah "kartu Guild" yang asli. Karena bisa menunjukan status dan daftar skill.

Kalau Hage menyadari skill nya tidak ada, yang pasti dituduh adalah aku. Bukan karena alasan apapun, tapi karena mata dan rambut 'hitam" terkutuk ku. Aku bertemu dengan nenek Stella di perjalanan pulang. Dia khawatir karena aku terlambat pulang jadi dia keluar mencari ku. Setelah melihat luka-luka ku, dia menangis. Aku tidak ingin dia cemas dan sedih.

Keberadaan nenek Stella sangat berarti bagi ku. Di dunia ku sebelumnya, Ayah kandung ku bahkan tidak bisa sebaik ini. Ayah tiri ku terkadang melancarkan frustasinya kepada ku, sama seperti penagih hutang itu. Nenek Stella memberikan kehangatan untuk hati ku.

Keesokan harinya, aku memata-matai Hage. Kelihatannya dia masih belum menyadari skill nya hilang. Dia tertawa seperti biasa dan mengmbil quest perburuan goblin. Aku mengikutinya dari jauh. Hanya beberapa menit setelah masuk ke dalam pegunungan, beberapa goblin sudah muncul. Tentu saja mereka dibunuh dengan mudahnya.

Gunung ini, aku sangat mengenalnya dengan baik, itu karena disini tempat biasa aku memanen tanaman herbal. Ketika Hage sedang bertarung dengan para goblin, aku ingin melakukan sesuatu padanya. Menggunakan batu, aku memancing beberapa goblin, sembari bersembunyi, dan mengarahkannya ke lokasi Hage. Pertamanya hanya dua goblin dan terus meningkat seiring waktu. Ketika aku sedang memancing semua goblin di area ini, Hage sedang bertarung dengan 30 goblin. Dia sudah terbiasa menghadapi goblin dan sudah membunuh sepuluh goblin sementara aku memancing 30 lainnya.

Dari ke-30 yang aku pancing, nampaknya ada 2 goblin yang berbeda dari goblin-goblin lainnya. Penampilannya pun berbeda

— — —-


— — — — —

 — — — — — — —–

"Whoa!"

Pikiran ku langsung membeku setelah melihat magic skill. Ketika mereka berdua masuk ke dalam pertempuran, keadaan berbalik. Goblin yang terluka disembuhkan oleh «Goblin Priest» dan Hage kerepotan menahan serangan sihir dari «Goblin Mage».

"Heeel..." (Goblin Priest)

"Firebaugh..." (Goblin Mage)

"Ah tidak!" (Hage)

Ketika mereka sedang sibuk bertarung, aku mendekati dua goblin itu diem-diem.

“【Devriper】”

Setelah beberapa kali percobaan dan sakit kepala yang teramat menyakitkan, aku berhasil mendapatkan  【Black Magic Lvl. 1】 dan 【White Magic Lvl. 1】.
(TL Note: Fireball? Black Magic? Hmmn...)

"Firebaugh!" (Goblin Mage)

«Goblin Mage» mencoba membaca mantra tapi tidak ada bola api yang muncul.

"?!?" «Goblin Mage» bingung. Melihat dia kebingungan, aku melempar batu yang sudah aku siapkan sebelumnya. Lemparan ini memiliki kekuatan yang bisa membuat batu sebesar kepalan tangan ku terlempar sejauh 100 meter. Menggunakan 【Body Enhance】, batu yang aku lempar tersebut dengan mudah memecah kepala goblin itu.

Tubuh «Goblin Mage» tersungkur dan menyebabkan «Goblin Priest» panik. "Heel.." Dia langsung membaca mantranya dan tentu saja tidak ada yang terjadi. Dengan melempar batu satunya lagi, aku mengakhiri hidupnya.

Kondisi Hage juga nggak begitu baik saat ini. Masih ada lima goblin tersisa, tapi tangan kirinya terluka parah dan darah mengucur dari kaki kirinya.

“【Double Strike】!” (Hage)

Sebuah serangan dasar menggunakan pedang 2x secara berurutan.

"Kenapa ini? Kenapa skill nya nggak mau aktif?" (Hage)

Hage pun marah, penyebabnya tentu saja aku, karena aku mengambil 【Swordsmanship】 dari nya.

Para goblin berhasil membuat Hage terjatuh selagi Hage membunuh salah satu nya. Sangat disayangkan, satu goblin menyadari keberadaan ku.

"Giii!"

Mereka mengabaikan Hage dan fokus ke arah ku, yang dimana sama sekali belum terluka. Mereka mungkin berpikir kalau aku ancaman yang lebih besar daripada Hage yang sedang terluka.

Aku mengulang proses yang sama ketika membunuh «Goblin Mage» dan «Goblin Priest» sebelumnya. Batu dilempar ke arah kepala mereka sudah cukup untuk mengakhiri nyawa mereka. Aku meleset beberapa lemparan, meskipun begitu masih banyak batu di tanah, jadi amunisi ku tak terbatas.

Setelah selesai dengan para goblin, aku mendekati Hage yang sedang berbaring.

"Fiuh.. Aku selamat.. Terima kasih.." (Hage)

"Kau bilang kalau aku salah sangka dengan kebaikan para penduduk desa. Bukankah kau juga sama sekarang?" (Yu)

"Ugh... Apa maksud mu? Itu cuma masa lalu." (Hage)

"Kau ini emang bego atau apa? Apa kau pikir nggak aneh kalau goblin-goblin itu terus datang dan menyerang dengan jumlah yang banyak?" (Yu)

"Ka... kau.. apa itu ulah mu!?" (Hage)

Dia memandang ku dengan mata ingin membunuh. Akan tetapi aku tidak peduli dan mengaktifkan 【Devriper】 ku.

Pada akhirnya, 【Physical Strength Up】, 【Double Strike】 dan 【Body Enhance】 miliknya aku rampas.

"Aku berterima kasih atas 'perlakuan mu yang sangat baik' itu kepada ku. Kali ini, ijinkan aku untuk 'membalas budi'." (Yu)

Ketika aku mengatakan itu, dia mengerti apa yang ingin aku lakukan berikutnya.

"Tunggu.. Itu bukan keinginan pribadi ku.. Aku diminta oleh guild. Mereka ingin menyingkirkan mu. Aku dipaksa melakukannya." (Hage)

"Tau nggak kalau kau bisa menolaknya?" (Yu)

"Tunggu...! Tunggu sebentar!.. Aku.." (Hage)

Aku melempar batu dari dekat wajahnya. Batu tersebut bersarang ke dalam wajahnya.

Ini pertama kalinya aku membunuh seseorang... Meskipun begitu, aku tidak merasakan apapun..

Mungkin rasa empati ku sudah menghilang sejak lama, semenjak ayah tiri ku memiliki kebiasaan menyiksa ku. Mungkin hati ku sudah hancur sejak saat itu. Aku mengambil uang dan perlengkapan Hage.


(TL Note: Grade perlengkapan = Makin rendah gradenya, makin langka dan hebat juga perlengkapannya)

Kemudian aku melihat status ku sendiri.

— —–


【Physical Strength Up】 dan 【Body Enhance】 naik level setelah merampas skill-skill nya Hage.

"Tujuan berikutnya, Guild" (Yu)


loading...