Sunday, 25 September 2016

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 22 Bahasa Indonesia


Translator: Ise-kun
Editor: Kirz

Chapter 22: Job

"Bodoh!" (Guild Master)

"Ouch!"

Collet sedang dimarahi dan dipukul kepalanya di dalam sebuah ruangan di lantai tiga. Yu diminta untuk menunggu sampai persiapannya selesai, setelah itu baru dia bisa memilih jobnya.

Status Yu.. Sudah dilaporkan kepada guild master.

"Collet! Kau harus menghentikan penyebaran informasi yang dimana kami sedang mengumpulkan data adventurer dan kami yang ingin memiliki data semua adventurer. Apa ada orang lain yang mendengar pembicaraan mu?" (Guild Master)

Masalah guild yang sedang mengumpulkan informasi menggunakan kartu guild adalah rahasia.

"Aku tidak tahu.. Maaf..." (Collet)

"Hal itu memang tidak dapat dihindari.. Kita harus segera membereskan semua ini.. Apa kau sudah menggunakan 【Analysis】 kepadanya?" (Guild Master)

"Tentu saja.. Itu juga salah satu alasan kenapa aku melapor." (Collet)

"Apa statusnya luar biasa?" (Guild Master)

"Benar-benar luar biasa.. Dia mungkin akan menjadi orang yang paling berpengaruh!" (Collet)

"Collet, tenanglah tulis di kertas statusnya." (Guild Master)

"Baiklah.." (Collet)

Collet pun kemudian menulis statusnya Yu, Mofisu si guild master mengamatinya sembari mengelus-ngelus janggutnya.

"Ini... Apa tidak salah?" (Mofisu)

"Iya.. Tidak diragukan lagi!" (Collet)

Mofisu melihat statusnya Yu.
__ __ __ __ _

__ __
"Bisa memiliki 【Sowrdmanship Lvl 5】 dan 【Sowrd Strike Lvl 3】 tanpa job,.. 【Body Enhance Lvl 3】... Apa dia ranking D? Tidak, bahkan ranking C pun mungkin." (Mofisu)

"Itu benar." (Collet)

"Coller, panggil Joseph cepat. Dia pasti ada di lantai 2 lagi minum-minum." (Mofisu)
....

"Apa Joseph ada disini?" (Collet)

Guild juga mengumpulkan adventurer-adventurer yang menjanjikan. Beberapa kandidat adalah, clan Deriddo "Red Meteor", Niah Pazuzu si "Madman", Jozu-borane "Sharp Sword", Lara Tonbura "Magical Sword Play" dan "The Brute Arm" Joseph Yorumu.

Joseph sendiri hanyalah adventurer ranking B tapi dia mampu menyelesaikan dungeon Comer ranking B, "Enrio of Syvash" sendirian.
Dungeon tersebut bahkan mampu membunuh party yang beranggotakan ranking A adventurer yang sudah tak terhitung jumlahnya. Karena itulah dia disebut "Brute Arm".
(TL Note: Brute Arm = Tangan Brutal)

"Apa kakek memanggil ku?" (Joseph)

"Siapa yang kau sebut kakek? Aku masih 133 tahun." (Mofisu)
(TL Note: Umur 133 tahun.... nggak mau dipanggil kakek-kakek... Hmmn)

Guild master Mofisu adalah seorang kurcaci. Masa hidup rata-ratanya sekitar 200-300 tahun, karena itulah dia masih belum pensiun.

"Kalau diliat dari umur kurcaci, kau memang bukan kakek-kakek sih." (Joseph)

"Joseph, mau berapa lama kau terus minum kayak orang malas.." (Mofisu)

Collet juga ikut datang bersamanya dan sedang duduk di atas lantai.

"Ada sesuatu yang harus kuberitau.. Adventurer pemula baru telah datang." (Mofisu)

Kehidupan adventurer cukup berbahaya. Kematian bukanlah hal yang tidak biasa... Akan tetapi di kota Comer, angka kematian adventurer pemula disini sangat luar biasa.
Pengalaman yang masih belum matang, menyebabkan mereka mati.Bahkan tubuh mereka didalam dungeon tidaklah utuh, dimakan oleh monster, dan ditinggalkan begitu saja mayatnya.

Itu adalah kesalahan dari guild daripada monsternya. Begitulah cara pikirnya manusia.

"Bukankah salah dia sendiri karena lemah kalau mati?" (Joseph)

"Kalau dia mati karena monster memang apa boleh buat, tapi yang satu ini sangat menjanjikan." (Mofisu)

"Ranking B?" (Joseph)

"Itu lebih baik daripada minum seharian." (Mofisu)

Mofisu kemudian memberikannya kertasnya.

"Itu adalah status pemula tersebut."

"13 Tahun? Yatim piatu?" (Joseph)

"Ya, dia datang kemari bersama rekan-rekannya tanpa identifikasi lainnya." (Mofisu)

"Apa ini benar-benar level skillnya?" (Joseph)

"Tanpa diragukan lagi." (Mofisu)

"Rambut dan mata hitamnya mungkin yang menjadi alasan kenapa dia tidak dapat membuat kartu guild sebelumnya." (Mofisu)

"Aku akan memutuskan apakah aku akan melakukan ini atau tidak." (Joseph)

Mofisu tersenyum lebar ketika Joseph keluar dari ruangan.

"Apakah dia akan melakukan itu?" (Collet)

"Tak usah khawatir. Temani saja pemula itu dalam memilih job." (Mofisu)
..

Yu sudah menunggu selama 30 menit. Dia menunggu sembari menempatkan satu tangannya di dahinya.

"Yu, apa yang kamu lakukan tadi itu tidak baik." (Nina)

"Tapi yang tadi itu sudah sesuai rencana." (Yu)

Sudut Pandang Yu

Aku sudah memberitahu Nina dan Lena mengenai apa yang sudah kulakukan. Aku juga menyembunyikan status ku menggunakan Shadow Pendant. Aku sudah mengantisipasi kalau mereka akan menggunakan 【Analysis】 kepadaku. Mungkin akan ada beberapa masalah karena aku tidak dapat menyembunyikannya secara penuh. Seperti 【Swordmanship Lvl 5】 yang biasanya hanya job yang berhubungan dengan Warrior dengan level 30 yang dapat memilikinya.

Ketika aku memberitahukan Lena dan Nina hal ini, mereka terkejut tapi juga bangga bisa menjadi teman seperjalanan ku.

"Yu-san, terima kasih sudah menunggu." Collet datang dengan panik. Dia membawa banyak kertas dan sebuah bola kristal.

"Tidak apa.." (Yu)

"Biar kujelaskan sedikit, Keuntungan dalam memiliki job adalah status mu akan menyesuaikan sesuai dengan job yang akan kamu ambil ketika kamu naik level. Juga akan lebih mudah dalam mempelajari skill yang berhubungan dengan job. Contohnya, seorang ahli masak yang ingin mempelajari skill bertarung, tentunya dia akan sangat kesulitan memperlajarinya. Tapi sebaliknya, akan jauh lebih mudah baginya untuk memperlajari skill memasak. Menurut ku akan lebih baik bagi mu untuk memilih job yang berhubungan dengan bertarung. Sekarang, silahkan pilih." (Collet)
(TL Note: Disini Collet sudah cukup mengenal baik Yu, jadi saya akan memakai konotasi "Aku" "Kamu" daripada "Saya" "Anda")

Aku menaruh tanganku di bola kristal dan kartu-kartu karakter pun muncul.

Warrior, magician, priest, farmer, teacher, carpenter, blacksmith, mechanic, alchemist, hunter, merchant, thief, magic warrior.

"Bakat Yu dalam job memang hebat." (Nina)

"Jelaslah, job kan sahabatku." (Yu)

(Editor Note: Yu meanggap dirinya sangat akrab dengan yang namanya 'job', jadi job yang bisa dikuasainya, banyak, sesuai dgn bakatnya, bisa dibilang dia multi talenta kwkwk..)

"Ehh." Collet mengeluarkan suara aneh.

"Apa?" (Yu)

"Maaf.. Aku hanya terkejut melihat job magic warrior di pilihan job yang pertama." (Collet)

Job yang pertama? Jadi itu ya kenapa Lalit bisa punya dua job?

"Bisa kau jelaskan lebih detail?" (Yu)

"Job yang pertama adalah job pertama yang bisa kamu pilih saat ini. Job kedua dapat diperoleh ketika sudah level 20. Job ketiga di level 40. Di masa lampau, catatan terbaik dimiliki oleg Gajin "The Saint" dengan enam job nya." (Collet)

Jadi setiap 20 level pergantian penambahan job nya. Aku melihat Nina dan aku tidak berpikir dia ingat apapun ketika dia memilih job pertamanya. Jadi, tentu saja aku akan memilih magic warrior.

"Silahkan katakan job nya ketika memegang bola krital." (Collet)

Collet berkata kalau dahulu kala, hal ini hanya bisa dilakukan oleh berkat dari High Priest, tapi sekarang bola krital sudah cukup untuk penambahan job.

"Baiklah, sudah selesai. Karena Yu tidak ingin memeriksa statusnya, jadi tidak mungkin untuk memeriksanya apakah gagal atau tidak." (Collet)

Meskipun aku mati, kau tidak akan bisa membodohiku dengan untuk menggunakan kartu guild.

"Bisakah aku mendapat informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan dungeon?" (Yu)

"Bisa, tapi itu mahal. Harganya 5 gold coin." (Collet)

Aku pun melihat Nina. Karena ini uang kami, kami selalu mendiskusikan setiap ingin mengeluarkan uang.

"Aku tidak peduli. Hal tersebut juga bakal berguna nantinya." (Nina)

"Iya, akan sangat berguna nantinya buat kita." (Lena)

"Dan Yu.. Karena aku level 21.." (Nina)

Kami juga meneruskannya sampai Nina mendapat job keduanya. Dia mungkin akan mendapat job seeker atau job treasure hunter.

Aku tidak akan menentangnya, karena efek setelah memilih job itu luar biasa. Aku bahkan harus berusaha keras untuk tidak menunjukan kesenangan ku.

Ini adalah hasil setelah memilih job.
__ __ __ __ _


loading...