Sunday, 18 September 2016

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 19 Bahasa Indonesia


Chapter 19: Orang Yang Mengaku Dirinya Penyihir Jenius ③

Aku menggunakan sihir Wind Blade untuk membunuh Poison Toad.

Cukup praktis, karena tidak seperti fireball, material monsternya bisa diambil tanpa adanya kerusakan yang berarti.

Hari ini kami sudah berjalan selama empat hari bersama Lena. Karena latihan yang lumayan ampuh dan juga menyesuaikan kecepatan langkah kami demi Lena yang lemah, kami jadi jauh ketinggalan jadwal.

"Itu karena ada seorang jenius jadinya kita harus istirahat dulu." (Yu)

"Itu karena kamu mau melakukan eksperimen, jadi apa boleh buat." (Nina)

"Bukan elu... Tapi Lena.." (Yu)

"UUuu..." (Nina)

Aku mengabaikan Lena dan melihat ke arah Nina. Itu karena kami melakukan beberapa eksperimen ketika menghadapi Poison Toad. Kami memeriksa daya serang racunnya, ke-efektifan penyembuhan pada racunnya, dan sebagainya. Semuanya dilakukan ketika bertemu dengan Poison Toad.

 
Jadi racunnya berasal dari lidahnya. Dari penampilannya, kami tidak menyangka dia bisa bergerak dengan sangat cepat. Tubuh ku terasa sakit semua karena racunnya. Biarpun begitu, Nina dengan cepat membantu ku ketika menyadari kalau aku sedang dalam bahaya.

"Yu, kamu tidak apa-apa?" (Nina)

"Iya, tapi ini lumayan sakit. Kita harus menghindari racunnya yang berikutnya." (Yu)

"Apa kau butuh perawatan?" (Lena)

"Aku tidak apa-apa, aku bisa menyembuhkan diriku sendiri kok. Kau bisa mengumpulkan material-materialnya." (Yu)

Aku melakukan penyembuhan pada diriku sendiri dan cahaya hijau mengelilingiku dan membersihkan racunnya.

"Yu, bentar lagi barang bawaan kita penuh." (Nina)

Kita terus-terusan mengumpulkan material, jadi memang sudah sewajarnya bakalan penuh.

"Kau bisa menaruhnya didalam sini." (Lena)

Lena mengeluarkan kantong kecil. Itu adalah sesuatu yang belum pernah aku lihat sebelumnya.

— — — —-

Item Pouch (grade 5): Item ini dapat menyimpan sesuatu, dapat menyimpan sampai 200 meter kubik.

— — — —

"Kau punya kantong item?" (Yu)

"Punya. Yang termurah harganya 10 gold coin, kantong nya Lena memang hebat." (Nina)

"Orang tua ku yang memberikannya pada ku." (Lena)

Kalau dipikir-pikir, orang tua nya itu seorang penyihir dan pendeta. Perlengkapannya juga pemberian dari orang tua nya. Itulah kenapa bisa perlengkapannya di atas levelnya.

"Ini lebih bernilai dari semua yang aku miliki." (Nina)

Nina teriak-teriak kayak gitu, jadi sepertinya dia tidak akan meyerahkannya pada kami. Biarpun begitu, Lena memberikan kantong item nya kepada ku.

"Yu, pegang ini." (Lena)

"Apa kau nggak takut aku bawa lari barang mu ini?" (Yu)

"Aku percaya pada mu dan juga Nina. Aku akan meminjamkan mu itu sampai kita tiba di kota Comer." (Lena)

Anehnya... Material kantong item ini kayak karet. Sangat mungkin untuk memasukan barang yang lebih besar dari lubang masuk kantongnya, dan beratnya pun nggak berubah, masih sama.

Hari itu, aku menyalakan api unggun dan Nina duduk di depan ku.

"Yu.. Aku tau kamu sama sekali nggak tidur selama lima hari."

"Sudah sewajarnya kan aku berjaga-jaga kayak gini." (Yu)

Aku bilang gitu tapi Nina tetap menyelimuti ku bersama dengan dirinya dengan sehelai kain dan selimut.

"Dengan gini kamu bisa tetap hangat dan aman." (Nina)

(TL Note: Aman?)

"Nina memang jenius kalau masalah ide-ide kayak gitu." (Lena)

Lena berkata demikian sembari bergabung dengan kami, dia menghimpit masuk ke dalam.

"Bau nya Yu enak..." (Lena)

"Aku tau itu. Nina, jangan pegang-pegang bokong ku." (Yu)

"Tapi aku harus memegangnya setidaknya sekali sehari."

Aku bingung harus berkata apa.

Aku tidak tidur selama lima hari dan dibawah kehangatan Nina dan Lena, aku tertidur.

"Yu akhirnya tidur juga." (Nina)

"Nina, sudah berapa lama kau mengenalnya?" (Lena)

"Kurang dari setahun. Lena, kenapa kau mau ke kota Comer?" (Nina)

"Aku mau meningkatkan 【White Magic】 dan 【Black Magic】 ku ke level 5. Aku mau menjadi penyihir yang hebat. Aku ingin masuk ke sekolah sihir. Tapi, untuk masuknya aku harus ikut ujian dan membayar 100 gold untuk biaya pendaftarannya." (Lena)

"100 gold coin cuma buat daftar? Uang ku kalau digabung sama Yu bahkan tidak sampe mendekatinya. Tapi kau bisa mengumpulkannya perlahan kalau ikut berburu bersama kami." (Nina)

"Iya.. Yu dan Nina memang orang yang baik." (Lena)

Hari itu, mereka ngobrol-ngobrol sampai larut dan kemudian tertidur.

loading...