Saturday, 17 September 2016

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 18 Bahasa Indonesia


Chapter 18: Orang Yang Mengaku Dirinya Penyihir Jenius ②

"Kita tidak seharusnya mengabaikan dia, Yu. Lena, nama ku Nina."

Biarpun begitu, suara Nina seperti dipaksakan karena kegugupannya.  Arti yang sebenarnya tidak tersampaikan.

"Syukurlah. Ku kira kalian nggak mau menerima ku karena iri akan kejeniusan ku." (Lena)

Orang yang mengaku dirinya jenius ini bernama Lena. Dia sedang menuju ke kora Comer dengan menaiki delman. Adventurer-adventurer lainnya melihat dia dengan rasa hormat, tapi aku berbeda.

"Jenius? Jenius macam mana yang cuma bisa make 【White Magic】 dan 【Black Magic】 aja? Kemampuan fisik mu saja berada di level bocah." (Yu)

Mungkin white magic memang berguna, tapi aku pikir menggunakan potion akan lebih efisien...

"Kau... Kau punya skill mata khusus?" (Lena)

"Apa? Itu bukan urusan mu.." (Yu)

Tidak sopan menanyai skill seseorang.

"Orang-orang mungkin pernah dengar nama ku dan tau kalau aku bisa menggunakan 【White Magic】, akan tetapi untuk mu bisa tau 【Black Magic】 ku..." (Lena)

"Itu karena skill 【Analysis】. Dan aku juga penyihir. Aku bisa menduga kau bisa mengaktifkan 【Black Magic】" (Yu)

"Wawawa..." (Nina)

Nina kebingungan, tapi aku melakukan hal tersebut demi melindungi rahasia ku.

"Kau boleh bilang begitu, tapi aku tidak melihat mu merapal mantra. Atau bahkan aku tidak bisa merasakan adanya aktivasi sihir." (Lena)

'Aktivasi sihir? Aku sama sekali tidak tau tentang itu.' Pikir Yu.

"Haruskah aku menjelaskan semuanya kepada mu?" (Yu)

"Tak usah... Aku cuma mau pergi bareng kalian aja." (Lena)

"Satu-satunya teman seperjalanan ku adalah Nina." (Yu)

"Ayo lah... Bisakah kita menjadi teman?" (Lena)

"Yu.. Kamu nggak mau mengajaknya?" (Nina)

Nina bertanya kepadaku dengan mata memohon.

"Ugh... Tau ah, gelap." (Yu)

"Sip!" (Lena)

"Tapi cuma sampe kita tiba di kota Comer aja 'lho." (Yu)

"Terima kasih..." (Lena)

"Lena... Senang bertemu dengan mu." (Nina)

Nina memeluk Lena dengan senangnya. Biarpun begitu, aku tidak mempercayai siapapun selain Nina.

Malam harinya, kami diserang oleh sekawanan Night Wolf, mereka menyerang ketika 【Awareness】 ku naik level, jadi kami bisa mengatasinya tanpa panik.

Sekawanan Night Wolf bukanlah masalah. Kekuatan individu mereka lemah, tapi jumlah mereka luar biasa banyaknya karena mereka berburu dengan berkelompok.

Aku menggunakan fireball dan Nina mengatasi sisanya. Selama pertempuran, kamu jadi mengetahui kalau Lena adalah pengguna sihir air dan udara. Meskipun begitu, selain dari status yang berkaitan dengan sihir, dia lemah.

"Huh... Huh.. Yu nggak merapal skill-nya?" (Lena)

"Lena... Yu nggak perlu merapal skill. Yu itu..." (Nina)

"Nina! Jangan membocorkan rahasia dengan mudahnya. Tetap saja, Lena! Kita jadi ketinggalan jadwal gara-gara keseringan istirahat karena kau." (Yu)

Aku marah sama Nina. Dia tidak seharunya membicarakan rahasia kepada siapapun. Kalau teknik kami jadi banyak yang tau, akan bersifat merugikan kalau musuh juga tau nantinya.

"Gimana kalau buat kesepakatan?" (Lena)

"Oh?" (Yu)

"Yu, aku mau kau mengajariku cara mengaktifkan skill tanpa merapal. Sebagai gantinya, aku akan mengajarimu skill sihir. Selain dari fireball, kau tidak sihir yang lain, kan?" (Lena)

Meskipun aku sudah berkata kasar, dia tidak gentar.

"Bukankah kau perlu untuk melatih tubuh mu dulu, daripada skill tanpa merapal?" (Yu)

"...Aku.. Membencinya.." (Lena)

"Tidak apa Lena. Aku akan membujuk Yu." (Nina)

Setelah Nina memasang mata anak anjingnya*, aku pun menyerah.

"Susahnya.." (Lena)

"Ehehe.. Awalnya aku juga kesusahan." (Nina)

"Bukankah akan lebih baik lagi kalau punya skill yang bisa memperpendek waktu yang dibutuhkan untuk merapalnya?" (Lena)

"Kecepatan dalam merapal mantra memang penting dalam pertarungan, tapi musush tetap bisa mengantisipasinya." (Yu)

Semuanya tergantung pada situasi. Kecepatan merapal dan tanpa rapalan.
(TL Note: awalnya Lena ngira kalau Yu itu instant kasting daripada tidak merapal.)

Pertukaran yang sepadan, karena aku bisa menguasai sihir air dan udara. Dia juga mengajariku beberapa trik dalam melakukannya.

Hal terbaik yang aku dapat adalah tentang prinsip sihir. Ada beberapa tipe sihir. 【White Magic】, 【Black Magic】, 【Divine Magic】, 【Dark Magic】, 【Summoning Magic】, 【Space Magic】, 【Time Magic】, 【Enchant Magic】, dan masih banyak lagi.

Dia juga mengajari ku beberapa teori. Ketika seseorang menggunakan kekuatan sihir yang lebih, mantranya bisa ditingkatkan, tapi melakukannya dapat memperpanjang waktu kasting. Ada juga buku sihir untuk memperlajari mantra.

Malam itu, aku ingin melatih skill 【Awareness】 ku lagi, tapi Nina mencegah ku karena aku tidak tidur kemarin malam.


Chapter SebelumnyaDaftar IsiChapter Berikutnya




Note:

*Contoh mata anak anjing:

loading...